WorksheetsPTS KELAS XII SEMESTER GANJIL
Total questions: 25
Worksheet time: 35mins
Teks Kutipan Novel Siti Nurbaya
Telah lama negeri ini berada di bawah kekuasaan bangsa asing. Orang-orang Belanda datang membawa adat dan pemerintahan mereka sendiri, sedang bangsa kita tetap juga hidup dalam adat lama yang diwariskan nenek moyang. Orang yang bersekolah dan belajar ilmu bangsa Eropa, dipandang rendah oleh orang tua-tua, seolah-olah telah lupa akan adatnya. Tetapi orang tua-tua itu tidak tahu, bahwa dengan pengetahuan itulah bangsa kita dapat memperbaiki nasibnya.
Samsulbahri memandang keadaan bangsanya dengan hati sedih. Tiap-tiap hari ia melihat orang-orang bumiputra tunduk dan takut kepada orang Belanda, padahal negeri ini ialah negeri kita. Mereka berkuasa karena kita tidak bersatu, karena kita malas, karena kita tidak mau mempergunakan akal dan ilmu.
Sitti Nurbaya juga melihat bagaimana orang yang berharta dapat berbuat sekehendak hatinya, sedang orang miskin hanya menjadi korban. Datuk Maringgih, orang kaya yang tamak itu, dengan mudah membeli kehormatan dan perasaan orang lain. Ia dapat memperoleh segala yang dikehendakinya dengan uang. Maka jadilah Nurbaya korban dari kekuasaan harta.
Pada waktu itu, belum ada orang yang berani menentang adat lama. Perempuan tidak boleh menolak kehendak orang tua, walaupun harus berkorban kebahagiaan sendiri. Itulah nasib perempuan pada masa itu—tiada berhak menentukan hidupnya sendiri. Namun dalam hati Nurbaya, timbul keinginan agar kelak perempuan dapat memilih jalan hidupnya sendiri, sebagaimana laki-laki.
Demikianlah keadaan di Padang pada masa itu, ketika kekuasaan Belanda masih teguh, dan masyarakat Minangkabau hidup dalam aturan adat yang kuat. Pendidikan baru mulai tumbuh di kalangan anak-anak muda, seperti Samsulbahri, yang berharap suatu hari bangsanya akan bangkit dari tidur panjangnya.
Latar waktu yang tergambar dalam kutipan novel Sitti Nurbaya adalah ...
Masa kemerdekaan Indonesia
Masa penjajahan Belanda
Masa reformasi
Masa kerajaan Hindu-Buddha
Masa revolusi industri
Teks Kutipan Novel Siti Nurbaya
Telah lama negeri ini berada di bawah kekuasaan bangsa asing. Orang-orang Belanda datang membawa adat dan pemerintahan mereka sendiri, sedang bangsa kita tetap juga hidup dalam adat lama yang diwariskan nenek moyang. Orang yang bersekolah dan belajar ilmu bangsa Eropa, dipandang rendah oleh orang tua-tua, seolah-olah telah lupa akan adatnya. Tetapi orang tua-tua itu tidak tahu, bahwa dengan pengetahuan itulah bangsa kita dapat memperbaiki nasibnya.
Samsulbahri memandang keadaan bangsanya dengan hati sedih. Tiap-tiap hari ia melihat orang-orang bumiputra tunduk dan takut kepada orang Belanda, padahal negeri ini ialah negeri kita. Mereka berkuasa karena kita tidak bersatu, karena kita malas, karena kita tidak mau mempergunakan akal dan ilmu.
Sitti Nurbaya juga melihat bagaimana orang yang berharta dapat berbuat sekehendak hatinya, sedang orang miskin hanya menjadi korban. Datuk Maringgih, orang kaya yang tamak itu, dengan mudah membeli kehormatan dan perasaan orang lain. Ia dapat memperoleh segala yang dikehendakinya dengan uang. Maka jadilah Nurbaya korban dari kekuasaan harta.
