BARU
Ukuran huruf
Lembar kerjaSoal Pretest/Postest Fiqih Materi Transaksi Jual Beli
Total soal: 15
Worksheet time: 8mins
Jual beli menurut fikih adalah
Pertukaran barang dengan barang
Pertukaran barang atau jasa dengan uang dengan ridha
Hibah dengan tujuan tertentu
Pinjam meminjam barang
Jual beli dalam istilah fikih disebut dengan
Ba'i
Ijarah
Syirkah
Hibah
Rukun jual beli menurut fikih berjumlah
2
3
4
5
Perhatikan pernyataan berikut:
1. Barang halal dan bermanfaat
2. Ada keridhaan antara penjual dan pembeli
3. Harga jelas dan disepakati
4. Akad dilakukan secara tertulis dan disaksikan
Yang merupakan syarat sah jual beli adalah
1,2, dan 3
1,2, dan 4
2,3, dan 4
1,3, dan 4
Di antara syarat barang yang diakadkan adalah
ijab kabul dipahami kedua pihak
Tidak terpaksa
Dalam satu majelis
Bermanfaat
Landasan hukum jual beli terdapat dalam Al-Qur’an surat
Al-Baqarah Ayat 275
An-Nisa Ayat 29
Al-Maidah Ayat 1
Al-Baqarah Ayat 183
Seorang pedagang menjual barang dengan harga lebih tinggi daripada harga pasaran dengan alasan kualitas lebih baik, padahal kualitas barangnya sama saja. Bagaimana hukum jual beli tersebut?
Sah dan halal sepenuhnya
Sah tetapi mengandung unsur penipuan
Tidak sah karena harga tidak sesuai
Haram dan tidak sah
Dalam jual beli online, pembeli hanya melihat foto barang tanpa melihat kondisi aslinya. Jika barang yang datang berbeda kualitasnya, akad jual belinya termasuk
Jual beli salam
Jual beli gharar
Jual beli murabahah
Jual beli musawamah
Ali membeli beras dari toko, namun barang belum jelas kualitasnya. Hukumnya
Sah
Batil
Haram
Makruh
Penjual menawarkan HP bekas tanpa menjelaskan kerusakannya. Analisis hukumnya
Sah, karena ada ridha
Batal, karena ada penipuan
Makruh, karena kurang jelas
Wajib, karena kebutuhan
Bagaimana menilai jual beli yang dilakukan dengan menipu kualitas barang
Boleh dilakukan
Tidak sah karena ada gharar
Sah tapi berdosa
Sah mutlak
Ahmad membeli sebuah laptop bekas tanpa menanyakan kondisi mesin dan garansi. Setelah digunakan, ternyata laptop cepat rusak. Sikap Ahmad menunjukkan bahwa ia kurang memahami
Syarat sah akad
Syarat sah barang
Syarat sah penjual
Rukun jual beli
Jika seseorang membeli buah mangga yang masih di pohon, tetapi belum layak panen, maka hukumnya
Sah, karena pembeli sudah setuju
Tidak sah, karena mengandung ketidakjelasan
Sah, jika dengan akad salam
Haram, karena buah belum matang
“Seorang siswa membeli buku tulis di koperasi sekolah. Harga yang tertera Rp5.000, tetapi kasir salah menghitung menjadi Rp4.000 dan pembeli diam saja.”
Sikap yang seharusnya dilakukan siswa tersebut adalah
Diam, karena sudah sah akadnya
Memberitahu kasir agar akadnya adil
Membayar sesuai kemampuan
Membatalkan akad jual beli
Hikmah utama dari memahami hukum jual beli dalam Islam adalah
Agar mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya
Agar tidak tertipu dalam bertransaksi
Agar transaksi sesuai syariat dan berkah
Agar lebih mudah bersaing di pasar
