Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Sejarah X (Bab I Pengantar Ilmu Sejarah)

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.
Sejarah sebagai peristiwa memiliki sifat **unik** karena peristiwa sejarah tidak akan pernah terulang kembali sama persis. Sifat unik ini merujuk pada aspek apa dalam kajian sejarah?
a)
Cara penulis menyusun cerita sejarah agar menarik
b)
Objek dan subjeknya yang terus berkembang
c)
Ruang dan waktu terjadinya peristiwa tersebut
d)
Proses pencarian dan interpretasi sumber yang kritis
2.
Pernyataan yang paling tepat menggambarkan sejarah sebagai **kisah** adalah...
a)
Sejarah adalah ilmu yang meneliti peristiwa masa lalu dengan metode ilmiah.
b)
Sejarah adalah penafsiran terhadap suatu kejadian dengan mempertimbangkan keindahan bahasa.
c)
Sejarah adalah rekonstruksi peristiwa masa lalu yang disampaikan oleh seseorang.
d)
Sejarah adalah suatu kejadian yang benar-benar terjadi dan tidak bisa diulang.
3.
Salah satu ciri utama sejarah sebagai **ilmu** adalah adanya generalisasi. Apa yang dimaksud dengan generalisasi dalam konteks ini?
a)
Penulisan sejarah yang menggunakan gaya bahasa indah.
b)
Penyampaian cerita sejarah secara kronologis dan naratif.
c)
Peristiwa sejarah yang hanya terjadi satu kali dan tidak bisa terulang.
d)
Mengambil kesimpulan dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu.
4.
Karakteristik sejarah sebagai **seni** berkaitan erat dengan aspek...
a)
Intuisi, imajinasi, dan gaya penulisan.
b)
Fakta yang abadi dan tidak berubah.
c)
Objektivitas dan verifikasi sumber.
d)
Penggunaan metode penelitian ilmiah yang ketat.
5.
Apa perbedaan mendasar antara sejarah sebagai **peristiwa** dan sejarah sebagai **kisah**?
a)
Peristiwa adalah realitas yang terjadi, sedangkan kisah adalah interpretasi atau rekonstruksi dari realitas tersebut.
b)
Peristiwa tidak bisa diulang, sedangkan kisah bisa diulang.
c)
Peristiwa bersifat subjektif, sedangkan kisah bersifat objektif
d)
Peristiwa terjadi di masa lalu, sedangkan kisah terjadi di masa kini.
6.
Dalam kajian sejarah, aspek **ilmu** dan **seni** saling melengkapi. Bagaimana keterkaitan tersebut dapat dijelaskan?
a)
Ilmu bersifat subjektif, sedangkan seni bersifat objektif.
b)
Ilmu adalah alat untuk menemukan fakta, sedangkan seni adalah cara untuk menyampaikan fakta tersebut.
c)
Ilmu memberikan fakta, sedangkan seni memberikan imajinasi tanpa dasar.
d)
Ilmu hanya berfokus pada peristiwa politik, sedangkan seni berfokus pada peristiwa sosial.
7.
Seseorang yang mengatakan bahwa sejarah hanya dapat dipelajari dengan hafalan tanggal dan nama-nama tokoh, berarti ia hanya melihat sejarah sebagai...
a)
Peristiwa
b)
Seni
c)
Ilmu
d)
Kisah
8.
Mengapa konsep **waktu** dalam sejarah tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk kronologi, tetapi juga sebagai alat untuk mengukur **perubahan dan kesinambungan**?
a)
Karena waktu memungkinkan sejarawan membandingkan kondisi sosial, politik, dan ekonomi pada periode yang berbeda untuk mengidentifikasi pola perkembangan atau kemandegan.
b)
Karena semua peristiwa sejarah memiliki durasi yang sama dan dapat diukur.
c)
Karena waktu adalah satu-satunya elemen yang bersifat konstan dalam sejarah.
d)
Karena dengan mengurutkan peristiwa, kita dapat mengetahui mana yang lebih penting.
9.
Sebuah kota pelabuhan yang berkembang pesat menjadi pusat perdagangan pada abad ke-17 mengalami kemunduran drastis pada abad ke-19 setelah jalur perdagangan laut berpindah. Analisis peristiwa ini paling efektif menggunakan pendekatan **sinkronik** karena...
a)
Memungkinkan sejarawan menganalisis secara mendalam berbagai faktor yang berinteraksi dalam satu titik waktu (abad ke-19) dan lokasi tertentu (kota pelabuhan), seperti kondisi ekonomi, kebijakan politik, dan teknologi perkapalan yang menyebabkan kemunduran.
b)
Fokus pada rentang waktu yang panjang untuk melihat seluruh perjalanan kota tersebut.
c)
Menghubungkan kemunduran kota dengan peristiwa lain di seluruh dunia pada periode yang sama.
d)
Mengisolasi peristiwa ini dari konteks ruang dan waktu lainnya.
