WorksheetsKuis Anatomi & Fisiologi Ginjal
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Pemeriksaan urinalisis menunjukkan adanya protein dalam urin pasien. Struktur ginjal yang paling mungkin mengalami kerusakan adalah:
Tubulus proksimal
Loop Henle
Glomerulus
Tubulus distal
Duktus kolektivus
Bagian ginjal yang berisi corpusculum renale disebut:
Medulla
Korteks
Pelvis renalis
Calyx
Ureter
Unit fungsional terkecil ginjal adalah:
Glomerulus
Nephron
Tubulus kontortus
Duktus kolektivus
Henle loop
Pembuluh darah yang langsung masuk ke glomerulus adalah:
Arteri renalis
Arteri interlobaris
Arteri arcuata
Arteriol aferen
Arteriol eferen
Vasa recta terutama berperan dalam:
Filtrasi glomerulus
Reabsorpsi glukosa
Mekanisme countercurrent
Sekresi ion H⁺
Produksi renin
Proses pembentukan urin yang pertama kali terjadi di glomerulus adalah:
Filtrasi
Reabsorpsi
Sekresi
Ekskresi
Transport aktif
Tekanan yang paling menentukan filtrasi glomerulus adalah:
Tekanan hidrostatik kapsula Bowman
Tekanan onkotik plasma
Tekanan hidrostatik glomerulus
Tekanan intratubular
Tekanan osmotik urin
Berapa nilai normal laju filtrasi glomerulus (GFR) pada orang dewasa sehat?
25 mL/menit
50 mL/menit
125 mL/menit
200 mL/menit
500 mL/menit
Apa zat yang normalnya direabsorpsi hampir 100% di tubulus proksimal?
Glukosa
Natrium
Urea
Kreatinin
Air
Mekanisme countercurrent terjadi di:
Tubulus proksimal
Glomerulus
Loop Henle
Tubulus distal
Duktus kolektivus
Sekresi ion H⁺ terutama terjadi di:
Tubulus proksimal
Loop Henle
Tubulus distal
Duktus kolektivus
Glomerulus
Hormon Aldosteron meningkatkan reabsorpsi ….
Glukosa
Natrium
Urea
Kreatinin
Asam urat
Hormon ADH bekerja terutama pada:
Glomerulus
Tubulus proksimal
Loop Henle
Tubulus distal akhir & duktus kolektivus
Arteriol aferen
Urin hiperosmotik terbentuk karena:
Penurunan ADH
Peningkatan ADH
Penurunan aldosteron
Peningkatan renin
Penurunan vasopresin
Sel juxtaglomerular menghasilkan hormon:
Eritropoietin
Renin
ADH
Aldosteron
Angiotensin II
Sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) terutama berperan dalam mengatur:
Tekanan darah & volume cairan
Kadar glukosa
Kadar kalsium
Suhu tubuh
Keseimbangan asam-basa
Eritropoietin diproduksi oleh:
Sel beta pankreas
Hati
Sel interstisial ginjal
Sumsum tulang
Limpa
Ginjal berperan dalam metabolisme vitamin D dengan cara:
Mengubah vitamin D3 menjadi vitamin D2
Mengaktifkan vitamin D menjadi kalsitriol
Menyimpan vitamin D dalam tubulus
Mensekresi vitamin D tidak aktif
Menguraikan vitamin D menjadi hormon paratiroid
Kreatinin clearance digunakan untuk menilai:
Reabsorpsi glukosa
Filtrasi glomerulus
Sekresi tubulus
Keseimbangan asam basa
Produksi renin
Nilai normal kadar kreatinin serum pada orang dewasa berkisar:
0,1-0,3 mg/dL
0,6-1,3 mg/dL
2,0-3,5 mg/dL
5,0-6,0 mg/dL
7,0-8,0 mg/dL
Tes yang paling spesifik untuk menilai fungsi filtrasi ginjal adalah:
BUN (Blood Urea Nitrogen)
Kreatinin serum
Kreatinin clearance
Osmolalitas urin
Protein urin
Peningkatan ureum darah (azotemia) paling sering menandakan:
Gangguan hati
Gangguan filtrasi ginjal
Gangguan pankreas
Gangguan jantung
Gangguan paru
Proteinuria biasanya merupakan tanda adanya:
Kerusakan glomerulus
Penurunan filtrasi normal
Kekurangan ADH
Kekurangan aldosteron
Gangguan asam basa
