wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UP TO

Total questions: 58

Worksheet time: 34mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru ingin merancang tujuan pembelajaran pada ranah sikap yang selaras dengan upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan akhlak mulia. Manakah rumusan tujuan yang paling tepat sesuai dengan prinsip penulisan tujuan pada ranah sikap dalam Kurikulum Merdeka?

a)

Peserta didik mampu menjelaskan pentingnya akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari

b)

Peserta didik mampu menyebutkan contoh-contoh perilaku terpuji sesuai ajaran agama.

c)

Peserta didik menunjukkan perilaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kegiatan belajar sebagai wujud keimanan dan ketakwaan.

d)

Peserta didik memahami nilai-nilai moral yang terkandung dalam ajaran agama Islam.

e)

Peserta didik dapat membuat laporan hasil observasi tentang perilaku baik di lingkungan sekolah.

2.

Seorang guru hendak menyusun tujuan pembelajaran ranah pengetahuan untuk materi pernikahan dalam Islam. Tujuan tersebut harus mendorong peserta didik agar mampu berpikir kritis terhadap fenomena sosial, seperti pernikahan beda usia yang ekstrem. Dari beberapa alternatif berikut, manakah rumusan tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan karakteristik ranah pengetahuan tingkat tinggi dan mendukung kemampuan berpikir kritis peserta didik?

a)

Peserta didik dapat menghafal dalil-dalil Al-Qur’an dan hadis tentang pernikahan

b)

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian dan hikmah pernikahan dalam Islam.

c)

Peserta didik dapat membandingkan pendapat ulama tentang batas usia ideal pernikahan.

d)

Peserta didik dapat menganalisis faktor penyebab maraknya pernikahan usia dini di masyarakat.

e)

Peserta didik dapat merancang solusi berbasis nilai-nilai Islam untuk mengatasi dampak negatif pernikahan dini.

3.

Seorang guru ingin merancang tujuan pembelajaran pada ranah keterampilan dalam materi “kriteria hadis shahih”. Tujuan tersebut harus dapat mendorong peserta didik memiliki semangat gotong royong melalui aktivitas pembelajaran. Dari rumusan berikut, manakah yang paling tepat dan sesuai dengan tujuan tersebut?

a)

Peserta didik dapat menjelaskan lima syarat hadis shahih menurut para ulama hadis.

b)

Peserta didik dapat menghafal contoh hadis shahih tentang pentingnya tolong-menolong.

c)

Peserta didik dapat menyalin teks hadis shahih tentang kerja sama dalam bentuk tulisan Arab dan Latin.

d)

Peserta didik dapat berdiskusi kelompok untuk menilai keabsahan sebuah hadis dan menyajikan hasilnya secara kolaboratif.

e)

Peserta didik dapat menyebutkan nama-nama perawi dalam sanad hadis shahih secara berurutan.

4.

Seorang guru sedang mengembangkan materi ajar Pendidikan Agama Islam mengenai takdir dalam kehidupan manusia. Ia ingin menanamkan nilai-nilai penerimaan terhadap tradisi lokal yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam rancangannya, guru tersebut menuliskan beberapa alternatif rumusan indikator sikap. Manakah rumusan indikator yang paling tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut?

a)

Peserta didik mampu menjelaskan hubungan antara takdir dan kebiasaan masyarakat.

b)

Peserta didik menunjukkan sikap terbuka terhadap semua bentuk tradisi tanpa mempertimbangkan nilai agama

c)

Peserta didik menunjukkan kemampuan membedakan antara takdir dan adat istiadat secara lisan dan tulisan.

d)

Peserta didik menunjukkan penerimaan terhadap tradisi lokal yang selaras dengan nilai-nilai Islam sebagai bagian dari kehendak Allah.

e)

Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis tradisi yang berkembang di masyarakat.

5.

Dalam merancang pembelajaran Pendidikan Agama Islam, seorang guru ingin menyusun indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan pada materi ayat Muhkamat dan Mutasyabihat. Tujuannya adalah agar peserta didik mampu berpikir secara dinamis dan inovatif dalam memahami perbedaan penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut. Di antara rumusan indikator berikut, manakah yang paling tepat untuk tujuan tersebut?

a)

Peserta didik mampu membedakan ciri-ciri ayat Muhkamat dan Mutasyabihat.

b)

Peserta didik mampu menghafal contoh ayat Muhkamat dan Mutasyabihat beserta surat dan ayatnya.

c)

Peserta didik mampu menyebutkan pendapat ulama tentang makna ayat Mutasyabihat.

d)

Peserta didik mampu mengembangkan penafsiran kreatif terhadap ayat Mutasyabihat dengan tetap merujuk pada prinsip-prinsip tafsir yang sahih.

e)

Peserta didik mampu menunjukkan ayat-ayat yang termasuk Muhkamat dalam Al-Qur’an.

6.

Seorang guru akan mengajarkan materi ayat Muhkamat dan Mutasyabihat menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Dalam menyusun tujuan pembelajaran, guru perlu memperhatikan struktur keilmuan dalam kajian tafsir serta karakteristik peserta didik jenjang SMA yang mulai berpikir kritis dan reflektif terhadap isu keagamaan. Dari pilihan berikut, manakah aktivitas perencanaan tujuan pembelajaran yang paling mencerminkan analisis yang tepat terhadap materi tafsir berdasarkan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik?

a)

Guru menetapkan tujuan agar peserta didik mampu menghafal ayat Muhkamat dan Mutasyabihat secara benar.

b)

Guru menyusun tujuan agar peserta didik mampu mengidentifikasi jenis ayat berdasarkan pendapat ulama tafsir klasik.

c)

Guru merancang tujuan agar peserta didik dapat membedakan ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dari segi struktur bahasa.

d)

Guru menyusun tujuan agar peserta didik dapat menyebutkan perbedaan pendapat ulama tentang makna ayat Muhkamat.

7.

Guru merancang tujuan agar peserta didik mampu menganalisis problematika pemahaman terhadap ayat Mutasyabihat dalam konteks kehidupan modern melalui diskusi kelompok.

a)

Guru merancang tujuan agar peserta didik mampu memahami ayat Mutasyabihat secara literal.

b)

Guru merancang tujuan agar peserta didik mampu menghafal ayat Mutasyabihat.

c)

Guru merancang tujuan agar peserta didik mampu membedakan ayat Mutasyabihat dan Muhkamat.

d)

Guru merancang tujuan agar peserta didik mampu mengidentifikasi ayat Mutasyabihat dalam Al-Qur'an.

e)

Guru merancang tujuan agar peserta didik mampu menganalisis problematika pemahaman terhadap ayat Mutasyabihat dalam konteks kehidupan modern melalui diskusi kelompok.

8.

Seorang guru akan melaksanakan pembelajaran materi klasifikasi hadis menggunakan pendekatan Project-Based Learning (PjBL). Dalam pelaksanaannya, guru ingin memastikan bahwa kegiatan dan tujuan pembelajaran mencerminkan struktur keilmuan ilmu hadis serta sesuai dengan karakteristik peserta didik jenjang MA yang gemar bekerja kolaboratif dan eksploratif. Manakah aktivitas guru dalam pelaksanaan tujuan pembelajaran berikut yang paling mencerminkan analisis materi ajar klasifikasi hadis berdasarkan struktur keilmuannya dan sesuai dengan pendekatan PjBL?

a)

Guru meminta peserta didik membaca buku tentang pembagian hadis dan membuat rangkuman individu.

b)

Guru menugaskan peserta didik membuat poster perbedaan hadis shahih dan dhaif tanpa penjelasan sanad dan matan.

c)

Guru mengarahkan peserta didik membuat proyek digital yang menjelaskan klasifikasi hadis berdasarkan analisis sanad dan matan melalui studi kasus.

d)

Guru memberikan soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman peserta didik tentang jenis-jenis hadis.

e)

Guru mengajak peserta didik menghafal definisi setiap jenis hadis selama proses pembelajaran.

9.

