wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LATIHAN SOAL_TO_2_PPG_PAI

Total questions: 61

Worksheet time: 31mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru hendak menyusun soal yang bertujuan membentuk akhlak karimah dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik. Contoh soal berikut yang paling tepat untuk mengukur tujuan pembelajaran ranah sikap adalah…

a)

Jelaskan pengertian iman, islam, dan ihsan secara lengkap!

b)

Sebutkan lima contoh perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari!

c)

Tuliskan ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan perintah berakhlak mulia!

d)

Ceritakan pengalaman pribadimu menunjukkan sikap jujur dalam kehidupan!

e)

Apa akibat dari tidak melaksanakan perintah agama dalam kehidupan sehari-hari?

2.

Seorang gadis berusia 15 tahun dinikahkan oleh orang tuanya karena alasan ekonomi. Dari sudut pandang hukum dan sosial, sebaiknya yang menjadi sikap kritis mahasiswa terhadap kasus tersebut adalah…

a)

Menyalahkan kedua orang tua sepenuhnya karena telah melanggar hukum.

b)

Mengabaikan kasus tersebut karena pernikahan adalah urusan pribadi.

c)

Membenarkan tindakan itu karena kedua belah pihak telah setuju.

d)

Mengkaji aspek hukumnya, dan menyarankan pendekatan edukatif dan preventif.

e)

Mendukung pernikahan tersebut selama berlangsung dengan restu keluarga.

3.

Dalam suatu kelompok, peserta didik diminta untuk menganalisis beberapa hadis dan menentukan mana yang termasuk hadis shahih. Cara yang paling efektif untuk menyelesaikan tugas ini dengan semangat gotong royong adalah…

a)

Masing-masing anggota kelompok menganalisis hadis secara individu dan kemudian membandingkan hasilnya.

b)

Satu orang anggota kelompok yang paling berpengalaman mengerjakannya, sementara yang lain mendukung kebutuhannya.

c)

Mendiskusikan kriteria hadis shahih dan memverifikasinya dengan melibatkan semua anggota kelompok.

d)

Kelompok memilih hadis yang paling mudah dipahami dan memeriksa keabsahannya.

e)

Setiap anggota kelompok memilih suatu hadis favorit dan mendiskusikannya lebih lanjut.

4.

Dalam sebuah diskusi, seorang peserta didik mengungkapkan bahwa ia merasa terbebani dengan takdir hidupnya yang berbeda dengan orang lain, terutama dalam hal latar belakang keluarga dan tradisi yang dijalani. Menurut Anda, sikap yang paling tepat agar peserta didik tersebut dapat menerima takdirnya dengan lebih baik adalah...

a)

Menyuruhnya untuk segera mengubah pandangan hidupnya dan mengikuti standar hidup orang lain.

b)

Mendorongnya untuk mengabaikan tradisi dan menciptakan identitas baru yang tidak terikat oleh takdirnya.

c)

Mengajaknya merefleksikan dan menerima takdir sebagai bagian dari perjalanan hidup yang memiliki hikmah.

d)

Menyatakan bahwa takdir adalah sesuatu yang tidak bisa diubah, jadi lebih baik ia menerima tanpa mempertanyakan apapun.

e)

Memberinya solusi praktis untuk mengubah keadaan keluarganya agar sesuai dengan harapan sosial yang ada.

5.

Dalam konteks pemahaman ayat-ayat Mutasyabihat yang seringkali menimbulkan multiinterpretasi, bagaimana seharusnya seorang mufassir kontemporer merumuskan pendekatan tafsir terhadap QS. Ali 'Imran [3]: 7 agar tafsir tersebut mampu menjawab isu-isu modern seperti perkembangan sains dan teknologi. Agar diperoleh hasil tafsir yang relevan dengan modernitas tanpa menyimpang dari prinsip-prinsip keislaman, cara berikut yang paling tepat dilakukan adalah...

a)

Dengan mengutamakan takwil rasional sepenuhnya atas ayat mutasyabihat demi relevansi modern.

b)

Dengan mengedepankan ijtihad dengan merujuk pada tafsir klasik untuk merespon dinamika zaman.

c)

Dengan menolak pendekatan takwil terhadap ayat mutasyabihat demi menjaga kesucian makna aslinya.

d)

Dengan mengintegrasikan pemahaman ayat muhkamah dalam menafsirkan ayat mutasyabihat secara kontekstual dan metodologis.

e)

Dengan mengadopsi sepenuhnya tafsir sufistik yang bersifat simbolik untuk memahami pesan tersembunyi ayat mutasyabihat.

6.

Dalam pembelajaran mengenai ayat muhkamah dan mutasyabihat dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL), tujuan utama guru adalah agar peserta didik dapat:

a)

Menganalisis tafsir atas ayat-ayat tersebut

b)

Menghafal seluruh ayat muhkamah dan mutasyabihat

c)

Membaca ayat-ayat tanpa memahami maknanya

d)

Menulis ulang ayat-ayat tanpa penjelasan

7.

Berdasarkan struktur keilmuan dengan tetap mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragam. Opsi berikut yang paling tepat dipilih dalam merancang tujuan pembelajaran yang sesuai adalah...

a)

Merancang tujuan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik menghafal tafsir ayat muhkamat dan mutasyabihat sesuai konteks sosial atau budaya.

b)

Menyusun tujuan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik mampu mengevaluasi tafsir ayat muhkamat dan mutasyabihat secara analitis dan kritis, serta mengaitkan pemahaman tersebut dengan masalah sosial yang relevan.

c)

Mengarahkan tujuan pembelajaran agar peserta didik dapat menghafal definisi ayat muhkamat dan mutasyabihat dan mengaitkan dengan permasalahan kontekstual atau aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari.

d)

Menyusun tujuan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik untuk hanya mengetahui jenis-jenis ayat muhkamat dan mutasyabihat melalui diskusi atau penerapan langsung dalam kehidupan mereka.

e)

Merancang tujuan pembelajaran yang menekankan pada pengetahuan teoritis tentang ayat muhkamat dan mutasyabihat tanpa melibatkan keterampilan berpikir kritis atau analitis.

8.

Dalam pelaksanaan pembelajaran klasifikasi hadis menggunakan pendekatan project-based learning (PJBL), guru membagi peserta didik dalam kelompok untuk menyusun proyek visual yang menjelaskan perbedaan antara hadis shahih, hasan, dan dhaif. Berdasarkan struktur keimuan dan karakteristik peserta didik yang beragam, strategi analitis yang paling tepat dilakukan guru agar tujuan pembelajaran tercapai secara efektif adalah

a)

Menyerahkan seluruh tanggung jawab proyek kepada siswa tanpa arahan, agar mereka belajar secara mandiri.

b)

Mengarahkan seluruh kelompok untuk membuat proyek dengan format dan isi yang sama agar pembelajaran lebih efisien.

c)

Memberi kebebasan penuh kepada siswa tanpa mengaitkan proyek dengan struktur keilmuan klasifikasi hadis.

d)

Membimbing kelompok sesuai dengan gaya belajar masing-masing, lalu mengevaluasi proyek berdasarkan pemahaman terhadap unsur sanad, matan, dan derajat hadis.

e)

Menyediakan jawaban lengkap di awal agar siswa langsung menyalin dalam proyek mereka tanpa perlu menganalisis isi hadis.

9.

