Cermati kutipan berita di bawah ini!
BGN Hormati Keputusan Anak yang Tak Mau Makan MBG Sementara Waktu karena Trauma
Kiki Safitri, Kompas.com - 23/09/2025, 09:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan evaluasi ketat dilakukan setiap kali terjadi kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, anak-anak yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut juga mendapat perhatian khusus.
“Untuk trauma-trauma yang terjadi, termasuk juga penghentian sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang mengalami kejadian adalah bagian dari evaluasi kami setiap kali ada SPPG yang mengalami kejadian,” kata Dadan, Senin (22/9/2025). “Maka kami minta setop untuk beroperasi sambil melakukan evaluasi, analisis, termasuk bagaimana membuat recovery terhadap anak yang trauma,” lanjut dia.
Dadan menambahkan, BGN menghormati keputusan anak-anak yang untuk sementara enggan menerima makanan dari program MBG.
“Bagi anak yang tidak ingin menerima untuk sementara waktu, kita harus hormati, tapi banyak kasus kejadian anak-anak itu ingin kembali mengonsumsi makanan-makanan berikutnya,” ujar dia. Menurut dia, hanya sebagian kecil anak yang mengalami trauma berkepanjangan, sementara mayoritas kembali mengikuti program. “Jadi hanya sebagian kecil yang mengalami trauma, tapi sebagian besar mereka kembali mengonsumsi makanan-makanan berikutnya,” ujar dia.
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2025/09/23/09583311/bgn-hormati-keputusan-anak-yang-tak-mau-makan-mbg-sementara-waktu-karena?source=terpopuler
Kalimat tanggapan positif untuk kutipan berita di atas adalah....
6. Cermati kutipan berita di bawah ini!
BGN Hormati Keputusan Anak yang Tak Mau Makan MBG Sementara Waktu karena Trauma
Kiki Safitri, Kompas.com - 23/09/2025, 09:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan evaluasi ketat dilakukan setiap kali terjadi kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, anak-anak yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut juga mendapat perhatian khusus.
“Untuk trauma-trauma yang terjadi, termasuk juga penghentian sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang mengalami kejadian adalah bagian dari evaluasi kami setiap kali ada SPPG yang mengalami kejadian,” kata Dadan, Senin (22/9/2025). “Maka kami minta setop untuk beroperasi sambil melakukan evaluasi, analisis, termasuk bagaimana membuat recovery terhadap anak yang trauma,” lanjut dia.
Dadan menambahkan, BGN menghormati keputusan anak-anak yang untuk sementara enggan menerima makanan dari program MBG.
“Bagi anak yang tidak ingin menerima untuk sementara waktu, kita harus hormati, tapi banyak kasus kejadian anak-anak itu ingin kembali mengonsumsi makanan-makanan berikutnya,” ujar dia. Menurut dia, hanya sebagian kecil anak yang mengalami trauma berkepanjangan, sementara mayoritas kembali mengikuti program. “Jadi hanya sebagian kecil yang mengalami trauma, tapi sebagian besar mereka kembali mengonsumsi makanan-makanan berikutnya,” ujar dia.
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2025/09/23/09583311/bgn-hormati-keputusan-anak-yang-tak-mau-makan-mbg-sementara-waktu-karena?source=terpopuler
Kalimat tanggapan positif untuk kutipan berita di atas adalah....
a)Lakukan peninjuan ulang program MBG karena tidak efektif
b)MBG memboroskan keuangan negara, oleh karena itu wajib dihentikan
c)Evaluasi penting dilakukan agar program dapat memberikan dampak positif bagi siswa
d)Pemberian MBG kepada siswa harus dihentikan agar tidak menambah jumlah korban
e)Pemerintah kurang serius mengelola program MBG sehingga menimbulkan korban siswa