Seorang guru Pendidikan Agama Islam menerapkan pendekatan Discovery-Based Learning (DBL) dalam mengajarkan materi rahasia takdir dan hubungannya dengan iman kepada hari akhir. Setelah proses pembelajaran, guru melakukan evaluasi untuk mengukur sejauh mana peserta didik memahami keterkaitan antara takdir dan keyakinan terhadap hari akhir. Peserta didik merupakan siswa SMA yang memiliki kemampuan berpikir analitis dan ketertarikan pada isu-isu keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Dari tindakan evaluasi berikut, manakah yang paling mencerminkan evaluasi tujuan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan struktur keilmuan materi ajar?

a)

A. Guru menilai hafalan peserta didik terhadap dalil tentang takdir dan hari akhir.

b)

B. Guru meminta peserta didik menjelaskan perbedaan antara takdir mubram dan muallaq.

c)

C. Guru memberikan lembar isian untuk menyebutkan rukun iman secara lengkap.

d)

D. Guru meminta peserta didik menganalisis keterkaitan pemahaman takdir dengan motivasi berbuat kebaikan menjelang hari akhir melalui refleksi tertulis.

e)

E. Guru menguji peserta didik dengan soal pilihan ganda tentang definisi iman kepada takdir dan hari akhir.

10.

Dalam praktik pedagogi berbasis pendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge), seorang guru merancang pembelajaran pembentukan akhlak karimah sebagai bagian dari penguatan karakter bangsa. Guru mengajar peserta didik kelas IX SMP yang menyukai pembelajaran visual dan kolaboratif. Manakah alur penyusunan materi ajar berikut yang paling logis dan sesuai dengan prinsip TPACK dan karakteristik peserta didik?

a)

Menjelaskan definisi akhlak karimah, menunjukkan video inspiratif, lalu meminta peserta didik menghafal dalil-dalil terkait.

b)

Menyajikan daftar tokoh berakhlak baik, lalu meminta peserta didik membuat laporan tertulis individu tentang masing-masing tokoh.

c)

Menggunakan media digital untuk memunculkan permasalahan akhlak remaja, lalu mengajak peserta didik berdiskusi dan membuat proyek video kampanye akhlak karimah.

d)

Memberikan tugas membaca buku teks tentang akhlak, kemudian mengisi kuis online secara mandiri.

e)

Menayangkan film pendek islami, lalu memberi tes pilihan ganda untuk mengukur pemahaman peserta didik.

11.

Dalam praktik pedagogi, seorang guru menerapkan pendekatan Discovery Learning (DL) untuk membelajarkan materi fiqih kontemporer kepada peserta didik kelas XII MA. Peserta didik memiliki karakteristik aktif berdiskusi, kritis terhadap fenomena sosial, dan tertarik pada isu-isu aktual seperti fintech syariah, zakat digital, dan transaksi online. Manakah alur pelaksanaan materi ajar fiqih kontemporer berikut yang paling logis dan sesuai dengan prinsip Discovery Learning serta karakteristik peserta didik?

a)

A. Guru menjelaskan hukum-hukum fiqih kontemporer terlebih dahulu, kemudian memberikan tugas membuat rangkuman.

b)

B. Guru menyuruh peserta didik membaca modul dan mencatat poin penting, lalu mempresentasikannya di depan kelas.

c)

C. Guru memaparkan kasus-kasus aktual seputar muamalah kontemporer, lalu membimbing peserta didik menemukan konsep hukum Islam melalui diskusi dan sumber referensi.

d)

D. Guru menayangkan video ceramah ulama kontemporer dan meminta peserta didik menyalin isi ceramah tersebut.

e)

E. Guru memberikan soal-soal pilihan ganda untuk menguji pengetahuan awal peserta didik tentang fiqih kontemporer.

12.

Dalam pembelajaran materi transformasi peradaban Islam, seorang guru menggunakan model pelayanan konseling untuk membimbing peserta didik memahami nilai-nilai peradaban Islam yang relevan dengan kehidupan modern. Peserta didik merupakan siswa kelas XI MA yang sedang mengalami krisis identitas dan membutuhkan bimbingan moral serta historis yang menginspirasi. Manakah alur pelaksanaan materi ajar berikut yang paling logis dan sesuai dengan model pelayanan konseling serta karakteristik peserta didik?

4 lines
13.

Guru mengajak peserta didik merenungkan masalah moral yang dihadapi saat ini, kemudian mengaitkannya dengan nilai-nilai peradaban Islam melalui diskusi dan bimbingan pribadi.

a)

Guru menyajikan fakta sejarah tentang peradaban Islam dan meminta peserta didik menghafalkan tahun-tahun penting.

b)

Guru mengajak peserta didik merenungkan masalah moral yang dihadapi saat ini, kemudian mengaitkannya dengan nilai-nilai peradaban Islam melalui diskusi dan bimbingan pribadi.

c)

Guru menugaskan peserta didik membuat peta konsep transformasi peradaban Islam dari masa klasik hingga modern.

d)

Guru memberikan kuis untuk mengetahui pemahaman peserta didik tentang perkembangan peradaban Islam.

14.

Dalam praktik pedagogi, seorang guru akan melaksanakan program penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada peserta didik kelas VIII SMP. Peserta didik memiliki kecenderungan aktif dalam kegiatan kolaboratif dan senang mengeksplorasi isu sosial. Guru ingin mengembangkan materi ajar nilai-nilai P5, khususnya pada dimensi "bergotong royong" dan "berkebhinekaan global", dalam perencanaan tujuan pembelajaran yang logis dan kontekstual. Manakah dari pernyataan berikut yang paling mencerminkan pengembangan materi ajar P5 secara logis dalam perencanaan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik?

a)

Guru merancang tujuan pembelajaran agar peserta didik dapat menghafal enam dimensi Profil Pelajar Pancasila secara lengkap.

b)

Guru menyusun tujuan agar peserta didik mampu menjelaskan makna gotong royong dalam kehidupan masyarakat.

c)

Guru merancang tujuan pembelajaran agar peserta didik mampu mengidentifikasi perbedaan budaya melalui tugas membaca mandiri.

d)

Guru menyusun tujuan agar peserta didik mampu bekerja sama dalam proyek aksi sosial yang melibatkan keberagaman budaya di lingkungan sekitar.

e)

Guru memberikan materi tentang nilai Pancasila melalui ceramah dan meminta peserta didik menyalin poin-poin pentingnya

15.

Seorang guru Pendidikan Agama Islam sedang melaksanakan program Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (PPRA) dengan menekankan nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Peserta didik yang diajar berada di kelas XI SMA, dengan karakteristik terbuka terhadap keberagaman dan aktif berdiskusi mengenai isu-isu kemanusiaan. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru ingin memastikan bahwa materi ajar dan tujuan pembelajaran yang dikembangkan mencerminkan nilai-nilai PPRA secara logis dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menunjukkan pengembangan materi ajar PPRA dalam pelaksanaan tujuan pembelajaran?

a)

A. Guru mengajak peserta didik berdiskusi tentang kasus intoleransi, lalu membimbing mereka membuat aksi nyata berupa kampanye empati lintas agama.

b)

B. Guru menyampaikan ceramah tentang makna Islam sebagai rahmat bagi semesta alam dan memberi tugas membaca dalil-dalilnya.

c)

C. Guru menugaskan peserta didik membuat poster tentang ajaran kasih sayang dalam Islam tanpa membahas aplikasinya.

d)

D. Guru meminta peserta didik mencatat enam nilai utama dalam Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin dari modul pembelajaran.

e)

E. Guru memutar video ceramah ulama lalu memberikan kuis tentang isi video tersebut.

16.

