Font size
WorksheetsTKA B. Indo
Total questions: 10
Worksheet time: 20mins
Teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-3.
Literasi Macam Apa yang Dibutuhkan Kecerdasan Artifisial (KA)?
Literasi kecerdasan artifisial (KA) makin mendesak bagi warga global. Sistem kecerdasan artifisial, seperti algoritma media sosial, mesin pencari, atau platform digital lainnya, kini secara otomatis memilih dan menampilkan informasi (berita, iklan, tawaran) kepada pengguna tanpa sepengetahuan atau kesadaran langsung dari pengguna. Teknologi kini menyaring berita, tawaran, serta iklan sebelum kita sadar. Jika pengguna kurang memahami logika algoritma, manipulasi mudah terjadi. Tidak sekadar pengetahuan teknis, esensial pula
etika pemakaiannya. Guyub warga digital menentukan kualitas dialog dalam ruang daring. Pemahaman tersebut, menurut Kompas, membangun nalar kritis masyarakat. Pada era ini, data mengalir bak sungai tanpa hulu.
Survei menunjukkan bahwa banyak orang masih percaya pada chatbot. Keterampilan mengecek sumber acap diremehkan karena respons aplikasi cepat. Di kelas, guru memerlukan kiat memasukkan topik bias algoritma.Tanpa contoh kontekstual, terminologi teknis sering terasa jauh. Gotong royong antarbidang memperkaya materi sekaligus menghindari sekat informasi. Dengan pendekatan lintas disiplin, literasi KA menjadi lebih membumi. Oleh karena itu, literasi KA mesti diajarkan sejak usia dini.
Pada akhirnya, kesenjangan pemahaman lebar antara pembuat dan pemakai sistem dapat dipersempit. Ketika ahli sibuk mengodekan, publik kebingungan menilai akurasi keluaran. Peranti regulasi pun tertinggal sehingga penegakan etika tersendat. Di ruang medis, misalnya, prediksi keliru dapat merugikan pasien. Kerugian ekonomi muncul, reputasi lembaga tergerus, dan kepercayaan publik pudar. Semua dampak itu menegaskan gentingnya literasi akal-imitasi hari ini. Ketidaksetaraan tersebut memperlebar risiko sosial dan ekonomi massal.
Karenanya, kurikulum perlu memasukkan modul etik serta audit algoritma. Pelajar dilatih bertanya, membandingkan, lalu menguji data alternatif. Pengembang pun diajak transparan memaparkan sumber pelatihan modelnya. Di ranah kebijakan, pemerintah wajib merancang pedoman partisipatif. Gawai aman, akses merata, dan literasi merakyat saling menguatkan. Dengan demikian, teknologi cerdas berdaya guna sekaligus tetap manusiawi. Sinergi guyub masyarakat dan industri krusial menutup celah ketidakpahaman.
Tanpa kolaborasi, kebijakan sering mandek, inovasi malah berbalik mencederai publik.
Sumber: Tim Kompas/Kompas.id (2025)
1. Berdasarkan informasi dalam teks, pernyataan manakah yang menjadi ide pendukung untuk memperkuat pentingnya mengajarkan literasi kecerdasan artifisial sejak dini?
A. Guru perlu mengajarkan lebih banyak kecakapan digital dasar.
B. Penggunaan chatbot mempercepat akses informasi masyarakat.
C. Gawai aman dan akses merata menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
D.Peserta didik harus dilatih untuk bertanya, membandingkan, dan menguji data.
E. Banyak peserta didik lebih menyukai teknologi daripada pembelajaran tradisional.
2. Manakah kalimat yang menggunakan kata serapan dari bahasa daerah secara tepat dan sesuai konteks dalam bacaan? Jawaban benar lebih dari satu.
A. Pada era ini, data mengalir bak sungai tanpa hulu
B. Guyub warga digital menjadi penentu kualitas interaksi daring.
C. Acap kali, pengguna percaya pada respons cepat aplikasi cerdas.
D. Tanpa kolaborasi, kebijakan sering mandek, bisa mencederai publik
E. Gotong royong antarbidang memperkaya materi secara kontekstual.
3. Apakah pernyataan-pernyataan berikut menunjukkan hubungan sebab akibat antarkalimat? Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap pernyataan berikut!
S
A. Setuju , Tidak Setuju, Setuju
B. Setuju, Tidak Setuju, Tidak Setuju
C. Setuju, Setuju, Setuju
D. Tidak setuju, Tidak Setuju, Tidak setuju
E. semua jawaban Benar
DAMPAK FAST FASHION TERHADAP LINGKUNGAN DAN GENERASI MENDATANG
Industri fast fashion berkembang pesat seiring perubahan tren global. Model bisnis ini menekankan produksi massal, harga murah, dan siklus mode singkat. Namun, pola konsumsi ini berdampak seriusterhadap lingkungan, Produksi tekstil menghabiskan sumber daya alam secara besar-besaran. Air bersih, energi, dan bahan kimia digunakan dalam jumlah tinggi. Sebagai akibatnya, air tercemar limbah beracun. Mikroplastik dari bahan
sintetis, seperti poliester, juga mencemari laut. Bahkan, udara turut tercemar akibat pembakaran pakaian bekas pascaproduksi.
