wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Informasi Buku: Pengantar Ilmu Tafsir

Total questions: 98

Worksheet time: 49mins

Name
Class
Date
1.

Judul buku ini adalah _________.

a)

Pengantar Ilmu Tafsir

b)

Dasar-Dasar Fisika

c)

Matematika Modern

d)

Sejarah Indonesia

2.

Isi bagian yang kosong: Penulis buku ini adalah _________.

a)

Ahmad Sarwat, Lc., MA

b)

Habiburrahman El Shirazy

c)

Tere Liye

d)

Andrea Hirata

3.

Isi bagian yang kosong: Editor buku ini adalah _________.

a)

Fatih

b)

Rizal

c)

Siti

d)

Budi

4.

Isi bagian yang kosong: Setting & Lay out buku ini dikerjakan oleh _________.

a)

Fayyad & Fawwaz

b)

Rizky & Dimas

c)

Alya & Naufal

d)

Siti & Budi

5.

Isi bagian yang kosong: Desain cover buku ini dibuat oleh _________.

a)

Faqih

b)

Rizky

c)

Andini

d)

Budi

6.

Isi bagian yang kosong: Penerbit buku ini adalah _________.

a)

Rumah Fiqih Publishing

b)

Gramedia Pustaka Utama

c)

Erlangga

d)

Mizan Publishing

7.

Isi bagian yang kosong: Alamat penerbit buku ini adalah _________.

a)

Jalan Karet Pedurenan no. 53 Kuningan, Setiabudi Jakarta Selatan 12940

b)

Jalan Melati Raya no. 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12130

c)

Jalan Mawar Indah no. 25, Menteng, Jakarta Pusat 10310

d)

Jalan Kenanga no. 7, Tebet, Jakarta Selatan 12810

8.

Isi bagian yang kosong: Cetakan kedua buku ini terbit pada tanggal _________.

a)

29 Februari 2020

b)

1 Januari 2020

c)

15 Maret 2020

d)

31 Desember 2019

9.

Sebutkan salah satu syarat menjadi mufassir menurut daftar isi di atas!

a)

Sehat Aqidah

b)

Pandai Berdagang

c)

Ahli Matematika

d)

Penyair Terkenal

10.

Sebutkan salah satu syarat menjadi mufassir menurut daftar isi di atas!

a)

Terbebas dari Hawa Nafsu

b)

Memiliki kekayaan yang melimpah

c)

Menjadi pemimpin negara

d)

Menguasai semua bahasa di dunia

11.

Sebutkan salah satu syarat menjadi mufassir menurut daftar isi di atas!

a)

Menafsirkan Al-Quran dengan Al-Quran.

b)

Mengabaikan konteks sejarah ayat.

c)

Mengartikan ayat tanpa ilmu bahasa Arab.

d)

Menafsirkan Al-Quran hanya berdasarkan pendapat pribadi.

12.

Sebutkan salah satu syarat menjadi mufassir menurut daftar isi di atas!

a)

Menafsirkan Al-Quran dengan As-Sunnah.

b)

Mengabaikan konteks sejarah ayat.

c)

Mengartikan Al-Quran secara bebas tanpa ilmu.

d)

Mengutamakan pendapat pribadi di atas dalil.

13.

Sebutkan salah satu syarat menjadi mufassir menurut daftar isi di atas!

a)

Merujuk kepada Perkataan Shahabat.

b)

Menghafal seluruh hadits shahih.

c)

Menjadi pemimpin negara.

d)

Menguasai ilmu kedokteran.

14.

Sebutkan salah satu syarat menjadi mufassir menurut daftar isi di atas!

a)

Merujuk kepada Perkataan Tabi'in.

b)

Menghafal seluruh hadits shahih.

c)

Menjadi pemimpin negara.

d)

Menguasai ilmu kedokteran.

15.

Sebutkan salah satu syarat menjadi mufassir menurut daftar isi di atas!

a)

Menguasai Ilmu Bahasa Arab.

b)

Memiliki gelar doktor.

c)

Menjadi anggota organisasi internasional.

d)

Menguasai ilmu kedokteran.

16.

Sebutkan salah satu syarat menjadi mufassir menurut daftar isi di atas!

a)

Menguasai Ilmu yang Terkait dengan Ilmu Tafsir.

b)

Memiliki gelar doktor dalam bidang kedokteran.

c)

Menguasai ilmu fisika modern.

d)

Menjadi anggota organisasi internasional.

17.

Sebutkan salah satu syarat menjadi mufassir menurut daftar isi di atas!

a)

Pemahaman yang Mendalam

b)

Kekayaan Materi

c)

Kepandaian Berdagang

d)

Keterampilan Memasak

18.

