NEW
Font size
WorksheetsUjian Imunohematologi (2)
Total questions: 25
Worksheet time: 12mins
Seorang ATLM menduga terjadi Reaksi Hemolisis Non-Imun pada kantong darah. Faktor penyebab manakah di bawah ini yang paling mungkin menyebabkan lisis sel darah merah *in vitro* (di luar tubuh pasien)?
Inkompatibilitas minor antigen HLA.
Sitokin pirogenik dari leukosit donor.
Antibodi anti-Kidd yang sudah ada dalam serum pasien.
Transfusi melalui jarum kecil atau pompa yang menyebabkan tekanan berlebih (kerusakan fisik).
Salah satu komponen utama dari Strategi Implementasi QA di laboratorium adalah *double check* hasil kritis, di mana minimal dua analis memverifikasi hasil sebelum dilaporkan. Apa tujuan utama dari prosedur ini?
Memenuhi standar kalibrasi alat laboratorium.
Menggantikan peran penanggung jawab laboratorium.
Mempercepat waktu putar hasil (Turn Around Time).
Menghindari kesalahan interpretasi atau pelaporan hasil yang berpotensi fatal.
Patogen IMLTD yang merupakan bakteri penyebab Sifilis, dan diuji dengan metode Tes non-treponemal (RPR/VDRL) serta Tes treponemal (TPHA/ELISA), adalah:
Plasmodium spp.
Treponema pallidum.
Hepatitis C Virus (HCV).
Trypanosoma cruzi.
Peran vital ATLM dalam pencegahan IMLTD, selain melaksanakan uji saring dengan teliti, adalah *memastikan mutu*. Kegiatan apa yang merupakan contoh paling relevan dari peran memastikan mutu ini?
Menganalisis dan menafsirkan hasil uji saring.
Melakukan konseling pada donor dengan hasil reaktif.
Menangani sampel dengan benar untuk menghindari kesalahan pra-analitik.
Melakukan kontrol kualitas internal dan eksternal pada reagen dan alat.
Apa yang menjadi penyebab utama Reaksi Transfusi Akut Tipe TRALI (*Transfusion-Related Acute Lung Injury*)?
Antibodi dalam plasma donor bereaksi dengan leukosit penerima.
Kerusakan fisik sel darah merah sebelum transfusi.
Laju transfusi yang terlalu cepat.
Inkompatibilitas ABO yang parah.
Transfusi darah yang dicampur dengan cairan dekstrosa atau air steril dapat menyebabkan pecahnya sel darah merah secara fisik (Hemolisis Non-Imun). Mengapa hal ini terjadi?
Cairan non-isotonik menyebabkan sel darah merah mengalami osmosis dan lisis.
Cairan tersebut mengaktifkan sistem komplemen pada plasma.
Cairan dekstrosa meningkatkan viskositas darah secara drastis.
Cairan dekstrosa bersifat isotonik, merusak sel darah merah.
Apa peran ATLM yang paling penting dan wajib dilakukan *sebelum* transfusi darah untuk memastikan kompatibilitas dan mencegah Reaksi Transfusi Imun?
Melakukan kultur kantong darah untuk menyingkirkan kontaminasi bakteri.
Melakukan uji golongan darah ABO/Rh, uji antibodi tak teratur (IAT/DAT), dan uji silang serasi (crossmatch).
Menggunakan alat penghangat darah (*blood warmer*).
Mengambil sampel darah arteri pasien untuk analisa gas darah.
Jika Jaminan Mutu Bank Darah tidak dilakukan dengan baik, apa risiko paling serius yang dihadapi oleh tenaga medis (dokter/ATLM) dalam konteks etika profesi dan hukum?
Kelebihan beban kerja dan kelelahan.
Penurunan kepercayaan dari sesama rekan kerja.
Masalah hukum dan etika profesi.
Sanksi karena tidak mengikuti standar ISO 15189.
Apa yang menjadi fokus uji dalam pemeriksaan *Direct Antiglobulin Test* (DAT) yang dilakukan pada sampel darah resipien *setelah* terjadi kecurigaan Reaksi Transfusi Imun?
Adanya sel darah merah yang telah diselimuti (coated) oleh antibodi atau komplemen.
Antibodi aloinumunisasi yang bebas dalam serum resipien.
Antigen donor yang tersisa di plasma resipien.
Kadar hemoglobin dan bilirubin dalam urin resipien.
Seorang pasien dengan gagal jantung kronis (rentan) menerima transfusi *Packed Red Cell* dengan volume total 350 ml dalam waktu 1 jam. Pasien kemudian mengeluh sesak napas mendadak dan tekanan darah meningkat. Apa diagnosis reaksi non-imun yang paling mungkin, dan apa patofisiologinya?
Sepsis Bakterial; Patofisiologi → Endotoksin bakteri memicu syok septik.
Transfusion-Associated Circulatory Overload (TACO); Patofisiologi → Peningkatan volume cairan mendadak membebani jantung.
Reaksi Hemolitik Tertunda; Patofisiologi → Lisis ekstravaskular oleh antibodi IgG.
Reaksi Hipotermia; Patofisiologi → Penurunan suhu tubuh akibat darah dingin.
Selain HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Sifilis, salah satu infeksi virus IMLTD yang jarang tetapi bisa menimbulkan komplikasi serius, terutama pada pasien imunokompromis, adalah:
Virus ZIKA.
Human T-lymphotropic Virus (HTLV) & Cytomegalovirus (CMV).
