wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS ILMU FIQH JURNALISTIK

Total questions: 100

Worksheet time: 17mins

Name
Class
Date
1.
Secara epistemologis, fiqh memiliki karakteristik khas dibandingkan syariah karena...
a)
Fiqh bersumber dari hasil penalaran manusia terhadap teks wahyu
b)
Fiqh identik dengan hukum yang bersifat absolut dan tetap
c)
Syariah merupakan tafsir para fuqaha terhadap hukum sosial
d)
Syariah bersifat ijtihadi sedangkan fiqh bersifat wahyu
e)
Fiqh tidak memiliki dasar nash yang eksplisit
2.
Hakikat fiqh sebagai ilmu normatif menunjukkan bahwa...
a)
Ia berfungsi mengatur perilaku manusia agar sejalan dengan nilai ilahiah
b)
Ia hanya mengatur urusan ritual tanpa menyentuh aspek sosial
c)
Ia bersifat empiris tanpa dasar teologis
d)
Ia berorientasi pada aspek ekonomi dan politik
e)
Ia tidak memiliki relevansi dalam kehidupan modern
3.
Istilah ijtihad dalam kajian fiqh menunjukkan adanya...
a)
Upaya rasional untuk menemukan hukum baru berdasarkan prinsip syariah
b)
Penolakan terhadap otoritas nash dan dalil qath’i
c)
Kewajiban untuk mengikuti pendapat satu mazhab tertentu
d)
Ketergantungan penuh pada tradisi klasik tanpa inovasi
e)
Penghapusan peran akal dalam penetapan hukum
4.
Keistimewaan fiqh dibandingkan disiplin hukum lain terletak pada...
a)
Integrasi antara aspek moral, spiritual, dan sosial dalam struktur hukumnya
b)
Fokus tunggal pada hukum positif dan sanksi pidana
c)
Pemisahan tegas antara nilai agama dan etika sosial
d)
Ketergantungan pada tradisi lokal dan adat masyarakat
e)
Pembatasan ruang ijtihad dalam bidang sosial
5.
Dalam konteks maqasid syariah, fiqh memiliki fungsi utama sebagai...
a)
Instrumen untuk mencapai kemaslahatan manusia secara menyeluruh
b)
Sarana pembatasan perilaku umat secara legalistik
c)
Sistem sanksi bagi pelanggaran hukum agama
d)
Mekanisme politik bagi kepentingan kelompok tertentu
e)
Alat pembenaran bagi kebijakan pemerintah
6.
Hubungan antara fiqh dan konteks sosial menunjukkan bahwa...
a)
Hukum Islam bersifat adaptif terhadap perubahan selama tidak bertentangan dengan nash
b)
Syariat bersifat statis dan tidak dapat diinterpretasi
c)
Fiqh menolak perubahan sosial karena bersifat mutlak
d)
Ulama tidak boleh mempertimbangkan kondisi masyarakat
e)
Hukum hanya berlaku untuk aspek ibadah mahdhah
7.
Dari segi metodologi, fiqh dapat dikatakan ilmiah karena...
a)
Ia memiliki sistematika, metode istidlal, dan validasi argumentatif yang rasional
b)
Ia bergantung pada keyakinan pribadi para ulama
c)
Ia menolak pendekatan logika dalam hukum
d)
Ia bersumber dari intuisi tanpa dasar empiris
e)
Ia tidak menggunakan kerangka berpikir ilmiah
8.
Dalam perspektif fiqh, aktivitas jurnalistik termasuk ranah...
a)
Muamalah yang diatur oleh prinsip kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial
b)
Ibadah mahdhah yang bersifat ritual dan terbatas
c)
Jinayah karena berpotensi menimbulkan fitnah publik
d)
Siyasah karena berkaitan dengan kekuasaan politik
e)
Fardhu kifayah tanpa etika normatif
9.
Prinsip tabayyun dalam fiqh dapat diterapkan dalam kerja jurnalistik melalui...
a)
Verifikasi fakta dan kehati-hatian sebelum menyebarkan informasi publik
b)
Penyampaian opini personal tanpa pertimbangan objektif
c)
Pemilihan narasumber berdasarkan kesamaan ideologi
d)
Penggunaan bahasa hiperbolik untuk menarik perhatian
e)
Pengabaian terhadap validitas data yang dikutip
10.
Etika pemberitaan dalam jurnalistik Islam berakar dari kaidah fiqhiyah...
a)
“Al-ashlu fil kalami ash-shidqu” (asal perkataan adalah kebenaran)
b)
“Al-umur bi maqashidiha” (segala urusan tergantung niat)
c)
“La dharara wa la dhirar” (tidak boleh menimbulkan bahaya)
d)
“Al-yaqin la yazulu bisy-syakk” (keyakinan tidak hilang karena keraguan)
e)
“Al-‘adah muhakkamah” (adat dapat menjadi hukum)
11.
Dalam konteks media, maqasid syariah berperan untuk...
a)
Menjamin kemaslahatan publik melalui kebenaran dan keadilan informasi
b)
Membatasi ruang kebebasan media untuk berdakwah
c)
Menentukan batasan politik media terhadap pemerintah
d)
Menolak kehadiran media sekuler dalam masyarakat Islam
e)
Menjadikan media sebagai alat kontrol sosial politik
12.