Apa pengertian dari Tafsir Bercorak Sufi - Isyari?

a)

Tafsir yang menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dengan pendekatan sufistik atau isyari.

b)

Tafsir yang hanya menggunakan pendekatan bahasa tanpa memperhatikan makna batin.

c)

Tafsir yang menafsirkan Al-Quran secara harfiah tanpa penafsiran mendalam.

d)

Tafsir yang berfokus pada hukum-hukum fiqh saja.

19.

Sebutkan salah satu contoh Tafsir Bercorak Sufi - Isyari!

a)

At-Tusturi

b)

Al-Jalalain

c)

Al-Maraghi

d)

Al-Misbah

20.

Sebutkan dua perbedaan antara Tafsir Nazhari dan Amali-Isyari!

a)

Nazhariah bersifat teoritis, sedangkan Amali-Isyari bersifat praktis.

b)

Nazhariah bersifat praktis, sedangkan Amali-Isyari bersifat teoritis.

c)

Keduanya sama-sama bersifat teoritis.

d)

Nazhariah dan Amali-Isyari tidak memiliki perbedaan.

21.

Sebutkan salah satu kitab tafsir sufistik yang masyhur!

a)

At-Tusturi

b)

Al-Muwatta

c)

Sahih Bukhari

d)

Al-Mustadrak

22.

Apa pengertian dari Tafsir Bercorak Fiqhi?

a)

Tafsir yang menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dengan pendekatan hukum Islam (fiqih).

b)

Tafsir yang hanya membahas kisah-kisah para nabi.

c)

Tafsir yang menafsirkan Al-Quran dengan pendekatan sastra Arab.

d)

Tafsir yang fokus pada penjelasan ilmu pengetahuan modern.

23.

Sebutkan salah satu contoh kitab Tafsir Bercorak Fiqhi!

a)

Ahkamul Quran li AL-Jashshash

b)

Tafsir Al-Mishbah

c)

Tafsir Al-Jalalain

d)

Tafsir Ibnu Katsir

24.

Siapakah penulis Tafsir Al-Azhar?

a)

Buya HAMKA

b)

Quraish Shihab

c)

M. Quraish Shihab

d)

Prof. Dr. Mahmud Yunus

25.

Siapakah penulis Tafsir Al-Mishbah?

a)

Prof. Quraish Shihab

b)

Prof. M. Quraish Shaleh

c)

Prof. Dr. M. Quraish Yusuf

d)

Prof. Dr. M. Quraish Ahmad

26.

Sebutkan dua kesulitan utama dalam penerjemahan Al-Quran yang tercantum pada daftar isi!

a)

Tangan Terbelunggu, Aurat Tiga Waktu

b)

Bahasa Asing, Makna Majemuk

c)

Penulisan Latin, Ilmu Tajwid

d)

Tafsir Modern, Hukum Waris

27.

Siapakah yang termasuk penafsir Al-Quran ke dalam Bahasa Indonesia menurut daftar isi?

a)

Tafsir Mahmud Yunus, Tafsir A. Hasan, Tafsir Al-Ibriz, Tafsir Hasbi As-Shiddiqi, Tafsir HB Jassin, Tafsir Oemar Bakry, Tafsir Kementerian Agama RI

b)

Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Jalalain, Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Azhar

c)

Tafsir Al-Qurtubi, Tafsir Al-Tabari, Tafsir Al-Baghawi, Tafsir Al-Muyassar

d)

Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Al-Baidhawi, Tafsir Al-Kashaf, Tafsir Al-Jami'ul Ahkam

28.

Apa judul subtopik pertama dalam bagian 'Sejarah Penerjemahan' menurut daftar isi?

a)

Awalnya Diharamkan

b)

Penerjemahan Modern

c)

Perkembangan Bahasa

d)

Tokoh-Tokoh Penerjemahan

29.

Apa judul subtopik kedua dalam bagian 'Kesulitan Penerjemahan Al-Quran'?

a)

Aurat Tiga Waktu

b)

Makna Majazi

c)

Bahasa Asing

d)

Perbedaan Dialek

30.

Bagian manakah yang membahas 'Penerjemahan Oleh Orientalis'?

a)

B. Sejarah Penerjemahan

b)

A. Pengertian Penerjemahan

c)

C. Teori Penerjemahan

d)

D. Teknik Penerjemahan

31.

Tafsir siapakah yang tercantum pada urutan keempat dalam daftar 'Penerjemahan ke dalam Bahasa Indonesia'?

a)

Tafsir Hasbi As-Shiddiqi

b)

Tafsir Al-Mishbah

c)

Tafsir Al-Azhar

d)

Tafsir Ibnu Katsir

32.

