WorksheetsTO TKA 3 SOSIOLOGI
Total questions: 25
Worksheet time: 14mins
Berdasarkan teks di atas, yang menunjukkan ciri empiris dalam sosiologi adalah ....
mengambil kesimpulan fenomena sosial dari cerita yang banyak beredar di masyarakat
menggunakan data di lapangan sebagai dasar analisis fenomena sosial
menyusun teori berdasarkan pendapat tokoh sosiologi yang populer
memberikan dugaan pribadi untuk menjelaskan perilaku remaja yang diteliti
menilai permasalahan sosial dengan mempertimbangkan ajaran moral tertentu
Di sebuah kota besar, pemerintah merencanakan pembangunan apartemen mewah di atas lahan bekas permukiman padat penduduk. Warga yang tergusur merasa tidak mendapatkan ganti rugi yang layak, sementara pemerintah beralasan bahwa proyek tersebut akan meningkatkan investasi dan citra kota. Kondisi ini memunculkan aksi protes besar-besaran dari masyarakat, bahkan sampai terjadi bentrokan dengan aparat. Jika dilihat dari perspektif teori konflik, bagaimana cara memahami akar masalah dari peristiwa penggusuran tersebut?
Masalah terjadi karena adanya kepentingan yang berbeda antara pemerintah
dan warga sehingga tidak ada titik temu
Masalah terjadi karena pemerintah gagal mengatur komunikasi publik dengan baik sehingga terjadi kesalahpahaman dengan masyarakat
Masalah terjadi karena pemerintah dan warga sama-sama ingin meningkatkan kualitas hidup, tetapi caranya berbeda
Masalah terjadi karena warga tidak memahami manfaat pembangunan apartemen yang dianggap dapat membawa kemajuan kota
Masalah terjadi karena warga berharap adanya dialog yang lebih adil dengan pemerintah, bukan sekadar keputusan sepihak
Berdasarkan ilustrasi tersebut, teknik pengambilan sampel yang digunakan Jihan adalah...
cluster sampling
stratified sampling
random sampling
convenience sampling
quota sampling
Sebagai sebuah lembaga, keluarga memiliki fungsi sosialisasi. Akan tetapi, dampak dari pola sosialisasi represif yang dilakukan ibu kepada anaknya berdasarkan kasus tersebut adalah...
Anak berusaha menaati aturan karena meyakini aturan tersebut akan melindunginya dari kesalahan.
Anak cenderung menuruti aturan bukan karena memahami, tetapi karena takut akan hukuman.
Anak makin menyadari pentingnya aturan sehingga dapat menjalankan hafalan dengan lebih disiplin.
Anak menerima aturan hafalan agama sebagai kewajiban yang dijalankan dengan rasa sukarela.
Anak mencoba menghindari aturan yang dirasa membebani dengan cara menyembunyikan perilakunya.
Menurut perspektif fungsionalis, keluarga sebagai lembaga sosial memiliki berbagai fungsi penting bagi masyarakat, termasuk fungsi reproduksi, sosialisasi, afeksi, perlindungan, dan ekonomi. Keluarga tidak hanya bertugas menghasilkan keturunan, tetapi juga menjadi tempat pertama anak belajar norma dan nilai, mendapatkan cinta kasih, perlindungan, serta dukungan finansial dalam kehidupan awalnya. Tantangan utama yang mungkin dihadapi keluarga sebagai lembaga sosial di tengah modernisasi adalah...
Keluarga terlalu fokus pada pendidikan formal anak sehingga mengabaikan fungsi sosialisasi dan afeksi.
Keluarga tidak lagi menjadi pelindung utama karena anak lebih mendapatkan cinta kasih dari lingkungan luar.
Keluarga sulit menjalankan fungsi ekonomi karena tugas orang tua makin terbagi antara pekerjaan dan rumah tangga.
Keluarga sebagai agen sosialisasi norma dan nilai bisa berkurang perannya saat pengaruh media dan sekolah makin kuat.
Keluarga hanya difokuskan untuk reproduksi sehingga tidak memenuhi aspek pendidikan dan moral anak.
Tantangan utama yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas interaksi sosial di era digital adalah...
Masyarakat mulai menggantikan hubungan langsung dengan interaksi virtual yang lebih mendalam.
