wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Informasi Bibliografi Buku 'Pengantar Ilmu Tafsir'

Total questions: 89

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Siapakah penulis buku 'Pengantar Ilmu Tafsir'?

a)

Ahmad Sarwat, Lc., MA

b)

Quraish Shihab

c)

M. Quraish Shaleh

d)

Buya Hamka

2.

Siapakah editor dari buku 'Pengantar Ilmu Tafsir'?

a)

Fatih

b)

Ahmad

c)

Rizal

d)

Siti

3.

Siapakah yang bertanggung jawab atas setting & layout buku 'Pengantar Ilmu Tafsir'?

a)

Fayyad & Fawwaz

b)

Ahmad & Yusuf

c)

Rizki & Siti

d)

Budi & Lestari

4.

Siapakah desainer cover buku 'Pengantar Ilmu Tafsir'?

a)

Faqih

b)

Andi

c)

Rizal

d)

Budi

5.

Siapakah penerbit buku 'Pengantar Ilmu Tafsir'?

a)

Rumah Fiqih Publishing

b)

Erlangga

c)

Gramedia Pustaka Utama

d)

Mizan Publishing

6.

Di manakah alamat penerbit Rumah Fiqih Publishing?

a)

Jalan Karet Pedurenan no. 53 Kuningan, Setiabudi Jakarta Selatan 12940

b)

Jalan Margonda Raya no. 88 Depok, Jawa Barat 16431

c)

Jalan Diponegoro no. 12 Menteng, Jakarta Pusat 10310

d)

Jalan Gatot Subroto no. 25, Jakarta Selatan 12950

7.

Kapan cetakan kedua buku 'Pengantar Ilmu Tafsir' diterbitkan?

a)

29 Februari 2020

b)

15 Januari 2019

c)

10 Maret 2021

d)

5 Mei 2018

8.

Sebutkan salah satu contoh kitab Tafsir bil Ma’tsur!

a)

Jami‘ al-Bayan fi tafsir al-Qur’an

b)

Tafsir al-Kabir oleh Fakhruddin al-Razi

c)

Tafsir al-Manar oleh Muhammad Abduh

d)

Tafsir al-Mishbah oleh Quraish Shihab

9.

Apa pengertian Tafsir bil Ma’tsur?

a)

Tafsir bil Ma’tsur adalah penafsiran Al-Qur’an berdasarkan riwayat yang berasal dari Rasulullah, para sahabat, dan tabi’in.

b)

Tafsir bil Ma’tsur adalah penafsiran Al-Qur’an berdasarkan pendapat ulama kontemporer.

c)

Tafsir bil Ma’tsur adalah penafsiran Al-Qur’an dengan menggunakan logika semata.

d)

Tafsir bil Ma’tsur adalah penafsiran Al-Qur’an berdasarkan ilmu astronomi.

10.

Sebutkan salah satu contoh kitab Tafsir bir-Ra’yi!

a)

Mafatih al-Ghaib (kunci-kunci keghaiban)

b)

Tafsir al-Jalalayn

c)

Tafsir Ibnu Katsir

d)

Tafsir al-Tabari

11.

Apa pengertian Tafsir Ijmali?

a)

Tafsir Ijmali adalah penafsiran Al-Qur’an secara ringkas dan global.

b)

Tafsir Ijmali adalah penafsiran Al-Qur’an secara mendalam dan terperinci.

c)

Tafsir Ijmali adalah penafsiran Al-Qur’an berdasarkan pendapat pribadi semata.

d)

Tafsir Ijmali adalah penafsiran Al-Qur’an hanya dengan menggunakan hadis.

12.

Sebutkan salah satu contoh kitab Tafsir Ijmali!

a)

Tafsir Jalalain

b)

Tafsir Al-Misbah

c)

Tafsir Al-Maraghi

d)

Tafsir Al-Azhar

13.

Apa pengertian dari Tafsir Tahlili?

a)

Tafsir Tahlili adalah metode penafsiran Al-Qur'an dengan menjelaskan ayat demi ayat secara runtut sesuai urutan mushaf.

b)

Tafsir Tahlili adalah metode penafsiran Al-Qur'an dengan hanya mengambil makna global dari seluruh surat.

c)

Tafsir Tahlili adalah metode penafsiran Al-Qur'an dengan menggabungkan ayat-ayat yang memiliki tema serupa tanpa memperhatikan urutan mushaf.

d)

Tafsir Tahlili adalah metode penafsiran Al-Qur'an dengan menafsirkan ayat berdasarkan pendapat pribadi tanpa sumber.

14.

Sebutkan dua contoh kitab Tafsir Tahlili!

a)

Tafsir ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir.

b)

Tafsir Jalalain dan Tafsir Al-Misbah.

c)

Tafsir Al-Mawardi dan Tafsir Al-Baghawi.

d)

Tafsir Al-Qurtubi dan Tafsir Al-Maraghi.

