wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

BAHASA INDONESIA 2

Total questions: 20

Worksheet time: 11mins

Name
Class
Date
1.

Siapa yang memiliki usul untuk meminta bantuan hewan yang cerdik?

a)

Bani

b)

Ucil

c)

Rino

d)

Hari

2.

“Mereka diam seribu bahasa.”
Apa arti “diam seribu bahasa” pada teks fabel tersebut?

a)

Para binatang di hutan tidak mampu melakukan sesuatu.

b)

Semua binatang di hutan menahan untuk tidak berkomentar.

c)

Penghuni hutan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.

d)

Binatang-binatang di hutan tidak mengetahui masalah yang terjadi.

3.

Apa contoh peristiwa yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari- hari berdasarkan kejadian yang dialami Ucil pada cerita tersebut?

Tentukan Sesuai (v) atau Tidak Sesuai (v)untuk setiap pernyataan berikut!

a)

Tita memberi ide cemerlang yang dapat dilakukan oleh teman-teman di kelas.

b)

Jani menghargai kepercayaan yang diberikan teman-teman sekelas kepada dirinya.

c)

Nina bertanggung jawab dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya.

4.

Hewan Pemakan Daun, Apa Itu?

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup.

Sumber: http://bobo.grid.id/read/084266052/bukan-herbivora-inilah-sebutan-untuk-hewan-pemakan-daun-tanaman?page=all (dengan penyesuaian)

Apa saja contoh hewan folivora berdasarkan informasi tersebut?

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a)

Sapi

b)

Koala

c)

Panda

5.

Hewan Pemakan Daun, Apa Itu?

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup.

Sumber: http://bobo.grid.id/read/084266052/bukan-herbivora-inilah-sebutan-untuk-hewan-pemakan-daun-tanaman?page=all (dengan penyesuaian)

mana yang sesuai untuk menggambarkan informasi pada teks tersebut?

a)

b)

Tiga kelompok utama hewan folivora

contoh hewan folivora

Pengertian hewan folivora

cara hewan folivora mencerna daun

c)

d)

6.

Hewan Pemakan Daun, Apa Itu?

Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.

Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.

Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.

Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup.

Sumber: http://bobo.grid.id/read/084266052/bukan-herbivora-inilah-sebutan-untuk-hewan-pemakan-daun-tanaman?page=all (dengan penyesuaian)

Apa gagasan utama yang disampaikan pada paragraf ketiga teks tersebut?

a)

Jenis daun yang cocok untuk hewan folivora.

b)

Pembagian hewan berdasarkan makanan mereka.

c)

Cara khusus tubuh hewan folivora mencerna daun.

d)

Peranan penting hutan bagi kehidupan hewan folivora.

7.

Lebah Madu yang Bijaksana

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah seekor lebah madu bernama Mila. Mila sangat rajin mengumpulkan nektar dari bunga-bunga untuk membuat madu. Suatu hari, ketika Mila sedang terbang mencari bunga, ia melihat seekor semut yang terjatuh ke dalam genangan air.

“Tolong! Tolong!” teriak semut itu dengan panik.

Mila langsung terbang mendekat dan menjatuhkan sebuah daun kecil ke dalam genangan air. Semut itu segera naik ke atas daun dan selamat. “Terima kasih, Lebah Mila! Kamu sangat baik hati,” kata semut itu.

Beberapa hari kemudian, seorang pemburu madu datang ke hutan dengan membawa alat penangkap lebah. Ketika pemburu itu hendak menangkap Mila, tiba-tiba semut yang pernah ditolong Mila muncul dan menggigit kaki pemburu tersebut.

“Aduh!” teriak pemburu itu sambil melompat-lompat. Sementara itu, Mila berhasil terbang menjauh dan selamat.

Sejak hari itu, Mila dan semut menjadi sahabat baik. Mereka saling membantu dan melindungi satu sama lain di hutan yang indah itu.

Apa yang dilakukan Mila untuk menolong semut yang terjatuh ke dalam genangan air?

a)
  1. Mila mengeluarkan semut dari air dengan kakinya

b)
  1. Mila menjatuhkan sebuah daun kecil ke dalam genangan air

c)
  1. Mila memanggil hewan lain untuk membantu semut

d)
  1. Mila terbang rendah agar semut bisa naik ke punggungnya

8.

