Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Modifikasi Perilaku Santri

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Bagaimana penerapan teori Behaviorism menurut B.F. Skinner dalam membentuk perilaku baik santri di pesantren?

a)

Dengan membiarkan santri memilih perilaku tanpa arahan atau konsekuensi.

b)

Dengan membentuk perilaku baik melalui pembiasaan dan penguatan konsekuensi, misalnya memberikan penghargaan atas perilaku baik.

c)

Dengan memberikan perintah langsung tanpa pembiasaan.

d)

Dengan mengabaikan perilaku baik dan hanya fokus pada perilaku negatif.

2.

Strategi modifikasi perilaku santri di lingkungan boarding dengan menggunakan teknik positive reinforcement dilakukan dengan cara:

a)

Memberikan hukuman fisik dan mengurangi hak santri.

b)

Memberikan penghargaan atas perilaku baik

c)

Mengabaikan perilaku baik dan hanya mencatat perilaku buruk.

d)

Menghapus semua bentuk penghargaan dan hanya menggunakan perintah.

3.

Peran evaluasi keberhasilan dalam modifikasi perilaku santri sangat penting untuk mengetahui efektivitas intervensi. Cara yang efektif untuk melakukan evaluasi tersebut adalah...

a)

Menggunakan lembar observasi perilaku, mencatat perubahan perilaku dari minggu ke minggu, dan memberikan umpan balik kepada santri serta wali asrama.

b)

Hanya mengandalkan penilaian subjektif guru tanpa data.

c)

Tidak melakukan evaluasi sama sekali.

d)

Memberikan evaluasi hanya sekali di akhir tahun.

4.

Teknik modifikasi perilaku apa yang paling tepat digunakan agar perilaku negatif seorang santri tidak diperkuat?

a)

Positive reinforcement

b)

Extinction

c)

Shaping

d)

Token economy

5.

Bagaimana Anda merencanakan langkah-langkah untuk mengubah perilaku santri yang sering terlambat salat berjamaah agar menjadi lebih disiplin, dengan tetap memperhatikan nilai-nilai Islam dan tujuan pendidikan?

a)

Mengidentifikasi perilaku target, memahami penyebabnya, menentukan penguatan dan melakukan intervensi

b)

Memberikan hukuman fisik agar santri jera dan tidak mengulangi kesalahan.

c)

Mengabaikan perilaku santri dan berharap mereka berubah dengan sendirinya.

d)

Memberikan pujian dan melakukan evaluasi jika dibutuhkan

6.

Penguatan (reinforcement) yang sesuai dengan untuk mendorong perilaku positif pada santri adalah...

a)

Memberikan hadiah uang agar santri termotivasi.

b)

Memberikan pujian tulus atau kesempatan menjadi teladan/asisten ustadz,

c)

Mengancam santri dengan hukuman jika tidak berperilaku baik.

d)

Tidak memberikan penguatan apapun agar santri belajar mandiri.

7.

Bagaimana Anda merancang langkah deteksi dini yang efektif untuk mengidentifikasi santri yang mengalami adiksi gawai atau media sosial di lingkungan pesantren?

a)

Menggunakan kuesioner, observasi perilaku harian, dan wawancara ringan.

b)

Mengandalkan laporan dari wali asrama dan teman tanpa observasi langsung.

c)

Memberikan hukuman fisik agar santri jera menggunakan gawai.

d)

Mengabaikan gejala awal dan menunggu hingga prestasi akademik benar-benar menurun.

8.

Intervensi yang tepat untuk membantu santri mengendalikan penggunaan gawai dan mengembalikan fokus belajar, ibadah, serta relasi sosial, adalah...

a)

Pelatihan pengendalian diri, restrukturisasi kognitif, dukungan spiritual, dan mentoring sebaya.

b)

Melarang penggunaan gawai secara total tanpa penjelasan.

c)

Memberikan hukuman fisik kepada santri yang kecanduan gawai.

d)

Mengabaikan masalah adiksi dan fokus pada pelajaran saja.

9.

Bagaimana Anda dapat membangun hubungan empatik dengan santri yang sering tampak lelah? Jelaskan pendekatan yang dapat digunakan dan alasan di baliknya.

a)

Menggunakan pendekatan lembut dengan menanyakan kondisi mereka secara perhatian

b)

Memberikan hukuman langsung agar mereka sadar

c)

Mengabaikan perilaku mereka agar tidak memperburuk situasi

d)

Meminta mereka untuk menulis jurnal setiap hari tanpa penjelasan

10.

Jika Anda menjadi konselor di pesantren, bagaimana strategi yang dapat Anda gunakan untuk membangun suasana aman saat membahas edukasi seks?

a)

Menjadi figur yang bisa dipercaya dan menggunakan pendekatan empatik serta sopan.

b)

Menggurui dan menggunakan nada tinggi saat berbicara.

c)

Menghindari komunikasi langsung dengan siswa.

d)

Memberikan hukuman kepada siswa yang bertanya tentang seksualitas.