Apa kunci yang benar dalam memahami Al-Quran menurut teks di atas?

a)

Ilmu tafsir dan juga ilmu-ilmu Al-Quran.

b)

Membaca terjemahan saja sudah cukup.

c)

Menghafal ayat-ayat tanpa memahami maknanya.

d)

Mengandalkan pendapat pribadi tanpa belajar.

33.

Mengapa banyak orang hanya menghafal Al-Quran tanpa mendalami ilmu-ilmu Al-Quran dan Tafsir?

a)

Karena menghafal lebih sederhana daripada memahami

b)

Karena tidak ada gelar untuk yang memahami

c)

Karena menghafal lebih sulit

d)

Karena memahami tidak penting

34.

Apa gelar yang diberikan kepada orang yang menghafal Al-Quran?

a)

Al-Hafiz

b)

Al-Muadzin

c)

Al-Ustadz

d)

Al-Imam

35.

Berdasarkan bacaan di atas, gelar Al-Hafizh biasanya disematkan kepada ahli di bidang apa?

a)

Ilmu hadits

b)

Ilmu tafsir

c)

Ilmu fiqih

d)

Ilmu kalam

36.

Mengapa ketersediaan penghafal Al-Quran di negeri kita cukup berlimpah menurut bacaan di atas?

a)

Karena menghafal Quran 30 juz untuk jadi guru tahfizh cukup singkat, tidak butuh masa pendidikan terlalu lama.

b)

Karena banyak sekolah yang mewajibkan hafalan Al-Quran bagi semua siswanya.

c)

Karena pemerintah memberikan insentif besar bagi para penghafal Al-Quran.

d)

Karena teknologi memudahkan proses menghafal Al-Quran secara instan.

37.

Apa perbedaan utama antara menjadi guru tahfizh dan menguasai Ilmu Al-Quran dan Tafir?

a)

Menjadi guru tahfizh cukup menghafal Quran, sedangkan menguasai Ilmu Al-Quran dan Tafsir harus menguasai kitab kuning.

b)

Menjadi guru tahfizh harus memahami tafsir secara mendalam, sedangkan menguasai Ilmu Al-Quran hanya menghafal.

c)

Menjadi guru tahfizh harus menguasai bahasa Arab, sedangkan menguasai Ilmu Al-Quran tidak perlu.

d)

Menjadi guru tahfizh hanya mengajarkan tajwid, sedangkan menguasai Ilmu Al-Quran dan Tafsir hanya fokus pada hafalan.

38.

Siapakah penulis pengantar pada bacaan di atas?

a)

Ahmad Sarwat, Lc.MA

b)

Dr. H. M. Quraish Shihab, M.A.

c)

Prof. Dr. Hamka

d)

KH. Mustofa Bisri

39.

Mengapa mendirikan lembaga tahfizh menjadi mudah dan menjamur di mana-mana menurut penulis?

a)

Karena semua bisa serba instan

b)

Karena banyak guru tafsir

c)

Karena tidak butuh biaya

d)

Karena sudah ada modul

40.

Menurut bacaan, mengapa sulit mendapatkan guru atau ustadz yang menguasai ilmu tafsir?

a)

Karena mereka termasuk barang langka dan tidak mudah ditemukan, serta ilmu-ilmu Al-Quran harus dipelajari bertahun-tahun.

b)

Karena ilmu tafsir tidak penting untuk dipelajari.

c)

Karena semua orang bisa menguasai ilmu tafsir dengan mudah.

d)

Karena guru atau ustadz lebih memilih mengajar ilmu lain.

41.

Apa tujuan penulisan buku yang ada di tangan pembaca menurut penulis?

a)

Untuk menjembatani pembaca dalam mengenal lebih jauh ilmu tafsir yang hampir luput dari genggaman.

b)

Untuk membahas sejarah dunia secara umum.

c)

Untuk memperkenalkan ilmu matematika dasar.

d)

Untuk mengulas perkembangan teknologi modern.

42.

Jelaskan secara etimologi, dari mana asal kata 'tafsir' dan apa artinya menurut Lisan al-Arab Ibnu Manzur!

a)

Secara etimologi, kata 'tafsir' berasal dari al-fasru (الفَسْرُ) yang berarti jelas dan nyata. Dalam Lisan al-Arab Ibnu Manzur, al-fasru berarti membuka tabir, sedangkan at-tafsir artinya menyibak makna dari kata yang tidak dimengerti.

b)

Kata 'tafsir' berasal dari bahasa Yunani yang berarti penjelasan ilmiah. Dalam Lisan al-Arab Ibnu Manzur, tafsir diartikan sebagai penafsiran bebas terhadap teks.

c)

Secara etimologi, 'tafsir' berasal dari kata 'fashr' yang berarti menulis. Dalam Lisan al-Arab Ibnu Manzur, tafsir berarti menulis ulang makna ayat.

d)

Kata 'tafsir' berasal dari bahasa Latin yang berarti interpretasi. Dalam Lisan al-Arab Ibnu Manzur, tafsir diartikan sebagai penjelasan sejarah.

