WorksheetsBRAINY
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Suatu kota besar di Indonesia mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Dampak yang muncul antara lain kemacetan parah, polusi udara meningkat, lahan hijau berkurang, tekanan pada layanan kesehatan dan sanitasi meningkat. Strategi pembangunan berkelanjutan yang efektif dan sesuai dengan SDGs Tujuan 3, 11, dan 13 adalah…
Membangun sistem transportasi publik rendah emisi, memperluas ruang terbuka hijau, dan program pengelolaan sampah ramah lingkungan
Menambah jalan tol saja tanpa memperhatikan transportasi publik
Memindahkan sebagian penduduk ke luar kota tanpa perencanaan ekologis
Memberlakukan jam malam untuk kendaraan pribadi
Mengurangi pajak kendaraan pribadi untuk mengalihkan ke kendaraan ramah
Berdasarkan grafik jumlah penduduk Indonesia 2010-2035 (berdasarkan proyeksi BPS), menunjukkan kenaikan jumlah penduduk meskipun laju pertumbuhan cenderung menurun. Dampak negatif yang mungkin muncul apabila pertumbuhan penduduk tetap tinggi, terutama di daerah perkotaan tanpa dukungan infrastruktur memadai dan solusi yang sinergis dengan SDGs Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) adalah…
Penurunan produksi pangan lokal → melakukan kegiatan impor yang lebih banyak
Penurunan angka kelulusan sekolah → menutup sekolah di daerah padat
Meningkatnya kemacetan dan polusi udara → memprioritaskan moda transportasi publik ramah lingkungan
Menurunnya angka harapan hidup → mengurangi jumlah penduduk lewat kebijakan demografi agresif
Penurunan angka kelahiran → melarang urbanisasi
Berdasarkan data BPS, Pulau Jawa menampung sebanyak 56,1 % penduduk Indonesia padahal wilayahnya terkategori kecil. Jika pola migrasi terus mengarah ke Jawa, konsekuensi negatif terhadap wilayah luar Jawa dan strategi kebijakan sesuai SDGs Tujuan 9 dan 10 adalah…
Kelebihan tenaga kerja di luar Jawa → melarang migrasi
Depopulasi dan kurangnya investasi di luar Jawa → melakukan insentif investasi & pengembangan ekonomi di daerah
Kenaikan upah di Jawa → menurunkan upah gaji di luar Jawa
Peningkatan kualitas hidup di Jawa → mengalihkan pembangunan ke Jawa
Peningkatan kemiskinan di Jawa → mengalihkan migrasi ke Jawa
Dari Sensus Penduduk 2020, jumlah penduduk Indonesia naik dari 237,6 juta (2010) menjadi 270,2 juta (2020), dengan laju pertumbuhan rata-rata sebesar 1,25 % per tahun. Berikut ini tantangan terbesar yang ditimbulkan oleh kenaikan penduduk khususnya terkait SDGs Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dan strategi efektif untuk mengantisipasinya adalah.....
Pertumbuhan ekonomi stagnan → menghentikan investasi asing
Inflasi pangan rendah → mengurangi produksi pertanian
Kesenjangan gender menurun → membatasi perempuan bekerja
Penurunan tenaga kerja → membatasi migrasi
Kesenjangan pendapatan makin melebar → memperkuat transfer sosial dan jaring pengaman sosial
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah dan pertumbuhan penduduk Indonesia 2010–2019 menunjukkan laju pertumbuhan menurun dari 1,46 % menjadi 1,15 %. Penurunan laju pertumbuhan penduduk ini dapat memberikan peluang sekaligus tantangan. Tantangan utama yang harus diantisipasi agar tidak mengalami “bonus demografi setengah hati” dan solusi yang tepat (SDGs poin 4 dan 8) adalah…
Overkapasitas sekolah → menutup sekolah
Menurunnya populasi muda → mempercepat transformasi ekonomi berbasis kualitas
Kekurangan tenaga kerja → memberhentikan kebijakan KB
Penurunan investasi pendidikan → mengurangi anggaran
Peningkatan migrasi luar negeri → melarang migrasi
Berdasarkan grafik tersebut, strategi pembangunan yang paling tepat agar Indonesia mendapat manfaat dari bonus demografi dan menghindari jebakan demografi (demographic dividend trap) sesuai SDGs poin 4 dan 8 adalah…
Fokus pembangunan infrastruktur tanpa memprioritaskan SDM
Menunda pembangunan pusat ekonomi di luar Jawa
Investasi besar dalam pendidikan dan keterampilan bagi generasi muda
Batasi pertumbuhan anak usia sekolah
Fokus hanya pada sektor pertanian
Berdasarkan grafik, menunjukkan bahwa rasio ketergantungan lansia Indonesia tahun 2015–2024 mengalami kenaikan setiap tahun. Berikut ini implikasi sosial dan ekonomi yang paling mungkin terjadi di masa mendatang jika tren tersebut terus meningkat dan strategi yang sejalan dengan tujuan SDGs manakah yang paling tepat dilakukan oleh pemerintah adalah.....
