NEW
Font size
Worksheets1.SOAL UP PPG DALJAB 2025
Total questions: 60
Worksheet time: 30mins
Pak Dani mengajar di kelas 5 SD dengan 32 siswa yang memiliki latar belakang berbeda. Ia mengamati bahwa beberapa siswa terlihat gugup saat diminta presentasi, ada yang sering mengganggu teman, dan beberapa siswa lain terlihat pasif dan jarang berbicara. Pak Dani ingin menciptakan iklim kelas yang membuat semua siswa merasa aman dan diterima. Tindakan yang paling efektif dilakukan Pak Dani untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif adalah...
Memisahkan siswa yang mengganggu ke tempat duduk terpisah dan memberikan tugas tambahan
Membuat aturan kelas bersama, memuji upaya siswa, dan memberi kesempatan berbicara untuk semua
Meminta siswa pengganggu meminta maaf di depan kelas untuk meningkatkan disiplin
Mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan untuk memastikan kualitas pembelajaran
Membiarkan dinamika kelas berjalan alami tanpa intervensi khusus
Bu Nita mengajar mata pelajaran Sains tentang "Metamorfosis Kupu-Kupu" di kelas 4 SD. Setelah menjelaskan dengan slide selama 25 menit, ia menyadari banyak siswa yang mengantuk dan kurang fokus. Bu Nita kemudian mengubah pendekatan dengan mengajak siswa mengamati langsung kepompong kupu-kupu yang dibawa ke kelas, mendiskusikan perubahan yang mereka lihat, dan membuat catatan hasil pengamatan mereka. Perubahan pendekatan yang dilakukan Bu Nita mencerminkan pembelajaran yang efektif dan berpusat pada peserta didik karena...
Mengganti metode ceramah dengan video pembelajaran interaktif
Memberdayakan siswa melalui pengalaman langsung dan keterlibatan aktif
Mengurangi beban kognitif dengan materi yang lebih sederhana
Memungkinkan siswa belajar sesuai kecepatan mereka tanpa penilaian
Memberikan siswa kebebasan memilih topik sesuai minat mereka
Ibu Ratna adalah guru kelas 3 SD. Dalam rapat guru, kepala sekolah meminta laporan perkembangan kemampuan membaca siswa. Data menunjukkan: 35% siswa lancar membaca, 45% mulai berkembang, dan 20% masih kesulitan. Beberapa orang tua yang hadir meminta penjelasan tertulis dan rekomendasi konkret untuk membantu anak mereka di rumah. Ibu Ratna juga diminta memberikan strategi peningkatan kemampuan membaca di kelas. Tindakan yang paling tepat dilakukan Ibu Ratna dalam menyampaikan laporan dan merespons permintaan tersebut adalah...
Menyebutkan nama-nama siswa di setiap kategori dan memberikan target prestasi ketat
Menjelaskan kriteria penilaian membaca dan memberikan catatan singkat tentang setiap siswa
Menyiapkan laporan tertulis dengan rekomendasi kegiatan literasi di rumah dan sekolah
Meminta orang tua membawa anak ke les baca profesional untuk percepatan
Fokus pada siswa berkategori kesulitan dan mengabaikan kelompok lain
Di kelas Pak Rinto ada siswa bernama Sinta yang sebelumnya aktif dan ceria, namun dalam tiga minggu terakhir tampak murung, sering melamun, tidak fokus, dan menghindari interaksi dengan teman-teman. Saat ditanya, Sinta hanya diam dan terlihat takut. Dari informasi guru piket, Pak Rinto mengetahui bahwa orang tua Sinta sedang mengalami masalah keuangan yang serius. Pak Rinto ingin memberikan dukungan emosional sambil tetap menjaga profesionalisme. Langkah paling tepat yang harus dilakukan Pak Rinto untuk membantu Sinta adalah...
Memberikan pujian harapan agar Sinta termotivasi kembali berprestasi
Menghubungi orang tua Sinta dan memberikan bantuan langsung berupa uang
Menunjukkan empati, merujuk ke guru BK untuk dukungan lebih lanjut
Membiarkan Sinta menghadapi masalahnya sendiri sambil menjaga akademik
Menceritakan kisah sukses siswa lain yang pernah mengalami kesulitan
Bu Sari telah mengajar Bahasa Inggris di SMP selama 8 tahun. Ia merasa nyaman dengan metode pembelajaran yang sudah diterapkan selama ini. Namun, hasil ujian akhir semester menunjukkan bahwa kemampuan speaking siswa di bawah rata-rata sekolah dan masih banyak siswa yang takut berbicara dalam bahasa Inggris. Kepala sekolah memberi tahu bahwa ada pelatihan "Teknik Speaking Interaktif" dari MGMP Bahasa Inggris tingkat kabupaten. Bu Sari menyadari ada yang perlu diperbaiki dalam praktik mengajarnya. Sebagai guru yang berkomitmen pada pengembangan keprofesian berkelanjutan, tindakan paling tepat yang harus dilakukan Bu Sari adalah...
Menghadiri pelatihan dan menerapkan teknik baru tanpa evaluasi lebih lanjut
Meminta siswa belajar speaking lebih giat di rumah dan memberikan tugas tambahan
Menghadiri pelatihan, melakukan refleksi, dan menerapkan teknik baru secara bertahap
Menganggap kesulitan siswa sebagai masalah kemampuan siswa, bukan metode mengajar
Terus menggunakan metode lama karena sudah terbukti efektif bertahun-tahun
Pak Haryo mengajar IPA kelas 4 SD. Di kelasnya terdapat siswa dengan beragam kemampuan beragam: Amir yang memiliki kemampuan visual-spasial tinggi namun lemah verbal, Bela yang cepat memahami konsep melalui penjelasan lisan, Citra yang memerlukan praktik langsung untuk memahami materi, dan Dani yang sudah menguasai sebagian besar materi karena sering belajar mandiri. Ketika Pak Haryo menjelaskan materi sistem respirasi hanya melalui ceramah dan gambar diam, beberapa siswa terlihat bosan, beberapa bingung, dan yang lainnya tidak memperhatikan. Untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan efektif bagi seluruh siswa dengan keberagaman gaya belajar tersebut, pendekatan yang paling tepat diterapkan Pak Haryo adalah...
Memberikan semua siswa pekerjaan rumah sama agar pemahaman seragam
Menggunakan multi-metode dan memberikan pilihan aktivitas sesuai gaya belajar
Fokus mengajar siswa cepat dan memberikan tugas remedial untuk siswa lambat
Memisahkan siswa berdasarkan kemampuan ke kelas berbeda
Mempercepat materi pembelajaran agar semua selesai dalam waktu sama
Anda mengajar Sejarah kelas 9 SMP dan merencanakan kunjungan edukatif ke situs sejarah lokal dan museum untuk memperkaya pemahaman siswa tentang perkembangan Indonesia. Sebagian besar orang tua mendukung kegiatan ini dan bersedia menjadi pendamping. Namun, Ibu Hendra, wali siswa Budi, menolak karena khawatir kegiatan di luar sekolah kurang aman dan takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Ia juga menganggap pembelajaran cukup dilakukan di kelas saja. Budi sangat antusias ingin ikut. Untuk menyelesaikan situasi ini sambil tetap menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal dan menghormati keputusan orang tua, tindakan paling tepat yang harus dilakukan adalah...
Menakwilkan keputusan Ibu Hendra dengan mengatakan kegiatan ini wajib diikuti semua siswa
Memberikan alternatif pembelajaran di kelas dan terus berkomunikasi persuasif dengan Ibu Hendra
Bu Marni, guru Matematika, mengamati bahwa beberapa siswa terlihat kurang percaya diri dan tidak berani mengajukan pertanyaan saat pembelajaran. Mereka cemas dengan nilai yang rendah dan takut dicemooh teman. Bu Marni menyadari pendekatan mengajar yang selama ini digunakan perlu diperbaiki untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung kepercayaan diri siswa. Kebetulan ada program pelatihan "Pembelajaran Matematika yang Humanis dan Mendukung Kepercayaan Diri" yang diselenggarakan oleh MGMP Matematika tingkat kabupaten. Sebagai guru yang berkomitmen menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, tindakan paling tepat yang sebaiknya dilakukan Bu Marni adalah...