Kewajiban moral jurnalis Muslim berdasarkan fiqh adalah...
a)
Menyampaikan informasi dengan niat lillah dan menjauhi rekayasa berita
b)
Mengutamakan sensasi agar berita menarik perhatian publik
c)
Menyampaikan berita yang menguntungkan pihak tertentu
d)
Menghindari kritik sosial demi keamanan pribadi
e)
Menyesuaikan berita dengan tren opini publik
13.
Prinsip amanah dalam fiqh bermakna bahwa jurnalis harus...
a)
Memelihara integritas informasi dan menjaga rahasia publik yang bersifat sensitif
b)
Menyampaikan semua informasi tanpa filter moral
c)
Mengabaikan etika demi kebebasan berekspresi
d)
Menyebarkan berita tanpa verifikasi untuk kecepatan publikasi
e)
Menggunakan sumber anonim tanpa izin
14.
Dalam kaidah fiqh, “Al-masyaqqah tajlibu at-taysir” dapat dimaknai bagi jurnalis sebagai...
a)
Keringanan dalam meliput berita selama tidak melanggar prinsip kebenaran
b)
Kebebasan mutlak tanpa tanggung jawab sosial
c)
Hak untuk menyebar berita tanpa konfirmasi
d)
Izin untuk memanipulasi data dalam keadaan darurat
e)
Kewajiban menyesuaikan berita dengan kepentingan masyarakat
15.
Dalam pandangan fiqh, penyebaran hoaks dapat dikategorikan sebagai...
a)
Perbuatan haram karena menimbulkan mudarat sosial dan moral
b)
Pelanggaran ringan yang dapat dimaafkan publik
c)
Bagian dari ekspresi kebebasan berpendapat
d)
Kesalahan administratif dalam jurnalistik
e)
Dosa yang bersifat pribadi dan tidak sosial
16.
Kaidah “sadduz dzari’ah” dalam jurnalistik berarti...
a)
Pencegahan terhadap potensi munculnya kerusakan akibat informasi yang disebarkan
b)
Kewajiban menutup akses berita politik
c)
Larangan untuk mengkritik pejabat publik
d)
Pembatasan hak masyarakat untuk memperoleh informasi
e)
Penghapusan kebebasan media di masyarakat
17.
Dalam konteks dakwah melalui media, fiqh berperan untuk...
a)
Menentukan batas etika dan metode penyampaian pesan yang sesuai dengan maqasid syariah
b)
Menghapus keberagaman opini umat Islam
c)
Mengatur pesan media secara formalistik
d)
Membatasi partisipasi masyarakat dalam media
e)
Menghindari integrasi dakwah dengan teknologi modern
18.
Masa Rasulullah ﷺ disebut periode normatif fiqh karena...
a)
Sumber hukum ditetapkan langsung oleh wahyu tanpa perantara ijtihad manusia
b)
Para sahabat berperan dominan dalam merumuskan hukum
c)
Fiqh sudah bersifat mazhab dan sistematis
d)
Hukum Islam bersumber pada adat masyarakat Arab
e)
Rasulullah menyerahkan penetapan hukum kepada mujtahid
19.
Ciri utama masa sahabat dalam perkembangan fiqh adalah...
a)
Penggunaan ijtihad kolektif dalam memutuskan masalah baru
b)
Penolakan terhadap qiyas dan ijma’
c)
Penghapusan praktik ijtihad individu
d)
Penggunaan logika Yunani dalam hukum Islam
e)
Pemisahan antara fatwa dan masyarakat
20.
Masa tabi’in dianggap sebagai masa diferensiasi fiqh karena...
a)
Munculnya pusat-pusat keilmuan dengan metode ijtihad yang berbeda
b)
Seluruh hukum bersumber dari satu mazhab tunggal
c)
Penutupan pintu ijtihad secara menyeluruh
d)
Penyeragaman metode hukum di Hijaz dan Irak
e)
Tidak adanya perdebatan metodologis
21.
Lahirnya mazhab-mazhab fiqh menunjukkan...
a)
Upaya sistematis ulama dalam membangun kerangka metodologi hukum Islam
b)
Perpecahan ulama dalam menentukan sumber hukum
c)
Dominasi politik atas pemikiran keagamaan
d)
Penolakan terhadap praktik ijma’
e)
Ketergantungan ulama pada kekuasaan khalifah
22.
Masa kodifikasi fiqh penting secara historis karena...
a)
Menandai lahirnya karya tertulis yang membakukan kaidah hukum Islam
b)
Menyebabkan hilangnya tradisi lisan dalam dakwah
c)
Menghapus perbedaan antara hukum dan akhlak
d)
Meniadakan peran qiyas dalam istinbath hukum
e)
Menghapuskan mazhab-mazhab kecil
23.
Faktor utama kemunduran fiqh pada masa klasik akhir adalah...
a)
Dogmatisme mazhab yang membatasi ruang ijtihad dan inovasi hukum
b)
Kekurangan kitab fiqh yang representatif
c)
Penolakan masyarakat terhadap hukum Islam
d)
Tidak adanya lembaga pendidikan hukum
e)
Dominasi rasionalisme ekstrem
24.
Masa kebangkitan fiqh modern ditandai dengan...
a)
Upaya rekonstruksi hukum Islam agar relevan dengan dinamika sosial kontemporer
b)
Penutupan akses terhadap sumber-sumber klasik
c)
Penghapusan nilai-nilai universal Islam
d)
Penyeragaman pemikiran hukum secara global
e)
Penolakan terhadap maqasid syariah
25.