43.

Menurut Abu Hayyan dalam Al-Bahru Al-Muhith, apa yang menjadi objek kajian ilmu tafsir?

a)

Objek kajian ilmu tafsir menurut Abu Hayyan adalah bagaimana pengucapan lafaz Al-Qur'an, makna-makna yang dikandungnya, serta hukum-hukum yang berkaitan dengan lafaz-lafaz tersebut baik secara individu maupun susunan, dan makna-makna yang terkandung di dalamnya sesuai dengan kondisinya.

b)

Objek kajian ilmu tafsir menurut Abu Hayyan adalah sejarah turunnya wahyu dan biografi para sahabat.

c)

Objek kajian ilmu tafsir menurut Abu Hayyan adalah tata cara pelaksanaan ibadah secara rinci.

d)

Objek kajian ilmu tafsir menurut Abu Hayyan adalah penafsiran kitab-kitab selain Al-Qur'an.

44.

Sebutkan apa yang dimaksud dengan ilmu yang membahas bagaimana mengucapkan lafadz Al-Quran!

a)

Ilmu tafsir yang juga mencakup ilmu qiraat yang membahas cara pengucapan lafadz Al-Quran.

b)

Ilmu fiqih yang membahas hukum-hukum Islam.

c)

Ilmu hadits yang membahas perkataan Nabi Muhammad.

d)

Ilmu kalam yang membahas tentang akidah Islam.

45.

Apa yang dimaksud dengan madlul dalam pembahasan ilmu ini?

a)

Ilmu bahasa Arab yang membentuk tiap lafadz itu.

b)

Huruf yang tidak dibaca dalam suatu lafadz.

c)

Tanda baca dalam tulisan Arab.

d)

Ilmu yang mempelajari makna kata.

46.

Apa yang dimaksud dengan hukum-hukum lafadz dalam pembahasan ilmu ini?

a)

Hukum dari tiap lafadz itu, baik ketika tunggal alias berdiri sendiri ataupun ketika berada dalam suatu untaian kalimat.

b)

Aturan penulisan huruf kapital dalam kalimat.

c)

Hukum mengenai penggunaan tanda baca dalam paragraf.

d)

Ketentuan tentang makna kata dalam kamus.

47.

Menurut Az-Zarkashi, tafsir adalah ilmu untuk mengenal kitabullah (Al-Quran) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SA, menjelaskan makna-maknanya serta mengeluarkan hukum-hukum serta hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. Sebutkan salah satu tujuan dari ilmu tafsir menurut definisi ini!

a)

Menjelaskan makna-makna Al-Quran atau mengeluarkan hukum-hukum serta hikmah yang terkandung di dalamnya.

b)

Mempelajari sejarah para nabi secara rinci.

c)

Menghafal seluruh ayat Al-Quran tanpa memahami maknanya.

d)

Menentukan waktu-waktu shalat secara astronomis.

48.

Berdasarkan penjelasan di atas, tafsir menurut Az-Zarkashi memiliki beberapa objek pembahasan. Manakah di antara berikut ini yang termasuk objek pembahasan tafsir?

a)

A. Ilmu nasakh mansukh

b)

B. Ilmu matematika

c)

C. Ilmu fisika

d)

D. Ilmu komputer

49.

Sebutkan salah satu tujuan mempelajari Al-Quran!

a)

Mengenal sosok Al-Quran dengan segala sosok dan profilnya.

b)

Menghafal seluruh isi kitab lain di luar Al-Quran.

c)

Menambah koleksi buku bacaan fiksi.

d)

Mempelajari sejarah bangsa Romawi Kuno.

50.

Apa yang dimaksud dengan takwil menurut pendapat pertama dalam teks?

a)

Takwil adalah sinonim dengan tafsir, artinya bermakna sama dengan tafsir.

b)

Takwil adalah penafsiran berdasarkan mimpi semata.

c)

Takwil adalah ilmu yang hanya dipelajari oleh para nabi.

d)

Takwil adalah tafsir yang selalu bertentangan dengan Al-Qur'an.

51.

Menurut teks, siapakah yang didoakan Rasulullah SAW agar mengetahui ilmu takwil?

a)

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu.

b)

Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

c)

Umar bin Khattab radhiyallahu anhu.

d)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu.

52.

Kitab tafsir yang disusun oleh Imam Ath-Thabari secara resmi menggunakan istilah apa dalam judulnya?

a)

Takwil

b)

Tafsir

c)

Ta’wilul Ahkam

d)

Al-Mufassir

53.

