wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang

Total questions: 35

Worksheet time: 35mins

Name
Class
Date
1.
Menurut Von Thunen, petani yang menanam sayuran segar cenderung memilih lahan dekat kota. Hal ini karena harga jual harus menutupi biaya transportasi dan kebutuhan pasar harian. Faktor utama yang memengaruhi penentuan lokasi tersebut adalah...
a)
Biaya transportasi dan kesegaran produk
b)
Harga tanah yang rendah
c)
Upah tenaga kerja murah
d)
Konsentrasi modal di pedesaan
e)
Akses internet dan digitalisasi
2.
Surabaya berkembang sebagai pusat perdagangan, lalu mendorong pertumbuhan wilayah sekitarnya (Sidoarjo, Gresik, Lamongan). Perkembangan wilayah ini sesuai dengan teori kutub pertumbuhan karena...
a)
Aktivitas ekonomi terkonsentrasi di satu titik dan menjalar ke sekitarnya
b)
Semua daerah memiliki pertumbuhan yang sama cepatnya
c)
Wilayah sekitarnya justru lebih mandiri
d)
Pertumbuhan hanya ditentukan oleh jumlah penduduk
e)
Tidak ada hubungan antara pusat dengan hinterland
3.
Sebuah peta kota menunjukkan struktur keruangan heksagonal dengan pusat pelayanan berada di tengah. Setiap pusat pelayanan melayani daerah sekitarnya berdasarkan jarak dan kebutuhan minimum penduduk. Konsep ini merupakan ciri utama dari teori...
a)
Agropolitan
b)