10.
Mengisolasi peristiwa ini dari konteks ruang dan waktu lainnya.
a)
Hanya mempertimbangkan aspek waktu, bukan ruang.
b)
Mengabaikan fakta bahwa rakyat biasa juga merupakan pelaku sejarah yang memengaruhi dan dipengaruhi oleh peristiwa, bukan sekadar penonton pasif.
c)
Terlalu fokus pada detail kecil yang tidak signifikan.
d)
Gagal melihat manusia sebagai subjek aktif dan pasif dalam sejarah.
11.
Pendekatan sejarah yang hanya berfokus pada dimensi **ruang** (lokasi geografis) dan mengabaikan **waktu** (proses perkembangan) cenderung menghasilkan pemahaman yang keliru karena...
a)
Menghasilkan narasi sejarah yang terlalu subjektif.
b)
Tidak bisa menjelaskan mengapa peristiwa-peristiwa penting terjadi di tempat yang sama.
c)
Melewatkan peran manusia dalam membentuk sejarah di lokasi tersebut.
d)
Gagal memahami bahwa kondisi geografis suatu tempat bersifat dinamis dan terus berubah seiring waktu.
12.
Suatu riset sejarah yang menganalisis dampak Revolusi Industri di Inggris pada abad ke-18 dan ke-19 terhadap urbanisasi, teknologi, dan kelas sosial, paling akurat jika didasarkan pada hubungan antara **waktu dan ruang** karena...
a)
Revolusi Industri hanya terjadi di Inggris dan tidak menyebar ke tempat lain.
b)
Memisahkan faktor-faktor tersebut dari konteks geografisnya.
c)
Peristiwa tersebut terjadi pada periode waktu yang singkat, sehingga fokusnya hanya pada satu momen.
d)
Dampak-dampak yang diteliti (urbanisasi, teknologi, kelas sosial) tidak dapat dipahami tanpa mempertimbangkan bagaimana perubahan terjadi secara berkelanjutan (**waktu**) di lokasi geografis tertentu (**ruang**).
13.
Jika seorang sejarawan mencoba menjelaskan mengapa Kerajaan Majapahit runtuh hanya dengan melihat konflik internal di istana, ia gagal menerapkan kajian sejarah secara holistik karena...
a)
Hanya menggunakan sumber primer yang dapat dipertanyakan kebenarannya.
b)
Sejarawan harus selalu menggunakan pendekatan diakronik, bukan sinkronik.
c)
Ia hanya berfokus pada dimensi **ruang** (istana) dan **manusia** (konflik internal) tanpa mempertimbangkan dimensi **waktu** (perkembangan dan perubahan) dan faktor lain di luar istana, seperti kondisi sosial, ekonomi, dan pengaruh eksternal.
d)
Konflik internal tidak memiliki peran signifikan dalam kejatuhan kerajaan.
14.
Pendekatan terbaik untuk menganalisis suatu peristiwa sejarah seperti Perang Dunia II adalah dengan mengintegrasikan ketiga dimensi (**manusia, waktu, dan ruang**). Pernyataan yang paling tepat menggambarkan sintesis ini adalah...
a)
Menentukan peran setiap individu dalam perang dan seberapa lama mereka terlibat.
b)
Analisis terpisah terhadap tindakan para pemimpin (manusia), durasi konflik (waktu), dan lokasi pertempuran (ruang).
c)
Hanya berfokus pada dampak jangka pendek dari perang, tanpa melihat konsekuensi jangka panjangnya.
d)
Mengkaji bagaimana keputusan para pemimpin (**manusia**) memicu pertempuran yang meluas ke berbagai benua (**ruang**) dan bagaimana dampak-dampak tersebut membentuk tatanan dunia baru dalam rentang waktu yang panjang (**waktu**).
15.
