WorksheetsK3 Warm Up
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Apa tujuan utama penerapan K3 di lingkungan konstruksi?
Meningkatkan produktivitas pekerja secara maksimal
Mencegah kecelakaan kerja dan melindungi kesehatan pekerja
Mengurangi biaya operasional proyek
Memenuhi persyaratan administratif perusahaan
Salah satu persyaratan penting dalam Kebijakan K3 di proyek konstruksi adalah:
Kebijakan harus dibuat oleh mandor lapangan
Kebijakan harus ditandatangani oleh manajemen puncak
Kebijakan boleh diubah setiap hari sesuai kondisi
Kebijakan hanya berlaku untuk pekerja tetap
Dalam sejarah K3, kapan Indonesia mulai menerapkan peraturan K3 secara formal?
Era kolonial Belanda
Setelah kemerdekaan tahun 1945
Tahun 1970 dengan UU No. 1 Tahun 1970
Tahun 2000-an seiring globalisasi
Program K3 yang efektif di proyek konstruksi harus mencakup:
Hanya pelatihan untuk supervisor
Inspeksi rutin, pelatihan, dan sosialisasi berkelanjutan
Pembelian APD tanpa pelatihan penggunaan
Pemberian sanksi tanpa edukasi
Manfaat utama dari penerapan Prosedur K3 yang terstandar adalah:
Menambah birokrasi dalam pekerjaan
Memperlambat progres pekerjaan
Memberikan panduan kerja yang aman dan konsisten
Mengurangi jumlah pekerja yang dibutuhkan
Dalam Kebijakan K3, siapa yang bertanggung jawab penuh atas implementasi K3 di proyek?
Manajemen puncak/perusahaan
Pekerja lapangan
Tim pemasaran
Kontraktor pihak ketiga
Apa yang dimaksud dengan "Program K3" dalam konteks konstruksi?
Daftar APD yang harus dibeli
Rencana sistematis untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja
Jadwal istirahat pekerja
Anggaran biaya proyek
Elemen penting dalam Prosedur K3 untuk pekerjaan berisiko tinggi adalah:
Dikerjakan secepat mungkin
Hanya dikerjakan oleh pekerja berpengalaman
Memerlukan izin kerja (work permit) dan pengawasan ketat
Boleh dikerjakan tanpa supervisi
Tujuan dari Kebijakan K3 di perusahaan konstruksi mencakup hal berikut, KECUALI:
Menciptakan lingkungan kerja yang aman
Meminimalkan risiko kecelakaan
Memaksimalkan profit tanpa memperhatikan keselamatan
Meningkatkan kesadaran K3 seluruh personel
Dalam hierarki pengendalian risiko K3, urutan yang benar dari yang paling efektif adalah:
APD → Eliminasi → Substitusi → Engineering Control
Eliminasi → Substitusi → Engineering Control → Administrative → APD
Administrative → APD → Eliminasi → Substitusi
Engineering Control → APD → Eliminasi → Administrative
