WorksheetsSoal Pengetahuan Umum Jagakarsa (Sulit)
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Berapa ketinggian rata-rata wilayah Jagakarsa di atas permukaan laut?
25-75 meter
50-100 meter
75-125 meter
100-150 meter
Koordinat geografi Jagakarsa yang tepat adalah:
6°18′ S 106°48′ E
6°19′ S 106°49′ E
6°20′ S 106°50′ E
6°21′ S 106°51′ E
Dalam bahasa Betawi, "Jagakarsa" memiliki arti:
"tempat berkumpul"
"usaha untuk menjaga" atau "ikhtiar untuk melestarikan"
"tanah yang subur"
"kampung dagang"
Kecamatan yang TIDAK berbatasan dengan Jagakarsa adalah:
Kebayoran Lama
Pancoran
Tebet
Cilandak
Di bagian selatan, Jagakarsa berbatasan langsung dengan kecamatan yang berada di provinsi:
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
Estimasi populasi Jagakarsa pada tahun 2023 adalah:
100.000 jiwa
Lebih dari 200.000 jiwa
Kurang dari 200.000 jiwa
Sekitar 200.000 jiwa
Topografi wilayah Jagakarsa dicirikan dengan:
Dataran tinggi di bagian utara dan rendah di selatan
Dataran rendah di bagian utara dan sedikit berbukit di selatan
Seluruhnya berupa dataran tinggi
Seluruhnya berupa dataran rendah
Kesenian Betawi yang masih dipertahankan di Jagakarsa meliputi semua KECUALI:
Ondel-ondel
Tarling
Lenong
Tari pahang
"Rebo Wekasan" dalam konteks budaya Jagakarsa adalah:
Upacara pernikahan adat Betawi
Perayaan masyarakat Betawi sebagai permintaan perlindungan dari musibah
Festival kuliner tradisional
Pertunjukan tari tradisional
SMAN yang terletak di kawasan Jagakarsa adalah:
SMAN 70 Jakarta
SMAN 71 Jakarta
SMAN 72 Jakarta
SMAN 73 Jakarta
RSUD yang melayani warga Jagakarsa adalah:
RSUD Fatmawati
RSUD Pasar Minggu
RSUD Cengkareng
RSUD Koja
Stasiun KRL yang relatif dekat dengan Jagakarsa adalah:
Stasiun Tebet dan Cawang
Stasiun Pasar Minggu dan Depok
Stasiun Manggarai dan Cikini
Stasiun Tanah Abang dan Sudirman
Pada masa kolonial Belanda, kawasan Jagakarsa sebagian besar digunakan untuk:
Pemukiman elit Belanda
Pusat perdagangan
Lahan pertanian
Kawasan industri
Masalah lingkungan yang TIDAK disebutkan sebagai tantangan Jagakarsa adalah:
Kepadatan penduduk
Kemacetan lalu lintas
Banjir saat musim hujan
Polusi udara
Sektor ekonomi utama yang mendorong perekonomian Jagakarsa adalah:
Industri berat dan manufaktur
Perdagangan, jasa, dan industri rumah tangga
Pertanian dan perkebunan
Pariwisata dan perhotelan
Bahasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jagakarsa selain bahasa Indonesia adalah:
Bahasa Sunda
Bahasa Jawa
Bahasa Betawi
Bahasa Minangkabau
Universitas yang disebutkan tidak jauh dari wilayah Jagakarsa adalah:
Universitas Indonesia
Universitas Pancasila
Universitas Airlangga
Universitas Negeri Jakarta
Universitas yang disebutkan tidak jauh dari wilayah Jagakarsa adalah:
Universitas Indonesia
Universitas Pancasila
Universitas Trisakti
Universitas Bina Nusantara
Potensi pengembangan yang TIDAK disebutkan untuk Jagakarsa adalah:
Pembangunan infrastruktur
Pariwisata berbasis alam dan budaya
Ekonomi digital dan UMKM
Industri teknologi tinggi
Pasar tradisional yang menjadi pusat ekonomi masyarakat Jagakarsa adalah:
Pasar Minggu dan Pasar Jagakarsa
Pasar Rebo dan Pasar Lenteng Agung
Pasar Kebayoran dan Pasar Mayestik
Pasar Tebet dan Pasar Mampang
Masalah "overcrowding" di Jagakarsa disebabkan oleh:
Banyaknya wisatawan
Urbanisasi yang pesat
Pembangunan mall besar
Festival budaya yang sering
Kepanjangan dari "Polmekbin T/D" adalah:
Pola Mekanisme Pembinaan Tegak Disiplin
Pola Mekanisme Pembinaan Tegak Dega
Pola Metodologi Pembinaan Tegak Dega
Pola Mekanisme Pemberdayaan Tegak Dega
"Tegak Dega" mengandung makna:
Keteguhan, kekuatan fisik, dan ketepatan waktu
Keteguhan, kekuatan karakter, dan ketepatan dalam bertindak
Kekuatan, kedisiplinan, dan ketaatan
Ketegasan, kegagahan, dan keterampilan
Polmekbin T/D biasanya diterapkan dalam lingkungan yang memiliki:
Struktur hirarki yang jelas
Sistem demokratis penuh
Budaya kerja santai
Fleksibilitas tinggi
Tujuan utama Polmekbin T/D yang berkaitan dengan waktu adalah:
Membangun mentalitas yang teguh
Meningkatkan kedisiplinan
Penguatan karakter dan integritas
Meningkatkan profesionalisme
Tujuan "Memperjelas Pemahaman Tugas dan Wewenang" bertujuan untuk menghindari:
Konflik antar individu
Penyalahgunaan wewenang
Keterlambatan kerja
Kesalahan komunikasi
Manfaat Polmekbin T/D yang berkaitan dengan SDM adalah:
Peningkatan gaji karyawan