Apa perbedaan utama antara tafsir dan takwil menurut pendapat kedua yang disebutkan dalam bacaan?

a)

Takwil berarti interpretasi atau memalingkan makna ayat Al-Quran dari kemungkinan makna lain, sedangkan tafsir adalah penjelasan makna ayat secara langsung.

b)

Tafsir dan takwil adalah dua istilah yang sama dan dapat digunakan secara bergantian.

c)

Tafsir hanya digunakan untuk ayat-ayat hukum, sedangkan takwil untuk ayat-ayat kisah.

d)

Takwil adalah penjelasan makna ayat secara langsung, sedangkan tafsir adalah interpretasi makna ayat.

54.

Menurut bacaan, istilah tarjamah dalam tradisi Indonesia berarti:

a)

Penafsiran

b)

Penerjemahan

c)

Penulisan

d)

Pembacaan

55.

Gelar yang disandang oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhu adalah: Pilih jawaban yang benar.

a)

Al-Mufassir

b)

Turjumanul Quran

c)

Al-Mutakallim

d)

Al-Muhaddits

56.

Apa istilah yang disematkan kepada seseorang yang menerjemahkan Al-Quran?

a)

Penerjemah Al-Quran

b)

Mufassir

c)

Qari

d)

Imam

57.

Apa perbedaan utama antara terjemah dan tafsir menurut bacaan di atas?

a)

Terjemah adalah alih bahasa, sedangkan tafsir adalah penjelasan.

b)

Terjemah adalah penjelasan, sedangkan tafsir adalah alih bahasa.

c)

Terjemah dan tafsir memiliki arti yang sama.

d)

Terjemah adalah tafsir yang lebih mendalam.

58.

Menurut bacaan di atas, tujuan menerjemahkan Al-Quran adalah agar orang yang tidak bisa bahasa Arab dapat memahami isinya melalui alih bahasa. Benar atau Salah?

a)

True

b)

False

59.

Berdasarkan bacaan pada Bab 2: Ahli Tafsir, siapakah satu-satunya orang yang boleh menafsirkan Al-Quran secara langsung menurut penjelasan dalam teks?

a)

Nabi Muhammad SAW

b)

Imam Syafie

c)

Saidina Abu Bakar

d)

Ibnu Kathir

60.

Berdasarkan QS. An-Najm: 3-4 yang dikutip dalam bacaan, ucapan Nabi Muhammad SAW adalah:

a)

Hanya pendapat pribadi

b)

Wahyu yang diwahyukan kepadanya

c)

Hasil ijtihad para sahabat

d)

Tafsir ulama

61.

Menurut bacaan pada Bab 2: Ahli Tafsir, apakah tafsir Al-Quran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW juga merupakan wahyu dari Allah SWT?

a)

Ya

b)

Tidak

62.

Lengkapi kalimat berikut berdasarkan bacaan pada Bab 2: Ahli Tafsir! "Tafsir Al-Quran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW tidak termasuk dalam teks Al-Quran, namun tetap merupakan ______ dari Allah SWT."

a)

wahyu

b)

doa

c)

perintah

d)

larangan

63.

Mengapa orang selain Nabi Muhammad SAW pada dasarnya bukan mufassir?

a)

Karena tidak ada turun apapun informasi dari Allah SWT kepada dirinya, dan tidak ada Malaikat Jibril 'alaihis salam yang turun memberi informasi dari langit tentang makna dan pengertian suatu ayat tertentu.

b)

Karena mereka tidak memahami bahasa Arab sama sekali.

c)

Karena mereka tidak pernah membaca Al-Qur'an.

d)

Karena mereka tidak memiliki kitab tafsir yang lengkap.

64.

Mengapa tafsir para sahabat tetap digunakan meskipun hanya Nabi Muhammad SAW yang menerima wahyu?

a)

Karena apa yang dijelaskan oleh para sahabat bersumber dari Nabi SAW juga, dan para sahabat berfungsi sebagai perawi atau orang yang meriwayatkan perkataan dari Nabi SAW.

b)

Karena para sahabat memiliki wahyu sendiri yang berbeda dengan Nabi SAW.

c)

Karena tafsir para sahabat selalu lebih benar daripada tafsir Nabi SAW.

d)

Karena tafsir para sahabat tidak pernah mengalami perubahan sepanjang sejarah.

65.

Sebutkan salah satu sahabat Nabi yang didoakan secara khusus oleh Nabi SAW agar diberi kemampuan menafsirkan Al-Quran!

a)

Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu.

b)

Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

c)

Umar bin Khattab radhiyallahu anhu.

d)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu.

66.

Apa isi doa Nabi SAW untuk Abdullah bin Abbas agar diberi kemampuan memahami agama dan menafsirkan Al-Quran?

a)

Allahumma faqqihhu fid din wa ‘allimhu at-ta’wil.

b)

Allahumma barik fi umrihi wa rizqihi.

c)

Allahumma inni as’aluka ilman nafi’an.

d)

Allahumma ahdini wa saddidni.

