wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Technopreneur XDKV3

Total questions: 25

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

Bidang usaha Desain Komunikasi Visual (DKV) berfokus pada kegiatan yang berkaitan dengan...

a)

Produksi bahan baku percetakan

b)

Penyampaian pesan melalui elemen visual

c)

Pengelolaan distribusi produk grafika

d)

Pembuatan perangkat lunak desain

e)

Penjualan alat tulis kantor

2.

Salah satu contoh produk dari industri grafika adalah...

a)

Buku dan majalah cetak

b)

Aplikasi mobile

c)

Video animasi 3D

d)

Desain interior

e)

Perangkat keras komputer

3.

Tujuan utama dari desain komunikasi visual adalah...

a)

Menghasilkan karya seni murni

b)

Menyampaikan pesan secara efektif melalui media visual

c)

Meningkatkan nilai jual bahan cetak

d)

Mengembangkan teknologi percetakan

e)

Menyediakan layanan fotografi

4.

Dalam bidang usaha grafika, proses pra-cetak (prepress) mencakup kegiatan...

a)

Pengemasan produk jadi

b)

Pencetakan menggunakan mesin offset

c)

Desain layout dan persiapan file cetak

d)

Distribusi hasil cetak ke konsumen

e)

Penjualan tinta dan kertas

5.

Salah satu peluang usaha di bidang DKV yang berkembang pesat di era digital adalah...

a)

Percetakan konvensional

b)

Pengelolaan gudang bahan grafika

c)

Penjualan mesin cetak

d)

Desain identitas merek dan media sosial

e)

Produksi kertas daur ulang

6.

Perbedaan utama antara DKV dan grafika terletak pada...

a)

Jenis bahan yang digunakan

b)

Tujuan komunikasi dan media yang dipakai

c)

Proses distribusi produk

d)

Skala produksi

e)

Lokasi usaha

7.

Dalam industri grafika, istilah “finishing” mengacu pada...

a)

Proses awal desain visual

b)

Tahap akhir setelah pencetakan

c)

Pembuatan konsep desain

d)

Pengaturan warna digital

e)

Penentuan target pasar

8.

Salah satu kompetensi penting bagi pelaku usaha DKV adalah kemampuan...

a)

Mengoperasikan mesin cetak offset

b)

Mengelola keuangan perusahaan

c)

Menguasai prinsip desain dan komunikasi visual

d)

Menyusun laporan produksi

e)

Menghitung biaya bahan baku

9.

Seorang desainer visual ingin memperluas usahanya dengan membuka jasa branding digital untuk UMKM lokal. Langkah analisis apa yang paling penting dilakukan sebelum memulai?

a)

Menentukan warna logo yang disukai pribadi

b)

Membeli perangkat desain terbaru

c)

Mengunduh template gratis dari internet

d)

Menganalisis kebutuhan dan karakter target pasar UMKM tersebut

10.

Sebuah studio DKV ingin meningkatkan daya saing dengan mengembangkan produk berbasis Augmented Reality (AR). Apa tujuan utama langkah ini?

a)

Menyederhanakan desain agar mudah dicetak

b)

Menghemat biaya produksi media promosi

c)

Menghindari penggunaan teknologi digital

d)

Menarik audiens dengan pengalaman visual yang interaktif

e)

Menonjolkan desain dua dimensi tradisional

11.

Seorang technopreneur DKV ingin menciptakan aplikasi desain poster berbasis AI yang mudah digunakan oleh pelaku UMKM. Agar aplikasinya memiliki nilai jual tinggi, apa yang sebaiknya menjadi fokus utama dalam pengembangannya?

a)

Menambah fitur efek visual yang kompleks

b)

Memastikan tampilan antarmuka sederhana dan efisien untuk pengguna non-desainer

c)

Membuat versi aplikasi hanya untuk desainer profesional

d)

Mengutamakan desain mewah agar terlihat eksklusif

e)

Meniru antarmuka aplikasi desain ternama luar negeri

12.

Sebuah startup DKV meluncurkan platform marketplace khusus jasa desain grafis lokal. Strategi apa yang paling efektif untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk desainer Indonesia?

a)

Menghapus semua portofolio lama desainer

b)

Mengandalkan promosi dari influencer luar negeri

c)

Menampilkan testimoni pelanggan dan portofolio asli desainer lokal

d)

Menggunakan harga paling murah di pasar

e)

Menghilangkan identitas desainer untuk menjaga privasi

13.

Seorang technopreneur DKV ingin memasarkan produk digital ilustrasi interaktif melalui media sosial. Pendekatan promosi mana yang paling mencerminkan prinsip creative marketing?

a)

Membuat konten edukatif dan interaktif tentang proses pembuatan ilustrasi

b)

Mengunggah iklan dengan teks panjang tanpa visual

c)

Menjual produk tanpa strategi konten

d)

Mengandalkan spam komentar di akun lain

e)

Menggunakan gambar acak tanpa konsep

14.

Dalam mengembangkan usaha motion graphic studio, technopreneur DKV menghadapi keterbatasan modal. Strategi inovatif apa yang dapat diterapkan agar bisnis tetap berjalan?

a)

Mengurangi kualitas hasil desain untuk menghemat biaya

b)

Mencari kolaborasi dengan kreator freelance dan memanfaatkan platform daring

c)

Menghentikan semua proyek hingga dana mencukupi

d)

Membatasi jumlah klien untuk mengurangi beban kerja

e)

Menghindari promosi karena biayanya tinggi

15.

