WorksheetsLATIHAN UP sampai 30
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Seorang guru mendapati materi kajian tafsir sering dianggap kering dan tidak relevan oleh siswa. Untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan berorientasi pada pembentukan karakter, guru menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Strategi yang paling tepat adalah...
Guru memilihkan ayat-ayat yang dianggap sulit dan meminta siswa menafsirkannya secara mandiri.
Guru menafsirkan ayat demi ayat secara tradisional di depan kelas, dan siswa menyimaknya.
Guru menyajikan sebuah masalah nyata dari lingkungan sekitar (misalnya, masalah sampah dan kerusakan lingkungan), kemudian siswa secara berkelompok diminta mencari, menganalisis, dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan kelestarian alam untuk merumuskan solusi.
Menguji hafalan siswa terhadap beberapa ayat pilihan beserta terjemahan literalnya.
Meminta siswa untuk meringkas isi dari beberapa kitab tafsir klasik yang berbeda.
Dalam materi "Hubungan Takdir dengan Iman kepada Hari Akhir", guru ingin menciptakan suasana belajar yang membahagiakan dan memotivasi siswa dengan pendekatan Discovery-Based Learning (DBL). Penggunaan strategi yang paling tepat adalah...
Guru memberikan daftar pertanyaan tentang takdir dan hari akhir untuk dijawab siswa.
Guru menyajikan video inspiratif tentang seorang atlet difabel yang berhasil meraih prestasi. Siswa kemudian dibimbing untuk "menemukan" dan menyimpulkan sendiri makna ikhtiar sebagai wujud iman pada takdir, dan bagaimana setiap tetes keringat usaha itu akan menjadi saksi amal di hari akhir.
Menjelaskan secara rinci konsep takdir mubram, muallaq, dan tanda-tanda hari kiamat.
Meminta siswa untuk menghafalkan dalil-dalil yang menghubungkan takdir dengan hari akhir.
Mengadakan permainan kuis cepat tepat tentang materi rukun iman.
Materi fikih kontemporer seringkali menimbulkan kebingungan dan dilema personal bagi siswa (misal: hukum bunga bank, status cryptocurrency). Guru ingin menciptakan suasana belajar yang progresif dengan model pembelajaran berbasis pelayanan bimbingan konseling. Model yang paling tepat adalah...
Guru langsung memberikan fatwa final dari MUI tentang semua masalah tersebut.
Mengadakan debat terbuka agar siswa bisa saling beradu argumen.
C. Guru berperan sebagai fasilitator, membuka ruang diskusi yang aman di mana siswa dapat menyuarakan kebingungan mereka. Guru kemudian membimbing siswa untuk menelusuri berbagai pandangan ulama (tanpa menghakimi) dan membantu mereka membangun kerangka berpikir untuk mengambil keputusan pribadi yang bisa dipertanggungjawabkan.
D. Memberikan tugas riset kepada siswa tentang sejarah perkembangan fikih muamalah.
E. Memberikan tes objektif untuk mengukur pengetahuan siswa tentang istilah-istilah fikih kontemporer.
Soal 24 (Sesuai penomoran di kisi-kisi: 33): Materi perkembangan kepemimpinan Islam disajikan dengan cara yang monoton sehingga siswa kurang tertarik. Guru ingin menciptakan lingkungan belajar yang adaptif untuk menghasilkan lulusan berkarakter unggul. Pendekatan pembelajaran yang paling relevan adalah...
B. Mengubah format pembelajaran menjadi gamifikasi, di mana siswa dibagi menjadi "kabilah-kabilah" yang bersaing untuk mencapai "puncak peradaban" dengan menyelesaikan misi-misi yang berisi tantangan dari materi sejarah kepemimpinan Islam.
C. Meminta semua siswa untuk membuat ringkasan dari setiap periode kepemimpinan.
D. Menayangkan film kolosal tentang perang-perang dalam sejarah Islam.
E. Memberikan tugas untuk menghafalkan nama-nama pemimpin dinasti Islam.
A. Menggunakan metode ceramah yang diperkaya dengan slide presentasi yang menarik.
Soal 25 (Sesuai penomoran di kisi-kisi: 34): Materi pendidikan nilai dan karakter terasa abstrak dan tidak membumi bagi siswa. Guru ingin menciptakan lingkungan belajar yang progresif. Pendekatan pembelajaran yang paling relevan adalah...
