wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ikhtibar Kajian Rutin Ta'dzimul Ilmi

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.
  1. 1. Menurut penjelasan Syaikh Shalih Al-Ushaimi dalam pembahasan “Membersihkan Wadah Ilmu”, mengapa hati harus dibersihkan sebelum menerima ilmu?

a)

A. Karena ilmu bersumber dari akal, sehingga hati tidak terlalu berperan.

b)

B. Karena hati merupakan tempat bersemayamnya ilmu dan hanya hati yang bersih yang layak menampungnya.

c)

C. Karena kebersihan hati menunjukkan kepandaian seseorang dalam menuntut ilmu.

d)

D. Karena hati yang kotor dapat membuat seseorang mudah berdebat dalam ilmu.

2.
  1. 2. Apa dua jenis kotoran hati yang harus disucikan oleh penuntut ilmu agar ilmunya menetap dan bermanfaat?

a)

A. Syirik dan riya’

b)

B. Hasad dan ghurur

c)

C. Syubhat dan syahwat

d)

D. Semua jawaban benar

3.
  1. 3. Apa yang menjadi ukuran kemuliaan seseorang di sisi Allah?

a)

A. Banyaknya ilmu yang dimiliki dan banyaknya harta.

b)

B. Ketinggian nasab dan rupa yang menawan.

c)

C. Kebersihan hati dan kesesuaian amal dengan sunnah.

d)

D. Banyaknya pengikut dan pengaruh di masyarakat.

4.
  1. 4. Mengapa menuntut ilmu dengan niat duniawi termasuk bentuk penghinaan terhadap ilmu?

a)

A. Karena ilmu tidak membutuhkan niat apapun dalam mencarinya.

b)

B. Karena ilmu adalah sesuatu yang mulia, dan jika dicari untuk hal yang hina maka itu berarti merendahkannya.

c)

C. Karena semua ilmu pasti membawa seseorang kepada kekayaan dunia.

d)

D. Karena orang yang mencari ilmu duniawi pasti tidak akan mendapatkan guru yang baik.

5.

5. Salah satu tanda keikhlasan dalam menuntut ilmu adalah…

a)

A. Belajar dengan niat agar dikenal sebagai orang berilmu.

b)

B. Mengajarkan ilmu kepada orang lain agar dihormati oleh masyarakat.

c)

C. Menuntut ilmu untuk mengangkat kebodohan dari diri sendiri dan orang lain.

d)

D. Mengumpulkan ilmu agar bisa berdebat dan memenangkan argumen.

6.

6. Apa yang dimaksud dengan ucapan Imam Ahmad bin Hanbal ketika ditanya, “Apakah engkau menuntut ilmu karena Allah?” lalu beliau menjawab, “Untuk Allah ini perkara yang berat”?

a)

A. Beliau tidak ikhlas dalam menuntut ilmu.

b)

B. Beliau menganggap menuntut ilmu itu tidak penting.

c)

C. Beliau merasa ikhlas adalah perkara berat dan butuh penjagaan terus-menerus.

d)

D. Beliau sudah yakin bahwa dirinya orang paling ikhlas.

7.

7. Apa inti dari simpul keempat yang dijelaskan ?

a)

A. Menyebarkan ilmu kepada masyarakat umum.

b)

B. Mengarahkan semangat dan perhatian untuk mempelajari Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ.

c)

C. Meningkatkan kemampuan berbicara dalam majelis ilmu.

d)

D. Menghafal berbagai cabang ilmu pengetahuan umum.

8.

8. Mengapa mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah disebut sebagai bentuk pengagungan terhadap ilmu?

a)

A. Karena keduanya merupakan sumber dari segala ilmu yang bermanfaat.

b)

B. Karena hanya Al-Qur’an yang wajib dipelajari tanpa hadits.

c)

C. Karena mempelajari selain keduanya dilarang dalam Islam.

d)

D. Karena Al-Qur’an dan Sunnah sulit dipahami tanpa guru.

9.

9. Bagaimana kedudukan ilmu selain Al-Qur’an dan Sunnah ?

a)

A. Sama pentingnya dengan ilmu Al-Qur’an dan Sunnah.

b)

B. Tidak boleh dipelajari sama sekali karena tidak bermanfaat.

c)

C. Ada yang berfungsi membantu dalam memahami Al-Qur’an dan Sunnah, ada pula yang tidak berkaitan sama sekali.

d)

D. Lebih utama dipelajari terlebih dahulu sebelum mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah.

10.

10. Apa yang dimaksud dengan ucapan Imam ‘Iyadh Al-Yahshubiy dalam teks, “Ilmu itu terbatas pada dua sumber”?

a)

A. Ilmu hanya milik para ulama besar.

b)

B. Ilmu yang benar hanyalah ilmu Al-Qur’an dan ilmu atsar (hadits).

c)

C. Semua ilmu sama asalnya dari satu sumber.

d)

D. Ilmu tidak perlu bersumber dari Al-Qur’an dan hadits.

11.