Pohon Mangga Ajaib

Pada zaman dahulu, di sebuah desa terpencil, tumbuh sebatang pohon mangga yang sangat istimewa. Pohon mangga ini tidak seperti pohon mangga biasa karena buahnya bisa berubah rasa sesuai dengan hati orang yang memakannya. Jika orang yang memakannya memiliki hati yang baik, mangga itu akan terasa sangat manis. Sebaliknya, jika orang yang memakannya memiliki hati yang jahat, mangga itu akan terasa sangat pahit.

Suatu hari, datanglah seorang pedagang kaya yang tamak. Ia mendengar cerita tentang pohon mangga ajaib dan ingin memilikinya. Pedagang itu berkata kepada penduduk desa, “Jual pohon mangga ini kepadaku! Aku akan membayar dengan harga yang sangat mahal.”

Namun, sesepuh desa menolak. “Pohon ini adalah milik bersama. Siapa saja boleh memetik buahnya, tetapi tidak boleh dijual,” jawab sesepuh desa dengan tegas.

Pedagang itu merasa kesal dan diam-diam merencanakan untuk mencuri pohon mangga tersebut di malam hari. Ketika malam tiba, pedagang itu datang membawa kapak untuk menebang pohon mangga. Namun, ketika ia memetik satu buah mangga untuk dicoba, rasanya sangat pahit sehingga ia langsung memuntahkannya.

“Mengapa mangga ini pahit sekali?” gumam pedagang itu sambil meludah-ludah.

Tiba-tiba, pohon mangga itu berbicara, “Hai pedagang tamak! Buahku akan pahit bagi mereka yang memiliki hati jahat sepertimu. Pergilah dan jangan pernah kembali!”

Pedagang itu ketakutan dan lari terbirit-birit meninggalkan desa. Sejak saat itu, pohon mangga ajaib tetap tumbuh subur dan memberikan buah manis bagi orang-orang yang berhati baik.

Berdasarkan cerita tersebut, bagaimana perubahan sikap pedagang dari awal hingga akhir cerita?

Tentukan sesuai (V) atau tidak Sesuai (V) untuk setiap pernyataan berikut!

a)

Pedagang awalnya sopan dalam menawar, kemudian menjadi licik dengan merencanakan pencurian.

b)

Pedagang awalnya percaya diri dengan kekayaannya, kemudian menjadi takut dan kabur.

c)

Pedagang awalnya bersikap baik kepada penduduk desa, kemudian menjadi kasar dan marah-marah.

9.

Pohon Mangga Ajaib

Pada zaman dahulu, di sebuah desa terpencil, tumbuh sebatang pohon mangga yang sangat istimewa. Pohon mangga ini tidak seperti pohon mangga biasa karena buahnya bisa berubah rasa sesuai dengan hati orang yang memakannya. Jika orang yang memakannya memiliki hati yang baik, mangga itu akan terasa sangat manis. Sebaliknya, jika orang yang memakannya memiliki hati yang jahat, mangga itu akan terasa sangat pahit.

Suatu hari, datanglah seorang pedagang kaya yang tamak. Ia mendengar cerita tentang pohon mangga ajaib dan ingin memilikinya. Pedagang itu berkata kepada penduduk desa, “Jual pohon mangga ini kepadaku! Aku akan membayar dengan harga yang sangat mahal.”

Namun, sesepuh desa menolak. “Pohon ini adalah milik bersama. Siapa saja boleh memetik buahnya, tetapi tidak boleh dijual,” jawab sesepuh desa dengan tegas.

Pedagang itu merasa kesal dan diam-diam merencanakan untuk mencuri pohon mangga tersebut di malam hari. Ketika malam tiba, pedagang itu datang membawa kapak untuk menebang pohon mangga. Namun, ketika ia memetik satu buah mangga untuk dicoba, rasanya sangat pahit sehingga ia langsung memuntahkannya.

“Mengapa mangga ini pahit sekali?” gumam pedagang itu sambil meludah-ludah.