15.

Apa pengertian dari Tafsir Maudhu’i?

a)

Tafsir Maudhu’i adalah metode penafsiran Al-Qur'an berdasarkan tema atau topik tertentu.

b)

Tafsir Maudhu’i adalah penafsiran Al-Qur'an secara harfiah tanpa memperhatikan konteks.

c)

Tafsir Maudhu’i adalah penafsiran Al-Qur'an berdasarkan urutan turunnya ayat.

d)

Tafsir Maudhu’i adalah penafsiran Al-Qur'an dengan menggunakan hadis sebagai sumber utama.

16.

Sebutkan salah satu contoh kitab Tafsir Maudhu’i!

a)

Dutur al-Akhlaq fi Al-Quran, Ayat al-Hajj fi Al-Quran, Manusia Dalam Perspektif Al-Quran, atau Malaikat Dalam Al-Quran.

b)

Tafsir Al-Jalalain

c)

Tafsir Ibnu Katsir

d)

Tafsir Al-Misbah

17.

Apa kelebihan dan kekurangan Tafsir Muqaran?

a)

Kelebihan: dapat membandingkan berbagai penafsiran; Kekurangan: bisa menimbulkan kebingungan jika tidak dipahami dengan baik.

b)

Kelebihan: hanya menggunakan satu sumber tafsir; Kekurangan: tidak memberikan perbandingan.

c)

Kelebihan: menekankan aspek linguistik saja; Kekurangan: mengabaikan konteks sejarah.

d)

Kelebihan: mudah dipahami semua orang; Kekurangan: tidak memerlukan analisis mendalam.

18.

Apa pengertian dari Tafsir Bercorak Falsafi?

a)

Tafsir Bercorak Falsafi adalah penafsiran Al-Qur'an dengan pendekatan filsafat.

b)

Tafsir Bercorak Falsafi adalah penafsiran Al-Qur'an dengan pendekatan sastra.

c)

Tafsir Bercorak Falsafi adalah penafsiran Al-Qur'an dengan pendekatan sejarah.

d)

Tafsir Bercorak Falsafi adalah penafsiran Al-Qur'an dengan pendekatan hukum.

19.

Sebutkan salah satu contoh kitab Tafsir Bercorak Falsafi!

a)

Tafsir al-Kasysyaf, Tanzih al-Qur’an an al-Mathain, atau Mafatih Al-Ghaib.

b)

Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, atau Tafsir al-Muyassar.

c)

Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Baghawi, atau Tafsir al-Munir.

d)

Tafsir al-Qurtubi, Tafsir al-Tabari, atau Tafsir al-Baidhawi.

20.

Apa pengertian dari Tafsir Bercorak Ilmi?

a)

Tafsir Bercorak Ilmi adalah penafsiran Al-Qur'an dengan pendekatan ilmu pengetahuan.

b)

Tafsir Bercorak Ilmi adalah penafsiran Al-Qur'an dengan pendekatan sastra.

c)

Tafsir Bercorak Ilmi adalah penafsiran Al-Qur'an berdasarkan tradisi lisan.

d)

Tafsir Bercorak Ilmi adalah penafsiran Al-Qur'an dengan pendekatan politik.

21.

Sebutkan salah satu contoh kitab Tafsir Ilmi!

a)

Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Tanwil, Al-Jawahir fi al-Tafsir al-Qur’an al-Karim, atau Al-Tafsir al-Ilmi li al-Ayat al-Kauniyah fi al-Qur’an.

b)

Tafsir al-Mazhari, Tafsir al-Kabir, atau Tafsir al-Baghawi.

c)

Tafsir al-Jalalayn, Tafsir al-Tabari, atau Tafsir al-Qurtubi.

d)

Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Muyassar, atau Tafsir al-Maraghi.

22.

Sebutkan salah satu kesulitan dalam penerjemahan Al-Quran yang disebutkan dalam daftar isi!

a)

Tangan Terbelunggu atau Aurat Tiga Waktu

b)

Bahasa Arab Kuno yang Sulit Dipahami

c)

Kurangnya Sumber Referensi Modern

d)

Perbedaan Dialek dalam Bahasa Arab

23.

Apa judul subtopik pertama pada bagian 'Sejarah Penerjemahan' menurut daftar isi?

a)

Awalnya Diharamkan

b)

Penerjemahan Modern

c)

Teknik Penerjemahan

d)

Perkembangan Bahasa

24.

