wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LEADER MINDSET & SKILL for INSPECTOR & M EXPERT

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Kepemimpinan yang efektif pada akhirnya berkontribusi terhadap

a)

Penekanan biaya operasional semata.

b)

Lingkungan kerja yang produktif, memuaskan, dan berkelanjutan.

c)

Peningkatan turnover sebagai wujud dinamika organisasi.

d)

Dominasi penuh pemimpin atas semua proses kerja.

2.

Menurut Stephen Robbins (2003), kepemimpinan bukan sekadar memberikan perintah, tetapi juga mencakup…

a)

Pengawasan ketat terhadap setiap aktivitas tim.

b)

Kemampuan menginspirasi, memotivasi, dan membangun komitmen anggota.

c)

Pendelegasian penuh tanpa keterlibatan pemimpin.

d)

Penerapan aturan secara kaku dalam organisasi.

3.

Pemimpin yang efektif mampu mengenali potensi individu dengan tujuan

a)

Mengurangi konflik antaranggota tim.

b)

Mengoptimalkan kontribusi setiap anggota terhadap tujuan organisasi.

c)

Menekan biaya sumber daya manusia.

d)

Menggantikan peran supervisor teknis.

4.

Salah satu ciri kepemimpinan yang efektif adalah menciptakan lingkungan kerja kondusif dengan

a)

Komunikasi terbuka, kepercayaan, dan kerja sama.

b)

Struktur organisasi yang kaku dan birokratis.

c)

Dominasi penuh pemimpin atas setiap keputusan.

d)

Kontrol ketat terhadap seluruh aktivitas karyawan.

5.

Peran pemimpin dalam membentuk budaya organisasi dapat dicontohkan dengan

a)

Membatasi ide-ide baru agar proses kerja lebih terkendali.

b)

Menjadi teladan dalam etika, perilaku, dan profesionalisme.

c)

Memberi instruksi tanpa mendengar masukan bawahan.

d)

Mengurangi interaksi antaranggota tim untuk menjaga efisiensi.

6.

Prinsip growth mindset dalam kepemimpinan efektif menekankan bahwa

a)

Kecerdasan dan potensi bawaan tidak bisa berubah secara signifikan.

b)

Keberhasilan semata-mata ditentukan oleh bakat alami.

c)

Kapasitas seseorang dapat berkembang melalui usaha, latihan, dan pengalaman.

d)

Tantangan sebaiknya dihindari agar motivasi tetap terjaga.

7.

Zona belajar (learning zone) berbeda dari zona nyaman karena…

a)

Zona belajar membuat seseorang lebih aman secara emosional.

b)

Zona belajar menuntut keberanian menghadapi risiko, kritik, dan ketidaknyamanan.

c)

Zona belajar berarti seseorang hanya mengulang rutinitas tanpa tantangan.

d)

Zona belajar menghindarkan individu dari kemungkinan gagal.

8.

Makna responsibility = response + ability menurut prinsip proaktif adalah

a)

Tanggung jawab kita ditentukan penuh oleh kondisi eksternal.

b)

Setiap individu memiliki kendali memilih respon terbaik dalam situasi.

c)

Respon yang benar hanya dapat ditentukan oleh pemimpin.

d)

Kemampuan seseorang hanya terlihat setelah diberi arahan.

9.

Contoh perilaku reaktif di tempat kerja adalah

a)

Menyusun rencana cadangan jika jadwal proyek terganggu.

b)

Menunggu perintah atasan lalu menyalahkan kondisi saat target tidak tercapai.

c)

Mengambil inisiatif kecil untuk memperbaiki keterlambatan.

d)

Mengantisipasi potensi masalah melalui koordinasi lintas fungsi.

10.

Prinsip win-win dalam kepemimpinan berarti

a)

Solusi yang membuat salah satu pihak puas sementara pihak lain berkompromi.

b)

Pendekatan yang mengutamakan keuntungan pribadi pemimpin.

c)

Kesepakatan yang menguntungkan semua pihak tanpa ada yang dirugikan.

d)

Strategi menghindari konflik dengan cara menyerah pada mayoritas.

11.

