Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PTS-BAB2-XII

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Pancasila dicirikan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan dan efisiensi berkeadilan. Sementara itu, kapitalisme mementingkan hak milik perseorangan dan persaingan bebas. Situasi: Sebuah negara menghadapi krisis pangan di mana harga kebutuhan pokok melambung tinggi akibat penimbunan oleh segelintir korporasi besar. Tindakan yang paling konsisten dengan nilai-nilai Pancasila untuk mengatasi situasi ini adalah:

a)

A. Negara mengambil alih seluruh aset korporasi tersebut dan membagi rata hasilnya kepada masyarakat miskin.

b)

B. Negara membiarkan mekanisme pasar bekerja, menunggu hingga korporasi melepaskan stoknya karena kelebihan pasokan.

c)

C. Negara menetapkan harga eceran tertinggi (HET) dan memberikan subsidi kepada petani kecil untuk memastikan ketersediaan pangan yang adil.

d)

D. Setiap individu didorong untuk bercocok tanam sendiri sebagai bentuk kemandirian ekonomi.

e)

E. Negara menghukum berat korporasi dan menyerahkan pengelolaan harga sepenuhnya kepada individu.

2.

Indonesia memiliki peluang Bonus Demografi (populasi usia produktif lebih besar) hingga tahun 2040. Namun, di saat yang sama, Human Capital Index (HCI) Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara ASEAN lainnya. Kesimpulan evaluatif yang paling tepat dari data tersebut adalah:

a)

Bonus demografi otomatis akan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi ke-7 dunia pada tahun 2030 tanpa perlu intervensi lebih lanjut.

b)

Rendahnya HCI membatalkan peluang bonus demografi, sehingga Indonesia pasti akan gagal memanfaatkan periode emas tersebut.

c)

Bonus demografi merupakan potensi besar, tetapi rendahnya HCI menjadi kelemahan internal yang berpotensi mengubah peluang menjadi ancaman.

d)

Indonesia harus fokus menarik investasi asing untuk menggantikan peran tenaga kerja lokal yang kualitasnya rendah.

e)

HCI hanya relevan bagi negara maju, tidak memengaruhi keberhasilan Indonesia di era globalisasi.

3.

Pernyataan yang paling mencerminkan penerapan Pancasila sebagai modal diplomasi global berdasarkan kekuatan geografis dan karakter bangsa Indonesia adalah:

a)

Indonesia harus menutup diri dari pengaruh asing untuk menjaga kemurnian budaya lokal.

b)

Indonesia berperan aktif menjadi juru damai (peace maker) di kawasan konflik, menengahi pertentangan kepentingan global dengan pendekatan kekeluargaan.

c)

Indonesia hanya fokus pada perdagangan maritim tanpa terlibat dalam isu-isu politik internasional.

d)

Indonesia memanfaatkan letak geografisnya untuk menjadi basis militer bagi negara adidaya.

e)

Indonesia menjadikan sikap ramah-tamah sebagai alasan untuk selalu mengikuti kehendak bangsa lain.

4.

Strategi yang paling tepat untuk memanfaatkan kekuatan kebinekaan bangsa Indonesia sebagai peluang global, strategi paling efektif adalah:

a)

Menyeragamkan seluruh produk hukum adat menjadi hukum nasional tunggal.

b)

Menggunakan keragaman budaya sebagai komoditas pariwisata semata tanpa upaya pelestarian mendalam.

c)

Menjadikan Indonesia sebagai pusat studi dan laboratorium hidup praktik kerukunan antarbudaya dan antarkeyakinan dunia.

d)

Mendorong setiap suku untuk hidup secara eksklusif agar keasliannya terjaga.

e)

Mengurangi interaksi antarbudaya untuk meminimalkan potensi konflik sosial.

5.

Strategi paling tepat yang dapat dilakukan Indonesia untuk menjadikan SDA (Sumber Daya Alam) ini sebagai peluang penerapan Pancasila di kancah global (terkait Sila ke-5) adalah:

a)

Mempercepat ekspor hasil hutan untuk meningkatkan devisa negara dalam jangka pendek.

b)

Meminta kompensasi finansial besar dari negara maju tanpa disertai komitmen pelestarian hutan yang ketat.

c)

Mengelola hutan secara berkelanjutan dan menawarkan model 'ekonomi hijau' sebagai kontribusi nyata Indonesia terhadap keadilan ekologis global.

d)

Melarang sama sekali pemanfaatan hasil hutan, termasuk untuk kepentingan masyarakat adat.

