wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Worksheet Desain Produk dan Kemasan

Total questions: 57

Worksheet time: 43mins

Name
Class
Date
1.

Dalam metodologi Design Thinking, tahapan di mana seorang desainer melakukan wawancara dan observasi mendalam untuk memahami kebutuhan, masalah, dan motivasi pengguna disebut sebagai...

a)

A. Ideate

b)

B. Empathize

c)

C. Prototype

d)

D. Test

2.

Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 1. Kemasan menggunakan bahan kedap udara (aluminium foil) untuk menjaga kerenyahan produk. Ini adalah penerapan aspek fungsional.

a)

Benar

b)

Salah

3.

Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 2. Desain kemasan menampilkan gambar singkong utuh dan pemandangan desa. Ini adalah penerapan aspek estetika untuk membangun citra produk.

a)

Benar

b)

Salah

4.

Indikator: Mengevaluasi umpan balik dari tahap pengujian untuk menentukan langkah perbaikan yang paling tepat dalam siklus pengembangan produk. Setelah melakukan pengujian prototipe sebuah kursi ergonomis, mayoritas pengguna mengeluh bahwa sandaran punggungnya terlalu tegak dan tidak nyaman. Berdasarkan prosedur pengembangan desain, langkah paling logis yang harus diambil tim desainer selanjutnya adalah...

a)

Segera meluncurkan produk ke pasar sambil berjanji akan ada perbaikan di versi berikutnya.

b)

Mengabaikan keluhan karena selera kenyamanan bersifat subjektif.

c)

Kembali ke tahap 'Ideate' dan 'Prototype' untuk mengeksplorasi dan membuat model baru sandaran punggung berdasarkan masukan pengguna.

d)

Fokus memperbaiki material bahan kursi karena mungkin itu penyebab ketidaknyamanan.

5.

Indikator: Merumuskan sebuah solusi desain inovatif ke dalam kerangka konsep desain berkelanjutan yang lebih luas. Sebuah startup ingin menciptakan solusi untuk mengurangi sampah plastik dari botol sabun cair. Alih-alih hanya mendesain botol dari plastik daur ulang, mereka merumuskan ide produk berupa sabun konsentrat dalam bentuk tablet yang bisa dilarutkan dalam air menggunakan botol kaca yang dapat dipakai ulang. Inovasi ini merupakan penerapan dari prinsip desain...

a)

User-Centered Design

b)

Circular Design (Desain Sirkular)

c)

Estetika Minimalis

d)

Ergonomis

6.

Indikator: Merumuskan pendekatan desain yang paling strategis untuk mengatasi berbagai tantangan kompleks dalam pengembangan produk. Sebagai seorang desainer produk, Anda dihadapkan pada berbagai tantangan. Jodohkan setiap tantangan desain berikut dengan pendekatan atau konsep desain yang paling relevan untuk menyelesaikannya.

a)

User-Centered Design

1.

Produk sering gagal di pasar karena tidak benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.

b)

Ergonomis

2.

Tingkat pengembalian produk tinggi karena pengguna bingung cara menggunakannya.

c)

Circular Design (Desain Sirkular)

3.

Produk sulit diproduksi massal secara efisien dan banyak cacat produksi.

7.

Komponen-komponen analisis kunci yang diperlukan untuk menciptakan desain produk yang inovatif dan berdaya saing adalah:

a)

Identifikasi kebutuhan pasar, analisis tren, evaluasi teknologi, dan penilaian kompetitor

b)

Pengumpulan data acak, penentuan harga, promosi produk, dan penetapan lokasi

c)

Pembuatan logo, pemilihan warna, penentuan nama produk, dan desain kemasan

d)

Penentuan anggaran, perekrutan staf, pembelian bahan baku, dan penjadwalan produksi

8.