Dalam praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam, guru ingin mengevaluasi keberhasilan pembelajaran terkait nilai-nilai Islam sebagai agama moderat (wasathiyah). Ia merancang kegiatan berbasis pengamatan terhadap praktik moderasi beragama di masyarakat, seperti kegiatan lintas iman, dialog antarumat beragama, dan toleransi antarwarga. Peserta didik yang diajar merupakan siswa kelas XI SMA dengan karakteristik terbuka terhadap keberagaman, aktif bermedia sosial, dan sering mendiskusikan isu-isu keagamaan kontemporer. Manakah pengembangan materi ajar berikut yang paling logis untuk digunakan dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran mengenai moderasi beragama sesuai karakteristik peserta didik?

a)

A. Mengajak peserta didik menganalisis praktik moderasi beragama di lingkungan sekitar, lalu menyusun laporan reflektif tentang relevansi Islam wasathiyah dalam kehidupan sosial.

b)

B. Memberikan kuis tertulis tentang definisi moderasi beragama dalam Islam

c)

C. Menugaskan peserta didik membuat makalah tentang sejarah Islam sebagai agama damai.

d)

D. Memberi tugas membaca modul dan merangkum nilai-nilai Islam moderat secara individual.

17.

Seorang guru ingin mengembangkan materi ajar tentang Islam sebagai agama moderat (wasathiyah) berdasarkan praktik moderasi beragama yang terjadi di masyarakat, seperti dialog lintas agama, toleransi di tempat ibadah, dan kerja sama sosial antarumt beragama. Dalam pengembangan materi ajar, guru ingin menyusun alasan yang tepat agar nilai-nilai moderasi beragama dapat tertanam kuat pada peserta didik SMA yang hidup di tengah masyarakat majemuk. Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat sebagai alasan pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat (wasathiyah) dalam konteks implementasi moderasi beragama?

a)

A. Karena Islam mengajarkan ketaatan mutlak pada satu kelompok sebagai bentuk persatuan.

b)

B. Karena masyarakat multikultural membutuhkan pendekatan keagamaan yang menekankan toleransi, keadilan, dan keseimbangan.

c)

C. Karena moderasi beragama dapat digunakan untuk membela kelompok mayoritas secara lebih kuat.

d)

D. Karena Islam moderat bertujuan menyamakan semua agama dalam ajaran dan praktik ibadah.

e)

E. Karena peserta didik harus dibatasi dalam memahami keberagaman agar tidak terpengaruh budaya luar.

18.

Langkah yang dapat dilakukan guru untuk membimbing peserta didik dalam menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan perubahan sosial dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) adalah...

a)

Membimbing peserta didik mengidentifikasi masalah sosial dalam ayat, menganalisis konteks, dan mendiskusikan solusi berdasarkan tafsir ayat.

b)

Memberikan ceramah satu arah tanpa diskusi kelompok.

c)

Menyuruh peserta didik menghafal ayat tanpa memahami maknanya.

d)

Mengabaikan konteks sosial dalam pembelajaran tafsir.

19.

Manakah dari rancangan pembelajaran berbasis masalah berikut yang paling sesuai dengan materi kajian tafsir, agar siswa dapat berpikir kritis, mendalam, dan sesuai dengan struktur keilmuan tafsir?

a)

Menyajikan teks tafsir yang menjelaskan tafsir klasik tanpa mengaitkannya dengan kondisi sosial saat ini, lalu meminta siswa menyalin tafsir tersebut.

b)

Menggunakan kasus masalah sosial terkini, seperti kemiskinan atau kesenjangan sosial, untuk menganalisis bagaimana ayat-ayat Al-Qur'an dapat memberikan solusi, lalu mendiskusikan interpretasi ayat tersebut.

c)

Membahas sejarah tafsir Al-Qur'an secara umum dan kemudian meminta siswa membuat esai tentang penafsiran ayat-ayat tertentu tanpa mengaitkannya dengan masalah sosial.

d)

Memberikan teks tafsir klasik dan meminta siswa untuk menghafal arti kata-kata dalam tafsir tersebut tanpa mengaitkan dengan konteks sosial saat ini.

e)

Memberikan film dokumenter tentang kehidupan sosial di negara-negara Muslim, kemudian meminta siswa untuk mencocokkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan situasi dalam film tersebut.

20.

Manakah rancangan pembelajaran berbasis masalah berikut yang paling sesuai dengan materi klasifikasi hadis, berdasarkan pengetahuan pedagogik yang mengedepankan keterlibatan aktif peserta didik dan penerapan prinsip-prinsip ilmiah dalam analisis hadis?

a)

Memberikan daftar hadis tanpa menjelaskan kategori-kategori hadis, lalu meminta siswa menghafal klasifikasi tersebut.

b)

Menyajikan sebuah kasus masalah tentang aplikasi hadis dalam kehidupan modern, lalu meminta siswa untuk mengkategorikan hadis-hadis tersebut berdasarkan keabsahan dan keaslian.

c)

Menggunakan teks hadis yang telah ada dalam kitab-kitab hadis, lalu meminta siswa menyalin hadis-hadis tersebut sesuai dengan bab-bab tertentu.

d)

Memberikan presentasi tentang sejarah klasifikasi hadis tanpa memberikan konteks penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

e)

Memberikan soal-soal pilihan ganda mengenai definisi hadis sahih, hasan, dan dha'if, lalu meminta siswa menjawabnya secara individual.

21.

Seorang guru mengajarkan materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir pada kelas XI SMA. Dalam pembelajaran ini, guru ingin menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dengan memanfaatkan teknologi untuk membantu peserta didik memahami konsep takdir dalam kehidupan sehari-hari dan kaitannya dengan keimanan kepada hari akhir. Manakah rancangan pembelajaran berbasis masalah berikut yang paling sesuai dengan materi tersebut, dengan memanfaatkan teknologi secara efektif sesuai dengan pengetahuan teknologi yang dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dan pemahaman mereka terhadap konsep ini?

a)

Menggunakan video ceramah tentang takdir dan iman kepada hari akhir, kemudian memberikan kuis berbasis aplikasi untuk mengukur pemahaman siswa.

b)

Mengajak peserta didik membaca teks klasik tentang takdir, lalu meminta mereka menulis laporan menggunakan pengolah kata tanpa menggunakan alat bantu teknologi lainnya.

c)

Menyajikan sebuah masalah kehidupan nyata yang terkait dengan takdir, seperti keputusan yang sulit, dan meminta siswa menggunakan platform diskusi online untuk menganalisis hubungan antara keputusan tersebut dan iman kepada hari akhir.

d)

Memberikan tugas membaca materi mengenai takdir dan iman kepada hari akhir, lalu meminta siswa menyelesaikan soal pilihan ganda berbasis aplikasi yang sudah disiapkan oleh guru.

e)

Menampilkan video animasi tentang takdir dan memberikan tugas menyalin poin-poin penting dalam materi tersebut secara manual.

22.

Seorang guru menyajikan sebuah kasus masalah tentang aplikasi hadis dalam kehidupan modern, lalu meminta siswa untuk mengkategorikan hadis-hadis tersebut berdasarkan keabsahan dan keaslian. Pendekatan pembelajaran apa yang digunakan guru tersebut?

a)

Menggunakan ceramah untuk menjelaskan aplikasi hadis.

b)

Menyajikan sebuah kasus masalah tentang aplikasi hadis dalam kehidupan modern, lalu meminta siswa untuk mengkategorikan hadis-hadis tersebut berdasarkan keabsahan dan keaslian.

c)

Memberikan tugas membaca buku tentang hadis dan menulis ringkasan.

d)

Menampilkan video tentang aplikasi hadis dan meminta siswa membuat catatan.

e)

Memberikan soal pilihan ganda tentang aplikasi hadis.

23.