Sikap kalah–menang dalam interaksi kerja dapat berdampak pada

a)

Meningkatnya potensi konflik dan ketidakpuasan anggota tim.

b)

Tumbuhnya rasa percaya dan kolaborasi jangka panjang.

c)

Terciptanya lingkungan kerja kompetitif sehat.

d)

Bertambahnya kreativitas melalui persaingan internal.

12.

Dalam prinsip saling memahami, kesalahan komunikasi yang paling sering menghambat kepemimpinan adalah

a)

Mendengarkan dengan empati sebelum memberi tanggapan.

b)

Mengutamakan sudut pandang pribadi agar cepat dipahami.

c)

Mengajukan pertanyaan klarifikasi untuk memastikan pemahaman.

d)

Memberikan ruang agar orang lain menyampaikan pendapat sepenuhnya.

13.

Komunikasi asertif dapat dibedakan dari komunikasi agresif karena

a)

Keduanya sama-sama menuntut pihak lain menerima pendapat.

b)

Komunikasi asertif menyampaikan pendapat dengan jelas tanpa merendahkan orang lain.

c)

Komunikasi agresif lebih efektif dalam situasi konflik organisasi.

d)

Komunikasi asertif cenderung pasif agar tidak menimbulkan perdebatan.

14.

Prinsip bersinergi tercapai apabila

a)

Perbedaan dianggap ancaman yang harus diminimalkan.

b)

Pemimpin mengutamakan satu perspektif dominan demi stabilitas.

c)

Ragam perbedaan dikombinasikan menjadi kekuatan kolektif.

d)

Semua anggota tim dipaksa untuk memiliki pola pikir yang sama.

15.

Manfaat utama sinergi dalam kepemimpinan efektif adalah

a)

Menghindari konflik dengan menghapus variasi ide.

b)

Melahirkan inovasi dan solusi kreatif melalui kolaborasi.

c)

Membatasi interaksi tim agar pekerjaan lebih fokus.

d)

Mengurangi beban pemimpin dengan mengabaikan pendapat minoritas.

16.

Langkah pertama seorang pemimpin dalam menjelaskan detail pekerjaan adalah

a)

Menentukan siapa yang bertanggung jawab atas hasil akhir

b)

Menjabarkan urutan proses kerja, tahap persiapan, dan titik kritis

c)

Menyampaikan arahan hanya melalui email agar terdokumentasi

d)

Memberikan umpan balik setelah pekerjaan selesai

17.

Mengapa penting bagi pemimpin menjelaskan penggunaan alat dan teknik secara detail?

a)

Agar tim tidak perlu belajar mandiri

b)

Untuk memastikan hasil kerja sesuai standar, aman, dan efisien

c)

Agar hanya pemimpin yang tahu cara kerja yang benar

d)

Supaya tim tidak bertanya selama proses kerja

18.

Salah satu dampak jika standar kualitas dan keselamatan tidak dijelaskan dengan jelas adalah

a)

Risiko kecelakaan meningkat dan hasil kerja tidak konsisten

b)

Waktu kerja lebih efisien

c)

Tim lebih kreatif dalam menentukan prosedur sendiri

d)

Anggota tim merasa lebih bebas dan termotivasi

19.

Pengarahan yang efektif dimulai dengan

a)

Memberi teguran atas kesalahan lama tim

b)

Menjelaskan tuntutan pekerjaan, tanggung jawab, dan target yang diharapkan

c)

Menentukan siapa yang salah jika pekerjaan gagal

d)

Menyusun laporan hasil pekerjaan terlebih dahulu

20.

Tujuan menyamakan pemahaman di dalam tim adalah

a)

Mengurangi perbedaan interpretasi dan meminimalisir kesalahan

b)

Agar setiap anggota bekerja sesuai preferensi masing-masing

c)

Menghindari komunikasi dua arah

d)

Menekan kreativitas individu agar seragam

21.

Langkah penting dalam penugasan dan review adalah

a)

Membiarkan anggota tim menentukan standar sendiri

b)

Memantau perkembangan pekerjaan dan memberikan umpan balik secara berkala

c)

Memberi tugas tanpa batas waktu agar lebih fleksibel

d)

Menghapus prosedur kerja formal agar lebih cepat selesai

22.