Central Place Theory

c)
Von Thunen
d)
Kutub pertumbuhan
e)
Weber
4.
Wilayah Kalimantan Utara dikembangkan menjadi kawasan industri hijau (green industry). Wilayah pertanian dialihfungsikan sebagian untuk pusat produksi energi ramah lingkungan. Kebijakan ini merupakan contoh penerapan teori pengembangan wilayah...
a)
Agropolitan
b)
Kutub pertumbuhan
c)
Von Thunen
d)
Weber
e)
Lokasi sentral
5.
Sebuah industri semen didirikan di dekat tambang batu kapur. Pertimbangan utama adalah biaya transportasi bahan baku yang tinggi jika lokasi industri jauh dari sumbernya. Fenomena ini sesuai dengan teori Weber, yang menekankan...
a)
Prinsip biaya minimum
b)
Urbanisasi intensif
c)
Efek pengganda
d)
Aglomerasi industri
e)
Pemanfaatan jasa
6.
Sebuah kota kecil di Jawa Barat mengembangkan agrowisata berbasis perkebunan teh. Desa-desa sekitar mendapat manfaat dari bertambahnya lapangan kerja, fasilitas sosial, dan pasar hasil tani. Kasus ini merupakan penerapan teori...
a)
Von Thunen
b)
Agropolitan
c)
Lokasi sentral
d)
Weber
e)
Kutub pertumbuhan
7.
Pertumbuhan kota Jakarta sebagai pusat ekonomi menimbulkan trickling down effect ke Bekasi dan Tangerang, tetapi juga backwash effect berupa kemacetan, banjir, dan migrasi besar-besaran. Fenomena ini menunjukkan bahwa teori kutub pertumbuhan...
a)
Selalu memberikan dampak positif
b)
Dapat menghasilkan efek ganda: positif dan negatif
c)
Tidak relevan di kota besar
d)
Hanya berlaku di desa
e)
Tidak berhubungan dengan tata ruang
8.
Perhatikan pernyataan berikut: (1) Penurunan laju urbanisasi. (2) Peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur. (3) Berkurangnya tenaga kerja produktif di sektor agraris. (4) Peningkatan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat desa. (5) Terwujudnya konsep kota sebagai pusat pertumbuhan. Berdasarkan kebijakan pembangunan desa sesuai dengan Permendesa PDTT No. 21 Tahun 2020, manakah dari pernyataan tersebut yang menjadi tujuan utama kebijakan pengembangan desa, khususnya dalam konteks interaksi desa-kota?
a)
(1), (2), dan (4)
b)
(2), (4), dan (5)
c)
(1), (3), dan (5)
d)
(2), (3), dan (4)
e)
(3), (4), dan (5)
9.
Pembangunan sebuah desa pariwisata dilakukan dengan mengoptimalkan potensi alam berupa perbukitan dan sungai, serta potensi sumber daya manusia melalui pelatihan pengelolaan usaha kuliner dan kerajinan tangan. Perbaikan jalan dan promosi digital gencar dilakukan untuk menarik wisatawan. Jika dilihat dari tahapannya, upaya ini menunjukkan bahwa desa tersebut sedang berproses menuju tahap...
a)
Desa Swadaya
b)
Desa Swakarya
c)
Desa Swasembada
d)
Desa Mandiri
e)
Desa Modern
10.
Salah satu masalah yang dihadapi desa adalah minimnya tenaga kerja potensial akibat urbanisasi yang tinggi. Jika pemerintah desa ingin mengatasi masalah ini, kebijakan yang paling efektif adalah...
a)
Memberikan subsidi bahan pokok bagi penduduk desa.
b)
Membangun pabrik besar di desa untuk menyerap tenaga kerja.
c)
Mengembangkan sektor agroindustri padat pekerja yang memanfaatkan produk pertanian lokal.
d)
Menutup akses transportasi dari desa ke kota.
e)
Membatasi jumlah penduduk yang pindah ke kota.
11.
Desa X memiliki mayoritas penduduk yang bekerja sebagai petani dan nelayan. Seiring waktu, pemerintah desa mulai menginisiasi program pelatihan kewirausahaan dan mendirikan koperasi. Potensi alam desa yang melimpah mulai diolah menjadi produk bernilai jual tinggi. Pembangunan ini menunjukkan adanya peningkatan...
a)
Indeks kebahagiaan penduduk
b)
Efek trickling down
c)
Spread effect dari kota
d)
Diversifikasi aktivitas ekonomi nonagraris
e)
Ketergantungan ekonomi terhadap kota
12.
Sebuah desa menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan seluruh warga. Mereka juga membangun PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) skala kecil untuk memenuhi kebutuhan listrik desa secara mandiri. Berdasarkan upaya-upaya tersebut, desa ini menunjukkan karakteristik...
a)
Mengalami efek backwash
b)
Mencapai kemiskinan struktural
c)
Mengalami penurunan kualitas lingkungan
d)
Berada pada tahap awal pengembangan
e)
Mengoptimalkan sumber daya manusia dan teknologi
13.
Kota A dicirikan dengan aktivitas ekonomi nonagraris yang dominan, fasilitas publik yang lengkap, dan kepadatan penduduk yang tinggi. Kota ini juga memiliki pusat bisnis dan perbelanjaan yang tersebar di beberapa titik berbeda, tidak hanya terpusat di satu area utama. Berdasarkan karakteristik tersebut, kota A dapat diklasifikasikan sebagai kota...
a)
Kota monosentris
b)
Kota polisentris
c)
Kota metropolitan
d)
Kota kecil
e)
Kota sedang
14.
Sebuah kota besar menghadapi masalah kemacetan kronis dan polusi udara. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah kota merencanakan pembangunan kembali ruang kota dengan mengutamakan jalur pejalan kaki, jalur sepeda, dan angkutan umum massal. Pendekatan ini mencerminkan...
a)
Perencanaan tata ruang yang berorientasi pada angkutan pribadi.
b)
Paradigma pembangunan kota yang berfokus pada efisiensi ekonomi.
c)
Paradigma baru pembangunan kota yang berkelanjutan.
d)
Upaya untuk meningkatkan efek backwash.
e)
Strategi untuk mendorong urbanisasi.
15.
Perbedaan paling mendasar antara wilayah desa dan perkotaan terletak pada mata pencaharian utama penduduknya. Jika mayoritas penduduk desa berprofesi di sektor agraris, mayoritas penduduk kota berprofesi di sektor...
a)
Perdagangan
b)
Industri manufaktur
c)
Jasa
d)
Nonagraris (industri, perdagangan, jasa)
e)
Pertanian modern
16.
Struktur keruangan sebuah kota menunjukkan bahwa zona industri berat dan jalur transportasi utama (misalnya rel kereta api) memanjang dari pusat kota ke pinggir, memotong zona-zona hunian. Teori yang paling tepat untuk menjelaskan pola ini adalah...
a)
Teori Konsentris
b)
Teori Lokasi Sentral
c)
Teori Inti Berganda
d)
Teori Sektoral
e)
Teori Kutub Pertumbuhan
17.