Untuk menciptakan sebuah desain produk yang benar-benar inovatif dan memiliki keunggulan kompetitif, seorang wirausahawan harus mampu menganalisis dan mensintesis informasi dari berbagai aspek. Manakah di antara analisis berikut yang krusial dilakukan pada tahap awal pengembangan desain?

a)

Analisis laporan keuangan perusahaan tahun sebelumnya untuk menentukan anggaran.

b)

Analisis tren teknologi dan material terbaru yang dapat diaplikasikan.

c)

Analisis mendalam terhadap 'pain points' atau masalah yang belum terpecahkan oleh produk kompetitor.

d)

Analisis tren sosial-budaya untuk memahami perubahan perilaku dan aspirasi konsumen.

9.

Sebuah startup teknologi dengan dana terbatas ingin mengembangkan aplikasi mobile baru. Dalam prosedur pengembangan desain, langkah strategis pertama yang paling penting untuk memvalidasi ide dengan risiko dan biaya minimal adalah...

a)

Merancang dan meluncurkan Minimum Viable Product (MVP) dengan satu atau dua fitur inti.

b)

Membangun aplikasi versi lengkap dengan semua fitur yang direncanakan.

c)

Menyewa tim desainer dan developer dalam jumlah besar untuk mempercepat pengerjaan.

d)

Membuat kampanye pemasaran besar-besaran untuk mengukur minat pasar.

10.

Evaluasilah pernyataan berikut mengenai hubungan antara desain produk, inovasi, dan keberhasilan bisnis. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 1. Desain yang unggul tidak hanya tentang estetika, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik yang dapat menjadi keunggulan kompetitif utama.

a)

Benar

b)

Salah

11.

Prosedur pengembangan desain yang kaku dan tidak iteratif lebih efisien karena menghemat waktu dari proses pengujian berulang.

a)

Benar

b)

Salah

12.

Inovasi desain yang berhasil selalu bersifat radikal dan disruptif; perbaikan kecil dan bertahap (incremental) jarang memberikan dampak signifikan.

a)

Benar

b)

Salah

13.

Selain sebagai identitas produk, salah satu fungsi paling fundamental dari label pada kemasan produk pangan sesuai dengan peraturan Badan POM adalah...

a)

Menggunakan warna-warna cerah untuk menarik perhatian anak-anak.

b)

Menampilkan logo perusahaan sebesar mungkin untuk promosi.

c)

Mencantumkan slogan iklan yang paling persuasif.

d)

Menyediakan informasi komposisi bahan, nilai gizi, dan tanggal kedaluwarsa.

14.

Sebuah produk minuman kopi menargetkan kalangan pekerja muda (milenial dan gen Z) yang aktif dan peduli lingkungan. Desain kemasan yang paling sesuai untuk menerapkan strategi ini adalah...

a)

Sachet plastik sekali pakai dengan harga sangat murah.

b)

Karton tetra pak dengan gambar karakter kartun yang lucu dan berwarna-warni.

c)

Botol kaca besar dengan desain klasik dan gambar biji kopi tradisional.

d)

Kaleng aluminium dengan desain minimalis, tipografi modern, dan label '100% Recyclable'.

15.

Jodohkan setiap elemen pada desain kemasan sabun herbal berikut dengan tujuan psikologis yang ingin dicapainya.

a)

Penggunaan warna dominan hijau dan cokelat.

1.

Memberikan kesan alami dan ramah lingkungan

b)

Bentuk kemasan yang ramping dengan sudut melengkung.

2.

Memberikan kesan lembut dan mudah digunakan

c)

Tipografi tulisan tangan (handwritten) pada merek.

3.

Memberikan kesan personal dan dekat dengan konsumen

16.

Desain kemasan baru ini secara otomatis akan meningkatkan cita rasa sambal di dalamnya.

a)

True

b)

False

17.

Benar/Salah: Sebuah produk susu impor untuk bayi ditemukan tidak mencantumkan label komposisi dalam Bahasa Indonesia dan tidak memiliki sertifikasi Halal dari MUI, meskipun dijual bebas. Dari sudut pandang evaluasi desain kemasan dan label, pelanggaran paling serius yang terjadi adalah...

a)

A. Pelanggaran estetika karena desainnya tidak menarik.

b)

B. Pelanggaran aspek komunikatif dan legal karena tidak memenuhi standar informasi wajib dan sertifikasi untuk pasar Indonesia.

c)

C. Pelanggaran ekonomi karena harganya terlalu mahal.

d)

D. Pelanggaran fungsional karena kemasannya sulit dibuka.

18.