Mengapa pemimpin perlu membagi tugas sesuai kompetensi anggota tim?

a)

Agar anggota tim merasa tersaingi

b)

Memastikan hasil kerja maksimal dan mengurangi kesalahan

c)

Supaya pekerjaan terasa lebih mudah bagi pemimpin

d)

Agar semua anggota melakukan hal yang sama

23.

Langkah awal dalam melakukan tindak lanjut yang efektif adalah

a)

Menetapkan langkah perbaikan tanpa data

b)

Mengumpulkan informasi relevan terkait hasil kerja tim

c)

Memberi umpan balik negatif untuk memotivasi tim

d)

Menyelesaikan proyek tanpa memantau progres

24.

Dalam coaching, membangun hubungan dan kepercayaan bertujuan agar

a)

Anggota tim merasa aman untuk terbuka dan menyampaikan kendala

b)

Pemimpin terlihat lebih dominan

c)

Tim menunggu instruksi tanpa berinisiatif

d)

Semua anggota melakukan tugas secara seragam

25.

Salah satu manfaat menyelesaikan masalah secara kolaboratif adalah…

a)

Mengurangi peluang kreativitas individu

b)

Membuat keputusan lebih tepat sasaran dan menumbuhkan rasa memiliki tim

c)

Menghemat waktu karena hanya pemimpin yang menentukan solusi

d)

Menekan opini anggota tim agar tidak konflik

26.

Langkah penting dalam memberikan umpan balik adalah

a)

Menyampaikan masukan berdasarkan opini pribadi

b)

Memilih waktu dan situasi yang kondusif serta memulai dengan apresiasi

c)

Memberikan kritik di depan semua anggota tim agar lebih tegas

d)

Menyampaikan arahan perbaikan tanpa melibatkan anggota tim

27.

Apa yang dimaksud dengan tindak lanjut yang konsisten?

a)

Memberikan pengarahan sekali saja

b)

Memantau progres, mengevaluasi hasil, dan memastikan arahan dijalankan

c)

Menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab ke anggota tim

d)

Menghapus prosedur kerja agar lebih cepat selesai

28.

Mengapa laporan akurat dan tepat waktu sangat penting dalam kepemimpinan?

a)

Agar pemimpin terlihat sibuk

b)

Menjadi dasar pengambilan keputusan dan mendukung transparansi tim

c)

Agar anggota tim tidak perlu bertanya

d)

Hanya untuk dokumentasi formal tanpa pengaruh keputusan

29.

Langkah terakhir dalam menyelesaikan masalah adalah

a)

Mengimplementasikan solusi tanpa evaluasi

b)

Mengevaluasi ulang hasil tindak lanjut dan menutup siklus jika sesuai standar

c)

Menyerahkan masalah ke departemen lain

d)

Memberi sanksi tanpa mencari akar masalah

30.

Dalam proses coaching, mendorong tindakan mandiri bertujuan agar

a)

Anggota tim belajar bertanggung jawab dan lebih mandiri

b)

Pemimpin tidak perlu memberikan arahan lagi

c)

Semua anggota melakukan hal yang sama persis

d)

Mengurangi komunikasi antar anggota tim

31.

Apa penyebab utama komunikasi gagal meskipun pesan verbal sudah benar?

a)

Kurangnya pengalaman lawan bicara

b)

Ego, emosi, niat hati, dan bahasa tubuh

c)

Kurangnya waktu untuk berbicara

d)

Tidak adanya dokumen tertulis

32.

Mengapa memahami niat hati dalam komunikasi sangat penting?

a)

Agar bisa membuktikan kesalahan orang lain

b)

Agar komunikasi lebih positif dan produktif

c)

Agar lawan bicara selalu setuju

d)

Agar percakapan lebih panjang

33.

Menurut teori Mehrabian, proporsi pengaruh komunikasi adalah

a)

Kata-kata 55%, intonasi 38%, bahasa tubuh 7%

b)

Bahasa tubuh 55%, intonasi 38%, kata-kata 7%

c)

Intonasi 55%, kata-kata 38%, bahasa tubuh 7%

d)

Kata-kata 50%, bahasa tubuh 30%, intonasi 20%

34.