Seorang guru mengajarkan materi tentang Mu'jizat, karamah, dan sihir kepada siswa SMA. Dalam pembelajaran ini, guru ingin menggunakan pendekatan berbasis perbedaan individu untuk menyesuaikan materi dengan berbagai gaya belajar peserta didik yang berbeda, seperti visual, auditori, dan kinestetik. Manakah rancangan pembelajaran berbasis perbedaan individu berikut yang paling sesuai untuk membantu siswa memahami materi tentang Mu'jizat, karamah, dan sihir, dengan memperhatikan perbedaan gaya belajar dan tetap berpegang pada struktur keilmuan yang tepat?

a)

Menyajikan sebuah ceramah panjang mengenai perbedaan antara Mu'jizat, karamah, dan sihir tanpa memfasilitasi berbagai cara siswa untuk menyerap materi.

b)

Menggunakan video animasi yang menggambarkan berbagai contoh Mu'jizat, karamah, dan sihir, kemudian meminta siswa untuk berdiskusi kelompok sesuai dengan gaya belajar mereka.

c)

Menggunakan teks panjang yang menjelaskan secara rinci tentang Mu'jizat, karamah, dan sihir, kemudian meminta siswa menyalin teks tersebut dan membuat ringkasan individu.

d)

Menyediakan beberapa artikel tentang Mu'jizat, karamah, dan sihir, dan meminta setiap siswa membaca artikel yang sesuai dengan minat mereka, kemudian menyusun laporan sesuai dengan pilihan mereka.

e)

Memberikan soal ujian pilihan ganda yang menguji pemahaman tentang Mu'jizat, karamah, dan sihir tanpa mempertimbangkan gaya belajar siswa.

24.

Seorang guru mengajarkan materi pembentukan akhlak karimah kepada siswa SMA. Dalam pembelajaran ini, guru ingin menggunakan pendekatan berbasis perbedaan individu untuk mengakomodasi beragam gaya belajar peserta didik yang berbeda, seperti visual, auditori, dan kinestetik, agar pembentukan akhlak yang mulia dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Manakah rancangan pembelajaran berbasis perbedaan individu berikut yang paling sesuai untuk materi pembentukan akhlak karimah, berdasarkan pengetahuan pedagogi yang memperhatikan perbedaan individu dalam cara belajar?

a)

Memberikan ceramah tentang akhlak karimah secara umum, kemudian mengajukan soal ujian untuk mengukur pemahaman siswa.

b)

Menggunakan video animasi yang menggambarkan perilaku akhlak karimah dan meminta siswa untuk mendiskusikan contoh-contoh akhlak dalam kelompok sesuai dengan gaya belajar mereka.

25.

Seorang guru mengajarkan materi fiqih kontemporer pada kelas XI SMA. Dalam pembelajaran ini, guru ingin menggunakan pendekatan berbasis perbedaan individu dengan memanfaatkan teknologi untuk membantu siswa memahami isu-isu fiqih kontemporer, seperti perbankan syariah, bioetika, dan hukum lingkungan, yang dapat diterapkan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Manakah rancangan pembelajaran berbasis perbedaan individu berikut yang paling sesuai untuk materi fiqih kontemporer, dengan memanfaatkan pengetahuan teknologi dan memperhatikan gaya belajar siswa yang berbeda?

a)

Menggunakan video ceramah tentang fiqih kontemporer, kemudian meminta siswa untuk mendiskusikan konsep-konsep yang ada di forum online berdasarkan minat mereka.

b)

Menyajikan artikel panjang tentang fiqih kontemporer tanpa memberikan ruang untuk diskusi, dan meminta siswa membuat ringkasan tulisan secara individu.

c)

Memberikan soal-soal pilihan ganda secara online untuk menguji pemahaman siswa tentang fiqih kontemporer, tanpa mempertimbangkan gaya belajar mereka.

d)

Menggunakan aplikasi simulasi untuk memberikan contoh kasus fiqih kontemporer, kemudian meminta siswa menjawab soal berbasis teks sesuai dengan pilihan mereka.

e)

Menggunakan audio podcast tentang isu-isu fiqih kontemporer dan meminta siswa untuk mendengarkan dan menulis laporan sesuai dengan gaya belajar mereka.

26.

Seorang guru mengajarkan materi tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam pada kelas XII SMA. Guru ingin menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang memungkinkan peserta didik untuk menggali lebih jauh tentang hak-hak rakyat seperti hak atas pendidikan, kesejahteraan, dan kebebasan dalam pandangan Islam. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih kritis dan aplikatif terhadap prinsip-prinsip Islam terkait hak-hak rakyat. Manakah rancangan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam berikut yang paling sesuai dengan materi hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, agar siswa dapat menggali, menganalisis, dan mendiskusikan topik ini secara mendalam?

a)

Menyajikan ceramah panjang tentang hak-hak rakyat dalam Islam, lalu memberikan soal ujian pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa.

b)

Menggunakan studi kasus tentang ketidakadilan sosial yang terjadi dalam masyarakat, lalu meminta siswa untuk menganalisis hak-hak rakyat yang terabaikan dalam kasus tersebut dan mengaitkannya dengan ajaran Islam melalui diskusi kelompok.

c)

Memberikan teks kitab klasik tentang hak-hak rakyat dalam Islam, kemudian meminta siswa menyalin dan merangkum teks tersebut tanpa adanya diskusi atau refleksi lebih lanjut.

d)

Menyajikan video pendek tentang hak-hak rakyat dalam Islam, lalu meminta siswa menjawab kuis berbasis aplikasi tanpa adanya analisis lebih mendalam.

e)

Memberikan soal-soal pilihan ganda mengenai hak-hak rakyat dalam Islam tanpa memberikan ruang untuk berdiskusi atau mengekspresikan pendapat.

27.

Seorang guru mengajarkan materi perkembangan kepemimpinan Islam kepada kelas XI SMA. Guru ingin menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) untuk membantu peserta didik memahami konsep kepemimpinan dalam Islam, meliputi karakteristik pemimpin ideal, model kepemimpinan dalam sejarah Islam, serta penerapan nilai-nilai kepemimpinan Islam dalam konteks kekinian. Pembelajaran ini bertujuan agar siswa dapat menggali, menganalisis, dan mengkritisi perkembangan kepemimpinan dalam perspektif Islam secara mendalam. Manakah rancangan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam berikut yang paling sesuai dengan materi perkembangan kepemimpinan Islam, dengan memperhatikan prinsip-prinsip pedagogi yang mengutamakan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar?

a)

Menyajikan ceramah panjang tentang kepemimpinan Islam, lalu memberikan soal ujian pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa.

b)

Menggunakan studi kasus tentang kepemimpinan dalam masyarakat modern, lalu meminta siswa untuk menganalisis karakteristik kepemimpinan Islam yang relevan dan mendiskusikannya dalam kelompok.

c)

Memberikan teks klasik tentang kepemimpinan Islam, kemudian meminta siswa menyalin dan merangkum teks tersebut tanpa adanya diskusi atau refleksi lebih lanjut.

d)

Menyajikan video pendek tentang kepemimpinan Islam, lalu meminta siswa menjawab kuis berbasis aplikasi tanpa adanya analisis lebih mendalam.

e)

Memberikan soal-soal pilihan ganda mengenai kepemimpinan Islam tanpa memberikan ruang untuk berdiskusi atau mengekspresikan pendapat.

28.

Manakah rancangan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam berikut yang paling sesuai dengan materi kepemimpinan Islam, dengan memperhatikan prinsip-prinsip pedagogi?

a)

Memberikan ceramah panjang tentang sejarah kepemimpinan Islam, lalu meminta siswa menyalin poin-poin penting dari materi tersebut.

b)

Menggunakan video dokumenter tentang pemimpin-pemimpin besar dalam Islam, lalu meminta siswa menjawab kuis pilihan ganda berdasarkan video tersebut tanpa ada diskusi lebih lanjut.

c)

Menyajikan teks-teks klasik mengenai kepemimpinan Islam dan meminta siswa merangkum informasi tersebut secara individu tanpa ada diskusi kelompok.

d)

Memberikan soal ujian berbasis pilihan ganda tentang teori-teori kepemimpinan dalam Islam, lalu memberikan waktu untuk menghafal definisi dan karakteristik pemimpin.

e)

Memberikan studi kasus tentang pemimpin-pemimpin Islam di masa lalu dan kini, lalu meminta siswa untuk menganalisis kualitas kepemimpinan mereka melalui diskusi kelompok dan presentasi.

29.

