Font size
WorksheetsSoal TO (PAI)
Total questions: 65
Worksheet time: 35mins
Seorang guru ingin menerapkan nilai-nilai PPRA dalam pembelajaran PAI dengan menekankan pada karakter toleransi, kasih sayang, dan keadilan dalam konteks sosial keagamaan multikultural. Ia menyusun materi ajar yang dikembangkan dari sumber ajaran Islam dan realitas sosial siswa, serta menggunakan pendekatan kontekstual. Berdasarkan prinsip struktur keilmuan dan pelaksanaan pembelajaran, langkah pengembangan materi yang paling logis dan sistematis adalah ...
Menggunakan pendekatan hafalan terhadap dalil-dalil tentang akhlak, tanpa keterkaitan langsung dengan kondisi sosial peserta didik
Menyusun tujuan pembelajaran berdasarkan perencanaan awal kurikulum, tanpa penyesuaian terhadap karakteristik nilai-nilai rahmatan lil alamin
Mengembangkan materi berdasarkan pengalaman pribadi guru dalam menerapkan nilai-nilai toleransi, tanpa merujuk pada prinsip-prinsip struktur keilmuan
Menyusun materi berdasarkan daftar nilai karakter secara umum, kemudian menambahkan dalil keagamaan sebagai pelengkap untuk memperkuat konteks
Menyusun konten pembelajaran berdasarkan ayat dan hadis yang relevan dengan nilai PPRA, kemudian mengaitkannya dengan isu sosial dalam kehidupan siswa secara tematik dan integratif
Seorang guru menyajikan materi tentang Islam sebagai agama moderat dan konsep wasathiyyah dengan cara yang sangat tradisional, hanya dengan mengutip teks-teks klasik tanpa membahas tantangan zaman sekarang. Untuk membuat pembelajaran lebih relevan dengan perkembangan zaman, pendekatan pembelajaran manakah yang paling tepat untuk digunakan agar siswa dapat memahami konsep moderasi beragama dengan cara yang lebih mengenal dan sesuai dengan konteks sosial saat ini?
Memberikan ceramah panjang tentang moderasi beragama dan wasathiyyah dalam Islam, dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai pemahaman teori yang telah disampaikan.
Memberikan ceramah panjang tentang moderasi beragama dan wasathiyyah dalam Islam, dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai pemahaman teori yang telah disampaikan.
Menggunakan studi kasus di mana siswa diminta menganalisis bagaimana moderasi beragama diterapkan dalam masyarakat multikultural dan era globalisasi, serta dampaknya terhadap hubungan antargama.
Menyusun tugas individu yang meminta siswa untuk menulis esai tentang moderasi beragama dengan mengutip teks-teks dari kitab klasik tanpa kaitannya dengan kondisi sosial saat ini.
Memberikan soal pilihan ganda tentang konsep wasathiyyah dan moderasi beragama, kemudian mengadakan ujian tertulis tanpa ada diskusi lebih lanjut.
Dalam pembelajaran tentang perkembangan kepemimpinan Islam, seorang guru menyampaikan materi secara tekstual mengenai kepemimpinan dari zaman klasik tanpa menghubungkan konteks sosial, politik, dan pendidikan Islam masa kini. Sebagai calon pendidik, pendekatan manakah yang paling relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran ini agar lebih adaptif dengan zaman sekarang?
Menyajikan studi kasus tentang tokoh-tokoh kepemimpinan Islam dari masa lalu, lalu meminta siswa untuk menulis esai tentang kesamaan dan perbedaannya dengan pemimpin modern.
Mengadakan presentasi kelompok yang membahas kepemimpinan di zaman Rasulullah tanpa membahas dampaknya pada kondisi sosial saat ini.
Membahas pemimpin Islam klasik, dilanjutkan dengan mengajak siswa berdiskusi tentang tantangan kepemimpinan Islam di era digital dan globalisasi serta pentingnya pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
Memberikan ceramah tentang kepemimpinan Islam, lalu meminta siswa menghafal daftar tokoh-tokoh kepemimpinan besar dalam sejarah Islam.
Terdapat 2 macam takdir dalam kehidupan manusia, yaitu takdir mubram dan takdir mu’allaq. Takdir mubram merupakan takdir yang pasti terjadi dan tidak dapat berubah. Ketentuan ini hanya ada pada Ilmu Allah, tidak ada siapapun yang mengetahuinya selain Allah sendiri, bahkan dikatakan bahwa ketentuan pada takdir mubram ini tidak dapat diubah sekalipun dengan doa. Berdasarkan uraian tersebut, berikut ini pernyataan yang sesuai berkaitan dengan takdir mubram dalam kehidupan manusia adalah …
seseorang berhasil meraih cita-cita yang dia impikan selama ini
seseorang sembuh dari sakit setelah minum obat yang teratur
seseorang bekerja keras lalu dia diangkat pada jabatan yang lebih tinggi
seseorang mampu hidup dengan penghidupan yang layak
seseorang meninggal dalam keadaan bersujud ketika shalat
Perhatikan terjemahan hadis yang diriwayatkan Abu Dawud berikut ini! “Rasulullah saw bersabda: ‘Siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah menyertainya berjalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat merendahkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap pencari ilmu. Dan sesungguhnya orang yang berilmu dimohonkan ampunan oleh makhluk-makhluk penghuni langit dan bumi bahkan oleh ikan di dalam air. Sungguh keutamaan seorang alim ahli ilmu) dibanding dengan seorang abid (ahli ibadah) adalah seperti cahaya bulan purnama dibanding cahaya bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi, dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham akan tetapi mereka mewariskan ilmu, siapa mendapatkannya akan memperoleh keberuntungan yang besar.” Berdasarkan kandungan pada hadis tersebut, salah satu keutamaan pencari ilmu adalah …
para pencari ilmu mendapatkan kemuliaan yang sama seperti para ahli ibadah
para malaikat dan ikan di dalam air ridha terhadap para pencari ilmu
semua makhluk penghuni langit dan bumi memohonkan ampunan bagi pencari ilmu
para pencari ilmu memancarkan cahayanya secerah bintang-bintang
para malaikat membersamai orang-orang yang berilmu
Seorang pengajar PPG diminta untuk merancang pembelajaran berbasis perbedaan individu tentang mu’jizat, karamah, dan sihir dalam pandangan Islam. Dalam proses pembelajaran ini, ia ingin memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami perbedaan ketiganya dan bagaimana masing-masing mempengaruhi pandangan terhadap keimanan dan ajaran Islam. Rancangan manakah yang paling tepat untuk menerapkan pendekatan berbasis perbedaan individu dalam konteks materi ini?
Siswa diberi video tentang mu’jizat Nabi Muhammad dan karamah para wali, lalu mendiskusikan dengan teman-teman mereka tentang pengaruh keduanya terhadap ajaran Islam.
Siswa diberikan studi kasus tentang seorang wali yang memiliki karamah dan seorang ahli sihir, kemudian diminta untuk menganalisis perbedaan keduanya serta pengaruhnya terhadap keyakinan individu.
Siswa menonton video penjelasan tentang sihir, kemudian membuat rangkuman individu yang membahas perbedaan dan dampak sihir terhadap iman.
Siswa diberikan materi secara umum tentang mu’jizat, karamah, dan sihir, lalu diminta untuk membuat presentasi kelompok yang menjelaskan hubungan ketiganya.
Siswa diminta untuk membaca berbagai pendapat ulama tentang mu’jizat, karamah, dan sihir, lalu menulis esai tentang pengaruh masing-masing terhadap kehidupan masyarakat.
Pada tahap awal pembelajaran materi klasifikasi hadis dan fungsi hadis terhadap Al-Qur'an, guru perlu menilai pemahaman awal peserta didik terkait dengan kesahihan hadis dan hubungannya dengan Al-Qur'an. Instrumen asesmen yang paling tepat untuk input pembelajaran pada aspek pengetahuan adalah ...
A. Observasi langsung yang memfokuskan pada sikap peserta didik dalam mendengarkan ceramah mengenai hadis dan Al-Qur'an, termasuk pemahaman awal yang dapat mereka tunjukkan.
B. Tes esai terbuka yang meminta peserta didik untuk menjelaskan kategori kesahihan hadis dan contohnya serta fungsi hadis dalam menjelaskan Al-Qur'an.
C. Portofolio awal yang berisi catatan pengamatan peserta didik terhadap hadis yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari dan hubungannya dengan Al-Qur'an.