Tiba-tiba, pohon mangga itu berbicara, “Hai pedagang tamak! Buahku akan pahit bagi mereka yang memiliki hati jahat sepertimu. Pergilah dan jangan pernah kembali!”

Pedagang itu ketakutan dan lari terbirit-birit meninggalkan desa. Sejak saat itu, pohon mangga ajaib tetap tumbuh subur dan memberikan buah manis bagi orang-orang yang berhati baik.

Peristiwa dalam cerita “Pohon Mangga Ajaib” yang dapat ditemukan dalam kehidupan nyata adalah …

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a)
  1. Orang yang tamak sering kali tidak puas dengan apa yang dimilikinya.

b)
  1. Pohon mangga yang bisa berubah rasa sesuai hati orang yang memakannya.

c)
  1. Ada orang yang mencoba mengambil keuntungan dari milik bersama.

d)
  1. Tanaman yang bisa berbicara seperti manusia.

 

10.

Kalimat berikut yang merupakan kalimat tanya adalah …

a)

Andi membaca buku di kamar?

b)

Kapan kamu pergi ke sekolah?

c)

Dina membeli pensil baru.

d)

Ibu memasak di dapur.

11.

Antonim dari kata besar adalah …

a)

Tinggi

b)

kecil

c)

panjang

d)

luas

12.

Kalimat yang menggunakan kata hubung “dan” dengan benar adalah …

a)

Ibu mencuci baju dan piring.

b)

Ayah tidur dan makan di ruang tamu.

c)

Sinta dan pergi ke pasar.

d)

Adik bermain dan menangis sendiri.

13.

Kata baku dari ngantuk adalah …

a)

kantuk

b)

ngantuk

c)

ngantokan

d)

ngantukan

14.

Kalimat berikut yang benar ejaannya adalah …

a)

Saya tinggal di Surabaya.

b)

saya Tinggal di surabaya.

c)

Saya tinggal di suraBaya.

d)

saya tinggal Di surabaya.

15.

Petualangan Kiki dan Burung Kecil

Pagi itu, Kiki berjalan-jalan di taman dekat rumahnya. Udara segar dan embun pagi membuat suasana sangat sejuk. Tiba-tiba, ia mendengar suara lemah dari balik semak-semak. “Cit… cit…” suara itu terdengar sangat kecil dan menyedihkan.

Kiki menghampiri semak tersebut dengan hati-hati. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan seekor burung kecil yang sayapnya terluka. Burung itu tidak bisa terbang dan terlihat sangat ketakutan. Mata burung kecil itu memandang Kiki dengan tatapan memohon bantuan.

“Kasihan sekali burung kecil ini,” gumam Kiki dalam hati. Ia segera mengambil sapu tangannya dan dengan lembut membungkus burung kecil itu. Kiki membawa burung tersebut pulang ke rumah.

Di rumah, Kiki menceritakan kejadian itu kepada ayahnya. Ayah Kiki tersenyum bangga melihat kepedulian anaknya. “Kiki, kamu memiliki hati yang baik. Mari kita rawat burung ini bersama-sama,” kata ayahnya.

Mereka membersihkan luka di sayap burung kecil itu dengan air hangat. Kemudian, ayah Kiki mengoleskan obat luka secara perlahan. Burung kecil itu tampak semakin tenang karena merasa aman di tangan mereka. Kiki membuatkan kandang sementara dari kotak kardus bekas dan memberikan makanan berupa biji-bijian kecil.

Setiap hari, Kiki merawat burung kecil itu dengan penuh kasih sayang. Ia memberi makan, mengganti air minum, dan membersihkan kandangnya. Perlahan-lahan, sayap burung itu sembuh. Setelah satu minggu, burung kecil itu sudah bisa mengepakkan sayapnya dengan baik.

“Sepertinya burung kecil ini sudah siap untuk kembali ke alam bebas,” kata ayah Kiki suatu pagi. Meskipun Kiki sedih harus berpisah, ia tahu bahwa tempat terbaik bagi burung adalah di alam bebas bersama teman-temannya.

Di taman yang sama tempat mereka pertama kali bertemu, Kiki melepaskan burung kecil itu. Burung tersebut terbang mengitari Kiki beberapa kali seolah mengucapkan terima kasih, kemudian terbang tinggi ke langit biru. Kiki tersenyum bahagia karena telah membantu makhluk kecil yang membutuhkan pertolongan.