Siapakah salah satu penafsir Al-Quran ke dalam Bahasa Indonesia yang disebutkan dalam daftar isi?

a)

Tafsir Mahmud Yunus, Tafsir A. Hasan, Tafsir Al-Ibriz, Tafsir Hasbi As-Shiddiqi, Tafsir HB Jassin, Tafsir Oemar Bakry, atau Tafsir Kementerian Agama RI

b)

Tafsir Ibnu Katsir

c)

Tafsir Al-Jalalain

d)

Tafsir Al-Tabari

25.

Berdasarkan bacaan di atas, apa kunci yang benar dalam memahami Al-Quran?

a)

Ilmu tafsir dan juga ilmu-ilmu Al-Quran.

b)

Membaca terjemahan saja tanpa penjelasan.

c)

Menghafal ayat-ayat tanpa memahami maknanya.

d)

Mengikuti pendapat tanpa dasar ilmiah.

26.

Mengapa banyak orang hanya menghafal Al-Quran tanpa mendalami ilmu-ilmu Al-Quran dan Tafsir?

a)

Karena menghafal Al-Quran ternyata jauh lebih sederhana daripada mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu Al-Quran dan Tafsir.

b)

Karena ilmu-ilmu Al-Quran dan Tafsir tidak penting untuk dipelajari.

c)

Karena menghafal Al-Quran tidak memerlukan pemahaman sama sekali.

d)

Karena tidak ada sumber yang membahas ilmu-ilmu Al-Quran dan Tafsir.

27.

Apa gelar yang diberikan kepada orang yang menghafal Al-Quran menurut bacaan di atas?

a)

Al-Ustadz

b)

Al-Hafiz

c)

Al-Muqri

d)

Al-Mufassir

28.

Menurut bacaan, apakah gelar Al-Hafiz merupakan gelar yang resmi dan baku?

a)

Ya

b)

Tidak

29.

Berdasarkan bacaan di atas, gelar Al-Hafizh hanya disematkan kepada ahli di bidang ilmu hadits pada level tertentu.

a)

Benar

b)

Salah

30.

Mengapa ketersediaan penghafal Al-Quran di negeri kita cukup berlimpah?

a)

Karena menghafal Quran 30 juz untuk jadi guru tahfizh cukup singkat, tidak butuh masa pendidikan terlalu lama.

b)

Karena setiap orang diwajibkan menjadi penghafal Al-Quran sejak kecil.

c)

Karena hanya penghafal Al-Quran yang boleh menjadi guru di sekolah.

d)

Karena pemerintah memberikan insentif besar bagi semua penghafal Al-Quran.

31.

Menurut bacaan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjadi ustadz tahfizh jika mengikuti tahfizh?

a)

Cukup 3 tahun saja ikut tahfizh, tiba-tiba sudah jadi ustadz dan bisa ngajar tahfizh.

b)

Hanya 6 bulan saja sudah bisa menjadi ustadz tahfizh.

c)

Perlu waktu 10 tahun untuk menjadi ustadz tahfizh.

d)

Cukup 1 tahun saja sudah bisa menjadi ustadz tahfizh.

32.

Apa perbedaan utama antara menjadi guru tahfizh dan menguasai Ilmu Al-Quran dan Tafsir menurut bacaan di atas?

a)

Menjadi guru tahfizh cukup menghafal Quran, sedangkan menguasai Ilmu Al-Quran dan Tafsir harus menguasai kitab kuning dulu.

b)

Menjadi guru tahfizh harus memahami tafsir, sedangkan menguasai Ilmu Al-Quran hanya perlu hafal Quran.

c)

Menjadi guru tahfizh harus menguasai kitab kuning, sedangkan Ilmu Al-Quran dan Tafsir tidak perlu.

d)

Menjadi guru tahfizh dan menguasai Ilmu Al-Quran dan Tafsir tidak ada perbedaan sama sekali.

33.

Apa salah satu faktor suburnya lembaga tahfizh menurut bacaan di atas?

a)

Karena semua bisa serba instan.

b)

Karena kurangnya minat belajar.

c)

Karena fasilitas yang terbatas.

d)

Karena tidak ada dukungan masyarakat.

34.

Menurut bacaan, mengapa sulit mendapatkan guru yang menguasai ilmu tafsir?

a)

Karena guru yang menguasai ilmu tafsir sangat langka dan tidak mudah ditemukan.

b)

Karena ilmu tafsir tidak diajarkan di sekolah-sekolah.

c)

Karena semua orang sudah menguasai ilmu tafsir.

d)

Karena ilmu tafsir hanya dipelajari di luar negeri.

35.

Buku yang ada di tangan pembaca ini bertujuan untuk...

a)

Menambah koleksi buku

b)

Menjembatani pembaca mengenal ilmu tafsir

c)

Mengajarkan memasak mie instan

d)

Mengajarkan pramuka

36.