Dalam sejarah fiqh, munculnya perbedaan mazhab mencerminkan...
a)
Keberagaman metodologi berpikir yang dapat menjadi inspirasi pluralitas media Islam
b)
Kegagalan umat dalam menjaga kesatuan hukum
c)
Ketidakkonsistenan ulama dalam memahami nash
d)
Ketergantungan pada adat lokal tanpa dalil
e)
Perpecahan teologis di antara ulama
26.
Masa tabi’in yang ditandai dua corak fiqh — Hijaz dan Irak — menunjukkan bahwa...
a)
Interpretasi hukum bergantung pada konteks sosial dan sumber pengetahuan yang tersedia
b)
Fiqh hanya dapat ditetapkan oleh otoritas politik
c)
Tradisi hadis tidak memiliki relevansi praktis
d)
Perbedaan metode ijtihad menyebabkan kekacauan hukum
e)
Rasionalitas tidak memiliki tempat dalam hukum Islam
27.
Dinamika sejarah fiqh dapat dijadikan model bagi jurnalis Muslim karena...
a)
Mengajarkan pentingnya objektivitas dan verifikasi dalam memahami kebenaran sosial
b)
Menunjukkan bahwa berita bersifat mutlak dan tidak dapat dikritik
c)
Mengajarkan pentingnya loyalitas pada satu sumber berita
d)
Menolak penggunaan analisis kontekstual
e)
Menghapus kebutuhan akan etika profesional
28.
Masa kodifikasi hukum Islam memberi pelajaran bagi media Islam bahwa...
a)
Kebenaran perlu disistematisasi agar memiliki standar yang terukur dan teruji
b)
Setiap berita dapat disusun tanpa pedoman etik
c)
Sistem verifikasi tidak diperlukan dalam jurnalistik
d)
Keberagaman pandangan adalah ancaman bagi kesatuan media
e)
Karya ilmiah tidak perlu berbasis sumber sahih
29.
Prinsip ijtihad jama’i dalam sejarah fiqh dapat diterapkan dalam dunia jurnalistik dengan...
a)
Mengedepankan kerja kolektif dalam verifikasi dan penulisan berita
b)
Mendorong kebebasan individu tanpa batas
c)
Mengutamakan kepentingan lembaga media tertentu
d)
Menghindari kritik internal terhadap redaksi
e)
Menolak keterlibatan masyarakat dalam media
30.
Evaluasilah pernyataan: “Masa kemunduran fiqh adalah masa redupnya etika intelektual.”
a)
Benar, karena dominasi taqlid membatasi nalar kritis dan semangat keilmuan
b)
Salah, karena kemunduran justru menandakan kestabilan hukum
c)
Benar, karena ijtihad dianggap tidak relevan
d)
Salah, karena fiqh berkembang tanpa kritik
e)
Benar, tetapi hanya dalam bidang ekonomi
31.
Dalam era modern, kebangkitan fiqh mengajarkan jurnalis Muslim untuk...
a)
Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan tuntutan profesionalitas media
b)
Menolak teknologi informasi kontemporer
c)
Mempertahankan gaya penulisan klasik tanpa inovasi
d)
Menghindari kritik terhadap otoritas agama
e)
Menghapus unsur moral dari jurnalistik
32.
Dalam analogi sejarah, fiqh klasik ibarat redaksi media karena...
a)
Sama-sama berfungsi menyeleksi, menafsirkan, dan menyampaikan informasi kepada publik
b)
Hanya ulama yang memiliki wewenang menulis
c)
Tidak memiliki keterkaitan metodologis
d)
Sama-sama menolak partisipasi publik
e)
Menghapus keberagaman opini masyarakat
33.
Kaidah taghayyur al-ahkam bi taghayyur al-azman mengandung makna bahwa...
a)
Nilai-nilai hukum dan media harus disesuaikan dengan perkembangan sosial tanpa meninggalkan prinsip dasar
b)
Hukum Islam bersifat tetap sepanjang masa
c)
Etika media tidak dapat berubah sama sekali
d)
Perubahan sosial tidak mempengaruhi hukum
e)
Kebenaran bersifat relatif sepenuhnya
34.
Apa pelajaran utama bagi jurnalis dari sejarah ijtihad ulama?
a)
Kebenaran harus dicapai melalui proses kritis, metodologis, dan bertanggung jawab secara moral
b)
Fakta dapat disampaikan tanpa penalaran logis
c)
Otoritas kebenaran hanya milik satu pihak
d)
Analisis sosial tidak diperlukan dalam media
e)
Etika dapat dipisahkan dari kebenaran
35.
Pembagian utama ilmu fiqh menjadi fiqh ibadah dan fiqh muamalah menunjukkan bahwa...
a)
Hukum Islam mencakup dimensi vertikal dan horizontal kehidupan manusia
b)
Fiqh hanya berorientasi pada ibadah ritual tanpa aspek sosial
c)
Muamalah merupakan bagian yang terpisah dari hukum Islam
d)
Ibadah memiliki ruang ijtihad yang luas
e)
Fiqh tidak mengatur interaksi sosial
36.