Teori struktur keruangan yang menyatakan bahwa suatu kota berkembang dengan adanya dua pusat kegiatan yang berbeda, di mana setiap pusat memiliki fungsi spesifik (misalnya, pusat bisnis, pusat industri, pusat permukiman mewah) adalah...

a)
Teori Konsentris
b)
Teori Lokasi Sentral
c)
Teori Sektoral
d)
Teori Inti Berganda
e)
Teori Kutub Pertumbuhan
18.

Di Kota A, struktur keruangannya diawali dengan zona pusat bisnis di sekitar alun-alun, diikuti oleh zona transisi yang merupakan area percampuran perkampungan kumuh, kemudian zona perumahan sederhana untuk pekerja, kemudian zona perumahan menengah dan seterusnya. Pola keruangan ini paling sesuai dengan...

a)
Teori Konsentris
b)
Teori Sektoral
c)
Teori Inti Berganda
d)
Teori Lokasi Sentral
e)
Teori Kutub Pertumbuhan
19.
Teori Konsentris dan Teori Sektoral memiliki asumsi bahwa perkembangan kota berawal dari satu pusat (CBD). Namun, Teori Inti Berganda menolak asumsi tersebut. Apa alasan utama yang mendasari penolakan Teori Inti Berganda terhadap asumsi ini?
a)
Peran penting dari sistem transportasi yang lebih modern.
b)
Adanya diferensiasi lahan yang tidak merata di kota.
c)
Perkembangan kota tidak hanya didorong oleh satu pusat, tetapi oleh pertumbuhan beberapa inti yang terpisah.
d)
Setiap zona memiliki pola pertumbuhan yang berbeda-beda.
e)
Adanya interaksi antara desa dan kota yang semakin kompleks.
20.
Interaksi desa-kota sering kali menciptakan efek timbal balik. Backwash effect ditandai dengan sumber daya dari desa, seperti tenaga kerja terampil dan modal, yang terserap ke kota. Sebaliknya, spread effect adalah...
a)
Arus balik penduduk kota ke desa karena jenuh.
b)
Perluasan area perkotaan ke wilayah desa di sekitarnya.
c)
Penyebaran inovasi, modal, dan fasilitas dari kota ke desa.
d)
Timbulnya kawasan kumuh di pinggiran kota akibat urbanisasi.
e)
Peningkatan harga lahan di desa akibat pembangunan kota.
21.
Pembangunan infrastruktur jalan tol yang menghubungkan kota besar dengan desa-desa penghasil produk pertanian membawa dampak signifikan. Secara positif, hal ini memperlancar distribusi hasil pertanian, tetapi secara negatif, hal ini berpotensi memicu...
a)
Peningkatan Indeks Kebahagiaan Desa.
b)
Diversifikasi mata pencaharian penduduk desa.
c)
Konservasi lahan pertanian menjadi permukiman.
d)
Peningkatan harga jual produk pertanian.
e)
Pembangunan fasilitas sosial di desa.
22.
Sebuah pemerintah kota merencanakan pembangunan kawasan industri baru. Untuk menghindari dampak negatif seperti polusi dan kemacetan, pemerintah menetapkan lokasi industri di area yang jauh dari permukiman padat dan terhubung langsung dengan jalur transportasi massal. Pendekatan ini menunjukkan penerapan prinsip tata ruang yang mengutamakan...
a)
Keterbukaan dan partisipasi masyarakat.
b)
Keterpaduan dan keberlanjutan.
c)
Kesamaan dan keadilan.
d)
Keselarasan dan keserasian.
e)
Kelayakan dan efisiensi.
23.
Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebuah kabupaten menetapkan bahwa 30% dari total luas wilayah harus dipertahankan sebagai kawasan lindung dan ruang terbuka hijau. Namun, dalam pelaksanaannya, sering terjadi alih fungsi lahan lindung menjadi permukiman. Hambatan utama dalam implementasi RTRW ini adalah...
a)
Kurangnya partisipasi masyarakat.
b)
Tidak adanya sanksi yang tegas.
c)
Lemahnya penegakan hukum dan kontrol sosial.
d)
Biaya pembangunan yang terlalu tinggi.
e)
Kurangnya kesadaran pemerintah daerah.
24.
Sebuah kota merancang ulang kawasan padat penduduk di pusat kota menjadi kawasan terpadu dengan apartemen vertikal, ruang terbuka hijau, dan akses pejalan kaki yang luas, menggantikan permukiman kumuh. Upaya ini mencerminkan konsep...