Jelaskan secara etimologi, dari mana asal kata 'tafsir' dan apa artinya menurut Lisan al-Arab Ibnu Manzur!

a)

Secara etimologi, kata 'tafsir' berasal dari al-fasru (الفسر) yang berarti jelas dan nyata. Dalam Lisan al-Arab Ibnu Manzur, al-fasru berarti membuka tabir, sedangkan at-tafsir artinya menyibak makna dari kata yang tidak dimengerti.

b)

Secara etimologi, kata 'tafsir' berasal dari kata 'tafa' yang berarti menulis. Dalam Lisan al-Arab Ibnu Manzur, tafsir berarti menulis penjelasan ayat.

c)

Secara etimologi, kata 'tafsir' berasal dari kata 'sirr' yang berarti rahasia. Dalam Lisan al-Arab Ibnu Manzur, tafsir berarti menyembunyikan makna.

d)

Secara etimologi, kata 'tafsir' berasal dari kata 'fasar' yang berarti menghapus. Dalam Lisan al-Arab Ibnu Manzur, tafsir berarti menghilangkan makna.

37.

Menurut Abu Hayyan dalam Al-Bahru Al-Muhith, apa yang menjadi objek kajian ilmu tafsir?

a)

Objek kajian ilmu tafsir menurut Abu Hayyan adalah bagaimana pengucapan lafaz Al-Qur'an, makna-makna yang dikandungnya, serta hukum-hukum yang berkaitan dengan lafaz tersebut baik secara individu maupun susunan, dan makna-makna yang terkandung di dalamnya sesuai dengan kondisinya.

b)

Objek kajian ilmu tafsir menurut Abu Hayyan adalah sejarah turunnya wahyu dan biografi para nabi.

c)

Objek kajian ilmu tafsir menurut Abu Hayyan adalah tata cara beribadah dan hukum-hukum fiqih saja.

d)

Objek kajian ilmu tafsir menurut Abu Hayyan adalah penafsiran mimpi dan ramalan masa depan.

38.

Sebutkan apa yang dibahas dalam ilmu tafsir menurut penjelasan pertama pada teks di atas!

a)

Ilmu yang membahas bagaimana mengucapkan lafadz Al-Quran.

b)

Ilmu yang membahas sejarah para nabi.

c)

Ilmu yang membahas hukum-hukum fiqih.

d)

Ilmu yang membahas tata cara beribadah.

39.

Apa yang dimaksud dengan madlul dalam penjelasan kedua pada teks di atas?

a)

Ilmu bahasa Arab yang membentuk tiap lafadz itu.

b)

Sebuah jenis kalimat dalam bahasa Indonesia.

c)

Nama tokoh dalam cerita.

d)

Salah satu bentuk puisi lama.

40.

Menurut penjelasan ketiga, hukum dari tiap lafadz itu berlaku baik ketika tunggal maupun dalam untaian kalimat.

a)

True

b)

False

41.

Sebutkan makna-makna yang terkandung dalam tarkib menurut penjelasan pada teks!

a)

Makna-makna yang terkandung dalam tarkib adalah makna yang terkait juga dengan ilmu hakikat dan majaz.

b)

Makna-makna yang terkandung dalam tarkib hanya berkaitan dengan ilmu nahwu saja.

c)

Makna-makna dalam tarkib hanya membahas tentang struktur kalimat tanpa makna tambahan.

d)

Tarkib hanya membahas makna literal tanpa memperhatikan makna majaz.

42.

Apa saja hal-hal lain yang terkait dalam pembahasan tafsir menurut teks di atas?

a)

Hal-hal lain yang terkait termasuk ilmu nasakh mansukh, asbabun-nuzul, dan lainnya.

b)

Hal-hal lain yang terkait hanya mencakup ilmu matematika dan fisika.

c)

Hal-hal lain yang terkait adalah sejarah dunia modern.

d)

Hal-hal lain yang terkait hanya membahas tata bahasa Arab.

43.

Menurut Az-Zarkashi dalam kitab Al-Burhan fi Ulum Al-Quran, tafsir adalah ilmu untuk:

a)

Mengenal kitabullah (Al-Quran) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SA, menjelaskan makna-maknanya serta mengeluarkan hukum-hukum serta hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya

b)

Menghafal Al-Quran

c)

Membaca Al-Quran dengan tartil

d)

Mengajarkan ilmu tajwid

44.

Sebutkan salah satu tujuan mempelajari Al-Quran!

a)

mengenal sosok Al-Quran dengan segala sosok dan profilnya / mendapatkan penjelasan makna dari tiap-tiap ayat / menggali hukum-hukum yang terkandung di dalamnya / menemukan hikmah-hikmahnya

b)

menambah koleksi buku bacaan di rumah

c)

mengisi waktu luang tanpa tujuan

d)

mengikuti tren membaca kitab suci

45.

