Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Anatomi & Fisiologi Ginjal

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Pemeriksaan urinalisis menunjukkan adanya protein dalam urin pasien. Struktur ginjal yang paling mungkin mengalami kerusakan adalah:

a)

Tubulus proksimal

b)

Loop Henle

c)

Glomerulus

d)

Tubulus distal

e)

Duktus kolektivus

2.

Bagian ginjal yang berisi corpusculum renale disebut:

a)

Medulla

b)

Korteks

c)

Pelvis renalis

d)

Calyx

e)

Ureter

3.

Unit fungsional terkecil ginjal adalah:

a)

Glomerulus

b)

Nephron

c)

Tubulus kontortus

d)

Duktus kolektivus

e)

Henle loop

4.

Pembuluh darah yang langsung masuk ke glomerulus adalah:

a)

Arteri renalis

b)

Arteri interlobaris

c)

Arteri arcuata

d)

Arteriol aferen

e)

Arteriol eferen

5.

Vasa recta terutama berperan dalam:

a)

Filtrasi glomerulus

b)

Reabsorpsi glukosa

c)

Mekanisme countercurrent

d)

Sekresi ion H⁺

e)

Produksi renin

6.

Proses pembentukan urin yang pertama kali terjadi di glomerulus adalah:

a)

Filtrasi

b)

Reabsorpsi

c)

Sekresi

d)

Ekskresi

e)

Transport aktif

7.

Tekanan yang paling menentukan filtrasi glomerulus adalah:

a)

Tekanan hidrostatik kapsula Bowman

b)

Tekanan onkotik plasma

c)

Tekanan hidrostatik glomerulus

d)

Tekanan intratubular

e)

Tekanan osmotik urin

8.

Berapa nilai normal laju filtrasi glomerulus (GFR) pada orang dewasa sehat?

a)

25 mL/menit

b)

50 mL/menit

c)

125 mL/menit

d)

200 mL/menit

e)

500 mL/menit

9.

Apa zat yang normalnya direabsorpsi hampir 100% di tubulus proksimal?

a)

Glukosa

b)

Natrium

c)

Urea

d)

Kreatinin

e)

Air

10.

Mekanisme countercurrent terjadi di:

a)

Tubulus proksimal

b)

Glomerulus

c)

Loop Henle

d)

Tubulus distal

e)

Duktus kolektivus

11.

Sekresi ion H⁺ terutama terjadi di:

a)

Tubulus proksimal

b)

Loop Henle

c)

Tubulus distal

d)

Duktus kolektivus

e)

Glomerulus

12.

Hormon Aldosteron meningkatkan reabsorpsi ….

a)

Glukosa

b)

Natrium

c)

Urea

d)

Kreatinin

e)

Asam urat

13.

Hormon ADH bekerja terutama pada:

a)

Glomerulus

b)

Tubulus proksimal

c)

Loop Henle

d)

Tubulus distal akhir & duktus kolektivus

e)

Arteriol aferen

14.

Urin hiperosmotik terbentuk karena:

a)

Penurunan ADH

b)

Peningkatan ADH

c)

Penurunan aldosteron

d)

Peningkatan renin

e)

Penurunan vasopresin

15.

Sel juxtaglomerular menghasilkan hormon:

a)

Eritropoietin

b)

Renin

c)

ADH

d)

Aldosteron

e)

Angiotensin II

16.

Sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) terutama berperan dalam mengatur:

a)

Tekanan darah & volume cairan

b)

Kadar glukosa

c)

Kadar kalsium

d)

Suhu tubuh

e)

Keseimbangan asam-basa

17.

Eritropoietin diproduksi oleh:

a)

Sel beta pankreas

b)

Hati

c)

Sel interstisial ginjal

d)

Sumsum tulang

e)

Limpa

18.

Ginjal berperan dalam metabolisme vitamin D dengan cara:

a)

Mengubah vitamin D3 menjadi vitamin D2

b)

Mengaktifkan vitamin D menjadi kalsitriol

c)

Menyimpan vitamin D dalam tubulus

d)

Mensekresi vitamin D tidak aktif

e)

Menguraikan vitamin D menjadi hormon paratiroid

19.

Kreatinin clearance digunakan untuk menilai:

a)

Reabsorpsi glukosa

b)

Filtrasi glomerulus

c)

Sekresi tubulus

d)

Keseimbangan asam basa

e)

Produksi renin

20.

Nilai normal kadar kreatinin serum pada orang dewasa berkisar:

a)

0,1-0,3 mg/dL

b)

0,6-1,3 mg/dL

c)

2,0-3,5 mg/dL

d)

5,0-6,0 mg/dL

e)

7,0-8,0 mg/dL

21.

Tes yang paling spesifik untuk menilai fungsi filtrasi ginjal adalah:

a)

BUN (Blood Urea Nitrogen)

b)

Kreatinin serum

c)

Kreatinin clearance

d)

Osmolalitas urin

e)

Protein urin

22.

Peningkatan ureum darah (azotemia) paling sering menandakan:

a)

Gangguan hati

b)

Gangguan filtrasi ginjal

c)

Gangguan pankreas

d)

Gangguan jantung

e)

Gangguan paru

23.

