wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal TKA Geografi Fase F

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Wilayah pesisir utara Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Demak, mengalami abrasi parah yang diperburuk oleh penurunan permukaan tanah (subsiden) dan alih fungsi hutan mangrove menjadi tambak. Dampak paling kompleks dari fenomena ini terhadap karakteristik sosial ekonomi penduduk setempat adalah...

a)

Peningkatan hasil tangkapan laut karena perubahan ekosistem air payau.

b)

Hilangnya lahan pertanian dan permukiman, yang memicu migrasi penduduk secara massal.

c)

Peningkatan kunjungan wisatawan bahari karena terbentuknya laguna baru.

d)

Pertumbuhan industri perikanan darat yang signifikan karena luasan tambak.

e)

Perubahan pola mata pencaharian menjadi pekerja sektor jasa di kota terdekat.

2.

Daerah hulu sungai di suatu wilayah dataran tinggi banyak dialihfungsikan menjadi perkebunan sayur skala besar yang intensif. Dalam kurun waktu lima tahun, masyarakat di hilir sungai mulai sering mengalami banjir bandang dan kekurangan air saat musim kemarau. Konsep geografi yang paling tepat untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antara perubahan tata guna lahan di hulu dengan masalah di hilir adalah...

a)

Konsep Jarak, karena semakin jauh jarak, dampak masalah semakin besar.

b)

Konsep Aglomerasi, karena aktivitas pertanian terkonsentrasi di satu tempat.

c)

Konsep Keterkaitan Keruangan (Interdependensi), yang menunjukkan bahwa fenomena di satu tempat memengaruhi wilayah lain.

d)

Konsep Diferensiasi Area, karena hulu dan hilir memiliki karakteristik berbeda.

e)

Konsep Nilai Kegunaan, karena lahan perkebunan memiliki nilai ekonomi tinggi.

3.

Sebuah kota besar mencatat peningkatan kepadatan penduduk akibat urbanisasi. Data menunjukkan bahwa 70% pendatang baru berpendidikan rendah dan bekerja di sektor informal dengan upah harian. Kondisi ini secara fisik dan sosial memunculkan masalah utama berupa...

a)

Penurunan angka kriminalitas karena pengawasan sosial yang ketat.

b)

Ketersediaan infrastruktur kesehatan yang merata di semua kawasan.

c)

Perluasan permukiman kumuh di bantaran sungai atau lahan ilegal dan peningkatan beban layanan dasar.

d)

Keseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja formal dengan jumlah pencari kerja.

e)

Peningkatan kualitas sanitasi dan air bersih di kawasan padat penduduk.

4.

Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yang menyebabkan tingginya potensi bencana gempa bumi dan gunung api. Karakteristik fisik wilayah tersebut memiliki dampak positif bagi aktivitas sosial ekonomi, yaitu...

a)

Kemudahan pembangunan infrastruktur jalan tol di kawasan pegunungan.

b)

Kesuburan tanah vulkanik yang sangat mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan.

c)

Kestabilan struktur bangunan tinggi di wilayah perkotaan pesisir.

d)

Rendahnya curah hujan tahunan yang ideal untuk energi surya.

e)

Terbentuknya bentang lahan yang homogen sehingga memudahkan pembangunan.

5.

Sebuah desa di lereng gunung api memiliki kepadatan penduduk yang relatif rendah, tetapi memiliki tingkat migrasi keluar (emigrasi) yang tinggi, terutama usia produktif. Padahal, secara fisik lahan di desa tersebut sangat subur. Masalah sosial yang menjadi penyebab utama tingginya emigrasi tersebut kemungkinan besar adalah...

a)

Ketidakcocokan antara iklim dan jenis tanaman yang diusahakan.

b)

Dominasi lahan yang digunakan untuk permukiman dan bukan pertanian.

c)

Keterbatasan akses terhadap pasar, teknologi pertanian modern, dan peluang kerja non-pertanian.

d)

Tingginya risiko bencana erupsi gunung api yang mengancam keselamatan.

e)

Kualitas air tanah yang buruk akibat kandungan mineral vulkanik yang tinggi.