Pada waktu itu, belum ada orang yang berani menentang adat lama. Perempuan tidak boleh menolak kehendak orang tua, walaupun harus berkorban kebahagiaan sendiri. Itulah nasib perempuan pada masa itu—tiada berhak menentukan hidupnya sendiri. Namun dalam hati Nurbaya, timbul keinginan agar kelak perempuan dapat memilih jalan hidupnya sendiri, sebagaimana laki-laki.
Demikianlah keadaan di Padang pada masa itu, ketika kekuasaan Belanda masih teguh, dan masyarakat Minangkabau hidup dalam aturan adat yang kuat. Pendidikan baru mulai tumbuh di kalangan anak-anak muda, seperti Samsulbahri, yang berharap suatu hari bangsanya akan bangkit dari tidur panjangnya.
Tokoh Samsulbahri dalam kutipan mencerminkan ...
Kaum bangsawan yang sombong
Kaum muda terpelajar yang memiliki kesadaran nasional
Orang Belanda yang berkuasa
Orang miskin yang menyerah
Tokoh adat yang keras kepala
Teks Kutipan Siti Nurbaya
Telah lama negeri ini berada di bawah kekuasaan bangsa asing. Orang-orang Belanda datang membawa adat dan pemerintahan mereka sendiri, sedang bangsa kita tetap juga hidup dalam adat lama yang diwariskan nenek moyang. Orang yang bersekolah dan belajar ilmu bangsa Eropa, dipandang rendah oleh orang tua-tua, seolah-olah telah lupa akan adatnya. Tetapi orang tua-tua itu tidak tahu, bahwa dengan pengetahuan itulah bangsa kita dapat memperbaiki nasibnya.
Samsulbahri memandang keadaan bangsanya dengan hati sedih. Tiap-tiap hari ia melihat orang-orang bumiputra tunduk dan takut kepada orang Belanda, padahal negeri ini ialah negeri kita. Mereka berkuasa karena kita tidak bersatu, karena kita malas, karena kita tidak mau mempergunakan akal dan ilmu
Sitti Nurbaya juga melihat bagaimana orang yang berharta dapat berbuat sekehendak hatinya, sedang orang miskin hanya menjadi korban. Datuk Maringgih, orang kaya yang tamak itu, dengan mudah membeli kehormatan dan perasaan orang lain. Ia dapat memperoleh segala yang dikehendakinya dengan uang. Maka jadilah Nurbaya korban dari kekuasaan harta.
Pada waktu itu, belum ada orang yang berani menentang adat lama. Perempuan tidak boleh menolak kehendak orang tua, walaupun harus berkorban kebahagiaan sendiri. Itulah nasib perempuan pada masa itu—tiada berhak menentukan hidupnya sendiri. Namun dalam hati Nurbaya, timbul keinginan agar kelak perempuan dapat memilih jalan hidupnya sendiri, sebagaimana laki-laki.
Demikianlah keadaan di Padang pada masa itu, ketika kekuasaan Belanda masih teguh, dan masyarakat Minangkabau hidup dalam aturan adat yang kuat. Pendidikan baru mulai tumbuh di kalangan anak-anak muda, seperti Samsulbahri, yang berharap suatu hari bangsanya akan bangkit dari tidur panjangnya.
Nilai sejarah yang menonjol dalam kutipan adalah ...
Persahabatan antarsuku
Kemajuan teknologi
Penjajahan Belanda dan kesadaran nasional
Perdagangan antarnegara
Kebebasan beragama
Kutipan Novel Salah Asuhan karya Abdul Muis
Hanafi, seorang pemuda pribumi terpelajar, lahir dari keluarga yang taat pada adat dan agama. Sejak kecil ia dididik dalam lingkungan yang menjunjung tinggi sopan santun dan kesederhanaan. Namun setelah menempuh pendidikan di sekolah Belanda, pandangan hidupnya mulai berubah. Ia mengagumi cara hidup orang Eropa yang dianggapnya lebih maju dan modern.