Konektivitas digital justru menjadikan opini masyarakat semakin homogen dan bebas konflik
Interaksi sosial di era digital memungkinkan adaptasi budaya lokal menjadi lebih cepat tanpa mengurangi nilai tradisional
Digitalisasi menumbuhkan rasa kebersamaan melalui jejaring daring yang sama kuatnya dengan interaksi fisik
Media sosial bisa mempermudah penyebaran informasi, tetapi memperlemah solidaritas sosial dan kepercayaan bersama
Kenapa empati lebih dibutuhkan sebagai faktor pendorong interaksi sosial pada saat bencana?
Empati membuat bantuan lebih cepat tersalurkan kepada korban bencana.
Empati membantu masyarakat memahami penderitaan korban secara nyata.
Empati membuat pemerintah menunda penyaluran bantuan agar lebih merata.
Empati menumbuhkan koordinasi antar pihak sehingga bantuannya terorganisir.
Empati memengaruhi kebijakan bantuan agar memperhatikan kelompok rentan.
Penyimpangan sosial tidak hanya terjadi karena faktor individu, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur sosial. Misalnya, ketika masyarakat lebih mengagungkan kekayaan dibandingkan kejujuran, maka perilaku koruptif cenderung dianggap wajar. Begitu pula, ketika kontrol sosial melemah, banyak penyimpangan seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga intoleransi mudah berkembang. Artinya, penyimpangan tidak sekadar kesalahan individu, melainkan juga kegagalan sistem sosial dalam membentuk nilai dan norma yang kuat.
Berdasarkan teks tersebut, apa analisis yang tepat untuk memahami penyimpangan sosial dalam masyarakat?
(Dapat pilih lebih dari satu jawaban)
Penyimpangan sosial murni kesalahan individu tanpa ada pengaruh lingkungan.
Nilai dan norma masyarakat yang lemah dapat memperbesar peluang terjadinya penyimpangan.
Struktur sosial yang menormalisasi perilaku menyimpang turut memperkuat praktik penyimpangan.
Penyimpangan sosial hanya bisa dicegah dengan hukuman yang keras dari aparat.
Penyimpangan sosial mencerminkan adanya kegagalan sistem sosial dalam menjalankan fungsi kontrol.
Seorang peneliti sosial menemukan bahwa sebagian siswa di sebuah sekolah pernah melakukan pelanggaran kecil, misalnya menyontek atau datang terlambat sekali-dua kali. Setelah ditegur, mereka tidak lagi mengulanginya dan tetap dipercaya oleh teman maupun gurunya. Berdasarkan penjelasan tersebut, bagaimana seharusnya peneliti mengkategorikan perilaku tersebut?
Sebagai penyimpangan primer karena dilakukan sesekali dan tidak mengubah identitas sosial pelaku
Sebagai penyimpangan sekunder karena mengganggu proses belajar mengajar di sekolah
Sebagai perilaku menyimpang biasa karena dilakukan dalam kondisi terdesak dan dianggap wajar oleh siswa
Sebagai penyimpangan yang serius karena menunjukkan kurangnya tanggung jawab individu terhadap aturan sekolah
Sebagai bentuk kenakalan remaja yang pasti berlanjut menjadi kebiasaan buruk di kemudian hari
Perhatikan ilustrasi berikut!
Dalam sebuah masyarakat perkotaan, terdapat ketimpangan ekonomi yang terlihat ringan. Secara formal, semua warga memiliki akses terhadap fasilitas umum dan pendidikan. Namun, beberapa kelompok warga tetap kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak karena jaringan sosial yang terbatas dan modal yang minim. Ketimpangan ini jarang menimbulkan konflik langsung karena masyarakat cenderung menahan diri dan menutupi perasaan ketidakpuasan. Kondisi yang tampak tenang ini menyembunyikan potensi konflik yang bisa muncul kapan saja jika kesempatan atau tekanan berubah.
Jika ketimpangan ekonomi tersebut terus dibiarkan tanpa intervensi, konsekuensi sosial yang mungkin muncul di masa depan adalah ...
munculnya konflik terbuka di kalangan warga dan tekanan langsung kepada pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan.
munculnya ketidakpuasan sementara yang hanya dirasakan sebagian warga tanpa memengaruhi masyarakat luas.
timbulnya masalah laten karena ketimpangan tetap tersembunyi tetapi berpotensi menimbulkan ketegangan sosial yang serius.
ketimpangan menjadi masalah struktural karena mulai memengaruhi sistem distribusi kesempatan dan sumber daya secara luas.
meningkatnya rasa ketidakadilan dan kekecewaan yang tersembunyi di masyarakat, sehingga dapat memicu perpecahan internal secara diam-diam.
