WorksheetsUH 3 SISTEM INDRA PADA MANUSIA
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Rina sedang belajar di ruangan yang pencahayaannya redup. Setelah beberapa menit, ia mulai bisa melihat benda-benda di sekitarnya dengan lebih jelas. Fenomena ini menunjukkan bahwa bagian mata yang menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk adalah....
Retina
Iris
Kornea
Lensa
Saat berada di luar ruangan yang sangat terang, mata Dito terasa silau. Reaksi alami mata untuk mengurangi rasa silau tersebut dilakukan oleh....
Mengecilnya pupil karena kerja iris
Menebalnya kornea untuk menyerap cahaya
Menenangnya retina agar cahaya tidak masuk
Mengubah fokus lensa agar gambar lebih jelas
Seorang pemain skateboard dapat menjaga keseimbangan tubuhnya meskipun meluncur dengan cepat. Hal ini menunjukkan bahwa organ yang berperan penting dalam keseimbangan tubuh adalah....
Koklea
Gendang telinga
Kanalis semisirkularis (Saluran setengah lingkaran)
Saraf auditorius
Ketika mendengarkan musik, seseorang dapat membedakan nada tinggi dan rendah. Kemampuan ini diperoleh karena adanya bagian telinga yang berfungsi mengubah getaran menjadi impuls saraf, yaitu....
Tulang sanggurdi
Koklea
Saluran eustachius
Kanalis semisirkularis
Seseorang mengalami kesulitan membedakan rasa makanan setelah terserang flu. Hal ini terjadi karena....
Lidah kehilangan kemampuan mendeteksi suhu
Indra penciuman terganggu sehingga memengaruhi rasa
Lidah tidak memiliki reseptor untuk rasa asin
Kelenjar ludah tidak berfungsi dengan baik
Dokter THT menjelaskan bahwa seseorang kehilangan kemampuan mencium aroma karena sel-sel reseptor penciuman di rongga hidung rusak. Sel reseptor ini terdapat pada bagian....
Mukosa olfaktori
Rongga nasofaring
Konka nasal
Faring
Seorang siswa merasakan getaran kecil ketika temannya menepuk bahunya. Getaran tersebut diterima oleh reseptor di kulit yang disebut....
Korpus Ruffini
Korpus Meissner
Korpus Krause
Korpus Pacini
Ketika cahaya memasuki mata, bagian pertama yang dilalui cahaya hingga mencapai retina adalah....
Pupil → Kornea → Lensa → Retina
Kornea → Pupil → Lensa → Retina
Retina → Lensa → Pupil → Kornea
Iris → Kornea → Retina → Lensa
Seorang ilmuwan menemukan bahwa seseorang kehilangan kemampuan mengecap rasa setelah saraf di lidahnya rusak. Reseptor pengecap yang terganggu tersebut terletak di dalam....
Kelenjar ludah
Papila lidah
Serabut otot lidah
Ujung saraf sensorik
Sebutkan salah satu rasa yang dapat dideteksi oleh papila lidah!
Manis
Pedas
Tawar
Umami
Perhatikan gambar di samping!
Gendang telinga ditunjukkan oleh nomor ....
1
2
3
4
Perhatikan struktur mata di samping!
Bagian pupil, vitreous humor dan retina secara berurutan ditunjukkan oleh nomor ….
4, 1 dan 9
3, 1 dan 10
4, 8 dan 7
2, 5 dan 9
Perhatikan gambar di samping!
Saraf pembau ke otak ditunjukkan pada nomor …
1
2
3
4
Perhatikan gambar penampang kulit berikut!
Bagian yang berfungsi mengeluarkan keringat dan minyak secara berurutan ditunjukan oleh....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(3) dan (5)
Perhatikan gambar lidah berikut ini!
Bagian lidah yang sangat peka terhadap rasa asam ditunjukan dengan tanda ….
1
2
3
4
Bacalah berita dibawah ini:
Retinopati Diabetik Mengancam Penglihatan Usia Produktif
Berita: Seorang pria, Bapak Ahmad (45 tahun), didiagnosis mengalami Retinopati Diabetik parah. Ahmad telah menderita Diabetes Mellitus Tipe 2 selama 15 tahun, namun sering lalai mengontrol kadar gula darahnya. Gejala awal yang dirasakan adalah pandangan kabur yang hilang timbul, terutama saat membaca. Dalam 6 bulan terakhir, pandangan kabur menjadi permanen, dan ia mulai melihat bintik-bintik gelap yang mengambang (floaters). Dokter menjelaskan bahwa tingginya kadar glukosa darah telah merusak pembuluh darah halus (kapiler) pada retina mata, menyebabkan kebocoran dan pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal. Jika tidak segera diatasi dengan terapi laser (fotokoagulasi), kebutaan permanen sangat mungkin terjadi.
Sumber Berita: Laporan Kesehatan Nasional, [Simulasi] Media Kesehatan Terkini, 10 April 2024. URL: https://www.mediasehat.co.id/bahaya-retinopati-diabetik-usia-produktif
Dari kasus Bapak Ahmad, kerusakan penglihatan yang dialaminya disebabkan oleh gangguan pada bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi impuls saraf. Bagian mata yang dimaksud adalah....