D. Wawancara kelompok untuk mengetahui pandangan peserta didik tentang peran hadis dalam kehidupan sehari-hari dan hubungannya dengan teks Al-Qur'an.
E. Tes pilihan ganda yang mengukur pemahaman peserta didik tentang jenis-jenis kesahihan hadis dan bagaimana hadis berfungsi menjelaskan teks-teks dalam Al-Qur'an.
Dalam pembelajaran tentang mu'jizat dan karamah, guru hanya menggunakan metode ceramah. Hal ini menyebabkan siswa kurang memahami relevansi materi tersebut dalam kehidupan masa kini. Jika Anda adalah guru PAI yang ingin menerapkan Discovery Learning (DL) untuk menciptakan suasana belajar yang akomodatif, manakah strategi pembelajaran yang paling tepat dan kompleks?
Menugaskan siswa membuat tabel perbandingan mu'jizat dan karamah berdasarkan sumber buku dan mendiskusikannya bersama.
Mengarahkan siswa mengamati tayangan sejarah Islam yang memuat kisah mu'jizat dan karamah, lalu menyimpulkan perbedaannya secara mandiri berdasarkan rujukan dalil.
Menjelaskan definisi mu'jizat dan karamah, lalu meminta siswa menulis refleksi pribadi terhadap pemahaman mereka.
Memberikan siswa narasi kisah nabi dan wali, lalu meminta mereka menganalisis unsur luar biasa dalam kisah tersebut dengan petunjuk dari guru.
Menyediakan artikel tentang karamah dan mu'jizat dari berbagai sumber, lalu meminta siswa menyusun kesimpulan bersama guru.
Seorang guru PAI merumuskan tujuan pembelajaran untuk meningkatkan akhlak karimah siswa dengan menekankan pada pembentukan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia melalui praktik ibadah sehari-hari dan penguatan nilai-nilai moral. Namun, guru tersebut kesulitan dalam merumuskan tujuan pembelajaran yang tepat dalam ranah sikap agar dapat mengukur hasilnya. Instrumen asesmen yang paling tepat untuk mengukur ranah sikap adalah ...
Observasi langsung terhadap perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Tes pilihan ganda tentang sikap dan perilaku siswa.
Tes esai yang meminta siswa menulis pengalaman mereka dalam menerapkan nilai-nilai moral.
Wawancara kelompok tentang pengalaman siswa dalam praktik ibadah sehari-hari.
Portofolio yang berisi catatan perilaku siswa selama proses pembelajaran.
Berdasarkan proses dan perkembangan siswa secara efektif, rumusan tujuan pembelajaran yang paling tepat untuk meningkatkan akhlak karimah adalah ...
Siswa dapat melakukan ibadah dengan baik dan benar, serta selalu berbicara dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Siswa dapat menunjukkan sikap taat kepada Allah, dan berusaha menghindari perilaku tercela dengan terus berusaha memperbaiki diri.
Siswa dapat menunjukkan sikap yang berakhlak mulia dalam interaksi sosial, serta selalu mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan perilaku baik.
Siswa dapat memahami pentingnya akhlak mulia dan mempraktikkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa dapat mengimplementasikan akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari melalui pemahaman nilai-nilai agama dan rasa tanggung jawab.
Seorang guru PAI mengamati dinamika kelas dalam diskusi mengenai dilema etis terkait penggunaan media sosial. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang relevan dengan etika bermedia sosial (aspek pengetahuan). Namun, ketika dihadapkan pada studi kasus kompleks tentang disinformasi dan polarisasi daring, mereka menunjukkan kesulitan dalam mengevaluasi berbagai perspektif moral dan merumuskan solusi yang bertanggung jawab serta berlandaskan nilai karakter yang kuat (aspek sikap dan keterampilan). Teknik asesmen manakah yang paling akurat untuk mengukur kemampuan siswa dalam menganalisis dilema etis yang kompleks, mengevaluasi berbagai perspektif moral yang mungkin bertentangan, dan menginternalisasi nilai-nilai karakter dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dalam konteks digital?
Penilaian portofolio yang berisi kumpulan refleksi siswa terhadap berbagai artikel tentang etika bermedia sosial.
Penilaian proyek kelompok berupa analisis mendalam terhadap dampak sosial dan moral dari sebuah kasus disinformasi viral, disertai rekomendasi solusi etis yang komprehensif.
Simulasi pengambilan keputusan dalam forum daring fiktif di mana siswa harus merespons situasi disinformasi dan polarisasi dengan mengedepankan nilai karakter.
Debat terstruktur dengan peran yang berbeda (misalnya, korban disinformasi, penyebar berita palsu, tokoh masyarakat) mengenai studi kasus disinformasi, dengan fokus pada argumentasi moral.
Tes tertulis esai yang meminta siswa untuk menganalisis sebuah kutipan filosofis tentang tanggung jawab sosial dan mengaitkannya dengan tantangan etika bermedia sosial saat ini.
Guru juga membagi siswa dalam kelompok untuk membuat kronologi penafsiran ayat mutasyabihat berdasarkan perbedaan mazhab. Dari perencanaan tersebut, analisis materi ajar yang paling sesuai berdasarkan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik adalah ...
Pendekatan tafsir muqaran lebih sesuai diterapkan karena memberikan ruang perbandingan pendapat antar kelompok tafsir klasik
Pemilihan pendekatan bi al-Ra’yi dan metode ijmali lebih tepat karena peserta didik terbiasa berpikir global dan tidak perlu memahami detail sanad tafsir
Penggunaan pendekatan tahlili perlu ditinggalkan karena siswa cenderung bosan dengan kajian naratif yang panjang
Pembelajaran menggunakan pendekatan bi al-Ma’tsur dan metode tahlili tepat karena menyesuaikan dengan karakter siswa yang membutuhkan bimbingan untuk memahami sejarah tafsir secara kontekstual
Guru seharusnya memilih metode maudhui karena siswa lebih tertarik mengkaji ayat secara tematik dibandingkan menelusuri sanadnya
Perhatikan ragam kitab tafsir berikut! (1) Kitab Tafsir Jalalayn karya Jalal al-Din al-Suyuthy dan Jalal al-Din al-Mahally (2) Kitab Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim oleh Muhammad Farid Wajdy (3) Kitab al-Insan fi al- Qur’an karya Abbas Mahmud al-Aqqad (4) Kitab Majaz Al-Qur’an karangan Abu Ubaydah ibn al-Mufty (5) Kitab Mufradat Al-Qur’an oleh Al-Raghib Al-Isfahani Tiga jenis tafsir maudhui dengan alasan yang tepat yaitu ...
(2), (3), (4) dikarenakan kitab-kitab tersebut memaparkan Al-Qur’an secara tematik
(2), (4), (5) dikarenakan kitab-kitab tersebut memaparkan Al-Qur’an secara global pada tema tertentu
(2), (3), (5) dikarenakan kitab-kitab tersebut memaparkan Al-Qur’an secara global
(3), (4), (5) dikarenakan kitab-kitab tersebut memaparkan Al-Qur’an dengan tema tertentu
(1), (2), (3) dikarenakan kitab-kitab tersebut memaparkan Al-Qur’an secara keseluruhan
Seorang guru hendak mengembangkan materi ajar berbasis nilai P5 (Profil Pelajar Pancasila) dalam pembelajaran PAI, khususnya pada nilai gotong royong dan berfikir kritis. Guru merancang pembelajaran dengan melibatkan diskusi kontekstual berbasis isu sosial di masyarakat serta proyek kolaboratif siswa. Berdasarkan pendekatan pengembangan materi ajar berbasis struktur keilmuan, langkah awal yang paling tepat dilakukan guru dalam merencanakan tujuan pembelajaran adalah ...
Merancang tujuan pembelajaran berdasarkan pengalaman pribadi guru dalam menerapkan nilai-nilai P5 di luar kelas
Merancang tujuan pembelajaran berdasarkan analisis kebutuhan peserta didik dan karakteristik lingkungan belajar
Merancang tujuan pembelajaran berdasarkan hasil diskusi dengan sesama guru
Merancang tujuan pembelajaran berdasarkan hasil penilaian akhir semester
Merancang tujuan pembelajaran berdasarkan silabus yang telah disusun oleh sekolah
Sebagai seorang guru profesional yang memahami karakteristik dan gaya belajar peserta didik Gen Z dan Alpha, Anda diminta untuk merancang solusi pembelajaran berbasis AI yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Manakah dari pilihan berikut yang paling tepat dalam menggunakan AI untuk mendukung gaya belajar Gen Z dan Alpha yang lebih interaktif dan mandiri?