Mengikuti pelatihan dan berbagi pengalaman dengan guru lain di MGMP
Mengajarkan siswa untuk tidak peduli dengan nilai dan fokus pada proses
Mengganti metode pembelajaran tanpa mengikuti pelatihan terlebih dahulu
Menganggap masalah kepercayaan diri siswa adalah tanggung jawab guru BK semata
Terus menggunakan metode lama karena sudah dikenal siswa
Anda mengajar Akidah Akhlak kelas 9 MA tentang "Perilaku Jujur dalam Kehidupan Modern". Saat membahas materi tentang pentingnya kejujuran dalam berbisnis, seorang siswa bernama Rizal bertanya: "Ustadz, apakah dosa jika kita tidak memberitahu cacat produk kepada pembeli demi keuntungan bisnis? Bagaimana jika pembeli tidak menyadarinya?" Pertanyaan ini memicu diskusi hangat karena beberapa siswa merasa tidak ada yang salah jika pihak pembeli tidak tahu, sementara siswa lain setuju bahwa itu merupakan bentuk kebohongan. Beberapa siswa mulai kebingungan dengan batasan yang jelas antara kejujuran dan kepatutan dalam bisnis. Respons yang menunjukkan penguasaan materi dan kemampuan menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman sekaligus edukatif adalah...
Mengatakan bahwa semua bentuk ketidakjujuran dalam bisnis adalah dosa tanpa diskusi
Memberikan contoh konkret, menganalisis batasan etika islami, dan membimbing siswa
Membiarkan diskusi berjalan tanpa arahan dan membiarkan siswa membentuk kesimpulan
Mengatakan bahwa masalah bisnis adalah urusan orang dewasa dan tidak perlu dibahas
Fokus hanya pada definisi kejujuran tanpa aplikasi praktis dalam kehidupan nyata
Ustadzah Laila mengajar Qur'an Hadits kelas 7 MTs dengan karakteristik siswa yang beragam: Raffi memiliki kemampuan menghafal yang kuat namun kurang percaya diri saat membaca di depan kelas, Nisa lebih mudah memahami makna ayat melalui visualisasi dan cerita, Bayu membutuhkan gerakan dan praktik langsung untuk memahami konsep, sedangkan Zahra sangat baik dalam menganalisis teks namun lemah dalam menghafal. Saat pembelajaran tentang hadits tentang akhlak mulia, sebagian siswa terlihat bosan dengan metode hafalan, sebagian lain kesulitan memahami makna, dan sebagian gelisah ingin segera mempraktikkan. Untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik, strategi pembelajaran yang paling tepat diterapkan Ustadzah Laila adalah...
Menggunakan metode hafalan klasikal untuk semua siswa tanpa variasi
Memberikan siswa kebebasan memilih metode pembelajaran sesuai preferensi mereka
Menerapkan multi-metode: hafalan, visualisasi, diskusi kelompok, dan simulasi praktik
Fokus pada siswa cepat belajar dan memberikan tugas remedial untuk siswa lambat
Mengajarkan hanya pada siswa yang menunjukkan minat tinggi
Dalam rapat kurikulum madrasah, Kepala Madrasah menugaskan Ustadzah Husna untuk merancang pembelajaran Fiqih kelas 10 MA semester ganjil dengan tema "Hukum-Hukum Pernikahan dalam Islam yang Kontemporer". Ustadzah Husna harus menyusun Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dengan mempertimbangkan kondisi kelas yang heterogen. Di kelasnya terdapat Farhan yang baru pindah dari pesantren tradisional dan cenderung rigid dalam pemahaman fikih, Dina yang sangat kritis dan sering mempertanyakan relevansi materi, Rizal yang aktif namun mudah terprovokasi isu sensitif, serta beberapa siswa yang pasif karena latar belakang yang kurang mendukung. Untuk menciptakan pembelajaran yang aman, bermakna, dan mengakomodasi keberagaman karakteristik siswa tersebut, langkah paling tepat yang sebaiknya dilakukan Ustadzah Husna adalah...
Menyusun ATP dengan fokus pada aspek kognitif saja
Menganalisis karakteristik siswa dan menyusun CP dan TP yang fleksibel
Menyusun rencana pembelajaran tanpa melibatkan analisis konteks kelas
Membuat ATP yang sama untuk semua siswa tanpa diferensiasi
Fokus hanya pada pencapaian target materi tanpa inklusivitas
Ustadz Hamid, guru BK di MA, menghadapi situasi kompleks dalam melakukan asesmen: Ada 6 siswa dengan permasalahan berbeda yang memerlukan penanganan segera - Fahri (diduga mengalami kekerasan di rumah), Siti (menunjukkan gejala depresi), Reza (perilaku agresif kepada teman), Nia (kecanduan media sosial), Danu (penurunan ibadah drastis), dan Lina (konflik dengan orang tua soal pilihan jurusan). Waktu terbatas, beberapa siswa sangat tertutup dan enggan berbicara, serta Ustadz Hamid perlu memastikan data yang diperoleh akurat namun tetap menjaga kenyamanan psikologis siswa. Strategi pelaksanaan asesmen yang paling tepat untuk menciptakan lingkungan aman dan memperoleh data akurat dari semua siswa tersebut adalah...
Melakukan wawancara kelompok untuk efisiensi waktu
Menggunakan metode asesmen beragam dengan pendekatan personal sesuai karakteristik siswa
Melakukan wawancara langsung satu per satu dalam satu sesi panjang
Fokus pada kasus paling berat dan mengabaikan siswa lain
Meminta informasi dari teman sebaya siswa
Pak Aji, guru BK di SMP, akan memberikan layanan bimbingan klasikal tentang "Mengembangkan Keterampilan Sosial dalam Keberagaman" di kelas 7C. Kelas ini memiliki dinamika beragam: beberapa siswa memiliki riwayat perundungan dan sangat tertutup, ada yang terlalu dominan dalam diskusi, beberapa terlihat tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya, dan ada yang menunjukkan sikap skeptis terhadap layanan BK. Pak Aji perlu merancang layanan yang membuat semua siswa merasa diterima dan terlibat aktif. Strategi pengelolaan layanan bimbingan klasikal yang paling efektif diterapkan Pak Aji untuk menciptakan suasana kondusif dan partisipatif bagi semua karakteristik siswa tersebut adalah...
Memberikan ceramah satu arah dengan evaluasi tes tertulis
Menggunakan metode interaktif (diskusi, role play, refleksi) dengan norma jelas
Memisahkan siswa dengan masalah perilaku ke ruangan tersendiri
Fokus hanya pada siswa aktif bertanya
Membuat aktivitas hanya untuk siswa yang sudah percaya diri
Saat jam istirahat akan berakhir, Bu Dewi (guru BK) mendapat laporan dari guru piket bahwa Imam (siswa kelas 8) ditemukan di toilet dalam kondisi panik, berkeringat, sulit bernapas, dan sedang menangis setelah bertengkar dengan kakak kelasnya yang mengancam akan memukulnya di perjalanan pulang. Imam sangat takut dan tidak berani keluar dari toilet. Kondisi ini membuat Imam tidak bisa mengikuti pelajaran berikutnya dan beberapa temannya mulai menyebarkan kabar tersebut. Layanan responsif yang paling tepat diberikan Bu Dewi sebagai prioritas utama untuk menciptakan rasa aman dan membantu Imam mengatasi kondisinya adalah...