Perhatikan teks berikut!
Di sebuah kota pesisir, warga terbagi dalam beberapa komunitas berbasis asal kampung dan latar belakang pekerjaan. Ketika ada proyek pembangunan pasar baru, masing-masing komunitas bersikeras agar kios atau lahan komersial lebih banyak dialokasikan untuk anggotanya sendiri. Ketegangan mulai muncul ketika kelompok tertentu menolak untuk berbagi dengan kelompok lain. Situasi ini menyebabkan lambannya proses pembangunan, menurunnya kepercayaan antarwarga, dan konflik kecil yang berulang setiap kali ada keputusan bersama yang melibatkan seluruh masyarakat.
Strategi paling efektif untuk mengurangi konflik akibat sikap partikularisme masyarakat tersebut adalah...
menerapkan sanksi dan aturan tegas kepada komunitas yang menolak berbagi sambil tetap membuka ruang diskusi untuk kompromi.
memberikan prioritas lebih besar pada komunitas yang menunjukkan partisipasi aktif agar pembangunan lebih efisien.
memfokuskan pembangunan pada satu komunitas terlebih dahulu sambil memberi kesempatan komunitas lain untuk menyesuaikan diri.
membuat peraturan alokasi fasilitas yang adil dan transparan untuk semua komunitas, serta mendorong partisipasi bersama.
menyediakan insentif tambahan bagi komunitas tertentu agar mau berbagi fasilitas sambil mendorong partisipasi semua warga.
Berdasarkan penjelasan di atas, manakah situasi berikut yang paling tepat mencerminkan perbedaan antara gemeinschaft dan gesellschaft?
Sebuah keluarga besar yang sering berkumpul setiap minggu, jika dibandingkan dengan sebuah perusahaan rintisan yang anggotanya bekerja untuk keuntungan bersama.
Sekelompok remaja yang membentuk band musik karena hobi yang sama, jika dibandingkan dengan sekelompok petani yang bekerja bersama di sawah.
Komunitas pecinta sepeda yang rutin bersepeda setiap Minggu pagi, jika dibandingkan dengan warga RT yang melakukan kerja bakti bersama-sama.
Sebuah klub olahraga kampus yang dibentuk karena minat bersama, jika dibandingkan dengan masyarakat adat yang menjaga tradisi turun-temurun.
Sekelompok teman sekolah yang menjalin persahabatan erat, jika dibandingkan dengan kelompok belajar mahasiswa menjelang ujian akhir.
Perhatikan ilustrasi berikut!
Ribuan mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar demonstrasi di pusat kota untuk menyampaikan tuntutan terkait transparansi kebijakan publik. Aksi ini berjalan damai dengan orasi, diskusi terbuka, dan pembagian selebaran. Namun, situasi mulai memanas ketika aparat keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Sebagian demonstran bereaksi dengan tindakan anarkis, seperti melempar batu dan merusak fasilitas umum, sementara kelompok lain berusaha menenangkan keadaan.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, apa dampak sosial paling dominan dari perubahan aksi damal menjadi kericuhan yang terjadi?
Kepercayaan masyarakat terhadap demonstrasi sebagai cara penyampaian aspirasi melemah akibat adanya kericuhan.
Aksi demonstrasi justru semakin mendapat simpati publik karena dianggap sebagai bentuk keberanian dalam melawan tekanan.
Legitimasi tuntutan demonstrasi berkurang karena masyarakat lebih menyoroti kericuhan daripada substansi aspirasi.
Hubungan masyarakat dengan aparat negara semakin rumit karena fokus pada konflik dibanding dialog.
Demonstrasi dinilai gagal total karena tidak menghasilkan tuntutan kebijakan apapun dari pemerintah.
Perhatikan ilustrasi berikut!