Proteinuria biasanya merupakan tanda adanya:

a)

Kerusakan glomerulus

b)

Penurunan filtrasi normal

c)

Kekurangan ADH

d)

Kekurangan aldosteron

e)

Gangguan asam basa

24.

Mikroalbuminuria merupakan tanda awal kerusakan ginjal pada:

a)

Hipertiroid

b)

Diabetes mellitus

c)

Asma

d)

Tuberkulosis

e)

Hipotensi

25.

Inulin clearance dianggap sebagai "gold standard" untuk mengukur:

a)

Laju filtrasi glomerulus (GFR)

b)

Laju aliran plasma ginjal

c)

Reabsorpsi natrium

d)

Sekresi asam urat

e)

Reabsorpsi glukosa

26.

Pemeriksaan osmolalitas urin berguna untuk menilai fungsi:

a)

Tubulus proksimal

b)

Loop Henle

c)

Tubulus distal dan duktus kolektivus

d)

Glomerulus

e)

Pembuluh darah ginjal

27.

Pada gagal ginjal kronis biasanya ditemukan:

a)

Hipokalemia

b)

Hipokalsemia

c)

Polisitemia

d)

Alkalosis metabolik

e)

Penurunan kadar fosfat

28.

Marker baru yang lebih sensitif dibanding kreatinin untuk mendeteksi penurunan fungsi ginjal dini adalah:

a)

β2-microglobulin

b)

Cystatin C

c)

Albumin

d)

LDH

e)

Myoglobin

29.

Seorang pasien diabetes mellitus menunjukkan hasil pemeriksaan urin positif glukosa. Hal ini menunjukkan bahwa:

a)

GFR meningkat tajam

b)

Reabsorpsi glukosa di tubulus proksimal jenuh

c)

Sekresi glukosa meningkat di tubulus distal

d)

Produksi glukosa meningkat di hati

e)

ADH meningkat

30.

Hasil urinalisis menunjukkan adanya eritrosit dalam urin (hematuria). Lokasi kerusakan yang paling mungkin adalah:

a)

Glomerulus

b)

Tubulus

31.

Hasil urinalisis menunjukkan adanya eritrosit dalam urin (hematuria). Lokasi kerusakan yang paling mungkin adalah:

a)

Glomerulus

b)

Tubulus proksimal

c)

Duktus kolektivus

d)

Uretra

e)

Vasa recta

32.

Pasien dengan gagal ginjal kronis diperiksa kreatinin serum, hasilnya 3,5 mg/dL (nilai normal 0,6-1,3 mg/dL). Hal ini menunjukkan:

a)

Fungsi filtrasi glomerulus menurun

b)

Reabsorpsi glukosa meningkat

c)

Sekresi kreatinin meningkat

d)

Fungsi hati terganggu

e)

Aldosteron meningkat

33.

Pemeriksaan osmolalitas urin pada pasien menunjukkan nilai rendah meski asupan cairan dibatasi. Kemungkinan besar terdapat gangguan pada:

a)

Sekresi renin

b)

Respons terhadap ADH

c)

Reabsorpsi glukosa

d)

Sekresi asam urat

e)

Reabsorpsi natrium di loop Henle

34.

Pada pemeriksaan urin ditemukan banyak silinder hialin. Temuan ini biasanya berhubungan dengan:

a)

Normal, dapat muncul setelah olahraga berat

b)

Diabetes mellitus

c)

Infeksi saluran kemih

d)

Sindrom nefrotik

e)

Batu ginjal

35.

Urinalisis menunjukkan proteinuria >3,5 g/hari, hipoproteinemia, dan edema. Gambaran ini khas untuk:

a)

Gagal ginjal akut

b)

Sindrom nefrotik

c)

Infeksi saluran kemih

d)

Nefrolitiasis

e)

Sindrom nefritik akut

36.

Seorang pasien hipertensi kronis diperiksa fungsi ginjalnya. Hasil menunjukkan adanya mikroalbuminuria. Temuan ini penting karena:

a)

Menandakan kerusakan ginjal dini

b)

Normal pada usia lanjut

c)

Menunjukkan dehidrasi ringan

d)

Tanda kelebihan asupan protein

e)

Menunjukkan gangguan ADH

37.

Pasien gagal ginjal kronis mengalami anemia. Hal ini terutama disebabkan oleh:

a)

Kekurangan zat besi

b)

Kekurangan vitamin B12

c)

Penurunan produksi eritropoietin oleh ginjal

d)

Peningkatan hemolisis

e)

Kekurangan asam folat

38.

Pemeriksaan BUN pasien menunjukkan peningkatan, sedangkan kreatinin masih normal. Kondisi ini paling mungkin menunjukkan:

a)

Gangguan fungsi ginjal

b)

Dehidrasi

c)

Gangguan hati

d)

Diabetes insipidus

e)

Sindrom nefrotik

39.

Seorang pasien ditemukan hiperkalemia pada pemeriksaan laboratorium. Gangguan ginjal apa yang mungkin mendasari kondisi ini?

a)

Penurunan filtrasi glomerulus

b)

Peningkatan reabsorpsi glukosa

c)

Peningkatan sekresi renin

d)

Penurunan sekresi kreatinin

e)

Penurunan reabsorpsi air

40.

Reabsorbsi glukosa terjadi pada....

a)

glomerulus

b)

tubulus convultus proksimal

c)

tubulus distal

d)

lengkung Henle