Menunggu sampai Imam tenang sendiri agar tidak merasa diperhatikan berlebihan
Membimbing Imam keluar dari toilet, memberikan ruang aman, crisis intervention, dan merujuk ke konselor
Menghukum kakak kelas yang mengancam Imam sebagai pelajaran disiplin
Memberitahu semua siswa tentang insiden ini untuk mencegah kekerasan
Memberikan saran untuk Imam agar waspada dan menghindari kakak kelas
Anda mengajar Bahasa Indonesia kelas 8 SMP. Di kelas tersebut terdapat Adit yang memiliki kemampuan menulis kreatif sangat baik namun lemah dalam tata bahasa dan ejaan. Ada juga Sari yang sangat teliti dalam penulisan dan tata bahasa tetapi kurang kreatif dalam mengembangkan ide cerita. Ketika Anda merencanakan strategi pembelajaran untuk mengoptimalkan potensi kedua siswa ini, orang tua Adit meminta anaknya diberi latihan tata bahasa intensif, sementara orang tua Sari menginginkan anaknya mengikuti lomba menulis cerpen agar lebih percaya diri. Pendekatan perencanaan pembelajaran individual yang paling tepat untuk menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan mengembangkan potensi optimal kedua siswa adalah...
Mengikuti semua permintaan orang tua tanpa mempertimbangkan kebutuhan siswa
Merancang program pembelajaran individual sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing siswa
Memberikan tugas yang sama untuk semua siswa tanpa diferensiasi
Fokus pada memperbaiki kelemahan tanpa mengembangkan kekuatan siswa
Mengarahkan Adit fokus menulis kreatif dan Sari fokus tata bahasa tanpa integrasi
Kepala sekolah meminta Anda sebagai guru BK merancang program dukungan sistem untuk mengatasi masalah bullying yang mulai marak di sekolah. Situasi yang Anda identifikasi adalah: laporan kasus bullying meningkat dalam 3 bulan terakhir, guru-guru mengeluh siswa sering mengganggu teman di kelas, orang tua siswa korban bullying mengadukan anak mereka yang tidak mau sekolah, dan belum ada program pencegahan bullying yang terstruktur di sekolah. Sebagai guru BK, rancangan program dukungan sistem yang paling efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah...
Hanya fokus pada penanganan kasus individual tanpa upaya preventif
Membuat kampanye anti-bullying melalui poster dan slogan saja
Merancang program komprehensif: sosialisasi kebijakan, edukasi siswa, peer support, pelatihan guru, dan protokol respons cepat
Menugaskan guru piket menjaga siswa saat istirahat
Meminta siswa korban bullying pindah kelas
Dalam pembelajaran tentang "Toleransi dalam Islam", muncul perdebatan sengit antara siswa tentang batas-batas toleransi. Sebagian siswa berpendapat harus eksklusif dalam beragama, sebagian lain mendukung pluralisme. Orang tua dari kelompok yang berbeda mulai mengeluh dan meminta Anda mengajarkan sesuai dengan paham keagamaan masing-masing keluarga mereka. Berdasarkan pemahaman filosofi dan tujuan pendidikan Indonesia, tindakan yang paling tepat untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman adalah...
Mengajarkan hanya pandangan agama mayoritas agar mudah untuk semua siswa
Mengikuti semua permintaan orang tua sesuai paham keagamaan masing-masing
Menjelaskan perbedaan pembelajaran PAI sekolah dengan keluarga, menekankan toleransi berdasarkan Pancasila
Menghindari diskusi tentang toleransi karena terlalu sensitif
Membiarkan siswa berdebat tanpa arahan guru
Menjelang perayaan Natal, beberapa siswa Kristen di kelas Anda ingin mengadakan acara tukar kado sederhana di kelas sebagai bentuk perayaan bersama teman-teman. Namun di kelas Anda terdapat siswa dari berbagai latar belakang agama yang berbeda. Selaku wali kelas, sikap yang paling tepat dalam menanggapi inisiatif siswa tersebut adalah...
Melarang kegiatan tersebut agar tidak menimbulkan konflik antar agama
Mendukung penuh tanpa mempertimbangkan siswa dari agama lain
Menjelaskan bahwa sekolah adalah tempat netral, mengapresiasi inisiatif siswa, dan memastikan kegiatan bersifat inklusif dan menghormati keberagaman semua siswa tanpa memaksakan partisipasi
Membiarkan siswa yang tidak setuju untuk tidak hadir tanpa penjelasan lebih lanjut
Membuat kegiatan terpisah untuk setiap agama agar adil
Saat pembelajaran matematika, seorang siswa mengacungkan tangan dan berkata, "Bu, saya izin ke UKS sebentar, kepala saya pusing." Respons yang paling tepat dalam situasi tersebut adalah...
Menolak izin siswa agar pelajaran tidak terganggu
Mengizinkan tanpa menanyakan kondisi siswa terlebih dahulu
Menjelaskan materi yang tertinggal dengan singkat, memberikan catatan pelajaran, meminta siswa melaporkan kondisinya setelah pulang dari UKS, dan merekomendasikan untuk istirahat yang cukup
Memberikan siswa pergi tanpa mendampingi atau memantau kondisinya
Mengatakan bahwa sakit adalah hal biasa dan tidak perlu ke UKS
SMP Bintang Jaya dikenal memiliki fasilitas lengkap dan siswa berprestasi akademik tinggi. Namun, wakil kepala sekolah mengidentifikasi masalah serius terkait karakter siswa: intoleransi antar kelompok pertemanan, sikap konsumtif dan pamer di media sosial, serta rendahnya empati terhadap teman yang kesulitan ekonomi. Sekolah telah melakukan berbagai upaya seperti mengundang motivator, membuat slogan karakter, dan memberikan sanksi, namun perubahan perilaku siswa belum menunjukkan hasil yang berarti. Sebagai bagian dari tim pengembangan sekolah, strategi pembelajaran yang paling komprehensif dan efektif untuk mentransformasi budaya sekolah menjadi berbasis nilai adalah...