Di sebuah kota pesisir, nelayan Bugis, pedagang Tionghoa, petani Jawa, dan pekerja migran dari berbagai agama hidup berdampingan. Mereka berinteraksi dalam pasar tradisional, perayaan budaya, hingga kegiatan keagamaan. Namun, ketika terjadi kompetisi dagang, sebagian warga menonjolkan identitas kelompoknya masing-masing. Akibatnya, muncul stereotip yang kadang menimbulkan jarak sosial, meskipun tidak sampai menimbulkan hierarki sosial yang kaku.
Jika dianalisis secara Sosiologis, tantangan utama yang muncul dari diferensiasi sosial di masyarakat tersebut adalah ...
Ketimpangan ekonomi yang menimbulkan kelas atas dan kelas bawah secara permanen.
Hilangnya identitas budaya lokal karena semua warga melebur menjadi satu
kelompok.
Perbedaan horizontal yang memicu stereotip dan potensi gesekan antar-kelompok.
Dominasi kelompok tertentu yang menyingkirkan kelompok lain dari ruang publik.
Konflik politik yang terjadi karena adanya perebutan kekuasaan formal antar-etnis
Jika dianalisis secara sosiologis, analisis kritis yang tepat tentang implikasi diferensiasi sosial terhadap integrasi masyarakat adalah....
selalu memperlemah integrasi karena perbedaan identitas otomatis menimbulkan konflik
hanya berdampak negatif dalam bidang ekonomi, tidak menyentuh aspek sosial-budaya
tidak relevan dengan integrasi karena hanya menggambarkan perbedaan tanpa dampak nyata
dapat menyebabkan masyarakat yang homogen sehingga integrasi terjadi secara alami
bisa memperkuat kohesi sosial jika dikelola dengan sikap saling menghargai antar-kelompok
Berdasarkan data tersebut, simpulan yang tepat terkait stratifikasi sosial adalah...
semua kelompok sosial ekonomi memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses sumber daya ekonomi masyarakat
adanya stratifikasi sosial ekonomi karena kelompok atas secara konsisten menguasai porsi pengeluaran
mobilitas sosial sangat cepat sehingga kelompok menengah dapat menyamal kelompok atas dalam penguasaan pengeluaran
tidak terdapat perbedaan signifikan antara lapisan atas, menengah, dan bawah dalam distribusi pengeluaran
dominasi kelompok bawah yang terus meningkat hingga berhasil menggeser posisi kelompok atas dalam struktur sosial.
Stratifikasi sosial memengaruhi kesempatan siswa dalam memperoleh pendidikan. Siswa dari keluarga ekonomi tinggi lebih mudah mendapatkan fasilitas belajar dibanding siswa dari keluarga ekonomi rendah.
Berdasarkan teks tersebut, tentukanlah Tepat atau Tidak Tepat pernyataan berikut!
Perbedaan kondisi ekonomi dapat memengaruhi akses siswa terhadap pendidikan.
Semua siswa memperoleh fasilitas pendidikan yang sama tanpa dipengaruhi status sosial.
Keluarga dengan ekonomi tinggi memiliki lebih banyak kesempatan memberikan dukungan belajar.
Keterbatasan finansial bisa menjadi hambatan bagi siswa dalam menempuh pendidikan.
Stratifikasi sosial tidak memiliki dampak apa pun terhadap dunia pendidikan.
Terjadi konflik antara pengemudi ojek daring dan ojek pangkalan. Ojek daring merasa berhak mengangkut penumpang di area tertentu karena sistem aplikasi mereka, sementara ojek pangkalan merasa wilayah itu adalah "hak tradisional" mereka. Konflik sering memicu bentrokan, membuat masyarakat resah, dan pemerintah daerah diminta turun tangan mencari solusi. Kebijakan manakah yang paling tepat untuk meminimalkan dampak negatif konflik sosial sekaligus menjaga kepentingan semua pihak?