Pertemuannya dengan Corrie du Bussee, gadis Belanda yang cantik dan berpendidikan, semakin menguatkan pandangan itu. Hanafi jatuh cinta dan bertekad menikah dengan Corrie, meskipun banyak orang menentang. Ibunya yang salehah menasihatinya agar tidak meninggalkan akar budayanya, tetapi Hanafi menolak mendengarkan.
Perbedaan latar belakang budaya akhirnya menjadi sumber pertengkaran. Corrie merasa tidak betah hidup di lingkungan Hanafi, sementara Hanafi merasa terhina oleh sikap Corrie yang meremehkan adat dan agama. Pada akhirnya, hubungan mereka berakhir dengan kesedihan dan penyesalan mendalam.
Konflik utama yang terjadi antara Hanafi dan Corrie adalah …
Kesalahpahaman dalam keluarga
Persaingan cinta dengan orang lain
Perbedaan latar belakang budaya dan nilai hidup
Masalah ekonomi dan pekerjaan
Keinginan untuk hidup di luar negeri
Kutipan Novel Salah Asuhan karya Abdul Muis
Hanafi, seorang pemuda pribumi terpelajar, lahir dari keluarga yang taat pada adat dan agama. Sejak kecil ia dididik dalam lingkungan yang menjunjung tinggi sopan santun dan kesederhanaan. Namun setelah menempuh pendidikan di sekolah Belanda, pandangan hidupnya mulai berubah. Ia mengagumi cara hidup orang Eropa yang dianggapnya lebih maju dan modern.
Pertemuannya dengan Corrie du Bussee, gadis Belanda yang cantik dan berpendidikan, semakin menguatkan pandangan itu. Hanafi jatuh cinta dan bertekad menikah dengan Corrie, meskipun banyak orang menentang. Ibunya yang salehah menasihatinya agar tidak meninggalkan akar budayanya, tetapi Hanafi menolak mendengarkan.
Perbedaan latar belakang budaya akhirnya menjadi sumber pertengkaran. Corrie merasa tidak betah hidup di lingkungan Hanafi, sementara Hanafi merasa terhina oleh sikap Corrie yang meremehkan adat dan agama. Pada akhirnya, hubungan mereka berakhir dengan kesedihan dan penyesalan mendalam.
Tokoh utama dalam kutipan novel tersebut adalah …
Corrie du Bussee
Ibu Hanafi
Hanafi
Teman sekolah Hanafi
Saudagar Belanda
Kutipan Novel "Di Bawah Lindungan Ka'bah" (Ringkasan Satu Halaman)
Hamid, tokoh utama yang sederhana namun penuh rasa cinta dan pengorbanan, menceritakan pergulatan batin cintanya yang berat kepada Zainab. Situasi sosial yang timpang dan perbedaan keluarga yang jauh membuat perjuangan cinta mereka penuh tantangan. Hamid menggambarkan pengorbanan dan kesabarannya dalam menghadapi segala rintangan, seraya berharap keikhlasan dan keteguhan hatinya mampu mengubah nasib. Dalam proses itu, Hamid juga banyak merenung tentang arti hidup dan agama yang membentuk pribadinya. Keimanan terhadap Tuhan menjadi kekuatan baginya menjalani kerasnya kehidupan dan cinta yang penuh liku.
Pilih kata ganti yang tepat pengganti kata "Hamid" dalam kalimat berikut:
"___ menjalani perjalanan hidup dengan penuh kesabaran dan segera menyelesaikan tugasnya."
Mereka
Dia
Kami
Kita
Engkau
Pilih kata sapaan yang paling sesuai dalam penggunaan hormat untuk kalimat:
"___, apakah Anda sudah siap menghadapi ujian hari ini?"