6.

Peran Internasional Indonesia Indonesia memiliki peran aktif di kancah global, seperti menjadi Ketua G20 (2022) dan Ketua ASEAN (2023). Manfaat strategis utama yang dapat diperoleh Indonesia dalam konteks penerapan nilai Pancasila dari peran-peran tersebut adalah:

a)

Memperkuat posisi untuk mendikte kebijakan ekonomi negara-negara maju.

b)

Mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan nilai-nilai gotong royong dan musyawarah sebagai solusi konflik global.

c)

Menghapuskan ideologi-ideologi lain seperti kapitalisme dan komunisme dari pergaulan internasional.

d)

Hanya fokus pada peningkatan sektor pariwisata sebagai etalase budaya.

e)

Mendapatkan pinjaman dana tanpa batas dari lembaga keuangan internasional.

7.

Pemanfaatan Kemajuan Teknologi Informasi (IT) Kemajuan IT adalah peluang eksternal yang dapat memberikan dampak positif, yaitu terbukanya wawasan masyarakat Indonesia terhadap ilmu pengetahuan dan keterampilan penting. Agar peluang ini tidak berbalik menjadi ancaman (seperti penyebaran radikalisme), tindakan preventif yang harus diprioritaskan (Sila ke-4 dan ke-5) adalah:

a)

Membatasi akses internet secara total untuk mencegah masuknya ideologi asing.

b)

Mendorong peningkatan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis masyarakat dalam memilah informasi.

c)

Mengembangkan undang-undang yang melarang semua bentuk ekspresi asing di media sosial.

d)

Menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab penyaringan informasi kepada penyedia layanan internet global.

8.

Kelemahan Sumber Daya Manusia (SDM) Pasar kerja Indonesia masih didominasi pekerja berkeahlian rendah, menunjukkan adanya gap antara kebutuhan pasar dengan tenaga kerja yang tersedia. Jika Indonesia tetap mengandalkan pendekatan pembangunan yang terpusat di Jawa (kelemahan pembangunan tidak merata) sambil mengabaikan kualitas SDM, konsekuensi paling parah yang akan terjadi saat Bonus Demografi berakhir adalah:

a)

Peningkatan jumlah TKI ke luar negeri karena kurangnya lapangan kerja.

b)

Indonesia mengalami kerugian besar karena usia produktif menjadi beban negara (dependency ratio).

c)

Angka harapan hidup warga negara menurun drastis.

d)

Korupsi dan pungutan liar akan semakin merajalela.

e)

Industri pariwisata Indonesia akan mengalami kebangkrutan.

9.

Jika ditinjau dari prinsip Demokrasi Ekonomi Pancasila, fokus utama reformasi kebijakan yang harus dilakukan pemerintah (selain penegakan hukum) adalah:

a)

Mewajibkan 1% orang terkaya untuk membagi asetnya secara sukarela.

b)

Mendorong penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan melalui pembangunan di luar Jawa yang berbasis potensi lokal.

c)

Membiarkan persaingan bebas berjalan tanpa intervensi negara.

d)

Mengubah sistem perpajakan menjadi hanya memungut pajak dari masyarakat berpendapatan rendah.

e)

Menghapus semua program bantuan sosial dan subsidi pemerintah.

10.

Jika korupsi dan pungli adalah penyakit sosial yang paling merusak nilai Pancasila (Sila ke-5), tindakan yang paling mendasar untuk mengatasinya adalah:

a)

Memberikan sanksi denda yang besar kepada pelaku tanpa perlu rehabilitasi.

b)

Menekankan pendidikan antikorupsi sejak dini yang berakar pada nilai-nilai ketuhanan (Sila 1) dan kemanusiaan (Sila 2).

c)

Melakukan penutupan permanen pada instansi pemerintah yang paling banyak dilaporkan.

d)

Mengganti semua pejabat yang bertugas di instansi yang rawan pungli.

e)

Mengizinkan praktik pungli dengan batas nominal yang wajar untuk menyejahterakan pegawai.

