NEW
Font size
WorksheetsModul 1 PRINSIP CPOB DALAM PERSIAPAN PEMBUATAN OBAT STERIL
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
1. Ruang bersih (Clean Room) tempat berlangsungnya pengisian sediaan steril non-terminal sterilisasi (disterilisasi secara aseptis) harus memenuhi klasifikasi tertinggi. Berdasarkan pedoman CPOB yang mengacu pada ISO 14644-1, daerah kerja kritis ini setara dengan Kelas A. Berapa batas maksimum partikel berukuran ≥0,5μm/m3 untuk “Ruang Kelas A” pada “kondisi operasional”?
Kurang dari 1 partikel/m3
Kurang dari 20 partikel/m3
3.520 partikel/m3
352 partikel/m3
Kurang dari 29 partikel/m3
Prinsip kerja Laminar Air Flow (LAF) di ruang produksi aseptis adalah menciptakan aliran udara searah (laminar) dan tersaring. Filter utama yang digunakan untuk menyaring partikel hingga ukuran sangat kecil adalah
Filter selulosa asetat 0,45μm
Filter kasa (mesh filter)
Filter karbon aktif
HEPA Filter (High Efficiency Particulate Air Filter)
Filtrasi
Uji sterilitas merupakan uji mutu yang sangat penting untuk sediaan steril. Jika hasil uji sterilitas menunjukkan pertumbuhan mikroorganisme setelah periode inkubasi, hal ini berarti
Waktu inkubasi yang digunakan terlalu pendek
Sediaan gagal dalam persyaratan sterilitas dan tidak boleh diedarkan, kecuali ada pembuktian kontaminasi di laboratorium
Konsentrasi zat aktif terlalu rendah
Sediaan pasti terkontaminasi pyrogen
Sediaan terkontaminasi patogen
Apa fungsi utama dari HEPA Filter (High Efficiency Particulate Air Filter) dalam sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) pada ruang produksi steril?
Mengontrol kelembaban udara
Menghilangkan uap pelarut organik
Mengatur tekanan udara (diferensial tekanan)
Menyaring partikel sekecil 0,3μm dengan efisiensi ≥99,97%
Mengontrol Massa Udara
Tekanan udara (differential pressure) di ruang bersih harus dijaga agar selalu positif relatif terhadap area yang memiliki kelas kebersihan lebih rendah. Tujuan utama dari tekanan positif ini adalah
Meningkatkan kenyamanan operator di dalam ruang
Memaksa aliran udara kotor keluar dari zona bersih dan mencegah udara kotor masuk
Memperpanjang usia pakai filter HEPA
Memudahkan operasional mesin pengisian sediaan steril
Agar ruangan selalu steril
Dalam industri farmasi, ruang yang digunakan untuk proses pengolahan dan pengemasan produk steril di mana mikroorganisme dan partikel harus dikontrol secara ketat disebut sebagai...
Ruang Karantina
Ruang Laboratorium
Ruang Kelas D
Ruang Bersih (Clean Room)
Ruang Pengujian
Menurut standar Current Good Manufacturing Practice (C-GMP) atau ISO, kelas ruang bersih yang paling kritis dan harus bebas dari partikel untuk area kerja aseptik (misalnya, pengisian sediaan injeksi) adalah Kelas A (atau ISO 5). Ruang Kelas A ini harus disuplai dengan udara melalui sistem filtrasi...
Filter Medium
Filter Karbon Aktif
Filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air)
Filter UV
Filter Debu Kasar
Dalam skema ruang steril, ruang tempat personel berganti pakaian untuk memasuki area kritis (Ruang Kelas B) disebut sebagai Air Lock atau ruang antara. Ruang ganti pakaian yang harus disiapkan sebelum memasuki area Kelas B adalah...
Ruang Ganti Tingkat Rendah (menuju Kelas D)
Ruang Ganti Tingkat Tinggi (menuju Kelas C)
Langsung memasuki Kelas B dari Ruang D
Langsung memasuki Kelas A dari Ruang D
Tidak ada persyaratan khusus untuk memasuki ruang
Ketika merancang skema ruang steril, material yang akan digunakan (misalnya, vial atau sumbat) harus melalui jalur yang terpisah dari jalur personel. Prinsip utama dalam alur material ini adalah...
Material harus selalu melewati transfer hatch satu pintu
Material harus dibersihkan hanya di Ruang Kelas D
Material harus dibawa langsung dari luar ke Ruang Kelas A
Material harus didisinfeksi dan diteruskan melalui transfer hatch dengan interlock antar kelas kebersihan
Material harus selalu melewati Gudang
Apa tujuan utama dari prosedur cuci tangan steril (surgical scrub) dibandingkan dengan cuci tangan rutin biasa?
Mengurangi populasi mikroorganisme transien di kulit secara maksimal.
Membersihkan kotoran kasat mata dan sel kulit mati
Menghilangkan sepenuhnya semua mikroorganisme termasuk spora
Menghilangkan atau menekan pertumbuhan flora residen dan transien secara signifikan
Membuat tangan menjadi wangi
Batas area pada tangan dan lengan yang wajib dicuci selama prosedur cuci tangan steril adalah dari ujung jari hingga bagian...