Virus Dengue.
Virus Influenza.
Seorang perawat salah melabeli tabung sampel darah pasien A dengan identitas pasien B sebelum dikirim ke Laboratorium Bank Darah. Kesalahan ini teridentifikasi setelah sampel diterima di lab. Kesalahan ini termasuk dalam tahapan Jaminan Mutu (QA) apa, dan apa potensi risiko kritisnya di imunohematologi?
Analitik; Potensi risiko → Hasil laboratorium tidak konsisten.
QC Internal; Potensi risiko → Kontaminasi bakteri pada kantong darah.
Pasca-analitik; Potensi risiko → Masalah hukum dan etika.
Pra-analitik; Potensi risiko → Reaksi Hemolitik Akut karena salah golongan darah.
Seorang ATLM akan menggunakan reagen *Anti-B* baru untuk penentuan golongan darah. Sebelum digunakan pada sampel pasien, ATLM tersebut mengujinya dengan sel darah kontrol golongan B untuk memastikan reagen masih bereaksi dengan kuat. Prinsip Jaminan Mutu apa yang sedang diterapkan oleh ATLM?
Kepatuhan SOP dan Audit Internal.
Reagen Terstandar: Cek kedaluwarsa dan kontrol kualitas.
Pelatihan petugas secara berkesinambungan.
Kalibrasi Alat secara berkala.
Untuk komponen darah *Packed Red Cell* (PRC) dan *Whole Blood* (Darah Utuh), Jaminan Mutu pada Bank Darah mensyaratkan pemantauan suhu yang ketat. Berapakah rentang suhu penyimpanan yang wajib dipantau untuk kedua komponen darah tersebut?
1−4∘C
37∘C
2−6∘C
20−24∘C
Seorang ATLM sedang mengecek inventaris kantong darah yang mendekati masa kedaluwarsa. Ia memastikan bahwa kantong darah dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat akan disiapkan dan digunakan terlebih dahulu. Sistem manajemen inventaris apa yang diterapkan oleh ATLM tersebut?
First In, First Out (FIFO).
Last In, First Out (LIFO).
Stock Keeping Unit (SKU).
Just In Time (JIT).
Seorang donor darah berada dalam 'periode jendela' infeksi HIV, di mana antibodi anti-HIV belum terbentuk dalam jumlah yang terdeteksi. Metode uji saring IMLTD manakah yang paling sensitif dan mampu mendeteksi keberadaan virus pada fase dini ini, sehingga memperpendek *window period*?
ELISA/CLIA (Deteksi Antibodi/Antigen).
Tes Treponemal (TPHA/ELISA).
NAT (Nucleic Acid Amplification Test).
Rapid Test (Deteksi Antibodi/Antigen).
Berdasarkan Permenkes RI, Unit Transfusi Darah (UTD) wajib melakukan uji saring terhadap empat patogen utama IMLTD. Patogen apa saja yang wajib diuji?
HIV, Hepatitis B, Sifilis, dan Trypanosoma cruzi.
HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Sifilis.
HIV, Hepatitis B, CMV, dan HTLV.
HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Malaria.
Seorang ATLM sedang melakukan uji saring donor dan mendapatkan hasil *reaktif* (positif) untuk HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen). Apa tindakan yang wajib dilakukan oleh UTD terhadap kantong darah dan donor tersebut?
Darah wajib dimusnahkan, dan donor dengan hasil reaktif harus dikonfirmasi dan diberi konseling.
Darah disimpan untuk penelitian, dan donor dianjurkan untuk donor ulang 6 bulan kemudian.
Darah dapat ditransfusikan, tetapi hanya ke resipien yang sudah kebal Hepatitis B, dan donor diberi konseling.
Darah boleh ditransfusikan ke pasien risiko tinggi, dan donor tidak perlu diberitahu untuk menghindari kepanikan.
Lima menit setelah transfusi darah dimulai, pasien tiba-tiba mengalami demam tinggi, menggigil, nyeri punggung bawah hebat, dan urinnya menjadi berwarna merah (hemoglobinuria). Diagnosis reaksi transfusi imun akut yang paling mungkin adalah:
Transfusion Related Acute Lung Injury (TRALI).
Reaksi Febril Non-Hemolitik (FNHTR).
Reaksi Hemolitik Akut.
Reaksi Alergi Anafilaksis.
Penyebab utama dari Reaksi Hemolitik Akut (AHTR) yang paling fatal adalah:
Antibodi anti-IgA pada pasien defisiensi IgA.
Pembentukan antibodi anti-HLA.
Inkompatibilitas Rh (anti-D).
Inkompatibilitas ABO.
*Transfusion Related Acute Lung Injury* (TRALI) adalah reaksi imunologis yang menyebabkan edema paru non-kardiogenik.
Salah
Benar
Pada Tahapan Jaminan Mutu Pasca-analitik, interpretasi hasil yang akurat, laporan yang jelas dan tepat waktu, serta validasi oleh penanggung jawab adalah kegiatan utama.
Benar
Salah
Kontaminasi bakteri pada kantong trombosit lebih berisiko karena trombosit harus disimpan pada suhu 2−6∘C, yang merupakan suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri.
Salah
Benar
Uji Saring IMLTD wajib di Indonesia meliputi HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Plasmodium spp. (Malaria).
Benar
Salah
Reaksi Febril Non-Hemolitik (FNHTR) dapat dicegah dengan menggunakan komponen darah yang sudah leukoreduksi.
Salah
Benar