Terus menambah aktivitas ekstrakurikuler dan memberikan pujian yang lebih banyak
Mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap mata pelajaran, menjadikan guru teladan autentik dalam kehidupan sehari-hari, melibatkan orang tua dan komunitas, serta melakukan refleksi berkelanjutan tentang efektivitas program
Fokus pada peningkatan prestasi akademik saja dan mengabaikan aspek karakter
Mengundang lebih banyak motivator eksternal tanpa melibatkan guru secara langsung
Membuat program karakter yang terpisah dari pembelajaran akademik
Bu Siti adalah seorang guru PKn yang sering mengajarkan tentang pentingnya musyawarah dan mendengarkan pendapat orang lain. Namun, ia menyadari bahwa di rumah, terutama dalam diskusi keluarga, ia cenderung mendominasi pembicaraan dan kurang sabar mendengarkan pendapat suami dan anak-anaknya sampai selesai. Upaya paling efektif yang sebaiknya dilakukan Bu Siti untuk menyelaraskan nilai yang diajarkan dengan praktik kehidupan sehingga menjadi teladan autentik adalah… a. Terus mengajar nilai musyawarah di kelas tanpa mengubah perilaku pribadi b. Berkomitmen melakukan perubahan perilaku di rumah melalui refleksi diri, praktik mendengarkan aktif dalam setiap interaksi keluarga, dan meminta umpan balik dari keluarga tentang perkembangannya c. Menganggap perilaku di rumah adalah urusan pribadi yang tidak perlu dikaitkan dengan pengajaran di kelas d. Meminta anggota keluarga mengikuti kelas tentang musyawarah agar memahami nilai tersebut e. Menunggu hingga anak-anaknya dewasa untuk melihat apakah nilai yang diajarkan terserap
Terus mengajar nilai musyawarah di kelas tanpa mengubah perilaku pribadi
Berkomitmen melakukan perubahan perilaku di rumah melalui refleksi diri, praktik mendengarkan aktif dalam setiap interaksi keluarga, dan meminta umpan balik dari keluarga tentang perkembangannya
Menganggap perilaku di rumah adalah urusan pribadi yang tidak perlu dikaitkan dengan pengajaran di kelas
Meminta anggota keluarga mengikuti kelas tentang musyawarah agar memahami nilai tersebut
Menunggu hingga anak-anaknya dewasa untuk melihat apakah nilai yang diajarkan terserap
Setiap kali memulai pembelajaran IPA, Bu Dina selalu menyapa siswa dengan hangat dan bertanya, "Selamat pagi anak-anak, siapa yang hari ini merasa bersemangat? Siapa yang mungkin sedang merasa khawatir atau capek? Tidak apa-apa, semua perasaan boleh dirasakan." Praktik yang dilakukan Bu Dina tersebut memungkinkan siswa merasa lebih fokus dan disiplin dalam belajar, serta siswa tampak lebih percaya diri mengikuti pembelajaran. Praktik yang dilakukan Bu Dina tersebut paling tepat merefleksikan pemahaman konsep Kompetensi Sosial Emosional (KSE) dan implikasinya bahwa… a. KSE sangat tentang mengendalikan emosi agar negatif siswa agar fokus belajar b. Guru perlu mengakui dan memvalidasi emosi siswa, menciptakan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan, sehingga siswa merasa diterima dan dapat belajar dengan lebih optimal c. KSE tidak diperlukan dalam pembelajaran akademik karena bukan prioritas utama d. Emosi siswa adalah tanggung jawab keluarga, bukan sekolah e. Pembelajaran akan lebih efektif jika guru mengabaikan emosi siswa dan fokus pada materi saja
KSE sangat tentang mengendalikan emosi agar negatif siswa agar fokus belajar
Guru perlu mengakui dan memvalidasi emosi siswa, menciptakan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan, sehingga siswa merasa diterima dan dapat belajar dengan lebih optimal
KSE tidak diperlukan dalam pembelajaran akademik karena bukan prioritas utama
Emosi siswa adalah tanggung jawab keluarga, bukan sekolah
Pembelajaran akan lebih efektif jika guru mengabaikan emosi siswa dan fokus pada materi saja
Zahra adalah siswi yang pintar namun sangat cemas saat menghadapi ujian, bahkan sering menangis sebelum tes dimulai. Ketika Bu Ani menanyakan alasannya, Zahra menjawab, "Bu, saya takut sekali kalau nilainya jelek. Ibu di rumah selalu bilang saya harus jadi juara kelas, soalnya kakak saya dulu selalu ranking satu. Kalau tidak, Ibu pasti kecewa." Faktor utama yang paling dominan memengaruhi perkembangan sosial emosional Zahra sehingga ia mengalami kecemasan berlebihan terhadap prestasi adalah… a. Kemampuan akademik Zahra yang rendah dibanding kakaknya b. Metode mengajar guru yang terlalu ketat dan menuntut c. Faktor keluarga yaitu harapan dan tekanan orang tua yang tinggi untuk mencapai prestasi sempurna seperti kakaknya d. Lingkungan sekolah yang kompetitif dan tidak mendukung e. Kepribadian Zahra yang memang perfeksionis sejak lahir
Kemampuan akademik Zahra yang rendah dibanding kakaknya
Metode mengajar guru yang terlalu ketat dan menuntut
Faktor keluarga yaitu harapan dan tekanan orang tua yang tinggi untuk mencapai prestasi sempurna seperti kakaknya
Lingkungan sekolah yang kompetitif dan tidak mendukung
Kepribadian Zahra yang memang perfeksionis sejak lahir
Saat pembelajaran Matematika berlangsung, Sinta yang biasanya rajin mengerjakan soal tiba-tiba menaruh kepalanya di meja dan matanya tampak berkaca-kaca. Guru segera melihat ada yang tidak beres dengan kondisi emosional Sinta. Penerapan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yang paling tepat dilakukan guru adalah… a. Membiarkan Sinta mengatasi masalahnya sendiri agar tidak mengganggu kelas b. Memberi skor nol untuk tugas Sinta karena tidak mengerjakan soal seperti biasanya c. Mengerti kondisi Sinta, memberikan kesempatan untuk istirahat, melakukan percakapan empatik secara privat, dan menawarkan dukungan atau rujukan ke guru BK jika diperlukan d. Menegur Sinta karena menunjukkan perilaku tidak profesional di kelas e. Mengatakan kepada seluruh kelas bahwa Sinta sedang mengalami masalah agar teman-teman bersimpati
Membiarkan Sinta mengatasi masalahnya sendiri agar tidak mengganggu kelas
Memberi skor nol untuk tugas Sinta karena tidak mengerjakan soal seperti biasanya
Mengerti kondisi Sinta, memberikan kesempatan untuk istirahat, melakukan percakapan empatik secara privat, dan menawarkan dukungan atau rujukan ke guru BK jika diperlukan
Menegur Sinta karena menunjukkan perilaku tidak profesional di kelas
Mengatakan kepada seluruh kelas bahwa Sinta sedang mengalami masalah agar teman-teman bersimpati
Siswa-siswi di sekolah Anda sering membuang sisa makanan di kantin sehingga banyak makanan yang terbuang percuma. Pihak kantin mengeluhkan tingginya limbah makanan, sementara beberapa siswa kurang mampu justru tidak mampu membeli makan siang. Anda merencanakan project "Zero Food Waste" dengan siswa melakukan refleksi tentang nilai tanggung jawab sosial, menganalisis dampak limbah makanan terhadap komunitas, dan merancang solusi bersama. Penerapan program pembelajaran berkelanjutan yang paling efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah… a. Hanya memberikan hukuman kepada siswa yang membuang makanan tanpa edukasi b. Menganggap masalah limbah makanan adalah tanggung jawab kantin saja, bukan guru c. Merancang project yang mengintegrasikan pengembangan empati, kesadaran sosial, keterampilan komunikasi, dan aksi nyata untuk mengubah perilaku konsumsi dan mengurangi limbah makanan di sekolah d. Membuat kampanye anti-limbah melalui poster saja tanpa keterlibatan siswa secara aktif e. Fokus pada siswa yang mampu membeli makanan, mengabaikan siswa kurang mampu
Hanya memberikan hukuman kepada siswa yang membuang makanan tanpa edukasi
Menganggap masalah limbah makanan adalah tanggung jawab kantin saja, bukan guru
Merancang project yang mengintegrasikan pengembangan empati, kesadaran sosial, keterampilan komunikasi, dan aksi nyata untuk mengubah perilaku konsumsi dan mengurangi limbah makanan di sekolah
Membuat kampanye anti-limbah melalui poster saja tanpa keterlibatan siswa secara aktif
Fokus pada siswa yang mampu membeli makanan, mengabaikan siswa kurang mampu
Menjelang perayaan Natal, beberapa siswa Kristen di kelas Anda ingin mengadakan acara tukar kado sederhana di kelas sebagai bentuk perayaan bersama teman-teman. Namun sekolah memiliki mayoritas siswa Muslim. Ada beberapa guru yang mengkhawatirkan hal ini dapat menimbulkan ketegangan. Sikap yang paling tepat dalam situasi ini sebagai guru adalah… a. Melarang semua kegiatan perayaan untuk menghindari konflik b. Mendukung kegiatan Natal tanpa mempertimbangkan siswa dari agama lain c. Menjelaskan bahwa sekolah adalah tempat netral, mengapresiasi inisiatif siswa, memastikan kegiatan bersifat sederhana dan opsional, tidak memaksa partisipasi siswa lain, serta menekankan nilai penghormatan terhadap keberagaman d. Membuat kegiatan terpisah untuk setiap agama agar adil e. Mengatakan bahwa perayaan agama tidak boleh dilakukan di sekolah
Melarang semua kegiatan perayaan untuk menghindari konflik
Mendukung kegiatan Natal tanpa mempertimbangkan siswa dari agama lain
Menjelaskan bahwa sekolah adalah tempat netral, mengapresiasi inisiatif siswa, memastikan kegiatan bersifat sederhana dan opsional, tidak memaksa partisipasi siswa lain, serta menekankan nilai penghormatan terhadap keberagaman
Membuat kegiatan terpisah untuk setiap agama agar adil
Mengatakan bahwa perayaan agama tidak boleh dilakukan di sekolah
Pak Rudi mengajar IPS di kelas 7 dengan materi "Keberagaman Budaya Indonesia". Ia menemukan bahwa siswa hanya menghafal nama-nama suku dan budaya tanpa memahami makna keberagaman dalam kehidupan nyata. Pak Rudi ingin menumbuhkan sikap menghargai keberagaman secara konkret dengan melibatkan keluarga dan komunitas lokal. Namun, sebagian orang tua memiliki waktu terbatas dan komunitas budaya di sekitar sekolah jarang mengadakan kegiatan. Strategi pembelajaran paling efektif yang sebaiknya dirancang Pak Rudi untuk menumbuhkan sikap menghargai keberagaman dengan melibatkan orang tua dan komunitas adalah....