67.

Apa yang dimaksud dengan Turjumanul Quran?

a)

Orang yang punya kemampuan menerjemahkan (menafsirkan) Al-Quran.

b)

Kitab tafsir terkenal di Timur Tengah.

c)

Nama surah dalam Al-Quran.

d)

Bahasa yang digunakan dalam Al-Quran.

68.

Siapakah sahabat yang dikenal memiliki keistimewaan dalam menafsirkan Al-Quran seperti Abdullah bin Abbas?

a)

Abdullah bin Abbas

b)

Abu Hurairah

c)

Umar bin Khattab

d)

Bilal bin Rabah

69.

Sebutkan nama-nama Khulafaur Rasyidin yang juga memiliki kemampuan menafsirkan Al-Quran!

a)

Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali

b)

Abu Bakar, Umar, Khalid, dan Ali

c)

Utsman, Ali, Muawiyah, dan Umar

d)

Abu Bakar, Umar, Abu Sufyan, dan Ali

70.

Apa yang dimaksud dengan haditsul ifki yang disebutkan dalam bacaan?

a)

Berita bohong tentang kesucian Ibunda Mukminin Aisyah radhiyallahu anha.

b)

Peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

c)

Kisah hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah.

d)

Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

71.

Jelaskan mengapa seorang mufassir harus sehat aqidah menurut penjelasan pada bacaan di atas!

a)

Karena seorang mufassir yang menyimpang dari aqidah yang benar akan menafsirkan ayat-ayat Al-Quran demi kepentingan penyelewengan aqidahnya, sehingga tafsirnya tidak diakui.

b)

Karena seorang mufassir harus menguasai bahasa Arab secara mendalam.

c)

Karena seorang mufassir harus memiliki banyak pengalaman hidup.

d)

Karena seorang mufassir harus mampu menghafal seluruh isi Al-Quran.

72.

Mengapa seorang mufassir harus terbebas dari hawa nafsu dan kepentingan pribadi ketika menafsirkan ayat-ayat Al-Quran?

a)

Agar tafsir yang dihasilkan objektif, profesional, dan sesuai kaidah yang baku, serta tidak dipengaruhi oleh perasaan atau kepentingan pribadi maupun kelompok.

b)

Agar tafsir menjadi lebih mudah dipahami oleh semua orang tanpa perlu belajar ilmu tafsir.

c)

Supaya tafsir dapat disesuaikan dengan keinginan masyarakat modern.

d)

Agar tafsir dapat digunakan untuk mendukung kepentingan kelompok tertentu.

73.

Apa yang dimaksud dengan menafsirkan Al-Quran dengan Al-Quran menurut bacaan di atas?

a)

Menafsirkan ayat Al-Quran dengan ayat lain dalam Al-Quran karena Al-Quran turun dari satu sumber dan ayat-ayatnya saling menjelaskan tanpa bertentangan.

b)

Menafsirkan Al-Quran hanya berdasarkan pendapat para ulama tanpa merujuk ayat lain.

c)

Menafsirkan Al-Quran dengan menggunakan hadis semata-mata tanpa memperhatikan ayat lain.

d)

Menafsirkan Al-Quran dengan logika pribadi tanpa memperhatikan konteks ayat.

74.

Berdasarkan bacaan di atas, apa yang harus dilakukan seorang mufassir sebelum menafsirkan ayat Al-Quran?

a)

Seorang mufassir harus membaca, mengerti, dan meneliti seluruh ayat Al-Quran secara lengkap sebelum menafsirkan ayat.

b)

Seorang mufassir hanya perlu menghafal ayat-ayat Al-Quran tanpa memahami maknanya.

c)

Seorang mufassir cukup membaca terjemahan Al-Quran saja sebelum menafsirkan ayat.

d)

Seorang mufassir boleh menafsirkan ayat tanpa mempelajari konteks dan sebab turunnya ayat.

75.

Mengapa seorang mufassir tidak boleh sembarangan membuat penjelasan dari ayat yang ditafsirkan?

a)

Karena harus melakukan pengecekan kepada ayat lain dan memahami keseluruhan Al-Quran terlebih dahulu.

b)

Karena tafsir hanya boleh dilakukan oleh orang awam.

c)

Karena setiap ayat memiliki arti yang sama.

d)

Karena penjelasan ayat tidak perlu didasarkan pada sumber lain.

76.