Seorang guru mengajarkan materi pendidikan nilai atau karakter kepada siswa SMA. Dalam pembelajaran ini, guru ingin menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dengan memanfaatkan teknologi untuk membantu peserta didik memahami dan menginternalisasi nilai-nilai atau karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati, yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini bertujuan untuk mendorong siswa berpikir kritis dan reflektif mengenai nilai-nilai yang diajarkan. Manakah rancangan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam berikut yang paling sesuai dengan materi pendidikan nilai atau karakter, dengan memanfaatkan pengetahuan teknologi dan memperhatikan prinsip-prinsip pedagogi?

a)

Menyajikan ceramah tentang nilai-nilai karakter, lalu memberikan kuis pilihan ganda untuk mengukur pemahaman siswa tanpa adanya aktivitas refleksi lebih lanjut.

b)

Memberikan teks panjang mengenai nilai-nilai karakter, kemudian meminta siswa untuk menyalin dan merangkum teks tersebut tanpa adanya interaksi atau refleksi pribadi.

c)

Menggunakan aplikasi pembelajaran untuk memberikan soal-soal pilihan ganda tentang nilai karakter, dan meminta siswa untuk menghafal nilai-nilai tersebut tanpa adanya diskusi atau penerapan lebih lanjut.

d)

Memberikan artikel tentang pentingnya pendidikan karakter dan meminta siswa membuat esai secara individu tanpa menggunakan teknologi atau media yang relevan untuk mendalami materi.

30.

Menggunakan video interaktif tentang situasi kehidupan nyata yang menguji nilai-nilai karakter, kemudian meminta siswa untuk berdiskusi dalam forum online tentang bagaimana menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan mereka.

a)

Menyajikan ceramah tentang nilai karakter, lalu memberikan soal ujian pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa tanpa melibatkan teknologi.

b)

Menggunakan aplikasi pembelajaran interaktif untuk membahas nilai karakter, kemudian meminta siswa untuk mendiskusikan dan membagikan pendapat mereka tentang penerapan nilai karakter dalam forum online.

c)

Memberikan teks-teks klasik tentang nilai karakter, lalu meminta siswa untuk menulis esai secara individu tanpa menggunakan alat teknologi atau sumber daya tambahan.

d)

Menyediakan video dokumenter tentang nilai karakter, kemudian meminta siswa untuk menjawab kuis berbasis aplikasi tanpa adanya diskusi atau refleksi lebih lanjut.

e)

Menggunakan buku teks tentang nilai karakter, kemudian meminta siswa untuk mendalami dan merangkum materi secara mandiri tanpa melibatkan pendekatan teknologi.

31.

Seorang guru mengajarkan materi tentang Islam sebagai agama yang moderat kepada siswa SMA. Guru ingin menggunakan pendekatan TPACK untuk mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten materi secara efektif dalam pembelajaran. Guru bertujuan agar siswa dapat memahami prinsip-prinsip moderasi beragama dalam Islam, serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Manakah rancangan pembelajaran berbasis TPACK berikut yang paling sesuai dengan materi Islam sebagai agama yang moderat, dengan mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten materi secara efektif?

a)

Menyajikan ceramah tentang moderasi beragama, lalu memberikan soal ujian pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa tanpa melibatkan teknologi.

b)

Menggunakan aplikasi pembelajaran interaktif untuk membahas ayat-ayat moderasi dalam Islam, kemudian meminta siswa untuk mendiskusikan dan membagikan pendapat mereka tentang moderasi beragama dalam forum online.

c)

Memberikan teks-teks klasik tentang moderasi beragama, lalu meminta siswa untuk menulis esai secara individu tanpa menggunakan alat teknologi atau sumber daya tambahan.

d)

Menyediakan video dokumenter tentang moderasi beragama, kemudian meminta siswa untuk menjawab kuis berbasis aplikasi tanpa adanya diskusi atau refleksi lebih lanjut.

e)

Menggunakan buku teks tentang Islam moderat, kemudian meminta siswa untuk mendalami dan merangkum materi secara mandiri tanpa melibatkan pendekatan teknologi.

32.

Seorang guru mengajarkan materi kajian tafsir yang kurang sesuai dengan perkembangan zaman, di mana materi tersebut tidak membahas isu-isu kontemporer yang relevan dengan kehidupan siswa. guru ingin memastikan suasana belajar yang aman dan dapat menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing di dunia global. Dalam konteks ini, manakah strategi pembelajaran berbasis PBL (Project-Based Learning) yang paling sesuai untuk mengatasi masalah tersebut dan menciptakan suasana belajar yang lebih relevan dengan perkembangan zaman?

a)

Menyajikan materi tafsir klasik tanpa melibatkan diskusi atau refleksi, kemudian meminta siswa menyalin teks tanpa adanya penerapan masalah nyata.

b)

Menggunakan PBL dengan memberikan tugas penyelesaian masalah dengan menganalisis tafsir dalam konteks isu-isu kontemporer, seperti hukum keluarga, ekonomi syariah, dan kebijakan sosial, yang relevan dengan kehidupan siswa saat ini.

c)

Memberikan ceramah tentang tafsir klasik, lalu meminta siswa membuat ringkasan materi yang disampaikan tanpa ada penerapan praktis atau penelitian.

d)

Menggunakan PBL untuk meminta siswa membaca kitab tafsir klasik, lalu membuat esai tentang tafsir tersebut tanpa keterkaitan dengan isu sosial atau perkembangan zaman.

e)

Menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan tafsir klasik tanpa melibatkan teknologi atau diskusi kelompok, dan hanya memberikan ujian tertulis di akhir materi.

33.

Seorang guru mengajarkan materi klasifikasi hadis, tetapi materi yang disajikan kurang sesuai dengan perkembangan zaman, di mana topik yang dibahas terlalu fokus pada hadis-hadis yang tidak relevan dengan isu-isu kontemporer yang dihadapi siswa. guru ingin menciptakan suasana belajar yang nyaman dan dapat menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul serta berdaya saing di dunia global. Dalam hal ini, manakah strategi pembelajaran berbasis PjBL (Project-Based Learning) yang paling sesuai untuk mengatasi masalah tersebut dan menciptakan suasana belajar yang lebih relevan dengan perkembangan zaman?

4 lines
34.

Dalam suatu proses pembelajaran, seorang guru menyajikan materi tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Namun, materi yang disampaikan masih bersifat teoritis dan tidak dikaitkan dengan tantangan kehidupan nyata yang dihadapi siswa di era digital dan globalisasi. Siswa terlihat kurang antusias dan kesulitan memahami relevansi materi dengan kehidupan mereka. Strategi pembelajaran manakah yang paling tepat digunakan berdasarkan pendekatan Discovery-Based Learning (DBL) untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan serta mendorong siswa menjadi lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing?

a)

Menyuruh siswa membaca buku teks klasik secara mandiri, kemudian menjawab soal-soal tertulis tanpa ada diskusi.

b)

Menggunakan ceramah penuh tentang takdir dan iman kepada hari akhir, lalu memberikan ujian di akhir pertemuan.

c)

Mengajak siswa menemukan makna hubungan antara takdir dan iman kepada hari akhir melalui penelusuran kasus-kasus aktual, diskusi kelompok, dan presentasi temuan yang relevan dengan konteks kehidupan masa kini.

d)

Memberikan tugas rumah berupa rangkuman materi dari buku, lalu mengumpulkannya di akhir pekan tanpa umpan balik.

e)

Menampilkan video dokumenter tentang akhir zaman, lalu langsung meminta siswa membuat esai tanpa refleksi atau diskusi.

35.

Manakah di antara berikut ini yang merupakan penerapan PjBL (Project-Based Learning) yang paling tepat dalam pembelajaran klasifikasi hadis?

a)

Menggunakan PjBL untuk meminta siswa membaca hadis-hadis klasik dan menulis esai tentang klasifikasi hadis tersebut tanpa mengaitkannya dengan isu sosial atau perkembangan zaman.

b)

Memberikan ceramah panjang tentang klasifikasi hadis, kemudian memberikan soal ujian berbasis pilihan ganda tanpa adanya kegiatan praktis atau penerapan.

c)

Menyajikan teori-teori klasik tentang klasifikasi hadis, kemudian meminta siswa menyalin dan merangkum materi tersebut tanpa menghubungkan dengan isu kontemporer.

d)

Menggunakan PjBL untuk memberikan proyek di mana siswa menganalisis klasifikasi hadis dalam konteks masalah sosial, politik, dan ekonomi yang relevan dengan kehidupan mereka, dan membuat laporan atau presentasi berdasarkan temuan tersebut.

