wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Evaluasi Pembelajaran

Total questions: 15

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Dalam konteks teori manajemen risiko K3, risiko kerja dapat diartikan sebagai ….

a)

Bahaya yang tidak dapat dihindari ketika bekerja

b)

Alat untuk mengendalikan bahaya saat bekerja

c)

Kemungkinan dan dampak dari kejadian berbahaya

d)

Prosedur keselamatan kerja dalam menghindari bahaya

2.

Peserta didik diminta menjelaskan kembali langkah-langkah prosedur evakuasi darurat berdasarkan SOP perusahaan. Urutan yang tepat dan tanpa kesalahan dalam melakukan evakuasi darurat adalah …

a)

Mendengar alarm darurat→Menghentikan aktivitas→Menuju jalur evakuasi→Berkumpul di titik aman

b)

Menyelamatkan barang berharga→Menunggu instruksi→Menuju titik kumpul→Melapor ke petugas

c)

Menutup semua peralatan→Mengambil barang pribadi→Menuju keluar ruangan→Kembali bekerja setelah situasi tenang

d)

Menolong rekan kerja→Mengamankan area→Mencatat kejadian→Melanjutkan pekerjaan

3.

Seorang pekerja di pabrik menemukan tumpahan cairan berbahaya di lantai. Jenis bahaya kerja ini termasuk dalam kategori

a)

Bahaya fisik

b)

Bahaya kimia

c)

Bahaya biologis

d)

Bahaya ergonomi

4.

Saat melakukan praktik bubut di bengkel teknik mesin, Anda melihat beberapa simbol K3 terpasang di area kerja. Bagaimana penerapan simbol dan alat keselamatan kerja tersebut membantu mencegah kecelakaan, dan contoh penerapan yang sesuai dengan standar K3 adalah...

a)

Simbol digunakan untuk membedakan area kerja antar mesin; contoh: tanda bahaya ditempel di setiap mesin agar mudah dikenali

b)

Simbol berfungsi sebagai pengingat bahaya dan panduan tindakan aman; contoh: tanda wajib memakai kacamata pelindung di dekat mesin bubut

c)

Simbol menunjukkan tanggung jawab operator terhadap kebersihan area kerja; contoh: tanda dilarang makan dan minum di ruang bengkel

d)

Simbol dipasang untuk mematuhi aturan administrasi keselamatan kerja; contoh: papan informasi K3 di pintu masuk bengkel

5.

Untuk mencegah kecelakaan akibat mesin berputar, tindakan yang paling tepat sesuai prinsip K3 adalah

a)

Memastikan pelindung mesin terpasang dengan baik sebelum mesin dinyalakan

b)

Mengatur posisi tubuh lebih dekat ke mesin agar hasil kerja lebih presisi

c)

Membersihkan serpihan logam menggunakan kuas saat mesin masih berputar

d)

Menggunakan sarung tangan kain tipis agar tangan tidak licin saat bekerja

6.

Ketika melakukan observasi di area bengkel, Anda menemukan bahwa simbol “Gunakan pelindung telinga” dipasang di dekat pintu keluar, bukan di area kerja mesin bubut yang bising.

Berdasarkan fakta tersebut, analisis yang paling tepat adalah …

a)

Simbol sudah benar karena menunjukkan bahwa bengkel memiliki kesadaran akan pentingnya alat pelindung diri

b)

Simbol sudah benar karena tetap berada di lingkungan bengkel

c)

Simbol boleh dipasang di mana saja selama masih terlihat jelas

d)

Simbol belum sesuai karena tidak ditempatkan di area yang membutuhkan perlindungan pendengaran

7.

Sebuah pekerja mengalami luka saat memperbaiki mesin tanpa mematikan sumber listrik utama.

Berdasarkan konsep manajemen risiko K3, analisis yang paling tepat terhadap penyebab kecelakaan tersebut adalah …

a)

Kurang hati-hati saat bekerja

b)

Disebabkan oleh kondisi mesin yang sudah tua dan perlu diganti

c)

Kelalaian prosedur isolasi energi

d)

Tidak dapat dicegah karena merupakan risiko alami dari pekerjaan teknis

8.