Seorang guru menggunakan pendekatan discovery-based learning (DBL) saat mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi rahasia takdir dan kaitannya dengan iman kepada hari akhir. Berdasarkan pendekatan tersebut dan karakteristik peserta didik yang memiliki latar belakang pemahaman beragam, strategi evaluasi yang paling tepat untuk mendorong analisis kritis peserta didik terhadap materi adalah...

a)

Memberikan soal pilihan ganda dengan jawaban tunggal agar penilaian cepat dan objektif.

b)

Meminta peserta didik menyalin kembali penjelasan guru tentang takdir dan hari akhir sebagai bentuk penguatan hafalan.

c)

Menyuruh peserta didik membaca buku teks dan mencatat poin penting tanpa refleksi atau diskusi.

d)

Menjelaskan langsung hubungan antara takdir dan hari akhir dan memberi ruang eksplorasi kepada peserta didik.

e)

Mengajak peserta didik menemukan sendiri keterkaitan antara takdir dan iman kepada hari akhir melalui studi kasus dan diskusi kelompok.

10.

Dalam merancang materi ajar tentang pembentukan akhlak karimah sebagai pilar karakter bangsa menggunakan pendekatan TPACK, guru harus memperhatikan tiga aspek utama: teknologi, pedagogi, dan konten. Berikut langkah awal yang paling logis dalam menyusun alur materi ajar tersebut sesuai dengan karakteristik peserta didik, yaitu...

a)

Menentukan tujuan pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai akhlak karimah, pendekatan pembelajaran yang sesuai, dan media teknologi pendukung.

b)

Menentukan aplikasi digital yang populer di kalangan siswa sebelum menentukan isi materi.

c)

Menyusun daftar tokoh bangsa yang berprestasi dan mengaitkan prestasinya dengan nilai akhlak.

d)

Langsung membuat kuis online berdasarkan kompleksitas isi materi pembelajaran.

e)

Menyalin materi dari buku teks lalu membagikannya tanpa adaptasi terhadap kebutuhan siswa.

11.

Seorang guru akan melaksanakan pembelajaran fiqih kontemporer dengan pendekatan deep learning. Agar sesuai dengan karakteristik peserta didik yang aktif dan kritis, guru harus menyusun alur pembelajaran yang logis dan bermakna. Berikut merupakan langkah penerapan yang paling tepat dilakukan guru dalam pelaksanaan tujuan pembelajaran tersebut, yaitu...

a)

Menyampaikan seluruh materi secara ceramah agar siswa dapat menyerap informasi dengan cepat.

b)

Memberikan rangkuman materi fiqih kontemporer lalu meminta siswa menghafalkannya.

c)

Mengajak siswa mengamati fenomena sosial terkini, lalu membimbing mereka menemukan sendiri konsep fiqih kontemporer yang relevan.

d)

Membagikan materi dalam bentuk artikel ilmiah tanpa penjelasan dan meminta siswa menyelesaikan soal.

e)

Menugaskan siswa untuk membuat presentasi tanpa arahan tentang isi fiqih kontemporer.

12.

Dalam menerapkan model pelayanan konseling untuk materi ajar transformasi peradaban Islam, seorang guru perlu mengevaluasi tujuan pembelajaran agar sesuai karakteristik peserta didik. Berikut adalah urutan (alur) materi ajar yang paling logis untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu...

a)

Mengidentifikasi nilai-nilai peradaban Islam → Menganalisis dampak transformasi sejarah → Menghubungkan dengan konteks kehidupan modern → Merefleksikan relevansinya bagi peserta didik.

b)

Menghafal periode penting peradaban Islam → Menyajikan fakta → Memberikan tugas proyek dengan panduan.

c)

Memulai dengan isu kontemporer → Menjelaskan akar sejarah → Fokus pada debat dalam diskusi.

d)

Membandingkan peradaban Islam dan Barat secara konfrontatif → Menyimpulkan dengan refleksi kritis.

e)

Mempelajari tokoh dalam konteks sejarah → Menghubungkan konteksnya dengan konteks saat ini → Menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

13.

Dalam merencanakan kegiatan aksi pada program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), guru perlu menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Berikut adalah langkah pengembangan materi ajar yang paling tepat untuk mengintegrasikan nilai-nilai P5 secara efektif, yaitu...

a)

Menghafal sila-sila Pancasila → Memberikan contoh kasus → Menilai berdasarkan kuis tertulis.

b)

Mengidentifikasi nilai-nilai P5 yang relevan dengan konteks peserta didik → Merancang proyek kolaboratif berbasis masalah lokal → Mengevaluasi dampak pembelajaran melalui refleksi kritis.

c)

Menyampaikan materi tentang Pancasila → Memberikan tugas individu dengan umpan balik → Memperhatikan konteks sosial peserta didik.

d)

Fokus pada aspek kognitif nilai-nilai P5 → Menggunakan metode pembelajaran sesuai → Melibatkan peserta didik dalam praktik nyata.

e)

Mengadakan lomba cerdas cermat Pancasila → Menekankan kompetisi antar siswa → Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

14.

Seorang guru hendak mengintegrasikan nilai-nilai Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (PPRA) ke dalam pembelajaran IPS di kelas VIII SMP yang mayoritas siswanya berasal dari latar belakang multikultural. Guru ingin menyusun materi ajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Langkah analisis yang paling tepat dilakukan guru untuk memastikan pengembangan materi ajar tersebut sesuai prinsip PPRA, adalah...

a)

Menentukan metode pembelajaran yang menarik minat siswa secara individual dengan tetap mempertimbangkan latar belakang mereka.

b)

Menyesuaikan materi ajar dengan silabus yang berlaku secara umum tanpa memodifikasi kontennya.

c)

Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, lalu menyusun materi ajar yang menanamkan nilai toleransi, keadilan, dan kasih sayang sesuai konteks kehidupan siswa.

d)

Mengambil materi dari sumber ajar yang sudah tersedia setelah melakukan penyesuaian dengan lingkungan belajar siswa.

e)

Mengutamakan pencapaian kognitif siswa dengan fokus pada materi hafalan demi hasil ujian yang maksimal.

15.

Pada suatu sekolah dengan keragaman budaya peserta didik tinggi, guru Pendidikan Agama Islam mengamati adanya kecenderungan sebagian peserta didik memahami ajaran agama secara eksklusif dan kurang terbuka terhadap perbedaan. Berdasarkan praktik moderasi beragama yang berkembang di masyarakat seperti dialog antar umat beragama, pelestarian budaya lokal yang selaras dengan nilai-nilai Islam, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial lintas agama, tindakan guru yang paling tepat dalam mengembangkan materi ajar Islam wasathiyah agar tujuan pembelajaran tercapai sesuai karakteristik peserta didik adalah...

a)

Menambahkan materi fiqih lintas mazhab dan menyuruh siswa memilih mazhab yang paling benar.

b)

Menekankan pentingnya akidah yang benar dan memperkuat identitas kelompok keagamaan.

c)

Mendorong diskusi kelas tentang toleransi dan praktik keberagamaan dengan pendekatan kontekstual.

d)

Mewajibkan peserta didik mengikuti kajian Islam dari tokoh agama setiap pekan.

e)

Menyampaikan perbedaan agama lain secara normatif tanpa perlu dialog atau diskusi.

16.

Dalam konteks masyarakat Indonesia yang pluralistik, praktik moderasi beragama sering diwujudkan melalui kolaborasi lintas agama dalam kegiatan sosial, peneguhan toleransi di ruang publik, dan penerimaan terhadap kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Seorang guru meminta peserta didik mengevaluasi pengembangan materi ajar Pendidikan Agama Islam untuk memperkuat karakter Islam wasathiyah di lingkungan sekolah menengah. Dari pernyataan berikut, alasan paling tepat dalam memilih materi ajar Islam sebagai agama moderat sesuai dengan implementasi nilai-nilai moderasi beragama di masyarakat adalah...

a)

A. Agar peserta didik dapat memperkuat identitas keislaman dalam menghadapi pengaruh budaya asing.

b)

B. Untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berdebat mempertahankan kebenaran ajaran Islam.

c)

C. Sebagai upaya membentengi peserta didik dari ideologi lain yang dianggap menyimpang.

d)

D. Untuk menanamkan nilai toleransi, keseimbangan, dan keadilan dalam keberagamaan di tengah masyarakat majemuk.

e)

E. Supaya peserta didik lebih mudah membedakan ajaran Islam yang benar dari kelompok berbeda.

17.