Fiqh ibadah bersifat tauqīfī karena...
a)
Ketentuan dan tata cara pelaksanaannya ditetapkan secara langsung oleh wahyu
b)
Penetapannya diserahkan pada kesepakatan ulama
c)
Ibadah dapat diubah sesuai kondisi masyarakat
d)
Bersumber pada tradisi budaya dan kebiasaan
e)
Didasarkan pada pertimbangan maslahat duniawi
37.
Fiqh muamalah bersifat ijtihādī karena...
a)
Dapat berkembang mengikuti perubahan sosial selama sesuai dengan prinsip syariah
b)
Tidak memiliki dasar nash yang pasti
c)
Hanya berlaku pada masa sahabat
d)
Terbatas pada hukum ekonomi Islam
e)
Tidak memerlukan pertimbangan maslahat
38.
Pembagian fiqh menjadi berbagai cabang keilmuan mencerminkan...
a)
Luasnya cakupan hukum Islam dalam menjawab kebutuhan manusia secara multidimensional
b)
Upaya penyederhanaan konsep hukum Islam
c)
Fragmentasi keilmuan dalam syariat
d)
Pemisahan antara hukum dunia dan akhirat
e)
Penolakan terhadap kajian interdisipliner
39.
Cabang fiqh yang mengatur hubungan manusia dengan sesama disebut...
a)
Fiqh muamalah
b)
Fiqh ibadah
c)
Fiqh jinayah
d)
Fiqh siyasah
e)
Fiqh qadha’
40.
Dalam konteks maqasid syariah, fiqh ibadah bertujuan untuk...
a)
Meneguhkan hubungan spiritual manusia dengan Allah sebagai dasar moralitas sosial
b)
Membangun tatanan sosial politik umat
c)
Mengatur distribusi ekonomi secara adil
d)
Menentukan hak-hak individu di masyarakat
e)
Mengembangkan norma hukum positif
41.
Cabang-cabang fiqh seperti munakahat, jinayah, dan siyasah menunjukkan bahwa...
a)
Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia secara menyeluruh dan terpadu
b)
Fiqh hanya fokus pada urusan perdata
c)
Hukum Islam terbatas pada ritual
d)
Aspek sosial berada di luar cakupan fiqh
e)
Norma agama tidak mengikat hukum publik
42.
Dalam konteks komunikasi Islam, fiqh muamalah mengajarkan bahwa...
a)
Etika interaksi dan penyebaran informasi harus berlandaskan prinsip keadilan dan kebenaran
b)
Kebebasan berbicara tidak perlu dibatasi
c)
Berita dapat disebarkan tanpa verifikasi
d)
Setiap opini bersifat absolut dan final
e)
Kritik sosial bertentangan dengan nilai agama
43.
Prinsip fiqh siyasah relevan bagi jurnalis Muslim karena...
a)
Mengajarkan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial
b)
Membatasi media agar hanya berpihak pada penguasa
c)
Mendorong media bersifat oposisi terhadap pemerintah
d)
Menolak penggunaan teknologi komunikasi
e)
Menempatkan opini publik di atas hukum
44.
Dalam fiqh muamalah, nilai amanah bagi jurnalis bermakna...
a)
Kewajiban menjaga kebenaran dan integritas dalam pengelolaan informasi publik
b)
Hak untuk menyebarkan berita tanpa batas
c)
Keberanian mengkritik tanpa bukti
d)
Kebebasan menulis tanpa etika
e)
Kewajiban menyesuaikan berita dengan opini mayoritas
45.
Fiqh jinayah memberikan pelajaran penting bagi media tentang...
a)
Prinsip keadilan dalam penegakan sanksi moral terhadap pelanggaran etika pemberitaan
b)
Pentingnya memberikan hukuman keras terhadap jurnalis yang salah
c)
Larangan memberitakan kasus hukum di media
d)
Kewajiban menolak kritik publik terhadap lembaga
e)
Kebebasan penuh tanpa tanggung jawab moral
46.
Kaidah la dharar wa la dhirār dalam jurnalistik mengandung arti bahwa...
a)
Media dilarang menimbulkan kerugian moral atau sosial melalui pemberitaannya
b)
Semua informasi bebas dipublikasikan
c)
Hoaks diperbolehkan jika membawa keuntungan
d)
Etika media bersifat relatif
e)
Kritik tidak boleh disiarkan kepada publik
47.
Dalam fiqh muamalah, konsep akad dapat dianalogikan dengan...
a)
Kesepakatan profesional antara media dan publik berdasarkan prinsip kepercayaan
b)
Hubungan personal antara jurnalis dan narasumber
c)
Perjanjian informal tanpa komitmen
d)
Hubungan komersial semata
e)
Interaksi tanpa aturan etika
48.
Pembagian fiqh menjadi ibadah dan muamalah berimplikasi bagi media bahwa...
a)
Etika profesi harus mencerminkan nilai spiritual dan sosial secara seimbang
b)
Kebebasan media bersifat mutlak
c)
Moralitas tidak perlu menjadi dasar jurnalistik
d)
Informasi dapat diperlakukan sebagai komoditas
e)
Nilai agama tidak relevan dalam profesi
49.
Dalam kerangka maqasid syariah, media Islam harus berperan untuk...
a)
Menjaga kemaslahatan masyarakat melalui pemberitaan yang adil dan mendidik
b)
Menjadi alat propaganda ideologi tertentu
c)
Memperkuat opini publik tanpa kebenaran
d)
Mengabaikan nilai kemanusiaan demi politik
e)
Menyebarkan sensasi demi keuntungan ekonomi
50.
