NEW
Font size
WorksheetsTKA BAHASA INDONESIA PAKET 5BSMP
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Bacalah teks berikut dengan seksama!
Deras hujan agak berkurang. Sekitar rumah tempat Pak Sarman berteduh masih sangat sepi. Dia menengok ke dalam rumah itu, juga tampak sangat sepi. Tetapi anehnya, pintu rumah tidak dikunci, bahkan sedikit terbuka. Dia mengamati isi rumah itu. Tampak barang- barang berharga di situ. Ada pesawat TV yang cukup besar, jam dinding, tape recorder, dan yang paling menarik adalah arloji berwarna emas yang tergeletak di atas meja. Jam itu tentu harganya sangat mahal, pikirannya. Jam itu bagai membisikkan sesuatu ke telinganya.
Pak Salman pun ingat keluarganya yang bentar lagi kelaparan. Seandainya aku dapat menjualnya, tentu saat yang mengerikan itu dapat tertunda lebih lama lagi dan aku mempunyai peluang dan ongkos untuk melakukan pekerjaan lagi. …”Tapi bagaimana nanti kalau ketahuan?” Ia berpikir kembali. “Ah, kenapa aku tiba-tiba ingin jadi maling? Betapa terkutuknya!” (Cerpen: Balada sang Korban, Ahmadun Yosi Herfanda)
Makna tersurat pada kutipan kutipan cerpen tersebut adalah …
Seorang pencuri yang taubat.
Seorang ayah yang mudah menyerah
Seorang yang mampu mengalahkan keinginan jahatnya
Seseorang yang mengutuk diri sendiri karena telah menjadi pencuri.
Bacalah cerpen berikut!
Melihat kedatangan sekawanan anak sekolah itu, anak laki-laki yang baru naik itu dan yang duduk di sebelahku, jadi gelisah. Dia bergeser rapat ke dekatku.
“Tolong lindungi saya, Pak,”katanya.”Saya sama sekali tidak terlibat perkelahian itu.
Saya tidak ikut-ikutan.”
Dia semakin cemas dan gelisah. Mungkin dia menyadari kalau dia sedang berhadapan dengan bahaya dan ia sudah terperangkap di antara langit-langit dan dinding gerbong. Tak ada tempat untuk menghindar. Pindah ke gerbong lain sudah tidak mungkin. Gerbong yang kami tumpangi adalah gerbong terakhir.
Bagian alur pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Penyelesaian
Bacalah cerpen berikut!
Melihat kedatangan sekawanan anak sekolah itu, anak laki-laki yang baru naik itu dan yang duduk di sebelahku, jadi gelisah. Dia bergeser rapat ke dekatku.
“Tolong lindungi saya, Pak,”katanya.”Saya sama sekali tidak terlibat perkelahian itu.
Saya tidak ikut-ikutan.”
Dia semakin cemas dan gelisah. Mungkin dia menyadari kalau dia sedang berhadapan dengan bahaya dan ia sudah terperangkap di antara langit-langit dan dinding gerbong. Tak ada tempat untuk menghindar. Pindah ke gerbong lain sudah tidak mungkin. Gerbong yang kami tumpangi adalah gerbong terakhir.
Latar tempat dan waktu pada kutipan cerpen tersebut adalah....
Bacalah teks berikut dengan seksama!
Ah, menjadi kekasih tersembunyi sangat makan hati. Dengan cara apa pun, kau akan kesulitan mengekspresikan rasa cinta. Hanya memandang takjub keperkasaan kekasih pujaan di hadapan serdadu lain, kau akan kesulitan. Hanya mencuri-curi pandang saat pria yang seharusnya lebih pas jadi ayahku memberikan maklumat kepada pasukan, mata-mata lain akan memelototimu. Karena itu, aku hanya hidup dalam rahasia sedih sang kekasih. Hanya ketika ia mengajakku—juga secara sembunyi-sembunyi—ke negeri-negeri yang jauh.
Makna simbol makan hati pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
Cinta yang terpendam yang belum sempat diucapkan.
Rindu yang sangat dalam karena jarang berjumpa dengan kekasih
Sedih dan kesepian karena kekasih tinggal jauh berperang melawan penjajah
Rasa kesal tokoh Aku yang tidak dapat mengekspresikan rasa cintanya secara terbuka.
"Kakek duduk di kursi malas sambil merokok, nenek diam saja, aku dan Bi Ijah menjahit pakaian yang perlu untuk perkawinanku. Sambil menjahit, Bibi mengajariku bagaimana seorang wanita harus bercakap-cakap secara halus, melayani orang dengan baik, berbicara dengan calon suaminya dan lain-lain."
Isi tersirat pada kutipan cerita diatas adalah...
Seorang kakek harus duduk di kursi malas.
Orang tua selalu mengurusi keperluan anaknya.
Nasihat orang tua kepada anak wanita yang mau menikah.
