Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

quiz mmpm

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Di RS Islam Jemursari Surabaya, pasien sering meninggalkan sisa makanan karena rasa dan penampilannya kurang menarik. Apa langkah perbaikan yang paling tepat?

a)

Mengganti seluruh menu setiap minggu

b)

Meningkatkan kualitas rasa dan penyajian makanan

c)

Mengurangi porsi makanan pasien

d)

Memberikan camilan tambahan setiap sore

e)

Menghapus menu sayur dari daftar harian

2.

Di RS Aghisna Medika Kroya, pasien sering membeli makanan dari luar rumah sakit. Apa penyebab utamanya?

a)

Harga makanan rumah sakit terlalu mahal

b)

Bosan dengan cita rasa makanan rumah sakit

c)

Waktu makan tidak teratur

d)

Tidak ada menu diet khusus

e)

Porsi makanan terlalu sedikit

3.

Dalam penelitian di RSUD Ibnu Sina, rata-rata sisa makanan mencapai 25–35%. Apa faktor utama penyebab tingginya sisa makanan tersebut?

a)

Kurangnya edukasi pasien

b)

Porsi terlalu kecil

c)

Rasa makanan kurang sesuai dan variasi menu kurang menarik

d)

Waktu penyajian terlambat

e)

Tidak ada menu cair

4.

Upaya utama untuk mengurangi food waste (sisa makanan) di rumah sakit adalah...

a)

Memberikan makanan instan siap saji

b)

Menyesuaikan porsi dan memperbaiki cita rasa makanan

c)

Mengurangi jumlah menu harian

d)

Mengganti seluruh tim dapur

e)

Menaikkan anggaran dapur

5.

Rumah sakit belum menerapkan Pedoman Gizi Rumah Sakit (PGRS) secara menyeluruh. Apa dampak yang paling mungkin terjadi?

a)

Meningkatnya biaya operasional

b)

Menurunnya efektivitas terapi diet pasien

c)

Bertambahnya tenaga kerja

d)

Meningkatnya tingkat kepuasan pasien

e)

Pengurangan sisa makanan

6.

Salah satu masalah umum dalam penyelenggaraan makanan di rumah sakit adalah keterlambatan distribusi makanan. Dampak langsung dari hal ini adalah...

a)

Rasa makanan menjadi lebih asin

b)

Penurunan suhu dan kualitas makanan

c)

Meningkatnya selera makan pasien

d)

Berkurangnya variasi menu

e)

Percepatan proses penyembuhan

7.

Dalam pelaksanaan PGRS, pengawasan higiene petugas belum optimal. Apa risiko utamanya?

a)

Makanan cepat basi

b)

Peningkatan risiko kontaminasi dan menurunnya standar sanitasi

c)

Terjadinya pemborosan bahan makanan

d)

Penurunan selera makan pasien

e)

Menu menjadi monoton

8.

Pasien menilai rasa makanan kurang sesuai dan suhu penyajian tidak tepat. Langkah perbaikan yang paling relevan adalah...

a)

Memberikan makanan lebih cepat

b)

Meningkatkan cita rasa dan suhu penyajian

c)

Mengganti jadwal makan pasien

d)

Mengurangi variasi menu

e)

Menambah porsi lauk

9.

Untuk memastikan ketepatan diet pasien, koordinasi antar tenaga gizi, perawat, dan dapur perlu ditingkatkan. Tujuannya adalah...

a)

Menekan biaya bahan makanan

b)

Mempercepat proses pengadaan

c)

Menjamin ketepatan pemberian diet dan waktu penyajian

d)

Mengurangi jumlah petugas

e)

Meningkatkan promosi makanan

10.

Standar Operasional Prosedur (SOP) sangat penting dalam penyelenggaraan makanan rumah sakit karena...

a)

Dapat mengurangi jumlah pasien

b)

Menjamin setiap tahap proses berjalan sesuai standar mutu

c)

Membuat pekerjaan lebih fleksibel

d)

Mengurangi beban kerja petugas

e)

Mengganti evaluasi m

11.

Salah satu penyebab rendahnya kepuasan pasien terhadap makanan rumah sakit adalah...

a)

Menu terlalu banyak

b)

Kurangnya variasi dan suhu penyajian yang tidak sesuai

c)

Harga makanan terlalu mahal

d)

Makanan disajikan di luar jam makan

e)

Tidak tersedia minuman tambahan

12.

Upaya yang efektif untuk meningkatkan kepuasan pasien terhadap makanan rumah sakit adalah...

a)

Mengurangi frekuensi makan

b)

Meningkatkan cita rasa, suhu, dan variasi menu

c)

Menyediakan makanan cepat saji

d)

Menambah jumlah tenaga dapur

e)

Menghapus makanan diet

13.

Monitoring kualitas makanan dan pelatihan petugas penting dilakukan agar...

a)

Dapur bekerja lebih cepat

b)

Pelayanan makanan memenuhi standar higienitas

c)

Pasien dapat memilih makanan bebas

d)

Rumah sakit tidak perlu membeli bahan mahal

e)

Variasi menu berkurang

14.

Pengelolaan stok bahan makanan yang kurang optimal dapat menyebabkan...

a)

Bahan makanan selalu segar

b)

Bahan makanan tidak sesuai standar dan mudah rusak

c)

Porsi makanan berlebih

d)

Variasi menu meningkat

e)

Kualitas makanan meningkat

15.

Agar bahan makanan selalu sesuai standar, rumah sakit perlu...

a)

Mengurangi jenis bahan makanan

b)

Mengimplementasikan sistem monitoring kualitas bahan dan produk makanan

c)

Menggunakan bahan impor

d)

Menghapus kontrak pemasok

e)

Menyimpan bahan dalam jangka waktu lama

16.

Salah satu tujuan utama evaluasi rutin terhadap sisa makanan pasien adalah...

a)

Menghemat biaya dapur

b)

Mengukur tingkat kepuasan dan penerimaan pasien terhadap makanan

c)

Menentukan menu baru

d)

Meningkatkan stok bahan

e)

Mengurangi tenaga kerja

17.

Pelatihan berkala bagi petugas gizi bertujuan untuk...

a)

Menghemat waktu distribusi

b)

Meningkatkan kompetensi dan efektivitas pelayanan makanan

c)

Mengurangi kebutuhan bahan makanan

d)

Mengubah jadwal makan pasien

e)

Menghapus SOP lama

18.

Salah satu penyebab rendahnya penerapan sanitasi di dapur rumah sakit adalah...

a)

Kurangnya APD dan monitoring rutin

b)

Terlalu banyak petugas

c)

Tidak ada pasien yang mengeluh

d)

Pengawasan berlebihan

e)

Bahan makanan terlalu segar

19.

Rumah sakit yang ingin menurunkan sisa makanan pasien sebaiknya melakukan survei...

a)

Ketersediaan alat makan

b)

Preferensi rasa dan jenis menu pasien

c)

Harga bahan makanan

d)

Kondisi fisik pasien

e)

Jam kunjungan keluarga

20.

Mengapa sistem pengawasan berkesinambungan penting dalam penyelenggaraan makanan rumah sakit?

a)

Untuk memastikan efektivitas pelayanan dan peningkatan mutu gizi pasien

b)

Untuk mengurangi beban kerja petugas

c)

Agar makanan lebih cepat disajikan

d)

Untuk menghemat biaya bahan

e)

Agar menu tidak berubah