a)
Spasial backwash
b)
Urbanisasi regresif
c)
Transformasi struktural
d)
Revitalisasi kawasan perkotaan
e)
Konservasi lingkungan
25.
Sebuah pemerintah kota merencanakan pembangunan kawasan industri baru. Untuk menghindari dampak negatif seperti polusi dan kemacetan, pemerintah menetapkan lokasi industri di area yang jauh dari permukiman padat dan terhubung langsung dengan jalur transportasi massal. Pendekatan ini menunjukkan penerapan prinsip tata ruang yang mengutamakan...
a)
Keterbukaan dan partisipasi masyarakat.
b)
Keterpaduan dan keberlanjutan.
c)
Kesamaan dan keadilan.
d)
Keselarasan dan keserasian.
e)
Kelayakan dan efisiensi.
26.
Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebuah kabupaten menetapkan bahwa 30% dari total luas wilayah harus dipertahankan sebagai kawasan lindung dan ruang terbuka hijau. Namun, dalam pelaksanaannya, sering terjadi alih fungsi lahan lindung menjadi permukiman. Hambatan utama dalam implementasi RTRW ini adalah...
a)
Kurangnya partisipasi masyarakat.
b)
Tidak adanya sanksi yang tegas.
c)
Lemahnya penegakan hukum dan kontrol sosial.
d)
Biaya pembangunan yang terlalu tinggi.
e)
Kurangnya kesadaran pemerintah daerah.
27.
Sebuah kota merancang ulang kawasan padat penduduk di pusat kota menjadi kawasan terpadu dengan apartemen vertikal, ruang terbuka hijau, dan akses pejalan kaki yang luas, menggantikan permukiman kumuh. Upaya ini mencerminkan konsep...
a)
Spasial backwash
b)
Urbanisasi regresif
c)
Transformasi struktural
d)
Revitalisasi kawasan perkotaan
e)
Konservasi lingkungan
28.
Indeks Kebahagiaan (IK) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai kualitas hidup suatu negara atau wilayah. Salah satu dimensi utama yang diukur adalah "Kualitas Hidup". Dimensi ini mencakup sub-dimensi seperti kesehatan, pendidikan, dan...
a)
Pendapatan per kapita.
b)
Hubungan sosial.
c)
Kebebasan sipil.
d)
Keamanan lingkungan.
e)
Kesejahteraan psikologis.
29.
Sebuah desa berhasil meningkatkan Indeks Kebahagiaan penduduknya secara signifikan dalam 5 tahun terakhir. Faktor dominan yang mendorong kenaikan tersebut adalah meningkatnya pendapatan rata-rata penduduk melalui program pengembangan UMKM dan adanya akses internet yang merata. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan Indeks Kebahagiaan sangat dipengaruhi oleh...
a)
Kesejahteraan psikologis.
b)
Kondisi sosial-politik.
c)
Dimensi kualitas hidup.
d)
Kebebasan berekspresi.
e)
Hubungan sosial masyarakat.
30.
Mengapa Indeks Kebahagiaan dianggap sebagai tolok ukur pembangunan yang lebih holistik dibandingkan hanya menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB)?
a)
Karena IK lebih mudah dihitung dan datanya lebih akurat.
b)
Karena IK hanya mengukur kebahagiaan psikologis penduduk.
c)
Karena PDB tidak mencerminkan distribusi kekayaan yang merata.
d)
Karena IK juga mengukur dimensi non-ekonomi seperti sosial dan lingkungan.
e)
Karena PDB tidak dapat mengukur pembangunan di negara berkembang.
31.
Berdasarkan data Indeks Kebahagiaan, wilayah dengan indeks tertinggi di Indonesia cenderung berada di Pulau Jawa. Namun, terdapat paradoks karena Pulau Jawa juga memiliki masalah kemacetan, kepadatan penduduk, dan polusi. Faktor utama yang mungkin menjelaskan paradoks ini adalah...
a)
Hubungan sosial yang sangat erat di perkotaan Jawa.
b)
Keterbatasan data Indeks Kebahagiaan.
c)
Pembangunan infrastruktur dan fasilitas yang lebih merata di Pulau Jawa.
d)
Dominasi pendapatan tinggi dan pendidikan di kota-kota besar.
e)
Tingginya angka urbanisasi yang berbanding lurus dengan kebahagiaan.
32.

