51. Bu Nina, guru PJOK di SMP Bhinneka, sering mengamati bahwa beberapa siswa memmjukkan sikap kurang toleran atau bahkan meremehkan terhadap teman yang belum terampil dalam gerakan tertentu pada olahraga tradisional. Ada juga yang mengolok-olok kesalahan teman atau tidak sabar saat ada yang kesulitan, terutama jika gerakan tersebut terlihat "anch" atau "tidak modem". Bagaimana Anda menganalisis urgensi bagi Bu Nina dan guru PJOK lainnya untuk memahami dan menerapkan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)?
a)a. Urgensi PSE bagi guru PJOK terletak pada kemampuannya untuk membantu siswa mengelola emosi negatif seperti ketidaksabaran atau kecenderungan meremehkan, serta mendorong mereka untuk bekerja sama dalam tim olahraga tradisional. Ini penting untuk mengurangi konflik dan olok-olok, menciptakan suasana latihan yang lebih harmonis, dan membuat siswa saling mendukung, sehingga pelajaran PJOK menjadi sarana efektif untuk pembentukan karakter positif dan toleransi.
b)b. PSE sangat penting untuk membentuk empati dan toleransi pada siswa terhadap teman dengan beragam kemampuan dan latar belakang. Penerapannya secara sistematis akan mencegah perilaku mengolok-olok, meningkatkan kerja sama tim, dan menumbuhkan sikap saling menghargai antar siswa. Ini secara langsung menciptakan suasana belajar PJOK yang lebih inklusif, suportif, dan positif, mendukung perkembangan karakter siswa secara menyeluruh melampaui aspek fisik, menuju pembentukan individu yang peka sosial dan adaptif.
c)c. Memahami dan menerapkan PSE sangat urgen karena olahraga tradisional adalah wadah ideal untuk melatih kesadaran sosial (empati terhadap perbedaan kemampuan), pengelolaan emosi (mengatasi ketidaksabaran atau prasangka), dan keterampilan berelasi (membangun kolaborasi tanpa diskriminasi) secara langsung. Integrasi PSE secara proaktif akan membantu siswa mengatasi hambatan emosional yang memicu sikap meremehkan atau bullying, mencegah polarisasi kelompok, serta membangun karakter toleran, empatik, dan inklusif yang relevan tidak hanya di lapangan tetapi juga dalam kehidupan sosial yang lebih luas. Guru PJOK yang menerapkan PSE akan membentuk siswa yang tidak hanya terampil fisik, tetapi juga kaya nilai kemanusiaan, menghargai keberagaman, dan siap bergotong royong.
d)d. Guru PJOK perlu memahami PSE agar bisa membantu siswa mengontrol emosi yang memicu sikap tidak sabar atau mengejek teman yang kesulitan. Ini penting supaya siswa tidak merendahkan orang lain, bisa lebih sabar, dan berinteraksi lebih baik di lapangan, menjadikan pelajaran olahraga tradisional lebih nyaman dan kondusif bagi semua peserta, khususnya mereka yang belum terampil.
e)e. Guru PJOK harus tahu PSE supaya mereka bisa membantu siswa tidak mengejek