Saat seseorang marah dan frustrasi, komunikasi biasanya.

a)

Lebih logis dan tenang

b)

Tidak terpengaruh sama sekali

c)

Lebih emosional dan logika melemah

d)

Menjadi lebih efektif

35.

Teknik komunikasi “Building Rapport” bertujuan untuk…

a)

Memaksa lawan bicara menerima ide kita

b)

Membuat lawan bicara nyaman dan terbuka

c)

Memberikan nasihat langsung

d)

Mengurangi jumlah percakapan

36.

Mana cara membangun keakraban yang efektif?

a)

Fokus pada kesalahan lawan bicara

b)

Menyebut nama lawan bicara dan mencari kesamaan

c)

Membahas topik sensitif di awal

d)

Menghindari kontak mata

37.

Level mendengarkan aktif yang tertinggi adalah

a)

Memberikan nasihat

b)

Mendengar & bertanya lagi

c)

Dengan empati

d)

Menyamakan pengalaman

38.

Respon yang tepat untuk mendengarkan aktif dengan empati adalah…

a)

“Coba ganti filter mesin saja.”

b)

“Saya bisa paham, mari kita cek bareng lagi.”

c)

“Kenapa kamu selalu gagal?”

d)

“Hmm… iya ya, oke.”

39.

Pertanyaan terbuka sebaiknya

a)

Hanya dijawab dengan “ya” atau “tidak”

b)

Menggali pemikiran, pengalaman, dan refleksi lawan bicara

c)

Selalu menekankan kesalahan

d)

Dihindari karena membingungkan

40.

Pertanyaan berbobot bertujuan untuk

a)

Membuat lawan bicara tersudut

b)

Mengarahkan jawaban spesifik

c)

Mendorong refleksi dan solusi dari diri lawan bicara

d)

Mengalihkan topik pembicaraan

41.

Komunikasi pasif ditandai dengan

a)

Menekan pendapat diri sendiri dan sulit berkata “tidak”

b)

Menyampaikan pendapat tanpa peduli orang lain

c)

Menyampaikan pendapat secara jelas dan menghargai orang lain

d)

Memberikan kritik dengan I-message

42.

Ciri komunikasi agresif adalah

a)

Fokus pada hak dan perasaan sendiri, mengabaikan orang lain

b)

Menggunakan I-message dengan fakta

c)

Mendengarkan lawan bicara dengan empati

d)

Bertanya berbobot untuk solusi

43.

Contoh komunikasi asertif dengan I-message adalah

a)

“Kamu salah besar, jangan begitu!”

b)

“Saya merasa khawatir jika prosedur tidak diikuti, mari kita cek bersama.”

c)

“Kamu selalu telat!”

d)

“Hentikan pekerjaanmu sekarang juga!”

44.

Manfaat komunikasi asertif dalam tim antara lain

a)

Membuat anggota takut berpendapat

b)

Mendorong kolaborasi, mengurangi konflik, membangun kepercayaan

c)

Memberikan perintah tanpa alasan

d)

Membuat leader selalu dominan

45.

Mengapa penggunaan kata “Saya” penting dalam komunikasi asertif?

a)

Agar terdengar lebih formal

b)

Mengurangi reaksi defensif dan menekankan perasaan pribadi

c)

Agar terdengar lebih keras

d)

Agar bisa menyalahkan orang lain

46.

Prinsip utama Hamburger Feedback adalah

a)

Kritik langsung tanpa pujian

b)

Pujian – Masukan – Dukungan

c)

Instruksi teknis tanpa apresiasi

d)

Penilaian umum tanpa fokus perilaku

47.

Dalam memberikan feedback, pujian sebaiknya

a)

Umum, misalnya “Bagus sekali”

b)

Spesifik, jujur, dan langsung terkait tindakan positif

c)

Menggunakan kata “tapi” agar terdengar netral

d)

Disampaikan di akhir percakapan

48.

Contoh “roti atas” Hamburger Feedback yang tepat adalah

a)

“Tetapi pekerjaanmu kurang rapi.”

b)

“Saya suka cara kamu melakukan periodic service dengan cepat dan tepat.”

c)

“Kamu salah besar!”

d)

“Ini harus diperbaiki segera.”