Apa yang dimaksud dengan takwil menurut pendapat pertama?

a)

Takwil adalah sinonim dengan tafsir, artinya tafsir dan takwil bermakna sama saja.

b)

Takwil adalah penafsiran berdasarkan mimpi semata.

c)

Takwil adalah ilmu yang hanya dipelajari oleh para nabi.

d)

Takwil adalah penjelasan yang bertentangan dengan tafsir.

46.

Menurut teks, siapakah yang didoakan Rasulullah SAW agar mengetahui ilmu takwil?

a)

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu

b)

Abu Hurairah radhiyallahu anhu

c)

Umar bin Khattab radhiyallahu anhu

d)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu

47.

Kitab tafsir yang disusun oleh Imam Ath-Thabari secara resmi menggunakan istilah takwil dan bukan tafsir. Apa judul kitab tersebut?

a)

Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayi Al-Quran

b)

Tafsir Al-Jalalayn

c)

Al-Kashaf

d)

Tafsir Ibnu Katsir

48.

Apa perbedaan utama antara tafsir dan takwil menurut pendapat kedua yang disebutkan dalam bacaan?

a)

Takwil berarti interpretasi atau memalingkan makna ayat Al-Quran dari kemungkinan makna lain, sedangkan tafsir adalah penjelasan makna ayat.

b)

Tafsir dan takwil adalah dua istilah yang memiliki arti yang sama tanpa perbedaan.

c)

Tafsir hanya digunakan untuk ayat-ayat hukum, sedangkan takwil untuk ayat-ayat kisah.

d)

Takwil adalah penjelasan makna ayat secara harfiah, sedangkan tafsir adalah penjelasan makna ayat secara kiasan.

49.

Menurut bacaan, istilah tarjamah dalam tradisi Indonesia berarti:

a)

A. Penafsiran

b)

B. Penerjemahan

c)

C. Penulisan

d)

D. Pembacaan

50.

Sebutkan gelar yang disandang oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhu sebagaimana disebutkan dalam bacaan!

a)

Turjumanul Quran (ترجمان القرآن) alias penerjemah Al-Quran.

b)

Al-Faruq (الفاروق) alias pembeda antara yang hak dan batil.

c)

As-Siddiq (الصديق) alias yang membenarkan.

d)

Dzul Nurain (ذو النورين) alias pemilik dua cahaya.

51.

Apa yang dimaksud dengan terjemah menurut bacaan di atas?

a)

Alih bahasa.

b)

Menulis puisi.

c)

Membaca cepat.

d)

Menggambar peta.

52.

Menurut bacaan di atas, apakah terjemah itu bagian dari tafsir?

a)

Ya

b)

Tidak

53.

Mengapa menerjemahkan Al-Quran penting bagi orang yang tidak bisa bahasa Arab menurut bacaan di atas?

a)

Agar orang yang tidak bisa bahasa Arab dapat memahami Al-Quran lewat alih bahasa.

b)

Agar orang yang tidak bisa bahasa Arab dapat menghafal Al-Quran dengan mudah.

c)

Agar orang yang tidak bisa bahasa Arab dapat menulis Al-Quran dengan benar.

d)

Agar orang yang tidak bisa bahasa Arab dapat mengajarkan bahasa Arab.

54.

Berdasarkan bacaan pada Bab 2: Ahli Tafsir, siapakah satu-satunya orang yang boleh menafsirkan Al-Quran secara langsung menurut penjelasan dalam teks?

a)

Nabi Muhammad SAW

b)

Imam Syafie

c)

Saidina Abu Bakar

d)

Ibnu Kathir

55.

Berdasarkan bacaan pada Bab 2: Ahli Tafsir, semua yang keluar dari mulut Nabi Muhammad SAW adalah wahyu juga, meski bukan termasuk ayat Al-Quran.

a)

True

b)

False

56.

Berdasarkan bacaan pada Bab 2: Ahli Tafsir, mengapa tafsir Al-Quran tidak termasuk dalam teks Al-Quran?

a)

Karena tafsir Al-Quran merupakan wahyu dari Allah SWT juga, tetapi tidak termasuk dalam teks Al-Quran.

b)

Karena tafsir Al-Quran ditulis sebelum Al-Quran diturunkan.

c)

Karena tafsir Al-Quran hanya berisi pendapat para ulama tanpa dasar apapun.

d)

Karena tafsir Al-Quran adalah bagian dari hadits, bukan Al-Quran.

57.

Berdasarkan bacaan, siapakah satu-satunya yang berhak menafsirkan Al-Quran secara langsung berdasarkan wahyu dari Allah SWT?

a)

Nabi Muhammad SAW

b)

Abu Bakar Ash-Shiddiq

c)

Umar bin Khattab

d)

Imam Syafi'i

58.