Sobat
Saudara
Kakak
Bro
Adik
Kutipan Novel "Di Bawah Lindungan Ka'bah" (Ringkasan Satu Halaman)
Hamid, tokoh utama yang sederhana namun penuh rasa cinta dan pengorbanan, menceritakan pergulatan batin cintanya yang berat kepada Zainab. Situasi sosial yang timpang dan perbedaan keluarga yang jauh membuat perjuangan cinta mereka penuh tantangan. Hamid menggambarkan pengorbanan dan kesabarannya dalam menghadapi segala rintangan, seraya berharap keikhlasan dan keteguhan hatinya mampu mengubah nasib. Dalam proses itu, Hamid juga banyak merenung tentang arti hidup dan agama yang membentuk pribadinya. Keimanan terhadap Tuhan menjadi kekuatan baginya menjalani kerasnya kehidupan dan cinta yang penuh liku.
Hubungan antar kalimat dalam teks dapat menunjukkan sebab dan akibat. Pilih kalimat yang menunjukkan hubungan sebab-akibat:
Hamid pergi ke kota, ia bertemu dengan banyak orang baru.
Zainab sangat ramah, Hamid pun senang berteman dengannya.
Karena keluarganya menentang, Hamid tidak bisa bertemu Zainab.
Hamid mencintai Zainab, Zainab suka membaca buku.
Hamid bekerja keras, dan Zainab mendukungnya
Kutipan Novel "Di Bawah Lindungan Ka'bah" (Ringkasan Satu Halaman)
Hamid, tokoh utama yang sederhana namun penuh rasa cinta dan pengorbanan, menceritakan pergulatan batin cintanya yang berat kepada Zainab. Situasi sosial yang timpang dan perbedaan keluarga yang jauh membuat perjuangan cinta mereka penuh tantangan. Hamid menggambarkan pengorbanan dan kesabarannya dalam menghadapi segala rintangan, seraya berharap keikhlasan dan keteguhan hatinya mampu mengubah nasib. Dalam proses itu, Hamid juga banyak merenung tentang arti hidup dan agama yang membentuk pribadinya. Keimanan terhadap Tuhan menjadi kekuatan baginya menjalani kerasnya kehidupan dan cinta yang penuh liku.
Pilih kata penghubung yang tepat untuk melanjutkan kalimat:
"Hamid mencintai Zainab, ___ keadaan sosial sering menjadi penghalang mereka berdua."
sehingga
tetapi
karena
dan
lalu
Kutipan Novel "Di Bawah Lindungan Ka'bah" (Ringkasan Satu Halaman)
Hamid, tokoh utama yang sederhana namun penuh rasa cinta dan pengorbanan, menceritakan pergulatan batin cintanya yang berat kepada Zainab. Situasi sosial yang timpang dan perbedaan keluarga yang jauh membuat perjuangan cinta mereka penuh tantangan. Hamid menggambarkan pengorbanan dan kesabarannya dalam menghadapi segala rintangan, seraya berharap keikhlasan dan keteguhan hatinya mampu mengubah nasib. Dalam proses itu, Hamid juga banyak merenung tentang arti hidup dan agama yang membentuk pribadinya. Keimanan terhadap Tuhan menjadi kekuatan baginya menjalani kerasnya kehidupan dan cinta yang penuh liku.
Pilih kata penghubung yang tepat untuk menggabungkan kalimat berikut:
"Hamid berdoa dengan sungguh-sungguh. ___ dia percaya Tuhan mendengar semua harapannya."
bahkan
sehingga
maka
sekalipun
karena
Aku dilahirkan di tengah-tengah masyarakat yang sederhana. Ayahku hanyalah seorang pedagang kecil di pasar, tetapi beliau sangat menekankan pentingnya ilmu dan budi pekerti. Sejak kecil, aku sudah akrab dengan suara adzan dari surau dekat rumah kami. Dari situlah aku mengenal Zainab, gadis yang tumbuh bersama dalam lingkungan yang sama.