11. Bagaimana perbedaan kondisi ilmu di zaman salaf dengan zaman ini?

a)

A. Zaman salaf banyak ucapan, sedikit ilmu.

b)

B. Zaman sekarang lebih ilmiah dibanding zaman salaf.

c)

C. Zaman salaf banyak ilmu dan sedikit ucapan, sedangkan zaman setelahnya banyak ucapan tetapi sedikit ilmu.

d)

D. Keduanya sama-sama banyak ilmu dan banyak ucapan.

12.

12. Menurut Syaikh Shalih Al-Ushaimi, apa langkah minimal bagi seorang penuntut ilmu dalam mempelajari tafsir Al-Qur’an?

a)

A. Menghafal seluruh ayat dalam satu tahun.

b)

B. Mempelajari tafsir Surah Al-Baqarah dan beberapa surah pendek dari juz 30.

c)

C. Membaca seluruh kitab tafsir besar seperti Tafsir Ibnu Katsir.

d)

D. Menghafal sanad hadits-hadits tentang tafsir.

13.

13. Apa makna utama dari simpul kelima “سلوك الجادة الموصلة إليه” dalam kitab Ta'dzimul 'Ilmi?

a)

A. Menempuh jalan yang benar dan terarah dalam mencari ilmu.

b)

B. Menjadi kreatif dengan cara sendiri dalam menuntut ilmu.

c)

C. Mempelajari semua cabang ilmu tanpa urutan.

d)

D. Menghindari belajar kepada guru agar mandiri.

14.

14. apa akibat bagi seseorang yang tidak menempuh jalan yang benar dalam menuntut ilmu?

a)

A. Ia tetap akan sampai kepada ilmu karena niatnya baik.

b)

B. Ia hanya mendapatkan sedikit manfaat setelah banyak kelelahan.

c)

C. Ia bisa mencapai puncak ilmu meskipun tanpa guru.

d)

D. Ia akan lebih cepat memahami karena cara yang berbeda.

15.

15. Menurut Muhammad Murtadha Az-Zabidiy dalam syairnya, apa makna dari ucapan “فما حوى الغاية في ألف سنه”?

a)

A. Siapa pun bisa mencapai puncak ilmu dalam waktu singkat.

b)

B. Seseorang tidak akan mencapai puncak ilmu meskipun seribu tahun belajar jika tidak menempuh jalan yang benar.

c)

C. Belajar lama pasti menghasilkan ilmu yang tinggi.

d)

D. Ilmu bisa diperoleh tanpa mengikuti metode para

16.

16. Dua pondasi utama dalam jalan menuntut ilmu adalah…

a)

A. Banyak membaca dan rajin berdiskusi.

b)

B. Menghafal matan yang kuat dan belajar kepada guru yang bermanfaat lagi tulus.

c)

C. Menulis catatan dan mendengarkan ceramah.

d)

D. Mengumpulkan kitab sebanyak mungkin dan belajar sendiri.

17.

17. Apa yang dimaksud dengan seorang guru harus memiliki sifat an nasihah?

a)

A. Guru yang tegas dan memiliki banyak murid.

b)

B. Guru yang menjadi teladan dan mampu mengajarkan ilmunya serta menginginkan kebaikan muridnya.

c)

C. Guru yang menyampaikan semua perbedaan pendapat tanpa memilih.

d)

D. Guru yang banyak hafalan meskipun sulit menjelaskan.

18.

18. Apakah dua sifat utama yang harus dimiliki seorang guru?

a)

A. Banyak hafalan dan suara lantang.

b)

B. Pantas dijadikan teladan dalam akhlak serta berpengalaman dalam mengajar.

c)

C. Keras dan ditakuti.

d)

D. Suka menegur dan menguji murid-muridnya.

19.

19. Apa makna utama dari simpul kesembilan “الصبر في العلم تحملاً وأداءً”?

a)

A. Ilmu hanya bisa diperoleh dengan kecerdasan dan keberuntungan.

b)

B. Menuntut ilmu dan mengajarkannya membutuhkan kesabaran dalam dua hal: mencari ilmu dan menyampaikan.

c)

C. Kesabaran hanya dibutuhkan ketika mengajarkan ilmu kepada orang lain.

d)

D. Orang yang sabar berarti tidak perlu berusaha keras dalam menuntut ilmu.

20.

20. Mengapa kesabaran menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan ilmu?

a)

A. Karena ilmu terlalu sulit dipahami oleh manusia.

b)

B. Karena semua hal yang berharga hanya bisa diraih dengan kesabaran.

c)

C. Karena ilmu hanya bisa dipahami oleh orang yang punya guru khusus.

d)

D. Karena tanpa kesabaran seseorang akan kehilangan hafalannya.

21.

