WorksheetsQuiz Struktur Beton (Dasar-Dasar)
Total questions: 30
Worksheet time: 45mins
Bleeding pada beton segar dapat diminimalkan dengan beberapa cara. Manakah urutan prioritas yang PALING TEPAT untuk mengurangi bleeding:
Menambah semen → mengurangi air → menambah pasir → menyesuaikan pemadatan
Mengurangi air → menambah semen → menambah pasir → menyesuaikan pemadatan
Menambah pasir → menambah semen → mengurangi air → menyesuaikan pemadatan
Menyesuaikan pemadatan → mengurangi air → menambah semen → menambah pasir
Menambah semen → menambah pasir → mengurangi air → menyesuaikan pemadatan
Dalam hal workability beton segar, faktor yang TIDAK secara langsung meningkatkan kemudahan pengerjaan adalah:
Penambahan jumlah air dalam campuran
Penambahan semen dengan FAS tetap
Penggunaan agregat kasar dengan butir maksimum lebih besar
Penggunaan agregat dengan bentuk butir bulat
Gradasi campuran pasir dan kerikil yang baik
Faktor-faktor yang mempengaruhi segregasi pada beton segar mencakup semua hal berikut KECUALI:
Campuran yang kurus/kurang semen
Pemakaian air yang berlebihan
Ukuran butir kerikil yang semakin besar
Penggunaan agregat halus yang berlebihan
Tinggi jatuh pengecoran yang terlalu tinggi
Pada rangkak (creep) beton, pernyataan yang PALING TEPAT mengenai pengaruh agregat adalah:
Rangkak berkurang jika agregat halus dan semen bertambah
Rangkak bertambah jika agregat kasar bertambah
Rangkak bertambah jika agregat halus dan semen bertambah banyak
Rangkak tidak dipengaruhi oleh jenis agregat
Rangkak hanya dipengaruhi oleh agregat kasar
Beton dengan klasifikasi K400-K800 umumnya diaplikasikan untuk:
Lantai kerja dan penimbunan
Struktur beton tanpa tulangan
Beton bertulang konvensional
Beton prategang seperti tiang pancang prategang
Bangunan non-struktural
Faktor yang BUKAN merupakan penyebab utama peningkatan panas hidrasi dalam proses hidrasi semen adalah:
Kandungan C₃A yang tinggi
Kandungan C₃S yang tinggi
Nilai FAS yang tinggi
Temperatur curing yang tinggi
Kandungan FM (Free Moisture) yang tinggi
Efek susut (shrinkage) pada beton dipengaruhi oleh ukuran elemen beton. Pernyataan yang BENAR adalah:
Laju dan besarnya penyusutan bertambah jika volume elemen beton makin besar
Laju dan besarnya penyusutan berkurang jika volume elemen beton makin besar
Ukuran elemen tidak mempengaruhi susut beton
Hanya laju penyusutan yang berkurang, bukan besarnya
Hanya besarnya penyusutan yang berkurang, bukan lajunya
Sebuah proyek memerlukan beton dengan spesifikasi K-350. Jika menggunakan benda uji kubus 20×20×20 cm, berapakah kuat tekan yang harus dicapai agar ekuivalen dengan K-350 (benda uji standar 15×15×15 cm)?
332,5 kg/cm²
350,0 kg/cm²
368,4 kg/cm²
375,0 kg/cm²
380,5 kg/cm²
Sebuah elemen beton massa dituang dengan volume 150 m³. Jika berat jenis beton normal adalah 2400 kg/m³, berapakah total berat beton yang dituang?
300 ton
320 ton
350 ton
360 ton
375 ton
Sebuah benda uji silinder 15×30 cm menghasilkan kuat tekan 35 MPa. Jika dikonversi ke benda uji kubus standar 15×15×15 cm, berapakah kuat tekan yang ekuivalen?
40,12 kg/cm²
401,20 kg/cm²
421,69 kg/cm²
450,00 kg/cm²
480,50 kg/cm²
Dalam konteks sifat hidraulis semen, mengapa semen dapat mengeras di dalam air namun tidak larut dalam air setelah mengeras?