Urutan perawatan burung kecil yang dilakukan Kiki dan ayahnya adalah ….

a)
  1. Memberi makan → membersihkan luka → mengoleskan obat → membuat kandang

b)
  1. Membersihkan luka → mengoleskan obat → membuat kandang → memberi makan

c)
  1. Mengoleskan obat → membersihkan luka → memberi makan → membuat kandang

d)

Membuat kandang → memberi makan → membersihkan luka → mengoleskan oba

16.

Petualangan Kiki dan Burung Kecil

Pagi itu, Kiki berjalan-jalan di taman dekat rumahnya. Udara segar dan embun pagi membuat suasana sangat sejuk. Tiba-tiba, ia mendengar suara lemah dari balik semak-semak. “Cit… cit…” suara itu terdengar sangat kecil dan menyedihkan.

Kiki menghampiri semak tersebut dengan hati-hati. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan seekor burung kecil yang sayapnya terluka. Burung itu tidak bisa terbang dan terlihat sangat ketakutan. Mata burung kecil itu memandang Kiki dengan tatapan memohon bantuan.

“Kasihan sekali burung kecil ini,” gumam Kiki dalam hati. Ia segera mengambil sapu tangannya dan dengan lembut membungkus burung kecil itu. Kiki membawa burung tersebut pulang ke rumah.

Di rumah, Kiki menceritakan kejadian itu kepada ayahnya. Ayah Kiki tersenyum bangga melihat kepedulian anaknya. “Kiki, kamu memiliki hati yang baik. Mari kita rawat burung ini bersama-sama,” kata ayahnya.

Mereka membersihkan luka di sayap burung kecil itu dengan air hangat. Kemudian, ayah Kiki mengoleskan obat luka secara perlahan. Burung kecil itu tampak semakin tenang karena merasa aman di tangan mereka. Kiki membuatkan kandang sementara dari kotak kardus bekas dan memberikan makanan berupa biji-bijian kecil.

Setiap hari, Kiki merawat burung kecil itu dengan penuh kasih sayang. Ia memberi makan, mengganti air minum, dan membersihkan kandangnya. Perlahan-lahan, sayap burung itu sembuh. Setelah satu minggu, burung kecil itu sudah bisa mengepakkan sayapnya dengan baik.

“Sepertinya burung kecil ini sudah siap untuk kembali ke alam bebas,” kata ayah Kiki suatu pagi. Meskipun Kiki sedih harus berpisah, ia tahu bahwa tempat terbaik bagi burung adalah di alam bebas bersama teman-temannya.

Di taman yang sama tempat mereka pertama kali bertemu, Kiki melepaskan burung kecil itu. Burung tersebut terbang mengitari Kiki beberapa kali seolah mengucapkan terima kasih, kemudian terbang tinggi ke langit biru. Kiki tersenyum bahagia karena telah membantu makhluk kecil yang membutuhkan pertolongan.

Bagaimana perubahan kondisi burung kecil dari awal hingga akhir cerita?

Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!

a)

Burung awalnya ketakutan, kemudian menjadi tenang dan sehat

b)

Burung awalnya tidak bisa terbang, kemudian bisa terbang dengan baik

c)

Burung awalnya sendirian, kemudian hidup bersama Kiki selamanya

17.

Kata “pahlawan” memiliki arti …

a)

orang yang suka berperang

b)

orang yang berjasa bagi bangsa

c)

orang yang pandai berbicara

d)

orang yang suka menolong teman

18.

Kalimat yang termasuk kalimat majemuk setara adalah …

a)

Ibu memasak nasi dan Ayah menyapu halaman.

b)

Ibu memasak nasi di dapur.

c)

Ibu memasak nasi untuk makan malam.

d)

Ibu yang memasak nasi.

19.

Kata “berlari” termasuk dalam kata …

a)

benda

b)

kerja

c)

sifat

d)

bilangan

20.

Peribahasa “bagai air di daun talas” artinya …

a)

orang yang mudah berubah pendirian

b)

orang yang sabar

c)

orang yang suka menolong

d)

orang yang rajin