Mengapa para sahabat juga dianggap dapat menafsirkan Al-Quran menurut bacaan di atas?

a)

Karena mereka mendapat wahyu langsung dari Allah SWT

b)

Karena mereka hanya menyampaikan apa yang dijelaskan oleh Nabi SAW

c)

Karena mereka menulis Al-Quran

d)

Karena mereka adalah keluarga Nabi SAW

59.

Sebutkan salah satu sahabat Nabi yang didoakan secara khusus oleh Nabi SAW agar diberi kemampuan menafsirkan Al-Quran!

a)

Abdullah bin Abbas radhiyallahu'anhu

b)

Abu Hurairah radhiyallahu'anhu

c)

Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu

d)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu

60.

Apa yang dimaksud dengan Turjumanul Quran?

a)

Orang yang punya kemampuan menerjemahkan (menafsirkan) Al-Quran.

b)

Kitab tafsir terkenal di Timur Tengah.

c)

Nama surah dalam Al-Quran.

d)

Metode membaca Al-Quran dengan tartil.

61.

Siapakah sahabat yang disebut memiliki keistimewaan dalam menafsirkan Al-Quran seperti Abdullah bin Abbas?

a)

Para Khulafaur Rasyidin seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.

b)

Bilal bin Rabah

c)

Abu Hurairah

d)

Zaid bin Tsabit

62.

Mengapa tidak semua sahabat memiliki kemampuan menafsirkan Al-Quran seperti Abdullah bin Abbas?

a)

Karena hanya sahabat tertentu yang memiliki kemampuan tersebut, seperti para Khulafaur Rasyidin dan istri Nabi SAW.

b)

Karena semua sahabat memiliki kemampuan yang sama dalam menafsirkan Al-Quran.

c)

Karena menafsirkan Al-Quran hanya boleh dilakukan oleh orang di luar sahabat.

d)

Karena Al-Quran belum lengkap pada masa para sahabat.

63.

Apa yang dimaksud dengan haditsul ifki yang disebut dalam bacaan?

a)

Berita bohong tentang kesucian Ibunda Mukminin Aisyah radhiyallahu anha.

b)

Peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

c)

Kisah hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah.

d)

Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

64.

Siapakah yang menjadi sumber primer tentang tafsir ayat ini menurut bacaan di atas?

a)

Aisyah

b)

Abu Hurairah

c)

Ibnu Abbas

d)

Umar bin Khattab

65.

Mengapa Nabi SAW melarang para sahabat menuliskan penjelasan isi Al-Quran menurut bacaan di atas?

a)

Karena dikhawatirkan nanti akan tercampur antara teks Al-Quran yang asli dengan penjelasannya.

b)

Karena para sahabat belum mampu menulis dengan baik.

c)

Karena penjelasan tersebut dianggap tidak penting.

d)

Karena penjelasan tersebut sudah cukup disampaikan secara lisan.

66.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan 'Sehat Aqidah' sebagai syarat seorang mufassir menurut bacaan di atas!

a)

Sehat Aqidah berarti seorang mufassir harus memiliki aqidah yang benar dan tidak menyimpang dari aqidah ahlusunnah wal jamaah.

b)

Sehat Aqidah berarti seorang mufassir harus menguasai bahasa Arab secara fasih.

c)

Sehat Aqidah berarti seorang mufassir harus memiliki pengetahuan luas tentang sejarah Islam.

d)

Sehat Aqidah berarti seorang mufassir harus mampu menghafal seluruh isi Al-Qur'an.

67.

Mengapa seorang mufassir tidak boleh menafsirkan ayat Al-Quran dengan hawa nafsu dan kepentingan pribadi?

a)

Karena hal tersebut akan membuat tafsir menjadi tidak objektif dan tidak profesional, serta dapat menyesatkan makna ayat Al-Quran.

b)

Karena hal tersebut akan mempercepat proses penafsiran ayat Al-Quran.

c)

Karena hal tersebut akan membuat tafsir menjadi lebih mudah dipahami oleh semua orang.

d)

Karena hal tersebut akan meningkatkan popularitas mufassir di masyarakat.

68.

Salah satu syarat mufassir adalah menafsirkan Al-Quran dengan Al-Quran. Apa maksud dari syarat ini?

a)

Setiap ayat Al-Quran menjadi penjelas dari ayat lainnya dan tidak saling bertentangan.

b)

Setiap ayat Al-Quran harus ditafsirkan dengan hadis saja.

c)

Penafsiran Al-Quran hanya boleh dilakukan oleh ulama tertentu saja.

d)

Setiap ayat Al-Quran harus diartikan secara harfiah tanpa penjelasan lain.

69.

Siapakah orang yang paling mengerti dan tahu tentang suatu ayat yang turun setelah Rasulullah SAW menurut penjelasan di atas?

a)

Para sahabat Nabi SAW

b)

Para tabiin

c)

Para ulama masa kini

d)

Orang-orang awam

70.