21. Apa maksud ayat “وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ...” (QS. Al-Kahfi: 28) ?

a)

A. Bersabar bersama orang-orang yang berdzikir di masjid.

b)

B. Bersabar bersama orang-orang yang menghadiri majelis ilmu dan mengharap wajah Allah.

c)

C. Bersabar menghadapi ujian hidup sehari-hari.

d)

D. Bersabar dalam menjalankan pekerjaan duniawi.

22.

22. Apa yang dimaksud dengan pernyataan Yahya bin Abi Katsir: “لا يُستطاع العلم براحة الجسم”?

a)

A. Ilmu tidak bisa diperoleh dengan berleha-leha dan malas.

b)

B. Belajar dengan tenang lebih efektif daripada bersusah payah.

c)

C. Ilmu harus dicapai dengan tidur yang cukup agar tubuh kuat.

d)

D. Tubuh yang lemah tidak akan mampu menuntut ilmu.

23.

23. Menurut penjelasan al Ustadz, ada dua jenis kesabaran dalam ilmu yaitu ?

a)

A. Sabar terhadap teman dan sabar terhadap ujian.

b)

B. Sabar dalam menghafal dan sabar dalam berdebat.

c)

C. Sabar dalam mencari ilmu dan sabar dalam menyampaikan ilmu.

d)

D. Sabar dalam memahami dan sabar dalam beristirahat.

24.

24. Apa makna “الثَّبات على الصبر” yang disebut di akhir teks?

a)

A. Berhenti belajar setelah mencapai ilmu dasar.

b)

B. Menyabarkan diri agar terus istiqamah dalam sabar menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu.

c)

C. Menghindari ujian dan kesulitan dalam proses belajar.

d)

D. Hanya bersabar ketika suasana hati sedang baik.

25.

25. Apa makna dari “لزوم التأني في طلبه، وترك العجلة” sebagaimana dijelaskan dalam teks?

a)

A. Menuntut ilmu dengan cepat agar segera menguasai banyak cabang ilmu.

b)

B. Mengharuskan untuk perlahan-lahan dalam menuntut ilmu dan meninggalkan sifat tergesa-gesa.

c)

C. Tidak perlu berusaha keras karena ilmu akan datang dengan sendirinya.

d)

D. Menunda-nunda dalam belajar agar tidak lelah.

26.

26. Mengapa menuntut ilmu secara tergesa-gesa dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap ilmu?

a)

A. Karena ilmu tidak layak dipelajari oleh semua orang.

b)

B. Karena tergesa-gesa membuat seseorang terlihat malas belajar.

c)

C. Karena ilmu itu berat dan tidak bisa dikuasai sekaligus, sehingga tergesa-gesa menyebabkan ilmu tidak menetap dalam hati.

d)

D. Karena tergesa-gesa hanya menunjukkan seseorang tidak memiliki kitab yang banyak.

27.

27. Apa hikmah di balik turunnya Al-Qur’an secara berangsur-angsur (مُنَجَّمًا مفرَّقًا) sebagaimana dijelaskan ?

a)

A. Supaya kaum kafir lebih mudah menerima Al-Qur’an.

b)

B. Karena Al-Qur’an berat, maka diturunkan sedikit demi sedikit agar hati Rasulullah ﷺ menjadi kuat.

c)

C. Karena Jibril hanya mampu membawa wahyu sedikit-sedikit.

d)

D. Agar umat Islam memiliki waktu luang di antara wahyu yang turun.

28.

28. Bagaimana cara yang benar dalam menuntut ilmu agar hasilnya kuat dan istiqamah?

a)

A. Membaca kitab besar seperti Tafsir Al Qurtubi sejak awal agar cepat menjadi alim.

b)

B. Menghafal semua cabang ilmu dalam waktu singkat.

c)

C. Belajar sedikit demi sedikit, bertahap, dan dimulai dari matan-matan ringkas disertai pemahaman dan bimbingan guru.

d)

D. Belajar hanya dari internet tanpa guru agar lebih cepat.

29.

29. Apa makna dari ucapan Abdul Karim Ar-Rifa’i: “طعام الكبار سمُّ الصِّغار” dalam konteks menuntut ilmu?

a)

A. Orang besar harus berbagi makanan dengan anak kecil.

b)

B. Buku-buku besar dan berjilid-jilid belum sesuai bagi pemula dalam menuntut ilmu.

c)

C. Ilmu agama itu berbahaya bagi siapa pun yang mempelajarinya.

d)

D. Santri harus makan makanan bergizi agar kuat belajar.

30.

30. Apa akibat yang sering dialami oleh orang yang tergesa-gesa dalam menuntut ilmu menurut penjelasan teks?

a)

A. Ia menjadi lebih cepat memahami ilmu.

b)

B. Ia menjadi malas dan berhenti menuntut ilmu (futur).

c)

C. Ia lebih mudah mengajar orang lain.

d)

D. Ia akan mendapatkan derajat ulama dalam waktu singkat.