Prinsip sadduz dzari’ah dalam komunikasi media berarti...
a)
Pencegahan terhadap potensi kerusakan moral akibat penyalahgunaan informasi
b)
Pembatasan kebebasan berbicara secara total
c)
Penolakan terhadap kritik sosial
d)
Penghapusan fungsi media sebagai kontrol publik
e)
Penutupan akses publik terhadap berita
51.
Hubungan antara syahadat dan amal menunjukkan prinsip bahwa...
a)
Keimanan sejati harus tercermin dalam tindakan konkret dan berkesinambungan
b)
Iman bersifat abstrak tanpa tuntutan moral
c)
Amal tidak menentukan kualitas iman seseorang
d)
Syahadat hanya berfungsi sebagai syarat administratif
e)
Amal saleh berdiri terpisah dari keyakinan
52.
Secara epistemologis, syahadat memiliki implikasi terhadap fiqh karena...
a)
Menjadi sumber legitimasi moral bagi setiap pelaksanaan hukum Islam
b)
Tidak memiliki hubungan dengan hukum praktis
c)
Hanya berkaitan dengan aspek teologis semata
d)
Dibatasi pada masalah ritual ibadah saja
e)
Tidak mengandung unsur normatif
53.
Dalam kerangka maqasid syariah, syahadat berfungsi untuk...
a)
Menjaga kemurnian aqidah dan membimbing perilaku manusia sesuai nilai ilahiah
b)
Mengatur hubungan antarumat beragama secara politis
c)
Membatasi kebebasan berpikir umat Islam
d)
Menghapus tanggung jawab sosial individu
e)
Menentukan status sosial keagamaan seseorang
54.
Prinsip “lā ilāha illallāh” dalam konteks fiqh berarti...
a)
Pengakuan total terhadap otoritas hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan
b)
Pengakuan simbolik terhadap keesaan Tuhan tanpa konsekuensi hukum
c)
Penolakan terhadap peran akal dalam memahami hukum
d)
Penghapusan otoritas ulama dalam ijtihad
e)
Penerimaan terhadap pluralisme hukum tanpa batas
55.
Implementasi syahadat dalam fiqh mencerminkan konsep...
a)
Integrasi antara aspek teologis, etis, dan yuridis dalam tindakan keagamaan
b)
Pemisahan antara keimanan dan pelaksanaan hukum
c)
Rasionalisasi hukum tanpa dasar spiritual
d)
Praktik hukum yang bebas nilai moral
e)
Pemutusan hubungan antara tauhid dan amal
56.
Syahadat Muhammad Rasulullah mengandung konsekuensi hukum bahwa...
a)
Umat Islam wajib menjadikan sunnah Nabi sebagai pedoman normatif dalam ibadah dan muamalah
b)
Ajaran Nabi hanya bersifat simbolik dan historis
c)
Sunnah tidak diperlukan dalam penetapan hukum
d)
Fiqh tidak boleh merujuk pada hadis
e)
Perintah Nabi hanya berlaku untuk konteks masa lalu
57.
Dalam konteks jurnalistik Islam, prinsip syahadat menuntut jurnalis untuk...
a)
Menjadikan kebenaran dan kejujuran sebagai nilai fundamental dalam setiap pemberitaan
b)
Mengutamakan kepentingan institusi di atas kebenaran
c)
Menyebarkan berita sesuai tekanan sosial
d)
Menggunakan opini pribadi sebagai ukuran moral
e)
Menyesuaikan kebenaran dengan kepentingan pasar
58.
Makna lā ilāha illallāh dalam kerja jurnalistik mengandung prinsip...
a)
Penolakan terhadap segala bentuk manipulasi dan penyimpangan informasi
b)
Penerimaan terhadap relativitas moral dalam berita
c)
Penggunaan hoaks sebagai alat dakwah
d)
Pengecualian etika dalam kondisi politik
e)
Penundaan tanggung jawab moral atas kesalahan
59.
Dalam konteks etika media, syahadat berfungsi sebagai...
a)
Fondasi moral yang memastikan setiap informasi membawa nilai kebenaran dan kemaslahatan
b)
Pembenaran terhadap ekspresi bebas tanpa batas
c)
Legitimasi politik bagi lembaga media Islam
d)
Alat kontrol sosial bagi kepentingan kelompok tertentu
e)
Doktrin spiritual tanpa relevansi sosial
60.
Prinsip Rasulullah dalam syahadat mengajarkan jurnalis untuk...
a)
Meneladani kejujuran, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam menyampaikan berita
b)
Mengutamakan kecepatan publikasi daripada akurasi
c)
Menghindari kritik sosial terhadap otoritas
d)
Memihak pada kekuasaan demi stabilitas
e)
Mengedepankan opini subjektif di atas fakta
61.
Evaluasilah pernyataan: “Syahadat memiliki implikasi etis dalam komunikasi massa.”
a)
Benar, karena setiap penyampaian pesan harus mencerminkan nilai tauhid dan akhlak Rasul
b)
Salah, karena syahadat hanya berkaitan dengan ibadah individual
c)
Benar, karena syahadat menekankan kebebasan mutlak berekspresi
d)
Salah, karena media tidak berhubungan dengan nilai agama
e)
Benar, karena tauhid bersifat personal
62.