Terus menggunakan metode hafalan karena lebih praktis dan cepat
Membawa semua siswa berkunjung ke berbagai komunitas budaya tanpa melibatkan orang tua
Merancang project pembelajaran yang melibatkan orang tua menceritakan budaya keluarga mereka, membuat dokumentasi video budaya lokal dari internet, mengundang tokoh budaya lokal ke sekolah, dan melakukan refleksi mendalam tentang nilai keberagaman
Menganggap tugas mengenalkan keberagaman adalah tanggung jawab keluarga saja
Memberikan tugas individu kepada siswa untuk riset budaya tanpa keterlibatan orang tua
Dalam sebuah materi tentang "Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru", seorang calon guru mengamati bahwa banyak siswa yang sudah tahu dalil dan kewajiban untuk hormat, namun dalam praktik sehari-hari masih sering menunjukkan sikap yang kurang sopan. Guru tersebut berkesimpulan bahwa pendekatan pembelajaran harus diubah dari sekadar ceramah menjadi pendekatan yang lebih menyentuh hati dan membentuk pola pikir siswa. Tujuannya agar siswa tidak hanya hormat karena takut atau formalitas, tetapi karena kesadaran mendalam bahwa itu adalah bagian dari akhlak mulia yang diperintahkan agama. Untuk mencapai tujuan pembentukan karakter tersebut, rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai adalah....
Peserta didik dapat menghafal dalil naqli tentang kewajiban hormat kepada orang tua dan guru
Setelah melihat gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi contoh perilaku hormat kepada guru
Melalui metode bermain peran, peserta didik dapat mendemonstrasikan cara berbicara yang sopan kepada orang tua
Setelah proses diskusi kelompok dan refleksi diri, peserta didik dapat mengorganisasikan nilai kepatuhan kepada orang tua sebagai bagian integral dari sistem keimanan pribadinya
Peserta didik dapat menuliskan rangkuman tentang pentingnya sikap hormat kepada orang tua dan guru di buku catatan
Dini dan Doni menikah secara sederhana tanpa persiapan matang. Pernikahan ini dilakukan di rumah, tanpa melibatkan wali yang sah, saksi yang cukup, atau mahar yang jelas. Mereka tidak melakukan akad nikah dengan benar, dan pernikahan ini tidak tercatat di kantor catatan sipil. Berdasarkan kasus di atas, rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan adalah....
Peserta didik membiasakan rukun-rukun nikah dalam kehidupan sehari-hari
Peserta didik mempraktikkan rukun nikah
Peserta didik membuat laporan proses pernikahan
Peserta didik menganalisis rukun nikah secara kritis
Peserta didik membaca ayat-ayat tentang pernikahan
Pada materi hadis, seorang guru ingin siswanya tidak hanya hafal kriteria hadis sahih, tetapi juga bisa mempraktikkan proses verifikasi sederhana. Guru tersebut melihat ini sebagai peluang untuk membangun kekompakan kelas. Ia berencana membuat sebuah proyek di mana siswa harus saling berbagi tugas dan mengandalkan satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, sehingga semangat gotong royong dapat terbentuk. Rumsan tujuan pembelajaran ranah keterampilan yang paling tepat adalah....
Melalui diskusi kelompok peserta didik mampu membedakan antara hadis sahih dan hadis daif
Melalui kerja kelompok, peserta didik terampil menyajikan drama singkat proses tabayun hadis
Melalui tayangan video peserta didik mampu menghafal nama-nama perawi hadis yang terkenal
Peserta didik menunjukkan sikap cermat dan teliti dalam mempelajari hadis
Peserta didik dapat menguraikan biografi salah satu perawi hadis pilihan
Manusia diberi akal. Tetapi kebebasan dan kemerdekaan itu amat terbatas. Kekuasaan tertinggi dan mutlak tetaplah di tangan Tuhan. Semua yang terjadi atas takdir Allah. Berdasarkan materi di atas, rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap adalah....
Peserta didik dapat menganalisis kebebasan dan kemerdekaan dalam perspektif agama dan menjelaskan hubungannya dengan takdir Allah
Peserta didik dapat merumuskan hakikat kebebasan manusia dan membahas bagaimana manusia bisa bertindak bebas dalam kehidupan sehari-hari
Peserta didik dapat membandingkan pandangan agama dengan pandangan filosofis tentang takdir dan kebebasan manusia
Peserta didik dapat mengembangkan rasa syukur terhadap pemberian akal dan menerima takdir Allah dengan lapang dada
Peserta didik dapat menilai kebebasan dan kemerdekaan dalam perspektif agama dan menjelaskan hubungannya dengan takdir Allah
Pada materi Ulumul Qur'an tentang ayat Muhkamat dan Mutasyabihat. Tujuannya bukan agar siswa sekadar hafal definisi, melainkan agar mereka memahami hikmah di balik adanya ayat Mutasyabihat. Guru tersebut ingin membentuk daya nalar siswa agar mereka mampu mengolah informasi secara aktif, tidak pasif, dan melihatnya sebagai ruang untuk pengembangan intelektual. Rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai untuk menumbuhkan kemampuan berpikir dinamis adalah...
Peserta didik dapat menyebutkan tiga contoh ayat Muhkamat
Peserta didik dapat menguraikan kembali pengertian ayat Mutasyabihat
Peserta didik dapat membandingkan karakteristik ayat Muhkamat dan Mutasyabihat
Peserta didik dapat menghafal salah satu ayat Mutasyabihat beserta artinya
Peserta didik dapat menjelaskan sikap seorang mukmin terhadap ayat Mutasyabihat
Seorang guru merencanakan pembelajaran materi tafsir dengan pendekatan Project-Based Learning (PBL). Dalam perencanaan pembelajaran, guru meminta pada peserta didik untuk menganalisis materi ajar macam-macam tafsir Al-Quran berdasarkan struktur keilmuan pada perencanaan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. Berdasarkan pembelajaran tafsir di atas, apakah Tafsir: Bi Al-Ma’tsur adalah....
Tafsir yang menggunakan metode linguistik untuk menganalisis makna kata-kata dalam Al-Qur’an
Tafsir yang penjelasannya diambil berdasarkan ijtihad dari pemikiran mufasir yang telah mengetahui bahasa Arab dan metodenya, dalil hukum yang ditunjukkan, serta problema penafsiran, seperti asbab an-nuzul, nasikh mansukh, dan sebagainya
Tafsir yang mengandalkan tafsir filosofis untuk menggali makna mendalam dari ayat-ayat Al-Qur’an
Penafsiran Al-Qur’an yang mendasarkan pada penjelasan Al-Qur’an, Rasul, para sahabat melalui ijtihadnya, dan aqual tab’in
Tafsir yang menggunakan akal dan logika untuk menjelaskan makna ayat Al-Qur’an tanpa merujuk pada sumber lain
Seorang guru sedang melaksanakan pembelajaran klasifikasi hadis untuk siswa kelas XI dengan pendekatan PjBL. Proyeknya adalah membuat sebuah video pendek investigasi dengan pertanyaan penuntun: "Jika kita menemukan sebuah hadis di internet, bagaimana cara kita memverifikasi kebenarannya?" Saat proses pengerjaan proyek, guru melihat ada kelompok siswa yang kesulitan saat mencoba memeriksa taraf sanad sebuah hadis. Mereka bingung harus memulai dari mana dan hanya terpaku pada teks hadisnya saja. Rumuskan intervensi pembelajaran yang paling tepat agar siswa dapat memeriksa sanad hadis dengan benar....