Siapakah tabi'in menurut penjelasan pada teks di atas?

a)

Orang yang pernah bertemu dengan para sahabat Nabi SAW dalam keadaan muslim dan meninggal dalam keadaan muslim pula.

b)

Orang yang hidup pada zaman Nabi SAW tetapi tidak pernah bertemu dengan para sahabat.

c)

Orang yang hanya membaca kisah para sahabat tanpa pernah bertemu mereka.

d)

Orang yang menjadi sahabat Nabi SAW secara langsung.

71.

Mengapa penguasaan ilmu bahasa Arab penting dalam memahami Al-Quran?

a)

Karena Al-Quran diturunkan di negeri Arab dan bahasanya adalah bahasa Arab.

b)

Karena bahasa Arab adalah bahasa internasional.

c)

Karena semua kitab suci menggunakan bahasa Arab.

d)

Karena bahasa Arab mudah dipelajari.

72.

Sebutkan salah satu cabang ilmu yang harus dikuasai oleh seorang mufassir menurut teks di atas!

a)

adab (sastra), ilmu bayan, ilmu balaghah, ilmu-'arudh, ilmu mantiq, dan lainnya.

b)

ilmu kedokteran, ilmu fisika, ilmu kimia, ilmu biologi.

c)

ilmu ekonomi, ilmu manajemen, ilmu akuntansi, ilmu pemasaran.

d)

ilmu komputer, ilmu teknik sipil, ilmu arsitektur, ilmu pertanian.

73.

Mengapa seorang mufassir harus memahami budaya Arab?

a)

Karena pesan di dalam Al-Quran tidak akan bisa dipahami kecuali oleh bangsa Arab yang memahami budaya, idiom, pola pikir, dan logika Arab.

b)

Karena budaya Arab adalah satu-satunya budaya yang ada di dunia.

c)

Karena semua kitab suci ditulis dalam bahasa Arab modern.

d)

Karena memahami budaya Arab membuat seseorang otomatis menjadi mufassir.

74.

Apa yang dimaksud dengan 'Ulumul Quran' menurut teks di atas?

a)

Ilmu-ilmu yang terkait dengan tafsir Al-Quran, seperti ilmu asbabunnuzul, ilmu nasakh-mansukh, ilmu tentang al-'aam wal khash, ilmu tentang Al-Mujmal dan Mubayyan, dan seterusnya.

b)

Kitab-kitab hadis yang membahas kehidupan para nabi.

c)

Ilmu yang mempelajari tata cara beribadah dalam Islam.

d)

Kumpulan doa-doa yang terdapat dalam Al-Quran.

75.

Jelaskan perbedaan antara mufassir dan penyusun kitab tafsir berdasarkan bacaan di atas!

a)

Mufassir adalah orang yang menafsirkan Al-Quran, sedangkan penyusun kitab tafsir adalah mereka yang menuliskan tafsir dalam sebuah karya ilmiah yang dinamakan dengan kitab tafsir.

b)

Mufassir adalah orang yang hanya membaca Al-Quran, sedangkan penyusun kitab tafsir adalah orang yang menghafal Al-Quran.

c)

Mufassir adalah orang yang menulis tafsir, sedangkan penyusun kitab tafsir adalah orang yang menerjemahkan Al-Quran.

d)

Mufassir adalah orang yang mengajarkan Al-Quran, sedangkan penyusun kitab tafsir adalah orang yang mendengarkan tafsir.

76.

Siapakah yang dimaksud dengan mufassir menurut bacaan di atas?

a)

Mufassir adalah orang yang menafsirkan Al-Quran.

b)

Mufassir adalah orang yang menghafal Al-Quran.

c)

Mufassir adalah orang yang menulis hadis.

d)

Mufassir adalah orang yang memimpin shalat.

77.

Apakah Nabi Muhammad SAW pernah menulis kitab tafsir menurut bacaan di atas?

a)

Tidak, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menulis kitab tafsir.

b)

Ya, Nabi Muhammad SAW menulis beberapa kitab tafsir.

c)

Nabi Muhammad SAW menulis satu kitab tafsir saja.

d)

Nabi Muhammad SAW menulis tafsir bersama para sahabat.

78.

Mengapa Nabi Muhammad SAW tidak menulis kitab tafsir yang dapat dijadikan pegangan umatnya sepanjang masa?

a)

Karena pada masa kenabian dan para sahabat, belum dikenal penerbitan buku seperti zaman sekarang, dan mushaf Al-Quran pun masih ditulis secara terpisah-pisah di berbagai media sederhana.

b)

Karena Nabi Muhammad SAW melarang penulisan tafsir selama masa kenabiannya.

c)

Karena seluruh isi Al-Quran sudah dijelaskan secara rinci dalam hadis-hadis tanpa perlu tafsir tertulis.

d)

Karena para sahabat sudah menulis tafsir secara lengkap sebelum wafatnya Nabi Muhammad SAW.

