wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TEKFAR STERIL

Total questions: 20

Worksheet time: 11mins

Name
Class
Date
1.

Definisi sediaan steril yang paling akurat adalah...

a)

Sediaan yang bebas dari semua jenis mikroorganisme, termasuk spora.

b)

Sediaan yang bebas dari bakteri hidup.

c)

Sediaan yang bebas dari virus dan jamur.

d)
  • Sediaan yang diproses dengan pemanasan tinggi.

2.

Manakah dari berikut ini yang TIDAK termasuk dalam jenis sediaan steril?

a)

Injeksi

b)

Tetes mata

c)

Suspensi oral

d)

Larutan irigasi

3.

Sediaan steril yang berbentuk larutan jernih, bebas partikulat, dan digunakan untuk penyuntikan ke dalam jaringan tubuh disebut...

a)

Salep

b)

Suppositoria

c)

Injeksi

d)

Kapsul

4.

Keuntungan utama sediaan steril, khususnya rute parenteral, adalah...

a)

Biaya produksi yang rendah.

b)

Dapat diberikan sendiri oleh pasien di rumah.

c)

Onset aksi yang cepat dan bioavailability yang 100%.

d)

Tidak memerlukan sterilisasi.

5.

Salah satu kerugian utama dari sediaan steril, terutama injeksi:

a)

Mudah terkontaminasi oleh jamur.

b)

Memerlukan tenaga profesional untuk pemberiannya.

c)

Tidak dapat digunakan untuk obat yang tidak larut air.

d)

Lebih stabil dibandingkan sediaan non-steril.

6.

Rute pemberian sediaan parenteral yang ditujukan untuk efek lokal pada kulit

a)

Intravena (IV)

b)

Intramuskular (IM)

c)

Intradermal (ID)

d)

Subkutan (SC)

7.

Sediaan steril yang disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah vena untuk mencapai efek sistemik yang cepat

a)

Injeksi subkutan

b)

Injeksi intramuskular

c)

Injeksi intravena

d)

Injeksi intradermal

8.

Tujuan dari uji sterilitas pada sediaan steril

a)

Mengetahui stabilitas produk.

b)

Memastikan sediaan bebas dari partikel.

c)

Memastikan sediaan bebas dari mikroorganisme hidup.

d)

Mengukur potensial Hidrogen sediaan.

9.

Sediaan steril harus bebas dari pirogen karena

a)

Pirogen dapat menyebabkan demam pada pasien

b)

Pirogen dapat menyebabkan alergi

c)

Pirogen dapat menyebabkan kerusakan ginjal

d)

Pirogen dapat merusak stabilitas obat

10.

Sediaan steril yang disuntikkan ke dalam otot

a)

Injeksi intravena

b)

Injeksi subkutan

c)

Injeksi intramuskular

d)

Injeksi intradermal

11.

Rute pemberian parenteral yang memiliki kecepatan absorpsi lebih lambat dibandingkan intramuskular tetapi lebih cepat dari oral

a)

Intravena

b)

Subkutan

c)

Intradermal

d)

Intra-articular

12.

Salah satu keuntungan sediaan steril rute parenteral dibandingkan rute oral

a)

Menghindari first-pass metabolism di hati.

b)

Tidak menimbulkan rasa sakit saat disuntikkan.

c)

Dosis dapat diatur dengan mudah.

d)

Waktu kadaluwarsa lebih panjang.

13.

Kerugian sediaan steril, khususnya injeksi, yang berkaitan dengan risiko cedera

a)

Dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan saraf.

b)

Memerlukan alat suntik yang steril.

c)

Menyebabkan rasa sakit dan dapat menimbulkan infeksi jika tidak steril.

d)

Tidak bisa diberikan pada pasien yang tidak sadar.

14.

Manakah dari pernyataan berikut yang benar mengenai sediaan steril?

a)

Sediaan steril harus bebas dari semua partikel.

b)

Sediaan steril hanya bisa berupa larutan.

c)

Sediaan steril bebas dari semua mikroorganisme hidup dan mati.

d)

Sediaan steril tidak memerlukan pengawet.

15.

Definisi sediaan steril menurut Farmakope Indonesia

a)

Sediaan yang dibuat dengan metode aseptik.

b)

Sediaan yang bebas dari semua mikroorganisme viabel.

c)

Sediaan yang bebas dari bakteri.

d)

Sediaan yang diuji dengan uji sterilitas.

16.

Sediaan farmasi yang bebas dari semua mikroorganisme hidup, baik dalam bentuk vegetatif maupun spora, disebut sebagai:

a)

a. Sediaan Aseptik

b)

b. Sediaan Pirogenik

c)

c. Sediaan Steril

d)

e. Sediaan Isotonis

17.

Larutan dikatakan isotonis terhadap plasma darah jika tekanan osmotiknya setara dengan larutan NaCl pada konsentrasi .......... %

a)

0,850

b)

0,900

c)

1,000

d)

1,800

18.

Teknik aseptik yang dilakukan jika zat aktif termolabil dan sediaan berbentuk suspensi adalah

a)

a. Sterilisasi terminal penuh.

b)

b. Filtrasi menggunakan filter 0,22 μm

c)

c. Memakai NaCl 0,9% sebagai pelarut.

d)

d. Sterilisasi setiap komponen terpisah, lalu dicampur secara aseptik.

19.

Eksipien yang ditambahkan ke formulasi steril untuk menjaga pH sediaan dalam rentang stabil dan nyaman disebut

(a)  

20.

Larutan injeksi yang memiliki tekanan osmosis lebih rendah dari cairan tubuh, sehingga menyebabkan sel darah merah mengembang dan pecah, bersifat

(a)