Memberikan daftar istilah hadis yang harus dihafal sebelum mulai proyek
Meminta siswa mencari lebih banyak hadis untuk dibandingkan tanpa panduan
Mengarahkan siswa menggunakan tahapan takhrij hadis: identifikasi kata kunci, telusuri dalam kitab indeks, periksa rantai perawi dan kualitas perawinya, lalu simpulkan tingkat sanad
Mengganti topik proyek karena materi terlalu sulit
Hanya menilai hasil video tanpa memeriksa proses analisis sanad
Berdasarkan deskripsi aktivitas tersebut, tindakan fasilitasi guru yang paling tepat dengan menganalisis materi ajar sesuai struktur keilmuan dan karakteristik siswa adalah...
Langsung memberikan jawaban akhir mengenai status hadis tersebut kepada siswa.
Meminta siswa membaca kitab musthalah hadis karya ulama klasik yang tebal.
Menghentikan proyek dan kembali ke metode ceramah untuk menjelaskan ulang materi karena peserta didik kebingungan dalam memeriksa sanad hadis.
Memberikan lembar kerja prosedural yang berisi langkah-langkah sederhana untuk menelusuri sanad melalui situs terpercaya.
Menyarankan siswa untuk fokus pada pesan moral hadis dan mengabaikan analisis sanadnya.
Seorang guru melaksanakan pembelajaran materi hubungan nahas takdir menggunakan pendekatan Discovery Based Learning (DBL). Dalam proses evaluasi, guru meminta peserta didik menguraikan materi ajar hubungan takdir dan iman berdasarkan karakteristik peserta didik. Berdasarkan proses diatas, konsep hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir adalah....
Takdir adalah sesuatu yang ditentukan oleh manusia dan dapat berubah, sementara iman kepada hari akhir mengajarkan pembalasan berdasarkan perbuatan di dunia.
Takdir adalah sesuatu yang berlaku hanya bagi orang yang beriman kepada Allah, sementara iman kepada hari akhir tidak berhubungan dengan takdir.
Takdir dan iman kepada hari akhir tidak saling berhubungan karena takdir hanya mencakup kehidupan dunia, sedangkan iman kepada hari akhir berkaitan dengan kehidupan setelah mati.
Takdir adalah hasil usaha manusia dalam mencapai tujuannya, dan iman kepada hari akhir mengajarkan bahwa perbuatan baik atau buruk tidak mempengaruhi kehidupan setelah mati.
Takdir adalah ketentuan Allah yang tidak bisa diubah, dan iman kepada hari akhir meyakini bahwa setiap perbuatan akan diperhitungkan di hadapan Allah.
Seorang guru PAI merancang pembelajaran tentang sifat amanah (dapat dipercaya) sebagai pilar karakter anti-korupsi. Dengan pendekatan TPACK, ia merencanakan menggunakan media studi kasus digital interaktif tentang dampak korupsi dan meminta siswa berkolaborasi secara online untuk merancang sebuah kampanye sederhana di media sosial sekolah. Tujuannya agar siswa tidak hanya tahu, tetapi juga merasakan pentingnya sifat amanah dan mau mengampanyekannya. Berdasarkan deskripsi tersebut, alur materi ajar yang paling logis dan sistematis dalam perencanaan tujuan pembelajarannya adalah....
Praktik merancang kampanye → Mempelajari dalil tentang amanah → Refleksi bahaya korupsi.
Pemahaman konsep dan dalil amanah (Content) → Analisis kasus korupsi via media interaktif (TPACK) → Aksi membuat proyek kampanye digital (Pedagogy & Technology).
Pelatihan penggunaan media sosial → Analisis konten dan jumlah viewers berbagai media sosial→ Presentasi kelompok tentang amanah → Mengerjakan kuis online.
Refleksi individu tentang kejujuran → Membaca berita korupsi → Menghafal dalil amanah.
Menonton video tentang korupsi → Pelatihan membuat poster digital → Diskusi kelas.
Seorang guru menerapkan pendekatan Discovery Learning dalam mengajarkan materi Fiqih Kontemporer tentang bank dalam Islam. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru meminta para peserta didik untuk menentukan mengidentifikasi perbedaan bank konvensional dan bank syariah. Berdasarkan narasi tersebut, perbedaan pokok antara bank konvensional dan bank Islam adalah....
Bank konvensional tidak memiliki pengawas syar’i, sedangkan bank Islam diawasi oleh pengawas syar’i.
Bank konvensional hanya melayani transaksi bisnis, sedangkan bank Islam juga melayani transaksi zakat dan wakaf.
Bank konvensional dikelola oleh pemerintah, sedangkan bank Islam dikelola swasta.
Bank konvensional menerapkan sistem bunga dalam menjalankan usahanya, sedangkan bank Islam menerapkan sistem bagi hasil.
Bank konvensional menjadikan bunga sebagai sumber utama keuntungan bisnis, sedangkan bank Islam menerapkan berkah.
Pada materi Sejarah Kebudayaan Islam yang berfokus pada faktor-faktor kemunduran peradaban Islam, guru meminta siswa tidak merasa pesimis, melainkan dapat mengambil pelajaran berharga. Untuk evaluasi, guru menyusun sebuah tugas esai reflektif yang terstruktur. Alur materi ajar yang paling logis untuk dituangkan dalam soal evaluasi esai reflektif adalah...
Sebutkan minimal tiga dinasti Islam yang mengalami kemunduran!
Menurut Anda, siapa tokoh yang paling bertanggung jawab atas kemunduran Islam?
Identifikasi satu masalah internal umat (analisis) → Rumuskan kembali masalah itu menjadi sebuah pelajaran berharga (reframing) → Tuliskan satu komitmen pribadi sebagai pelajar untuk memperbaikinya (aksi)!
Tuliskan salah satu masalah umat Islam yang Anda ketahui→Analisis penyebab masalah tersebut→Diskusikan dengan kelompok anda terkait alternatif Solusi dari pemecahan masalah yang sudah anda identifikasi→Presentasikan hasil diskusi anda secara online
Tuliskan komitmen Anda → Jelaskan hikmahnya → Identifikasi faktor kemunduran!
Seorang guru merancang pembelajaran untuk siswa kelas X tema penguatan nilai-ketakwaan kepada tuhan yang maha esa sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Guru memberikan tugas individu dan kelompok, di mana siswa diminta untuk membuat rencana proyek sosial yang mencerminkan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa. Setiap kelompok bertugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang melibatkan kerja sama dan berbagi tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. Dengan pendekatan tersebut, materi ajar yang tepat untuk pengembangan tujuan pembelajaran adalah ....
Materi ajar tentang hakikat ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penguatan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Materi ajar tentang pengelolaan proyek sosial dan pentingnya keterampilan bekerja dalam tim untuk tujuan bersama.
Materi ajar tentang peran agama dalam kehidupan sosial dan pentingnya kerjasama dalam mencapai tujuan bersama.