Memanfaatkan AI hanya untuk mengelola administrasi kelas dan tidak melibatkan dalam pengembangan pengalaman belajar yang lebih interaktif.
Menggunakan AI sebagai alat untuk mempersonalisasi pengalaman belajar dengan memberikan konten yang relevan sesuai dengan kebutuhan dan minat individu siswa.
Menggunakan AI untuk memberikan materi pembelajaran secara otomatis tanpa melibatkan interaksi atau umpan balik langsung dari guru.
Menggunakan AI untuk membuat penilaian otomatis tanpa memperhatikan konteks sosial dan emosional siswa dalam proses pembelajaran.
Memanfaatkan AI untuk menggantikan seluruh kegiatan pembelajaran dengan materi yang terstruktur tanpa mempertimbangkan preferensi gaya belajar siswa.
Dalam pembelajaran materi transformasi kepemimpinan Islam dari Khulafaur Rasyidin hingga era modern, seorang guru menerapkan pendekatan pelayanan konseling untuk membimbing siswa memahami perubahan model kepemimpinan Islam sesuai konteks zaman. Guru membimbing siswa secara individual dan kelompok dalam mengaitkan karakteristik kepemimpinan nabi, khalifah, dan pemimpin kontemporer dengan nilai spiritualitas pribadi. Berdasarkan pendekatan ini, alur materi ajar yang paling logis dan sesuai karakteristik peserta didik adalah ...
Guru memfokuskan kegiatan pada hafalan urutan para khalifah dan kebijakan mereka tanpa menghubungkannya dengan kondisi kepemimpinan saat ini
Dimulai dari pemahaman sejarah kepemimpinan Islam, dilanjutkan dengan refleksi nilai-nilai pribadi siswa, lalu diskusi terarah dengan bimbingan konseling mengenai tantangan kepemimpinan masa kini
Seorang mahasiswa PPG diminta menyusun skenario pembelajaran berbasis masalah untuk materi tafsir bi al-Ma’tsur. Ia ingin merancang kegiatan yang tidak hanya mengenalkan sumber-sumber klasik, tetapi juga melibatkan siswa dalam penggalian makna dengan pendekatan aktif dan terstruktur. Manakah rancangan pembelajaran berikut yang paling sesuai dengan pendekatan berbasis masalah dan karakteristik tafsir bi al-Ma’tsur?
Siswa menyimpulkan makna ayat dengan menganalisis pendapat ulama klasik dan modern berdasarkan tema tertentu.
Siswa mendiskusikan latar belakang turunnya ayat dan mencari rujukan penafsiran dari hadis, sahabat, dan tabi’in sebagai respon terhadap kasus nyata.
Siswa menuliskan ringkasan ayat berdasar rujukan tafsir dan menghubungkannya dengan materi PAI lain secara umum.
Siswa mengidentifikasi permasalahan sosial kemudian menafsirkan ayat secara kontekstual berdasarkan pendapat para mufasir kontemporer.
Siswa membandingkan hasil tafsir antar mazhab terhadap suatu ayat dalam konteks problem kekinian.
Perhatikan pernyataan berikut : 1) Wali songo mendekati masyarakat dengan Jawa dengan jalur spiritual dan mengenali nilai-nilai kearifan lokal 2) Wali Songo mengintegrasikan ajaran Islam dengan budaya lokal. 3) Menggunakan bahasa Jawa dan elemen-elemen kebudayaan setempat dalam penyampaian ajaran Islam, sehingga ajaran Islam lebih mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat. 4) Wali Songo mendirikan pesantren dan madrasah sebagai pusat pendidikan Islam 5) Wali Songo sering menggunakan metode cerita atau hikayat dalam penyampaian dakwah. Berikut ini adalah ajaran wali songo yang terintegrasi dengan budaya masyarakat lokal, kecuali …
A. Ajaran tauhid melalui interpretasi nama tokoh wayang seperti Semar, Petruk, Gareng dan Bagong
B. Ajakan melatih diri dan hati lewat tembang Sinom dan Kinanti
C. Ajaran "Moh Limo"; moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, moh madon.
D. Ajaran Suluk menuju Allah
Dalam pembelajaran pendidikan nilai dan pendidikan karakter, seorang guru hanya menyampaikan materi yang berbasis teks klasik tanpa menghubungkannya dengan tantangan dan kebutuhan sosial saat ini. Untuk mengatasi ketidakrelevanan materi tersebut, pendekatan manakah yang paling tepat agar pembelajaran lebih progresif dan relevan dengan perkembangan zaman?
Mengajak siswa untuk melakukan role play, di mana mereka berperan dalam situasi yang menguji karakter mereka, kemudian mendiskusikan hasilnya dengan menggunakan teori nilai-nilai karakter yang telah diajarkan.
Membahas nilai-nilai dasar pendidikan karakter secara teoritis dan memberi tugas membaca buku tentang konsep-konsep karakter dari perspektif klasik dan modern.
Menggunakan film tentang karakter untuk kemudian meminta siswa menulis esai tentang tokoh dalam film tersebut dan bagaimana karakter mereka diuji.
Menggunakan studi kasus tentang nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari yang dihadapi oleh siswa, lalu meminta mereka untuk menganalisis solusi berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan karakter.
Memberikan ceramah panjang tentang karakter dan nilai-nilai agama, diikuti dengan ujian tertulis tentang teori pendidikan karakter.
Pak Broto merupakan guru PAI di Kota A. Sebagai seorang guru, Ia selalu mengikuti berbagai pelatihan sesuai dengan bidang ilmu yang diselenggarakan di kotanya. Suatu hari Ia dan teman-teman seprofesinya akan mengadakan pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran bagi internal kelompok kerja guru PAI di Kota A. Berdasarkan rincian tersebut, strategi yang dilakukan Pak Broto dalam mengembangkan profesionalitas guru PAI adalah …
Kemitraan Sekolah
In House Training
Pelatihan Berjenjang
Pembinaan Internal
Pendidikan Lanjut
Perhatikan kegiatan-kegiatan pengembangan berkelanjutan guru berikut ini 1. Mengikuti pelatihan penyunan perangkat pembelajaran 2. Mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi Kegiatan di atas termasuk dalam kategori …
A. Pengembangan diri
B. Publikasi ilmiah
C. Karya inovatif
D. Pendidikan formal
E. Pendidikan nonformal
Mengikuti lokakarya penyusunan perangkat kurikulum Berdasarkan beberapa kegiatan di atas, manakah yang termasuk pengembangan keprofesian berkelanjutan guru dalam aspek pengembangan diri …
1, 2, dan 3
1, 2, dan 4
1, 2, dan 5
2, 3, dan 5
2, 3, dan 4
Seorang guru PAI sedang merancang pembelajaran fiqih kontemporer dengan topik perbankan syariah untuk siswa SMA. Ia ingin menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu yang juga mengintegrasikan teknologi. Manakah rancangan pembelajaran berikut yang paling tepat dan sesuai dengan struktur keilmuan fiqih kontemporer?
Membagi siswa ke dalam kelompok berdasarkan kemampuan awal, kemudian masing-masing kelompok membuat simulasi pembukaan rekening syariah melalui aplikasi perbankan digital.
Menayangkan ceramah ulama tentang riba dan mengusaskan siswa menjawab soal pilihan ganda yang sama untuk semua.
Menyediakan video dokumenter tentang sejarah perbankan syariah dan meminta seluruh siswa menuliskannya kembali secara naratif.
Memberikan modul cetak tentang prinsip perbankan syariah dan meminta siswa membuat presentasi kelompok menggunakan PowerPoint.
Mengunduh materi perbankan syariah dari internet dan membacakan materi tersebut di depan kelas secara bersama-sama.
Dalam pembelajaran materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir, guru mengawali dengan menumbuhkan kesadaran peserta didik bahwa takdir bukan bentuk kepasrahan mutlak, melainkan rangkaian sebab-akibat yang terkait dengan tanggung jawab akhirat. Untuk mengukur sikap awal peserta didik terhadap konsep tersebut dalam lingkungan belajar terbuka dan religius, teknik asesmen yang paling tepat dan sesuai konteks adalah ...
Kuesioner terbuka yang menggali persepsi dan nilai-nilai peserta didik mengenai hubungan antara usaha, doa, dan hasil yang mereka alami.