Kaidah ash-shidq dalam syahadat bermakna bagi jurnalis bahwa...
a)
Kebenaran adalah prinsip moral yang tidak dapat ditawar dalam profesi pemberitaan
b)
Fakta dapat disesuaikan dengan tujuan politik
c)
Etika dapat ditangguhkan demi kepentingan lembaga
d)
Kejujuran hanya bersifat simbolik
e)
Informasi boleh disembunyikan untuk popularitas
63.
Dalam konteks tauhid, kebebasan pers Islam harus...
a)
Didasarkan pada tanggung jawab ilahiah untuk menyampaikan informasi yang benar dan adil
b)
Dilepaskan dari pertimbangan moral dan spiritual
c)
Hanya tunduk pada kepentingan publik
d)
Dibatasi oleh otoritas politik sepenuhnya
e)
Mengabaikan nilai etika demi kebebasan
64.
Hubungan antara syahadat dan maqasid syariah bagi media adalah...
a)
Menjadi dasar normatif bahwa informasi harus mengarah pada kemaslahatan publik
b)
Menghapus tanggung jawab moral media terhadap masyarakat
c)
Mengganti nilai agama dengan nilai ekonomi
d)
Menghindari prinsip kejujuran dalam berita
e)
Mengutamakan aspek hiburan di atas edukasi
65.
Dalam prinsip fiqh, syahadat menuntun jurnalis untuk...
a)
Melakukan tabayyun dalam setiap proses verifikasi informasi
b)
Menyampaikan berita tanpa analisis
c)
Mengabaikan narasumber yang berbeda pendapat
d)
Menyesuaikan fakta dengan tuntutan opini publik
e)
Mengutamakan sensasi daripada substansi
66.
Secara fiqhiyah, tanggung jawab sosial media Islam bersumber dari...
a)
Pengakuan tauhid yang mewajibkan kebenaran, keadilan, dan tanggung jawab sosial
b)
Keputusan dewan redaksi semata
c)
Kebijakan pemerintah terhadap media
d)
Kepentingan pemilik modal
e)
Konsensus masyarakat tanpa dasar agama
67.
Secara terminologis, thaharah dalam fiqh bermakna...
a)
Upaya mensucikan diri dari hadas dan najis guna memungkinkan pelaksanaan ibadah
b)
Aktivitas fisik untuk menjaga kebersihan tubuh tanpa dimensi spiritual
c)
Ritual penyucian yang hanya dilakukan sebelum shalat
d)
Pembersihan benda dari kotoran lahiriah semata
e)
Tindakan administratif sebelum ibadah
68.
Prinsip utama dalam thaharah adalah...
a)
Kesucian lahir dan batin sebagai syarat sah ibadah
b)
Keteraturan fisik tanpa dimensi moral
c)
Pengulangan ritual tanpa makna
d)
Pembersihan material semata
e)
Peningkatan status sosial umat
69.
Kaidah fiqh yang mendasari thaharah adalah...
a)
“Al-thahuru syathru al-iman” – kebersihan merupakan bagian dari iman
b)
“Al-umur bi maqashidiha” – segala sesuatu tergantung niat
c)
“La dharar wa la dhirar” – tidak boleh menimbulkan bahaya
d)
“Al-yaqin la yazulu bisy-syakk” – keyakinan tidak hilang karena keraguan
e)
“Al-‘adah muhakkamah” – adat dapat menjadi hukum
70.
Dalam maqasid syariah, thaharah berfungsi untuk...
a)
Menjaga jiwa dan akal manusia melalui kebersihan dan kesadaran spiritual
b)
Mengatur hubungan sosial semata
c)
Menentukan status sosial keagamaan seseorang
d)
Menghapuskan dosa besar
e)
Menjaga kepentingan ekonomi umat
71.
Hukum asal air dalam fiqh thaharah adalah...
a)
Suci dan dapat digunakan kecuali ada dalil yang menunjukkan najis
b)
Najis hingga dibuktikan sebaliknya
c)
Tergantung niat penggunaannya
d)
Tidak memiliki status hukum tertentu
e)
Hanya suci bila berasal dari sumber zamzam
72.
Kaitkan: “Air mutanajjis” adalah...
a)
Air yang berubah karena bercampur najis dalam jumlah besar
b)
Air yang suci namun tidak dapat digunakan
c)
Air yang tidak memiliki sifat alami
d)
Air yang berasal dari sumur yang dalam
e)
Air yang tercemar oleh udara kotor
73.
Signifikansi thaharah dalam sistem hukum Islam menunjukkan bahwa...
a)
Kesucian menjadi fondasi moral dan hukum dalam pelaksanaan seluruh ibadah
b)
Kebersihan hanya bersifat simbolik
c)
Thaharah tidak termasuk dalam hukum ibadah
d)
Aspek spiritual tidak relevan dalam kebersihan
e)
Hukum Islam tidak mengatur hal-hal fisik
74.
Dalam perspektif fiqh, konsep thaharah dapat diadaptasi dalam jurnalistik sebagai...
a)
Prinsip penyucian informasi dari unsur kebohongan dan distorsi fakta
b)
Pembenaran terhadap sensor media
c)
Penghapusan opini publik yang kritis
d)
Legitimasi untuk menolak keberagaman pandangan
e)
Upaya membatasi kebebasan berekspresi
75.