Zainab adalah anak seorang saudagar kaya. Walau demikian, ia tidak pernah sombong. Ia sering menemaniku belajar mengaji dan mendengarkan nasihat guru di surau. Setiap kali aku datang, ibunya menyambut dengan ramah, seolah aku bagian dari keluarga mereka.
Waktu berlalu, kami tumbuh menjadi remaja. Rasa hormat dan kasih sayang di antara kami semakin dalam, namun tak pernah terucap. Aku tahu batas antara kami; aku anak orang miskin, sedangkan dia anak saudagar besar. Namun, di dalam hati kecilku, tersimpan harapan bahwa cinta yang suci akan diridai oleh Tuhan.
Topik: Kata Ganti / Pronomina
Perhatikan kalimat berikut:
“Aku tahu batas antara kami; aku anak orang miskin, sedangkan dia anak saudagar besar.”
Kata ganti “dia” pada kalimat tersebut mengacu pada …
Ayah tokoh utama
Ibunda tokoh utama
Zainab
Guru di surau
Hartawan dari Padang
Aku dilahirkan di tengah-tengah masyarakat yang sederhana. Ayahku hanyalah seorang pedagang kecil di pasar, tetapi beliau sangat menekankan pentingnya ilmu dan budi pekerti. Sejak kecil, aku sudah akrab dengan suara adzan dari surau dekat rumah kami. Dari situlah aku mengenal Zainab, gadis yang tumbuh bersama dalam lingkungan yang sama.
Zainab adalah anak seorang saudagar kaya. Walau demikian, ia tidak pernah sombong. Ia sering menemaniku belajar mengaji dan mendengarkan nasihat guru di surau. Setiap kali aku datang, ibunya menyambut dengan ramah, seolah aku bagian dari keluarga mereka.
Waktu berlalu, kami tumbuh menjadi remaja. Rasa hormat dan kasih sayang di antara kami semakin dalam, namun tak pernah terucap. Aku tahu batas antara kami; aku anak orang miskin, sedangkan dia anak saudagar besar. Namun, di dalam hati kecilku, tersimpan harapan bahwa cinta yang suci akan diridai oleh Tuhan.
Topik: Kata Sapaan
Perhatikan kalimat berikut:
“Setiap kali aku datang, ibunya menyambut dengan ramah, seolah aku bagian dari keluarga mereka.”
Kata “ibunya” pada kalimat tersebut menunjukkan sapaan yang mengandung makna …
Kekuasaan dalam keluarga
Sapaan formal yang bersifat resmi
Jarak sosial antara dua keluarga
Keakraban dan penghormatan terhadap orang yang lebih tua
Hormat kepada orang tua tokoh utama
Aku dilahirkan di tengah-tengah masyarakat yang sederhana. Ayahku hanyalah seorang pedagang kecil di pasar, tetapi beliau sangat menekankan pentingnya ilmu dan budi pekerti. Sejak kecil, aku sudah akrab dengan suara adzan dari surau dekat rumah kami. Dari situlah aku mengenal Zainab, gadis yang tumbuh bersama dalam lingkungan yang sama.
Zainab adalah anak seorang saudagar kaya. Walau demikian, ia tidak pernah sombong. Ia sering menemaniku belajar mengaji dan mendengarkan nasihat guru di surau. Setiap kali aku datang, ibunya menyambut dengan ramah, seolah aku bagian dari keluarga mereka.
Waktu berlalu, kami tumbuh menjadi remaja. Rasa hormat dan kasih sayang di antara kami semakin dalam, namun tak pernah terucap. Aku tahu batas antara kami; aku anak orang miskin, sedangkan dia anak saudagar besar. Namun, di dalam hati kecilku, tersimpan harapan bahwa cinta yang suci akan diridai oleh Tuhan.
Topik: Hubungan Antarkalimat
Perhatikan dua kalimat berikut:
“Rasa hormat dan kasih sayang di antara kami semakin dalam, namun tak pernah terucap. Aku tahu batas antara kami.”