36.

Seorang guru menyampaikan materi tentang mu'jizat, karamah, dan sihir, namun pendekatan yang digunakan hanya bersifat hafalan dan tidak dikaitkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan atau fenomena sosial masa kini. Akibatnya, siswa mengalami kebosanan dan kesulitan dalam memahami makna serta relevansi materi tersebut dengan realitas kehidupan. Agar pembelajaran menjadi akomodatif dan bermakna, serta mampu mencetak lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing, strategi pembelajaran berbasis Discovery Learning (DL) manakah yang paling sesuai untuk digunakan dalam kasus tersebut?

a)

Memberikan materi dalam bentuk ceramah searah, kemudian meminta siswa menjawab soal pilihan ganda tanpa diskusi.

b)

Meminta siswa menyalin isi kitab klasik tentang mu’jizat, karamah, dan sihir tanpa mengaitkan dengan tantangan zaman modern.

c)

Menugaskan siswa membuat makalah berdasarkan satu sumber utama tanpa pendalaman atau penemuan sendiri.

d)

Menampilkan tayangan video keajaiban masa lampau lalu langsung memberi tes tanpa diskusi atau klarifikasi.

e)

Mengajak siswa untuk mengeksplorasi dan membandingkan fenomena mu’jizat, karamah, dan sihir dengan peristiwa aktual, lalu menyimpulkan perbedaan dan maknanya melalui kegiatan kelompok dan refleksi bersama.

37.

Seorang guru menyampaikan materi pembentukan akhlak karimah dengan metode ceramah tradisional dan tanpa memanfaatkan teknologi, sehingga materi yang disampaikan terasa kurang relevan dengan perkembangan zaman. siswa yang mengikuti perkuliahan praktik pedagogik merasa kesulitan menyampaikan materi ini kepada siswa yang hidup di era digital, strategi pembelajaran berbasis Discovery Learning (DL) manakah yang paling sesuai untuk digunakan dalam kasus tersebut?

a)

Memberikan materi dalam bentuk ceramah searah, kemudian meminta siswa menjawab soal pilihan ganda tanpa diskusi.

b)

Meminta siswa menyalin isi kitab klasik tentang akhlak karimah tanpa mengaitkan dengan tantangan zaman modern.

c)

Menugaskan siswa membuat makalah berdasarkan satu sumber utama tanpa pendalaman atau penemuan sendiri.

d)

Menampilkan tayangan video tentang akhlak karimah masa lampau lalu langsung memberi tes tanpa diskusi atau klarifikasi.

e)

Mengajak siswa untuk mengeksplorasi dan membandingkan nilai-nilai akhlak karimah dengan fenomena aktual, lalu menyimpulkan perbedaan dan maknanya melalui kegiatan kelompok dan refleksi bersama.

38.

Model pembelajaran berpendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge) manakah yang paling tepat diterapkan agar suasana belajar menjadi adaptif serta mampu mencetak lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing?

a)

Menggunakan ceramah lisan dan mencatat di papan tulis tanpa integrasi teknologi atau aktivitas peserta didik.

b)

Menugaskan siswa membaca buku cetak lama tentang akhlak tanpa membahas relevansi konteks kekinian.

c)

Merancang pembelajaran interaktif berbasis teknologi (seperti video, kuis digital, dan studi kasus daring) untuk mengeksplorasi nilai-nilai akhlak karimah sesuai kehidupan modern, disertai pendekatan pedagogis yang mendorong diskusi dan refleksi.

d)

Menyampaikan konten akhlak karimah hanya melalui PowerPoint tanpa aktivitas interaktif atau pemanfaatan teknologi secara menyeluruh.

e)

Meminta siswa membuat ringkasan materi lalu mempresentasikannya tanpa bantuan media atau diskusi kelas.

39.

Dalam salah satu perkuliahan fiqih kontemporer, guru menyampaikan materi dengan pendekatan normatif-klasik dan kurang menyentuh persoalan-persoalan aktual yang dihadapi peserta didik, seperti isu keuangan syariah digital, hak perempuan, atau etika penggunaan teknologi. Siswa menjadi kurang antusias dan tidak memahami relevansi materi dalam kehidupan mereka. Agar suasana belajar menjadi progresif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik, serta untuk mendorong karakter unggul dan daya saing, model pembelajaran berbasis pelayanan bimbingan konseling manakah yang paling tepat diterapkan dalam konteks kasus tersebut?

a)

Menyediakan layanan konsultasi keagamaan di luar kelas tanpa mengaitkannya dengan materi fiqih kontemporer.

b)

Menugaskan siswa membuat makalah fiqih berdasarkan referensi klasik tanpa dialog atau pendampingan.

c)

Memfasilitasi sesi diskusi terbimbing di kelas di mana siswa dapat menyampaikan keresahan atau kebingungan terkait isu fiqih masa kini, lalu mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran yang solutif dan reflektif.

d)

Mengulang materi fiqih lama dari kitab klasik tanpa membuka ruang tanya jawab atau eksplorasi topik baru.

40.

Dalam proses pembelajaran tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, guru menyampaikan materi secara monoton dan seragam tanpa mempertimbangkan keberagaman karakteristik peserta didik, termasuk siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Akibatnya, sebagian siswa kesulitan memahami materi dan tidak merasa terlibat secara aktif. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang akomodatif serta menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing, pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK manakah yang paling tepat diterapkan dalam konteks tersebut?

a)

Menggunakan metode ceramah satu arah tanpa modifikasi untuk peserta didik yang memiliki keterbatasan aksesibilitas.

b)

Menyediakan bahan ajar yang bervariasi (audio, visual, dan teks) serta melibatkan strategi pembelajaran diferensiasi agar setiap siswa, termasuk yang berkebutuhan khusus, dapat memahami materi secara optimal.

c)

Menugaskan seluruh siswa untuk membaca teks panjang tanpa memperhatikan kebutuhan literasi visual atau auditori.

d)

Menghindari diskusi kelas untuk mempercepat penyampaian materi, tanpa memberi ruang interaksi.

e)

Memberikan tugas akhir yang sama untuk semua siswa tanpa memberikan alternatif bentuk penilaian.

41.

Seorang guru menyampaikan materi perkembangan kepemimpinan Islam hanya berfokus pada tokoh-tokoh klasik tanpa mengaitkan nilai-nilai kepemimpinan tersebut dengan tantangan dan konteks kepemimpinan masa kini, seperti kepemimpinan digital, etika sosial, dan keberlanjutan. Akibatnya, siswa kesulitan mengaitkan materi dengan realitas kehidupan saat ini. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan mendorong lahirnya lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing, pendekatan pembelajaran manakah yang paling tepat digunakan?

a)

Pendekatan berbasis proyek yang mendorong siswa meneliti gaya kepemimpinan tokoh Islam dalam konteks masyarakat digital saat ini.

b)

Pendekatan ekspositori dengan dominasi ceramah agar materi diselesaikan secara cepat.

c)

Pendekatan drill dan latihan soal untuk menghafal nama-nama tokoh kepemimpinan Islam secara kronologis.

d)

Pendekatan kompetisi untuk mendorong siswa saling bersaing dalam ujian tertulis.

e)

Pendekatan monolog dengan tugas individu tanpa diskusi kelompok.

42.

Dalam perkuliahan pendidikan nilai atau karakter, guru hanya menyampaikan materi dari buku teks lama yang tidak relevan dengan realitas sosial saat ini, seperti isu keberagaman, digitalisasi, dan perubahan nilai di era global. siswa merasa kesulitan mengaitkan nilai-nilai yang diajarkan dengan kehidupan nyata mereka. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing, pendekatan pembelajaran manakah yang paling tepat diterapkan?

a)

Pendekatan hafalan agar siswa mampu mengingat seluruh nilai-nilai dalam buku ajar.

b)

Pendekatan konvensional yang menekankan pada ceramah tunggal dan minim interaksi.

c)

Pendekatan pembelajaran kontekstual yang mengaitkan nilai-nilai karakter dengan isu sosial dan teknologi yang berkembang di masyarakat.

d)

Pendekatan pasif dengan tugas membaca dan meringkas teks tanpa refleksi kritis.

e)

Pendekatan individualistik yang menghindari kerja kelompok atau diskusi.