Materi ajar tentang nilai-nilai Pancasila, dengan penekanan pada kerja sama dan berbagi tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Materi ajar tentang etika dan moralitas dalam agama, dengan fokus pada tanggung jawab sosial
Bu Qomariyah melaksanakan program penguatan profil pelajar Pancasila. Dia memilih materi hadis Nabi SAW yang berbunyi, "Seorang Muslim wajib mendengar dan taat (kepada pemimpin) dalam hal yang ia sukai maupun yang ia benci, kecuali jika diperintahkan untuk melakukan maksiat. Maka jika diperintahkan untuk maksiat, tidak ada kewajiban mendengar dan taat." (H.R. Muslim). Berdasarkan hadis tersebut, sikap yang sesuai bagi pelajar Pancasila adalah....
Taat kepada pemimpin dalam semua keadaan tanpa pengecualian.
Mengikuti perintah pemimpin selama tidak bertentangan dengan ajaran agama, dan menolak perintah yang mengarah pada maksiat.
Menolak semua perintah pemimpin karena berpotensi salah.
Hanya menaati pemimpin jika perintahnya menguntungkan diri sendiri.
Tidak perlu mempertimbangkan nilai agama dalam menaati pemimpin.
Pengembangan materi di atas relevan dengan tujuan pendidikan karakter nilai-nilai PPRA...
Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan (Ta’addub)
Melaksanakan Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia (Muwatanah)
Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi (Qudwah)
Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama (Syura)
Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan (Musawah)
Di sebuah desa, terdapat kegiatan kemasyarakatan dan sosial yang terbuka bagi masyarakat lintas agama dan budaya, seperti kerja bakti bersama dan peringatan 17 agustus. Seorang guru membahas realitas ini dalam kelas untuk dijadikan bahan diskusi tentang Islam yang inklusif dan Siswa diminta menentukan pengembangan materi ajar nilai-nilai Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah. Nilai-nilai Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah manakah yang KURANG sesuai ...
Moderasi beragama pada keseimbangan Tauhid
Moderasi beragama memiliki makna adil
Moderasi Beragama dalam berbangsa dan bernegara
Moderasi beragama yang bermakna seimbang pola hidup
Moderasi beragama pada keseimbangan fenomena alam
Seorang guru mengembangkan pembelajaran mata pelajar PAI dengan menyisipkan pembahasan tentang Islam yang rahmatan lil ‘alamin, prinsip tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan). Ia menyampaikan bahwa pembelajaran ini penting agar siswa tidak mudah terprovokasi oleh ajaran yang ekstrem atau eksklusif. Berdasarkan narasi di atas, karakteristik orang yang memiliki sifat moderat atau wasathiyah adalah...
Memiliki pandangan yang selalu berpihak pada satu kelompok dan menolak perbedaan
Cenderung mengikuti ajaran yang ekstrem dan menilai yang berbeda sebagai salah
Menjunjung tinggi keseimbangan dan keadilan dalam beragama serta menjauhi sikap fanatisme.
Berpikir sempit dan menutup diri dari ajaran atau pandangan yang berbeda.
Mengutamakan prinsip keberagaman dan mampu beradaptasi dengan berbagai pandangan hidup
Pada materi al-Qur’an Hadis, pak Mustofa memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat poster klasifikasi hadis ditinjau dari kualitasnya disertai dengan hukum maqbul dan mardudnya. Ide tersebut muncul dengan tujuan meminimalisir masalah dilapangan yakni banyaknya orang yang tidak bisa membedakan antara hadis shahih, hasan dan dha’if. Rancangan pembelajaran di atas berpendekatan ...
Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Differentiation Based Learning/DBL
Problem Based Learning (PBL)
Project Based Learning (PjBL)
Technological Pedagogical and Content Knowledge/TPACK
Seorang guru mengajarkan materi tentang Mu’jizat, Karamah, dan Sihir dalam konteks kajian keilmuan Islam kepada mahasiswa. Guru tersebut meminta mahasiswa untuk menganalisis perbedaan antara mu’jizat yang diberikan kepada Nabi dan rasul, karamah yang diberikan kepada wali, serta sihir yang digunakan oleh para penyihir. Dalam pembelajaran ini, mahasiswa didorong untuk mempertimbangkan perbedaan individu dalam pemahaman mereka terhadap materi ini, dengan memberikan ruang bagi berbagai perspektif dan pengalaman pribadi mereka. Guru memfasilitasi diskusi yang mempertimbangkan latar belakang dan pengetahuan masing-masing mahasiswa untuk memperkaya pemahaman tentang ketiga konsep tersebut. Pendekatan pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan materi kajian Mu’jizat, Karamah, dan Sihir, dengan memperhatikan perbedaan individu adalah...
Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang menekankan hasil kelompok.
Pembelajaran berbasis ceramah (Lecture-Based Learning) yang berfokus pada penyampaian teori.
Pembelajaran berbasis perbedaan individu (Individualized Learning) yang mengakomodasi gaya belajar mahasiswa yang berbeda.
Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) yang fokus pada pemecahan masalah kelompok.
Pembelajaran berbasis pembacaan (Reading-Based Learning) yang mengandalkan teks bacaan sebagai satu-satunya sumber
Pada pelaksanaan pembelajaran mengenai hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, guru menyampaikan dengan sebuah permainan yang membuat murid sangat senang. Deep learning yang digunakan dalam pembelajaran tersebut berada pada fase....
Membangun Kesadaran (Mindful Learning)
Fase Persiapan (Preparation Stage)
Menciptakan Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning)
Fase Refleksi dan Evaluasi (Reflection and Evaluation Stage)
Menjadikan Pembelajaran Menyenangkan (Joyful Learning)
Seorang guru mengajarkan materi tentang perkembangan kepemimpinan Islam, dengan fokus pada prinsip-prinsip kepemimpinan yang diterapkan oleh para pemimpin Islam sepanjang sejarah, mulai dari masa Nabi Muhammad SAW hingga era kontemporer. Dalam pembelajaran ini, guru memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih pendekatan yang sesuai dengan pengetahuan pedagodi mereka, baik melalui kajian literatur, diskusi, atau studi kasus, agar dapat mendalami materi secara mendalam dan komprehensif. Pendekatan pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan perkembangan kepemimpinan Islam dengan mendalami materi secara komprehensif adalah....
Project-Based Learning
Lecture-Based Learning
Deep Learning
Problem-Based Learning
Discussion-Based Learning
Seorang guru mengajarkan materi Islam sebagai agama yang moderat, menekankan nilai toleransi dan keseimbangan. Guru menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran dan memberi kesempatan peserta didik memilih pendekatan sesuai kemampuan teknologi mereka. Pendekatan pembelajaran yang tepat untuk materi ini adalah....
Project-Based Learning
Lecture-Based Learning
Discussion-Based Learning
Problem-Based Learning
TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge)
Pak Ahmad, seorang guru PAI, mengajar di kelas dengan peserta didik yang memiliki gaya belajar bervariasi, yaitu kinestetik, visual, dan audio-visual. Dalam menjelaskan kemamukjizan, karamah dan sihir, Pak Ahmad menggunakan metode yang hanya berbasis ceramah dan teks, di mana siswa diminta untuk membaca dan menganalisis ayat-ayat terkait mukjizat, karamah dna sihir. Namun, penyajian materi yang tidak bervariasi dan tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik mengakibatkan siswa merasa bosan, kesulitan memahami materi, dan pembelajaran tidak kondusif. Berdasarkan narasi di atas, pendekatan strategi pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar yang membahagiakan adalah....
Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang melibatkan kolaborasi kelompok
Pembelajaran berbasis ceramah (Lecture-Based Learning) dengan penekanan pada penyampaian teori
Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) yang melibatkan diskusi dan penerapan konsep dalam konteks nyata
Pembelajaran berdiferensiasi (Differentiated Learning) yang menyesuaikan pendekatan dengan gaya belajar siswa
Pembelajaran berbasis teknologi (Technology-Based Learning) yang menggunakan alat bantu digital untuk memfasilitasi pembelajaran
Bu Rini sedang mengembangkan bahan ajar dengan tema Zakat produktif dalam bahan ajar disajikan secara naratif dan tekstual tanpa mempertimbangkan pemetaan kebutuhan peserta didik. Selama pembelajaran, guru memvariasikan materi menggunakan metode ceramah, namun hal ini menyebabkan peserta didik merasa bosan. Selain itu, peserta didik dengan kemampuan yang rendah kesulitan memahami materi yang terlalu teritis tanpa ada pendekatan yang membantu perkembangan pribadi mereka.