Apa yang dimaksud dengan menafsirkan Al-Quran dengan As-Sunnah menurut bacaan di atas?

a)

Menafsirkan Al-Quran dengan As-Sunnah berarti membaca semua hadits nabi secara lengkap dan hanya memilih hadits yang maqbul saja.

b)

Menafsirkan Al-Quran dengan As-Sunnah berarti menafsirkan ayat Al-Quran hanya dengan pendapat para sahabat.

c)

Menafsirkan Al-Quran dengan As-Sunnah berarti menafsirkan ayat Al-Quran dengan logika semata tanpa dalil.

d)

Menafsirkan Al-Quran dengan As-Sunnah berarti menafsirkan ayat Al-Quran dengan kitab-kitab tafsir modern saja.

77.

Para sahabat nabi adalah orang yang ________ bagaimana tiap ayat turun ke bumi.

a)

menyaksikan langsung

b)

mendengarkan dari orang lain

c)

membaca di buku sejarah

d)

menduga-duga saja

78.

Siapakah orang yang paling mengerti dan tahu tentang suatu ayat yang turun setelah Rasulullah SAW menurut bacaan di atas?

a)

Para sahabat Nabi SAW

b)

Para tabiin

c)

Para ulama masa kini

d)

Orang-orang awam

79.

Siapakah tabi'in menurut bacaan di atas?

a)

Orang yang bertemu dengan para sahabat Nabi SAW dalam keadaan muslim

b)

Orang yang bertemu langsung dengan Rasulullah SAW

c)

Orang yang hanya membaca Al-Quran

d)

Orang yang tidak mengenal para sahabat Nabi SAW

80.

Mengapa menguasai ilmu bahasa Arab penting dalam memahami Al-Quran?

a)

Karena Al-Quran diturunkan di negeri Arab dan bahasanya adalah bahasa Arab, sehingga pemahaman bahasa Arab menjadi mutlak dan absolut.

b)

Karena bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa yang mudah dipelajari oleh semua orang.

c)

Karena semua kitab suci agama lain juga menggunakan bahasa Arab.

d)

Karena memahami bahasa Arab membuat seseorang otomatis hafal seluruh isi Al-Quran.

81.

Mengapa seorang mufassir harus memahami budaya Arab, idiom, pola pikir, dan logika yang berkembang di negeri Arab?

a)

Karena Al-Quran turun di tengah kebudayaan mereka dan pesan-pesan di dalam Al-Quran tidak akan bisa dipahami kecuali oleh bangsa Arab.

b)

Agar dapat menulis tafsir dengan gaya sastra Arab yang indah.

c)

Supaya dapat mengajarkan bahasa Arab kepada orang non-Arab.

d)

Karena semua kitab suci diturunkan di Arab.

82.

Sebutkan beberapa cabang ilmu yang harus dikuasai oleh seorang mufassir terkait dengan bahasa Arab!

a)

Adab (sastra), ilmu bayan, ilmu balaghah, ilmu-'arudh, ilmu mantiq, dan lainnya.

b)

Ilmu kedokteran, ilmu fisika, ilmu kimia, ilmu biologi, dan ilmu matematika.

c)

Ilmu ekonomi, ilmu politik, ilmu sosiologi, ilmu antropologi, dan ilmu psikologi.

d)

Ilmu komputer, teknik mesin, teknik sipil, teknik elektro, dan teknik industri.

83.

Apa yang dimaksud dengan 'Ulumul Quran' menurut bacaan di atas?

a)

Ilmu-ilmu yang terkait dengan tafsir Al-Quran, seperti ilmu asbabunnuzul, ilmu nasakh-mansukh, ilmu tentang al-'aam wal khash, ilmu tentang Al-Mujmal dan Mubayyan, dan seterusnya.

b)

Kitab-kitab hadis yang membahas kehidupan Nabi Muhammad SAW.

c)

Ilmu yang mempelajari tata cara beribadah dalam Islam.

d)

Kumpulan doa-doa yang terdapat dalam Al-Quran.

84.

Seorang mufassir yang kitab tafsirnya diakui oleh dunia Islam adalah mereka yang pakar dalam semua ilmu yang terkait dengan tafsir.

a)

Benar

b)

Salah

85.

Jelaskan perbedaan antara mufassir dan penyusun kitab tafsir berdasarkan bacaan di atas!

a)

Mufassir adalah orang yang menafsirkan Al-Quran, sedangkan penyusun kitab tafsir adalah mereka yang menuliskan tafsir dalam sebuah karya ilmiah yang dinamakan dengan kitab tafsir.

b)

Mufassir adalah orang yang hanya membaca Al-Quran, sedangkan penyusun kitab tafsir adalah orang yang menghafal Al-Quran.

c)

Mufassir adalah orang yang menulis tafsir, sedangkan penyusun kitab tafsir adalah orang yang menerjemahkan Al-Quran.

d)

Mufassir adalah orang yang mengajarkan Al-Quran, sedangkan penyusun kitab tafsir adalah orang yang mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran.

86.

