wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LATIHAN UP 1-10

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru PAI, Pak Ahmad, sedang merancang pembelajaran tentang pembentukan akhlak karimah. Beliau ingin peserta didiknya tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menunjukkan perubahan sikap dalam kehidupan sehari-hari, seperti meningkatnya rasa syukur, kejujuran, dan empati. Rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai dengan deskripsi tersebut adalah...

a)

Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan pengertian akhlak karimah dengan benar.

b)

Melalui metode studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi tiga contoh akhlak karimah dalam sejarah Islam.

c)

Dengan mengamati video tentang kisah inspiratif, peserta didik dapat menyebutkan hikmah memiliki akhlak karimah.

d)

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembiasaan dan refleksi, peserta didik mampu menunjukkan sikap syukur dan jujur secara konsisten dalam interaksi dengan teman sebaya.

e)

Peserta didik dapat mengerjakan soal-soal evaluasi terkait materi akhlak karimah dengan nilai di atas KKM.

2.

Dalam sebuah kelas PAI, muncul diskusi mengenai kasus pernikahan beda agama yang terjadi di lingkungan sekitar siswa. Seorang guru ingin memanfaatkan kasus ini untuk mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik sesuai dengan hukum Islam yang berlaku di Indonesia. Rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling tepat adalah...

a)

Peserta didik dapat menghafal dalil naqli tentang larangan pernikahan beda agama.

b)

Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dan membandingkan berbagai pandangan ulama serta implikasi hukum pernikahan beda agama di Indonesia.

c)

Peserta didik dapat menceritakan kembali kasus pernikahan beda agama yang mereka ketahui.

d)

Peserta didik dapat menunjukkan sikap toleransi terhadap pelaku pernikahan beda agama.

e)

Peserta didik dapat membuat poster tentang syarat sah pernikahan dalam Islam.

3.

Disajikan materi mengenai kriteria hadis shahih, di mana salah satu unsurnya adalah keadilan perawi (bersifat adil). Guru ingin mengaitkan konsep 'adil' ini dengan semangat gotong royong dalam sebuah proyek kelompok. Rumusan tujuan pembelajaran ranah keterampilan yang paling sesuai adalah...

a)

Peserta didik dapat menjelaskan syarat-syarat sebuah hadis dikategorikan shahih.

b)

Peserta didik dapat menunjukkan sikap adil saat bermain dengan teman.

c)

Secara berkelompok, peserta didik dapat merancang dan melaksanakan sebuah proyek sosial sederhana yang mencerminkan nilai keadilan dan kerja sama untuk kepentingan bersama.

d)

Peserta didik dapat menuliskan kembali biografi salah satu perawi hadis yang terkenal adil.

e)

Peserta didik dapat mempresentasikan hasil diskusi tentang kriteria hadis shahih.

4.

Seorang guru PAI menghadapi peserta didik yang mempertanyakan konsep takdir dan tradisi lokal seperti "tolak bala" yang dianggap bertentangan. Guru ingin merumuskan indikator tujuan pembelajaran yang dapat membuat siswa menerima tradisi tanpa mengorbankan akidah. Rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling tepat adalah...

a)

Peserta didik dapat membedakan antara takdir mubram dan muallaq.

b)

Peserta didik mampu menjelaskan sejarah munculnya tradisi "tolak bala" di masyarakat.

c)

Peserta didik menunjukkan sikap menghargai kearifan lokal sebagai bagian dari budaya, sambil tetap memurnikan akidah tauhid dalam menyikapi konsep takdir.

d)

Peserta didik dapat menyebutkan dalil-dalil Al-Qur'an tentang takdir.

e)

Peserta didik dapat mempraktikkan doa-doa yang sesuai syariat untuk menolak bala.

5.

Dalam materi tentang Ulumul Qur'an, guru membahas konsep ayat muhkamat (jelas maknanya) dan mutasyabihat (samar maknanya). Guru ingin mendorong siswa agar tidak berpikir sempit dan kaku, serta mampu melihat hikmah di balik adanya ayat-ayat mutasyabihat. Rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai adalah...

a)

Peserta didik dapat menghafal contoh-contoh ayat muhkamat dan mutasyabihat.

b)

Peserta didik dapat menganalisis hikmah keberadaan ayat mutasyabihat sebagai stimulus bagi umat Islam untuk terus belajar dan menggunakan akal secara dinamis.

c)

Peserta didik dapat menyebutkan definisi ayat muhkamat dan mutasyabihat.

d)

Peserta didik menunjukkan sikap hati-hati ketika menafsirkan ayat mutasyabihat.

e)

Peserta didik dapat menuliskan kembali ayat-ayat mutasyabihat dengan benar.

6.

Seorang guru PAI merencanakan pembelajaran tentang ayat muhkamat dan mutasyabihat dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Guru tersebut menyajikan sebuah artikel tentang kelompok ekstremis yang menggunakan ayat mutasyabihat untuk membenarkan tindakan mereka. Analisis materi ajar kajian tafsir yang paling tepat berdasarkan struktur keilmuan pada perencanaan tujuan pembelajaran ini adalah...

a)

Materi ajar harus fokus pada hafalan ayat-ayat mutasyabihat untuk mencegah kesalahan tafsir.

b)

Materi ajar harus mencakup perbandingan tafsir dari berbagai mazhab tanpa perlu mengaitkannya dengan masalah kontekstual.

c)

Materi ajar harus disusun dari konsep dasar (definisi muhkam-mutasyabih), kaidah penafsiran yang benar, hingga analisis kritis terhadap contoh penyalahgunaan ayat mutasyabihat dalam kasus yang disajikan.

d)

Materi ajar cukup berisi kumpulan pendapat ulama klasik tentang ayat mutasyabihat.