Analogi antara thaharah dan verifikasi berita menunjukkan bahwa...
a)
Keduanya menekankan keabsahan melalui proses pembersihan dari unsur yang merusak
b)
Hanya berhubungan dengan aspek teknis publikasi
c)
Tidak memerlukan proses penyaringan informasi
d)
Sama-sama berorientasi pada keuntungan materi
e)
Mengabaikan pertimbangan etika
76.
Prinsip al-thahuru syathru al-iman dalam konteks media bermakna...
a)
Kejujuran dan akurasi merupakan separuh dari keimanan profesi jurnalistik
b)
Keterampilan teknis menjadi ukuran moral
c)
Kebersihan fisik ruang redaksi adalah bentuk iman
d)
Kewajiban menaati perintah politik dalam berita
e)
Penyucian hanya berlaku untuk individu
77.
Dalam kaidah fiqh, “La dharar wa la dhirar” dapat diterapkan di media dengan...
a)
Melarang penyebaran berita yang menimbulkan kerugian moral atau sosial
b)
Membatasi semua bentuk kritik terhadap pihak tertentu
c)
Membebaskan media dari tanggung jawab sosial
d)
Menghapus regulasi etika pers
e)
Membolehkan fitnah untuk kepentingan dakwah
78.
Evaluasilah pernyataan: “Proses editing adalah bentuk thaharah media.”
a)
Benar, karena editing bertujuan membersihkan konten dari kesalahan moral dan faktual
b)
Salah, karena editing hanya bersifat teknis
c)
Benar, karena editing tidak membutuhkan etika
d)
Salah, karena editing meniadakan kebebasan jurnalis
e)
Benar, tetapi hanya dalam konteks hiburan
79.
Prinsip taharah ma’nawiyyah dalam jurnalistik berarti...
a)
Penyucian niat dan tujuan pemberitaan agar bebas dari kepentingan pribadi
b)
Pembersihan fisik alat publikasi
c)
Penyaringan kata agar lebih indah
d)
Pemisahan antara agama dan media
e)
Penghapusan unsur emosional dalam berita
80.
Dalam konteks media Islam, menjaga “kesucian informasi” berarti...
a)
Menghindari unsur fitnah, manipulasi, dan pelanggaran privasi
b)
Menutup akses publik terhadap informasi
c)
Menghapus konten opini dari berita
d)
Mengikuti opini mayoritas masyarakat
e)
Mengabaikan hak jawab narasumber
81.
Kaidah sadduz dzari’ah dalam thaharah dapat diterapkan sebagai...
a)
Pencegahan terhadap potensi munculnya kerusakan moral akibat penyebaran konten negatif
b)
Alat untuk membungkam kebebasan pers
c)
Pembenaran terhadap penyensoran berita kritis
d)
Penghapusan perbedaan pendapat
e)
Pembatasan pada media dakwah semata
82.
Prinsip nadzafah dalam Islam relevan dengan etika media karena...
a)
Menekankan pentingnya kebersihan moral dan keindahan bahasa dalam penyampaian pesan
b)
Hanya berhubungan dengan kebersihan tempat kerja
c)
Membolehkan bahasa provokatif demi perhatian publik
d)
Mengutamakan kecepatan di atas kebenaran
e)
Menolak unsur estetika dalam komunikasi
83.
Dalam maqasid syariah, “thaharah informasi” bertujuan untuk...
a)
Menjamin kemaslahatan publik melalui penyebaran berita yang benar, etis, dan mendidik
b)
Meningkatkan rating media secara komersial
c)
Menegaskan loyalitas kepada pemerintah
d)
Menutup ruang kritik sosial
e)
Menghindari peran kontrol sosial media
84.
Secara fiqhiyah, shalat fardlu disebut sebagai ibadah mahdhah karena...
a)
Tata cara dan rukunnya ditetapkan secara langsung oleh wahyu tanpa ruang ijtihad manusia
b)
Pelaksanaannya disesuaikan dengan adat dan budaya lokal
c)
Boleh diubah sesuai kebutuhan sosial
d)
Tidak memiliki ketentuan baku dalam nash
e)
Hanya bersifat simbolik tanpa dimensi spiritual
85.
Hikmah diwajibkannya shalat lima waktu adalah...
a)
Membangun disiplin spiritual dan moral sebagai kontrol internal kehidupan manusia
b)
Menunjukkan identitas keagamaan umat Islam semata
c)
Menghapus dosa besar seluruhnya tanpa taubat
d)
Sebagai sarana politik bagi persatuan umat
e)
Penanda administratif keislaman individu
86.
Kaidah “Al-umur bi maqashidiha” dalam konteks shalat berarti...
a)
Nilai ibadah ditentukan oleh niat yang melandasi setiap pelaksanaannya
b)
Shalat sah meskipun tanpa niat
c)
Niat hanya formalitas yang tidak berpengaruh
d)
Tujuan ibadah bergantung pada hasil sosialnya
e)
Shalat tidak perlu disertai niat
87.
Rukun dan syarat shalat berbeda karena...
a)
Rukun merupakan bagian esensial ibadah, sedangkan syarat mendahului pelaksanaan shalat
b)
Rukun dapat diabaikan bila tidak sempat
c)
Syarat hanya berlaku bagi orang tertentu
d)
Rukun bersifat administratif, bukan spiritual
e)
Syarat lebih utama daripada rukun
88.
