wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Sumatif Tengah Semester Ganjil Kelas 11 SMAN 1 Kutorejo

Total questions: 53

Worksheet time: 27mins

Name
Class
Date
1.
Nama Lengkap
4 lines
2.
Kelas
4 lines
3.
Nomor Absen
4 lines
4.
Sebuah platform media sosial "X" dilanda kontroversi karena menyebarkan berita hoaks tentang penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tidak merata. Berita ini memicu kemarahan dan ujaran kebencian di masyarakat. Sebagai seorang pelajar yang aktif di organisasi, Anda ingin meluruskan berita ini. Tindakan mana yang paling mencerminkan kombinasi antara berpikir kritis (al-tafkīr) dan amar ma'ruf nahi munkar?
a)
Langsung membuat poster penolakan hoaks dan menyebarkannya di semua grup WhatsApp tanpa mengecek kebenarannya.
b)
Melaporkan akun penyebar hoaks kepada pihak berwajib dan mengajak teman-teman untuk memboikot platform tersebut.
c)

Melakukan tabayyun dengan mencari data resmi dari situs pemerintah, lalu membuat informasi dan mudah dipahami untuk meluruskan, serta mengajak dialog yang konstruktif.

d)
Hanya menyimpan informasi tersebut untuk diri sendiri dan tidak ikut-ikutan menyebarkan, karena khawatir terlibat fitnah.
5.
Dalam sebuah diskusi kelompok tentang toleransi, seorang teman berpendapat, "Menurut saya, untuk menunjukkan toleransi, kita harus menghadiri semua perayaan agama lain, termasuk ritual-ritual ibadahnya, agar tidak dianggap eksklusif." Bagaimana tanggapan kritis Anda yang didasarkan pada prinsip "Lakum dīnukum wa liya dīn" (QS. Al-Kāfirūn: 6) dan konsep toleransi dalam Islam?
a)
Setuju sepenuhnya karena itu adalah puncak dari toleransi dan menghormati keyakinan orang lain.
b)
Menolak mentah-mentah pendapat tersebut dan menganggap teman Anda telah melakukan kesyirikan.
c)
Menjelaskan bahwa toleransi berarti menghormati hak orang lain untuk beribadah tanpa harus mengikuti ritual agamanya.
d)
Diam saja karena takut dianggap tidak toleran dan memicu perdebatan.
6.
Seorang YouTuber terkenal membuat konten "Rahasia Kaya Raya dengan Sedekah" yang menyatakan, "Semakin sering dan banyak Anda sedekah, maka Tuhan akan membalasnya 1000 kali lipat dalam bentuk uang dalam waktu 30 hari." Konten ini viral dan banyak ditonton. Sebagai seorang yang mempelajari Islam, bagaimana Anda menganalisis pernyataan YouTuber tersebut?
a)
Pernyataan tersebut benar karena sesuai dengan janji Allah dalam Al-Qur'an tentang balasan yang berlipat ganda.
b)
Pernyataan tersebut salah karena sedekah tidak boleh dikait-kaitkan dengan imbalan duniawi.
c)

Pernyataan tersebut perlu dikritisi karena meskipun ada janji pahala berlipat, konten tersebut memaknai sedekah secara materialistik, serta seolah-olah "mengatur" Allah SWT, yang berpotensi menimbulkan syirik.

d)
Itu hanya strategi marketing untuk mengajak orang bersedekah, jadi tidak perlu diperdebatkan.
7.
Sekolah Anda akan mengadakan program "Islamic Science Fair". Kelompok Anda mendapat tugas membuat prototipe "Kulkas Tanpa Listrik untuk Daerah Terpencil". Nilai atau konsep Islam apa yang paling tepat dijadikan sebagai landasan filosofis proyek ini, yang menunjukkan keterkaitan antara sains dan akidah?
a)
Konsep Ihsan (berbuat baik), karena produk ini ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu.
b)
Konsep Khalīfah fil Ardl, karena proyek ini adalah bentuk konkret dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi dengan solusi yang ramah lingkungan.
c)
Konsep Ukhuwah (persaudaraan), karena proyek ini dikerjakan secara berkelompok.
d)
Konsep Tawakal, karena setelah berusaha membuat prototipe, kita serahkan hasilnya kepada Allah.
8.
Dalam mempelajari sejarah peradaban Islam, Anda menemukan dua fakta: (1) Masa Keemasan Islam di Baghdad menghasilkan banyak ilmuwan brilian, dan (2) Baghdad dihancurkan oleh pasukan Mongol. Berdasarkan fakta ini, kesimpulan kritis apa yang dapat Anda tarik tentang hubungan antara kemajuan peradaban dan keberlangsungannya?
a)
Kemajuan peradaban suatu bangsa menjamin keabadian dan perlindungan dari ancaman luar.
b)
Kemajuan peradaban tidak ada artinya karena pada akhirnya akan hancur juga.
c)
Kemajuan peradaban yang hanya berfokus pada kemewahan material dan ilmu duniawi, tanpa diiringi kekuatan spiritual, ketahanan karakter (akhlak), dan pertahanan militer yang seimbang, rentan terhadap kehancuran.
d)
Kehancuran suatu peradaban semata-mata adalah takdir Tuhan yang tidak bisa dihindari.
9.
Sinta menyaksikan temannya menyontek saat ujian dan menganggap itu hal biasa karena “semua orang juga melakukannya.” Jika berpikir kritis berdasarkan Islam, Sinta seharusnya … يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.” (QS. At-Taubah: 119)
a)
Membiarkan saja karena tidak ingin dianggap sok suci.
b)
Menegur dengan baik dan mengingatkan tentang kejujuran.
c)
Ikut menyontek agar tidak dianggap berbeda.
d)
Melaporkan kepada guru tanpa memberi nasihat.
e)
Menyebarkan di media sosial agar orang tahu.
10.
Zaki kagum pada kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia bertanya, “Apakah robot bisa menggantikan manusia sepenuhnya?” Sebagai muslim yang berpikir kritis, jawaban yang tepat adalah … وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ “Dan sungguh Kami telah memuliakan anak-anak Adam.” (QS. Al-Isra’: 70)
a)
Bisa, karena manusia dan mesin sama-sama berpikir.
b)
Tidak bisa, karena manusia memiliki akal dan ruh ciptaan Allah.
c)
Bisa, karena teknologi akan terus berkembang.
d)
Tidak bisa, karena robot lebih pintar daripada manusia.
e)
Bisa, asal diprogram dengan nilai agama.
11.
Rani terbiasa menerima informasi dakwah dari media daring tanpa meneliti sumbernya. Ia sering membagikan konten tanpa membaca isinya. Sikap berpikir kritis yang sesuai ajaran Islam adalah … يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah kebenarannya.” (QS. Al-Hujurat: 6)
a)
Menyebarkan agar orang lain juga tahu.
b)
Membaca sebagian isi dan langsung membagikannya.
c)
Meneliti kebenaran isi berita sebelum menyebarkannya.
d)
Menolak semua informasi dari internet.
e)
Menghapus akun agar tidak tergoda.
12.
Seorang teman berpendapat bahwa berpikir kritis hanya penting bagi ilmuwan, bukan bagi orang beriman. Bagaimana tanggapan yang tepat menurut Islam? أَفَلَا تَعْقِلُونَ “Tidakkah kamu berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44)
a)
Benar, karena berpikir kritis bisa menimbulkan keraguan iman.
b)
Salah, karena Islam justru memerintahkan manusia untuk menggunakan akalnya.
c)
Benar, karena iman tidak perlu dipertanyakan.
d)
Salah, karena berpikir kritis hanya untuk memahami sains.
e)
Benar, karena berpikir kritis hanya untuk non-muslim.
13.
Ketika terjadi perbedaan pendapat dalam kelompok belajar, Dimas memilih diam karena takut salah. Sikap berpikir kritis yang seharusnya dilakukan adalah … وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS. Ali Imran: 159)
a)
Menghindari diskusi karena tidak ingin berdebat.
b)
Berani mengemukakan pendapat dengan sopan dan argumen logis.
c)
Mengikuti pendapat mayoritas tanpa berpikir.
d)
Menunggu orang lain berbicara baru setuju.
e)
Memaksakan pendapat agar dianggap pintar.
14.
Ketika hujan turun setelah kemarau panjang, sebagian siswa mengatakan bahwa itu semata-mata karena “cuaca ekstrem dan perubahan iklim global.” Jika berpikir kritis berdasarkan iman, pernyataan yang benar adalah … اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا “Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu membentuk awan.” (QS. Ar-Rum: 48)
a)
Fenomena alam sepenuhnya tanpa campur tangan Tuhan.
b)
Perubahan cuaca adalah sistem alami tanpa makna spiritual.
c)
Perubahan iklim bisa dipelajari secara ilmiah tetapi tetap dalam kuasa Allah.
d)
Semua hujan hanyalah kebetulan ilmiah.
e)
Tidak perlu mempelajari sebab ilmiah karena cukup berdoa.
15.
Ketika guru memberi tugas meneliti perilaku konsumtif remaja, Aisyah mengaitkannya dengan nilai kesederhanaan dalam Islam. Sikap berpikir kritis yang dilakukan Aisyah adalah … وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
a)
Mengabaikan penelitian karena tidak ada hubungannya dengan agama.
b)
Menghubungkan fenomena sosial dengan nilai Al-Qur’an.
c)
Menilai perilaku konsumtif sebagai urusan ekonomi semata.
d)
Menyalin hasil penelitian orang lain.
e)
Membandingkan tanpa mengaitkan dengan nilai agama.
16.
Dalam diskusi sekolah, Andra berpendapat bahwa semua agama sebenarnya sama karena mengajarkan kebaikan. Sikap berpikir kritis menurut ajaran Islam terhadap pernyataan ini adalah … إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ “Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)
a)
Setuju sepenuhnya tanpa pertimbangan.
b)
Menolak dengan marah karena merasa agamanya diserang.
c)
Menjelaskan bahwa Islam menghormati perbedaan tapi memiliki kebenaran aqidah tersendiri.
d)
Mengabaikan saja agar tidak menimbulkan konflik.
e)
Menganggap semua pendapat pasti benar.
17.
Sejak tahun 2023, muncul kembali video-video ceramah agama yang telah diedit secara cermat (disebut deepfake) untuk memotong dan menggabungkan ucapan seorang ulama terkemuka, sehingga isinya menjadi provokatif dan mendiskreditkan kelompok lain. Berdasarkan kasus ini, sikap berpikir kritis yang paling sesuai dengan prinsip tahapan evaluasi dalam Islam, terutama merujuk pada firman Allah SWT: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا (QS. Al-Hujurat [49]: 6)
a)
Langsung menyebarkan video tersebut sebagai bentuk amar ma'ruf karena berasal dari ulama yang dikenal luas, dan berprasangka baik bahwa isinya pasti benar.
b)
Mengabaikan video tersebut karena terlalu banyak informasi yang tidak jelas, dan memilih untuk tidak mengikuti berita agama sama sekali agar terhindar dari fitnah.
c)