Data BPS dari tahun 2017 ke 2021 menunjukkan ada provinsi yang indeks kebahagiaannya meningkat tajam (Jambi, Sulawesi Barat), sementara beberapa provinsi lain justru menurun (Aceh, Riau, Yogyakarta). Analisislah faktor-faktor yang mungkin menyebabkan perbedaan tersebut!

a)

Dampak pandemi Covid yang nyata di Kota besar di Indonesia

b)
Persebaran penduduk yang merata
c)
Tingginya migrasi keluar
d)
Pusat pertumbuhan hanya di kota besar
e)
Adanya perbedaan potensi wilayah
33.
Pemerintah membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur untuk pemerataan pembangunan. Kebijakan ini sejalan dengan teori...
a)
Kutub pertumbuhan
b)
Agropolitan
c)
Lokasi sentral
d)
Konsentris Burgess
e)
Sewa tanah von Thunen
34.
Jika indeks kebahagiaan suatu daerah meningkat meskipun pendapatan per kapita stagnan, maka penyebab yang mungkin adalah...
a)
Peningkatan kualitas layanan publik dan lingkungan
b)
Kenaikan harga barang pokok
c)
Berkurangnya partisipasi masyarakat
d)
Peningkatan pengangguran
e)
Menurunnya kualitas kesehatan
35.

Sebuah kota mengalami pertumbuhan pesat yang ditunjukkan oleh perluasan area terbangun pada peta penggunaan lahan dari tahun 2000 ke 2020. Analisis citra satelit terbaru menunjukkan pola urbanisasi yang cenderung mengarah ke wilayah perbukitan di pinggir kota. Dampak sosial dan lingkungan yang paling mungkin terjadi berdasarkan analisis spasial tersebut adalah...

a)

Peningkatan kualitas udara dan ketersediaan lahan terbuka hijau di perkotaan.

b)

Peningkatan kohesi sosial dan pemerataan fasilitas publik antar wilayah.

c)

Peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan regional.

d)


Peningkatan risiko erosi, longsor, dan perubahan pola aliran air di daerah perbukitan.


e)

Penurunan harga lahan dan biaya transportasi di area pinggir kota.