Angket tertutup yang mengukur tingkat kepatuhan peserta didik pada ajaran takdir dan sikap mereka terhadap peristiwa kehidupan.
Seorang guru PAI merencanakan pembelajaran tentang perkembangan kepemimpinan Islam dari masa awal hingga era modern, dengan fokus pada strategi dakwah dan sistem pendidikan Islam. Guru menyadari bahwa pemahaman siswa mengenai konsep kepemimpinan Islam dan dakwah sangat bervariasi, sehingga dia ingin menggunakan strategi pedagogi yang tepat untuk menjembatani pemahaman tersebut dengan penggunaan teknologi. Namun, ada tantangan dalam mengintegrasikan teknologi secara efektif, terutama dalam memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga dapat mengaplikasikan strategi dakwah dalam konteks sosial yang lebih luas. Teknik asesmen manakah yang paling tepat untuk menilai keterampilan praktis dan pemahaman mendalam siswa dalam menerapkan konsep-konsep tersebut?
Diskusi kelompok online mengenai perbandingan strategi dakwah masa awal dan masa modern
Ujian pilihan ganda yang mengukur pengetahuan dasar tentang strategi dakwah pada berbagai periode
Proyek kolaboratif yang mengharuskan siswa merancang dan mempresentasikan program dakwah berbasis teknologi
Ujian esai yang mengkaji dampak pendidikan Islam terhadap perkembangan dakwah di berbagai negara
Simulasi interaktif tentang penerapan strategi dakwah dalam masyarakat modern dengan bantuan platform digital
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), seorang guru dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara efektif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pemahaman Anda, manakah dari pilihan berikut yang paling tepat untuk menggambarkan peran guru dalam mengintegrasikan AI ke dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan?
Guru hanya perlu mengenalkan AI kepada siswa tanpa harus memahami cara penggunaan alat teknologi tersebut secara mendalam.
Guru hanya bertanggung jawab untuk mengoperasikan perangkat AI, sementara pengembangan kurikulum diserahkan sepenuhnya pada pengembang teknologi.
Guru harus mengabaikan teknologi baru dan lebih fokus pada cara-cara tradisional dalam pembelajaran.
Guru harus memahami dan menguasai teknologi AI agar dapat mengintegrasikannya secara efektif dalam proses pembelajaran.
Seorang guru ingin merancang pembelajaran pendidikan karakter untuk siswa SMA dengan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis pengetahuan teknologi. Strategi pembelajaran manakah yang paling mencerminkan prinsip pembelajaran mendalam serta pemanfaatan teknologi secara optimal?
Siswa mengakses materi e-learning dari LMS sekolah dan menjawab pertanyaan pilihan ganda terkait nilai-nilai Islam.
Siswa membuat presentasi PowerPoint tentang pentingnya karakter dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan artikel yang dibaca.
Siswa menonton video YouTube tentang kejujuran, lalu membuat rangkuman dalam bentuk Google Docs.
Siswa diminta membaca artikel online tentang pendidikan karakter, lalu mengisi kuis digital.
Siswa diminta membaca artikel online tentang pendidikan karakter, lalu mengisi kuis digital.
Dalam menyampaikan hubungan antara iman kepada hari akhir dan takdir, Anda ingin menyusun proyek pembelajaran berbasis DBL yang berfokus pada pemahaman makna hidup dan pilihan moral. Proyek mana berikut yang paling mencerminkan prinsip DBL dan sejalan dengan tujuan membentuk lulusan berkarakter unggul dan berdaya saing?
Siswa diminta membuat vlog kelompok yang menampilkan skenario kehidupan remaja yang percaya takdir secara pasif, lalu dikontraskan dengan skenario remaja yang memahami takdir dan hari akhir secara aktif dan bertanggung jawab, dilengkapi dengan analisis ayat dan hadis pendukung.
Siswa diminta membuat kolase digital yang menggambarkan tahapan kehidupan setelah mati menurut Al-Qur’an dan hadis.
Siswa menyusun artikel ilmiah tentang fungsi iman kepada hari akhir untuk kehidupan manusia, lalu dikumpulkan ke guru.
Siswa membaca buku tafsir surat Al-Qiyamah dan membuat diagram alur tentang peristiwa di hari akhir.
Siswa menonton film bertema akhir zaman dan membuat refleksi individu tentang kehidupan setelah kematian.
Seorang guru mengajarkan materi tentang Islam sebagai agama yang moderat, dengan fokus pada konsep wasathiyyah dan implementasi moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan asesmen awal, ditemukan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang konsep wasathiyyah, namun kesulitan dalam menghubungkan konsep tersebut dengan isu-isu kontemporer, seperti ekstremisme dan pluralisme agama. Untuk mengatasi masalah ini, guru ingin memilih instrumen asesmen yang menilai pemahaman mendalam dan kemampuan peserta didik untuk menerapkan konsep wasathiyyah dalam konteks sosial dan keagamaan modern. Manakah teknik asesmen yang paling tepat?
Simulasi debat yang membahas tantangan moderasi beragama dan relevansinya dengan ajaran Islam dalam konteks globalisasi
Ujian esai analitis yang meminta peserta didik membahas penerapan prinsip wasathiyyah dalam menghadapi fenomena ekstremisme beragama
Jurnal reflektif yang mengajak peserta didik untuk merefleksikan sikap mereka terhadap moderasi beragama dan implikasinya dalam kehidupan sosial
Tes pilihan ganda yang mengukur pengertian dasar konsep wasathiyyah dan contoh implementasinya dalam kehidupan sehari-hari
Proyek kolaboratif yang mengharuskan peserta didik merancang program atau kampanye moderasi beragama berbasis prinsip wasathiyyah
Seorang guru dalam merencanakan pembelajaran tentang Pembentukan Akhlak Karimah sebagai Pilar Pembangunan Karakter Bangsa dengan menggunakan pendekatan TPACK (Technology, Pedagogy, and Content Knowledge) merancang alur materi ajar yang mengintegrasikan teknologi digital, strategi pedagogi yang berbasis pada kolaborasi, serta konten nilai akhlak yang relevan dengan nilai-nilai Pancasila dan karakter bangsa. Berdasarkan narasi tersebut, strategi yang paling tepat dalam perencanaan alur materi ajar adalah ...
Guru memberi penjelasan mengenai konsep akhlak karimah tanpa adanya kolaborasi siswa dan hanya menggunakan alat tulis konvensional untuk menyampaikan materi.
Pembelajaran lebih difokuskan pada penggunaan teknologi untuk menyampaikan teori tentang akhlak karimah, tanpa melibatkan praktik pedagogi atau kolaborasi antar siswa.
Pembelajaran dimulai dengan pemberian ceramah singkat mengenai akhlak karimah, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktik yang mengharuskan siswa menulis refleksi pribadi tanpa ada penggunaan alat teknologi.
Guru memfokuskan seluruh pembelajaran pada teori tentang akhlak karimah melalui ceramah yang panjang, diikuti dengan diskusi tanpa melibatkan penggunaan teknologi.
Guru memulai pelajaran dengan menjelaskan konsep dasar akhlak karimah melalui slide.
Seorang guru menyampaikan materi tentang klasifikasi hadis secara konvensional dan kurang relevan dengan kehidupan siswa masa kini. Agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan nyaman, serta menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing, strategi manakah yang paling tepat digunakan dalam kerangka PjBL?
Memberikan latihan soal mengenai perbedaan hadis shahih, hasan, dan dhaif untuk dikerjakan secara individu.
Mengarahkan siswa untuk mengumpulkan contoh hadis dari berbagai kategori kesahihan, kemudian menyusun e-book digital klasifikasi hadis dan membagikannya melalui platform pembelajaran.
Menugaskan siswa membaca buku tentang klasifikasi hadis dan menuliskannya kembali dengan bahasa mereka sendiri.
Meminta siswa membuat daftar hadis shahih, hasan, dan dhaif dari kitab tertentu, lalu menjelaskannya di depan kelas.
Menampilkan video ceramah ulama tentang ilmu hadis dan meminta siswa menuliskan poin-poin pentingnya.