Hubungan antara kedua kalimat tersebut adalah …
Sebab-akibat
Perbandingan
Kontras (pertentangan)
Penegasan
Penjelasan
Suatu hari, ayah Zainab memutuskan untuk menikahkan putrinya dengan anak seorang hartawan dari Padang. Mendengar kabar itu, dunia serasa runtuh bagiku. Namun, aku sadar bahwa hidup ini bukan hanya tentang perasaan, melainkan juga tentang takdir dan pengorbanan.
Aku hanya bisa berdoa, semoga Zainab selalu bahagia, walau bukan denganku. Ketika akhirnya aku berangkat menunaikan ibadah haji, aku berjanji dalam hati akan berdoa di bawah lindungan Ka’bah agar cinta kami bersemayam dalam keridaan Allah, meskipun tak bersatu di dunia.
Topik: Kata Penghubung / Konjungsi
Perhatikan kalimat berikut:
“Aku sadar bahwa hidup ini bukan hanya tentang perasaan, melainkan juga tentang takdir dan pengorbanan.”
Kata penghubung “melainkan” pada kalimat tersebut berfungsi untuk …
Menunjukkan sebab-akibat
Menyatakan perlawanan atau pertentangan
Menggabungkan dua hal yang sejenis
Menyatakan penegasan
Menyatakan pilihan
Suatu hari, ayah Zainab memutuskan untuk menikahkan putrinya dengan anak seorang hartawan dari Padang. Mendengar kabar itu, dunia serasa runtuh bagiku. Namun, aku sadar bahwa hidup ini bukan hanya tentang perasaan, melainkan juga tentang takdir dan pengorbanan.
Aku hanya bisa berdoa, semoga Zainab selalu bahagia, walau bukan denganku. Ketika akhirnya aku berangkat menunaikan ibadah haji, aku berjanji dalam hati akan berdoa di bawah lindungan Ka’bah agar cinta kami bersemayam dalam keridaan Allah, meskipun tak bersatu di dunia.
Topik: Hubungan Antarkalimat dan Makna Konjungsi
Perhatikan kalimat berikut:
“Ketika akhirnya aku berangkat menunaikan ibadah haji, aku berjanji dalam hati akan berdoa di bawah lindungan Ka’bah agar cinta kami bersemayam dalam keridaan Allah.”
Fungsi kata penghubung “agar” dalam kalimat tersebut adalah untuk menyatakan …
Sebab dari suatu peristiwa
Akibat dari suatu perbuatan
Tujuan dari tindakan yang dilakukan
Perbandingan antara dua peristiwa
Syarat dari tindakan tertentu
Kutipan Novel Salah Asuhan karya Abdul Muis
Hanafi, seorang pemuda pribumi terpelajar, lahir dari keluarga yang taat pada adat dan agama. Sejak kecil ia dididik dalam lingkungan yang menjunjung tinggi sopan santun dan kesederhanaan. Namun setelah menempuh pendidikan di sekolah Belanda, pandangan hidupnya mulai berubah. Ia mengagumi cara hidup orang Eropa yang dianggapnya lebih maju dan modern.
Pertemuannya dengan Corrie du Bussee, gadis Belanda yang cantik dan berpendidikan, semakin menguatkan pandangan itu. Hanafi jatuh cinta dan bertekad menikah dengan Corrie, meskipun banyak orang menentang. Ibunya yang salehah menasihatinya agar tidak meninggalkan akar budayanya, tetapi Hanafi menolak mendengarkan.
Perbedaan latar belakang budaya akhirnya menjadi sumber pertengkaran. Corrie merasa tidak betah hidup di lingkungan Hanafi, sementara Hanafi merasa terhina oleh sikap Corrie yang meremehkan adat dan agama. Pada akhirnya, hubungan mereka berakhir dengan kesedihan dan penyesalan mendalam.
