WorksheetsSumatif Tengah Semester Ganjil Kelas 11 SMAN 1 Kutorejo
Total questions: 53
Worksheet time: 27mins
Melakukan tabayyun dengan mencari data resmi dari situs pemerintah, lalu membuat informasi dan mudah dipahami untuk meluruskan, serta mengajak dialog yang konstruktif.
Pernyataan tersebut perlu dikritisi karena meskipun ada janji pahala berlipat, konten tersebut memaknai sedekah secara materialistik, serta seolah-olah "mengatur" Allah SWT, yang berpotensi menimbulkan syirik.
Menunda penyebaran dan melakukan tabayyun dengan mencari video aslinya di sumber resmi atau mengkonfirmasi kepada pihak ulama terkait, untuk memastikan kebenaran dan keutuhan informasi.
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan keji (aib) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih." (QS. An-Nur: 19) Semoga kisah-kisah penuh hikmah ini dapat membentuk pribadi siswa yang tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi dan kemampuan untuk menjaga kehormatan sesama. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Implementasi kontemporer dari nilai-nilai dalam kedua kisah tersebut adalah...إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan keji (aib) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih." (QS. An-Nur: 19) Semoga kisah-kisah penuh hikmah ini dapat membentuk pribadi siswa yang tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi dan kemampuan untuk menjaga kehormatan sesama. Hikmah apa yang dapat diambil dari cara pria dalam gua bercerita tentang dosanya?وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22) Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Pelajaran utama apa yang dapat kita ambil dari sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq setelah turunnya ayat pembebasan Aisyah dari tuduhan?وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22) Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Jika dianalisis menggunakan prinsip-prinsip modern, sikap Abu Bakar dalam kisah ini mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang...وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22) Semoga kisah teladan ini dapat menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf dan bijaksana dalam menjaga hubungan sosial, serta memahami bahwa menjaga aib dan memaafkan kesalahan orang lain adalah jalan menuju ampunan Allah SWT. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Dalam konteks kehidupan remaja masa kini, implementasi dari keteladanan Abu Bakar ini akan terwujud ketika...وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22) Semoga kisah teladan ini dapat menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf dan bijaksana dalam menjaga hubungan sosial, serta memahami bahwa menjaga aib dan memaafkan kesalahan orang lain adalah jalan menuju ampunan Allah SWT. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Turunnya QS. An-Nur ayat 22 dalam kisah ini memberikan pelajaran bahwa...وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22) Semoga kisah teladan ini dapat menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf dan bijaksana dalam menjaga hubungan sosial, serta memahami bahwa menjaga aib dan memaafkan kesalahan orang lain adalah jalan menuju ampunan Allah SWT. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Hikmah apa yang dapat diambil dari keputusan Abu Bakar yang justru meningkatkan pemberian nafkahnya setelah kejadian tersebut?أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) Allah kemudian mengabulkan doanya dan menyembuhkan penyakitnya. Kisah 2: Ibrahim bin Adham dan Miskin yang Bersyukur Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi, suatu kali melewati seorang penggembala yang miskin. Penggembala itu sedang shalat dengan khusyuk. Setelah selesai, Ibrahim mendengar dia berdoa, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa seandainya Engkau perintahkan gunung-gunung untuk membawa emas dan perak kepadaku, niscaya gunung-gunung itu akan membawanya. Tapi aku lebih memilih apa yang Engkau pilihkan untukku." Ibrahim bin Adham menangis mendengar doa itu dan berkata, "Engkau telah benar-benar mengenal Allah, wahai hamba Allah." Semoga kisah-kisah inspiratif ini dapat membuka wawasan kita bahwa syukur bukan hanya tentang mengucapkan "Alhamdulillah" saat mendapat nikmat, tetapi lebih tentang bagaimana tetap positif dan optimis dalam setiap kondisi yang Allah tetapkan. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Analisislah bentuk syukur yang ditunjukkan oleh Nabi Ayyub 'alaihissalam meskipun dalam kondisi sakit dan miskin!أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) Allah kemudian mengabulkan doanya dan menyembuhkan penyakitnya. Kisah 2: Ibrahim bin Adham dan Miskin yang Bersyukur Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi, suatu kali melewati seorang penggembala yang miskin. Penggembala itu sedang shalat dengan khusyuk. Setelah selesai, Ibrahim mendengar dia berdoa, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa seandainya Engkau perintahkan gunung-gunung untuk membawa emas dan perak kepadaku, niscaya gunung-gunung itu akan membawanya. Tapi aku lebih memilih apa yang Engkau pilihkan untukku." Ibrahim bin Adham menangis mendengar doa itu dan berkata, "Engkau telah benar-benar mengenal Allah, wahai hamba Allah." Semoga kisah-kisah inspiratif ini dapat membuka wawasan kita bahwa syukur bukan hanya tentang mengucapkan "Alhamdulillah" saat mendapat nikmat, tetapi lebih tentang bagaimana tetap positif dan optimis dalam setiap kondisi yang Allah tetapkan. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Jika dikaitkan dengan kehidupan remaja modern, sikap penggembala dalam kisah Ibrahim bin Adham tercermin ketika...أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) Allah kemudian mengabulkan doanya dan menyembuhkan penyakitnya. Kisah 2: Ibrahim bin Adham dan Miskin yang Bersyukur Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi, suatu kali melewati seorang penggembala yang miskin. Penggembala itu sedang shalat dengan khusyuk. Setelah selesai, Ibrahim mendengar dia berdoa, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa seandainya Engkau perintahkan gunung-gunung untuk membawa emas dan perak kepadaku, niscaya gunung-gunung itu akan membawanya. Tapi aku lebih memilih apa yang Engkau pilihkan untukku." Ibrahim bin Adham menangis mendengar doa itu dan berkata, "Engkau telah benar-benar mengenal Allah, wahai hamba Allah." Semoga kisah-kisah inspiratif ini dapat membuka wawasan kita bahwa syukur bukan hanya tentang mengucapkan "Alhamdulillah" saat mendapat nikmat, tetapi lebih tentang bagaimana tetap positif dan optimis dalam setiap kondisi yang Allah tetapkan. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Doa Nabi Ayyub dalam QS. Al-Anbiya: 83 mengajarkan prinsip syukur bahwa...أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) Allah kemudian mengabulkan doanya dan menyembuhkan penyakitnya. Kisah 2: Ibrahim bin Adham dan Miskin yang Bersyukur Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi, suatu kali melewati seorang penggembala yang miskin. Penggembala itu sedang shalat dengan khusyuk. Setelah selesai, Ibrahim mendengar dia berdoa, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa seandainya Engkau perintahkan gunung-gunung untuk membawa emas dan perak kepadaku, niscaya gunung-gunung itu akan membawanya. Tapi aku lebih memilih apa yang Engkau pilihkan untukku." Ibrahim bin Adham menangis mendengar doa itu dan berkata, "Engkau telah benar-benar mengenal Allah, wahai hamba Allah." Semoga kisah-kisah inspiratif ini dapat membuka wawasan kita bahwa syukur bukan hanya tentang mengucapkan "Alhamdulillah" saat mendapat nikmat, tetapi lebih tentang bagaimana tetap positif dan optimis dalam setiap kondisi yang Allah tetapkan. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Pelajaran apa yang dapat diambil dari tangisan Ibrahim bin Adham setelah mendengar doa penggembala tersebut?أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) Allah kemudian mengabulkan doanya dan menyembuhkan penyakitnya. Kisah 2: Ibrahim bin Adham dan Miskin yang Bersyukur Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi, suatu kali melewati seorang penggembala yang miskin. Penggembala itu sedang shalat dengan khusyuk. Setelah selesai, Ibrahim mendengar dia berdoa, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa seandainya Engkau perintahkan gunung-gunung untuk membawa emas dan perak kepadaku, niscaya gunung-gunung itu akan membawanya. Tapi aku lebih memilih apa yang Engkau pilihkan untukku." Ibrahim bin Adham menangis mendengar doa itu dan berkata, "Engkau telah benar-benar mengenal Allah, wahai hamba Allah." Semoga kisah-kisah inspiratif ini dapat membuka wawasan kita bahwa syukur bukan hanya tentang mengucapkan "Alhamdulillah" saat mendapat nikmat, tetapi lebih tentang bagaimana tetap positif dan optimis dalam setiap kondisi yang Allah tetapkan. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Implementasi kontemporer dari keteladanan kedua kisah tersebut dalam menghadapi ujian akademik adalah...