Perhatikan narasi berikut ini! Semakin maraknya penjualan busana melalui market place dan media sosial dengan harga yang sangat miring berdampak pada penjualan busana di Tanah Abang. Bu Nurul sebagai salah satu penjual di kios, merasakan penurunan jumlah pelanggan yang cukup signifikan. Begitupun penjual lainnya merasa dirugikan dengan hal ini. Banyak penjual yang gulung tikar, dan menyalahkan situasi ini, dengan melakukan protes ke berbagai pihak untuk meminta solusi. Namun Bu Nurul tidak habis akal, dia mulai belajar cara berjualan online, sembari tetap membuka kiosnya setiap hari. Sekalipun dia merasa kesulitan, namun dia tetap berupaya keras sambil berdoa lalu memasrahkan sepenuhnya hasilnya pada Allah Swt. Pernyataan yang tepat untuk menentukan sikap yang dilakukan Bu Nurul tersebut adalah ...
Bu Nurul mengimplementasikan sikap berjuang dalam takarannya sebagai manusia
Bu Nurul mengimplementasikan sikap tawakkal sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Swt.
Bu Nurul mengimplementasikan sikap sabar dan ikhtiar sebagai upaya manusia
Bu Nurul mengimplementasikan sikap tawakkal untuk menghasilkan keputusan terbaik
Bu Nurul mengimplementasikan sikap ikhtiar yang maksimal untuk mendapatkan hasil yang terbaik
Seorang guru hendak mengajarkan materi kriteria hadis shahih dalam mata pelajaran Hadis. Guru ingin menyusun tujuan pembelajaran ranah keterampilan agar siswa tidak hanya mengetahui ciri-ciri hadis shahih, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai kerja sama dalam memahami dan memverifikasi hadis. Guru berharap pembelajaran ini mendorong siswa untuk berdiskusi, berbagi tanggung jawab, dan saling mendukung dalam kegiatan belajar kelompok. Berdasarkan konteks tersebut, rumusan tujuan pembelajaran ranah keterampilan yang paling sesuai adalah ...
Siswa dapat menjelaskan kriteria hadis shahih dan menyusun kesimpulan dalam bentuk laporan individu yang diserahkan kepada guru
Siswa dapat membuat infografis tentang hadis shahih secara kreatif berdasarkan hasil penelusuran sumber referensi digital
Siswa dapat menyusun laporan kelompok tentang klasifikasi hadis daif dan shahih tanpa melakukan presentasi di depan kelas
Siswa dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengklasifikasi hadis berdasarkan kriterianya dan menyajikan hasil analisisnya kepada kelas
Siswa dapat mengamati dan menuliskan ciri-ciri hadis shahih berdasarkan sumber yang dibaca secara mandiri
Dalam sebuah kelas PAI, guru menyampaikan materi tentang akhlak karimah hanya melalui ceramah dan hafalan dalil, tanpa melibatkan teknologi atau pendekatan kontekstual. Mahasiswa PPG diminta menyusun ulang strategi pembelajaran agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan tetap mendorong pembentukan karakter unggul. Manakah pendekatan TPACK berikut ini yang paling sesuai?
Mengajak siswa menonton video tentang krisis moral remaja modern, lalu membimbing mereka membuat kampanye digital dengan mengintegrasikan nilai-nilai akhlak karimah berbasis dalil dan konsep kepribadian Muslim.
Menjelaskan pentingnya akhlak karimah sambil membacakan kutipan dari kitab klasik secara langsung di kelas.
Menugaskan siswa untuk membaca buku etika Islam dan merangkum pengertian akhlak karimah secara individu.
Memberikan tugas membuat tulisan esai tentang akhlak karimah berdasarkan pengalaman pribadi dan menyerahkannya secara tertulis.
Meminta siswa membuat poster tradisional tentang akhlak karimah dan menempelkannya di kelas.
Soal Nomor 33
(a)
Dalam penyusunan asesmen pembelajaran, seorang guru PAI diharuskan untuk bersikap adil, tidak terpengaruh oleh faktor-faktor yang tidak relevan, seperti latar belakang siswa, suku, agama, ras, dan golongan. Hal ini bertujuan untuk memberikan penilaian yang objektif dan adil. Pernyataan ini sejalan dengan prinsip ... dalam asesmen pembelajaran kurikulum merdeka.
A. Informatif
B. Sederhana
C. Terpadu
D. Netral
E. Reflektif
Perkembangan kepemimpinan dalam sejarah Islam menunjukkan adanya beragam model dan pendekatan, mulai dari kepemimpinan khulafaur rasyidin yang menekankan musyawarah dan kesederhanaan, hingga model kesultanan yang lebih sentralistik dan hierarkis. Perbedaan konteks sosial, politik, dan geografis turut memengaruhi evolusi ini. Jika seorang guru PAI mendapati hasil asesmen formatif menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki pemahaman yang baik tentang kronologi perkembangan kepemimpinan Islam (aspek pengetahuan), namun kurang mampu menganalisis dampak dari perbedaan model kepemimpinan terhadap strategi dakwah dan sistem pendidikan Islam pada masanya (aspek keterampilan), instrumen asesmen sumatif apakah yang paling tepat untuk mengukur ketercapaian kompetensi secara komprehensif?
Tes tertulis dengan soal pilihan ganda yang berfokus pada definisi dan ciri-ciri setiap model kepemimpinan.
Presentasi individu yang menguraikan salah satu model kepemimpinan Islam dan dampaknya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan Islam.
Debat kelompok yang membahas perbandingan efektivitas strategi dakwah dan sistem pendidikan pada masa Khulafaur Rasyidin dan salah satu Kesultanan Islam di Nusantara.
Penugasan berupa pembuatan timeline perkembangan kepemimpinan Islam beserta tokoh-tokoh pentingnya.
Penilaian produk berupa esai analisis komparatif mengenai pengaruh perbedaan model kepemimpinan Islam terhadap perkembangan strategi dakwah dan sistem pendidikan Islam di dua periode yang berbeda.
Seorang guru ingin mengajarkan topik hak-hak rakyat dalam Islam dan menguji kemampuan peserta didik untuk menganalisis hubungan antara prinsip hak-hak rakyat dengan struktur sosial di masyarakat. Dalam merancang instrumen asesmen akhir, guru ingin memilih teknik
Tes tertulis pilihan ganda tentang definisi hak-hak rakyat dalam Islam.
Penugasan membuat esai analisis hubungan antara prinsip hak-hak rakyat dan struktur sosial masyarakat.
Presentasi kelompok tentang hak-hak rakyat dalam Islam.
Penilaian produk berupa poster tentang hak-hak rakyat dalam Islam.
Penugasan membuat mind map tentang hak-hak rakyat dalam Islam.
yang dapat menilai pemahaman peserta didik terhadap pengaruh nilai-nilai Islam terhadap isu-isu sosial kontemporer. Instrumen asesmen manakah yang paling tepat digunakan?
Observasi tindakan yang menilai bagaimana peserta didik menerapkan nilai hak-hak rakyat dalam perilaku sosial sehari-hari
Proyek kolaboratif yang mengharuskan peserta didik merancang program pemberdayaan masyarakat berdasarkan prinsip hak-hak rakyat dalam Islam
Tes pilihan ganda yang menguji pengertian hak-hak rakyat dalam Islam dan contohnya dalam masyarakat
Ujian esai yang meminta peserta didik untuk menjelaskan dan menganalisis hak-hak rakyat Islam dalam konteks kemiskinan dan keadilan sosial saat ini
Diskusi kelompok yang menilai pemahaman peserta didik melalui tanggapan terhadap kasus nyata ketidakadilan sosial
Seorang guru melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan pendekatan Discovery-Based Learning pada tema hubungan takdir dan iman kepada hari akhir. Siswa diarahkan untuk menemukan keterkaitan antara konsep ketetapan ilahi dengan pertanggungjawaban di akhirat melalui penelusuran dalil dan studi kasus. Guru mencatat bahwa sebagian siswa mampu menyusun argumen logis, sementara lainnya masih kesulitan membedakan antara takdir dan kehendak bebas. Berdasarkan narasi tersebut, analisis materi ajar dan struktur keilmuan yang paling tepat adalah ...