Seorang guru PAI di jenjang SMA ingin menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) pada materi tafsir tematik tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan keadilan sosial. Dalam proses pembelajaran, guru mengajak peserta didik mendiskusikan kasus ketimpangan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar, lalu menuntun mereka mencari ayat-ayat relevan, memahami maknanya melalui kitab tafsir, dan menyusun solusi praktis berdasarkan nilai-nilai dalam ayat tersebut. Jika Anda adalah guru PAI, rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk dikembangkan berdasarkan skenario tersebut adalah…

a)

Guru membimbing siswa menganalisis masalah nyata, mencari solusi berdasarkan pemahaman terhadap tafsir ayat-ayat terkait, dan mempresentasikan hasilnya dalam kelompok.

b)

Guru menyampaikan penjelasan ayat secara klasikal, lalu siswa diberi tugas membuat ringkasan.

c)

Guru meminta siswa membaca teks tafsir dan mengerjakan soal pilihan ganda berdasarkan isi ayat.

d)

Guru membagikan materi ayat dan penjelasannya, lalu meminta siswa menuliskan pendapat pribadi.

e)

Guru mengarahkan siswa menghafal ayat-ayat bertema sosial, lalu menjelaskan artinya secara lisan.

18.

Dalam suatu kelas, guru PAI memberikan topik tentang klasifikasi hadis dari aspek kualitas sanad dan matan. Untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, guru ingin menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL). Guru menyajikan kasus di masyarakat tentang penyebaran hadis yang diragukan kesahihannya di media sosial. Rancangan pembelajaran yang paling sesuai untuk situasi ini adalah…

a)

Memberikan daftar hadis dan menugaskan siswa menghafal klasifikasinya berdasarkan kitab-kitab hadis.

b)

Menyajikan kasus penyebaran hadis lemah, lalu membimbing siswa menganalisisnya menggunakan ilmu klasifikasi hadis.

c)

Menjelaskan teori klasifikasi hadis lalu memberi kuis untuk menguji pemahaman siswa secara individu.

d)

Membagi siswa dalam kelompok untuk membahas sanad dan matan hadis dengan panduan teks klasik.

e)

Menyuruh siswa menulis makalah tentang jenis-jenis hadis tanpa dikaitkan dengan masalah kontekstual.

19.

Seorang guru PAI ingin mengembangkan pembelajaran materi "hubungan antara takdir dan iman kepada hari akhir" untuk siswa SMA. Ia menemukan bahwa banyak peserta didik terpengaruh oleh konten media sosial yang menyebabkan fatalisme (pasrah tanpa usaha) dan pemahaman keliru bahwa takdir meniadakan usaha manusia. Guru ingin menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Rancangan pembelajaran paling tepat yang dapat dibuat guru adalah…

a)

Guru menugaskan siswa menonton video ceramah tentang takdir, lalu membuat ringkasan isi video.

b)

Guru membagikan artikel daring dari sumber keislaman, lalu siswa diminta menjawab soal latihan pilihan ganda.

c)

Guru menayangkan video pemahaman keliru tentang takdir, lalu siswa menganalisis dan membuat konten edukatif meluruskan pemahaman berdasarkan dalil dan konsep iman kepada hari akhir.

d)

Guru memberikan materi power point dan menugaskan siswa membuat peta konsep tentang hubungan takdir dan hari akhir.

e)

Guru menugaskan siswa membuat poster digital tentang rukun iman untuk dipresentasikan di kelas.

20.

Dalam pembelajaran materi "Mu'jizat, Karamah, dan Sihir", seorang guru PAI menghadapi keberagaman karakter peserta didik: ada yang unggul secara logis-analitis, ada yang cenderung visual-auditori, dan ada pula yang kuat dalam keterampilan komunikasi. Guru ingin merancang pembelajaran yang menyesuaikan dengan perbedaan individu peserta didik namun tetap sesuai dengan struktur keilmuan akidah Islam. Berikut rancangan strategi pembelajaran yang paling tepat berdasarkan pendekatan berbasis perbedaan individu, yaitu…

a)

Menugaskan semua peserta didik menulis makalah ilmiah tentang perbedaan mu'jizat, karamah, dan sihir dari kitab-kitab klasik.

b)

Memberikan ceramah umum tentang tema, lalu mengadakan ujian tulis standar bagi seluruh siswa.

c)

Membagi siswa ke dalam kelompok sesuai minat dan gaya belajar, lalu memberi pilihan tugas: membuat video penjelasan, debat antar kelompok, atau mind mapping analisis materi.

d)

Menyuruh siswa membaca materi dari buku ajar dan membuat rangkuman untuk dipresentasikan bergantian.

21.

Seorang guru PAI ingin merancang pembelajaran akhlak tentang pentingnya membentuk akhlak terpuji di lingkungan sekolah. Ia menyadari bahwa peserta didik memiliki perbedaan dalam gaya belajar, latar belakang keluarga, serta tingkat kedewasaan sosial-emosional. Sebagai guru yang memahami struktur keilmuan akhlak dan prinsip pedagogi diferensiasi, rancangan pembelajaran manakah yang paling tepat berikut untuk memastikan semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran…

a)

Merancang tugas berbasis proyek dengan diferensiasi pilihan sesuai gaya belajar siswa.

b)

Menyampaikan ceramah moral dan memberi tugas membuat makalah tentang akhlak karimah.

c)

Memberi satu model penugasan berupa hafalan ayat dan hadis akhlak kepada seluruh peserta didik.

d)

Menggunakan metode diskusi terbuka dengan pertanyaan pemantik yang sama untuk semua siswa.

e)

Menugaskan seluruh peserta didik untuk merangkum isi buku akhlak dan mempresentasikannya.

22.

Seorang guru PAI akan mengajar materi fiqih kontemporer tentang transaksi digital (e-commerce) dalam Islam kepada peserta didik yang memiliki latar belakang kemampuan belajar dan akses teknologi yang berbeda. Guru ingin menerapkan pendekatan berbasis perbedaan individu dan memanfaatkan teknologi pendidikan agar pembelajaran berjalan efektif dan inklusif. Berikut adalah rancangan pembelajaran yang tepat, yaitu…

a)

Menugaskan seluruh peserta didik menonton ceramah daring tentang hukum jual beli online, lalu membuat ringkasan dalam bentuk makalah.

b)

Memberi soal kuis daring yang sama kepada seluruh peserta didik melalui platform pembelajaran.

c)

Memberikan bahan bacaan digital yang sama kepada semua siswa dan meminta membuat tanggapan tertulis.

d)

Menyuruh siswa membuat jurnal pembelajaran dari artikel hukum transaksi online tanpa menggunakan media digital.

e)

Menyediakan beberapa pilihan tugas yang sesuai gaya belajar peserta didik lalu mengunggahnya ke platform kelas.

23.

Seorang guru PAI hendak mengajarkan materi tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, seperti hak atas keadilan, keamanan, kebebasan berpendapat, dan kesejahteraan. Guru ingin menerapkan pembelajaran mendalam agar peserta didik tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menganalisis konteks sosial dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata. Berikut adalah rancangan pembelajaran yang tepat dipilih oleh guru, yaitu...

a)

Menyampaikan ceramah tentang konsep hak-hak rakyat menurut Islam dan menugaskan siswa membuat rangkuman materi.

b)

Menyuruh siswa membaca pasal-pasal hukum Islam tentang hak warga negara, lalu membuat catatan individu.

c)

Menyediakan sumber bacaan primer dan kasus aktual pelanggaran hak rakyat, lalu membimbing siswa dan merancang aksi sosial digital berbasis nilai keadilan Islam.

d)

Memberikan tugas kelompok membuat poster tentang hak-hak rakyat dalam Islam untuk dipajang di kelas.

e)

Menugaskan siswa menghafal ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis tentang keadilan sosial.