Orang tua senantiasa memberi nasihat pada semua anaknya.
Bacalah cerpen berikut!
Tengah malam giliran Wawuk yang tak bisa tidur. Dalam dirinya berkecamuk berbagai perasaan yang tidak keruan. Ingin sekali ia melarang ibunya datang, tetapi sungguh tidak ada alasan untuk itu. Tak mungkin ia mengatakan "Kenapa harus mendatangi pestanya orang yang bisa jadi telah melupakan kita," atau "Mereka toh tidak mengharapkan kita datang” atau alasan-alasan lain yang salah-salah justru akan berbalik melipatkan semangat ibunya untuk datang hanya demi membuktikan, "Pendapat kamu itu salah, Wuk!" pikirnya.
Mendadak terdengar panci jatuh. Wawuk bergegas ke dapur. Perasaan Wawuk makin bergolak melihat ibunya sibuk memasak.
"Masak apa, Bu?"
"Tiwul."
"Tiwul gaplek? Buat apa?"
"Berhari-hari saya mencari kado yang tepat untuk putranya Pak Gi. Sesuatu yang khusus, yang istimewa dan terpenting yang bermakna. Baru kemarin saya menemukan pilihan yang tepat. Kenapa bukan makanan zaman perjuangan? Melihat kado yang isinya lain dari yang lain ini nanti tentulah putra Pak Gi akan bertanya pada bapaknya. Pak Gi pasti akan terkesan sekali dan menerangkan panjang lebar makna makanan ini dalam masa perjuangan.”
"Tapi... bisa basi 'kan, Bu?"
"Kalau aku yang bikin, sampai tiga hari juga tahan."
Penyebab konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Ibu mencari kado yang tepat untuk putranya Pak Gi.
Ibu memberi kado yang isinya lain dari yang lain.
Ibu ingin mendatangi pesta pernikahan putra Pak Gi.
Ibu memasak tiwul sebagai kado.
Bacalah cerpen berikut!
Tengah malam giliran Wawuk yang tak bisa tidur. Dalam dirinya berkecamuk berbagai perasaan yang tidak keruan. Ingin sekali ia melarang ibunya datang, tetapi sungguh tidak ada alasan untuk itu. Tak mungkin ia mengatakan "Kenapa harus mendatangi pestanya orang yang bisa jadi telah melupakan kita," atau "Mereka toh tidak mengharapkan kita datang” atau alasan-alasan lain yang salah-salah justru akan berbalik melipatkan semangat ibunya untuk datang hanya demi membuktikan, "Pendapat kamu itu salah, Wuk!" pikirnya.
Mendadak terdengar panci jatuh. Wawuk bergegas ke dapur. Perasaan Wawuk makin bergolak melihat ibunya sibuk memasak.
"Masak apa, Bu?"
"Tiwul."
"Tiwul gaplek? Buat apa?"
"Berhari-hari saya mencari kado yang tepat untuk putranya Pak Gi. Sesuatu yang khusus, yang istimewa dan terpenting yang bermakna. Baru kemarin saya menemukan pilihan yang tepat. Kenapa bukan makanan zaman perjuangan? Melihat kado yang isinya lain dari yang lain ini nanti tentulah putra Pak Gi akan bertanya pada bapaknya. Pak Gi pasti akan terkesan sekali dan menerangkan panjang lebar makna makanan ini dalam masa perjuangan.”
"Tapi... bisa basi 'kan, Bu?"
"Kalau aku yang bikin, sampai tiga hari juga tahan."
Akibat konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Wawuk menyesal mengapa ibunya mau datang ke pesta yang kedatangannya mungkin tidak diharapkan oleh keluarga Gi
Ibu Wawuk merasa bangga bisa menghadiri sebuah pesta keluarga Gi dan menyiapkan kado spesial buat keluarga itu.
Wawuk tidak bisa melarang ibunya datang dan menyadari akan kebanggan ibunya jika datang ke pesta keluarga Gi.
Wawuk berharap semoga ibunya diperlakukan dengan baik oleh keluarga Gi.
Bacalah teks berikut dengan seksama!
Teks I
Kupu-kupu tersadar dari pingsannya. Namun ia terkejut saat ia tahu bahwa ia sedari tadi pingsan. Tiba-tiba Lalat datang membawa obat-obatan.
“Syukurlah kau sudah pulih,” ujarnya senang. Kupu-kupu terkejut karena yang menolongnya adalah hewan yang tadi pagi ia hina. Dia merasa berhutang budi padanya.
“Mm.. Terima kasih ya kau mau menolongku, padahal aku telah menghinamu..”
ujarnya malu-malu.
“Tidak apa kok, sudahlah kau tiduran saja. Biar aku dapat mengobati sayapmu
yang patah”. Kupu-kupu menurut, lalu ia diobati oleh Lalat.