Pemahaman takdir dan hari akhir lebih efektif jika siswa diberikan tugas membaca buku teks secara terstruktur tanpa eksplorasi kasus
Pendekatan DBL efektif karena membangun kemampuan berpikir logis siswa dalam menghubungkan takdir dan hari akhir secara mandiri dan sistematis
Evaluasi pembelajaran harus berfokus pada benar-salah konsep, bukan pada argumen atau pemahaman logika hubungan
Guru seharusnya hanya menilai kemampuan hafalan dalil-dalil takdir tanpa mengevaluasi keterkaitan logis antar konsep
Evaluasi pembelajaran seharusnya tidak dilakukan dengan DBL karena konsep takdir lebih cocok dijelaskan melalui ceramah langsung
Seorang guru merancang pembelajaran dengan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) tentang klasifikasi hadis berdasarkan kesahihan. Guru membagi siswa ke dalam kelompok, lalu memberikan proyek membuat poster interaktif yang menjelaskan perbedaan antara hadis sahih, hasan, dan daif beserta contoh dan dasar sanadnya. Dalam pelaksanaannya, guru juga menyesuaikan tugas dengan kemampuan literasi sumber hadis digital. Berdasarkan aktivitas tersebut, analisis pembelajaran yang paling tepat adalah ...
Guru hanya menilai hasil akhir poster tanpa memperhatikan proses pembelajaran
PjBL efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi digital dan pemahaman klasifikasi hadis
Penilaian hanya dilakukan pada kemampuan hafalan definisi hadis
Proyek poster sebaiknya diganti dengan tugas menulis esai tentang hadis
Pembelajaran sebaiknya dilakukan secara konvensional tanpa melibatkan teknologi digital
Tersebut, analisis materi ajar berdasarkan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik yang paling sesuai adalah ...
Penugasan proyek digital seperti ini kurang cocok karena hadis termasuk materi hapalan yang tidak memerlukan visualisasi
Penyajian materi hadis sahih, hasan, dan daif sebaiknya difokuskan dalam bentuk teks naratif agar lebih sesuai dengan materi keilmuan
Proyek klasifikasi hadis lebih baik dilakukan dengan metode ceramah karena memerlukan pemahaman mendalam dari guru
Proyek pembuatan poster interaktif mendorong siswa memahami struktur sanad dan matan hadis melalui pendekatan aktif, sekaligus sesuai dengan karakter digital-native peserta didik
Penyusunan poster interaktif lebih cocok digunakan pada materi fungsi hadis terhadap Al-Qur’an karena kontennya lebih visual dan tematik
Pembelajaran PAI saat ini tidak cukup hanya diajarkan melalui ceramah saja, melainkan harus mengikuti perkembangan zaman dan berpusat pada peserta didik dan dilaksanakan secara ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual, kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Adapun yang dimaksud dengan relevan adalah ...
Peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran.
keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian cukup untuk mencapai kompetensi belajar.
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
Seorang guru PAI berencana mengajarkan materi tentang perbankan syariah dan konsep riba dalam ekonomi Islam kepada peserta didiknya. Guru tersebut menggunakan metode ceramah dan penugasan membaca buku teks, serta memberikan contoh-contoh transaksi perbankan syariah yang sederhana. Namun, guru menyadari bahwa peserta didik kurang antusias dan sulit menghubungkan konsep-konsep fiqih dengan praktik ekonomi modern yang kompleks. Praktik perencanaan pembelajaran manakah yang paling mungkin meningkatkan kualitas pembelajaran materi ini secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek konten, pedagogi, dan teknologi?
Memberikan tugas tambahan berupa merangkum materi dari berbagai sumber tentang perbankan syariah.
Menggunakan media digital interaktif untuk memvisualisasikan konsep perbankan syariah dan riba, serta mengaitkan dengan praktik ekonomi modern.
Mengadakan diskusi kelompok tentang penerapan fiqih dalam ekonomi modern.
Mengundang praktisi perbankan syariah untuk berbagi pengalaman langsung kepada peserta didik.
Memberikan soal latihan secara rutin untuk mengukur pemahaman peserta didik.
Seorang dosen PPG merancang pembelajaran berbasis masalah untuk materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Dalam pembelajaran ini, mahasiswa diminta untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana takdir mempengaruhi keyakinan terhadap hari akhir, serta bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep ini. Manakah rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk menerapkan materi ini dengan pendekatan berbasis masalah yang mengintegrasikan teknologi?
Siswa mengikuti webinar yang membahas hubungan takdir dan iman kepada hari akhir, kemudian mengembangkan tugas individu berbasis teknologi untuk menggambarkan pemahaman mereka.
Siswa diminta untuk menulis esai tentang hubungan takdir dan iman kepada hari akhir, sambil menggunakan aplikasi pembelajaran berbasis video untuk merangkum konsep-konsep utama.
Siswa melakukan penelitian tentang bagaimana teknologi dapat membantu umat Islam memahami takdir dan hari akhir, lalu menyusun laporan tentang penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa diberi tugas untuk meneliti tafsir Al-Qur'an mengenai takdir dan hari akhir, lalu mempresentasikan temuan mereka melalui platform pembelajaran daring dan mendiskusikan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari.
Siswa mengakses artikel dan video pembelajaran tentang takdir dan hari akhir, kemudian membuat diskusi kelompok secara daring untuk mengeksplorasi hubungan keduanya dalam konteks ajaran Islam.
Dalam pembelajaran berbasis proyek (PBL) tentang mu’jizat, karamah, dan sihir, seorang guru agama Islam di sekolah menengah meminta peserta didik menelusuri kisah Nabi Musa dan para penyihir Fir’aun, serta pengalaman tokoh-tokoh sufi yang dikaitkan dengan karamah. Sebelum proyek dimulai, guru ingin memetakan penguasaan awal peserta didik terhadap perbedaan mendasar antara ketiganya. Lingkungan belajar yang digunakan bersifat inovatif dan berorientasi integratif antara tafsir klasik dan pemahaman sains modern. Instrumen apa yang paling tepat untuk digunakan guru tersebut?
Tes pilihan ganda tentang perbedaan mu’jizat, karamah, dan sihir.
Tes esai tentang pengalaman tokoh sufi dan kisah Nabi Musa.
Tes lisan tentang pemahaman tafsir klasik dan sains modern.
Tes portofolio tentang integrasi tafsir klasik dan sains modern.
Tes observasi tentang diskusi kelompok mengenai mu’jizat, karamah, dan sihir.
Dalam sebuah kelas tafsir, guru menyampaikan materi tentang tafsir bi al-Ma’tsur secara tekstual, tanpa mengaitkan dengan konteks kekinian. Sebagian peserta didik terlihat pasif dan tidak antusias. Jika Anda adalah guru dalam situasi ini, pendekatan PBL manakah yang paling tepat digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan bermakna bagi siswa?
Menyusun studi kasus tentang tantangan sosial modern, lalu meminta siswa mengaitkannya dengan ayat dan tafsir bi al-Ma’tsur, serta mendiskusikan hasilnya secara kelompok.
Meminta siswa membuat soal berdasarkan tafsir bi al-Ma’tsur dan saling bertukar soal dengan temannya.
Menjelaskan kembali materi dengan penekanan pada latar belakang asbabun nuzul dan membagikan salinan tafsir klasik untuk dibaca bersama.
Memberikan tugas kepada siswa untuk merangkum ayat-ayat yang ditafsirkan dengan metode bi al-Ma’tsur lalu mempresentasikannya di depan kelas.
Memberikan lembar kerja individu yang berisi penugasan tentang perbedaan antara tafsir bi al-Ma’tsur dan bi al-Ra’yi.
Pada awal pembelajaran dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) mengenai kajian tafsir, guru ingin mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta didik tentang tafsir bi al-Mat’sur dan bi al-Ra’yi sebelum melanjutkan ke pembahasan lebih mendalam. Teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai input pembelajaran peserta didik adalah ...
Kuesioner sikap yang dirancang untuk mengukur seberapa besar peserta didik menghargai tafsir bi al-Mat’sur dan bi al-Ra’yi serta persepsi mereka terhadap relevansi metode ini di dunia modern.
Penilaian berbasis observasi yang mengamati sikap dan keterlibatan peserta didik terhadap materi awal, serta kemampuan mereka menghubungkan tafsir bi al-Mat’sur dan bi al-Ra’yi dengan masalah kontemporer.
Seorang guru ingin menyusun pembelajaran materi “Hak-Hak Rakyat dalam Perspektif Islam” untuk siswa SMA dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Ia ingin mendorong siswa mengeksplorasi nilai keadilan sosial Islam secara kritis dan kontekstual. Manakah strategi pembelajaran berikut yang paling tepat dan sesuai dengan struktur keilmuan?
Menyuruh siswa membuat sketsa poster tentang hak-hak rakyat menurut Islam dan menempelkannya di dinding kelas.