24.

Seorang guru PAI akan mengajarkan materi tentang perkembangan kepemimpinan Islam, dengan fokus pada contoh-contoh kepemimpinan dari masa Nabi Muhammad SAW hingga para pemimpin Islam kontemporer. Guru ingin memastikan bahwa peserta didik dapat memahami konsep kepemimpinan Islam secara mendalam, termasuk kaitannya dengan prinsip-prinsip keadilan, amanah, dan pelayanan kepada umat. Guru juga ingin agar peserta didik dapat menganalisis peran kepemimpinan dalam konteks sosial yang lebih luas dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Rancangan berikut yang paling tepat dipilih guru adalah...

a)

Menyampaikan ceramah tentang sejarah kepemimpinan Islam dan menugaskan siswa membuat esai tentang sifat-sifat pemimpin ideal dalam Islam.

b)

Memberikan tugas membaca buku teks tentang kepemimpinan Islam dan menjelaskan poin-poin utama dalam ujian tertulis.

c)

Menugaskan siswa untuk menghafal nama-nama pemimpin Islam dan mendiskusikan kontribusi mereka dalam kehidupan umat.

d)

Memberikan soal pilihan ganda tentang ciri-ciri kepemimpinan Islam dan meminta siswa untuk memilih pemimpin favorit mereka.

e)

Siswa menganalisis studi kasus tentang pemimpin Islam sepanjang sejarah, lalu merancang model kepemimpinan yang relevan dengan kondisi zaman sekarang.

25.

Seorang guru PAI akan mengajarkan materi pendidikan nilai atau karakter dengan fokus pada nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan empati, serta cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menerapkan pembelajaran mendalam dengan memanfaatkan teknologi untuk memastikan bahwa peserta didik tidak hanya memahami konsep nilai tersebut, tetapi juga mampu menganalisis dan menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam konteks sosial yang lebih luas. Guru berharap peserta didik dapat berdiskusi, berefleksi, dan memecahkan masalah secara kreatif melalui media digital dengan merancang pembelajaran...

a)

Menyampaikan materi tentang nilai-nilai karakter secara lisan, lalu menugaskan siswa untuk membuat esai tentang pentingnya karakter dalam kehidupan.

b)

Menggunakan video pendek tentang contoh penerapan nilai karakter di kehidupan nyata, lalu meminta siswa menulis refleksi dan membagikannya di forum kelas daring.

c)

Memberikan tugas membaca artikel tentang karakter, lalu membuat presentasi PowerPoint yang menjelaskan nilai-nilai karakter di kehidupan sehari-hari.

d)

Menyediakan kasus-kasus pelanggaran nilai karakter yang terjadi di masyarakat, lalu mengajak siswa untuk berdiskusi secara tatap muka tanpa menggunakan teknologi.

e)

Menugaskan siswa untuk menghafal definisi nilai karakter, lalu menguji mereka dengan soal pilihan ganda tentang teori-teori pendidikan karakter.

26.

Seorang guru PAI akan mengajarkan materi tentang Islam sebagai agama yang moderat (wasathiyah), dengan tujuan agar peserta didik dapat memahami prinsip-prinsip toleransi terhadap dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menggunakan pendekatan TPACK, yang mengintegrasikan pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten keilmuan secara seimbang, untuk memastikan pembelajaran lebih interaktif, efektif, dan relevan. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru sebaiknya merancang pembelajaran dengan...

a)

Menyampaikan ceramah langsung tentang prinsip-prinsip toleransi, lalu meminta siswa membuat rangkuman dan menugaskan mereka untuk membaca materi tambahan dari buku teks.

b)

Menggunakan platform pembelajaran daring untuk mengunggah materi tentang prinsip-prinsip toleransi dan memberikan soal pilihan ganda tentang teori moderasi beragama.

c)

Menggunakan video dokumenter yang menunjukkan prinsip-prinsip toleransi, kemudian meminta siswa berdiskusi secara daring dan mempresentasikan analisis mereka.

d)

Menyediakan artikel tentang prinsip-prinsip toleransi dan meminta siswa untuk menulis esai reflektif tentang pemahaman mereka mengenai moderasi beragama.

27.

Seorang guru PAI di SMA mengajarkan kajian tafsir yang sebagian besar berfokus pada tafsir klasik yang kurang relevan dengan tantangan sosial dan budaya yang dihadapi oleh generasi muda masa kini, seperti masalah sosial, teknologi, dan perubahan nilai-nilai di masyarakat. Guru ingin menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk meningkatkan pemahaman dan relevansi materi, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan mengasah keterampilan analitis siswa. Rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan efektif adalah...

a)

Menyajikan materi tafsir klasik tentang etika sosial, lalu memberi ujian untuk mengukur pengetahuan siswa tentang tafsir tersebut.

b)

Menghadirkan kasus sosial atau permasalahan remaja saat ini kemudian membimbing siswa untuk menganalisisnya dengan prinsip-prinsip tafsir, dan merancang solusi berbasis nilai-nilai Islam yang moderat dan relevan.

c)

Memberikan materi tafsir mengenai etika sosial tanpa mengaitkannya dengan isu kontemporer, kemudian meminta siswa untuk menulis esai tentang penerapan tafsir klasik dalam kehidupan sehari-hari.

d)

Memberikan materi tafsir terkait moralitas tanpa mendiskusikan aplikasi dalam konteks zaman modern, lalu meminta siswa untuk membuat peta konsep.

e)

Menyajikan tafsir tentang moralitas secara teoritis dan memberikan soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa terhadap tafsir tersebut.

28.

Seorang guru PAI di SMA mengajarkan materi tentang klasifikasi hadis yang lebih banyak berfokus pada teori klasik dan kurang mengaitkannya dengan konteks perkembangan zaman. Guru ingin mengubah pendekatan pembelajarannya agar lebih relevan dengan tantangan dan kebutuhan siswa zaman sekarang, serta mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memahami materi tersebut. Rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk mencapai tujuan ini adalah…

a)

Memberikan ceramah tentang klasifikasi hadis dan meminta siswa untuk menulis ringkasan mengenai jenis-jenis hadis.

b)

Menyediakan teks hadis klasik tentang berbagai topik, lalu meminta siswa untuk mengelompokkan hadis-hadis tersebut sesuai dengan kategori sahih, dha'if, dan hasan, tanpa mengaitkannya dengan konteks zaman sekarang.

29.

Manakah strategi pembelajaran yang paling tepat untuk menguji pemahaman siswa tentang klasifikasi hadis dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari?

a)

Memberikan ceramah tentang hadis dan klasifikasinya

b)

Menyajikan teks hadis dan meminta siswa menghafal

c)

Memberikan proyek kepada siswa untuk membuat video penjelasan tentang klasifikasi hadis dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, lalu mendiskusikan hasilnya di kelas

d)

Memberikan soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa tentang jenis-jenis hadis dan definisinya

e)

Memberikan teks hadis tentang moralitas, lalu meminta siswa untuk menulis esai tentang pengaruh hadis-hadis tersebut terhadap kehidupan sehari-hari

30.