A. Memberikan daftar nilai-nilai karakter yang harus dihafalkan dan dipahami oleh siswa.
B. Guru menceritakan kisah-kisah keteladanan dari para sahabat Nabi.
C. Menerapkan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) di mana siswa diminta mengidentifikasi satu masalah karakter di sekolah (misal: kurangnya empati), kemudian merancang dan melaksanakan sebuah "proyek kebaikan" atau kampanye sosial untuk mengatasi masalah tersebut secara nyata.
D. Meminta siswa menulis esai reflektif tentang pentingnya memiliki karakter yang baik.
E. Mengadakan sesi motivasi dengan mengundang seorang tokoh masyarakat.
Soal 26 (Sesuai penomoran di kisi-kisi: 36): Dalam pembelajaran materi kajian tafsir dengan pendekatan PBL, guru ingin menilai aspek sikap (misalnya, kemampuan kerja sama dan menghargai pendapat). Teknik asesmen yang paling tepat adalah...
A. Ujian Tulis Pilihan Ganda
C. Lembar Observasi (Pengamatan) Sikap
D. Ujian Praktik Membaca Al-Qur'an
E. Penilaian Portofolio
B. Tes Lisan
Indikator 37 Soal 27 (Sesuai penomoran di kisi-kisi: 37): Seorang guru menerapkan pendekatan PjBL pada materi klasifikasi hadis, di mana produk akhirnya adalah sebuah infografis digital. Untuk menilai hasil proyek tersebut, instrumen asesmen yang paling tepat untuk mengukur aspek keterampilan adalah...
A. Soal Esai
B. Skala Sikap (Angket)
C. Rubrik Penilaian Proyek/Produk
D. Kuis Cepat
E. Catatan Anekdotal
Pembelajaran materi mukjizat, karamah, dan sihir dilaksanakan di lingkungan belajar yang siswanya sangat aktif menggunakan media sosial dan sering terpapar informasi mistis yang tidak valid. Instrumen asesmen yang tepat untuk mengukur aspek pengetahuan (kemampuan membedakan) adalah...
Tes praktik melakukan ruqyah mandiri.
Observasi sikap siswa saat menonton video tentang sihir.
Studi kasus analisis, di mana siswa disajikan beberapa cuplikan konten TikTok atau YouTube tentang "kesaktian", lalu mereka diminta untuk menganalisis dan mengklasifikasikan mana yang termasuk kategori sihir, karamah, atau hoaks berdasarkan ciri-ciri yang telah dipelajari.
Angket minat siswa terhadap hal-hal gaib.
Penilaian diri tentang keyakinan terhadap mukjizat.
Soal 29 (Sesuai penomoran di kisi-kisi: 41): Dalam pembelajaran materi fikih kontemporer, tujuan pembelajarannya adalah agar siswa mampu merumuskan pandangan pribadi yang moderat terhadap isu khilafiyah (perbedaan pendapat). Instrumen asesmen yang tepat untuk mengukur aspek keterampilan berpikir (merumuskan pandangan) adalah...
A. Tes pilihan ganda tentang hukum-hukum fikih kontemporer.
B. Penugasan menulis esai argumentatif dengan judul "Pandanganku tentang... (contoh: Ucapan Selamat Natal) Berdasarkan Analisis Perbedaan Pendapat Ulama".
C. Praktik ibadah sesuai dengan salah satu pandangan fikih.
D. Lembar observasi keaktifan diskusi.
E. Kuis lisan untuk menguji hafalan dalil.
Soal 30 (Sesuai penomoran di kisi-kisi: 45): Pada materi Islam sebagai agama yang moderat, asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pemahaman yang cenderung tekstual dan kaku. Dengan mempertimbangkan hasil tersebut, instrumen asesmen akhir (sumatif) yang paling tepat untuk mengukur aspek pengetahuan adalah...
A. Tes ulang pilihan ganda yang sama persis dengan asesmen awal.
E. Penilaian sikap melalui angket.
D. Penilaian hafalan dalil-dalil tentang toleransi.
B. Tugas membuat rangkuman tentang definisi moderasi.
C. Ujian dengan soal-soal studi kasus (vignette) yang menyajikan berbagai situasi sosial keagamaan, di mana siswa diminta memberikan solusi atau respons yang mencerminkan