Pesan utama yang dapat disimpulkan dari kutipan tersebut adalah …
Cinta sejati mampu mengatasi segala perbedaan
Pendidikan Barat selalu membawa keberhasilan
Perbedaan budaya tanpa saling menghormati dapat menimbulkan kehancuran
Orang tua tidak boleh ikut campur dalam urusan anak
Modernitas lebih baik daripada tradisi
Kutipan Novel Salah Asuhan karya Abdul Muis
Hanafi, seorang pemuda pribumi terpelajar, lahir dari keluarga yang taat pada adat dan agama. Sejak kecil ia dididik dalam lingkungan yang menjunjung tinggi sopan santun dan kesederhanaan. Namun setelah menempuh pendidikan di sekolah Belanda, pandangan hidupnya mulai berubah. Ia mengagumi cara hidup orang Eropa yang dianggapnya lebih maju dan modern.
Pertemuannya dengan Corrie du Bussee, gadis Belanda yang cantik dan berpendidikan, semakin menguatkan pandangan itu. Hanafi jatuh cinta dan bertekad menikah dengan Corrie, meskipun banyak orang menentang. Ibunya yang salehah menasihatinya agar tidak meninggalkan akar budayanya, tetapi Hanafi menolak mendengarkan.
Perbedaan latar belakang budaya akhirnya menjadi sumber pertengkaran. Corrie merasa tidak betah hidup di lingkungan Hanafi, sementara Hanafi merasa terhina oleh sikap Corrie yang meremehkan adat dan agama. Pada akhirnya, hubungan mereka berakhir dengan kesedihan dan penyesalan mendalam.
Nilai yang tercermin dari sikap ibu Hanafi yang terus menasihati anaknya adalah …
Ketegasan dan keangkuhan
Kepedulian dan kasih sayang orang tua
Keinginan menguasai hidup anak
Ketidakpercayaan terhadap pendidikan Barat
Sikap acuh dan masa bodoh
Kutipan Novel Salah Asuhan karya Abdul Muis
Hanafi, seorang pemuda pribumi terpelajar, lahir dari keluarga yang taat pada adat dan agama. Sejak kecil ia dididik dalam lingkungan yang menjunjung tinggi sopan santun dan kesederhanaan. Namun setelah menempuh pendidikan di sekolah Belanda, pandangan hidupnya mulai berubah. Ia mengagumi cara hidup orang Eropa yang dianggapnya lebih maju dan modern.
Pertemuannya dengan Corrie du Bussee, gadis Belanda yang cantik dan berpendidikan, semakin menguatkan pandangan itu. Hanafi jatuh cinta dan bertekad menikah dengan Corrie, meskipun banyak orang menentang. Ibunya yang salehah menasihatinya agar tidak meninggalkan akar budayanya, tetapi Hanafi menolak mendengarkan.
Perbedaan latar belakang budaya akhirnya menjadi sumber pertengkaran. Corrie merasa tidak betah hidup di lingkungan Hanafi, sementara Hanafi merasa terhina oleh sikap Corrie yang meremehkan adat dan agama. Pada akhirnya, hubungan mereka berakhir dengan kesedihan dan penyesalan mendalam.
Perbedaan budaya antara Hanafi dan Corrie mengajarkan kita pentingnya …
Menolak budaya asing sepenuhnya
Meniru semua gaya hidup modern
Menghargai dan menghormati perbedaan
Menghindari hubungan dengan orang asing
Meninggalkan nilai-nilai tradisional
Kutipan Novel Salah Asuhan karya Abdul Muis
Hanafi, seorang pemuda pribumi terpelajar, lahir dari keluarga yang taat pada adat dan agama. Sejak kecil ia dididik dalam lingkungan yang menjunjung tinggi sopan santun dan kesederhanaan. Namun setelah menempuh pendidikan di sekolah Belanda, pandangan hidupnya mulai berubah. Ia mengagumi cara hidup orang Eropa yang dianggapnya lebih maju dan modern.