Menayangkan video tentang sejarah pemerintahan Islam dan meminta siswa mencatat hak-hak rakyat yang muncul dalam video tersebut.
Mengajak siswa berdiskusi kelompok tentang dalil-dalil hak rakyat dalam Al-Qur’an, kemudian menuliskan simpulan bersama.
Memberikan studi kasus pelanggaran hak rakyat di masa kini, lalu meminta siswa menganalisisnya menggunakan prinsip keadilan sosial Islam dalam bentuk esai kolaboratif.
Menugaskan siswa merangkum materi dari buku teks dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
Seorang dosen PPG ingin merancang pembelajaran berbasis masalah untuk materi klasifikasi hadis, khususnya mengenai kesahihan hadis. Dalam skenario pembelajaran, mahasiswa diminta untuk mengeksplorasi perbedaan antara hadis shahih, hasan, dan da’if, serta bagaimana mengidentifikasi kualitas hadis tersebut melalui rujukan dan kriteria yang tepat. Rancangan pembelajaran manakah yang paling tepat untuk membantu siswa mencapai pemahaman mendalam mengenai klasifikasi hadis dengan pendekatan berbasis masalah?
Siswa diberi contoh kasus penafsiran hadis yang bertentangan dengan konteks Al-Qur’an dan diminta mengidentifikasi tingkat kesahihan dengan menggunakan kaidah hadis.
Siswa mengidentifikasi hadis yang dianggap sahih oleh mayoritas ulama, kemudian menganalisis kriteria kesahihan dengan bantuan kitab-kitab hadis klasik.
Siswa mempelajari definisi setiap kategori hadis, lalu membandingkan hadis-hadis dari berbagai kitab yang menjelaskan kesahihan secara deskriptif.
Siswa diberikan berbagai hadis yang tidak ada keterangan tentang kesahihannya, kemudian diminta untuk mengidentifikasi dan memberikan argumen apakah hadis tersebut shahih, hasan, atau da’if.
Dalam proses pembelajaran tentang pembentukan akhlak karimah, seorang guru ingin mengetahui apakah peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga mulai menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Teknik asesmen yang paling tepat digunakan oleh guru untuk menilai aspek sikap adalah …
Memberikan soal pilihan ganda yang menguji pemahaman tentang nilai-nilai akhlak karimah
Menggunakan rubrik penilaian untuk menilai hasil diskusi kelompok tentang pembentukan karakter
Menggunakan lembar observasi saat peserta didik berinteraksi dengan teman di lingkungan sekolah
Menugaskan peserta didik membuat makalah tentang pentingnya akhlak karimah dalam kehidupan berbangsa
Memberikan kuis lisan tentang tokoh-tokoh teladan yang memiliki akhlak karimah
Dalam pembelajaran tentang hak-hak rakyat menurut Islam, guru hanya menyampaikan materi melalui ceramah panjang tanpa mengaitkan dengan tantangan sosial modern seperti ketimpangan, ketidakseimbangan, dan kelompok rentan. Sebagai calon guru PAI yang memanfaatkan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK, strategi manakah yang paling tepat untuk diterapkan agar materi ini lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman?
Menyediakan bacaan tentang hak-hak rakyat menurut Islam, lalu meminta siswa untuk menganalisisnya dalam bentuk laporan tertulis yang mencakup kondisi sosial sekarang.
Menggunakan video tentang keadilan sosial dalam Islam, dilanjutkan dengan diskusi kelompok tentang hak-hak rakyat dan kelompok rentan, dengan pembimbingan berbasis nilai-nilai empatik.
Menugaskan siswa untuk membuat makalah tentang hak-hak rakyat dan peran negara dalam menegakkan keadilan sosial tanpa membahas relevansi dengan zaman kini.
Memberikan kuis tentang hak-hak rakyat dalam Islam dan meminta siswa menjawab berdasarkan materi yang diajarkan secara teoritis.
Menyampaikan penjelasan mengenai hak-hak rakyat dan hak-hak minoritas melalui ceramah interaktif, diakhiri dengan tugas kelompok yang hanya berfokus pada definisi hukum.
Pada pembelajaran bab syukur, Pak Ridwan menggunakan strategi field trip ke panti asuhan, agar peserta didik mendapatkan pengalaman nyata dan mendekatkan pada realitas sosial. Aktivitas pembelajaran ini merujuk pada gaya belajar …
Saintifik
Konstruktivistik
Empirisme
Behavioristik
Kognitif
Dalam pembelajaran tafsir, guru menyajikan tema ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dan menugaskan siswa untuk mengklasifikasi ayat-ayat tersebut berdasarkan konteks, makna, dan metode pendekatannya dalam berbagai pendapat ulama. Guru ingin agar siswa memiliki kemampuan berpikir dinamis dan inovatif dalam menghadapi keragaman tafsir. Berdasarkan konteks tersebut, rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling tepat adalah ...
Menyebutkan perbedaan antara ayat Muhkamat dan Mutasyabihat berdasarkan definisi dari berbagai kitab tafsir
Mengidentifikasi ayat Mutasyabihat dalam Al-Qur’an dan mencocokkannya dengan interpretasi mazhab tertentu
Membandingkan tafsir ayat Mutasyabihat dari dua mufasir yang berbeda dan menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis
Menjelaskan karakteristik ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dengan memberikan contoh dari Al-Qur’an
Mengklasifikasi ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam kategori Muhkamat dan Mutasyabihat serta mengevaluasi pendekatan penafsirannya secara kreatif
Dalam pembelajaran fiqih kontemporer, guru mengangkat tema kompleks seperti pernikahan siri yang marak terjadi di masyarakat, namun tidak tercatat secara hukum negara. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah agar siswa dapat memahami fenomena tersebut secara kritis, mengaitkannya dengan dalil syar’i, serta menimbang dampaknya terhadap keadilan bagi perempuan. Guru ingin menyusun rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang mampu mendorong siswa untuk mengonstruksi pandangan hukum Islam secara argumentatif dalam konteks kekinian. Rumusan tujuan pembelajaran yang paling tepat untuk capaian tersebut adalah ...
Menyebutkan dalil-dalil syar’i tentang pernikahan siri
Mengidentifikasi dampak pernikahan siri terhadap perempuan
Membandingkan pandangan ulama tentang pernikahan siri
Menjelaskan hukum pernikahan siri menurut syariat Islam
Mengonstruksi pandangan hukum Islam tentang pernikahan siri secara argumentatif dalam konteks kekinian
Dalam pembelajaran fiqih kontemporer, seorang guru menjelaskan tentang zakat produktif hanya berdasarkan dalil dan definisi dari teks klasik, tanpa mengaitkan dengan kondisi sosial ekonomi modern. Anda diminta merancang ulang pembelajaran dengan pendekatan pelayanan bimbingan dan konseling agar siswa memahami makna zakat produktif secara kontekstual dan progresif. Manakah strategi berikut yang paling tepat?
Menyajikan simulasi interaktif tentang pengelolaan zakat produktif dan meminta siswa mengevaluasi prinsip syariahnya secara kelompok.
Menugaskan siswa menyusun analisis kasus penerima zakat dalam perspektif keadilan sosial Islam dan menyampaikannya secara kolaboratif.
Memberikan studi kasus tentang petani miskin yang tidak memahami zakat produktif, lalu meminta siswa merancang solusi bersama berdasarkan diskusi kelas.
Menampilkan video tentang penerima zakat produktif dan menugaskan siswa menulis esai reflektif tentang tantangan dan dampaknya terhadap mustahiq.
Mengajak siswa menganalisis contoh pengusaha kecil penerima zakat produktif melalui narasi kehidupan nyata, lalu menyusun strategi dukungan berdasarkan nilai-nilai akhlak dan konsultasi kelompok.
Seorang guru yang mengajar mata pelajaran agama Islam merancang pembelajaran berbasis perbedaan individu tentang pembentukan akhlak karimah dan karakter individu dan bangsa. Peserta didik berasal dari latar belakang yang berbeda, dengan tingkat pemahaman yang beragam tentang pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin memberikan kesempatan agar masing-masing peserta didik dapat merancang pembelajaran sesuai dengan minat dan pemahaman pribadi mereka. Kegiatan apa yang paling tepat untuk dilakukan guru tersebut?