Meningkatnya beban keluarga produktif, sehingga solusi terbaik adalah meningkatkan angka kelahiran untuk menyeimbangkan struktur penduduk.
Bertambahnya ketergantungan lansia akan memperlambat ekonomi, sehingga perlu memperluas lapangan kerja bagi penduduk muda untuk mencapai SDGs poin 8 (Decent Work and Economic Growth).
Menurunnya beban penduduk produktif, sehingga fokus kebijakan perlu dialihkan ke sektor pendidikan anak usia dini.
Bertambahnya jumlah lansia dapat mengurangi kemiskinan karena mereka memiliki pengalaman kerja lebih lama.
Ketergantungan lansia yang tinggi dapat diabaikan karena tidak berdampak signifikan terhadap produktivitas nasional.
Berdasarkan grafik tersebut, menunjukkan bahwa kepadatan dan pertumbuhan penduduk di kota besar seperti Jakarta termasuk ke dalam kategori tinggi. Berikut ini permasalahan sosial-ekonomi yang signifikan dan solusi terkait SDGs Tujuan 3 dan 11 adalah…
Angka melek huruf menurun → menutup sekolah desa
Produksi pangan melonjak → mengalih fungsi ruang terbuka
Kesehatan membaik → mengurangi investasi kesehatan
Penyebaran penyakit menular meningkat → memperkuat layanan kesehatan primer dan ruang hijau
Kepadatan menurun → menghentikan pembangunan transportasi
Tren urbanisasi Indonesia terus meningkat hingga 60,3% pada tahun 2024. Jika fenomena ini terus berlanjut tanpa pengendalian yang baik, dampak paling kompleks yang dapat terjadi terhadap pencapaian SDGs poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan kebijakan strategis apa yang paling sesuai diterapkan pemerintah adalah.....
Urbanisasi tak terkendali dapat menimbulkan kemiskinan perkotaan dan perumahan kumuh, sehingga pemerintah perlu memperkuat program perumahan terjangkau dan transportasi ramah lingkungan.
Pertumbuhan kota akan meningkatkan PDB nasional, sehingga pemerintah perlu memfasilitasi pembangunan gedung pencakar langit di seluruh kota besar.
Urbanisasi akan menurunkan tingkat pendidikan di desa, sehingga pemerintah harus membatasi migrasi dengan sanksi administratif.
Peningkatan urbanisasi menguntungkan karena mendorong industri padat karya, tanpa perlu memperhatikan perencanaan tata ruang.
Dampak urbanisasi hanya bersifat ekonomi, sehingga kebijakan lingkungan tidak perlu diprioritaskan.
Jumlah penduduk semakin meningkat selama 10 tahun terakhir, sementara luas lahan pertanian menurun dari 7,75 juta ha menjadi 7,34 juta ha dalam 9 tahun. Jika tren ini berlanjut, dampak jangka panjang terhadap SDGs poin 2 (Tanpa Kelaparan) dan strategi kebijakan yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah.....
Mengurangi ekspor hasil pertanian untuk menjaga stok nasional dan mendorong diversifikasi pangan lokal.
Meningkatkan produksi pangan dengan memperluas lahan sawah baru di kawasan hutan lindung.
Mengimpor bahan pangan dalam jumlah besar agar harga tetap stabil.
Mengalihkan seluruh lahan pertanian menjadi kawasan industri karena lebih menguntungkan.
Meningkatkan urbanisasi agar lahan pertanian tidak semakin sempit.