11.

Globalisasi menyebabkan penyeragaman budaya, di mana budaya asing populer mengikis kebanggaan terhadap budaya sendiri. Sikap seorang pelajar Pancasila yang paling tepat untuk menghadapi tantangan ini (Sila ke-3) adalah:

a)

Menolak semua produk budaya asing dan mengisolasi diri.

b)

Meniru seluruh gaya hidup dan bahasa asing tanpa filter.

c)

Mengonsumsi budaya asing secara selektif, sambil aktif mempelajari, melestarikan, dan mempromosikan budaya lokal melalui media digital.

d)

Menyalahkan negara asing atas masuknya budaya mereka.

e)

Mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia untuk semua interaksi sosial.

12.

Fundamentalisme pasar menghendaki peran negara yang sesedikit mungkin dalam pengaturan ekonomi. Mengapa pandangan ini bertentangan dengan Pancasila, terutama Sila ke-5?

a)

Karena negara harus memiliki kewenangan penuh untuk menguasai dan mengelola seluruh alat produksi.

b)

Karena negara dalam Pancasila memiliki kewajiban untuk mengatur mekanisme pasar demi mewujudkan Keadilan Sosial dan mencegah eksploitasi.

c)

Karena Pancasila menentang segala bentuk transaksi jual-beli.

d)

Karena peran negara harus dibatasi hanya pada sektor pertahanan dan keamanan.

e)

Karena Pancasila mendukung persaingan bebas tanpa campur tangan negara

13.

Untuk meningkatkan Human Capital Index (HCI), Indonesia harus meningkatkan kualitas SDM. Program pendidikan yang paling sejalan dengan nilai-nilai Pancasila untuk mempersiapkan SDM menghadapi tantangan global (Radikalisme, Individualisme) adalah:

a)

Pendidikan yang hanya berfokus pada penguasaan teknologi tanpa menyinggung moralitas.

b)

Pendidikan yang mengutamakan kompetisi individu untuk mencapai hasil tertinggi.

c)

Pendidikan yang menekankan pada penguatan literasi digital, etika, dan kompetensi multikultural berbasis gotong royong dan kemanusiaan.

d)

Pendidikan yang melarang siswa untuk berinteraksi dengan wawasan dari luar negeri.

e)

Pendidikan yang hanya mengajarkan nilai-nilai ekonomi dan pasar.

14.

Kemajuan teknologi informasi membawa ancaman atas kedaulatan data pribadi warga negara yang dieksploitasi untuk kepentingan tertentu. Jika dikaitkan dengan Sila Keempat (Permusyawaratan/Perwakilan) dan Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab), langkah yang paling urgen untuk menjawab tantangan ini adalah:

a)

Mendorong setiap individu untuk menolak menggunakan media sosial.

b)

Pemerintah wajib meningkatkan keamanan siber dan menetapkan regulasi perlindungan data pribadi (UU) yang disepakati oleh perwakilan rakyat.

c)

Menggunakan data tersebut untuk kepentingan militer dan pertahanan negara.

d)

Mengajarkan warga negara untuk menggunakan identitas palsu saat berinteraksi daring.

e)

Menyalahkan teknologi karena telah menciptakan masalah privasi.

15.

Pembangunan yang terkonsentrasi di Jawa (58,48% PDB Nasional) merupakan kelemahan internal Indonesia. Penerapan Sila Kelima Pancasila secara konsekuen mengharuskan pemerintah melakukan:

a)

Menghapus semua program pembangunan infrastruktur di luar Jawa.

b)

Memberikan diskon pajak besar-besaran bagi perusahaan yang mau berinvestasi di Jawa

c)

Mendorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi dengan mengembangkan pusat-pusat ekonomi baru berbasis potensi lokal di luar Jawa

d)

Mengabaikan kontribusi PDB di luar Jawa karena dianggap tidak signifikan

e)

Membatasi jumlah penduduk di Jawa untuk mengurangi konsentrasi ekonomi

16.