43.

Dalam pembelajaran tentang Islam sebagai agama yang moderat (wasathiyah), guru menyampaikan materi secara satu arah tanpa melibatkan siswa dalam dialog atau studi kasus yang sesuai dengan realitas kekinian, seperti isu toleransi digital, keberagaman budaya, dan dinamika sosial. siswa merasa jenuh dan tidak memahami pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan masa kini. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang membahagiakan serta membentuk lulusan berkarakter unggul dan berdaya saing, pendekatan pembelajaran manakah yang paling tepat diterapkan?

a)

Pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan siswa dalam kegiatan toleransi antarumat beragama di masyarakat digital.

b)

Pendekatan ekspositori dengan fokus utama pada penguasaan teks klasik.

c)

Pendekatan tematik integratif tanpa melibatkan realitas sosial kekinian.

d)

Pendekatan hafalan konsep-konsep moderasi tanpa praktik langsung di kehidupan nyata.

e)

Pendekatan monolog guru agar waktu perkuliahan efisien dan cepat selesai.

44.

Dalam proses pembelajaran materi kajian tafsir dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL), guru memberikan kasus nyata yang berkaitan dengan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an di masyarakat modern. siswa diminta berdiskusi, mengkaji sumber-sumber tafsir klasik dan kontemporer, serta mempresentasikan solusi atas problem yang diberikan. guru ingin menilai sikap kerja sama, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menyusun argumen berdasarkan sumber otoritatif. Berdasarkan karakteristik peserta didik dan pendekatan yang digunakan, teknik asesmen manakah yang paling tepat diterapkan?

a)

Tes objektif pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan hafalan.

b)

Portofolio reflektif dan jurnal belajar individu.

c)

Observasi menggunakan lembar penilaian sikap dan rubrik presentasi kelompok.

d)

Ujian akhir semester berbasis esai tertulis individual.

e)

Penugasan membaca dan merangkum buku tafsir.

45.

Dalam pembelajaran materi klasifikasi hadis, guru menerapkan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dengan memberikan tugas proyek kepada siswa untuk membuat infografis digital yang menjelaskan perbedaan antara hadis shahih, hasan, dan dhaif berdasarkan kriteria sanad dan matan. Siswa bekerja dalam kelompok, mengumpulkan referensi, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil proyeknya di kelas. Jika guru ingin mengukur sikap tanggung jawab, penguasaan konsep klasifikasi hadis, serta keterampilan komunikasi, maka instrumen asesmen manakah yang paling tepat digunakan?

a)

Lembar observasi sikap, rubrik penilaian proyek, dan kuis konsep klasifikasi hadis.

b)

Tes pilihan ganda dan isian singkat berbasis buku teks.

c)

Jurnal harian dan catatan pribadi siswa selama proyek berlangsung.

d)

Penilaian sejawat antar kelompok menggunakan angket kepuasan kerja tim.

e)

Ujian esai individual tentang sejarah periwayatan hadis.

46.

Dalam pembelajaran materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir, guru menggunakan pendekatan Direct Learning (DL) di mana siswa diajak untuk mendalami konsep takdir dan iman kepada hari akhir melalui pembacaan teks, diskusi kelompok, dan refleksi pribadi. Siswa diminta untuk menulis esai yang menghubungkan konsep takdir dengan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk mengukur pemahaman, pengetahuan yang diperoleh, dan keterampilan analisis siswa, teknik asesmen yang paling tepat digunakan dalam lingkungan belajar ini adalah:

a)

Tes tulis pilihan ganda untuk menilai pengetahuan dasar.

b)

Penugasan esai dengan rubrik penilaian untuk mengevaluasi pemahaman konsep dan refleksi pribadi.

c)

Observasi langsung dalam diskusi kelompok untuk menilai sikap kerja sama.

d)

Ujian lisan untuk mengukur pemahaman terhadap takdir dan iman.

e)

Tes singkat berbasis kuis untuk menilai kemampuan mengingat fakta-fakta takdir.

47.

Dalam pembelajaran materi mu'jizat, karamah, atau sihir, guru menggunakan pendekatan diskusi kelompok dan presentasi di mana siswa diminta untuk menganalisis perbedaan antara mu'jizat dan karamah dalam konteks sejarah Islam, serta implikasinya terhadap kehidupan modern. Siswa kemudian harus mempresentasikan hasil analisisnya dan berdiskusi tentang contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menilai sikap partisipasi aktif, pemahaman konsep, serta keterampilan presentasi, instrumen asesmen yang paling tepat digunakan dalam lingkungan belajar ini adalah:

a)

Tes objektif pilihan ganda untuk menilai pengetahuan dasar tentang mu'jizat dan karamah.

b)

Penugasan esai yang membahas teori-teori mengenai sihir dan mu'jizat.

c)

Observasi langsung terhadap sikap dan keterampilan siswa dalam diskusi.

d)

Kuis singkat untuk mengukur ingatan siswa tentang definisi mu'jizat dan karamah.

e)

Rubrik penilaian presentasi kelompok yang mencakup pemahaman konsep dan keterampilan komunikasi.

48.

Dalam pembelajaran materi pembentukan akhlak karimah, guru menggunakan pendekatan kombinasi teori dan praktik, di mana siswa mempelajari konsep akhlak mulia dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa kemudian diharapkan untuk melakukan refleksi pribadi mengenai penerapan akhlak karimah dalam interaksi sosial mereka, serta menunjukkan kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai akhlak yang telah dipelajari. Untuk menilai sikap penerapan akhlak karimah, pemahaman konsep, dan keterampilan reflektif, teknik asesmen yang paling tepat digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran ini adalah:

a)

Tes pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan tentang definisi dan contoh akhlak karimah.

b)

Lembar observasi untuk menilai perilaku siswa dalam situasi sosial dan kelompok.

49.

Dalam pembelajaran materi fiqih kontemporer, guru menggunakan pendekatan diskusi kasus di mana siswa diajak untuk menganalisis isu-isu fiqih yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti fiqih ekonomi, fiqih medis, dan fiqih sosial. Siswa diminta untuk berdiskusi dalam kelompok, mengidentifikasi masalah fiqih kontemporer, dan memberikan solusi berdasarkan prinsip-prinsip fiqih. Untuk menilai sikap berpikir kritis, pemahaman konsep, dan keterampilan dalam menyelesaikan kasus fiqih, instrumen asesmen yang paling tepat digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran ini adalah:

a)

Tes pilihan ganda untuk menguji pengetahuan tentang konsep fiqih kontemporer.

b)

Rubrik penilaian presentasi kelompok yang mengevaluasi pemahaman dan solusi yang diajukan oleh siswa.

c)

Lembar observasi untuk menilai partisipasi siswa dalam diskusi kelompok dan sikap profesionalisme.

d)

Penugasan esai yang mengharuskan siswa untuk menganalisis dan memberikan pendapat tentang kasus fiqih kontemporer.

e)

Ujian lisan untuk mengukur pemahaman siswa tentang fiqih kontemporer secara mendalam.

50.

Dalam proses pembelajaran materi hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, guru sebelumnya telah menggunakan tes tertulis untuk mengukur pemahaman pengetahuan dasar siswa. Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memahami konsep dasar, namun masih lemah dalam menunjukkan sikap peduli sosial dan kemampuan praktik dalam konteks kehidupan sehari-hari. Instrumen asesmen yang paling tepat untuk mengukur sikap peduli sosial dan kemampuan praktik siswa adalah:

a)

Tes pilihan ganda tentang hak-hak rakyat dalam Islam.

b)

Rubrik penilaian observasi aktivitas sosial siswa di lingkungan sekolah.

c)

Penugasan esai tentang pentingnya hak-hak rakyat.

d)

Ujian lisan tentang penerapan hak-hak rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

e)

Lembar kerja individu tentang hak-hak rakyat.