Kornea
Lensa
Retina
Iris
Bacalah berita di bawah ini:
Anosmia Berkepanjangan Pasca-Infeksi Virus
Berita: Dewi (22 tahun), seorang mahasiswi, mengalami kondisi anosmia (kehilangan kemampuan mencium bau) total selama lebih dari tiga bulan setelah sembuh dari infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus. Meskipun sudah sehat secara fisik, ia tidak bisa lagi mencium bau kopi, parfum, bahkan gas bocor. Kondisi ini sangat memengaruhi kualitas hidupnya, menyebabkan ia kehilangan nafsu makan dan sering merasa cemas karena tidak bisa mendeteksi bahaya (seperti kebakaran atau makanan basi). Dokter THT menjelaskan bahwa virus tersebut kemungkinan telah merusak sementara sel-sel reseptor penciuman (sel-sel saraf olfaktori) di bagian atap rongga hidungnya. Proses pemulihan sel saraf ini bisa memakan waktu lama, bahkan membutuhkan "pelatihan penciuman" (smell training)
Sumber Berita: Artikel Jurnal Kedokteran, [Simulasi] Jurnal Neurologi Indonesia, Vol. 15, No. 2, 2023. DOI: 10.1234/jurnal-neurologi-anosmia
Berdasarkan kasus Dewi, bagian yang mengalami kerusakan akibat infeksi virus adalah sel-sel reseptor penciuman. Bagian tersebut terletak pada....
Rongga nasofaring
Konka nasal bawah
Mukosa olfaktori di atap rongga hidung
Kelenjar lendir di dinding hidung
Bacalah kasus di bawah ini:
Gangguan Pendengaran Akibat Kebisingan (Noise-Induced Hearing Loss)
Berita: Seorang remaja laki-laki, Rian (16 tahun), sering menghabiskan lebih dari 4 jam sehari mendengarkan musik dengan volume sangat keras menggunakan earphone. Rian mulai mengeluh sering mendengar suara berdenging di telinga (tinnitus) yang konstan, terutama di malam hari. Ia juga mulai kesulitan memahami percakapan di lingkungan yang bising. Setelah pemeriksaan audiometri, Rian didiagnosis mengalami Gangguan Pendengaran Akibat Kebisingan (GPAB) pada frekuensi tinggi. Dokter menjelaskan bahwa getaran suara yang terlalu kuat dan terus-menerus telah merusak sel-sel rambut (hair cells) sensitif yang berada di dalam rumah siput (koklea). Kerusakan ini bersifat permanen karena sel rambut tidak dapat beregenerasi.
Sumber Berita: Wawancara Dokter Spesialis THT, [Simulasi] Tribun Remaja Sehat, 12 Februari 2024. URL: https://www.tribunremajasehat.com/bahaya-volume-keras-tinnitus-remaja
Berdasarkan kasus Rian, bagian telinga yang mengalami kerusakan akibat paparan suara keras adalah....
Tulang sanggurdi di telinga tengah
Saluran eustachius di telinga tengah
Sel rambut (hair cells) di koklea pada telinga dalam
Gendang telinga di bagian luar telinga
Bacalah kasus di bawah ini:
Disgeusia dan Kehilangan Nafsu Makan Akibat Efek Samping Obat
Berita: Ibu Sari (55 tahun) baru saja menyelesaikan pengobatan intensif untuk penyakit tertentu, yang mengharuskannya mengonsumsi beberapa jenis obat dalam dosis tinggi. Setelah pengobatan, ia mengeluh mengalami disgeusia, yaitu distorsi rasa di mana makanan terasa pahit atau seperti logam. Makanan favoritnya seperti sup ayam terasa aneh dan tidak enak. Kondisi ini membuat Ibu Sari kehilangan nafsu makan secara drastis, menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan. Dokter menjelaskan bahwa disgeusia merupakan efek samping umum dari obat-obatan tertentu yang mengganggu siklus hidup normal kuncup pengecap (taste buds) di lidah atau mengganggu transmisi sinyal rasa ke otak.
Sumber Berita: Studi Kasus Rumah Sakit, [Simulasi] Buletin Farmasi Klinis, Edisi Juni 2024. URL: https://www.farmasiklinis.id/studi-kasus-disgeusia-obat
Berdasarkan kasus Ibu Sari, gangguan yang dialaminya berkaitan dengan fungsi reseptor pada kuncup pengecap (taste buds). Struktur ini terdapat pada....
Ujung saraf penciuman di hidung
Papila lidah yang mengandung reseptor pengecap
Kelenjar ludah yang menghasilkan air liur
Permukaan gusi yang membantu pencernaan mekanik
Bacalah kasus di bawah ini:
Mati Rasa (Neuropati Diabetik) pada Kaki Lansia
Berita: Bapak Wiyono (68 tahun) penderita Diabetes Mellitus telah lama mengeluhkan rasa kebas atau mati rasa (neuropati) yang dimulai dari jari-jari kaki dan menjalar ke atas. Karena mati rasa, Bapak Wiyono tidak merasakan ketika ada kerikil yang masuk ke sepatunya, yang kemudian menyebabkan luka kecil. Luka ini, karena sirkulasi darah yang buruk (komplikasi diabetes) dan kurangnya sensasi rasa sakit, berkembang menjadi infeksi serius tanpa disadari. Dokter menjelaskan bahwa tingginya kadar gula darah yang kronis telah merusak serabut saraf perifer di kulit, khususnya pada ekstremitas bawah. Kerusakan ini mengganggu transmisi sinyal sentuhan, tekanan, dan rasa sakit ke otak.
Sumber Berita: Laporan Pusat Layanan Kesehatan Primer, [Simulasi] Buletin Kesehatan Komunitas, Vol. 7, No. 1, 2024. URL: https://www.kesehatan-komunitas.org/neuropati-diabetes-bahaya.
Berdasarkan kasus Bapak Wiyono, penyebab utama hilangnya sensasi rasa sakit dan sentuhan pada kakinya adalah....
Penurunan produksi hormon insulin di pankreas
Kerusakan pembuluh darah di otak
Kerusakan serabut saraf perifer akibat kadar gula darah tinggi
Penebalan kulit akibat luka diabetes