Kasus intoleransi sering terjadi di lingkungan sekolah (misalnya, pemaksaan keyakinan atau perundungan). Solusi paling efektif untuk meminimalkan hal ini adalah:

a)

Menciptakan kurikulum yang seragam di semua sekolah.

b)

Melarang semua diskusi mengenai perbedaan agama atau keyakinan.

c)

Mendorong Dialog Cerdas yang mendukung keberagaman, menumbuhkan sikap Menghargai Pendirian Orang Lain, dan menindak tegas pemaksaan kehendak.

d)

Mewajibkan semua siswa mengikuti satu kegiatan keagamaan yang sama.

e)

Mengisolasi siswa yang berbeda agama agar tidak menimbulkan gesekan.

17.

Seorang individu mendirikan usaha di atas fasilitas umum (trotoar/jalur hijau) dengan alasan Kebebasan Individu untuk mencari nafkah (Individualisme). Usaha tersebut mengganggu ketertiban umum. Negara tampak lemah menindak karena khawatir dituduh Pelanggaran HAM. Solusi Pemecahan Masalah yang paling mencerminkan keseimbangan Pancasila (Sila ke-2 dan ke-5) adalah:

a)

Menghukum individu tersebut tanpa memberikan solusi mata pencaharian alternatif.

b)

Negara membiarkan individu tersebut beroperasi karena kepentingan individu lebih penting.

c)

Negara harus menindak penyerobotan fasilitas umum demi kepentingan bersama, namun simultan memberikan tempat relokasi yang adil dan memadai bagi individu tersebut.

18.

Diplomasi Budaya Global Indonesia ingin meningkatkan citra positif sebagai “a smiling nation” di tengah tantangan Citra Negatif (stereotip terbelakang dan miskin) dan Penyeragaman Budaya asing. Strategi jangka panjang paling efektif yang harus diusung dalam diplomasi publik (Sila ke-3) adalah:

a)

Melarang semua media asing menyiarkan berita buruk tentang Indonesia.

b)

Fokus pada prestasi olahraga dan militer yang membanggakan.

c)

Membangun dan mempromosikan citra bangsa yang Gigih, Damai, dan Inovatif melalui Ekonomi Kreatif dan Produk Budaya Lokal yang berkualitas internasional.

d)

Hanya mengundang wisatawan dari negara-negara maju untuk menjaga citra.

e)

Mencetak banyak uang untuk menunjukkan bahwa Indonesia tidak miskin.

19.

Masifnya teknologi informasi memfasilitasi masuknya ideologi luar (radikalisme, konsumerisme) yang berefek pada pola pikir eksklusif dan perilaku destruktif. Sebagai bagian dari komponen bangsa, langkah nyata yang dapat dilakukan oleh generasi muda Pancasila untuk melawan ancaman ini (Sila ke-1, 3, dan 4) adalah:

a)

Menghapus akun media sosial secara serentak.

b)

Menyebarkan konten yang hanya berisi kritik terhadap ideologi asing.

c)

Secara proaktif membuat dan menyebarkan konten yang mempromosikan Toleransi, Nilai-nilai Kebangsaan, dan Gotong Royong secara kreatif dan menarik.

d)

Meminta semua platform media sosial untuk memblokir akun-akun yang dicurigai.

e)

Mengajukan protes kepada pemerintah negara asal ideologi tersebut.

20.

Pemanfaatan Peluang Ekonomi vs. Pengelolaan SDA Indonesia sebagai negara produsen komoditas, memiliki peluang investasi yang besar dari luar negeri. Namun, kelemahan pengelolaan SDA yang belum maksimal masih menjadi kendala. Keputusan investasi yang paling strategis dan Pancasialis (Sila ke-5) adalah:

a)

Menerima semua investasi tanpa syarat demi pertumbuhan ekonomi, mengabaikan aspek lingkungan.

b)

Menolak semua investasi yang berkaitan dengan sumber daya alam.

c)

Menerima investasi yang disertai komitmen Peningkatan Kualitas SDM Lokal, Pengelolaan SDA Berkelanjutan, dan Transfer Teknologi yang mendukung pemerataan.

d)

Mengizinkan investasi hanya di Pulau Jawa untuk meminimalkan risiko.

e)

Memberikan kebebasan penuh kepada investor asing untuk menentukan harga jual komoditas.