Dalam kegitan evaluasi desain kemasan refill (isi ulang) untuk produk sabun cair, manakah keuntungan strategis yang bisa diperoleh perusahaan?

a)

Membangun citra merek yang peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

b)

Meningkatkan loyalitas pelanggan dengan 'mengunci' mereka dalam ekosistem produk.

c)

Mengurangi biaya produksi dan logistik dalam jangka panjang.

d)

Menjamin produk tidak akan pernah bisa ditiru oleh kompetitor.

19.

Indikator: Merancang prioritas perubahan pada label kemasan sebagai respon terhadap perubahan tren dan perilaku konsumen. Di tengah tren kesadaran kesehatan, sebuah perusahaan biskuit gandum ingin merevisi desain kemasan lama mereka. Untuk membangun kepercayaan konsumen, perubahan pada label yang paling krusial untuk dievaluasi dan ditonjolkan adalah...

a)

Menggunakan foto model terkenal sebagai bintang iklan di kemasan.

b)

Memperbesar ukuran logo perusahaan di bagian depan.

c)

Menerapkan desain 'clean label' dengan menyoroti informasi kunci seperti 'Tinggi Serat', 'Gula 50% Lebih Rendah', dan 'Tanpa Pengawet'.

d)

Mengganti warna kemasan menjadi lebih cerah dan mencolok.

20.

Saat mengevaluasi desain kemasan produk untuk pasar ekspor ke Uni Eropa, aspek-aspek legal dan kultural apa saja yang harus dianalisis secara mendalam?

a)

Kesesuaian desain dengan selera estetika pribadi direktur perusahaan.

b)

Kewajiban penggunaan material kemasan yang dapat didaur ulang sesuai regulasi lingkungan setempat.

c)

Penggunaan simbol atau gambar yang mungkin memiliki makna negatif atau menyinggung dalam budaya lokal.

d)

Kepatuhan terhadap standar pelabelan bahan alergen yang berlaku di Uni Eropa.

21.

Apa tujuan utama dari pembuatan prototype dalam siklus pengembangan produk?

a)

Menghabiskan sisa anggaran proyek.

b)

Membuat materi iklan sebelum produk jadi.

c)

Menguji dan memvalidasi ide dengan risiko dan biaya minimal.

d)

Langsung menjualnya kepada investor.

22.

Indikator: Menerapkan pemilihan jenis prototype yang sesuai dengan tujuan pengujian spesifik. Sebuah tim ingin menguji alur pengguna (user flow) dasar dari sebuah aplikasi mobile dengan cepat. Prototype jenis apa yang paling efisien untuk diterapkan pada tahap ini?

a)

A. Paper prototype atau wireframe digital non-interaktif.

b)

B. Model 3D yang dicetak dari produk fisik.

c)

C. Prototype high-fidelity yang interaktif dengan desain visual akhir.

d)

D. Prototype fungsional yang sudah terhubung dengan database server.

23.

Indikator: Mengklasifikasikan berbagai metode prototipe berdasarkan karakteristik dan kegunaannya. Pengujian spesifik Jodohkan metode pembuatan prototipe berikut dengan deskripsi yang paling tepat.

a)

Wireframe

1.

Representasi visual sederhana dari tata letak antarmuka pengguna.

b)

3D Printing (Pencetakan 3D)

2.

Proses pembuatan prototipe fisik menggunakan teknologi cetak tiga dimensi.

c)

Mockup

3.

Model visual yang lebih detail dan realistis dari produk akhir.

24.

Indikator: Menganalisis data kualitatif dari pengujian prototipe untuk menarik kesimpulan yang valid. Pengujian spesifik Setelah menguji prototipe termos pintar, tim pengembang menemukan bahwa 8 dari 10 pengguna merasa tombolnya terlalu kecil. Evaluasilah kesimpulan berikut. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 1. Data ini tidak valid karena hanya berasal dari 10 orang dan harus diabaikan.

a)

Benar

b)

Salah

25.