Seorang guru PAI di SMA mengajarkan materi tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Namun, sebagian besar materi yang disampaikan terasa kurang relevan dengan tantangan dan kebutuhan siswa zaman sekarang, terutama terkait pemahaman siswa terhadap konsep takdir dan hari akhir dalam kehidupan mereka sehari-hari. Guru ingin memperkenalkan strategi pembelajaran berbasis diferensiasi (DBL) untuk membantu siswa memahami hubungan tersebut dengan lebih baik dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus relevan dengan kebutuhan siswa adalah...

a)

Memberikan ceramah tentang takdir dan iman kepada hari akhir, lalu meminta siswa untuk membuat ringkasan dan mendiskusikannya dalam kelompok.

b)

Menyajikan teks tentang takdir dan hari akhir, lalu memberi soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa.

c)

Menyajikan masalah nyata atau peristiwa kehidupan yang mengandung pertanyaan tentang takdir dan hari akhir, lalu membimbing siswa untuk berdiskusi dan merumuskan pemahaman mereka sendiri tentang hubungan keduanya.

d)

Memberikan tugas individu untuk menulis esai tentang takdir dan iman kepada hari akhir berdasarkan pemahaman mereka masing-masing.

e)

Menyediakan teks tafsir tentang takdir dan hari akhir, lalu meminta siswa untuk menghafal dan menjelaskan maknanya dalam ujian tertulis.

31.

Seorang guru PAI di SMA mengajarkan materi tentang mu'jizat, karamah, dan sihir dengan pendekatan yang kurang mengaitkannya dengan perkembangan zaman, sehingga materi tersebut terasa kurang relevan dengan kebutuhan siswa. Guru ingin menggunakan model pembelajaran berbasis deep Learning (DL) untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dalam dan menyenangkan, serta membimbing siswa untuk mengeksplorasi dan menemukan hubungan antara materi tersebut dengan kehidupan mereka saat ini. Strategi pembelajaran yang paling tepat untuk menciptakan suasana belajar yang relevan dan menyenangkan adalah...

a)

Memberikan ceramah tentang mu'jizat, karamah, dan sihir, lalu meminta siswa untuk membuat ringkasan dan mendiskusikannya dalam kelompok.

b)

Menyajikan teks tentang mu'jizat, karamah, dan sihir, lalu memberi soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa.

c)

Menyajikan masalah nyata atau peristiwa kehidupan yang mengandung pertanyaan tentang mu'jizat, karamah, dan sihir, lalu membimbing siswa untuk berdiskusi dan merumuskan pemahaman mereka sendiri tentang hubungan keduanya.

d)

Memberikan tugas individu untuk menulis esai tentang mu'jizat, karamah, dan sihir berdasarkan pemahaman mereka masing-masing.

e)

Menyediakan teks tafsir tentang mu'jizat, karamah, dan sihir, lalu meminta siswa untuk menghafal dan menjelaskan maknanya dalam ujian tertulis.

32.

Suasana belajar yang akomodatif sekaligus relevan dengan perkembangan zaman adalah...

a)

Memberikan ceramah tentang mu'jizat, karamah, dan sihir, lalu meminta siswa untuk menulis esai mengenai penjelasan konsep-konsep tersebut.

b)

Menyediakan kasus yang berkaitan dengan fenomena mu'jizat, karamah, atau sihir, lalu membimbing siswa untuk mengamati dan menganalisisnya sendiri.

c)

Menyajikan materi tafsir tentang mu'jizat dan karamah, lalu memberikan soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa.

d)

Menyediakan teks klasik tentang mu'jizat, lalu meminta siswa untuk membaca dan menghafal isi teks tersebut.

e)

Memberikan tugas untuk membuat presentasi tentang sejarah sihir dalam konteks Islam dan mengaitkannya dengan fenomena zaman sekarang.

33.

Aminah, guru PAI menyadari bahwa materi pembentukan akhlak karimah yang diajarkannya tidak lagi relevan dengan tantangan moral di era digital. Ia ingin memanfaatkan pendekatan TPACK untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Langkah paling tepat yang harus dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul adalah...

a)

Menambahkan lebih banyak ayat dan hadis dalam materi ajar tanpa mengubah pendekatan pembelajaran.

b)

Mengganti seluruh materi dengan isu-isu modern tanpa mempertimbangkan nilai-nilai Islam.

c)

Menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dengan dukungan teknologi yang relevan.

d)

Mengurangi penggunaan teknologi dalam pembelajaran untuk menjaga kemurnian nilai akhlak.

e)

Memberikan tugas hafalan kepada mahasiswa agar lebih memahami akhlak karimah secara tekstual.

34.

Seorang guru PAI di sebuah SMA menyadari bahwa materi fiqih yang diajarkannya belum mencakup isu-isu aktual yang sering dihadapi siswa, seperti transaksi digital dan etika bermedia sosial. Guru tersebut ingin menerapkan model pembelajaran berbasis layanan bimbingan konseling agar pembelajaran lebih progresif dan bermakna. Tindakan paling tepat yang dapat dilakukan guru untuk mencapai tujuan tersebut adalah...

a)

Memberikan tugas hafalan tentang fiqih klasik kepada siswa.

b)

Mengurangi jam pelajaran fiqih dan menambah pelajaran lain.

c)

Mengintegrasikan isu-isu aktual ke dalam pembelajaran fiqih dan memberikan layanan konseling terkait.

d)

Mengganti seluruh materi fiqih dengan materi etika bermedia sosial.

e)

Menyajikan materi fiqih tanpa diskusi atau tanya jawab.

35.

A. Menugaskan siswa membuat rangkuman isi kitab fiqih klasik agar lebih memahami dasar-dasar hukum Islam. B. Menghindari pembahasan isu kontemporer agar tidak memicu kontroversi di kelas. C. Mengintegrasikan materi pembelajaran fiqih dengan persoalan kehidupan nyata. D. Mengurangi jam pelajaran fiqih dan menggantinya dengan pelajaran lain yang dianggap lebih relevan. E. Menyerahkan sepenuhnya pembahasan fiqih kontemporer kepada guru BK agar tidak terjadi tumpang tindih peran.

a)

A. Menugaskan siswa membuat rangkuman isi kitab fiqih klasik agar lebih memahami dasar-dasar hukum Islam.

b)

B. Menghindari pembahasan isu kontemporer agar tidak memicu kontroversi di kelas.

c)

C. Mengintegrasikan materi pembelajaran fiqih dengan persoalan kehidupan nyata.

d)

D. Mengurangi jam pelajaran fiqih dan menggantinya dengan pelajaran lain yang dianggap lebih relevan.

e)

E. Menyerahkan sepenuhnya pembahasan fiqih kontemporer kepada guru BK agar tidak terjadi tumpang tindih peran.

36.

Dalam sebuah kelas inklusif di SMA, guru PAI menyampaikan materi tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam. Namun, penyajiannya dirasa kurang relevan dengan isu-isu keadilan sosial masa kini, dan belum mengakomodasi kebutuhan anak berkebutuhan khusus (ABK). Sebagai seorang guru yang ingin menciptakan lingkungan belajar yang akomodatif dan berdaya saing, pendekatan paling tepat yang dapat Anda terapkan adalah...

a)

Menyesuaikan penyampaian materi melalui media interaktif dan strategi diferensiasi agar bisa diakses oleh semua siswa.

b)

Memberikan materi yang sama kepada semua siswa tanpa modifikasi agar tidak terjadi diskriminasi.

c)

Menyampaikan materi secara lisan tanpa visual agar tidak membingungkan siswa ABK.

d)

Menghindari diskusi isu kontemporer karena dianggap terlalu kompleks bagi siswa ABK.

e)

Memberikan tugas hafalan yang sama kepada seluruh siswa untuk memudahkan evaluasi.

37.