Mikroalbuminuria merupakan tanda awal kerusakan ginjal pada:
Hipertiroid
Diabetes mellitus
Asma
Tuberkulosis
Hipotensi
Inulin clearance dianggap sebagai "gold standard" untuk mengukur:
Laju filtrasi glomerulus (GFR)
Laju aliran plasma ginjal
Reabsorpsi natrium
Sekresi asam urat
Reabsorpsi glukosa
Pemeriksaan osmolalitas urin berguna untuk menilai fungsi:
Tubulus proksimal
Loop Henle
Tubulus distal dan duktus kolektivus
Glomerulus
Pembuluh darah ginjal
Pada gagal ginjal kronis biasanya ditemukan:
Hipokalemia
Hipokalsemia
Polisitemia
Alkalosis metabolik
Penurunan kadar fosfat
Marker baru yang lebih sensitif dibanding kreatinin untuk mendeteksi penurunan fungsi ginjal dini adalah:
β2-microglobulin
Cystatin C
Albumin
LDH
Myoglobin
Seorang pasien diabetes mellitus menunjukkan hasil pemeriksaan urin positif glukosa. Hal ini menunjukkan bahwa:
GFR meningkat tajam
Reabsorpsi glukosa di tubulus proksimal jenuh
Sekresi glukosa meningkat di tubulus distal
Produksi glukosa meningkat di hati
ADH meningkat
Hasil urinalisis menunjukkan adanya eritrosit dalam urin (hematuria). Lokasi kerusakan yang paling mungkin adalah:
Glomerulus
Tubulus
Hasil urinalisis menunjukkan adanya eritrosit dalam urin (hematuria). Lokasi kerusakan yang paling mungkin adalah:
Glomerulus
Tubulus proksimal
Duktus kolektivus
Uretra
Vasa recta
Pasien dengan gagal ginjal kronis diperiksa kreatinin serum, hasilnya 3,5 mg/dL (nilai normal 0,6-1,3 mg/dL). Hal ini menunjukkan:
Fungsi filtrasi glomerulus menurun
Reabsorpsi glukosa meningkat
Sekresi kreatinin meningkat
Fungsi hati terganggu
Aldosteron meningkat
Pemeriksaan osmolalitas urin pada pasien menunjukkan nilai rendah meski asupan cairan dibatasi. Kemungkinan besar terdapat gangguan pada:
Sekresi renin
Respons terhadap ADH
Reabsorpsi glukosa
Sekresi asam urat
Reabsorpsi natrium di loop Henle
Pada pemeriksaan urin ditemukan banyak silinder hialin. Temuan ini biasanya berhubungan dengan:
Normal, dapat muncul setelah olahraga berat
Diabetes mellitus
Infeksi saluran kemih
Sindrom nefrotik
Batu ginjal
Urinalisis menunjukkan proteinuria >3,5 g/hari, hipoproteinemia, dan edema. Gambaran ini khas untuk:
Gagal ginjal akut
Sindrom nefrotik
Infeksi saluran kemih
Nefrolitiasis
Sindrom nefritik akut
Seorang pasien hipertensi kronis diperiksa fungsi ginjalnya. Hasil menunjukkan adanya mikroalbuminuria. Temuan ini penting karena:
Menandakan kerusakan ginjal dini
Normal pada usia lanjut
Menunjukkan dehidrasi ringan
Tanda kelebihan asupan protein
Menunjukkan gangguan ADH
Pasien gagal ginjal kronis mengalami anemia. Hal ini terutama disebabkan oleh:
Kekurangan zat besi
Kekurangan vitamin B12
Penurunan produksi eritropoietin oleh ginjal
Peningkatan hemolisis
Kekurangan asam folat
Pemeriksaan BUN pasien menunjukkan peningkatan, sedangkan kreatinin masih normal. Kondisi ini paling mungkin menunjukkan:
Gangguan fungsi ginjal
Dehidrasi
Gangguan hati
Diabetes insipidus
Sindrom nefrotik
Seorang pasien ditemukan hiperkalemia pada pemeriksaan laboratorium. Gangguan ginjal apa yang mungkin mendasari kondisi ini?
Penurunan filtrasi glomerulus
Peningkatan reabsorpsi glukosa
Peningkatan sekresi renin
Penurunan sekresi kreatinin
Penurunan reabsorpsi air
Reabsorbsi glukosa terjadi pada....
glomerulus
tubulus convultus proksimal
tubulus distal
lengkung Henle