Tidak hanya itu, fast fashion menghasilkan emisi karbon yang signifikan. Industri ini menyumbang 10% emisi karbon global. Limbah tekstil mencapai 92 juta ton per tahun. Sebagian besar dibakar atau dibuang tanpa didaur ulang, Kondisi ini memperparah pemanasan global dan degradasi lingkungan.
Selain mencemari lingkungan, fast fashion juga melanggar prinsip keadilan antargenerasi. Eksploitasi sumber daya hari ini mengancam akses generasi mendatang terhadap lingkungan sehat. Prinsip intergenerational equity atau keadilan antargenerasi menuntut perlindungan lingkungan demi keberlanjutan.
Upaya pengendalian limbah fast fashion di Indonesia harus terus dilakukan. Praktek impor pakaian bekas ilegal dihentikan agar kondisi lingkungan lebih sehat. Giat daur ulang limbah dapat menjadi salah satu trik jitu menyelamatkan lingkungan.
Sumber: Wildan Ulul Albab, dkk, "Pengaruh Industri Fost Fashion terhadap Pencemaran Lingkungan dan Penurunan Keadilan Antargenerasi dalam Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC) Vol. 5 No. 3, 2024
4. Teks tersebut memiliki gagasan pokok dalam tiap paragraf. Berdasarkan gagasan pokok tersebut, kerangka teks tersebut adalah....
A. Fast fashion berkembang karena perubahan tren global→ Produksi tekstil menyebabkan pencemaran lingkungan → Industri menyumbang emisi karbon tinggi→ Pengendalian limbah fast fashion di Indonesia harus terus dilakukan →→ Eksploitasi sumber daya mengancam generasi mendatang
B. Fast fashion berkembang pesat karena tren global dan siklus mode singkat →→ Produksi tekstil menghabiskan sumber daya alam dan mencemari lingkungan → Limbah tekstil yang tidak terkelola memperparah krisis iklim → Eksploitasi sumber daya mengancam generasi mendatang→→ Pengendalian limbah fast fashion di Indonesia harus terus dilakukan
C. Fast fashion berdampak buruk bagi lingkungan dan sosial→ Produksi pakaian melibatkan limbah, air, dan energi → Emisi karbon menyumbang pada pemanasan global → Konsumen perlu lebih selektif saat membeli pakaian → Pengendalian limbah fast fashion di Indonesia harus terus dilakukan
D. Fast fashion berkembang karena permintaan pakaian murah meningkat→Produksi tekstil menyebabkan pencemaran air dan udara → Limbah tekstil masih dapat dimanfaatkan untuk industri kreatif→ Prinsip keadilan antargenerasi mendasari pentingnya reformasi → Diperlukan regulasi dan kerja sama untuk mengelola limbah
E. Fast fashion berkembang karena pola konsumsi masyarakat modern→Produksi tekstil membutuhkan bahan kimia dalam jumlah besar→ Mikroplastik dari pakaian bekas mencemari laut→ Edukasi kepada konsumen sangat diperlukan dalam pengendalian konsumsi → Pengendalian limbah fast fashion di Indonesia perlu dilakukan.
Teks tersebut memiliki struktur yang padu karena didukung oleh informasi pendukung yang valid. Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap bagan berikut yang menunjukkan struktur dan informasi pendukung dalam teks tersebut!
A. Tepat, Tidak Tepat, Tepat
B. Tidak Tepat, Tidak Tepat, Tidak tepat
C. Tepat, Tepat, Tepat
D. tepat, Tidak Tepat, Tidak Tepat
E. Semua Jawaban Benar
6. Cermati pilihan kata yang digunakan dalam teks "Dampak Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Generasi Mendatang". Tentukan Benar atau Salah berdasarkan penggunaan kata baku dan tidak baku sesuai kontek penggunaannya!
A. Benar, Benar, Benar
B. Salah, Salah, Salah
C. Salah, Benar, Salah
D. Benar, Benar, Salah
E. Semua Jawaban Benar
7.Industri fast fashion memiliki beberapa dampak bagi lingkungan. Dari industri tersebut, apakah penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan? Tentukan pernyataan hubungan sebab akibat antar kalimat ya tepat berdasarkan teks tersebut! Jawaban benar lebih dari satu.
A. Penggunaan bahan kimia dalam produksi tekstil menyebabkan air tercemar dan turut memperbur krisis air bersih secara global.
B. Limbah tekstil yang tidak didaur ulang menjadi penyebab utama terjadinya degradasi lingkungan dan percepatan krisis iklim.
C. Polusi udara dari pembakaran pakaian terjadi karena meningkatnya permintaan terhadap fast fashion dan perubahan gaya hidup masyarakat.