Dalam sebuah kelas, guru menyampaikan materi sejarah kepemimpinan Islam. Pendekatan yang paling tepat agar materi relevan dengan konteks saat ini adalah...

a)

Mengaitkan materi sejarah kepemimpinan Islam dengan isu-isu kontemporer agar tidak bias nilai.

b)

Menyampaikan ulang materi sejarah kepemimpinan Islam secara tekstual sesuai kitab klasik tanpa menghubungkannya dengan konteks saat ini.

c)

Menggunakan pendekatan ceramah agar seluruh materi tersampaikan secara utuh dan cepat.

d)

Memberikan tugas membaca biografi tokoh Islam klasik tanpa diskusi atau refleksi.

e)

Menghindari pengaitan materi kepemimpinan Islam dengan isu-isu kontemporer agar tidak bias nilai.

38.

Dalam sebuah kelas PPKn di SMA, guru menyampaikan materi pendidikan karakter dengan metode konvensional yang hanya menekankan hafalan definisi dan teori. Siswa merasa materi tersebut tidak relevan dengan dinamika moral dan sosial yang mereka hadapi di era digital. Sebagai guru PAI, Anda ditugaskan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang relevan agar menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan membentuk lulusan berkarakter unggul. Pendekatan paling tepat yang dapat Anda terapkan adalah...

a)

Menyampaikan teori nilai-nilai karakter secara eksplisit melalui ceramah agar siswa mengingat dengan baik.

b)

Menugaskan siswa membuat resume materi karakter dari buku teks secara individu.

c)

Menghindari aktivitas diskusi nilai karena bisa menimbulkan perbedaan pendapat yang tidak produktif.

d)

Mengandalkan ujian tertulis sebagai metode utama untuk menilai pemahaman siswa terhadap nilai-nilai karakter.

e)

Menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang mendorong siswa mengeksplorasi nilai-nilai karakter melalui aksi nyata di lingkungan sekitar.

39.

Menggunakan pendekatan pembelajaran otoriter agar siswa lebih patuh pada nilai-nilai yang diajarkan. Menerapkan pendekatan kolaboratif melalui metode PBL untuk mengaitkan nilai moderasi dengan realitas kehidupan siswa. Memberikan tugas membaca buku-buku fiqih klasik tanpa ruang interpretasi. Menghindari pembahasan isu-isu sosial modern untuk menjaga kesucian ajaran.

a)

Menggunakan pendekatan pembelajaran otoriter agar siswa lebih patuh pada nilai-nilai yang diajarkan.

b)

Menerapkan pendekatan kolaboratif melalui metode PBL untuk mengaitkan nilai moderasi dengan realitas kehidupan siswa.

c)

Memberikan tugas membaca buku-buku fiqih klasik tanpa ruang interpretasi.

d)

Menghindari pembahasan isu-isu sosial modern untuk menjaga kesucian ajaran.

40.

Dalam pelajaran PAI kelas VIII, guru menyampaikan materi kajian tafsir ayat tentang persaudaraan dalam Islam menggunakan pendekatan Project-Based Learning (PBL). Siswa diminta membuat video pendek yang menggambarkan penerapan nilai-nilai persaudaraan di lingkungan sekolah. Untuk memastikan pembelajaran berjalan efektif dan menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa secara menyeluruh, guru harus memilih teknik asesmen yang paling sesuai. Berdasarkan pendekatan PBL dan karakteristik siswa SMP, teknik asesmen yang paling tepat adalah...

a)

Memberikan soal pilihan ganda tentang arti kosakata dari ayat yang dikaji.

b)

Menilai hafalan ayat dan terjemahannya dan mempertimbangkan proses pembuatan proyek.

c)

Mengumpulkan rangkuman siswa secara individu dari buku tafsir sebagai bukti pemahaman mereka.

d)

Menggunakan lembar observasi sikap kerja sama, portofolio hasil proyek, serta rubrik penilaian presentasi.

e)

Memberikan nilai berdasarkan kecepatan siswa menyelesaikan proyek.

41.

Dalam pembelajaran materi klasifikasi hadis di kelas PAI, guru menerapkan pendekatan Project-Based Learning (PjBL). Peserta didik diminta membuat proyek berupa infografis digital yang menjelaskan perbedaan antara hadis shahih, hasan, dan dhaif, serta mempresentasikannya di depan kelas. Untuk menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik secara utuh sesuai karakteristik mereka, guru harus memilih instrumen asesmen yang tepat. Instrumen paling sesuai yang dapat diterapkan dalam konteks tersebut adalah...

a)

Tes uraian tertulis tentang definisi dan contoh hadis shahih.

b)

Lembar observasi kelompok, rubrik penilaian infografis, dan jurnal refleksi siswa.

c)

Tes objektif dengan soal pilihan ganda seputar sanad dan matan hadis.

42.

Dalam pembelajaran materi hubungan antara takdir dan iman kepada hari akhir di kelas PAI, guru menerapkan pendekatan deep learning (DL). Siswa diarahkan untuk menggali makna dan keterkaitan antara kedua konsep tersebut melalui aktivitas diskusi, eksplorasi ayat Al-Qur'an, dan pengamatan fenomena sosial. Untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang capaian belajar siswa dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, guru perlu memilih teknik asesmen yang sesuai dengan karakteristik pendekatan DL dan lingkungan belajar yang aktif. Teknik asesmen yang paling tepat adalah...

a)

Tes pilihan ganda standar yang menguji hafalan ayat dan definisi takdir serta hari akhir.

b)

Lembar observasi aktivitas eksploratif siswa, penilaian jurnal belajar, dan tes lisan.

c)

Ujian akhir semester berbasis esai yang mengulas kembali seluruh materi.

d)

Tugas individu berupa makalah tentang takdir dalam Islam.

e)

Hafalan wajib seluruh dalil naqli terkait iman kepada hari akhir.

43.

Dalam pembelajaran PAI, guru menyajikan materi tentang mu'jizat, karamah, dan sihir dengan pendekatan yang mendorong siswa aktif berdiskusi, mencari dalil, serta membandingkan ketiganya melalui contoh dalam kehidupan nyata. Proses belajar dilakukan secara kolaboratif dan interaktif. Untuk menilai pencapaian siswa pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara menyeluruh dan sesuai dengan karakter lingkungan belajar tersebut, instrumen asesmen yang paling tepat digunakan adalah...

a)

Tes objektif berbentuk pilihan ganda untuk seluruh materi yang telah diajarkan.

b)

Penugasan hafalan ayat-ayat yang berkaitan dengan mu'jizat, karamah, dan sihir.

c)

Rubrik penilaian diskusi kelompok, lembar observasi sikap, dan laporan kelompok.

d)

Makalah individu tentang perbedaan mu'jizat dan sihir tanpa proses presentasi.

e)

Ujian tulis akhir semester dengan soal uraian panjang.

44.

Dalam pembelajaran materi pembentukan akhlak karimah, guru menyusun tujuan pembelajaran yang menekankan pentingnya siswa menunjukkan sikap jujur, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan belajar melibatkan diskusi, simulasi, serta refleksi terhadap perilaku yang mencerminkan akhlak karimah. Untuk menilai keberhasilan pembelajaran sesuai dengan tujuan pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, teknik asesmen yang paling tepat digunakan adalah...

a)

Memberikan soal pilihan ganda tentang pengertian akhlak karimah.

b)

Menguji hafalan siswa tentang ayat dan hadis terkait akhlak mulia.

c)

Menugaskan siswa membuat makalah tentang pentingnya akhlak karimah.

d)

Memberikan tes esai tentang sejarah tokoh-tokoh berakhlak mulia.

e)

Menggunakan lembar observasi perilaku, jurnal refleksi, dan penilaian kinerja.

45.