6.

Pemerintah Kota X berencana membangun infrastruktur transportasi massal (MRT) untuk mengurangi kemacetan. Rute yang diusulkan akan melewati kawasan permukiman padat dan situs sejarah. Pemanfaatan data geospasial yang paling efektif untuk memecahkan masalah ini adalah...

a)

Analisis peta curah hujan untuk menentukan jadwal konstruksi yang tepat.

b)

Overlay (tumpang susun) peta tata ruang, peta kepadatan penduduk, dan peta zonasi situs cagar budaya menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis).

c)

Survei lapangan langsung tanpa bantuan citra satelit untuk efisiensi biaya.

d)

Pengukuran topografi sederhana untuk memperkirakan biaya pembebasan lahan.

e)

Analisis data statistik migrasi penduduk untuk memprediksi pengguna MRT.

7.

Wilayah pedesaan di daerah karst (kapur) seringkali menghadapi masalah kelangkaan air permukaan karena air cepat meresap ke dalam tanah melalui celah dan gua. Untuk mengatasi masalah ini dalam jangka panjang, interaksi manusia dengan lingkungan fisik yang paling adaptif adalah...

a)

Membangun penampungan air hujan (embung) atau sumur resapan di celah batuan kapur untuk menahan laju air.

b)

Melakukan eksploitasi air tanah secara besar-besaran dengan sumur bor dalam.

c)

Mengubah mata pencaharian seluruh penduduk menjadi nelayan di wilayah pesisir.

8.

Dalam konteks daya dukung lingkungan, wilayah dengan kondisi fisik berbukit terjal dan curah hujan sangat tinggi memiliki keterbatasan utama. Jika penduduk di wilayah tersebut tetap memaksakan diri untuk bertani padi sawah dengan sistem terasering yang tidak ideal, maka masalah lingkungan yang akan muncul adalah...

a)

Peningkatan kadar garam pada air tanah yang merusak tanaman.

b)

Erosi tanah yang parah, tanah longsor, dan sedimentasi di sungai.

c)

Penurunan suhu udara ekstrem yang menyebabkan gagal panen.

d)

Peningkatan kelembaban udara yang mengganggu kesehatan.

e)

Pembentukan lapisan tanah aluvial yang sangat tebal dan subur.

9.

Data sensus menunjukkan bahwa di Provinsi Z, sebagian besar penduduk usia muda terkonsentrasi di ibu kota provinsi. Sementara itu, di kabupaten-kabupaten sekitarnya, proporsi penduduk usia tua jauh lebih besar dan laju pertumbuhan penduduk alami negatif. Masalah sosial yang paling mendesak untuk segera diselesaikan oleh pemerintah Provinsi Z terkait fenomena tersebut adalah...

a)

Pengendalian harga properti di kabupaten agar tidak terjadi inflasi.

b)

Penyiapan layanan dan fasilitas khusus untuk lansia (geriatri) dan peningkatan produktivitas di kabupaten.

c)

Pembangunan pabrik besar di setiap kabupaten untuk menarik migrasi masuk.

d)

Pemberian subsidi BBM di ibu kota provinsi untuk mengurangi beban hidup.

e)

Pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan di ibu kota.

10.

Sebuah kawasan hutan di lereng gunung yang berbatasan langsung dengan desa, sering mengalami kebakaran saat musim kemarau panjang akibat faktor alam (panas tinggi dan vegetasi kering) dan faktor sosial (pembukaan lahan ilegal). Strategi mitigasi bencana yang paling efektif dengan mengintegrasikan aspek fisik dan sosial adalah...

a)

Pembentukan masyarakat peduli api di tingkat desa dan membuat sekat bakar (fire break) di batas hutan.

b)

Pembangunan pos pemantau api di puncak gunung yang tidak dapat diakses warga.

c)

Melakukan penanaman kembali (reboisasi) dengan satu jenis tanaman homogen.

d)

Mengubah seluruh kawasan hutan menjadi area pertanian monokultur.

e)

Melarang seluruh penduduk desa beraktivitas di sekitar hutan sepanjang tahun.