WorksheetsQUIZ AUDIT 2
Total questions: 10
Worksheet time: 5hrs 0mins
Menurut ISA 330, Prosedur Substantif didefinisikan sebagai prosedur audit yang dirancang untuk mendeteksi salah saji material pada tingkat asersi. Prosedur substantif terdiri dari dua komponen utama. Apakah dua komponen tersebut?
Uji Kontrol dan Prosedur Analitis Substantif
Uji Saldo Akhir dan Uji Cut-off
Uji Kepatuhan dan Prosedur Penilaian Risiko
Uji Detail (atas kelas transaksi, saldo akun, dan pengungkapan) dan Prosedur Analitis Substantif
2. Apa perbedaan utama antara Uji Detail (Tests of Details) dan Prosedur Analitis Substantif (Substantive Analytical Procedures)?
Uji Detail hanya dilakukan jika risiko kontrol tinggi, sedangkan Prosedur Analitis Substantif hanya dilakukan jika risiko kontrol rendah.
Uji Detail hanya digunakan untuk transaksi, sementara Prosedur Analitis Substantif hanya digunakan untuk saldo akun.
Uji Detail melibatkan pemilihan item-item spesifik dalam suatu populasi untuk pengujian, sementara Prosedur Analitis Substantif melibatkan pengujian populasi secara keseluruhan untuk membentuk suatu ekspektasi.
Uji Detail menguji populasi secara keseluruhan, sedangkan Prosedur Analitis Substantif menguji item-item spesifik.
3. Mengapa Prosedur Substantif harus selalu dilakukan dalam audit, terlepas dari penilaian auditor terhadap sistem pengendalian internal (internal control)?
Prosedur Substantif adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi salah saji yang disebabkan oleh kolusi antar karyawan.
Karena penilaian risiko auditor bersifat subyektif (judgemental) dan terdapat keterbatasan inheren pada pengendalian internal, termasuk pengabaian oleh manajemen (management override).
Karena ISA 520 (Analytical Procedures) mewajibkan auditor untuk menguji seluruh populasi, yang hanya mungkin dilakukan melalui prosedur substantif.
Karena biaya Prosedur Substantif selalu lebih rendah dibandingkan dengan Uji Kontrol.
4. Apa tujuan utama dari pendekatan 'Pengujian Terarah' (Directional Testing) dalam Prosedur Substantif?
Menguji akun-akun nominal (pendapatan dan beban) untuk salah saji, terlepas dari dampaknya terhadap neraca.
Membandingkan hasil pengujian dari tahun berjalan dengan hasil tahun sebelumnya untuk mengidentifikasi tren.
Memastikan bahwa setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal pembelian didukung oleh faktur.
Menguji debet untuk kemungkinan salah saji lebih saji (overstatement) dan kredit untuk kemungkinan salah saji kurang saji (understatement).
5. Dalam konteks Pengujian Terarah pada akun Utang Dagang (Trade Payables), auditor akan berfokus pada pengujian liabilitas untuk asersi apa?
Lebih saji (Overstatement) liabilitas untuk memastikan utang dagang tidak terlalu tinggi.
Keberadaan (Existence) liabilitas untuk memastikan setiap utang yang dicatat memang ada.
Kurang saji (Understatement) liabilitas untuk memastikan tidak ada utang yang dihilangkan dari neraca.
Kurang saji (Understatement) liabilitas untuk memastikan tidak ada utang yang dihilangkan dari neraca.
6. Seorang junior auditor mengusulkan langkah program audit pembelian, 'Memilih sampel entri di jurnal pembelian dan memeriksa faktur serta nota kredit.' Apa kelemahan serius dari langkah ini dalam kaitannya dengan asersi kelengkapan (completeness) pembelian?
Tidak termasuk pemeriksaan terhadap dokumen otorisasi seperti Purchase Order (PO).
Langkah ini berfokus pada asersi keberadaan (existence) transaksi, bukan kelengkapan, karena memulai dari catatan akuntansi.
Sampel yang dipilih terlalu kecil untuk menghasilkan kesimpulan yang memadai.
Ini adalah Uji Kontrol, bukan Prosedur Substantif, sehingga tidak relevan dengan program audit.
Bagaimana Perangkat Lunak Audit Tergeneralisasi (Generalized Audit Software) dapat digunakan untuk membantu menguji asersi manajemen bahwa 'Piutang dagang yang ditunjukkan dalam neraca semuanya tertagih'?
Dengan mencetak daftar pesanan pembelian (Purchase Orders) yang belum ditagih untuk mengidentifikasi potensi salah saji cut-off.
Dengan menghasilkan laporan 'aging statement' (pernyataan usia piutang) dan daftar saldo yang melebihi batas kredit (credit limit) pelanggan.
Dengan menjalankan 'parallel simulation' untuk menghitung ulang biaya pokok penjualan (Cost of Sales) yang dialokasikan ke piutang.
Dengan membandingkan saldo piutang dagang dengan saldo utang dagang untuk mengidentifikasi potensi 'kontra item' yang tidak valid.
8. Surat Manajemen (Management Letter) dari auditor kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola (Those Charged with Governance) harus menyertakan fitur-fitur penting tertentu. Manakah dari fitur-fitur berikut yang tidak esensial dalam Surat Manajemen terkait defisiensi pengendalian internal?
Persetujuan tertulis dari manajemen mengenai integritas mereka terhadap laporan keuangan.
Rekomendasi auditor untuk tindakan perbaikan dan konsekuensi yang mungkin terjadi jika tidak diperbaiki.
Pernyataan bahwa tujuan audit bukanlah untuk mendeteksi semua kelemahan dan efisiensi yang mungkin ada.
Deskripsi singkat tentang kelemahan sistem pengendalian internal yang ditemukan.
9. Bagaimana Sistem Ahli (Expert Systems) digunakan dalam audit, khususnya dalam kaitannya dengan daftar periksa (checklists) berbasis kertas tradisional?
Digunakan untuk menjalankan program pemrosesan data kritis klien secara independen (parallel simulation).
Mengubah daftar periksa berbasis kertas menjadi serangkaian aturan yang memandu auditor, membantu mengumpulkan dan mengevaluasi bukti untuk topik yang kompleks.
Digunakan untuk menginterogasi file data dan menarik item-item yang memiliki karakteristik yang dipilih auditor (audit by exception).
Secara otomatis membandingkan data rasio keuangan klien dengan rata-rata industri dan tren tahun sebelumnya.
10. Jika auditor ingin membuktikan asersi bahwa 'Semua barang yang diterima telah dicatat sebagai pembelian' (kelengkapan pembelian), dokumen manakah yang paling tepat sebagai titik awal pengujian substantif?
Catatan Pengeluaran Kas/BACS Payment.
Faktur Pembelian (Purchase Invoices).
Catatan Penerimaan Barang (Goods Received Notes/GRNs).
Jurnal Pembelian (Purchases Day Book).