7.

Dalam pelaksanaan pembelajaran materi klasifikasi hadis, seorang guru PAI menerapkan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) di mana siswa diminta membuat sebuah film pendek yang menceritakan proses seorang ulama dalam menyeleksi hadis. Analisis materi ajar klasifikasi hadis yang paling tepat berdasarkan struktur keilmuan pada pelaksanaan tujuan pembelajaran tersebut adalah...

a)

Memberikan seluruh materi tentang ilmu hadis di awal pembelajaran, kemudian siswa dibiarkan bebas berkreasi.

b)

Fokus pada aspek sinematografi dan penyuntingan video agar hasilnya menarik.

c)

Membimbing siswa secara bertahap: mulai dari memahami konsep dasar (shahih, hasan, dhaif), lalu mempelajari biografi perawi (ilmu rijal), hingga menerapkan pengetahuan itu dalam menyusun skenario film yang akurat secara ilmiah.

d)

Meminta setiap kelompok untuk menghafalkan 10 contoh hadis dari setiap klasifikasi.

e)

Menayangkan beberapa contoh film tentang sejarah Islam sebagai referensi utama.

8.

Seorang guru, Pak Ridwan, melakukan evaluasi pembelajaran pada materi rahasia takdir dengan pendekatan Discovery-Based Learning (DBL). Beliau menyajikan narasi tentang seseorang yang gagal berkali-kali dalam usahanya namun akhirnya menemukan kesuksesan di bidang yang berbeda. Untuk mengukur pemahaman siswa, guru meminta mereka menguraikan hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Uraian materi ajar yang paling tepat adalah...

a)

Takdir adalah ketetapan Allah, sedangkan hari akhir adalah akhir dari segalanya.

b)

Kegagalan dalam usaha adalah bagian dari takdir yang harus diterima dengan pasrah, dan pahalanya akan diterima di hari akhir.

c)

Iman kepada takdir mengajarkan bahwa setiap usaha (ikhtiar) adalah ibadah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir, terlepas dari hasilnya di dunia. Kesuksesan sejati adalah saat amal usaha itu diterima Allah.

d)

Seseorang harus terus mencoba sampai berhasil karena itu adalah bukti iman kepada hari akhir.

e)

Hubungan takdir dan hari akhir terdapat dalam rukun iman yang harus dihafalkan.

9.

Soal 9: Seorang guru sedang merancang materi ajar tentang pembentukan akhlak karimah sebagai pilar pengembangan karakter bangsa dengan pendekatan TPACK. Alur materi ajar yang paling logis dan sesuai dengan pendekatan tersebut untuk perencanaan tujuan pembelajaran adalah... A. Dimulai dengan definisi akhlak, dalil naqli, kemudian contoh dari kisah para nabi. B. Menayangkan video tentang krisis moral remaja, lalu meminta siswa berdiskusi, dan diakhiri dengan tugas merangkum. C. Mengidentifikasi tantangan karakter di era digital (misal: cyberbullying, hoaks) -> Menganalisis konsep akhlak karimah (tabayun, amanah, santun) dari sumber ajaran Islam -> Mengintegrasikan solusi berbasis teknologi (misal: membuat kampanye digital positif) sebagai proyek akhir. D. Memberikan daftar akhlak terpuji untuk dihafalkan dan dipraktikkan selama satu semester. E. Mengundang seorang motivator untuk memberikan ceramah tentang pentingnya akhlak.

a)

A. Dimulai dengan definisi akhlak, dalil naqli, kemudian contoh dari kisah para nabi.

b)

B. Menayangkan video tentang krisis moral remaja, lalu meminta siswa berdiskusi, dan diakhiri dengan tugas merangkum.

c)

C. Mengidentifikasi tantangan karakter di era digital (misal: cyberbullying, hoaks) -> Menganalisis konsep akhlak karimah (tabayun, amanah, santun) dari sumber ajaran Islam -> Mengintegrasikan solusi berbasis teknologi (misal: membuat kampanye digital positif) sebagai proyek akhir.

d)

D. Memberikan daftar akhlak terpuji untuk dihafalkan dan dipraktikkan selama satu semester.

e)

E. Mengundang seorang motivator untuk memberikan ceramah tentang pentingnya akhlak.

10.

Soal 10: Dalam pelaksanaan pembelajaran materi fikih kontemporer (misalnya tentang jual beli online dan dropshipping), seorang guru menggunakan pendekatan Deeper Learning (DL). Penentuan alur materi ajar yang paling sesuai dengan pendekatan tersebut adalah...

a)

A. Menjelaskan rukun dan syarat jual beli konvensional, lalu memberikan daftar hukum jual beli online menurut beberapa ulama.

b)

B. Siswa diminta mencari sendiri hukum dropshipping di internet dan mempresentasikannya.

c)

C. Dimulai dengan studi kasus nyata tentang masalah dalam transaksi dropshipping -> Siswa dibimbing untuk menganalisis kasus tersebut menggunakan prinsip-prinsip dasar muamalah (tidak ada gharar, maysir, riba) -> Siswa merumuskan solusi atau kriteria transaksi online yang sesuai syariah.

d)

D. Guru memberikan ceramah tentang bahaya riba dalam jual beli modern.

e)

E. Memberikan kuis tentang istilah-istilah dalam jual beli online.