79.

Apa alasan utama mushaf Al-Quran pada masa kenabian tidak berbentuk buku seperti sekarang?

a)

Karena pada masa itu mushaf Al-Quran masih digoreskan secara terpisah-pisah di berbagai media seperti kulit hewan, pelepah kurma, batu pipih, atau tulang pipih.

b)

Karena pada masa itu sudah ada teknologi percetakan namun belum digunakan untuk Al-Quran.

c)

Karena para sahabat tidak diperbolehkan menulis Al-Quran sama sekali.

d)

Karena Al-Quran hanya dihafalkan dan tidak pernah ditulis sama sekali.

80.

Siapakah khalifah yang pertama kali menyusun mushaf Al-Quran menjadi buku yang dijilid dan bercover tebal?

a)

Khalifah Utsman bin Al-Affan radhiyallahu anhu.

b)

Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu.

c)

Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu anhu.

d)

Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu.

81.

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, apa yang dilarang untuk ditulis oleh Rasulullah SAW selain ayat Al-Quran?

a)

Hadits

b)

Puisi

c)

Cerita Rakyat

d)

Kitab Taurat

82.

Mengapa pada masa itu hanya Al-Quran saja yang boleh ditulis?

a)

A. Agar tidak terjadi pencampuran atau kesisipan tanpa sengaja

b)

B. Karena Al-Quran lebih mudah dihafal

c)

C. Karena hadits sudah banyak ditulis

d)

D. Agar semua sahabat bisa membaca

83.

Berapa jumlah ayat Al-Quran yang disebutkan dalam teks?

a)

Lebih dari 6 ribu

b)

Kurang dari 5 ribu

c)

Tepat 1.000

d)

Antara 2 ribu dan 3 ribu

84.

Secara keilmuan, bagaimana para sahabat menerima ilmu dan informasi dari Nabi SAW selain ayat Al-Quran?

a)

Dengan cara menghafal di luar kepala, tidak ada yang bentuknya tertulis di atas suatu benda.

b)

Dengan menuliskannya di atas kertas dan membagikannya ke seluruh negeri.

c)

Dengan merekam suara Nabi menggunakan alat perekam modern.

d)

Dengan mencetak buku-buku pelajaran secara massal.

85.

Jelaskan secara singkat bagaimana sejarah tafsir Al-Quran berkaitan dengan ilmu hadits menurut teks di atas.

a)

Sejarah tafsir Al-Quran dulunya merupakan bagian dari ilmu hadits, di mana hadits-hadits ditransformasikan secara berantai dari sahabat kepada murid-murid mereka hingga ke generasi berikutnya.

b)

Tafsir Al-Quran tidak pernah berkaitan dengan ilmu hadits dan berkembang secara terpisah sejak awal.

c)

Ilmu hadits hanya digunakan untuk menafsirkan ayat-ayat hukum dalam Al-Quran, bukan seluruh isi Al-Quran.

d)

Sejarah tafsir Al-Quran dimulai setelah ilmu hadits berkembang pesat di abad ke-20.

86.

Siapakah khalifah yang pertama kali memerintahkan penulisan hadits dalam satu buku menurut teks di atas?

a)

A. Abu Bakar bin Hazm

b)

B. Umar bin Abdul Aziz

c)

C. Imam Muhammad bin Syihab Az-Zuhri

d)

D. Umar bin Khattab

87.

Mengapa upaya pengumpulan hadits oleh Umar bin Abdul Aziz dianggap belum sempurna?

a)

Karena Umar bin Abdul Aziz wafat sebelum Abu Bakar bin Hazm mengirimkan hasil pembukuan hadits kepadanya.

b)

Karena Umar bin Abdul Aziz menolak hasil pembukuan hadits yang telah dilakukan.

c)

Karena Umar bin Abdul Aziz tidak mendapatkan izin dari khalifah sebelumnya.

d)

Karena Umar bin Abdul Aziz hanya mengumpulkan hadits dari satu sumber saja.

88.

Upaya pembukuan hadits yang menyeluruh dilakukan oleh siapa menurut teks di atas?

a)

Umar bin Abdul Aziz

b)

Abu Bakar bin Hazm

c)

Imam Muhammad bin Syihab Az-Zuhri

d)

Imam Bukhari

89.

Pembukuan hadits secara besar-besaran terjadi pada masa khalifah siapa dan pada tahun ke berapa?

a)

Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, pada penghujung tahun ke 100 H.

b)

Pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, pada tahun ke 20 H.

c)

Pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid, pada tahun ke 170 H.

d)

Pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, pada tahun ke 40 H.