49.

Bagian inti masukan (isi Hamburger Feedback) sebaiknya

a)

Kritik secara umum tanpa contoh

b)

Fokus pada perilaku atau hasil kerja, spesifik, berbasis fakta

c)

Menghakimi karakter penerima feedback

d)

Diisi dengan perintah tambahan

50.

Contoh pesan inti Hamburger Feedback yang tepat adalah

a)

“Air cleaner dipasang kurang rapat sehingga debu masuk ke intake.”

b)

“Kamu tidak teliti, pekerjaanmu selalu salah.”

c)

“Kamu lambat dan ceroboh.”

d)

“Ini semua salahmu.”

51.

Bagian “roti bawah” Hamburger Feedback sebaiknya berisi

a)

Pujian berulang

b)

Dukungan dan harapan positif agar penerima termotivasi

c)

Kritik tambahan

d)

Penilaian karakter

52.

Manfaat Hamburger Feedback bagi tim adalah

a)

Menyelesaikan pekerjaan lebih cepat tanpa dialog

b)

Meningkatkan motivasi, kolaborasi, dan kinerja tim secara berkelanjutan

c)

Menghindari semua bentuk kritik

d)

Membuat supervisor terlihat dominan

53.

Prinsip “Roti Atas” dalam Hamburger Instruction adalah

a)

Memberi arahan langsung tanpa konteks

b)

Memberikan pengantar, membangun konteks, kesiapan mental penerima

c)

Menyampaikan target tanpa alasan

d)

Menegur anggota tim

54.

Bagian inti (daging) Hamburger Instruction sebaiknya memuat

a)

Arahan umum dan tanpa batasan waktu

b)

Instruksi spesifik, terukur, jelas, dan berbatas waktu

c)

Pujian saja

d)

Kritik personal

55.

Contoh “daging” Hamburger Instruction yang benar adalah

a)

“Periksa seal cylinder dan hose, dokumentasikan jika rusak, laporan jam 11 siang.”

b)

“Kerjakan ini secepatnya.”

c)

“Cek semuanya, jangan sampai salah.”

d)

“Saya rasa pekerjaan ini mudah, lakukan saja.”

56.

Bagian “roti bawah” Hamburger Instruction digunakan untuk

a)

Menegur kesalahan tim

b)

Memberikan dukungan moral, apresiasi, dan harapan positif

c)

Mengulangi instruksi teknis

d)

Memberi masukan tambahan

57.

Dampak dari instruksi Hamburger yang baik terhadap mekanik adalah

a)

Membuat mekanik takut melakukan kesalahan

b)

Mekanik merasa dihargai, termotivasi, dan bertanggung jawab

c)

Mekanik hanya fokus pada waktu, bukan kualitas

d)

Mekanik menjadi pasif dan menunggu perintah

58.

Mengapa dalam Hamburger Feedback disarankan tidak menggunakan kata “tapi”?

a)

Agar pesan terdengar tegas

b)

Karena “tapi” meniadakan pujian sehingga kritik terasa kerasKarena “tapi” meniadakan pujian sehingga kritik terasa keras

c)

Agar terdengar lebih formal

d)

Agar lebih cepat selesai

59.

Mana contoh instruksi Hamburger yang efektif?

a)

“Unit Excavator bocor, periksa semua, laporan nanti.”

b)

“Pagi ini unit EX-123 bocor oli hidraulik, tolong periksa seal dan hose, dokumentasikan kerusakan, laporan maksimal jam 11. Saya percaya pengalamanmu cukup.”

c)

“Kamu salah, harus diperbaiki sekarang juga!”

d)

“Kerjakan tanpa tanya, cepat selesai.”

60.

Hamburger Feedback dan Hamburger Instruction sama-sama menekankan

a)

Kritik langsung tanpa dukungan

b)

Struktur komunikasi tiga lapis: pembuka (pujian), inti (pesan/masukan), penutup (dukungan/harapan)

c)

Fokus hanya pada target teknis

d)

Menghindari komunikasi verbal