Dalam industri grafika, muncul tren eco printing yang menggunakan bahan alami untuk mencetak desain. Bagaimana seorang technopreneur DKV dapat menjadikan tren ini sebagai peluang usaha?

a)

Dengan menolak teknologi ramah lingkungan karena mahal

b)

Dengan mengombinasikan konsep eco printing dan branding hijau untuk menarik konsumen sadar lingkungan

c)

Dengan tetap menggunakan tinta sintetis karena warnanya lebih kuat

d)

Dengan menjual mesin cetak konvensional sebagai produk utama

e)

Dengan meniru hasil cetak produk luar negeri tanpa inovasi

16.

Dalam era digital, peluang usaha di bidang grafika semakin luas. Manakah ide bisnis yang menunjukkan pemikiran technopreneur kreatif dan berorientasi masa depan?

a)

Membuka jasa percetakan manual tanpa sistem pemesanan online

b)

Membangun platform desain kemasan produk dengan fitur 3D preview berbasis web

c)

Menjual desain lama yang tidak laku secara offline

d)

Membatasi layanan hanya pada cetak spanduk konvensional

e)

Menolak otomatisasi karena dianggap mengurangi tenaga kerja

17.

Perkembangan teknologi digital printing memungkinkan produksi grafika dalam jumlah kecil namun dengan kualitas tinggi. Dampak paling strategis dari kemajuan ini terhadap keberlanjutan industri grafika adalah …

a)

Mengurangi limbah produksi karena pencetakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan

b)

Menurunkan harga bahan baku secara drastis

c)

Meningkatkan ketergantungan terhadap tinta impor

d)

Membatasi kreativitas desainer karena mesin otomatis

e)

Mempercepat kerusakan alat cetak karena produksi lebih sering

18.

Dalam tahap Life Cycle produk grafika, desainer memiliki peran penting pada fase design (desain) and development(pengembangan). Apa bentuk kontribusi nyata seorang desainer dalam mendukung prinsip reuse dan recycling pada tahap ini?

a)

Mendesain produk sekali pakai agar cepat laku di pasar

b)

Menggunakan material yang sulit didaur ulang untuk hasil yang lebih mewah

c)

Merancang kemasan yang dapat digunakan kembali atau mudah dipisahkan untuk didaur ulang

d)

Memproduksi secara massal tanpa memperhatikan kebutuhan konsumen

e)

Mengabaikan faktor lingkungan demi efisiensi waktu produksi

19.

Kemajuan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dalam bidang DKV telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan produk visual. Bagaimana penerapan teknologi ini dapat dikaitkan dengan efisiensi life cycle produk?

a)

Dengan mengurangi kebutuhan produk fisik melalui pengalaman digital interaktif

b)

Dengan menambah produksi cetak agar tampilan lebih menarik

c)

Dengan membuat promosi hanya dalam bentuk brosur

d)

Dengan meningkatkan konsumsi listrik tanpa tujuan yang jelas

e)

Dengan mengganti desain digital menjadi bentuk konvensional

20.

Contoh produk technopreneur di bidang DKV adalah...

a)

Aplikasi desain berbasis AI untuk membuat logo otomatis

b)

Toko buku konvensional

c)

Layanan fotokopi manual

d)

Pameran lukisan klasik

e)

Studio tari tradisional

21.

Salah satu dampak positif dari perkembangan teknologi grafika digital adalah:

a)

Menurunkan kualitas hasil cetak

b)

Membatasi kreativitas desainer

c)

Mempercepat proses produksi dan distribusi karya

d)

Menghilangkan kebutuhan akan desain manual

e)

Mengurangi variasi warna dalam desain

22.

Konsep reuse dalam pengelolaan limbah industri berarti:

a)

Menghancurkan limbah agar tidak mencemari lingkungan

b)

Mengolah limbah menjadi energi

c)

Mengurangi penggunaan bahan mentah

d)

Mengubah bahan bekas menjadi produk baru

e)

Menggunakan kembali bahan atau produk tanpa melalui proses pengolahan ulang

23.

Contoh penerapan recycling dalam industri grafika adalah

a)

Menggunakan kembali kertas bekas tanpa diolah

b)

Mengubah limbah kertas menjadi kertas daur ulang

c)

Mengurangi jumlah tinta dalam proses cetak

d)

Menggunakan tinta berbasis air

e)

Menghapus desain lama untuk digunakan kembali

24.

Technopreneur adalah seseorang yang...

a)

Mengembangkan usaha di bidang pertanian tradisional

b)

Menggunakan teknologi untuk menciptakan dan mengembangkan usaha

c)

Menjalankan bisnis tanpa memanfaatkan teknologi

d)

Hanya berfokus pada penjualan produk digital

e)

Mengandalkan tenaga manusia sepenuhnya tanpa inovasi

25.

Salah satu manfaat menjadi technopreneur di bidang grafika adalah...

a)

Dapat menciptakan solusi visual berbasis teknologi

b)

Tidak perlu memahami tren desain

c)

Menghindari penggunaan perangkat digital

d)

Fokus pada produksi manual

e)

Mengabaikan kebutuhan pasar