Pendekatan **diakronik** dalam sejarah sering dianggap sebagai 'berpikir memanjang dalam waktu'. Manakah dari pernyataan berikut yang paling akurat menggambarkan keunggulan pendekatan ini dalam menganalisis suatu revolusi politik?
a)
Pendekatan ini memungkinkan sejarawan untuk membandingkan kondisi sosial-ekonomi di berbagai wilayah pada satu waktu yang sama.
b)
Pendekatan ini membantu mengidentifikasi akar permasalahan dan tahapan perkembangan revolusi dari awal hingga akhir, termasuk dampak jangka panjangnya.
c)
Pendekatan ini memberikan deskripsi mendalam tentang dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi secara bersamaan pada puncak revolusi.
d)
Pendekatan ini lebih fokus pada peran individu yang memimpin revolusi daripada konteks historisnya.
16.
Pernyataan "Krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 merupakan akibat dari kombinasi utang luar negeri yang tinggi, kebijakan moneter yang salah, dan instabilitas politik regional" paling tepat menggunakan konsep **kausalitas** karena...
a)
Menganalisis krisis dari masa ke masa tanpa melihat faktor-faktor lain.
b)
Mengidentifikasi sebab-sebab majemuk yang secara simultan berkontribusi terhadap terjadinya suatu akibat tunggal.
c)
Menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lain yang terjadi di waktu yang berbeda.
d)
Terbentuknya solidaritas mekanis yang kuat di perkotaan.
17.
Seorang sejarawan sedang meneliti dampak kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Kepulauan Maluku pada abad ke-16. Untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif, ia perlu menggunakan pendekatan **sinkronik**. Alasan yang paling mendukung penggunaan pendekatan ini adalah...
a)
Untuk mengurutkan secara kronologis peristiwa-peristiwa penting yang terjadi setelah kedatangan bangsa Eropa.
b)
Untuk menganalisis secara mendalam bagaimana kedatangan bangsa Eropa berinteraksi dengan kondisi politik, struktur sosial, dan sistem perdagangan rempah-rempah yang sudah ada di Maluku pada satu titik waktu yang sama.
c)
Untuk melacak jalur pelayaran bangsa-bangsa Eropa dari waktu ke waktu.
d)
Untuk membandingkan struktur sosial, ekonomi, dan politik di Maluku pada abad ke-16 dengan kondisi saat ini.
18.
Mengapa **periodisasi** dalam sejarah seringkali bersifat subjektif dan dapat diperdebatkan?
a)
Karena periodisasi hanya berlaku untuk sejarah Eropa, bukan sejarah global.
b)
Karena tidak ada peristiwa sejarah yang dapat diukur secara pasti.
c)
Karena setiap sejarawan memiliki tanggal dan peristiwa favorit yang berbeda.
d)
Karena pembagian periodisasi seringkali didasarkan pada kriteria yang berbeda, tergantung pada perspektif sejarawan, seperti aspek politik, sosial, atau ekonomi.
19.
Seorang sejarawan sedang mengkaji Perang Dunia I. Ia memutuskan untuk menggunakan pendekatan **diakronik** dan **kausalitas**. Kombinasi ini sangat efektif untuk...
a)
Menjelaskan bagaimana sebuah peristiwa tunggal menjadi penyebab utama terjadinya perang.
b)
Melacak secara berurutan faktor-faktor yang berkembang dari waktu ke waktu, seperti ketegangan antarnegara dan perlombaan senjata, yang pada akhirnya memicu pecahnya perang.
c)
Mengidentifikasi peran setiap negara dan aliansi pada satu titik waktu yang sama.
d)
Memberikan deskripsi rinci tentang kondisi medan perang di berbagai front.
20.
Jika seorang sejarawan menulis tentang **gerakan Reformasi di Indonesia tahun 1998** dan ia menganalisisnya hanya dengan mengacu pada kejatuhan Orde Baru tanpa mempertimbangkan konteks sosial-politik di Asia Tenggara pada saat yang sama, ia telah mengabaikan pentingnya konsep...
a)
Diakronik
b)
Kausalitas
c)
Sinkronik
d)
Periodisasi
21.
Dalam penelitian mengenai sejarah pergerakan nasional, seorang sejarawan menemukan dua sumber: (1) surat pribadi Mohammad Hatta kepada Sutan Syahrir pada tahun 1935, dan (2) buku biografi Mohammad Hatta yang ditulis oleh sejarawan modern pada tahun 2000. Manakah sumber yang memiliki nilai otentisitas tertinggi dan mengapa?
a)
Surat pribadi Mohammad Hatta (Sumber Sekunder), karena surat tersebut lebih rinci dan otentik daripada biografi.
b)
Keduanya memiliki nilai otentisitas yang sama, karena sama-sama merujuk pada data dan tokoh yang sama.
c)
Surat pribadi Mohammad Hatta (Sumber Primer), karena merupakan kesaksian langsung dari pelaku sejarah pada masanya.
d)
Buku biografi Mohammad Hatta (Sumber Sekunder), karena telah melalui proses interpretasi dan kritik oleh sejarawan modern.