Menunda penyebaran dan melakukan tabayyun dengan mencari video aslinya di sumber resmi atau mengkonfirmasi kepada pihak ulama terkait, untuk memastikan kebenaran dan keutuhan informasi.

d)
Langsung menghapus video dan memblokir pengirimnya sebagai bentuk inkar munkar tanpa perlu melakukan verifikasi, karena konten yang provokatif otomatis dianggap hoaks.
e)
Hanya mencari konfirmasi dari kelompok agama yang sealiran, dan jika mereka membenarkan, maka video tersebut boleh disebarkan.
18.
Di Kabupaten Mojokerto, terdapat tradisi lokal yang dicampur dengan unsur-unsur spiritualitas tertentu. Beberapa pemuda muslim menghujat tradisi tersebut sebagai bid'ah dan syirik tanpa adanya kajian mendalam, sementara sebagian tokoh agama lain memilih bersikap diam. sikap kita menyikapi hal ini dengan semangat berpikir kritis dan moderasi Islam, langkah yang paling tepat adalah ....
a)
Melarang keras semua tradisi lokal tersebut secara frontal karena khawatir merusak akidah, sebab niat yang baik tidak membenarkan cara yang salah.
b)
Mengkaji dan memilah tradisi tersebut: mana yang bersinggungan langsung dengan ranah akidah (qath'i) harus diluruskan dengan hikmah, dan mana yang hanya berupa budaya (zhanni)
c)
Mengedepankan dialog dengan tokoh adat dan mencari titik temu yang bersifat kompromi, meskipun beberapa ritualnya jelas bertentangan dengan prinsip Islam.
d)
Membiarkan saja perbedaan tersebut karena lakum dinukum wa liyadin (QS. Al-Kafirun [109]: 6) hanya berlaku dalam ranah furu' (cabang), bukan ushul (pokok).
e)
Mengumpulkan massa untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar secara terbuka dan radikal agar masyarakat segera kembali kepada Islam yang murni.
19.
Seorang siswa SMA kelas 11 bingung memilih jurusan kuliah yang menjanjikan: A. Teknik Informatika (gaji tinggi, tetapi beban kerja tinggi) atau B. Ilmu Pendidikan Islam (sesuai passion, tetapi prospek gaji lebih rendah). Siswa tersebut memutuskan melakukan Salat Istikharah. Meskipun Istikharah adalah permintaan petunjuk dari Allah, proses berpikir kritis (tadabbur dan tafakkur) harus tetap mendahului dan menyertai. Prinsip berpikir kritis yang paling tepat diterapkan sebelum dan setelah Istikharah adalah: إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ
a)
Langsung memilih opsi yang paling disukai setelah istikharah, tanpa mempertimbangkan input dari orang tua atau guru, karena petunjuk dari Allah adalah yang paling utama.
b)
Mengumpulkan semua data tentang kelebihan, kekurangan, peluang, dan risiko (SWOT) dari kedua jurusan sebelum istikharah, sehingga ketika petunjuk datang (baik berupa kecenderungan hati maupun kemudahan urusan), pilihan tersebut sudah didasari informasi rasional yang kuat.
c)
Menyerahkan sepenuhnya pada hasil mimpi setelah istikharah; jika tidak mimpi, maka keputusan ditunda sampai muncul feeling yang kuat.
d)
Berpikir kritis hanya dilakukan untuk jurusan Teknik Informatika, sementara Ilmu Pendidikan Islam dianggap sebagai urusan akhirat yang cukup diputuskan dengan istikharah saja.
e)
Memilih jurusan yang menjamin gaji paling tinggi, karena berpikir kritis mengajarkan untuk realistis dan memprioritaskan kebutuhan hidup.
20.
KISAH IMAM SYAFI'I DAN ORANG YANG KENTUT DALAM SHALAT Kisah 1: Kebijaksanaan Imam Syafi'i Suatu ketika, Imam Syafi'i rahimahullah menjadi imam shalat. Di tengah shalat berjamaah, seorang makmum tidak sengaja kentut dengan suara yang cukup keras. Suara itu terdengar oleh hampir semua jamaah. Dengan malu yang teramat sangat, pria tersebut langsung meninggalkan shalat dan pergi. Setelah shalat selesai, Imam Syafi'i memanggil makmum yang pergi tadi dan bertanya, "Mengapa engkau membatalkan shalatmu? Suara kentut itu justru menyempurnakan shalat kita semua karena mengingatkan kita akan wudhu yang mungkin sudah batal." Imam Syafi'i sengaja mengatakan demikian padahal ia tahu bahwa suara kentut itu membatalkan wudhu. Namun, beliau memilih "berbohong putih" untuk menjaga perasaan dan kehormatan orang tersebut. Kisah 2: Kisah Tiga Orang yang Terperangkap di Gua Dalam sebuah hadis qudsi riwayat Bukhari, diceritakan tentang tiga orang yang terperangkap dalam gua. Mereka memohon kepada Allah dengan menyebutkan amal kebajikan mereka masing-masing. Salah seorang di antara mereka berkata: *"Ya Allah, aku memiliki sepupu perempuan yang sangat kucintai. Aku ingin sekali menggaulinya, tapi ia selalu menolak. Suatu saat ketika ia sedang kesulitan, ia mendatangiku dan aku memberinya 120 dinar dengan syarat ia tidak menghalangi dirinya dariku. Ketika aku sudah bisa menguasainya, ia berkata, 'Takutlah kepada Allah dan janganlah membuka cincin (melakukan hubungan) kecuali dengan haknya.' Maka aku pun meninggalkannya padahal aku sangat menginginkannya, juga meninggalkan uang yang telah kuberikan. Ya Allah, jika perbuatanku ini ikhlas karena-Mu, maka bebaskanlah kami dari masalah ini."* Batu besar yang menutupi gua itupun bergeser sedikit.