Indikator: Menganalisis data kualitatif dari pengujian prototipe untuk menarik kesimpulan yang valid. Pengujian spesifik Setelah menguji prototipe termos pintar, tim pengembang menemukan bahwa 8 dari 10 pengguna merasa tombolnya terlalu kecil. Evaluasilah kesimpulan berikut. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 2. Masalah ini menunjukkan adanya kelemahan signifikan dalam aspek ergonomi dan usability desain.

a)

Benar

b)

Salah

26.

Indikator: Menganalisis data kualitatif dari pengujian prototipe untuk menarik kesimpulan yang valid. Pengujian spesifik Setelah menguji prototipe termos pintar, tim pengembang menemukan bahwa 8 dari 10 pengguna merasa tombolnya terlalu kecil. Evaluasilah kesimpulan berikut. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 3. Solusi yang harus segera diambil adalah mengganti material tombol menjadi lebih premium.

a)

Benar

b)

Salah

27.

Indikator: Mengevaluasi berbagai argumen untuk memilih justifikasi yang paling strategis dalam penerapan prototipe. Saat mengevaluasi urgensi pembuatan prototipe untuk sebuah produk furnitur inovatif, argumen manakah yang paling kuat untuk meyakinkan manajemen agar menyetujui biayanya?

a)

Prototipe akan membuat produk kita terlihat lebih canggih di pameran dagang.

b)

Dengan prototipe, kita dapat mengidentifikasi kelemahan desain dan potensi kegagalan struktur *sebelum* menghabiskan miliaran untuk cetakan produksi massal.

c)

Kita bisa menggunakan prototipe untuk membuat konten media sosial yang menarik.

d)

Prototipe memungkinkan tim desainer untuk mengekspresikan kreativitas mereka sepenuhnya.

28.

Merancang keputusan pengembangan produk melibatkan evaluasi trade-off antara fitur, daya tahan, dan kebutuhan spesifik target pasar. Apa tujuan utama dari proses ini?

a)

Menyesuaikan produk dengan kebutuhan target pasar

b)

Meningkatkan biaya produksi tanpa pertimbangan

c)

Mengabaikan daya tahan produk

d)

Memaksimalkan jumlah fitur tanpa memperhatikan kebutuhan

29.

Sebuah perusahaan ingin membuat botol minum pintar. Tim A mengajukan prototipe dengan fitur sensor suhu canggih dan koneksi Bluetooth, namun baterainya hanya tahan 8 jam. Tim B mengajukan prototipe dengan fitur pengingat minum berbasis LED sederhana, tanpa Bluetooth, namun baterai tahan 1 bulan. Jika target pasar utama adalah pendaki gunung yang jarang mengakses listrik, keputusan pengembangan manakah yang paling strategis?

a)

Mengembangkan prototipe Tim A karena fiturnya lebih canggih dan inovatif.

b)

Menggabungkan semua fitur dari Tim A dan Tim B menjadi satu produk super.

c)

Menunda proyek karena kedua prototipe memiliki kelemahan.

d)

Mengembangkan prototipe Tim B karena daya tahan baterai adalah fitur paling krusial yang menjawab 'pain point' utama target pasar.

30.

Manakah dari berikut ini yang merupakan metrik evaluasi komprehensif untuk memvalidasi keberhasilan prototipe produk anak?

a)

Tingkat keterlibatan pengguna anak terhadap prototipe

b)

Jumlah dana yang diinvestasikan dalam pengembangan produk

c)

Waktu yang dihabiskan tim dalam proses desain

d)

Jumlah fitur yang ditambahkan tanpa evaluasi

31.