Dalam maqasid syariah, shalat berfungsi untuk...
a)
Menjaga kesucian iman dan keseimbangan spiritual dalam kehidupan manusia
b)
Meningkatkan status sosial umat Islam
c)
Menghapus kewajiban zakat dan puasa
d)
Mengatur hubungan antarumat beragama
e)
Menentukan struktur hukum Islam
89.
Evaluasilah: “Shalat merupakan manifestasi fiqh ibadah yang bersifat universal.”
a)
Benar, karena shalat memiliki ketentuan tetap yang berlaku bagi seluruh umat Islam tanpa batas ruang dan waktu
b)
Salah, karena shalat dapat diubah sesuai konteks
c)
Benar, karena setiap masyarakat menentukan bentuknya sendiri
d)
Salah, karena shalat hanya simbol budaya
e)
Benar, karena fiqh bersifat kontekstual
90.
Fungsi sosial shalat berjamaah dalam perspektif fiqh adalah...
a)
Membangun solidaritas dan kesetaraan umat di bawah nilai tauhid
b)
Menunjukkan perbedaan status sosial
c)
Mempertegas hierarki antara imam dan makmum
d)
Sebagai sarana kompetisi keagamaan
e)
Menunjukkan kekuasaan lembaga agama
91.
Dalam konteks profesi jurnalistik, nilai shalat fardlu mengajarkan bahwa...
a)
Konsistensi dan integritas harus menjadi rutinitas moral yang tidak boleh ditinggalkan
b)
Profesionalitas lebih penting daripada nilai spiritual
c)
Etika media bersifat relatif terhadap situasi sosial
d)
Disiplin waktu hanya berlaku pada aspek teknis
e)
Niat bekerja tidak perlu dikaitkan dengan iman
92.
Prinsip khusyuk dalam shalat dapat diadaptasi dalam jurnalistik sebagai...
a)
Konsentrasi penuh dan kejujuran batin dalam mencari serta menyajikan kebenaran
b)
Kewajiban menaati perintah atasan secara mutlak
c)
Ketergantungan pada opini publik
d)
Fokus pada sensasi dibanding akurasi
e)
Sikap netral tanpa nilai moral
93.
Dalam analogi fiqh, adzan dan iqamah bagi media berfungsi sebagai...
a)
Seruan etis untuk mengingatkan publik terhadap nilai kebenaran dan tanggung jawab sosial
b)
Simbol formal tanpa makna substantif
c)
Instrumen komersial untuk menarik perhatian massa
d)
Identitas lembaga media semata
e)
Ritual administratif internal
94.
Kaidah “As-salah tanha ‘anil fahsya’ wal munkar” bermakna bagi jurnalis bahwa...
a)
Etika profesi harus mencegah penyebaran konten yang merusak moral masyarakat
b)
Media bebas dari nilai baik dan buruk
c)
Pemberitaan negatif lebih menarik minat pembaca
d)
Prinsip moral tidak perlu diterapkan
e)
Berita sensasional lebih bermanfaat
95.
Shalat berjamaah memberikan pelajaran komunikasi bagi jurnalis bahwa...
a)
Kebenaran harus dikomunikasikan secara kolektif dan proporsional dengan kepemimpinan yang adil
b)
Setiap individu bebas menyebarkan informasi tanpa aturan
c)
Hierarki media harus absolut
d)
Kritik terhadap redaksi dilarang
e)
Kebersamaan menghilangkan tanggung jawab personal
96.
Evaluasilah pernyataan: “Shalat mengandung prinsip disiplin informasi.”
a)
Benar, karena setiap tahapnya memiliki urutan dan struktur yang tidak boleh dilanggar
b)
Salah, karena shalat hanya bersifat spiritual
c)
Benar, karena shalat bergantung pada kreativitas pelaku
d)
Salah, karena disiplin tidak berhubungan dengan ibadah
e)
Benar, karena fiqh tidak mengatur struktur
97.
Prinsip niyyah dalam shalat mengajarkan jurnalis untuk...
a)
Melandaskan kerja jurnalistik pada tujuan yang benar dan bertanggung jawab
b)
Mengutamakan kepentingan politik
c)
Menyesuaikan isi berita dengan permintaan pasar
d)
Mengabaikan integritas demi keuntungan
e)
Menghindari kritik sosial
98.
Dalam maqasid syariah, fungsi shalat bagi dunia media adalah...
a)
Membangun kesadaran moral dan spiritual dalam pengelolaan informasi
b)
Menghapus nilai etika dalam pemberitaan
c)
Membatasi kebebasan berpendapat
d)
Menjadikan media sebagai alat dakwah formal
e)
Mengutamakan hiburan di atas edukasi
99.
Prinsip tuma’ninah dapat diartikan dalam kerja jurnalistik sebagai...
a)
Ketenangan dan ketelitian dalam memverifikasi fakta serta menghindari spekulasi
b)
Kewajiban menyampaikan berita cepat
c)
Ketidakpedulian terhadap detail data
d)
Keberanian menulis tanpa bukti
e)
Penundaan berita hingga tidak relevan
100.
Hikmah shalat lima waktu bagi jurnalis Muslim adalah...
a)
Menjaga ritme spiritual yang menyeimbangkan aktivitas profesional dan tanggung jawab moral
b)
Membatasi waktu kerja agar tidak berlebihan
c)
Menghapus kebutuhan akan evaluasi diri
d)
Memberi legitimasi politik bagi profesi media
e)
Mengganti tanggung jawab sosial dengan spiritualitas