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan keji (aib) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih." (QS. An-Nur: 19) Semoga kisah-kisah penuh hikmah ini dapat membentuk pribadi siswa yang tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi dan kemampuan untuk menjaga kehormatan sesama. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Implementasi kontemporer dari nilai-nilai dalam kedua kisah tersebut adalah...
a)
Tidak menyebarkan foto atau video memalukan teman di media sosial, meskipun itu lucu menurut kita
b)
Membuat grup khusus untuk membahas keburukan orang lain
c)
Mengunggah cerita momen memalukan orang lain dengan menyamarkan wajahnya
d)
Bercanda dengan menyebut-nyebut aib teman dekat
21.
KISAH IMAM SYAFI'I DAN ORANG YANG KENTUT DALAM SHALAT Kisah 1: Kebijaksanaan Imam Syafi'i Suatu ketika, Imam Syafi'i rahimahullah menjadi imam shalat. Di tengah shalat berjamaah, seorang makmum tidak sengaja kentut dengan suara yang cukup keras. Suara itu terdengar oleh hampir semua jamaah. Dengan malu yang teramat sangat, pria tersebut langsung meninggalkan shalat dan pergi. Setelah shalat selesai, Imam Syafi'i memanggil makmum yang pergi tadi dan bertanya, "Mengapa engkau membatalkan shalatmu? Suara kentut itu justru menyempurnakan shalat kita semua karena mengingatkan kita akan wudhu yang mungkin sudah batal." Imam Syafi'i sengaja mengatakan demikian padahal ia tahu bahwa suara kentut itu membatalkan wudhu. Namun, beliau memilih "berbohong putih" untuk menjaga perasaan dan kehormatan orang tersebut. Kisah 2: Kisah Tiga Orang yang Terperangkap di Gua Dalam sebuah hadis qudsi riwayat Bukhari, diceritakan tentang tiga orang yang terperangkap dalam gua. Mereka memohon kepada Allah dengan menyebutkan amal kebajikan mereka masing-masing. Salah seorang di antara mereka berkata: *"Ya Allah, aku memiliki sepupu perempuan yang sangat kucintai. Aku ingin sekali menggaulinya, tapi ia selalu menolak. Suatu saat ketika ia sedang kesulitan, ia mendatangiku dan aku memberinya 120 dinar dengan syarat ia tidak menghalangi dirinya dariku. Ketika aku sudah bisa menguasainya, ia berkata, 'Takutlah kepada Allah dan janganlah membuka cincin (melakukan hubungan) kecuali dengan haknya.' Maka aku pun meninggalkannya padahal aku sangat menginginkannya, juga meninggalkan uang yang telah kuberikan. Ya Allah, jika perbuatanku ini ikhlas karena-Mu, maka bebaskanlah kami dari masalah ini."* Batu besar yang menutupi gua itupun bergeser sedikit.