Pengelolaan sumber daya yang efisien
Pengurangan jumlah karyawan
Penambahan fasilitas kerja
Prinsip dasar Polmekbin T/D yang menekankan tidak ada diskriminasi adalah:
Tegas dan konsisten
Berorientasi pada tujuan
Keadilan
Pembelajaran berkelanjutan
Prinsip "Pemberdayaan Individu" dalam Polmekbin T/D mencakup kemampuan:
Berpikir kritis, mandiri, dan kreatif
Patuh, taat, dan disiplin
Cepat, tepat, dan akurat
Sopan, santun, dan ramah
Dalam metodologi "Pembinaan Mental", metode yang digunakan untuk melatih reaksi individu adalah:
Pelatihan mental dan psikologi
Motivasi dan inspirasi
Simulasi stress test
Konseling individual
Sistem "reward and punishment" diterapkan dalam pembinaan:
Mental
Kedisiplinan
Tugas dan wewenang
Kepemimpinan
Dalam pembinaan tugas dan wewenang, peran pelaksana pembinaan adalah sebagai
Pengawas
Pengarah
Penjaga
Keamanan
"reward and punishment" diterapkan dalam pembinaan:
Mental
Kedisiplinan
Tugas dan wewenang
Kepemimpinan
Dalam pembinaan tugas dan wewenang, peran pelaksana pembinaan adalah sebagai:
Atasan, pengawas, penilai, dan penghukum
Pembimbing, penasihat, motivator, dan pengarah
Pengatur, pengendali, pemeriksa, dan penentu
Pemimpin, komandan, instruktur, dan evaluator
Langkah pertama dalam pelaksanaan Polmekbin T/D adalah:
Penyusunan program pembinaan
Implementasi pembinaan
Identifikasi kebutuhan pembinaan
Evaluasi dan pemantauan
Metode untuk mengidentifikasi kebutuhan pembinaan meliputi:
Wawancara, survei, dan observasi langsung
Diskusi, seminar, dan workshop
Pelatihan, simulasi, dan praktek
Evaluasi, monitoring, dan pelaporan
Komponen program pembinaan yang berkaitan dengan edukasi tugas adalah:
Pelatihan kedisiplinan dan mental
Penguatan tugas dan wewenang
Pengawasan dan evaluasi
Pendampingan dan supervisi
Dalam implementasi pembinaan, yang bertugas memberikan pendampingan adalah:
Supervisor dan koordinator
Mentor dan supervisor
Instruktur dan pelatih
Manager dan leader
Metode evaluasi yang membandingkan hasil sebelum dan sesudah pembinaan adalah:
Penilaian kinerja
Feedback dari peserta
Pemantauan lanjutan
Survei kepuasan
Tantangan yang berkaitan dengan sikap peserta terhadap program adalah:
Keterbatasan sumber daya
Kurangnya komitmen
Ketidakseimbangan penerapan
Resistensi terhadap perubahan
Untuk mengatasi "resistensi terhadap perubahan", pendekatan yang harus diterapkan adalah:
Tegas dan memaksa
Persuasif dan inklusif
Otoriter dan direktif
Formal dan struktural
Tantangan "ketidakseimbangan penerapan" dapat diatasi dengan:
Menambah anggaran yang lebih besar
Menerapkan program dengan konsistensi di seluruh lapisan
Mengurangi peserta pembinaan
Memperpendek waktu pelaksanaan
Kesimpulan utama tentang Polmekbin T/D adalah bahwa pembinaan ini bukan hanya mengatur kedisiplinan, tetapi juga:
Meningkatkan gaji dan tunjangan
Menambah fasilitas kerja
Mengembangkan karakter yang tangguh
Mengurangi beban kerja
Dalam konteks sejarah, masyarakat yang menganggap nama "Jagakarsa" mencerminkan semangat gotong-royong untuk menjaga kelestarian adalah
Masyarakat Sunda
Masyarakat Jawa
Masyarakat Minangkabau
Masyarakat Betawi
Faktor utama yang menyebabkan Jagakarsa rawan banjir saat musim hujan adalah:
Lokasi yang berada di dataran tinggi
Penurunan daya tampung drainase yang tidak optimal
Banyaknya kawasan industri
Sistem irigasi yang berlebihan
Prinsip "Pembelajaran Berkelanjutan" dalam Polmekbin T/D berarti pembinaan:
Dilakukan hanya pada saat orientasi pegawai baru
Menjadi proses yang berkelanjutan mengikuti perkembangan zaman
Hanya dilakukan setahun sekali
Berfokus pada materi yang sama terus-menerus
Tantangan "keterbatasan sumber daya" dalam Polmekbin T/D meliputi semua faktor berikut KECUALI:
Anggaran yang terbatas
Waktu tidak cukup
Kurangnya fasilitas pelatihan
Resistensi dari peserta
Dalam metodologi Polmekbin T/D, yang bertujuan untuk membentuk sikap dan pola pikir positif agar siap menghadapi tantangan adalah pembinaan
Kedisiplinan
Mental
Tugas dan wewenang
Profesionalisme
Kualitas tanah di wilayah Jagakarsa yang membuatnya cocok untuk pertanian adalah:
Tanah berpasir dengan drainase baik
Tanah subur
Tanah berbatu dengan mineral tinggi
Tanah liat dengan kandungan organik rendah
Langkah implementasi yang menyediakan mentor untuk memberikan pendampingan adalah:
Pelaksanaan pelatihan
Pendampingan dan supervisi
Optimalisasi supervisi
Evaluasi dan monitoring