Dalam merancang pembelajaran moderasi beragama, seorang guru menyusun alur materi ajar yang mencakup: pengenalan konsep wasathiyyah, analisis dalil-dalil Al-Qur’an dan hadis, serta studi kasus tentang konflik sosial berbasis agama. Guru kemudian merancang evaluasi yang menilai pemahaman siswa terhadap keseimbangan antara keberagaman dan keberagaman. Berdasarkan pendekatan pedagogi yang logis dan komprehensif, pengembangan alur materi ajar yang paling tepat adalah ...
Merancang alur materi berdasarkan pemahaman siswa sebelumnya, tanpa memperhatikan kesinambungan antara konsep dan praktik nilai
Merancang urutan materi dari penguatan nilai-nilai keislaman moderat, dilanjutkan dengan studi kasus dan ditutup dengan refleksi personal berbasis prinsip wasathiyyah
Menentukan tema moderasi beragama, lalu memberi tugas presentasi tanpa membekali siswa dengan dasar teks keislaman yang relevan
Memulai pembelajaran dari penyampaian fakta-fakta historis secara naratif, lalu mengaitkan dengan dalil moderasi tanpa memberikan ruang eksplorasi makna
Menyusun pembelajaran berdasarkan isu aktual terlebih dahulu, tanpa mengaitkan dengan struktur teoretik konsep wasathiyyah secara menyeluruh
Seorang guru hendak mengembangkan materi ajar tentang konsep Islam wasathiyyah yang bertujuan membentuk pemahaman siswa terhadap pentingnya moderasi dalam beragama, khususnya dalam konteks keberagaman di Indonesia. Guru ingin memastikan bahwa pengembangan materi ajar tersebut disusun secara logis dan berbasis struktur keilmuan, terutama untuk evaluasi tujuan pembelajaran. Strategi pengembangan materi yang paling sesuai adalah ...
Menyusun materi dari buku teks secara linear, lalu mengevaluasi hasil belajar berdasarkan penguasaan konten semata
Menyusun materi ajar berdasarkan analisis kebutuhan siswa, mengaitkan dengan konteks keberagaman, dan mengevaluasi hasil belajar berdasarkan pemahaman dan penerapan konsep wasathiyyah
Menyusun materi ajar dengan menekankan hafalan dalil-dalil tanpa mengaitkan dengan praktik moderasi
Menyusun materi ajar berdasarkan urutan historis perkembangan konsep wasathiyyah tanpa mengaitkan dengan konteks kekinian
Menyusun materi ajar dengan fokus pada penilaian kognitif semata tanpa memperhatikan aspek afektif dan psikomotorik
Seorang guru mengajarkan konsep takdir melalui pendekatan budaya lokal, seperti tradisi selamatan, syukuran, atau doa bersama dalam menyikapi peristiwa kelahiran dan kematian. Guru ingin menyusun indikator sikap yang tepat agar peserta didik mampu menerima tradisi lokal yang tidak bertentangan dengan nilai Islam. Dari pilihan berikut, rumusan indikator yang paling sesuai dengan tujuan sikap tersebut adalah ...
Menyebutkan bentuk-bentuk tradisi yang masih dilakukan masyarakat dalam menyikapi takdir dengan penuh rasa hormat
Menunjukkan sikap terbuka terhadap tradisi yang berkembang di masyarakat sebagai bagian dari cara bersyukur atas ketentuan Allah
Mengidentifikasi tradisi masyarakat lokal dalam merespon takdir dengan membandingkan dengan ajaran Islam
Menunjukkan pemahaman terhadap tradisi-tradisi lokal melalui diskusi kelompok dan presentasi lisan
Menjelaskan makna takdir dalam Islam berdasarkan pendapat ulama dan kebiasaan lokal masyarakat
Seorang guru berusaha untuk membentuk akhlak karimah pada siswa dengan memanfaatkan teknologi dan metode pedagogi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik Gen Z dan Alpha. Dalam upaya ini, guru mengintegrasikan konten nilai moral dalam pembelajaran dengan cara yang interaktif. Berdasarkan pemahaman Anda, mana di antara praktik berikut yang paling tepat untuk mendukung pengembangan akhlak karimah dengan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran?
Menggunakan platform pembelajaran digital untuk memberikan latihan soal yang mengukur pemahaman siswa tentang akhlak karimah tanpa keterlibatan aktif dari siswa dalam proses refleksi.
Menerapkan pembelajaran berbasis game yang hanya berfokus pada kompetisi untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengingat nilai-nilai moral, tanpa memperhatikan aspek penguatan karakter.
Seorang guru merancang pembelajaran dengan topik Perkembangan Kepemimpinan Islam dari masa Rasulullah SAW hingga era modern. Ia ingin menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam yang berbasis pengetahuan pedagogi. Manakah rancangan pembelajaran berikut yang paling mencerminkan pendekatan tersebut?
Siswa diberikan teks naratif tentang sejarah Islam, lalu menjawab pertanyaan esai berdasarkan isi teks tersebut.
Siswa membaca biografi tokoh Islam modern, kemudian menuliskan pendapat pribadi mengenai kepemimpinan ideal.
Siswa menulis ringkasan tentang perkembangan kepemimpinan dari buku paket, lalu diuji dengan soal pilihan ganda.
Siswa menonton dokumenter sejarah Khulafaur Rasyidin, lalu membuat poster digital berisi tokoh-tokoh penting.
Siswa meneliti perbandingan strategi dakwah Rasulullah dan organisasi dakwah modern, lalu membuat laporan reflektif dan mempresentasikan di kelas.
Seorang guru PAI mengajarkan materi tentang konsep riba dan praktik perbankan syariah. Ia ingin mengetahui kemampuan peserta didik dalam menganalisis perbedaan antara sistem bunga dalam perbankan konvensional dengan akad murabahah dalam bank syariah, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip keadilan dalam Islam. Guru ingin memilih instrumen asesmen yang paling tepat untuk menggali pemahaman mendalam dan kemampuan berpikir kritis peserta didik terhadap isu kontemporer ini. Manakah instrumen asesmen yang paling tepat digunakan?
Lembar observasi diskusi kelompok saat peserta didik membahas isu riba
Tes esai analitis yang meminta peserta didik membandingkan murabahah dan bunga bank berdasarkan studi kasus
Angket reflektif tentang pandangan peserta didik terhadap praktik bunga bank
Seorang guru ingin menyusun pembelajaran dengan topik moderasi beragama berbasis pendekatan TPACK. Ia ingin siswa memahami konsep wasathiyyah serta mampu membandingkan praktik moderasi beragama di berbagai komunitas Islam. Rancangan pembelajaran manakah yang paling mencerminkan integrasi pengetahuan konten, pedagogik, dan teknologi secara utuh?
Menjelaskan konsep wasathiyyah melalui ceramah, lalu menugaskan siswa menulis esai digital dan mengunggahnya ke platform LMS.
Membagi siswa menjadi kelompok kecil untuk menelusuri contoh moderasi Islam melalui media daring, kemudian membuat video pendek yang menunjukkan aplikasi nilai wasathiyyah di lingkungan mereka.
Menayangkan video tentang Islam moderat dan meminta siswa menulis tanggapan di kolom komentar kelas digital.
Memberikan soal reflektif berbasis studi kasus melalui aplikasi kuis daring, lalu dibahas secara klasikal.
Menyediakan artikel moderasi beragama dari situs resmi, lalu meminta siswa merangkum dan mempresentasikan hasilnya dalam PowerPoint.
Dalam pelaksanaan pembelajaran materi konsep riba dalam ekonomi Islam, seorang guru menerapkan pendekatan Deep Learning (DL) dengan mendorong siswa untuk menganalisis perbedaan antara riba dan keuntungan wajar dalam praktik perbankan syariah, kemudian mempresentasikannya dalam bentuk simulasi kasus di kelas. Guru menilai bagaimana siswa membangun pemahaman mendalam berdasarkan dalil, konteks sosial, dan praktik ekonomi modern. Berdasarkan praktik ini, alur materi ajar yang paling logis dan sesuai dengan pendekatan DL adalah ...
Menjelaskan sejarah riba secara umum tanpa menyentuh aspek aplikatif dan solusi kontemporer dalam konteks Islam
Langsung mengajarkan praktik perbankan syariah tanpa memberikan pemahaman mendalam tentang larangan riba dalam Islam
Mengarahkan siswa untuk membaca modul saja tentang ekonomi Islam dan menyelesaikan soal tanpa diskusi atau simulasi
Memfokuskan seluruh pembelajaran pada penghafalan ayat dan hadits terkait riba tanpa mengaitkan dengan praktik ekonomi kontemporer