Pertemuannya dengan Corrie du Bussee, gadis Belanda yang cantik dan berpendidikan, semakin menguatkan pandangan itu. Hanafi jatuh cinta dan bertekad menikah dengan Corrie, meskipun banyak orang menentang. Ibunya yang salehah menasihatinya agar tidak meninggalkan akar budayanya, tetapi Hanafi menolak mendengarkan.
Perbedaan latar belakang budaya akhirnya menjadi sumber pertengkaran. Corrie merasa tidak betah hidup di lingkungan Hanafi, sementara Hanafi merasa terhina oleh sikap Corrie yang meremehkan adat dan agama. Pada akhirnya, hubungan mereka berakhir dengan kesedihan dan penyesalan mendalam.
Nilai moral yang dapat diambil dari akhir cerita kutipan tersebut adalah …
Cinta antarbudaya pasti gagal
Setiap orang harus menolak pengaruh luar
Hidup tradisional adalah satu-satunya pilihan
Penyesalan selalu datang di akhir, maka jangan gegabah mengambil keputusan
Orang yang modern tidak bisa bahagia
Kutipan Novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar
Mariamin adalah gadis Batak yang lembut budi dan taat pada orang tua. Ia bersahabat sejak kecil dengan Aminuddin, pemuda sebatak yang pandai dan berakhlak baik. Persahabatan itu tumbuh menjadi kasih sayang yang tulus. Namun, ketika Aminuddin hendak melamar Mariamin, ayah gadis itu menolak karena ia ingin menikahkan putrinya dengan Kasibun, seorang lelaki kaya tetapi kasar.
Hati Mariamin hancur, tetapi ia tidak berani menentang kehendak ayahnya. Pernikahan pun berlangsung tanpa cinta. Setelah menikah, Kasibun memperlakukan Mariamin dengan buruk: ia sering marah dan meninggalkan istrinya berhari-hari. Akhirnya, Mariamin kembali ke rumah orang tuanya dalam keadaan sedih dan sakit hati.
Sementara itu, Aminuddin hanya bisa pasrah. Ia tetap mendoakan kebahagiaan Mariamin meski tak bisa bersama. Di akhir kisah, Mariamin meninggal dalam kesedihan, meninggalkan pesan tentang pentingnya kebebasan memilih pasangan dan penghormatan terhadap perasaan perempuan.
Pesan sosial yang masih relevan dengan kehidupan sekarang adalah …
Semua laki-laki bersifat kasar dan egois
Masyarakat modern tidak mengenal adat
Pendidikan tidak penting bagi perempuan
Orang tua seharusnya mengatur hidup anak sepenuhnya
Perjodohan tanpa cinta sering berujung pada penderitaan
Kalimat yang menunjukkan harapan pelamar terdapat pada bagian ....
alamat surat
pembuka
salam pembuka
isi surat
penutup
Pernyataan “Berdasarkan informasi lowongan kerja yang saya baca di harian Kedaulatan Rakyat tanggal 5 Oktober 2025” termasuk ke dalam bagian ....
Salam pembuka
Pembuka surat
Isi surat
Alasan melamar
Lampiran
Bagian penutup surat ditandai oleh kalimat ....
“Dengan hormat,”
“Berdasarkan informasi lowongan kerja...”
“Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.”
“Besar harapan saya untuk dapat bergabung...”
“Hormat saya,”
Kesalahan penggunaan ejaan terdapat pada kalimat ....
“Dengan Hormat
“Saya lampirkan fotokopi ijazah, daftar riwayat hidup, dan pas foto terbaru.”
“Besar harapan saya untuk dapat bergabung dan berkontribusi...”
“Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.”
“Hormat saya,”
Kalimat penutup yang tepat digunakan dalam surat lamaran pekerjaan adalah ....
“Mohon segera dibalas.”
“Semoga Bapak/Ibu mempertimbangkan saya.”
“Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.”
“Saya harap pekerjaan ini bisa segera saya dapatkan.”
“Saya tunggu kabar baiknya.”