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan keji (aib) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih." (QS. An-Nur: 19) Semoga kisah-kisah penuh hikmah ini dapat membentuk pribadi siswa yang tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi dan kemampuan untuk menjaga kehormatan sesama. Hikmah apa yang dapat diambil dari cara pria dalam gua bercerita tentang dosanya?
a)
A. Meski terpaksa harus menyebut kesalahan, ia menyampaikannya dengan cara yang tetap menjaga kehormatan semua pihak
b)
B. Lebih baik menyembunyikan semua dosa meski dalam kondisi terdesak
c)
C. Bercerita tentang dosa masa lalu justru membersihkan diri
d)
D. Allah hanya mengabulkan doa orang yang bercerita jujur tentang dosanya
22.
Meningkatnya kasus utang online (pinjol) ilegal di masyarakat menunjukkan lemahnya kemampuan evaluasi risiko keuangan. Masyarakat mudah tergiur dengan iming-iming dana cepat tanpa mengkaji suku bunga tinggi dan risiko penyebaran data pribadi. Jika berpikir kritis dianalogikan sebagai benteng pertahanan diri terhadap kerugian, maka prinsip dasar yang dilanggar oleh peminjam pinjol ilegal adalah: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَأْكُلُوٓا أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ (QS. An-Nisa [4]: 29 - potongan)
a)
Berani mengambil risiko, karena dalam Islam, risiko usaha (risiko tinggi, return tinggi) adalah hal yang sah dalam bisnis.
b)
Prinsip Al-Gharar (ketidakjelasan/risiko tinggi) dan tidak adanya tadabbur terhadap konsekuensi masa depan, karena tindakan mengambil utang secara bāṭil (tidak benar/ilegal) adalah bentuk merugikan diri sendiri yang dilarang.
c)
Prinsip Riba, yang secara otomatis haram, sehingga tidak perlu dilakukan analisis kritis terhadap syarat pinjaman.
d)
Kebebasan finansial, sebab setiap orang berhak mengambil keputusan keuangan tanpa intervensi dari pihak lain (pemerintah atau tokoh agama).
e)
Tabayyun terhadap berita (QS. 49:6), karena pinjol ilegal bukan termasuk kategori berita yang perlu diverifikasi.
23.
Seorang teman sekelas (A) bercerita kepada Anda tentang rahasia pribadi keluarganya yang sangat sensitif. Keesokan harinya, Anda melihat seorang influencer sekolah populer meng-upload video TikTok dengan format "storytime" yang berisi cerita yang sangat mirip, meski nama diganti. Tindakan paling tepat yang mencerminkan konsep "Ghibah" dan menjaga amanah adalah:
a)
Langsung menulis komentar di video tersebut: "Itu cerita teman saya! Anda telah membocorkan rahasia orang!"
b)
Menghubungi si influencer secara privat (DM) dan berkata, "Saya tahu ini cerita A. Ini ghibah dan kamu telah khianati amanahnya. Hapus video itu atau saya sebarkan keburukanmu."
c)
Segera menghubungi teman (A) untuk memastikan kebenarannya, lalu bersama-sama mendatangi influencer tersebut untuk mengingatkannya dengan baik tentang dosa ghibah dan memintanya menghapus video karena melanggar hak privasi.
d)
Diam saja karena takut di-bully, toh nama teman Anda tidak disebutkan secara langsung.
24.
Di grup WhatsApp kelas, terjadi perdebatan sengit mengenai pemilihan ketua OSIS. Seorang anggota grup (B) mengunggah screenshot status WhatsApp calon A yang dianggap kontroversial, disertai kata-kata, "Ini bukti calon A tidak kompeten! Jangan pilih dia!" Sikap kritis Anda berdasarkan QS. Al-Hujurat ayat 6 adalah:
a)
Ikut menyebarkan screenshot tersebut ke grup lain agar semua orang waspada.
b)
Langsung mengeluarkan anggota (B) dari grup karena telah menyebarkan fitnah.
c)
Menulis di grup, "Saudara B, terima kasih informasinya. Namun, alangkah baiknya kita melakukan tabayyun (klarifikasi) langsung kepada calon A mengenai konteks screenshot ini sebelum menyimpulkan dan menyebarkannya. Bisa jadi ada penjelasan yang kita belum tahu."
d)
Diam saja dan tidak memilih siapa pun dalam pemilihan tersebut.
25.
Sebagai admin media sosial Rohis, Anda mendapat laporan bahwa akun anonim sedang membuat thread Twitter berisi cibiran dan sindiran halus (read: "subtweet") tentang beberapa pengurus Rohis yang dianggap "sok alim". Analisis yang paling tepat mengenai tindakan akun anonim tersebut adalah:
a)
Itu bukan ghibah karena tidak menyebut nama secara langsung, jadi biarkan saja.
b)
Itu adalah bentuk kritik yang boleh jadi benar, jadi pengurus Rohis harus introspeksi diri.
c)
Itu termasuk ghibah dan namimah (adu domba) modern karena meski tanpa menyebut nama, komunitas yang dituju dapat mengetahui siapa targetnya, sehingga menimbulkan permusuhan dan kerusakan hubungan.
d)
Itu adalah kebebasan berpendapat di media sosial, selama tidak menggunakan kata-kata kotor.
26.
Seorang gamer profesional yang juga selebriti internet dikenal dengan ciri khas "toxic language" atau kata-kata kasar dan mencaci saat bermain game live streaming. Ia beralasan, "Itu hanya bagian dari strategi psikologis untuk menggertak lawan dan menghibur penonton." Tanggapan kritis Anda berdasarkan hadis tentang iman dan lisan adalah:
a)
Itu sah-sah saja karena memang sudah menjadi budaya dalam dunia game kompetitif.
b)
Itu tidak baik, tapi karena dia sedang dalam "karakter" di game, maka dosanya lebih ringan.
c)
Bahwa seorang muslim menjaga lisannya di semua situasi. Perkataan toxic dapat menyakiti hati, mengandung unsur ghibah atau cacian, dan bertentangan dengan sabda Rasulullah bahwa muslim adalah orang yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya, bahkan di ruang virtual.
d)
Itu masalah akhlak pribadi, yang penting selama live streaming ia tetap mengucapkan salam dan basmalah.
27.
Sebagai ketua divisi dakwah rohis sekolah, Anda mendapati salah satu anggota seringkali "memotong" pembicaraan narasumber saat kajian online dengan komentar sarkasme di kolom chat, seperti "Ini narasumbernya baca referensi ga sih?" yang membuat suasana tidak nyaman. Tindakan preventif (pencegahan) paling efektif yang Anda lakukan adalah:
a)
Memanggilnya dan menegurnya dengan keras di depan anggota lain agar jera.
b)
Melaporkannya kepada pembina Rohis untuk diberi sanksi.
c)
Membuat "etiket grup dan kajian online" yang disepakati bersama, yang salah satu poinnya melarang komentar yang merendahkan, sarkastik, atau tidak membangun, serta mengingatkan kembali tentang adab menuntut ilmu dan bahaya lisan.
d)
Membatasi akses chat-nya selama kajian berlangsung.
28.
Sekelompok siswa kelas 11 membuat grup chat eksklusif di media sosial yang sering digunakan untuk membicarakan (ghibah) kekurangan dan aib teman sekelas yang tidak disukai. Tindakan ini dilakukan dengan dalih "hanya bercanda" dan "tidak ada orang luar yang tahu." Mengacu pada firman Allah SWT yang memberikan perumpamaan ekstrem untuk ghibah: وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ (QS. Al-Hujurat [49]: 12 - potongan) Prinsip menjaga lisan yang paling esensial dilanggar dalam kasus ghibah digital ini, yang membedakannya dengan sekadar fitnah, adalah:
a)
Pelanggaran terhadap hak privasi (al-hurriyah) karena ghibah dilakukan di ruang tertutup, bukan publik.
b)
Penyalahgunaan teknologi komunikasi yang tidak termasuk dalam konteks larangan di zaman Nabi SAW.
c)
Kerusakan terhadap nilai kemanusiaan dan persaudaraan (ukhuwah), di mana membicarakan aib orang lain (saat tidak hadir) dianalogikan dengan memakan bangkai saudaranya sendiri, yang secara nalar kritis harus ditolak meskipun niatnya hanya candaan.
d)
Sifat ghibah yang hanya berlaku jika aib yang dibicarakan adalah hoaks, sementara jika yang dibicarakan itu fakta, maka hal itu dibenarkan.
e)
Menunjukkan kegagalan dalam berzikir, karena ghibah hanya terjadi jika seseorang lupa kepada Allah.
29.
Hadis Nabi Muhammad SAW: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini secara tegas menyandingkan iman kepada Allah dan Hari Akhir dengan dua pilihan sikap lisan: berkata baik (qul khairan) atau diam (liyasmut). Jika seorang siswa dihadapkan pada perdebatan sengit di media sosial mengenai isu politik yang melibatkan ujaran kebencian dan data yang belum pasti, bagaimana sintesis terbaik dari hadis tersebut diterapkan untuk menjaga lisan?
a)
Berkata baik adalah prioritas utama; oleh karena itu, siswa harus selalu menyuarakan pendapatnya dengan kata-kata yang santun, meskipun datanya lemah.
b)
Diam adalah pilihan yang paling aman dan paling disukai Nabi SAW dalam segala kondisi, sehingga siswa harus sepenuhnya menjauhi semua bentuk diskusi publik.
c)
Menganalisis informasi hingga benar-benar qath'i (pasti); jika kebenaran telah ditemukan, mengubah keraguan menjadi perkataan baik (qul khairan); jika keraguan tetap ada, menjaga integritas keimanan dengan memilih diam (liyasmut) agar tidak menimbulkan fitnah.
d)
Berkata baik (qul khairan) adalah hak istimewa yang hanya boleh digunakan oleh ulama, sementara siswa biasa harus selalu memilih diam (liyasmut).
e)
Hadis tersebut hanya berlaku untuk kondisi lisan (berbicara langsung), tidak relevan untuk komentar di media sosial.
30.
Bapak David berjanji akan memberikan nilai tambahan kepada siswa yang menyelesaikan tugas mandiri PAI. Namun, karena kesibukan sebagai guru dan Ketua Muhammadiyah, beliau lupa menepati janji tersebut kepada beberapa siswa. Meskipun kesalahan ini tidak disengaja, kegagalan menjaga lisan (janji) berpotensi merusak kepercayaan (trust) siswa. Peristiwa ini mengingatkan pada peringatan Allah SWT: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (QS. Ash-Shaff [61]: 2) Evaluasi yang paling tepat terhadap kasus ini dalam kaitannya dengan menjaga lisan dan integritas adalah:
a)
Janji yang berkaitan dengan nilai akademik di sekolah tidak termasuk dalam kategori al-wa'd (janji) yang wajib ditepati.
b)
Karena janji itu tidak disengaja dilanggar, maka Bapak David hanya perlu meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya.
c)
Ayat ini menegaskan bahwa kontradiksi antara lisan (qaul) dan perbuatan (fi'il) sangat dibenci Allah; oleh karena itu, kegagalan menepati janji, meskipun lupa, wajib segera ditutupi dengan realisasi janji (memberikan nilai tambahan) untuk memulihkan integritas dan kepercayaan.
d)
Sebagai seorang pemimpin dan guru, Bapak David dimaafkan karena beban kerjanya sangat berat, dan siswa harus memahami hal tersebut.
e)
Ayat ini hanya berlaku bagi pemimpin perang yang berjanji untuk berjuang, bukan untuk janji-janji dalam konteks pendidikan.
31.
Seorang ayah yang adalah perokok berat melarang anaknya merokok dengan alasan "Ayah sudah kecanduan dan susah berhenti, kamu jangan ikutan." Namun, ia tetap merokok di depan anaknya. Secara psikologis dan pendidikan Islam, tindakan ayah tersebut...
a)
Sangat tidak efektif dan kontraproduktif, karena anak akan mencontoh perbuatan (fi'il) bukan perkataan (qaul). Ini bertentangan dengan prinsip pendidikan Islam yang menekankan keteladanan (qudwah hasanah) sebagaimana sikap Rasulullah SAW.
b)
Sudah benar, karena ia telah memberikan nasihat yang baik kepada anaknya.
c)
Wajar, karena berhenti merokok memang sangat sulit dilakukan.
d)
Efektif, karena anak akan memahami kesulitan ayahnya dan memilih untuk tidak merokok.
32.
Rokok, meskipun tidak memabukkan seperti khamr, secara medis terbukti memiliki dampak kesehatan yang sangat merusak (mafsadat) bagi perokok aktif maupun pasif, serta menimbulkan ketergantungan. Dalam fikih Islam, kasus seperti rokok yang tidak ada dalil qath'i (pasti) tentang keharamannya secara langsung sering didekati dengan prinsip Sadd adz-Dzari'ah. Prinsip Sadd adz-Dzari'ah (menutup jalan menuju kerusakan) yang paling relevan untuk mengharamkan rokok adalah:
a)
Mengharamkan rokok karena sifatnya muskir (memabukkan), sama seperti khamr, berdasarkan Hadis Nabi SAW: كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
b)
Mengharamkan rokok karena ulama salaf tidak pernah melakukannya, sehingga dianggap sebagai bid'ah yang sesat.
c)
Mengharamkan rokok karena ia memiliki unsur gharar (ketidakpastian) dalam transaksi jual-belinya.
d)
Mengharamkan rokok karena dampaknya yang pasti merusak tubuh, memboroskan harta, dan membahayakan orang lain (perokok pasif); padahal Islam melarang segala bentuk perbuatan yang mengantarkan kepada dharar (kerusakan), sebagaimana firman Allah SWT: وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ
e)
Mengharamkan rokok karena baunya yang mengganggu jamaah di masjid.
33.
Seorang siswa mengetahui bahwa salah satu temannya mulai sering merokok di sekolah. Siswa tersebut dilematis: apakah ia harus diam (menjaga pertemanan) atau menegur (menjalankan nahi munkar). Jika siswa tersebut memilih untuk menegur temannya, tindakan tersebut bukan hanya didasari larangan rokok, tetapi juga didasari oleh prinsip menjaga hak orang lain (al-haq al-ghair) dari bahaya asap rokok (perokok pasif), sebagaimana Hadis Nabi Muhammad SAW: لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ (HR. Ibnu Majah) Sikap menjaga hak orang lain (al-haq al-ghair) dalam konteks menegur teman yang merokok di tempat umum merupakan penerapan tertinggi dari:
a)
Menjaga citra sekolah agar tidak dicap sebagai tempat perokok.
b)
Prinsip nahi munkar yang mendasar pada Hifzh an-Nafs (menjaga jiwa) dan prinsip etika sosial lā dharara wa lā dhirār (tidak membahayakan diri sendiri dan tidak membahayakan orang lain).
c)
Pelaksanaan amar ma'ruf (perintah kebaikan) yang wajib dilakukan oleh setiap individu.
d)
Sikap menjauhi lagw (perkataan sia-sia) agar tidak ikut terjerumus.
e)
Menjaga harta (Hifzh al-Mal) agar teman tersebut tidak menghabiskan uangnya untuk rokok.
34.
Di area smoking area sekolah, Anda mendengar beberapa siswa berdebat. Ada yang berkata, "Rokok elektrik atau vape itu lebih ringan dan tidak berbahaya seperti rokok konvensional." Siswa lain membantah, "Tapi tetap saja mengandung nikotin yang membuat adiktif." Berdasarkan tinjauan Islam, pernyataan mana yang PALING TEPAT?
a)
Vape halal karena uapnya bukan asap dan rasanya beragam.
b)
Baik rokok konvensional maupun vape, selama mengandung zat yang membahayakan tubuh (seperti nikotin) dan bersifat adiktif, maka hukumnya haram.
35.
Rian, siswa kelas 11 yang pintar, mulai terlihat sering bolos sekolah. Nilainya turun drastis dan sikapnya menjadi tertutup. Suatu hari, Anda melihat story Instagram-nya yang samar-samar berisi keluhan tentang hidup dan tagar #escape. Teman dekatnya bercerita bahwa Rian bergaul dengan komunitas "digital kreatif" yang diduga menggunakan narkotika jenis happy code untuk "meningkatkan kreativitas". Tindakan pertama yang paling tepat dan Islami sebagai sahabatnya adalah...
a)
Melaporkannya langsung ke guru BK dan polisi agar segera ditangani.
b)
Membuat postingan di media sosial tentang bahaya narkoba tanpa menyebut nama, agar Rian tersindir.
c)
Menghampirinya dengan penuh kasih sayang, menanyakan kabarnya, dan mengingatkannya secara privat bahwa jalan keluar masalah bukan dengan racun yang dilarang Allah, melainkan dengan sabar, shalat, dan memohon pertolongan-Nya,
36.
Seorang influencer gaming terkenal yang diidolakan banyak remaja, termasuk siswa di sekolah Anda, sering live streaming sambil merokok. Ia berkata, "Ini biar konsentrasi main game dan lagi stress nih karena kalah." Banyak fansnya yang kemudian membela dan meniru gaya tersebut. Sebagai pengurus Rohis, langkah strategis apa yang akan Anda ambil untuk melawan narasi berbahaya ini?
a)
Melaporkan akun influencer tersebut kepada platform media sosial.
b)
Membuat konten tandingan yang kreatif (seperti video pendek, infografis, atau podcast) yang menampilkan data bahaya rokok bagi konsentrasi dan mental, serta menghadirkan narasumber (seperti psikolog atau atlet esports) yang sukses TANPA rokok, sambil diselipkan dalil-dalil larangan merusak tubuh.
c)
Melarang teman-teman untuk mengikuti akun influencer tersebut.
d)
Mengadakan demonstrasi di sekolah menentang influencer tersebut.
37.
Anda mengetahui ada seorang dealer nakoba yang aktif merekrut anak sekolah di sekitar lingkungan Anda dengan modus menawarkan "usaha sampingan yang menguntungkan". Anda merasa terpanggil untuk menghentikan aksinya. Tindakan manakah yang mencerminkan sikap amar ma'ruf nahi munkar yang benar dan menjaga keselamatan diri?
a)
Konfrontasi langsung dengan si dealer dan mengancam akan melaporkannya.
b)
Bekerja sama dengan beberapa teman terpercaya untuk mengumpulkan bukti-bukti kuat (seperti screenshot percakapan) secara diam-diam, lalu menyerahkannya kepada pihak berwajib (seperti polisi atau guru) disertai permintaan untuk merahasiakan identitas Anda.
38.
Di sebuah grup WhatsApp kelas, tiba-tiba beredar foto screenshot percakapan pribadi antara Andi dan seorang teman dekatnya. Dalam percakapan itu, Andi curhat tentang masalah ekonomi keluarganya yang sangat memalukan baginya. Ternyata, handphone Andi di-hack oleh orang tidak bertanggung jawab. Reaksi apa yang PALING mencerminkan sikap menutup aib saudara sesama muslim?
a)
Langsung menghapus gambar tersebut dari grup dan menulis, "Ini aib teman kita! Siapa yang berani sebarkan?"
b)
Segera menghubungi admin grup untuk menarik (delete for everyone) pesan tersebut, lalu mengingatkan semua anggota secara privat untuk menghapusnya dan tidak menyebarluaskan,
39.
Anda secara tidak sengaja melihat teman sekelas Anda yang dikenal alim dan aktif di Rohis, sedang menangis di masjid sekolah karena merasa bersalah telah menonton film porno. Ia memohon kepada Anda untuk tidak memberitahu siapapun. Beberapa hari kemudian, Anda mendengar ada yang menyebarkan desas-desus bahwa teman Anda tersebut "berbuat mesum". Tindakan Anda adalah...
a)
Membenarkan desas-desus tersebut karena Anda tahu ia memang menonton film porno.
b)
Diam saja karena Anda sudah berjanji untuk tidak memberitahu siapapun. Biar orang tahu sendiri
c)
Meredam desas-desus tersebut dengan tegas tanpa perlu membocorkan aibnya yang sebenarnya, sambil mengatakan bahwa ia adalah teman yang baik. Kemudian mendekatinya untuk memberikan dukungan moral agar tidak mengulangi kesalahannya.
d)
Melaporkan teman Anda ke guru BK agar mendapat bimbingan, meski aibnya terbongkar.
40.
Sebagai ketua OSIS, Anda mengetahui bahwa bendahara OSIS yang adalah sahabat dekat Anda, telah menggunakan uang kas untuk membayar hutang pribadinya. Jumlahnya tidak besar dan ia berjanji akan mengembalikannya minggu depan. Sikap Anda yang mencerminkan keseimbangan antara menutup aib dan bertanggung jawab terhadap amanah adalah...
a)
Menutupi perbuatannya karena jumlahnya kecil dan ia sahabat dekat Anda.
b)
Segera meminjamkan uang pribadi Anda untuk melunasi kekurangan kas tersebut, sambil menasehati sahabat Anda dengan keras bahwa ini adalah terakhir kali dan ia harus segera mengembalikan uang Anda. Dengan demikian, aibnya tertutup, kas OSIS lengkap, dan ia mendapat pelajaran berharga.
c)
Langsung melaporkannya kepada pembina OSIS agar Anda tidak ikut bertanggung jawab.
d)
Membiarkannya dengan harapan ia akan mengembalikan uang tersebut minggu depan.
41.
Di media sosial, viral video seorang perempuan berjilbab yang sedang marah-marah dan menghardik orang tua di tempat umum. Netizen ramai-ramai membully dan menyebarkan identitasnya, termasuk menyebut sekolahnya yang adalah sekolah Islam. Padahal, Anda mengetahui bahwa perempuan tersebut sedang mengalami tekanan mental berat karena orang tuanya bercerai. Sikap Anda adalah...
a)
Ikut menyebarkan video tersebut ke grup lain sambil mengkritik perilakunya.
b)
Tidak menyebarkan, dan menulis komentar yang menyejukkan di kolom yang ramai: "Mari kita hentikan penyebaran video ini. Kita tidak tahu beban apa yang sedang dipikulnya. Semoga Allah memberi ketenangan pada semua pihak." sambil mengutip firman Allah:
42.
Anda mengetahui bahwa kakak kelas Anda yang sangat dihormati ternyata memiliki kebiasaan menyontek selama ini. Nilai-nilai bagusnya selama ini diperoleh dengan cara curang. Suatu ketika, ia terpilih menjadi perwakilan sekolah dalam olimpiade sains. Sikap Anda adalah...
a)
Segera memberitahu guru tentang kebiasaan menyonteknya agar ia tidak jadi perwakilan sekolah.
b)
Menemuinya secara empat mata dan berkata, "Kak, saya tahu rahasia kesuksesan kakak. Saya sangat menghormati kakak, tapi saya khawatir jika mekanisme olimpiade yang ketat justru akan mempermalukan kakak dan sekolah. Mari kita cari solusi bersama."
c)
Membiarkannya karena ini kesempatan emas baginya.
d)
Menyebarkan rahasia ini kepada teman-teman agar mereka tahu sifat aslinya.
43.
KISAH SAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ DAN MISTHOH BIN ATSATSATS Suatu ketika, tersebar berita yang menuduh Aisyah radhiyallahu 'anha, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, berbuat serong dengan Shafwan bin Mu'aththal. Berita dusta ini disebarkan oleh Abdullah bin Ubay bin Salul (pemimpin kaum munafik) dan ikut disebarkan oleh Misthoh bin Atsatsats, yang tidak lain adalah sepupu Abu Bakar Ash-Shiddiq sendiri. Abu Bakar yang mengetahui bahwa Misthoh ikut menyebarkan fitnah tersebut sangat marah. Sebelumnya, Abu Bakar biasa memberikan nafkah kepada Misthoh karena hubungan kekerabatan dan karena Misthoh termasuk fakir. Karena marahnya, Abu Bakar bersumpah tidak akan lagi memberi nafkah kepada Misthoh. Namun, tidak lama kemudian, turunlah ayat yang membuktikan kesucian Aisyah dari segala tuduhan. Setelah kejadian itu, Abu Bakar justru kembali memberikan nafkah kepada Misthoh. Ketika ditanya alasannya, Abu Bakar menjawab, "Demi Allah, aku ingin sekali untuk tidak menghentikannya (pemberian nafkah) selamanya." Lalu ia membaca firman Allah:

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22) Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Pelajaran utama apa yang dapat kita ambil dari sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq setelah turunnya ayat pembebasan Aisyah dari tuduhan?
a)
Kesetiaan pada keluarga harus diutamakan meskipun mereka bersalah
b)
Kemampuan untuk memaafkan dan tetap berbuat baik kepada orang yang pernah menyakiti kita, karena mengharap ampunan Allah
c)
Seorang pemimpin harus tegas dalam memberikan hukuman kepada pelaku kesalahan
d)
Memberi nafkah kepada keluarga adalah kewajiban mutlak yang tidak boleh dihentikan
44.
KISAH SAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ DAN MISTHOH BIN ATSATSATS Suatu ketika, tersebar berita yang menuduh Aisyah radhiyallahu 'anha, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, berbuat serong dengan Shafwan bin Mu'aththal. Berita dusta ini disebarkan oleh Abdullah bin Ubay bin Salul (pemimpin kaum munafik) dan ikut disebarkan oleh Misthoh bin Atsatsats, yang tidak lain adalah sepupu Abu Bakar Ash-Shiddiq sendiri. Abu Bakar yang mengetahui bahwa Misthoh ikut menyebarkan fitnah tersebut sangat marah. Sebelumnya, Abu Bakar biasa memberikan nafkah kepada Misthoh karena hubungan kekerabatan dan karena Misthoh termasuk fakir. Karena marahnya, Abu Bakar bersumpah tidak akan lagi memberi nafkah kepada Misthoh. Namun, tidak lama kemudian, turunlah ayat yang membuktikan kesucian Aisyah dari segala tuduhan. Setelah kejadian itu, Abu Bakar justru kembali memberikan nafkah kepada Misthoh. Ketika ditanya alasannya, Abu Bakar menjawab, "Demi Allah, aku ingin sekali untuk tidak menghentikannya (pemberian nafkah) selamanya." Lalu ia membaca firman Allah:

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22) Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Jika dianalisis menggunakan prinsip-prinsip modern, sikap Abu Bakar dalam kisah ini mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang...
a)
Psikologi sosial bahwa seseorang bisa tergelincir dalam kesalahan namun tetap berhak mendapat kesempatan memperbaiki diri
b)
Hukum pidana bahwa pelaku fitnah harus dihukum seberat-beratnya
c)
Manajemen konflik dengan menghindari pihak yang bermasalah
d)
Ekonomi Islam bahwa harta harus didistribusikan kepada kerabat
45.
KISAH SAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ DAN MISTHOH BIN ATSATSATS Suatu ketika, tersebar berita yang menuduh Aisyah radhiyallahu 'anha, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, berbuat serong dengan Shafwan bin Mu'aththal. Berita dusta ini disebarkan oleh Abdullah bin Ubay bin Salul (pemimpin kaum munafik) dan ikut disebarkan oleh Misthoh bin Atsatsats, yang tidak lain adalah sepupu Abu Bakar Ash-Shiddiq sendiri. Abu Bakar yang mengetahui bahwa Misthoh ikut menyebarkan fitnah tersebut sangat marah. Sebelumnya, Abu Bakar biasa memberikan nafkah kepada Misthoh karena hubungan kekerabatan dan karena Misthoh termasuk fakir. Karena marahnya, Abu Bakar bersumpah tidak akan lagi memberi nafkah kepada Misthoh. Namun, tidak lama kemudian, turunlah ayat yang membuktikan kesucian Aisyah dari segala tuduhan. Setelah kejadian itu, Abu Bakar justru kembali memberikan nafkah kepada Misthoh. Ketika ditanya alasannya, Abu Bakar menjawab, "Demi Allah, aku ingin sekali untuk tidak menghentikannya (pemberian nafkah) selamanya." Lalu ia membaca firman Allah:

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22) Semoga kisah teladan ini dapat menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf dan bijaksana dalam menjaga hubungan sosial, serta memahami bahwa menjaga aib dan memaafkan kesalahan orang lain adalah jalan menuju ampunan Allah SWT. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Dalam konteks kehidupan remaja masa kini, implementasi dari keteladanan Abu Bakar ini akan terwujud ketika...
a)
Tetap berteman baik dengan seseorang yang pernah menyebarkan gosip tentang kita, setelah ia menyadari kesalahan dan meminta maaf
b)
Memutuskan pertemanan dengan siapa saja yang pernah berbuat salah kepada kita
c)
Membalas semua perbuatan jahat teman dengan perbuatan yang sama
d)
Pura-pura tidak kenal dengan mantan teman yang pernah menyakiti kita
46.
KISAH SAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ DAN MISTHOH BIN ATSATSATS Suatu ketika, tersebar berita yang menuduh Aisyah radhiyallahu 'anha, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, berbuat serong dengan Shafwan bin Mu'aththal. Berita dusta ini disebarkan oleh Abdullah bin Ubay bin Salul (pemimpin kaum munafik) dan ikut disebarkan oleh Misthoh bin Atsatsats, yang tidak lain adalah sepupu Abu Bakar Ash-Shiddiq sendiri. Abu Bakar yang mengetahui bahwa Misthoh ikut menyebarkan fitnah tersebut sangat marah. Sebelumnya, Abu Bakar biasa memberikan nafkah kepada Misthoh karena hubungan kekerabatan dan karena Misthoh termasuk fakir. Karena marahnya, Abu Bakar bersumpah tidak akan lagi memberi nafkah kepada Misthoh. Namun, tidak lama kemudian, turunlah ayat yang membuktikan kesucian Aisyah dari segala tuduhan. Setelah kejadian itu, Abu Bakar justru kembali memberikan nafkah kepada Misthoh. Ketika ditanya alasannya, Abu Bakar menjawab, "Demi Allah, aku ingin sekali untuk tidak menghentikannya (pemberian nafkah) selamanya." Lalu ia membaca firman Allah:

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22) Semoga kisah teladan ini dapat menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf dan bijaksana dalam menjaga hubungan sosial, serta memahami bahwa menjaga aib dan memaafkan kesalahan orang lain adalah jalan menuju ampunan Allah SWT. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Turunnya QS. An-Nur ayat 22 dalam kisah ini memberikan pelajaran bahwa...
a)
Allah membenarkan sumpah Abu Bakar untuk tidak memberi nafkah lagi
b)
Allah mengajarkan bahwa kemarahan kita terhadap kesalahan orang tidak boleh menghalangi untuk berbuat baik, terutama kepada yang membutuhkan
c)
Memberi nafkah kepada keluarga dekat hukumnya wajib dalam segala kondisi
d)
Orang yang berbuat fitnah tidak berhak mendapat bantuan ekonomi
47.
KISAH SAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ DAN MISTHOH BIN ATSATSATS Suatu ketika, tersebar berita yang menuduh Aisyah radhiyallahu 'anha, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, berbuat serong dengan Shafwan bin Mu'aththal. Berita dusta ini disebarkan oleh Abdullah bin Ubay bin Salul (pemimpin kaum munafik) dan ikut disebarkan oleh Misthoh bin Atsatsats, yang tidak lain adalah sepupu Abu Bakar Ash-Shiddiq sendiri. Abu Bakar yang mengetahui bahwa Misthoh ikut menyebarkan fitnah tersebut sangat marah. Sebelumnya, Abu Bakar biasa memberikan nafkah kepada Misthoh karena hubungan kekerabatan dan karena Misthoh termasuk fakir. Karena marahnya, Abu Bakar bersumpah tidak akan lagi memberi nafkah kepada Misthoh. Namun, tidak lama kemudian, turunlah ayat yang membuktikan kesucian Aisyah dari segala tuduhan. Setelah kejadian itu, Abu Bakar justru kembali memberikan nafkah kepada Misthoh. Ketika ditanya alasannya, Abu Bakar menjawab, "Demi Allah, aku ingin sekali untuk tidak menghentikannya (pemberian nafkah) selamanya." Lalu ia membaca firman Allah:

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur: 22) Semoga kisah teladan ini dapat menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf dan bijaksana dalam menjaga hubungan sosial, serta memahami bahwa menjaga aib dan memaafkan kesalahan orang lain adalah jalan menuju ampunan Allah SWT. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Hikmah apa yang dapat diambil dari keputusan Abu Bakar yang justru meningkatkan pemberian nafkahnya setelah kejadian tersebut?
a)
Bahwa kebaikan yang kita berikan kepada orang yang bersalah justru dapat menjadi media untuk memperbaiki hubungan dan membimbingnya kepada kebenaran
b)
Bahwa harta harus dibagikan secara merata kepada semua kerabat tanpa pandang bulu
c)
Bahwa memutuskan hubungan silaturahmi diperbolehkan dalam Islam
d)
Bahwa seorang pemimpin harus menunjukkan kekuasaannya melalui pemberian materi
48.
KISAH SYUKURNYA AYYUB ALAIHISSALAM DAN IBRAHIM BIN ADHAM Kisah 1: Kesabaran dan Syukur Nabi Ayyub AS Nabi Ayyub 'alaihissalam adalah seorang nabi yang diberikan kekayaan melimpah, anak yang banyak, dan kesehatan. Namun Allah mengujinya dengan kehilangan harta, kematian anak-anaknya, dan penyakit kulit yang sangat parah selama bertahun-tahun. Hanya lidahnya yang masih bisa digunakan untuk berdzikir. Suatu saat, istrinya terlambat membawakan makanan. Setelah ditanya, istrinya menjawab, "Aku harus bekerja untuk orang lain agar mendapat upah membeli makanan untukmu." Mendengar hal itu, Ayyub berdoa:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) Allah kemudian mengabulkan doanya dan menyembuhkan penyakitnya. Kisah 2: Ibrahim bin Adham dan Miskin yang Bersyukur Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi, suatu kali melewati seorang penggembala yang miskin. Penggembala itu sedang shalat dengan khusyuk. Setelah selesai, Ibrahim mendengar dia berdoa, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa seandainya Engkau perintahkan gunung-gunung untuk membawa emas dan perak kepadaku, niscaya gunung-gunung itu akan membawanya. Tapi aku lebih memilih apa yang Engkau pilihkan untukku." Ibrahim bin Adham menangis mendengar doa itu dan berkata, "Engkau telah benar-benar mengenal Allah, wahai hamba Allah." Semoga kisah-kisah inspiratif ini dapat membuka wawasan kita bahwa syukur bukan hanya tentang mengucapkan "Alhamdulillah" saat mendapat nikmat, tetapi lebih tentang bagaimana tetap positif dan optimis dalam setiap kondisi yang Allah tetapkan. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Analisislah bentuk syukur yang ditunjukkan oleh Nabi Ayyub 'alaihissalam meskipun dalam kondisi sakit dan miskin!
a)
Syukur dengan tetap menggunakan nikmat lidah untuk berdoa dan berdzikir kepada Allah
b)
Syukur dengan meminta kepada istri untuk mencari bantuan kepada orang kaya
c)
Syukur dengan menerima keadaan namun berputus asa dari rahmat Allah
d)
Syukur dengan meminta disembuhkan secara instan dari penyakitnya
49.
KISAH SYUKURNYA AYYUB ALAIHISSALAM DAN IBRAHIM BIN ADHAM Kisah 1: Kesabaran dan Syukur Nabi Ayyub AS Nabi Ayyub 'alaihissalam adalah seorang nabi yang diberikan kekayaan melimpah, anak yang banyak, dan kesehatan. Namun Allah mengujinya dengan kehilangan harta, kematian anak-anaknya, dan penyakit kulit yang sangat parah selama bertahun-tahun. Hanya lidahnya yang masih bisa digunakan untuk berdzikir. Suatu saat, istrinya terlambat membawakan makanan. Setelah ditanya, istrinya menjawab, "Aku harus bekerja untuk orang lain agar mendapat upah membeli makanan untukmu." Mendengar hal itu, Ayyub berdoa:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) Allah kemudian mengabulkan doanya dan menyembuhkan penyakitnya. Kisah 2: Ibrahim bin Adham dan Miskin yang Bersyukur Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi, suatu kali melewati seorang penggembala yang miskin. Penggembala itu sedang shalat dengan khusyuk. Setelah selesai, Ibrahim mendengar dia berdoa, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa seandainya Engkau perintahkan gunung-gunung untuk membawa emas dan perak kepadaku, niscaya gunung-gunung itu akan membawanya. Tapi aku lebih memilih apa yang Engkau pilihkan untukku." Ibrahim bin Adham menangis mendengar doa itu dan berkata, "Engkau telah benar-benar mengenal Allah, wahai hamba Allah." Semoga kisah-kisah inspiratif ini dapat membuka wawasan kita bahwa syukur bukan hanya tentang mengucapkan "Alhamdulillah" saat mendapat nikmat, tetapi lebih tentang bagaimana tetap positif dan optimis dalam setiap kondisi yang Allah tetapkan. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Jika dikaitkan dengan kehidupan remaja modern, sikap penggembala dalam kisah Ibrahim bin Adham tercermin ketika...
a)
Seorang siswa menerima keterbatasan ekonomi keluarganya dengan ikhlas, sambil terus bersemangat belajar dan yakin Allah punya rencana terbaik
b)
Seorang siswa mengeluh karena tidak memiliki smartphone seperti teman-temannya
c)
Seorang siswa memaksa orang tua membelikan barang mahal agar tidak dianggap ketinggalan zaman
d)
Seorang siswa bersyukur hanya ketika mendapatkan nilai bagus atau hadiah
50.
KISAH SYUKURNYA AYYUB ALAIHISSALAM DAN IBRAHIM BIN ADHAM Kisah 1: Kesabaran dan Syukur Nabi Ayyub AS Nabi Ayyub 'alaihissalam adalah seorang nabi yang diberikan kekayaan melimpah, anak yang banyak, dan kesehatan. Namun Allah mengujinya dengan kehilangan harta, kematian anak-anaknya, dan penyakit kulit yang sangat parah selama bertahun-tahun. Hanya lidahnya yang masih bisa digunakan untuk berdzikir. Suatu saat, istrinya terlambat membawakan makanan. Setelah ditanya, istrinya menjawab, "Aku harus bekerja untuk orang lain agar mendapat upah membeli makanan untukmu." Mendengar hal itu, Ayyub berdoa:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) Allah kemudian mengabulkan doanya dan menyembuhkan penyakitnya. Kisah 2: Ibrahim bin Adham dan Miskin yang Bersyukur Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi, suatu kali melewati seorang penggembala yang miskin. Penggembala itu sedang shalat dengan khusyuk. Setelah selesai, Ibrahim mendengar dia berdoa, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa seandainya Engkau perintahkan gunung-gunung untuk membawa emas dan perak kepadaku, niscaya gunung-gunung itu akan membawanya. Tapi aku lebih memilih apa yang Engkau pilihkan untukku." Ibrahim bin Adham menangis mendengar doa itu dan berkata, "Engkau telah benar-benar mengenal Allah, wahai hamba Allah." Semoga kisah-kisah inspiratif ini dapat membuka wawasan kita bahwa syukur bukan hanya tentang mengucapkan "Alhamdulillah" saat mendapat nikmat, tetapi lebih tentang bagaimana tetap positif dan optimis dalam setiap kondisi yang Allah tetapkan. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Doa Nabi Ayyub dalam QS. Al-Anbiya: 83 mengajarkan prinsip syukur bahwa...
a)
Syukur harus tetap dipraktikkan dalam segala kondisi, baik senang maupun susah, dengan tetap menyandarkan segala urusan kepada Allah
b)
Berdoa hanya diperlukan ketika sedang mengalami kesulitan
c)
Allah hanya mengabulkan doa orang-orang yang kaya dan berkedudukan
d)
Penyakit adalah bentuk hukuman dari Allah sehingga harus dijauhi
51.
KISAH SYUKURNYA AYYUB ALAIHISSALAM DAN IBRAHIM BIN ADHAM Kisah 1: Kesabaran dan Syukur Nabi Ayyub AS Nabi Ayyub 'alaihissalam adalah seorang nabi yang diberikan kekayaan melimpah, anak yang banyak, dan kesehatan. Namun Allah mengujinya dengan kehilangan harta, kematian anak-anaknya, dan penyakit kulit yang sangat parah selama bertahun-tahun. Hanya lidahnya yang masih bisa digunakan untuk berdzikir. Suatu saat, istrinya terlambat membawakan makanan. Setelah ditanya, istrinya menjawab, "Aku harus bekerja untuk orang lain agar mendapat upah membeli makanan untukmu." Mendengar hal itu, Ayyub berdoa:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) Allah kemudian mengabulkan doanya dan menyembuhkan penyakitnya. Kisah 2: Ibrahim bin Adham dan Miskin yang Bersyukur Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi, suatu kali melewati seorang penggembala yang miskin. Penggembala itu sedang shalat dengan khusyuk. Setelah selesai, Ibrahim mendengar dia berdoa, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa seandainya Engkau perintahkan gunung-gunung untuk membawa emas dan perak kepadaku, niscaya gunung-gunung itu akan membawanya. Tapi aku lebih memilih apa yang Engkau pilihkan untukku." Ibrahim bin Adham menangis mendengar doa itu dan berkata, "Engkau telah benar-benar mengenal Allah, wahai hamba Allah." Semoga kisah-kisah inspiratif ini dapat membuka wawasan kita bahwa syukur bukan hanya tentang mengucapkan "Alhamdulillah" saat mendapat nikmat, tetapi lebih tentang bagaimana tetap positif dan optimis dalam setiap kondisi yang Allah tetapkan. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Pelajaran apa yang dapat diambil dari tangisan Ibrahim bin Adham setelah mendengar doa penggembala tersebut?
a)
Bahwa kedudukan seseorang di sisi Allah diukur dari kualitas syukur dan keridhaannya terhadap ketetapan Allah, bukan dari banyaknya harta
b)
Bahwa orang miskin tidak perlu berdoa meminta kekayaan
c)
Bahwa Ibrahim bin Adham menyesali kekayaannya
d)
Bahwa menjadi penggembala adalah profesi yang mulia
52.
KISAH SYUKURNYA AYYUB ALAIHISSALAM DAN IBRAHIM BIN ADHAM Kisah 1: Kesabaran dan Syukur Nabi Ayyub AS Nabi Ayyub 'alaihissalam adalah seorang nabi yang diberikan kekayaan melimpah, anak yang banyak, dan kesehatan. Namun Allah mengujinya dengan kehilangan harta, kematian anak-anaknya, dan penyakit kulit yang sangat parah selama bertahun-tahun. Hanya lidahnya yang masih bisa digunakan untuk berdzikir. Suatu saat, istrinya terlambat membawakan makanan. Setelah ditanya, istrinya menjawab, "Aku harus bekerja untuk orang lain agar mendapat upah membeli makanan untukmu." Mendengar hal itu, Ayyub berdoa:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) Allah kemudian mengabulkan doanya dan menyembuhkan penyakitnya. Kisah 2: Ibrahim bin Adham dan Miskin yang Bersyukur Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi, suatu kali melewati seorang penggembala yang miskin. Penggembala itu sedang shalat dengan khusyuk. Setelah selesai, Ibrahim mendengar dia berdoa, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa seandainya Engkau perintahkan gunung-gunung untuk membawa emas dan perak kepadaku, niscaya gunung-gunung itu akan membawanya. Tapi aku lebih memilih apa yang Engkau pilihkan untukku." Ibrahim bin Adham menangis mendengar doa itu dan berkata, "Engkau telah benar-benar mengenal Allah, wahai hamba Allah." Semoga kisah-kisah inspiratif ini dapat membuka wawasan kita bahwa syukur bukan hanya tentang mengucapkan "Alhamdulillah" saat mendapat nikmat, tetapi lebih tentang bagaimana tetap positif dan optimis dalam setiap kondisi yang Allah tetapkan. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Implementasi kontemporer dari keteladanan kedua kisah tersebut dalam menghadapi ujian akademik adalah...
a)
Tetap bersyukur dan berusaha maksimal meskipun memiliki keterbatasan fasilitas belajar, dengan meyakini bahwa Allah akan memberi jalan keluar
b)
Menyontek ketika menghadapi ujian sulit dengan alasan tidak punya fasilitas belajar yang memadai
c)
Mengeluh dan menyalahkan orang tua karena tidak bisa membelikan buku tambahan
d)
Berputus asa ketika mendapatkan nilai jelek dan tidak mau memperbaiki
53.
KISAH PERDAMAIAN RASULULLAH DAN HASSAN BIN TSABIT Kisah 1: Diplomasi Damai Rasulullah di Hudaibiyah Tahun 6 H, Rasulullah ﷺ dan 1400 sahabat berangkat ke Makkah untuk umrah. Namun kaum Quraisy menghalangi dengan mengirim pasukan. Rasulullah kemudian mengutus Utsman bin Affan untuk bernegosiasi. Beredar kabar Utsman dibunuh, membuat kaum muslimin marah dan siap perang. Dalam kondisi tegang ini, Rasulullah mengajak bai'at (sumpah setia) di bawah pohon yang dikenal Bai'atur Ridwan. Namun ternyata Utsman tidak dibunuh, dan Rasulullah memilih jalan damai dengan membuat Perjanjian Hudaibiyah yang isinya banyak menguntungkan Quraisy. Banyak sahabat kecewa, termasuk Umar bin Khattab yang protes. Namun Rasulullah bersabda, "Aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak akan menyalahi perintah-Nya dan Dia tidak akan mencelakakanku." (HR. Muslim). Ternyata, perjanjian ini menjadi kemenangan diplomatik terbesar yang membuka jalan untuk Futuh Makkah. Kisah 2: Hassan bin Tsabit dan Penyair Quraisy Suatu ketika, seorang penyair Quraisy datang ke Madinah dan melantunkan syair yang menghina Rasulullah ﷺ. Para sahabat marah dan hendak memukulinya. Namun Rasulullah melarang dan justru memanggil Hassan bin Tsabit, penyair muslim yang piawai. Rasulullah bersabda, "Balaslah syair mereka. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh apa yang kau ucapkan lebih menyakitkan mereka daripada panah yang menancap." (HR. Ahmad). Hassan kemudian membalas dengan syair yang membela kehormatan Rasulullah dan Islam dengan cara yang elegan, tanpa kekerasan fisik. Berdasarkan kisah di atas, jawablah pertanyaan berikut: Implementasi keteladanan Perjanjian Hudaibiyah dalam menyelesaikan konflik antar geng pelajar adalah...
a)
Mengajak dialog dan kesepakatan damai meskipun merasa diri lebih kuat, dengan visi untuk perdamaian jangka panjang
b)
Menghancurkan geng lawan sepenuhnya agar tidak lagi mengganggu
c)
Meminta polisi menangkap semua anggota geng lawan
d)
Pindah sekolah untuk menghindari konflik