Model pembelajaran berbasis konteksual
Model pembelajaran berbasis teknologi
Model pembelajaran berbasis masalah
Model pembelajaran berbasis projek
Model pembelajaran berbasis layanan bimbingan konseling
Model pendekatan pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang progresif yang sesuai kasus di atas adalah....
Model pembelajaran berbasis pelayanan bimbingan konseling
Model pembelajaran berbasis teknologi
Model pembelajaran berbasis masalah
Model pembelajaran berbasis projek
Model pembelajaran berbasis kontekstual
Pada pembahasan materi Perkembangan Kepemimpinan Islam dari masa ke masa, Pak Udin menggunakan metode tanya jawab. Ia hanya mengajukan pertanyaan terkait Perkembangan Kepemimpinan Islam dari masa ke masa kemudian memberikan penjelasan singkat tanpa menggunakan media dan tidak mengaitkan materi dengan permasalahan kehidupan peserta didik. Padahal, materi yang diajarkan sangat relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendekatan pembelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif sesuai narasi di atas adalah....
Model pembelajaran berbasis layanan bimbingan konseling
Model pembelajaran berbasis ABK
Model pembelajaran langsung
Model pembelajaran kooperatif
Model pembelajaran berbasis masalah
Pada pembahasan materi Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter Pak Arif menggunakan metode diskusi. Peserta didik diminta berdiskusi tentang konsep pendidikan karakter yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis. Namun, materi yang disampaikan terkesan terbatas pada teori dan tidak dihubungkan dengan contoh penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa peserta didik kesulitan memahami relevansi materi dengan tantangan yang mereka hadapi di dunia modern. Situasi kelas menjadi kurang kondusif, tidak semua peserta didik aktif dalam diskusi, terutama mereka yang memiliki kemampuan rendah kesulitan mengikut pembelajaran.
Model pembelajaran berbasis masalah
Model pembelajaran berbasis projek
Model pembelajaran langsung
Model pembelajaran kooperatif
Model pembelajaran berbasis layanan bimbingan konseling
Pendekatan yang paling tepat untuk mengaitkan konsep keagamaan dengan konteks kehidupan nyata peserta didik adalah....
Problem-Based Learning (PBL)
Lecture-Based Learning
Discussion-Based Learning
Project-Based Learning
TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge)
Dalam menanggapi keberagaman gaya belajar (kinestetik, visual, audio-visual) di kelas PAI, strategi yang paling sesuai agar siswa tidak bosan dan pembelajaran kondusif adalah....
Lecture-Based Learning
Differentiated Learning
Discussion-Based Learning
Project-Based Learning
Technology-Based Learning
Untuk membuat pembelajaran nilai dan karakter lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari serta menumbuhkan partisipasi aktif, guru sebaiknya menerapkan....
Model pembelajaran langsung berpusat pada guru
Model pembelajaran berbasis masalah yang kontekstual
Penguatan hafalan tanpa diskusi
Penilaian sumatif saja di akhir
Penggunaan ceramah panjang dengan media teks
Seorang guru mengajarkan materi fiqih kontemporer dengan fokus pada isu modern seperti ekonomi digital, perbankan syariah, dan hukum Islam terkait teknologi. Guru tersebut merencanakan pembelajaran dengan mengintegrasikan konten fiqih kontemporer, pedagogi yang efektif, dan teknologi yang mendukung, seperti penggunaan aplikasi pembelajaran online dan multimedia untuk menyampaikan materi. Meskipun demikian, penggunaan teknologi terkadang menyebabkan peserta didik kesulitan mengikuti materi karena adanya kendala teknis, serta terdapat ketidaksesuaian antara metode pedagogis yang digunakan dan gaya belajar peserta didik. Ini menimbulkan tantangan dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan.
Berdasarkan narasi di atas, mahasiswa dapat mengidentifikasi praktik baik/best practice dalam merencanakan pembelajaran fiqih kontemporer yang berkualitas dan berkelanjutan yaitu….
Menggunakan metode ceramah tradisional yang menekankan penjelasan teori tanpa teknologi
Memanfaatkan teknologi dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik dan menyesuaikan metodologi pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik
Hanya menggunakan teknologi tanpa memperhatikan aspek pedagogi dan konten
Menggunakan aplikasi pembelajaran yang kompleks tanpa memberikan pelatihan sebelumnya kepada peserta didik
Mengabaikan penggunaan teknologi dan hanya mengandalkan sumber-sumber teks dalam pembelajaran
Pak Rohim mengajarkan Perkembangan kepemimpinan Islam dari masa awal hingga era modern serta relevansinya dalam kepemimpinan masa kini dengan pendekatan Project-Based Learning dan diskusi interaktif untuk memperdalam pemahaman, serta memanfaatkan media berbasis teknologi untuk mengakses referensi model kepemimpinan. Namun, dalam kelas tersebut terdapat siswa berkebutuhan khusus yang menghadapi masalah keterlambatan pemahaman materi, kesulitan dalam mengakses teknologi, dan kurangnya partisipasi aktif. Praktik baik/best practice dalam merencanakan pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan sesuai permasalahan di atas adalah….
Model Pembelajaran Kolaboratif: Menyediakan platform interaktif yang mudah diakses dan diskusi berbasis teks untuk mengatasi keterbatasan teknologi.
Metode Ceramah dan Diskusi: Fokus pada ceramah panjang dan mengurangi penggunaan teknologi untuk meminimalkan kesulitan akses
Model Evaluasi Individual: Memberikan kuis dan ujian individu tanpa teknologi untuk menilai pemahaman materi.
Pembelajaran Tatap Muka: Mengurangi penggunaan teknologi dan menggantinya dengan diskusi tatap muka.
Model Pembelajaran Diferensiasi: Menyediakan materi offline dan kelompok kecil untuk interaksi intensif serta bimbingan personal bagi siswa berkebutuhan khusus
Guru merancang pembelajaran Pembentukan akhlak karimah dengan fokus pada konten, pedagogi, dan teknologi. Aspek konten mencakup pemahaman hermeneutika dalam al-Qur'an, pedagogi melibatkan analisis teks melalui diskusi, dan teknologi mendukung analisis teks. Namun, peserta didik kesulitan dalam analisis permasalahan terkait penyimpangan akhlak karimah, dan hasil tes sangat rendah. Berdasarkan kasus masalah di atas, praktik baik/best practice dalam evaluasi pembelajaran sesuai kasus di atas adalah….
Memberikan Ujian Esai Terstruktur. Menyusun ujian esai di mana mahasiswa diminta untuk menganalisis permasalahan penyimpangan akhlak karimah
Menggunakan Teknik Evaluasi Berbasis Proyek. Mahasiswa diminta untuk melakukan analisis teks al-Qur'an ayat ayat akhlak karimah dalam bentuk laporan tertulis atau presentasi sesuai dengan panduan yang lebih rinci mengenai langkah-langkah yang harus diambil dalam analisis.
Penilaian Portofolio. Mahasiswa diminta untuk mengumpulkan tugas-tugas atau analisis teks al-Qur'an yang dilakukan selama pembelajaran, yang akan disusun dalam portofolio.
Memberikan Ujian Esai Terstruktur. Mahasiswa diminta untuk menganalisis teks al-Qur'an
Teknik Penilaian Observasi. Guru melakukan observasi langsung terhadap mahasiswa saat mereka melakukan analisis teks al-Qur'an, baik dalam diskusi kelompok maupun tugas individu
