wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Etika dan Kode Etik Praktik Kebidanan

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang ibu hamil usia 32 minggu menolak dilakukan pemeriksaan USG karena merasa tidak nyaman dan takut terhadap hasilnya. Bidan telah menjelaskan manfaat serta keamanan pemeriksaan tersebut. Tindakan etis yang seharusnya dilakukan bidan adalah …

a)

Melakukan pemeriksaan karena demi kebaikan ibu dan janin

b)

Memaksa ibu untuk tetap dilakukan pemeriksaan

c)

Menghormati keputusan ibu setelah memberikan informasi yang cukup

d)

Melaporkan penolakan ibu kepada pihak keluarga tanpa izin

e)

Menolak memberikan pelayanan lanjutan kepada ibu tersebut

2.

Bidan melakukan kunjungan rumah untuk memantau ibu nifas yang mengalami anemia ringan dan memberikan edukasi tentang pola makan bergizi. Tindakan bidan tersebut mencerminkan prinsip …

a)

Non-maleficence

b)

Justice

c)

Beneficence

d)

Confidentiality

e)

Autonomy

3.

Dalam proses persalinan, bidan tidak melakukan episiotomi karena tidak ada indikasi medis, dan perineum ibu cukup elastis. Tindakan bidan tersebut mencerminkan prinsip …

a)

Non-maleficence

b)

Beneficence

c)

Justice

d)

Confidentiality

e)

Consent and refusal

4.

Di sebuah klinik, bidan memberikan pelayanan imunisasi kepada anak-anak tanpa membeda-bedakan status ekonomi atau sosial.
Tindakan tersebut menunjukkan penerapan prinsip etika umum yaitu …

a)

Beneficence

b)

Justice

c)

Non-Maleficence

d)

Autonomy

e)

Confidentiality

5.

Bidan menghadiri pelatihan tentang asuhan persalinan sayang ibu dan bayi untuk memperbarui ilmunya. Ia berkomitmen memberikan pelayanan sesuai perkembangan terbaru. Tindakan tersebut merupakan penerapan ciri profesional berupa …

a)

Integritas pribadi

b)

Kompetensi dan belajar sepanjang hayat

c)

Kewajiban hukum

d)

Loyalitas terhadap rekan sejawat

e)

Ketaatan administrasi kesehatan

6.

Seorang bidan ingin mengetahui aturan terbaru mengenai praktik mandiri. Ia mencari informasi dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan.
Tindakan bidan tersebut menunjukkan pemahaman terhadap …

a)

Sumber hukum kebiasaan

b)

Sumber hukum tertulis (undang-undang)

c)

Sumber hukum moral

d)

Sumber hukum internasional

e)

Sumber hukum etik profesi

7.

Dalam situasi darurat, bidan menolong persalinan di luar wilayah izin praktiknya untuk menyelamatkan nyawa ibu. Setelah itu, ia melaporkan tindakannya kepada Dinas Kesehatan. Sikap bidan tersebut menunjukkan bahwa …

a)

Etika dan hukum tidak dapat diterapkan bersamaan

b)

Bidan mengutamakan hukum daripada moral

c)

Etika dan hukum bisa berjalan harmonis demi keselamatan pasien

d)

Etika diabaikan karena situasi darurat

e)

Hukum menghambat tindakan profesional bidan

8.

Seorang bidan sedang menghadapi pasien yang menolak dilakukan pemeriksaan dalam karena merasa malu. Bidan menghormati keputusan pasien sambil memberikan penjelasan pentingnya pemeriksaan tersebut.
Sikap bidan ini mencerminkan penerapan …

a)

Norma sosial dalam masyarakat

b)

Prinsip profesionalisme tanpa etika

c)

Konsep dasar etika dan kode etik profesi bidan

d)

Peraturan hukum pidana dalam kebidanan

e)

Nilai ekonomi dalam pelayanan kebidanan

9.

Bidan menghadapi ibu hamil yang ingin melahirkan di rumah tanpa fasilitas medis. Bidan menjelaskan risiko dan menawarkan pilihan yang aman di klinik.
Tindakan bidan tersebut mencerminkan prinsip utama kode etik bidan Indonesia, yaitu …

a)

Mengutamakan keselamatan ibu dan bayi

b)

Meningkatkan reputasi fasilitas kesehatan

c)

Menghindari konflik dengan keluarga pasien

d)

Menegakkan hukum di atas segala hal

e)

Memenuhi target pelayanan kebidanan

10.

Dalam supervisi klinik, seorang mahasiswa bidan diminta memahami isi kode etik profesi agar dapat melayani pasien dengan benar. Tujuan utama kode etik dalam kebidanan adalah …

a)

Mengatur sistem gaji tenaga kesehatan

b)

Menjadi alat kontrol moral dan panduan perilaku profesional

c)

Menggantikan peraturan hukum kesehatan

d)

Membatasi kebebasan bidan dalam praktik

e)

Mengatur hubungan antarinstansi kesehatan

11.