Hari terus berganti akhirnya Kupu-kupu telah pulih kembali. Ia dapat terbang ke mana ia suka. Namun Kupu-kupu yang sekarang telah berbeda dengan Kupu-kupu yang lama. Ia kini mau berteman dengan siapa saja. Teman-temannya pun telah memaafkan perbuatan dia yang lalu. Kupu-kupu telah menyadari bahwa kecantikannya itu hanya pemberian semata dari Allah Swt. Ia mau berteman dengan siapa saja. Karena tanpa teman ia tak bisa berbuat apa-apa.
Teks II
Tersebutlah di padang rumput yang indah nan damai, hiduplah seekor kelinci yang sangat nakal. Setiap hari kerjaannya hanya mengusili penghuni padang rumput. Pada suatu hari, si Kelinci bertemu dengan Pak Kijang. Dalam hati, Kelinci berpikir “saya kerjain saja Pak Kijang, tapi bagaimana ya?” Si Kelinci berpikir sangat keras dan tiba-tiba ada ide nakal sampai di kepalanya. “Saya pura-pura saja lari ke arah Pak Kijang sambil berteriak ‗Pak Singa ngamuk! Pak Singa ngamuk! Hehehe....
Maka sambil larilah, si Kelinci berteriak “Pak Singa ngamuk! Pak Singa ngamuk!” Akhirnya, Pak Kijang sekeluarga lari tak beraturan tanpa arah, sampai anaknya Pak Kijang jatuh ke jurang dan tewas seketika.
Perbandingan pola pengembangan kedua kutipan teks tersebut adalah ...
Bacalah teks berikut dengan seksama!
Teks I
Kupu-kupu tersadar dari pingsannya. Namun ia terkejut saat ia tahu bahwa ia sedari tadi pingsan. Tiba-tiba Lalat datang membawa obat-obatan.
“Syukurlah kau sudah pulih,” ujarnya senang. Kupu-kupu terkejut karena yang menolongnya adalah hewan yang tadi pagi ia hina. Dia merasa berhutang budi padanya.
“Mm.. Terima kasih ya kau mau menolongku, padahal aku telah menghinamu..”
ujarnya malu-malu.
“Tidak apa kok, sudahlah kau tiduran saja. Biar aku dapat mengobati sayapmu
yang patah”. Kupu-kupu menurut, lalu ia diobati oleh Lalat.
Hari terus berganti akhirnya Kupu-kupu telah pulih kembali. Ia dapat terbang ke mana ia suka. Namun Kupu-kupu yang sekarang telah berbeda dengan Kupu-kupu yang lama. Ia kini mau berteman dengan siapa saja. Teman-temannya pun telah memaafkan perbuatan dia yang lalu. Kupu-kupu telah menyadari bahwa kecantikannya itu hanya pemberian semata dari Allah Swt. Ia mau berteman dengan siapa saja. Karena tanpa teman ia tak bisa berbuat apa-apa.
Teks II
Tersebutlah di padang rumput yang indah nan damai, hiduplah seekor kelinci yang sangat nakal. Setiap hari kerjaannya hanya mengusili penghuni padang rumput. Pada suatu hari, si Kelinci bertemu dengan Pak Kijang. Dalam hati, Kelinci berpikir “saya kerjain saja Pak Kijang, tapi bagaimana ya?” Si Kelinci berpikir sangat keras dan tiba-tiba ada ide nakal sampai di kepalanya. “Saya pura-pura saja lari ke arah Pak Kijang sambil berteriak ‗Pak Singa ngamuk! Pak Singa ngamuk! Hehehe....
Maka sambil larilah, si Kelinci berteriak “Pak Singa ngamuk! Pak Singa ngamuk!” Akhirnya, Pak Kijang sekeluarga lari tak beraturan tanpa arah, sampai anaknya Pak Kijang jatuh ke jurang dan tewas seketika.
Perbandingan penggunaan bahasa pada kedua kutipan teks tersebut adalah ....
Bacalah teks berikut dengan seksama!
Hiduplah seekor rusa pada zaman dahulu. Ia sangat sombong lagi pemarah. Sering ia meremehkan kemampuan hewan lain.
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura- kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja. "Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?"
"Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura.
Si Rusa tiba-tiba marah mendengar jawaban si Kura-kura. "Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!"
Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.
Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu. "Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!"
Si Kura-kura tidak bersedia melakukannya. Katanya, "Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku."
Si Rusa kian marah mendengar ucapan si Kura- kura. Ia pun bersiap-siap untuk menendang. Ia berancang-ancang. Ketika dirasanya tepat, ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.
Komentar terhadap isi teks tersebut adalah....
Kura-kura yang selalu mengalah.
Rusa yang sombong dan pemarah
Rusa yang selalu memusuhi kura-kura yang sabar.
Sikap kura-kura perlu dijadikan contoh dalam kehidupan.