Untuk memvalidasi prototipe akhir sebuah mainan edukasi anak sebelum diproduksi massal, metrik keberhasilan apa saja yang paling penting untuk diukur? (Pilih lebih dari satu jawaban)

a)

Opini orang tua mengenai harga jual yang mereka bersedia bayarkan.

b)

Uji keamanan: apakah ada bagian kecil yang mudah lepas atau sudut tajam yang berbahaya.

c)

Tingkat pemahaman: apakah anak-anak mengerti cara memainkannya tanpa perlu banyak instruksi dari orang tua.

d)

Tingkat keterlibatan (engagement time): berapa lama anak-anak bermain dengan prototipe tanpa merasa bosan.

32.

Evaluasilah pernyataan-pernyataan berikut mengenai peran prototipe dalam kewirausahaan. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 1. Prototipe yang fungsional adalah alat yang jauh lebih persuasif untuk meyakinkan investor daripada sekadar presentasi Powerpoint.

a)

Benar

b)

Salah

33.

Evaluasilah pernyataan-pernyataan berikut mengenai peran prototipe dalam kewirausahaan. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 2. Proses pembuatan prototipe seringkali memunculkan masalah tak terduga yang memaksa wirausahawan untuk berinovasi dan menemukan solusi kreatif.

a)

Benar

b)

Salah

34.

Evaluasilah pernyataan-pernyataan berikut mengenai peran prototipe dalam kewirausahaan. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 3. Setelah prototipe pertama berhasil dibuat, proses pengembangan produk dianggap selesai.

a)

Benar

b)

Salah

35.

Dalam konteks biaya produksi, 'biaya variabel' adalah biaya yang...

a)

berubah sesuai dengan jumlah produksi

b)

tetap meskipun jumlah produksi berubah

c)

hanya muncul saat produksi dihentikan

d)

berhubungan dengan biaya tetap perusahaan

36.

Indikator: Menerapkan rumus perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) per unit. Sebuah usaha katering memproduksi 100 boks nasi dengan total biaya bahan baku Rp 1.000.000, biaya tenaga kerja langsung Rp 500.000, dan biaya overhead pabrik (listrik, air, gas) Rp 300.000. Berapakah Harga Pokok Produksi (HPP) per boks nasi?

a)

A. Rp 13.000

b)

B. Rp 15.000

c)

C. Rp 10.000

d)

D. Rp 18.000

37.

Indikator: Mengklasifikasikan berbagai jenis pengeluaran ke dalam kategori biaya produksi yang benar. Sebuah usaha konveksi memiliki berbagai jenis pengeluaran. Jodohkan setiap contoh biaya berikut dengan kategori yang paling tepat.

a)

Biaya bahan baku

1.

Biaya pembelian kain dan benang

b)

Biaya tenaga kerja tidak langsung

2.

Gaji bulanan manajer produksi

c)

Biaya tetap

3.

Biaya sewa gedung pabrik per tahun

d)

Biaya tetap

4.

Sewa pabrik

38.

Evaluasi dampak pembelian mesin cetak baru yang lebih cepat terhadap struktur biaya perusahaan percetakan. Apa kemungkinan perubahan yang terjadi pada komponen biaya tetap dan biaya variabel?

a)

Biaya tetap meningkat, biaya variabel menurun

b)

Biaya tetap menurun, biaya variabel meningkat

c)

Biaya tetap dan biaya variabel sama-sama menurun

d)

Biaya tetap dan biaya variabel sama-sama meningkat

39.

Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 1. Biaya tetap perusahaan kemungkinan akan meningkat karena adanya biaya penyusutan mesin baru.

a)

Benar

b)

Salah

40.

Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 2. Biaya variabel per unit (misalnya, tinta dan kertas per lembar) akan meningkat karena mesinnya lebih canggih.

a)

Benar

b)

Salah

41.

Dalam jangka panjang, biaya tenaga kerja langsung per unit bisa menurun karena efisiensi waktu produksi.

a)

Benar

b)

Salah

42.

Indikator: Menganalisis situasi bisnis untuk menentukan pendekatan perencanaan produksi yang paling sesuai dan efisien. Sebuah startup kuliner dengan modal terbatas ingin meluncurkan produk makanan beku. Metode perencanaan produksi yang paling bijaksana untuk diterapkan pada fase awal adalah...

a)

Produksi massal sebanyak mungkin untuk menekan HPP.

b)

Fokus pada produksi berdasarkan perkiraan (forecast) penjualan untuk satu tahun ke depan.

c)

Menyewa pabrik besar dan beroperasi 24 jam.

d)

Sistem *Just-In-Time* (JIT), memproduksi hanya saat ada pesanan untuk menghindari biaya penyimpanan.