22.
Seorang peneliti sejarah maritim Indonesia menemukan peta laut buatan Belanda tahun 1850 di sebuah arsip. Peta ini menunjukkan jalur pelayaran dan lokasi pelabuhan penting. Namun, peneliti curiga peta tersebut mungkin sengaja dilebih-lebihkan atau diubah untuk kepentingan kolonial. Tahap verifikasi yang paling tepat dilakukan peneliti selanjutnya adalah...
a)
Langsung membuat interpretasi berdasarkan peta tersebut, namun dengan catatan bahwa peta mungkin bias.
b)
Menyerahkan peta tersebut kepada ahli kartografi untuk memastikan keaslian tinta dan kertasnya (kritik eksternal).
c)
Melakukan perbandingan (korespondensi) antara peta tersebut dengan data laporan-laporan pelayaran kapal dagang Inggris pada periode yang sama.
d)
Melakukan kritik internal dengan menganalisis motivasi pembuat peta berdasarkan latar belakang sosial-politik mereka.
23.
Data sejarah menyatakan bahwa pada tahun 1948 terjadi Agresi Militer Belanda II. Agar data ini dapat diangkat menjadi **fakta sejarah** yang kokoh, proses yang paling krusial adalah...
a)
Melakukan kritik internal dan eksternal terhadap sumber-sumber terkait Agresi Militer II, kemudian menginterpretasikannya secara logis untuk mendapatkan **kebenaran korespondensi**.
b)
Menyimpulkan data tersebut secara subjektif sebagai kebenaran, karena telah didukung oleh kesaksian lisan tokoh nasional Indonesia.
c)
Mengumpulkan semua laporan resmi dari pihak Belanda dan menjadikannya sebagai 'fakta tunggal' karena statusnya sebagai dokumen negara.
d)
Mengklasifikasikan data tersebut sebagai Sumber Primer dan menjadikannya sebagai 'fakta mentah' yang tidak perlu interpretasi lebih lanjut.
24.
Dua sejarawan membahas mengenai dampak Tanam Paksa. Sejarawan A berpendapat: 'Tanam Paksa menyebabkan penderitaan massal yang tak terhitung, dan hal itu adalah **fakta**.' Sejarawan B berpendapat: 'Tanam Paksa berhasil meningkatkan kas Kerajaan Belanda secara signifikan, dan hal itu adalah **fakta**.' Manakah yang paling memenuhi kriteria sebagai **fakta sejarah** murni dan mengapa?
a)
Pernyataan Sejarawan A, karena penderitaan rakyat adalah inti dari setiap kejadian kolonial, dan hal itu tidak terbantahkan secara moral.
b)
Pernyataan Sejarawan B, karena merujuk pada data kuantitatif (keuangan) yang lebih mudah diverifikasi dan kurang dipengaruhi oleh nilai subjektif.
c)
Tidak ada yang merupakan fakta, karena keduanya adalah interpretasi yang didukung oleh sumber yang bias.
d)
Kedua pernyataan tersebut adalah fakta yang sah, karena didukung oleh kesaksian dan dokumen resmi dari masa tersebut.
25.
Sebuah penulisan sejarah yang memiliki karakteristik *istana-sentris*, mengabaikan peran rakyat biasa, dan cenderung menyajikan kisah-kisah fantastis atau mitologis tanpa kritik sumber yang kuat. Jenis historiografi manakah yang paling mungkin memiliki karakteristik ini, dan apa implikasinya?
a)
Historiografi Nasional, karena bertujuan untuk memuliakan pemimpin dan bangsa sebagai pahlawan.
b)
Historiografi Tradisional, implikasinya adalah adanya bias yang bersifat subjektif dan legitimasi kekuasaan melalui unsur mitos.
c)
Historiografi Kolonial, implikasinya adalah justifikasi terhadap kebijakan penjajah.
d)
Historiografi Modern, karena menggunakan metode kritis tetapi masih terpengaruh unsur tradisional.
26.
Historiografi Nasional berupaya merekonstruksi sejarah Indonesia dengan sudut pandang *Indonesia-sentris*. Meskipun bertujuan baik untuk melawan bias masa kolonial, tantangan terbesar dari historiografi ini adalah...
a)
Kecenderungan untuk meniru gaya penulisan historiografi kolonial yang bersifat positivistik dan legalistik.
b)
Terlalu banyak fokus pada peran pahlawan sentral sehingga mengabaikan peran kolektif masyarakat biasa.
c)
Risiko jatuh ke dalam *chauvinisme* sejarah (kebanggaan berlebihan) dan mengabaikan kompleksitas atau sisi gelap dari sejarah bangsanya sendiri.
d)
Kesulitan menemukan sumber primer di luar dokumen kolonial karena keterbatasan arsip nasional.