Bahu
Setengah lengan bawah
Dua inci di atas siku
Pergelangan tangan
Siku
Menurut panduan standar, durasi minimum yang disarankan untuk melakukan cuci tangan steril menggunakan larutan antiseptik berbasis alkohol atau CHG/Povidone-Iodine adalah sekitar...
1 menit
30 detik
2 - 5 menit
10 menit
3 menit
Bagaimana posisi tangan yang benar harus dipertahankan oleh personel setelah menyelesaikan prosedur cuci tangan steril dan sebelum mengenakan gaun/sarung tangan steril?
Tangan dikepal di depan dada, siku lurus ke bawah
Tangan diangkat ke depan dada atau pinggang setinggi siku, dengan ujung jari menghadap ke atas
Tangan diangkat ke atas setinggi bahu, sejajar dengan lantai
Tangan diletakkan di samping tubuh dengan ujung jari menghadap ke bawah
Tangan dibiarkan saja sampai kering
Larutan antiseptik yang paling umum digunakan dalam prosedur cuci tangan steril karena memiliki efek residual (berkelanjutan) yang baik adalah...
Alkohol 70%
Larutan NaCl 0.9%
Povidone-Iodine (PVPI) atau Chlorhexidine Gluconate (CHG)
Benzalkonium Klorida
Alkohol 96%
Setelah dibilas, proses pengeringan tangan pada prosedur cuci tangan steril harus dilakukan menggunakan...
Alat pengering tangan listrik
Handuk steril yang disediakan dalam paket set steril
Handuk kertas sekali pakai yang diambil dari dispenser
Dibiarkan kering dengan udara tanpa disentuh
Tangan diangkat setinggi siku
Setelah mencuci tangan steril dan sebelum memakai gaun steril, jika tangan secara tidak sengaja menyentuh wastafel atau keran, apa tindakan yang harus dilakukan?Penjelasan
Wastafel dan keran dianggap sebagai area non-steril dalam lingkungan bedah. Setelah prosedur cuci tangan steril selesai, integritas aseptik tangan harus dijaga sepenuhnya.
· Kontaminasi: Kontak dengan permukaan non-steril, seperti wastafel atau keran, menyebabkan kontaminasi pada tangan, yang telah dibersihkan secara intensif untuk mengurangi mikroorganisme.
· Prinsip Aseptik: Dalam teknik bedah, sekali area dianggap terkontaminasi, seluruh proses harus diulang untuk memastikan lingkungan yang aman bagi pasien.
Pilihan B, C, D dan E tidak dapat menjamin penghilangan kontaminan yang cukup dan akan meningkatkan risiko infeksi lokasi operasi (Surgical Site Infection/SSI) pada pasien. Oleh karena itu, langkah yang paling aman dan sesuai standar adalah memulai kembali seluruh surgical scrub (cuci tangan steril) dari awal.
Mengulangi seluruh prosedur cuci tangan steril dari awal
Mengeringkan tangan dengan handuk steril yang baru dan melanjutkan
Melanjutkan prosedur dengan hati-hati
Mencuci ulang bagian yang tersentuh saja selama 30 detik
Semua jawaban salah
Dalam skema zona kebersihan produksi steril, Grey Area (Area Abu-abu) secara umum merujuk pada zona dengan kelas kebersihan...
Kelas A (ISO 5), yaitu zona kerja aseptik
Kelas B (ISO 5/7), yaitu zona penyangga segera setelah zona kritis
Kelas C dan D (ISO 7 dan 8), yaitu zona persiapan dan transisi
Zona Unclassified (tidak terklasifikasi), yaitu ruang administrasi
Kelas E dan F, yaitu ruang awal masuk
Seorang operator akan berpindah dari Grey Area (Kelas C) ke White Area (Kelas B). Persyaratan utama yang membedakan pakaian kerja yang digunakan di White Area (B) dibandingkan Grey Area (C) adalah...
Penggunaan penutup rambut dan masker wajah saja
Menggunakan overalls berulang kali pakai (non-steril)
Penggunaan pakaian khusus cleanroom yang sudah disterilkan
Menggunakan sepatu khusus yang dicuci dengan desinfektan
Menggunakan sarung tangan steril
Zona White Area (Kelas A/B), khususnya area kerja di Kelas A, sering menggunakan prinsip aliran udara Laminar Flow. Apa perbedaan fungsi aliran udara ini dibandingkan dengan aliran udara turbulen yang umum di Grey Area (Kelas C/D)?
Aliran turbulen lebih efektif menghilangkan partikel yang berukuran besar
Aliran Laminar Flow mengalirkan udara dari bawah ke atas
Aliran Laminar Flow mengalirkan udara secara seragam dan satu arah untuk membawa partikel jauh dari area kritis
Aliran turbulen dapat mencapai tingkat kebersihan Kelas A
Aliran laminar Flow lebih stabil
Mengapa operator harus membiarkan BSC menyala dan beroperasi selama setidaknya 10 hingga 15 menit sebelum memulai pekerjaan?
Untuk membersihkan permukaan kerja dengan alkohol
Untuk memastikan keseimbangan tekanan positif kabinet telah tercapai
Untuk memungkinkan udara di dalam kabinet membersihkan kontaminan dan menstabilkan air curtain
Untuk memberikan waktu pemanasan pada filter HEPA
Untuk membersihkan udara