43.

Indikator: Menganalisis faktor-faktor non-produksi yang krusial dalam menentukan harga jual produk. Dalam menentukan harga jual sebuah produk, seorang wirausahawan telah menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) sebesar Rp 20.000 per unit. Faktor-faktor apa lagi yang harus ia analisis sebelum menetapkan harga jual akhir? (Pilih lebih dari satu jawaban)

a)

Harga jual produk kompetitor.

b)

Biaya pemasaran dan distribusi.

c)

Margin keuntungan yang diinginkan.

d)

Warna favorit pemilik perusahaan.

44.

Sebuah pabrik sepatu menghadapi kenaikan harga bahan baku kulit sebesar 20%. Untuk menjaga harga jual tetap kompetitif tanpa mengurangi kualitas secara drastis, strategi perencanaan produksi yang paling inovatif adalah...

a)

Mengganti seluruh bahan dengan kulit sintetis kualitas rendah.

b)

Menaikkan harga jual produk sebesar 20% untuk membebankan kenaikan biaya ke konsumen.

c)

Menghentikan produksi hingga harga bahan baku turun kembali.

d)

Melakukan *process re-engineering*: menganalisis pola potong untuk meminimalkan limbah (waste) kulit dan menegosiasikan kontrak pembelian jangka panjang dengan pemasok.

45.

Anda adalah seorang konsultan produksi. Jodohkan setiap masalah perencanaan produksi berikut dengan solusi strategis yang paling tepat.

a)

Manajemen bahan baku

1.

Kualitas produk akhir tidak konsisten.

b)

Manajemen bahan baku

2.

Proses produksi sering terhambat karena menunggu bahan baku datang.

c)

Manajemen bahan baku

3.

Biaya produksi per unit lebih tinggi dibandingkan kompetitor.

46.

Saat merancang jadwal produksi induk (Master Production Schedule - MPS) untuk produk musiman seperti jas hujan, data dan analisis apa saja yang harus diintegrasikan?

a)

Perkiraan cuaca jangka menengah dari lembaga meteorologi.

b)

Kapasitas produksi maksimal dari mesin dan tenaga kerja yang ada.

c)

Jadwal liburan pribadi kepala bagian produksi.

d)

Data historis penjualan jas hujan dari tahun-tahun sebelumnya.

47.

Evaluasilah pernyataan-pernyataan berikut mengenai Break-Even Point (BEP) dalam perencanaan produksi. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 1. Analisis BEP membantu wirausahawan menentukan jumlah minimum produk yang harus terjual agar tidak rugi.

a)

True

b)

False

48.

Evaluasilah pernyataan-pernyataan berikut mengenai Break-Even Point (BEP) dalam perencanaan produksi. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 2. Jika perusahaan berhasil menjual produk di atas titik BEP, maka perusahaan tersebut mulai menghasilkan keuntungan.

a)

True

b)

False

49.

Evaluasilah pernyataan-pernyataan berikut mengenai Break-Even Point (BEP) dalam perencanaan produksi. Menurunkan biaya tetap akan menyebabkan titik BEP menjadi lebih tinggi (lebih sulit dicapai).

a)

True

b)

False

50.

Indikator: Menerapkan konsep jenis proses produksi pada studi kasus bisnis spesifik. Sebuah butik yang menerima pesanan gaun pengantin custom sesuai permintaan unik setiap pelanggan menerapkan jenis proses produksi...

a)

Continuous Production (Produksi Berkelanjutan)

b)

Mass Production (Produksi Massal)

c)

Batch Production (Produksi Batch)

d)

Job Shop Production (Produksi Pesanan Khusus)

51.

