wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Postes A4 Apt 50

Total questions: 13

Worksheet time: 12mins

Name
Class
Date
1.
Seorang apoteker di industri farmasi sedang mengembangkan formulasi injeksi intravena yang mengandung protein terapeutik. Protein ini sangat sensitif terhadap perubahan pH, suhu, dan tekanan. Apoteker tersebut ingin untuk mencegah agregasi protein dalam formulasi injeksi. Apakah teknik stabilisasi yang digunakan dalam mengembangkan formua tersebut?
a)
Penambahan surfaktan non-ionik dan kosolven polihidroksi
b)
Penggunaan dapar fosfat dengan konsentrasi tinggi
c)
Sterilisasi panas basah pada suhu 121°C
d)
Penambahan pengawet fenol
e)
Penggunaan air untuk injeksi (WFI) dengan pH sangat asam
2.
Bagaimana cara yang paling tepat untuk memprediksi stabilitas jangka panjang protein dalam formulasi injeksi menggunakan uji stabilitas dipercepat (accelerated stability testing)?
a)
Menggunakan persamaan Arrhenius dan mengextrapolasi data stabilitas pada suhu tinggi ke suhu penyimpanan normal
b)
Melakukan penyimpanan pada suhu kamar selama 1 tahun
c)
Menggunakan data stabilitas dari formulasi protein lain yang serupa
d)
Melakukan uji stabilitas pada suhu 4°C selama 1 bulan
e)
Menggunakan data stabilitas dari bahan tambahan yang digunakan
3.
Dalam uji mutu fisik sediaan injeksi nanopartikel, parameter apa yang paling kritis untuk memastikan efektivitas dan keamanan?
a)
pH dan viskositas
b)
Ukuran partikel, distribusi ukuran, dan stabilitas dispersi
c)
Kandungan zat aktif dan sterilitas
d)
Kejernihan dan partikulat
e)
Osmolaritas dan berat jenis
4.
Sebuah perusahaan farmasi sedang memproduksi sediaan sirup yang mengandung pseudoefedrin hidroklorida dan chlorpheniramine maleate (CTM) sebagai obat flu dan alergi. Selama produksi, tim Quality Assurance (QA) dan In-Process Control (IPC) menemukan beberapa permasalahan stabilitas larutan dimana setelah penyimpanan selama 1 bulan, ditemukan adanya kristalisasi pada dasar botol sirup. Apa penyebab utama permasalahan pada sediaan tersebbut setelah penyimpanan?
a)
pH larutan terlalu tinggi
b)
Pseudoefedrin memiliki kelarutan terbatas dalam larutan dengan kadar sukrosa tinggi
c)
Interaksi antara CTM dan pseudoefedrin menyebabkan presipitasi
d)
Adanya kontaminasi mikroba dalam sirup
e)
Penggunaan air suling yang berlebihan dalam formulasi
5.
Sebuah perusahaan farmasi sedang memproduksi sediaan sirup yang mengandung pseudoefedrin hidroklorida dan chlorpheniramine maleate (CTM) sebagai obat flu dan alergi. Selama produksi, tim Quality Assurance (QA) dan In-Process Control (IPC) menemukan beberapa permasalahan hasil uji kadar pseudoefedrin dengan metode HPLC menunjukkan variasi kadar antar batch yang signifikan. anda diminta melakukan investigasi dan menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini agar kualitas produk tetap terjaga. Apa penyebab permasalahan diatas?
a)
Waktu pencampuran yang terlalu singkat
b)
Perbedaan suhu penyimpanan antar batch
c)
Penggunaan bahan pengawet dalam konsentrasi tinggi
d)
Proses filtrasi yang tidak efektif
e)
Penggunaan zat pemanis yang tidak sesuai
6.
Seorang apoteker sedang merencakana pembuatan injeksi, jika setiap vial injeksi berisi 5 mL larutan antibiotik dengan konsentrasi 50 mg/mL, berapa banyak bahan aktif yang dibutuhkan untuk memproduksi 1.000.000 vial?
a)
10 kg
b)
50 kg
c)
100 kg
d)
250 kg
e)
500 kg
7.
Jika faktor kehilangan bahan baku diperkirakan sebesar 5%, berapa banyak bahan aktif yang harus disediakan untuk memproduksi 10.000 vial (dengan konsentrasi 50 mg/mL)?
a)
262.500 mg
b)
275.000 mg
c)
290.000 mg
d)
312.500 mg
e)
350.000 mg
8.

Seorang apoteker di laboratorium farmasi sedang mengembangkan sediaan tablet salut enterik yang mengandung bahan aktif untuk pengobatan penyakit gastrointestinal. Tablet ini dirancang untuk melindungi bahan aktif dari asam lambung dan memastikan pelepasan obat yang tepat di usus. Apoteker harus mempertimbangkan berbagai faktor dalam formulasi, termasuk pemilihan eksipien, pengujian mutu fisik, dan stabilitas sediaan.Apa yang menjadi faktor utama dalam pemilihan bahan pengikat untuk tablet salut enterik?

a)

Kemampuan untuk membentuk ikatan yang kuat dan stabil pada kondisi pH yang berbeda.

b)

Biaya yang rendah dan ketersediaan bahan.

c)

Kemampuan untuk meningkatkan rasa tablet.

d)

Kemampuan untuk mempercepat proses pembuatan tablet.

e)

Kemampuan untuk mengurangi ukuran tablet.

9.

Jika tablet salut enterik tidak hancur di usus, apa yang mungkin menjadi penyebabnya?

a)

Kualitas lapisan enterik yang buruk atau ketidakcocokan pH.

b)

Terlalu banyak bahan pengisi.

c)

Terlalu banyak bahan pengisi.

d)

Ukuran tablet yang terlalu kecil.

e)

Penggunaan pengikat yang tidak sesuai.

10.

Lina adalah seorang apoteker yang sedang melakukan penelitian tentang tablet salut enterik. Dia ingin mengetahui mengapa penting untuk melakukan uji disolusi pada tablet tersebut.

a)

Untuk memastikan tablet memiliki rasa yang baik.

b)

Untuk menentukan laju dan profil pelepasan bahan aktif di lingkungan usus.

c)

Untuk mengukur kekerasan tablet.

d)

Untuk memastikan tablet tidak lengket.

11.

Dalam pengembangan sediaan tablet, mengapa penting untuk melakukan uji kekerasan tablet?

a)

Untuk memastikan tablet memiliki ukuran yang konsisten.

b)

Untuk menentukan laju disolusi bahan aktif.

c)

Untuk mengukur stabilitas kimia tablet.

d)

Untuk memastikan tablet tidak hancur selama penyimpanan.

12.

Seorang apoteker sedang merumuskan sediaan krim topikal yang mengandung bahan aktif anti-inflamasi. Apa yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan emulsifier untuk sediaan tersebut?

a)

Kemampuan emulsifier untuk meningkatkan penyerapan kulit.

b)

Biaya dan ketersediaan emulsifier.

c)

Kemampuan emulsifier untuk membentuk emulsi stabil pada pH yang berbeda.

d)

Kemampuan emulsifier untuk memberikan aroma yang baik.

13.

Dalam proses produksi sediaan injeksi, mengapa penting untuk menjaga sterilitas selama proses pengemasan?

a)

Untuk mengurangi biaya produksi.

b)

Untuk memastikan stabilitas fisik sediaan.

c)

Untuk mencegah kontaminasi mikroba yang dapat membahayakan pasien.

d)

Untuk meningkatkan umur simpan produk.