Dalam pembelajaran fikih di kelas XI PAI, guru merumuskan tujuan agar siswa, 1) Menunjukkan sikap terbuka terhadap perbedaan pandangan hukum fikih, 2) Memahami dalil-dalil dan konteks sosial yang melatarbelakangi ijtihad kontemporer, 3) Menyajikan solusi hukum terhadap permasalahan modern seperti transaksi digital dan lingkungan. Agar asesmen tujuan tersebut dapat mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, instrumen asesmen yang paling tepat adalah...

a)

Ujian pilihan ganda tentang fikih klasik dan kontemporer

b)

Lembar observasi perilaku siswa, penilaian makalah, dan refleksi tertulis individu

c)

Tugas membaca buku teks dan menulis resume

d)

Ujian akhir semester berbasis soal esai tentang fikih ibadah

e)

Kuis mingguan dengan soal-soal terkait definisi dan contoh hukum fikih.

46.

Dalam pembelajaran materi hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, siswa telah melalui beberapa kegiatan asesmen, termasuk tes pengetahuan tentang dasar-dasar hukum Islam yang mengatur hak-hak rakyat, serta observasi sikap mereka dalam diskusi kelompok. Hasil asesmen menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik tentang teori, namun perlu lebih banyak latihan dalam menyampaikan argumen mereka secara terbuka dan menghargai perbedaan pendapat dalam diskusi. Untuk mengevaluasi pengetahuan lebih mendalam, sikap terbuka terhadap pandangan lain, dan keterampilan mengomunikasikan pendapat, teknik asesmen yang paling tepat untuk diterapkan guru adalah...

a)

Tes pilihan ganda tentang hukum Islam dan hak-hak rakyat

b)

Observasi sikap dalam diskusi kelompok dan penilaian argumen

c)

Tugas membuat makalah tentang hak-hak rakyat

d)

Ujian esai tentang penerapan hukum Islam dalam masyarakat

e)

Kuis mingguan tentang hak-hak rakyat dalam Islam.

47.

Dalam pembelajaran pendidikan nilai atau karakter di kelas, hasil asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik tentang konsep nilai-nilai karakter, namun belum menunjukkan konsistensi dalam perilaku yang mencerminkan nilai-nilai itu saat bekerja menyelesaikan tugas bersama. Untuk merancang teknik asesmen yang tepat agar dapat memantau perkembangan sikap, sekaligus tetap mengukur pengetahuan dan keterampilan, teknik asesmen yang paling sesuai adalah...

a)

Tes pilihan ganda tentang definisi nilai-nilai karakter.

b)

Lembar observasi keterlibatan kelompok, penilaian portofolio dan refleksi individu.

c)

Ujian esai tentang pentingnya pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

d)

Penugasan membuat makalah ilmiah tentang tokoh berkarakter tanpa kegiatan praktik.

e)

Memberikan kuis mingguan tentang teori moral menurut para ahli.

48.

Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa peserta didik telah mampu menjelaskan konsep moderasi Islam secara teoritis, namun masih menunjukkan kecenderungan sikap eksklusif dalam diskusi kelompok, serta belum terampil dalam menyampaikan pendapat secara terbuka di dalam forum. Agar dapat mengidentifikasi perkembangan mahasiswa secara lebih menyeluruh dan mendalam pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sekaligus menindaklanjuti temuan dari asesmen awal, instrumen asesmen yang paling tepat untuk digunakan adalah...

a)

Tes pilihan ganda untuk mengukur pemahaman tentang ayat-ayat moderasi Islam.

b)

Ujian esai tentang peran moderasi dalam sejarah dakwah Islam.

c)

Lembar observasi sikap diskusi, rubrik penilaian presentasi, dan jurnal refleksi.

49.

Instrumen asesmen yang paling tepat untuk mengukur penerapan hak-hak rakyat dalam kehidupan adalah...

a)

Lembar observasi, rubrik penilaian argumen, dan tes lisan penerapan hak-hak rakyat dalam kehidupan.

b)

Tes pilihan ganda untuk mengukur pemahaman teori hak-hak rakyat dalam Islam.

c)

Penugasan membuat makalah individu tentang teori hak-hak rakyat Islam tanpa diskusi kelompok.

d)

Ujian akhir berbentuk esai tentang perbandingan hak-hak rakyat dalam perspektif Islam dan hukum positif.

e)

Kuis harian untuk mengevaluasi pemahaman definisi dan konsep dasar hak-hak rakyat.

50.

Dalam pembelajaran PAI kelas XI dengan topik “Islam sebagai Agama yang Moderat”, guru melakukan asesmen awal dan menemukan bahwa siswa memiliki pemahaman teoritis yang cukup baik, namun menunjukkan sikap intoleran dalam diskusi kelas terkait perbedaan mazhab dan budaya keagamaan. Guru ingin menilai sejauh mana pembelajaran mampu mengubah sikap tersebut. Berdasarkan hasil asesmen awal, instrumen asesmen yang paling tepat digunakan untuk mengukur perubahan sikap siswa secara otentik adalah…

a)

Tes uraian tentang perbedaan pandangan mazhab dalam Islam.

b)

Lembar observasi sikap siswa menerima perbedaan.

c)

Tugas proyek membuat video tentang tokoh Islam moderat.

d)

Kuis pilihan ganda tentang ayat-ayat toleransi dalam Al-Qur’an.

e)

Ringkasan materi tentang prinsip-prinsip moderasi beragama.

51.

Seorang guru menggunakan video YouTube tentang hukum transaksi digital sebagai pembuka pelajaran, lalu melanjutkan diskusi dengan metode ceramah dan tugas individu berupa rangkuman materi. Namun, siswa tampak kurang antusias dan hasil penugasan menunjukkan pemahaman yang rendah. Berdasarkan narasi tersebut, tindakan berikut yang mencerminkan praktik baik dalam merencanakan pembelajaran berkualitas secara berkelanjutan adalah…

a)

Menambahkan lebih banyak video agar siswa lebih sering menonton konten yang relevan.

b)

Mengubah tugas menjadi kuis online agar penilaian bisa lebih cepat dilakukan.

c)

Mengganti materi fikih kontemporer dengan materi fikih klasik yang lebih sederhana.

d)

Merefleksi metode pembelajaran dan mengembangkan pendekatan yang lebih kolaboratif.

e)

Memberikan tugas tambahan agar siswa lebih banyak berlatih secara mandiri di rumah.

52.

Seorang guru PAI di SMA menyampaikan materi Perkembangan Kepemimpinan dalam Islam dengan metode ceramah dan slideshow PowerPoint selama 3 pertemuan. Ia menguasakan siswa membaca buku paket dan membuat resume. Guru juga menggunakan platform e-learning hanya untuk mengunggah materi. Setelah evaluasi, ditemukan bahwa banyak siswa kesulitan memahami relevansi kepemimpinan Islam dengan kehidupan masa kini, dan kurang aktif dalam proses pembelajaran. Dari kasus tersebut, berikut langkah penerapan praktik baik yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan, yaitu...

a)

Memperkaya materi dengan video dokumenter sejarah Islam dan tetap menggunakan ceramah sebagai metode utama.

b)

Menyediakan lebih banyak materi teks di e-learning agar siswa bisa membaca secara mandiri.

c)

Mengganti topik kepemimpinan Islam dengan tema yang lebih disukai siswa agar mereka lebih tertarik.

d)

Memberikan kuis online setelah tiap pertemuan agar guru bisa langsung mengetahui pemahaman siswa.

e)

Menerapkan pembelajaran berbasis proyek lalu membuat presentasi digital terkait kepemimpinan masa kini.

53.