Berdasarkan bacaan di atas, apakah setiap mufassir pasti menulis kitab tafsir?

a)

Tidak, mufassir belum tentu menulis kitab tafsir.

b)

Ya, setiap mufassir pasti menulis kitab tafsir.

c)

Semua mufassir wajib menulis kitab tafsir.

d)

Setiap mufassir hanya membaca kitab tafsir.

87.

Siapakah contoh mufassir yang tidak menulis kitab tafsir?

a)

Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan para tabi’in.

b)

Imam Al-Ghazali, Imam Syafi’i, dan Imam Malik.

c)

Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, dan Al-Tabari.

d)

Sayyid Qutb, Hamka, dan Quraish Shihab.

88.

Berdasarkan bacaan, mengapa Nabi Muhammad SAW tidak menulis kitab tafsir atau memerintahkan sahabat untuk menulis kitab tafsir?

a)

Karena pada masa kenabian dan para sahabat, belum dikenal penerbitan buku seperti zaman sekarang, dan teknik penulisan masih sangat sederhana.

b)

Karena tafsir Al-Qur'an sudah lengkap sejak awal diturunkan.

c)

Karena para sahabat sudah hafal seluruh isi Al-Qur'an tanpa perlu penjelasan tambahan.

d)

Karena menulis kitab tafsir dianggap tidak penting pada masa itu.

89.

Apa alasan utama mushaf Al-Quran pada masa kenabian tidak berbentuk buku seperti sekarang?

a)

Karena kertas belum ditemukan

b)

Karena teknik penulisan masih sederhana dan media penulisan berupa kulit hewan, pelepah kurma, batu pipih, atau tulang pipih

c)

Karena Al-Quran belum lengkap

d)

Karena tidak ada yang bisa menulis

90.

Siapakah khalifah yang pertama kali menyusun mushaf Al-Quran menjadi buku seperti yang kita kenal sekarang?

a)

Khalifah Utsman bin Al-Affan radhiyallahu anhu

b)

Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu

c)

Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu anhu

d)

Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu

91.

Mengapa Rasulullah SAW melarang penulisan apapun yang bukan termasuk ayat Al-Quran?

a)

Agar tidak terjadi percampuran atau kesisipan antara ayat Al-Quran dan hadits atau informasi lain.

b)

Agar umat Islam tidak menulis sama sekali.

c)

Karena menulis dianggap perbuatan sia-sia.

d)

Supaya hanya para sahabat tertentu yang boleh menulis.

92.

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, apa yang dilakukan para sahabat ketika Rasulullah SAW datang?

a)

Menulis hadits

b)

Membaca Al-Quran

c)

Berdiskusi

d)

Berdoa

93.

Apa alasan utama hanya Al-Quran yang boleh ditulis pada masa itu?

a)

Agar tidak terjadi percampuran atau kesisipan tanpa sengaja antara ayat Al-Quran dan tulisan lain.

b)

Karena pada masa itu tidak ada alat tulis lain yang tersedia.

c)

Karena menulis selain Al-Quran dianggap tidak penting.

d)

Karena semua orang sudah hafal isi Al-Quran.

94.

Segala ilmu dan informasi dari Nabi SAW kepada para sahabat pada masa itu hanya dihafal luar kepala.

a)

True

b)

False

95.

Berdasarkan bacaan di atas, pada generasi keberapa hadits-hadits mulai ditulis dalam bentuk buku?

a)

Pada generasi kesekian.

b)

Pada generasi pertama.

c)

Pada generasi kedua.

d)

Pada generasi ketiga.

96.

Siapakah khalifah yang memerintahkan penulisan hadits dalam satu buku menurut bacaan di atas?

a)

A. Abu Bakar bin Hazm

b)

B. Umar bin Abdul Aziz

c)

C. Imam Syafi'i

d)

D. Muhammad bin Syihab Az-Zuhri

97.

Mengapa upaya pembukuan hadits oleh Umar bin Abdul Aziz dianggap belum sempurna?

a)

Karena Umar bin Abdul Aziz wafat sebelum Abu Bakar bin Hazm mengirimkan hasil pembukuan hadits kepadanya.

b)

Karena tidak ada ulama yang mendukung pembukuan hadits pada masa itu.

c)

Karena seluruh hadits sudah dibukukan sebelumnya oleh sahabat Nabi.

d)

Karena Umar bin Abdul Aziz melarang penulisan hadits secara tertulis.

98.

Peran Imam Muhammad bin Syihab Az-Zuhri dalam pembukuan hadits adalah...

a)

Sebagai pelopor pembukuan hadits atas perintah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

b)

Sebagai penulis kitab tafsir pertama.

c)

Sebagai penyusun kitab fiqih pertama.

d)

Sebagai pengumpul Al-Qur'an pertama.