Menyusun regulasi bersama yang mengatur pembagian wilayah operasi, melibatkan perwakilan ojek daring, ojek pangkalan, dan pemerintah daerah
Menggunakan aparat keamanan secara permanen di lokasi konflik agar tidak ada pihak yang berani melakukan pelanggaran aturan
Membiarkan kedua kelompok bersaing secara bebas agar tercipta keseimbangan pasar tanpa campur tangan pemerintah
Melarang ojek daring beroperasi di seluruh wilayah kota untuk melindungi mata pencaharian ojek pangkalan tradisional
Memberikan kebebasan penuh pada perusahaan aplikasi ojek daring untuk menentukan aturan operasi tanpa memperhatikan keberatan ojek pangkalan
Jika pemerintah daerah ingin memperkuat metode yang paling efektif dalam penanganan konflik, langkah kebijakan yang paling tepat adalah ....
menambah jumlah aparat keamanan di setiap wilayah konflik agar proses. penyelesaian lebih cepat terkendali
menghapus peran lembaga adat karena dianggap kurang efisien dalam menangani konflik masyarakat modern
mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur hukum agar semua kasus mendapatkan putusan resmi dari pengadilan
meningkatkan pelatihan mediator dan memperluas fasilitas mediasi sehingga
lebih banyak konflik dapat diselesaikan damai
menunda semua bentuk penyelesaian konflik kecil karena dianggap tidak terlalu berpengaruh pada stabilitas sosial
Jika tren migrasi desa-kota seperti pada tabel terus berlanjut, evaluasi dampak sosial-ekonomi yang paling mungkin terjadi adalah...
Kota akan berkembang pesat sebagai pusat industri dan masyarakat desa yang merantau kesejahteraan keluarganya meningkat.
Desa kehilangan tenaga kerja produktif sehingga produktivitas pertanian menurun drastis, berpotensi memicu masalah ketahanan pangan.
Kota menjadi lebih heterogen secara budaya karena arus migrasi, namun dampak pada struktur ekonomi desa relatif kecil.
Desa mengalami perubahan struktur sosial karena mayoritas pekerjaan pertanian digantikan oleh kelompok usia tua dan perempuan.
Migrasi desa-kota otomatis menyeimbangkan pembangunan desa dan kota, sehingga keduanya tumbuh sejalan tanpa kesenjangan.
Di beberapa kota besar, komunitas anak muda menginisiasi gerakan zero waste dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menggantinya dengan produk ramah lingkungan. Gerakan ini awalnya dianggap tren gaya hidup, tetapi kemudian berkembang menjadi tuntutan kolektif yang menekan pemerintah daerah untuk membuat regulasi baru. Meskipun demikian, sejumlah perusahaan besar tetap menolak perubahan karena biaya produksi meningkat dan khawatir kehilangan pasar. Sebaliknya, perusahaan kecil menengah justru melihat peluang untuk berinovasi dengan produk ramah lingkungan.
Berdasarkan analisis sosiologis, fenomena ini menunjukkan bahwa ....
gerakan lingkungan merupakan bentuk perubahan sosial yang bersifat konflik, karena menimbulkan tarik-menarik kepentingan antara berbagai pihak
transformasi perilaku konsumsi masyarakat hanya bersifat superfisial, karena muncul dari tren gaya hidup yang tidak berakar pada kesadaran kolektif
resistensi industri besar menandakan perubahan sosial yang terjadi bersifat regresif, karena menghambat kemajuan teknologi dan keberlanjutan lingkungan
perubahan menuju produk ramah lingkungan merupakan contoh revolusi sosial, sebab langsung menghapus praktik lama dalam waktu singkat dan tanpa resistensi
dinamika ini menunjukkan bahwa perubahan sosial lebih banyak menghasilkan dampak negatif berupa ketidakstabilan ekonomi dan marginalisasi kelompok industri tertentu
Kemajuan teknologi digital makin melekat dalam kehidupan masyarakat modern. Layanan transportasi online mengubah cara orang berpindah tempat, aplikasi belanja daring menekan peran pasar tradisional, dan sistem pembayaran digital menggantikan transaksi tunai. Di sisi lain, sebagian pekerja tradisional kehilangan mata pencaharian, sementara generasi muda justru makin adaptif dengan teknologi. Fenomena ini tidak hanya memunculkan efisiensi dan kenyamanan, tetapi juga menimbulkan ketegangan sosial, perubahan pola interaksi, serta tantangan dalam menjaga kohesi masyarakat.
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!
Globalisasi teknologi menciptakan homogenitas sosial, karena semua kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses layanan digital.
Fenomena ini dapat dikategorikan sebagai bentuk perubahan sosial terencana karena dipengaruhi intervensi kebijakan pemerintah dalam mendukung transformasi digital.
Hilangnya pekerjaan tradisional akibat digitalisasi merupakan contoh fungsi manifes dari proses globalisasi teknologi.