27.
Seorang sejarawan telah selesai mengumpulkan sumber-sumber (heuristik) mengenai Pemberontakan Petani Banten 1888. Selanjutnya, ia mulai membandingkan isi surat-surat laporan resmi pemerintah kolonial dengan kesaksian lisan keturunan pelaku pemberontakan untuk mencari inkonsistensi. Tahapan metodologi sejarah yang sedang ia lakukan adalah...
a)
Interpretasi (Eksplanasi), yaitu memberikan makna dan korelasi logis atas perbedaan sumber yang ditemukan.
b)
Heuristik Lanjutan, yaitu memastikan semua sumber telah ditemukan sebelum diolah.
c)
Kritik (Verifikasi), khususnya memadukan kritik internal (isi sumber) dan eksternal (keaslian sumber).
d)
Historiografi (Penulisan), karena sejarawan sudah memiliki kerangka dasar narasi yang kontradiktif.
28.
Dalam tahap interpretasi, seorang sejarawan menyimpulkan bahwa kegagalan Perang Diponegoro adalah karena faktor teknologi persenjataan yang lebih unggul di pihak Belanda. Kesimpulan ini berisiko mengandung kesalahan historiografi yang disebut **anakronisme** jika...
a)
Sejarawan tersebut terlalu memihak kepada narasi Belanda dan mengabaikan faktor spiritual Diponegoro.
b)
Sejarawan tersebut hanya menggunakan satu sumber utama (misalnya, *Babad Diponegoro*) tanpa membandingkannya dengan sumber lain.
c)
Kesimpulan tersebut terlalu umum dan mengabaikan penyebab-penyebab lain yang lebih spesifik.
d)
Sejarawan tersebut menilai situasi abad ke-19 dengan memaksakan standar atau pengetahuan teknologi abad ke-21.
29.
Seorang kepala negara dihadapkan pada dilema kebijakan ekonomi: apakah harus menerapkan sistem proteksionisme ketat untuk melindungi industri dalam negeri, yang berpotensi memicu perang dagang, atau menerapkan sistem pasar bebas, yang berisiko mematikan industri lokal yang belum kuat. Dalam mengambil keputusan, kepala negara tersebut. Bagaimana pemanfaatan sejarah atas peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan relevansi sejarah sebagai pedoman untuk pengambilan keputusan (inspirasi/teladan/cermin) bagi kepala negara tersebut? mempelajari sejarah kegagalan kebijakan "Lompatan Jauh ke Depan" (Great Leap Forward) di Tiongkok dan krisis Great Depression di Amerika Serikat.
a)
Sejarah Tiongkok dan AS memberikan cetak biru kebijakan yang pasti berhasil jika ditiru secara utuh saat ini.
b)
Sejarah berfungsi sebagai peringatan bahwa setiap kebijakan ekstrem, baik proteksionisme maupun pasar bebas total, memiliki risiko keruntuhan ekonomi jika diterapkan tanpa penyesuaian.
c)
Kepala negara menggunakan sejarah untuk memprediksi secara akurat waktu dan bentuk krisis ekonomi yang akan terjadi di negaranya.
d)
Keputusan kepala negara hanya akan didasarkan pada keberhasilan masa lalu, mengabaikan kegagalan yang pernah terjadi.
30.
Di sebuah desa yang majemuk, terjadi konflik antar kelompok pemuda yang dipicu oleh kesalahpahaman kecil. Setelah mediasi, para tokoh masyarakat bersepakat untuk mengadakan kegiatan bersama, yaitu membangun kembali balai desa. Mereka sengaja memilih hari pembangunan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan dan menempelkan foto-foto tokoh sejarah lokal yang pernah bersatu melawan penjajah di masa lalu. Tindakan para tokoh masyarakat ini paling relevan dengan pemanfaatan sejarah sebagai sarana untuk?
a)
Menumbuhkan kesadaran kolektif tentang kelemahan sistem pemerintahan lokal.
b)
Memperkuat identitas kelompok dan memisahkan diri dari pengaruh luar.
c)
Menghadirkan kembali nilai-nilai persatuan dan memori kolektif sebagai solusi konflik.
d)
Mendorong pemuda desa untuk menjadi sejarawan profesional.