Baik kode etik bidan Indonesia maupun ICM menekankan bahwa bidan harus …

a)

Berorientasi pada keuntungan fasilitas kesehatan

b)

Menempatkan keselamatan dan kesejahteraan ibu serta bayi sebagai prioritas

c)

Menyesuaikan tindakan dengan kebijakan lokal tanpa mempertimbangkan hak pasien

d)

Mengikuti perintah dokter tanpa mempertimbangkan aspek etik

e)

Menolak tanggung jawab sosial di masyarakat

12.

Seorang ibu hamil datang ke PMB (Praktik Mandiri Bidan) dan meminta bidan untuk menjelaskan seluruh risiko tindakan sebelum menandatangani informed consent.
Sikap ibu ini mencerminkan pemenuhan …

a)

Hak pasien untuk mendapatkan informasi yang benar

b)

Kewajiban pasien untuk mengikuti semua instruksi bidan

c)

Hak bidan dalam memberikan intervensi

d)

Kewajiban pasien dalam menjaga rahasia medis

e)

Hak keluarga dalam mengambil keputusan

13.

Seorang bidan menolak melakukan tindakan medis yang tidak sesuai standar meskipun diminta oleh keluarga pasien.
Sikap bidan ini menunjukkan pelaksanaan …

a)

Hak bidan untuk menolak tindakan di luar kompetensi

b)

Kewajiban bidan untuk mematuhi perintah pasien

c)

Hak pasien untuk menentukan semua tindakan

d)

Kewajiban hukum bidan terhadap keluarga

e)

Kewajiban bidan untuk mencari keuntungan

14.

Dalam pelayanan ANC (Antenatal Care), bidan menjelaskan hasil pemeriksaan dan mencatat semuanya di rekam medis secara lengkap.
Tindakan tersebut merupakan wujud dari …

a)

Kewajiban bidan memberikan pelayanan profesional dan terdokumentasi

b)

Hak bidan untuk memperoleh informasi pasien

c)

Hak pasien untuk menentukan pilihan

d)

Kewajiban keluarga menjaga privasi

e)

Kewajiban pasien dalam memberikan data

15.

Bidan baru lulus bekerja di puskesmas dan sering melihat seniornya berkomunikasi dengan sabar terhadap pasien. Lama-kelamaan ia meniru sikap tersebut.
Proses ini menggambarkan …

a)

Pembentukan nilai etika melalui pembelajaran sosial

b)

Ketidakmampuan menilai etika pribadi

c)

Penyerapan nilai budaya tanpa dasar profesional

d)

Pembentukan nilai ekonomi profesi

e)

Penerapan hukum disiplin kerja

16.

Seorang bidan di desa memberikan pelayanan pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan normal, serta penyuluhan KB kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut termasuk dalam …

a)

Tugas tambahan yang hanya boleh dilakukan oleh dokter

b)

Ruang lingkup praktik kebidanan sesuai kewenangan

c)

Pelanggaran etika karena dilakukan di luar fasilitas kesehatan

d)

Tugas administratif bidan desa

e)

Pelayanan yang belum diatur oleh peraturan

17.

Bidan Lita menerima pasien dengan presentasi sungsang dan mencoba melakukan pertolongan sendiri tanpa merujuk ke fasilitas yang lebih lengkap.
Tindakan bidan tersebut termasuk …

a)

Pelaksanaan kewenangan penuh

b)

Pelanggaran batas ruang lingkup praktik kebidanan

c)

Upaya promotif yang dibenarkan

d)

Intervensi kolaboratif sesuai etika

e)

Praktik mandiri yang sah

18.

Seorang pasien mengalami komplikasi setelah tindakan kebidanan. Keluarga menuduh bidan lalai karena tidak mencatat hasil pemeriksaan di rekam medis.
Masalah utama dalam kasus ini terkait dengan …

a)

Aspek legal dokumentasi dan tanggung jawab profesional

b)

Kegagalan komunikasi dengan pasien

c)

Pelanggaran etika interpersonal

d)

Kewenangan administratif puskesmas

e)

Tanggung jawab keluarga terhadap pasien

19.

Bidan yang mematuhi kode etik profesi sekaligus menjalankan praktik sesuai standar hukum akan …

a)

Terhindar dari pelanggaran etik dan hukum

b)

Lebih bebas bertindak tanpa pengawasan

c)

Tidak perlu mengikuti pelatihan lanjutan

d)

Dapat mengabaikan peraturan kesehatan

e)

Lebih mudah mendapatkan keuntungan finansial

20.

Bidan R menjalankan tugas di daerah terpencil dengan keterbatasan fasilitas. Ia tetap memberikan pelayanan terbaik, mendokumentasikan semua tindakan, dan merujuk pasien sesuai prosedur. Perilaku Bidan R menunjukkan ciri profesional berupa...

a)

Disiplin dan tanggung jawab

b)

Ketergantungan pada rekan kerja

c)

Kepatuhan pada peraturan tanpa empati

d)

Fokus pada kepentingan pribadi

e)

Agar mendapat upah