51.

Untuk melengkapi asesmen dan memperoleh informasi yang lebih holistik sesuai dengan hasil sebelumnya, teknik asesmen yang paling tepat untuk digunakan selanjutnya adalah:

a)

Tes objektif pilihan ganda untuk mengulang pengukuran pengetahuan konseptual.

b)

Wawancara individual yang berfokus pada pendapat pribadi siswa mengenai hak-hak rakyat.

c)

Penugasan membuat makalah ilmiah tentang perbandingan sistem hak rakyat dalam Islam dan sistem modern.

d)

Observasi keterlibatan siswa dalam proyek sosial yang berkaitan dengan advokasi hak-hak masyarakat.

e)

Kuis mingguan yang menguji hafalan ayat-ayat Al-Qur’an tentang hak-hak rakyat.

52.

Dalam pembelajaran materi perkembangan kepemimpinan Islam, seorang guru telah melakukan asesmen awal melalui tes esai terbuka untuk mengukur kemampuan pengetahuan konseptual siswa mengenai ciri-ciri kepemimpinan Rasulullah SAW. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menjelaskan secara teoretis, namun belum terlihat sikap keteladanan dan kemampuan bekerja sama dalam konteks kepemimpinan kelompok. Untuk melengkapi asesmen dan mendapatkan informasi komprehensif sesuai dengan kebutuhan penguatan sikap dan keterampilan, instrumen asesmen yang paling tepat untuk digunakan pada tahap selanjutnya adalah:

a)

Tes pilihan ganda tentang biografi para khalifah dalam sejarah Islam.

b)

Lembar observasi untuk menilai kepemimpinan siswa dalam kerja kelompok simulatif.

c)

Lembar angket untuk mengukur minat siswa terhadap politik Islam.

d)

Penilaian diri (self-assessment) tentang pemahaman materi secara individu.

e)

Portofolio kumpulan makalah hasil studi pustaka tentang tokoh kepemimpinan Islam.

53.

Dalam pembelajaran materi pendidikan nilai atau karakter, seorang guru telah melakukan asesmen awal berupa angket sikap terhadap kejujuran dan tanggung jawab. Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki pemahaman baik secara kognitif tentang nilai tersebut, namun belum tampak dalam perilaku sehari-hari. Untuk merancang asesmen berikutnya yang sesuai dengan tujuan pembelajaran ranah sikap, teknik asesmen yang paling tepat digunakan adalah:

a)

Tes uraian untuk menilai pemahaman siswa tentang definisi dan contoh nilai karakter.

b)

Portofolio reflektif berisi rangkuman materi dan ringkasan teori nilai-nilai karakter.

c)

Penugasan membuat makalah tentang pentingnya pendidikan karakter di era digital.

d)

Observasi perilaku siswa dalam kegiatan kolaboratif di kelas.

e)

Kuis daring untuk mengukur penguasaan materi nilai-nilai karakter.

54.

Dalam pembelajaran materi "Islam sebagai Agama yang Moderat", guru telah melakukan asesmen awal melalui pengamatan langsung dan jurnal reflektif siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian siswa memiliki pemahaman yang baik, tetapi kurang terampil dalam menyampaikan gagasan moderasi beragama secara lisan dan tertulis di lingkungan sosial. Instrumen asesmen lanjutan yang paling tepat untuk mengukur keterampilan siswa dalam konteks tersebut adalah:

a)

Lembar observasi sikap siswa selama diskusi kelas.

b)

Angket skala sikap tentang pentingnya moderasi beragama.

c)

Rubrik penilaian presentasi lisan tentang praktik moderasi dalam kehidupan beragama.

d)

Tes pilihan ganda tentang prinsip-prinsip Islam wasathiyah.

e)

Kuis daring yang mengukur pemahaman teks moderasi dalam Al-Qur'an.

55.

Seorang guru melaksanakan pembelajaran fikih kontemporer di kelas XII dengan menggunakan media digital presentasi dan memberikan lembar kerja berbasis kasus. Namun, selama pembelajaran berlangsung, siswa terlihat kurang aktif berdiskusi dan tidak semua siswa memahami konteks masalah yang diberikan. Guru menyadari bahwa ia belum menyesuaikan pendekatan pedagogis dan teknologi secara utuh dengan kebutuhan siswa, meskipun konten materi sudah relevan. Berdasarkan narasi di atas, praktik baik (best practice) dalam merencanakan pembelajaran fikih kontemporer yang berkualitas dan berkelanjutan adalah:

a)

Menggunakan lebih banyak video ceramah ulama kontemporer sebagai sumber belajar utama.

b)

Memfokuskan pembelajaran hanya pada aspek kognitif agar waktu lebih efisien.

c)

Melibatkan siswa dalam merancang skenario kasus agar lebih kontekstual dengan kehidupan mereka.

d)

Memberi tugas mandiri berupa makalah untuk meningkatkan pemahaman konsep fikih.

e)

Menghindari penggunaan teknologi karena menghambat diskusi siswa.

56.

Seorang guru menyampaikan materi perkembangan kepemimpinan Islam menggunakan presentasi digital yang memuat biografi tokoh-tokoh khalifah dan video dokumenter sejarah. Namun, metode pembelajaran yang digunakan hanya ceramah, tanpa memberi ruang diskusi atau refleksi dari peserta didik. Sebagian siswa tampak pasif, dan guru tidak mengevaluasi pemahaman secara berkala. Guru merasa teknologi sudah digunakan secara optimal, namun hasil belajar siswa tidak sesuai harapan. Berdasarkan kasus di atas, praktik baik (best practice) yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan adalah:

a)

Mengganti materi sejarah kepemimpinan Islam dengan materi kontemporer agar lebih relevan dengan zaman.

b)

Mengurangi penggunaan video dokumenter agar lebih banyak waktu untuk penjelasan guru.

c)

Menambahkan aktivitas kolaboratif seperti debat atau simulasi kepemimpinan berbasis proyek.

57.

Dalam pembelajaran materi pembentukan akhlak karimah, seorang guru menampilkan video animasi tentang perilaku teladan Nabi Muhammad SAW dan menyampaikan materi menggunakan platform pembelajaran digital. Namun, evaluasi pembelajaran hanya dilakukan melalui soal pilihan ganda kognitif tanpa menyentuh aspek sikap dan keterampilan sosial peserta didik. Guru juga tidak memberikan umpan balik terhadap perkembangan karakter siswa secara individu. Berdasarkan narasi tersebut, praktik baik (best practice) dalam evaluasi pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan adalah:

a)

Melibatkan penilaian autentik seperti observasi sikap, jurnal reflektif, dan wawancara

b)

Menambahkan jumlah soal pilihan ganda agar lebih beragam dan mencakup semua submateri.

c)

Mengganti evaluasi dengan ujian tertulis agar lebih objektif dan mudah dinilai.

d)

Mengurangi penggunaan video animasi agar waktu pembelajaran lebih efisien.

e)

Memberikan tugas rumah secara rutin agar peserta didik lebih disiplin

58.

Seorang guru Pendidikan Agama Islam di sekolah menengah mencoba mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran. Ia menggunakan chatbot berbasis AI untuk menjawab pertanyaan siswa di luar jam pelajaran dan membuat video interaktif materi keislaman. Namun, dalam praktiknya, guru tersebut masih kesulitan memahami validitas sumber digital dan belum mampu membedakan penggunaan teknologi yang sesuai dengan capaian pembelajaran. Dari kasus tersebut, kemampuan yang paling tepat dinilai sebagai modal pengembangan diri guru secara berkelanjutan adalah:

a)

Kemampuan literasi digital dan pemanfaatan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.

b)

Kemampuan menghafal materi keislaman secara menyeluruh.

c)

Kemampuan berbicara di depan umum tanpa bantuan teknologi.

d)

Kemampuan menilai hasil ujian siswa secara manual tanpa bantuan digital.