Perubahan pola interaksi masyarakat akibat teknologi menunjukkan makin kuatnya solidaritas mekanis dibanding solidaritas organik.
Fenomena digitalisasi tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga budaya dan sosial sehingga relevan dianalisis dari berbagai perspektif.
Di sebuah kota besar, survei menunjukkan 65% remaja lebih sering menggunakan bahasa asing (khususnya Inggris) dalam percakapan daring, bahkan saat berbicara dengan teman sebaya yang sama-sama orang Indonesia. Fenomena ini diperkuat oleh dominasi konten media sosial berbahasa asing dan tren global pop culture. Akibatnya, sebagian orang tua merasa khawatir bahwa bahasa daerah hanya akan dipakai dalam upacara adat, sementara dalam kehidupan sehari-hari perlahan hilang.
Dalam konteks globalisasi yang menuntut keterbukaan terhadap budaya luar, langkah paling tepat untuk menjaga eksistensi bahasa daerah sekaligus tetap adaptif dengan perkembangan global adalah ...
Membatasi penggunaan bahasa asing dengan kebijakan khusus di sekolah maupun ruang publik, agar remaja terdorong lebih sering berkomunikasi menggunakan bahasa daerah.
Mengutamakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi utama dengan mengurangi fungsi bahasa daerah, demi menciptakan keseragaman bahasa nasional yang lebih kuat.
Menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa utama dalam acara-acara formal masyarakat, termasuk kegiatan pemerintahan lokal dan pertemuan resmi.
Mengembangkan kebanggaan berbahasa daerah melalui konten kreatif di media sosial atau kurikulum muatan lokal.
Membiarkan pergeseran penggunaan bahasa daerah ke bahasa asing berlangsung alami sebagai konsekuensi logis dari arus globalisasi.
Di era digital, makin banyak perusahaan multinasional membuka pusat inovasi dan penelitian di Indonesia. Kehadiran mereka tidak hanya menawarkan lapangan kerja, tetapi juga membawa tenaga ahli asing dengan standar kompetensi global. Hal ini menimbulkan dilema: di satu sisi, kolaborasi dapat mempercepat alih teknologi dan meningkatkan daya saing industri nasional; di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa tenaga kerja muda Indonesia akan tersisih karena keterampilan mereka dianggap belum sepadan. Beberapa kalangan menilai bahwa ketergantungan pada tenaga kerja asing bisa melemahkan posisi tenaga kerja lokal, sementara sebagian lain melihatnya sebagai peluang untuk percepatan kualitas SDM Indonesia.
Sikap kritis yang paling tepat untuk menghadapi tantangan globalisasi tenaga kerja dalam konteks tersebut adalah ...
(Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.)
Membatasi tenaga kerja asing hanya untuk posisi tertentu agar kesempatan tenaga kerja lokal lebih luas.
Mengembangkan keterampilan, literasi digital, dan inovasi agar tenaga kerja lokal mampu bersaing secara setara.
Menolak keberadaan tenaga ahli asing karena dikhawatirkan akan menurunkan posisi tawar tenaga kerja Indonesia,
Mengandalkan pemerintah untuk menyiapkan regulasi protektif tanpa perlu perubahan signifikan dari tenaga kerja lokal.
Mendorong kerja sama strategis antara tenaga kerja lokal dan asing untuk percepatan transfer pengetahuan dan teknologi.
Pemerintah kota memperkenalkan transportasi publik berbasis aplikasi pemesanan tiket elektronik. Namun, sebagian masyarakat berpenghasilan rendah tidak memiliki smartphone sehingga kesulitan mengakses layanan tersebut dan akhirnya tetap memilih transportasi ilegal.
Jika dianalisis dengan konsep cultural lag, sikap kritis yang dapat diambil masyarakat adalah
Menolak penggunaan tiket elektronik agar semua lapisan masyarakat bisa kembali menikmati transportasi tanpa hambatan.
Menggalang bantuan dana agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa membeli smartphone dengan harga murah.
Menyediakan fasilitas tiket manual sebagai transisi sambil meningkatkan literasi digital masyarakat.
Menuntut pemerintah menunda seluruh penerapan aplikasi digital sampai semua masyarakat siap menggunakannya.
Mendorong penyedia transportasi publik untuk tetap melayani penumpang tanpa tiket resmi demi menjamin akses bagi masyarakat miskin.