Dalam simulasi evakuasi kebakaran di bengkel teknik mesin, ditemukan beberapa kesalahan berikut:

1.      Mesin bubut dan kompresor udara dibiarkan menyala saat evakuasi berlangsung.

2.      Peserta evakuasi berkumpul di area parkir yang masih berdekatan dengan tangki bahan bakar.

3.      Ketua regu evakuasi tidak memberikan aba-aba evakuasi dengan jelas.

Berdasarkan analisis prosedur evakuasi darurat yang benar, titik kegagalan prosedur yang paling kritis terdapat pada …

a)

Kesalahan teknis yang terjadi saat pengoperasian mesin karena kurangnya ketelitian atau pemahaman operator

b)

Kurangnya kesiapan regu evakuasi dalam koordinasi dan komunikasi

c)

Keterbatasan fasilitas jalur evakuasi di area bengkel

d)

Kurangnya pemahaman peserta terhadap tanda bahaya kebakaran

9.

Dalam kegiatan praktikum las listrik di laboratorium, terjadi luka bakar ringan pada mahasiswa akibat percikan logam panas.

Berdasarkan kasus tersebut, bagaimana evaluasi efektivitas penerapan konsep manajemen risiko K3 (identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko) yang dilakukan oleh pihak laboratorium?

a)

Penerapan manajemen risiko sudah efektif karena luka bakar yang terjadi hanya bersifat ringan dan tidak fatal

b)

Pernyataan salah, karena manajemen risiko harus dievaluasi untuk mencegah kecelakaan

c)

Penerapan manajemen risiko sudah baik karena seluruh peserta praktikum hadir dan kegiatan berjalan sesuai jadwal

d)

Kurang efektif karena bahaya sudah dikenali, tapi pengendalian (APD) belum optimal

10.

Dalam simulasi kebakaran di laboratorium teknik mesin, sebagian tim evakuasi membawa peralatan yang tidak penting saat keluar dari ruangan. Berdasarkan SOP evakuasi, bagaimana kesesuaian tindakan tersebut terhadap prosedur yang benar, dan apa risiko yang bisa muncul akibatnya

a)

Tindakan tepat karena peralatan mungkin diperlukan untuk mendukung proses pemadaman awal sebelum evakuasi total dilakukan

b)

Tindakan dapat diterima bila peralatan tersebut bernilai tinggi dan mudah dibawa tanpa menghambat pergerakan tim evakuasi

c)

Tindakan wajar karena menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap inventaris laboratorium agar tidak rusak akibat kebakaran

d)

Tidak sesuai karena membawa barang dapat memperlambat evakuasi dan meningkatkan risiko

11.

Jenis proyeksi yang digunakan pada gambar flange di atas adalah ....

a)

Proyeksi miring

b)

Proyeksi isometri

c)

Proyeksi ortogonal

d)

Proyeksi perspektif

12.

Jika kamu diminta menggambar ulang tampak depan dan potongan X–X dari flange tersebut pada skala 1:1, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah ....

a)

Menggambar garis tepi dan garis sumbu terlebih dahulu

b)

Menggambar lubang baut terlebih dahulu

c)

Menggambar ukuran dalam (inner diameter) dahulu

d)

Menulis dimensi di awal sebelum menggambar bentuk

13.

Tiga lubang baut berdiameter 6 mm pada flange dibuat dengan keterangan EQUI-SP. Hal itu berarti ....

a)

Lubang memiliki ukuran yang sama tetapi jarak berbeda

b)

Lubang memiliki posisi acak namun berdiameter sama

c)

Lubang memiliki jarak sudut yang sama dari pusat

d)

Lubang dibuat pada dua sisi berlawanan saja

14.

Dalam memeriksa hasil gambar kerja flange, berikut ini yang tidak sesuai standar gambar teknik adalah ....

a)

Garis tepi lebih tebal dari garis sumbu

b)

Dimensi diberi tanda panah dan angka ukuran

c)

Garis potongan dibuat putus-putus

d)

Garis sumbu digambar dengan garis tipis putus-putus

15.

Seorang siswa ingin memodifikasi flange dengan menambah lubang baut agar distribusinya lebih optimal untuk menahan beban tertentu. Siswa diperbolehkan menentukan jumlah, posisi, dan pola lubang sesuai desain sendiri. Langkah perancangan yang paling tepat adalah ….

a)

Menggambar lubang secara manual tanpa pertimbangan beban

b)

Mengikuti pola lubang standar tanpa modifikasi

c)

Mendesain pola lubang baru berdasarkan analisis kekuatan dan simetri flange

d)

Menggambar lubang-lubang di luar flange tanpa memperhatikan struktur