D. Emisi karbon global meningkat karena tingginya produksi pakaian berbahan poliester dan rendah sistem pengelolaan limbah tekstil.
E. Mikroplastik dalam air laut berasal dari limbah domestik, termasuk detergen dan limbah rumah tangga lainnya, yang menjadi dampak tidak langsung fast fashion.
Kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 8-10.
Di sini aku makin merasa semua hal makin tidak masuk akal. Bahkan, baju-bajuku dipilihkan oleh perempuan muda itu. Aku memang bukan perempuan trendi yang mempunyai selera baju-baju yang keren. Bajuku lebih banyak jeans, kaus, dan kemeja. Ya, tapi, alangkah anehnya jika baju-bajuku saja dipilihkan oleh orang lain. Aku terlalu lelah untuk bertanya, kapan aku sampai di rumah yang dijanjikan itu. Aku tertidur di tengah mulusnya jalan tol yang kami lalui. Aku tidak ingat berapa lama kami sudah berkendara. Aku menoleh ke arloji, jam tiga pagi. Perempuan muda itu tiba-tiba memelankan lajunya dan membelok ke sebuah jalan kecil. Rumah penduduk tampak jarang di kawasan ini. Lebih banyak sawah atau ladang. Tiba-tiba perempuan itu menghentikan lajunya di sebuah rumah kecil, tetapi memiliki lahan yang cukup luas.
"Ini rumahku?" kataku bingung.
"Betul, Bu. Di sini tidak sesepi yang Ibu kira. Begitu subuh tiba, akan banyak yang lalu lalang." "Lalu apa yang bisa aku kerjakan di sini. Dulu aku bekerja di sebuah koran untuk mengedit tata bahasa. Apa yang bisa aku kerjakan di kota yang terpencil ini?"
"Jangan khawatir, Bu, negara akan menggaji ibu setiap bulan. Sangat cukup untuk hidup di desa ini. Ibu bisa bersantai-santai, sambil menikmati hidup."
Aku tersenyum kecut. "Bagaimana mungkin Mbak bisa membayangkan hidup Mbak tanpa pekerjaan. Itu sama saja dengan mati."
"Ibu bebas mengerjakan apa yang Ibu mau. Asal jangan mencampuri urusan negara. Ibu boleh berkebun, berjualan bunga, berjualan kerajinan, sembako, toko buku, atau apa pun. Kami bisa menyediakan modalnya. Kami hanya meminta Ibu tidak macam-macam. Tidak berkomentar yang aneh-aneh. Tidak menghasut warga desa."
Kalimat-kalimat itu membuat aku tercengang. Hidup macam apa yang disediakan oleh negara kepadaku ini. Inikah yang mereka sebut sebagai "selamat" sebagaimana ucapan laki-laki berkaus hitam. Selamat, tetapi tidak hidup. Dengusku putus asa.
Sumber: Ni Komang Ariani, "Mata-Mata di Kepala dalam Kompas.id, 2025
8. Tokoh utama dalam kutipan cerpen tersebut mendukung terwujudnya alur dan konflik cerita. Bagaimana simpulan karakter tokoh utama dalam kutipan cerpen tersebut?
Jawaban benar lebih dari satu.
A. Tokoh yang kritis karena mempertanyakan keadaan yang tidak wajar.
B. Tokoh yang merasa kebebasannya dirampas secara halus oleh negara.
C. Tokoh yang menunjukkan sikap pasrah dan menikmati hidup baru di desa.
D. Tokoh yang menunjukkan kesedihan meskipun harus menjalani hidup yang tidak ia kehendaki
E. Tokoh yang menunjukkan semangat terus berkarya di desa dengan berbagai usaha
9. Banyak peristiwa utama yang mendukung alur cerpen menjadi makin menarik. Peristiwa utama dalam cerpen yang menjadi titik balik cerita adalah....
A. Ketika tokoh utama tertidur di jalan tol dan terbangun saat mobil mulai masuk ke jalan kecil.
B. Ketika tokoh utama merasa tercengang dan mempertanyakan arti "selamat" yang dijanjikan negara.
C. Saat perempuan muda menjelaskan bahwa tokoh utama diberi gaji oleh negara untuk hidup di desa.
D. Saat tokoh utama diperingatkan untuk tidak mencampuri urusan negara dan tidak menghasut warga.
E. Ketika tokoh utama menyadari bahwa perempuan muda telah membelikan baju sesuai gaya lamanya.
10.Berdasarkan karakter tokoh utama dalam kutipan cerpen tersebut, kejadian apa yang mungkin dialami tokoh utama?
Tentukan Mungkin atau Tidak Mungkin untuk setiap pernyataan pada bagan!
A. Tidak Mungkin, Mungkin, Mungkin
B. Mungkin, Mungkin, Mungkin
C. Tidak Mungkin, Tidak mungkin, Tidak mungkin
D. Tidak Mungkin, Tidak Mungkin, Mungkin
E. Semua Jawaban Benar