Indikator: Mengaplikasikan urutan logis dari kegiatan-kegiatan dalam tahapan proses produksi. Sebagai seorang manajer produksi, Anda harus memastikan setiap tahapan berjalan lancar. Jodohkan setiap kegiatan berikut dengan tahapan proses produksi yang tepat.

a)

Suku Cadang Mesin

1.

Memastikan semua bahan baku dan mesin siap digunakan

b)

Barang setengah jadi atau barang jadi

2.

Mengubah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi

c)

Standar kualitas yang ditetapkan

3.

Memeriksa kesesuaian produk jadi dengan standar kualitas yang ditetapkan

52.

Indikator: Menentukan jenis proses produksi yang paling efisien berdasarkan volume dan variasi produk. Sebuah pabrik roti memproduksi 5 jenis roti yang berbeda. Setiap pagi, mereka memproduksi 200 buah roti untuk setiap jenisnya. Proses produksi yang paling efisien untuk skenario ini adalah...

a)

Project-Based Production

b)

Job Shop Production

c)

Batch Production

d)

Mass Production

53.

Indikator: Menganalisis sebuah masalah dalam alur produksi untuk mengidentifikasi penyebab dan dampaknya. Sebuah lini perakitan mainan mobil-mobilan mengalami penumpukan pekerjaan di stasiun pemasangan roda, yang menyebabkan seluruh proses produksi melambat. Evaluasilah pernyataan berikut terkait situasi ini. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 2. Solusi terbaik adalah dengan menambah jumlah pekerja di stasiun pengecatan.

a)

Benar

b)

Salah

54.

Indikator: Menganalisis sebuah masalah dalam alur produksi untuk mengidentifikasi penyebab dan dampaknya. Sebuah lini perakitan mainan mobil-mobilan mengalami penumpukan pekerjaan di stasiun pemasangan roda, yang menyebabkan seluruh proses produksi melambat. Evaluasilah pernyataan berikut terkait situasi ini. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. 3. Dampak dari masalah ini adalah penurunan output produksi secara keseluruhan dan peningkatan waktu tunggu.

a)

Benar

b)

Salah

55.

Indikator: Mengevaluasi kelemahan fundamental dari sebuah metodologi proses produksi. Manakah yang merupakan evaluasi paling akurat mengenai kelemahan utama dari sistem produksi Just-In-Time (JIT)?

a)

A. Sangat rentan terhadap gangguan dalam rantai pasok (misalnya, keterlambatan pengiriman bahan baku).

b)

B. Membutuhkan biaya penyimpanan inventori yang sangat besar.

c)

C. Tidak cocok untuk perusahaan yang ingin mengurangi pemborosan.

d)

D. Menghasilkan produk dengan kualitas yang tidak konsisten.

56.

Indikator: Merancang perubahan strategis pada proses produksi untuk mencapai tujuan bisnis yang spesifik (agile/fast fashion). Sebuah perusahaan garmen ingin bertransformasi menuju model fast fashion yang mampu merespons tren pasar dalam hitungan minggu. Perubahan paling fundamental yang harus dirancang dalam proses produksinya adalah...

a)

Mengganti semua mesin jahit dengan model terbaru yang paling mahal.

b)

Membangun gudang yang sangat besar untuk menyimpan semua jenis kain.

c)

Mengadopsi sistem produksi yang fleksibel dan modular, dengan siklus perencanaan yang pendek dan rantai pasok yang sangat responsif.

d)

Hanya memproduksi satu jenis pakaian saja untuk mempercepat proses.

57.

Indikator: Merumuskan pemilihan metodologi perbaikan proses yang paling sesuai untuk mengatasi masalah produksi yang spesifik. Anda adalah seorang insinyur proses. Jodohkan setiap tujuan peningkatan proses produksi berikut dengan metodologi yang paling tepat untuk mencapainya.

a)

Six Sigma

1.

Mengurangi tingkat cacat produk hingga mendekati nol

b)

Lean Manufacturing

2.

Mengidentifikasi dan menghilangkan aktivitas yang tidak memberi nilai tambah

c)

Theory of Constraints

3.

Mengatasi satu titik hambat (bottleneck)