Seorang guru PAI di SMA mengajarkan materi Pembentukan Akhlak Karimah melalui ceramah interaktif dan penayangan video inspiratif. Guru juga memberikan tugas menulis esai reflektif tentang pentingnya akhlak dalam kehidupan remaja. Namun, dalam evaluasi akhir, guru hanya menggunakan soal pilihan ganda untuk menilai hasil belajar siswa. Setelah dianalisis, banyak siswa tidak menunjukkan perubahan sikap maupun kedalaman pemahaman nilai-nilai akhlak yang diajarkan. Berdasarkan kasus tersebut, berikut langkah evaluasi yang mencerminkan praktik baik secara berkelanjutan, yaitu...

a)

Menilai tugas esai reflektif siswa dengan rubrik sikap dan kedalaman berpikir, serta melakukan umpan balik.

b)

Menambahkan lebih banyak soal pilihan ganda untuk mencakup semua aspek materi.

c)

Mengadakan tes lisan agar siswa menjawab langsung terkait definisi dan contoh akhlak karimah.

d)

Mengganti tugas esai dengan tugas membuat ringkasan materi menggunakan e-book.

e)

Mengandalkan hasil ujian akhir sebagai utama indikator mengukur keberhasilan pembelajaran.

54.

Seorang guru PAI menggunakan aplikasi kecerdasan buatan untuk membantu merancang materi pembelajaran akidah, namun ia hanya menyalin hasil dari aplikasi tersebut tanpa melakukan penyesuaian dengan kurikulum dan karakteristik peserta didik. Di sisi lain, guru aktif mengikuti pelatihan digital dan terbuka terhadap teknologi baru, tetapi mengalami kesulitan mengintegrasikan hasil teknologi ke dalam praktik pembelajaran yang bermakna. Berdasarkan narasi tersebut, bagaimana anda dapat menilai kemampuan guru tersebut sebagai modal pengembangan diri berkelanjutan, yaitu...

a)

Guru sudah menguasai teknologi, sehingga tidak perlu lagi pelatihan lanjutan.

b)

Guru perlu lebih fokus pada penggunaan buku cetak daripada aplikasi AI.

c)

Guru perlu meningkatkan kemampuan pedagogis dalam memanfaatkan teknologi secara kontekstual.

d)

Guru sebaiknya tidak bergantung pada teknologi karena berisiko menurunkan kreativitas.

e)

Guru sudah memadai secara profesional karena mengikuti pelatihan digital.

55.

Seorang guru mencoba menggunakan alat berbasis AI untuk membuat materi pembelajaran interaktif bagi siswa SMA. Namun, materi yang disusun cenderung bersifat pasif dan satu arah, sehingga kurang menarik bagi peserta didik Gen Z dan Alpha yang lebih menyukai visual, pengalaman langsung, serta pembelajaran yang fleksibel dan personal. Guru menyadari bahwa meskipun teknologinya canggih, hasilnya belum mampu menjawab kebutuhan belajar siswa secara optimal. Berdasarkan narasi tersebut, identifikasi masalah dan solusi ilmiah yang paling tepat untuk menunjukkan jati diri guru profesional adalah...

a)

Masalahnya adalah siswa tidak menyukai materi, solusinya adalah mengganti topik pembelajaran.

b)

Masalahnya ada pada siswa yang kurang disiplin, solusinya adalah memperbanyak tugas agar siswa lebih fokus.

c)

Masalahnya ada pada kompleksitas teknologi AI, solusinya adalah kembali ke metode ceramah tradisional yang lebih mudah dikelola.

d)

Masalahnya karena terlalu sering menggunakan AI, solusinya adalah membatasi penggunaan teknologi dan mengandalkan diskusi luring saja.

e)

Masalahnya adalah adaptasi pedagogis terhadap karakteristik siswa lemah, solusinya adalah mengintegrasikan AI dengan strategi pembelajaran aktif.

56.

Model rambut yang sedang menjadi trend seringkali tidak sesuai dengan tata tertib di sekolah. Pada beberapa sekolah melakukan tindakan razia dan mencukur rambut siswa. Tindakan yang dilakukan oleh guru agar siswa termotivasi tampil rapi adalah....

a)

melakukan seleksi duta sekolah

b)

menghadirkan alumni yang melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan

c)

memberi penghargaan siswa disiplin berpenampilan pada saat upacara

d)

menyediakan kios cukur rambut di kantin sekolah

e)

menyelenggarakan seminar dengan nara sumber ahli penampilan

57.

Di sekolah Husni dikenal sebagai anak yang pemaaf, setiap berbuat salah Husni selalu meminta maaf kepada temannya. Begitu juga akan selalu memaafkan apabila temannya berbuat salah kepada Husni. Maka dari itu Husni sangat disukai oleh teman dan guru. Hal ini adalah mencerminkan pemaaf sebagai akhlak al-karimah terhadap orang lain, hal yang mencerminkan sifat pemaaf adalah....

a)

Santun

b)

Peduli

c)

Lemah lembut

d)

Bekerja keras

e)

Berlapang Dada

58.

Di kelas Anda, ada seorang siswa yang selalu izin tidak mengikuti pembelajaran dan membawa surat keterangan dokter. Maka yang Anda lakukan adalah....

a)

membiarkan siswa tersebut bebas beraktivitas pada jam pelajaran di sekolah

b)

mempercayai saja surat keterangan dokter yang menerangkan sakitnya

c)

memanggil orang tua siswa untuk menjelaskan kondisi sakit siswa tersebut

d)

meminta siswa tersebut duduk di kelas mengikuti teman-temannya belajar

e)

mencari tahu sakitnya siswa dan alasan tidak dibolehkan mengikuti pelajaran

59.

Budaya yang dapat memperkuat jati diri bangsa di antaranya adalah budaya perfeksionis, yaitu budaya yang mendorong untuk mengerjakan segala sesuatu (apapun) dengan sebaik-baiknya. Mengacu pada nilai budaya perfeksionis, maka guru dalam menilai hasil pekerjaan siswa sebaiknya ...

a)

mendasarkan pada kerja sama antar-siswa dalam mengerjakan tugas

b)

pada hasil kerja siswa yang dikoreksi guru, tidak perlu melihat prosesnya

c)

yang penting siswa telah berusaha sepenuh hati untuk mengerjakan tugas

d)

mendasarkan pada hasil usaha siswa dengan porsi sesuai jenis penugasan

e)

sepenuhnya mendasarkan pada hasil kerja siswa dengan cara apapun

60.

Bapak Hamdun adalah guru Madrasah Aliyah Al-Baik. Pak Hamdun sering menjadi tempat curhat banyak siswa tentang masalah-masalah pribadi. Sebagai guru profesional, Bapak Hamdun senantiasa menjaga kode etik guru, yaitu

a)

Mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif

b)

Membangun hubungan baik dengan peserta didik untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif

c)

Berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan

d)

Menjaga hubungan baik dengan peserta didik untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif

e)

Guru sebagai partner siswa agar informasi cepat sampai kepada siswa

61.

Pak Mukhlis senantiasa menunjukkan loyalitas sebagai guru di Madrasah Aliyah Al-Ikhlas. Senantiasa menjadi teladan bagi siswanya baik dalam penampilan, maupun dalam perilaku. Disiplin melaksanakan tugas mendidik dengan baik. Ketika ada siswa berkata kasar, ia menegurnya dengan penuh kasih sayang. Dengan memperhatikan loyalitas pak Mukhlis terhadap profesinya sebagai guru, etos apa yang paling sesuai?

a)

Meyakini dengan sepenuhnya bahwa setiap kegiatan mengajar dan mendidik merupakan tugas profesional yang tidak ternilai termasuk amal baik yang akan mendapatkan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa

b)

Mengajar dan mendidik dengan sungguh-sungguh merupakan tuntunan tugas profesional untuk mempercien penghargaan dari Kepala Sekolah dan Pengawas