Karena terjadi reaksi polimerisasi yang irreversible
Karena terbentuk kristal hidrat yang stabil dan tidak larut
Karena air menguap selama proses hidrasi
Karena terjadi reaksi asam-basa
Karena pembentukan gel koloid yang permanen
Apa perbedaan karakteristik utama antara semen non-hidrolik dan semen hidrolik dalam hal mekanisme pengerasannya?
Non-hidrolik memerlukan CO₂ dari udara, hidrolik bereaksi dengan H₂O
Non-hidrolik lebih cepat mengeras daripada hidrolik
Non-hidrolik menggunakan gips, hidrolik tidak
Non-hidrolik lebih kuat dalam kondisi basah
Tidak ada perbedaan signifikan
Dalam proses pembuatan semen, mengapa gipsum ditambahkan pada tahap akhir setelah pembakaran klinker?
Untuk mengontrol waktu ikat semen (setting time)
Untuk meningkatkan kekuatan tekan beton
Untuk mengurangi panas hidrasi
Untuk meningkatkan kehalusan semen
Untuk menambah berat semen
Mengapa penggunaan air berlebih dalam campuran beton dapat menyebabkan penurunan kuat tekan beton?
Air berlebih meninggalkan rongga/pori setelah menguap yang melemahkan struktur
Air berlebih mempercepat proses hidrasi
Air berlebih meningkatkan berat beton
Air berlebih mengurangi kohesi agregat
Air berlebih menyebabkan korosi tulangan
Mengapa retarder digunakan untuk mass concrete yang memerlukan panas hidrasi rendah?
Memperlambat reaksi hidrasi sehingga panas dilepas lebih bertahap dan merata
Mengurangi kebutuhan semen
Meningkatkan kekuatan awal
Mempercepat proses pengecoran
Mengurangi biaya konstruksi
Mengapa penggunaan abu terbang (fly ash) sebagai aditif harus dijaga agar kadarnya tidak terlalu tinggi?
Kadar tinggi membuat pasta terlalu kohesif dan menghambat daya alir
Kadar tinggi meningkatkan panas hidrasi
Kadar tinggi mempercepat waktu ikat
Kadar tinggi mengurangi kekuatan tekan drastis
Kadar tinggi menyebabkan korosi tulangan
Jika setting time awal suatu semen adalah 90 menit dan setting time akhir adalah 360 menit, berapa selisih waktu antara semen mulai kaku hingga mengeras sempurna?
4,5 jam
4,0 jam
3,5 jam
3,0 jam
2,5 jam
Suatu pekerjaan menggunakan water reducer yang dapat mengurangi kebutuhan air sebesar 15%. Jika kebutuhan air normal adalah 200 liter, berapa liter air yang diperlukan setelah menggunakan water reducer?
165 liter
170 liter
175 liter
180 liter
185 liter
Jika kekuatan tekan mortar dengan air minum pada umur 28 hari adalah 35 MPa, berapa minimum kekuatan tekan mortar dengan air yang tidak dapat diminum agar memenuhi syarat (90% dari air minum)?
30,5 MPa
31,0 MPa
31,5 MPa
32,0 MPa
32,5 MPa
Sebuah proyek menggunakan 80% semen Portland dan 20% fly ash sebagai bahan pengikat. Jika total bahan pengikat yang dibutuhkan 500 kg/m³ untuk volume 50 m³ beton, berapa kg fly ash yang diperlukan?
4.000 kg
4.500 kg
5.000 kg
5.500 kg
6.000 kg
Hubungan antara berat jenis agregat dengan daya serap air dapat dijelaskan sebagai berikut:
Semakin tinggi berat jenis, semakin besar daya serap air
Semakin tinggi berat jenis, semakin kecil daya serap air
Tidak ada hubungan antara berat jenis dan daya serap air
Berat jenis tidak mempengaruhi daya serap pada agregat kasar
Daya serap air berbanding lurus dengan porositas butir
Jika agregat halus mengandung zat organik yang merugikan beton, pengujian standar yang digunakan untuk mendeteksinya adalah dengan merendam dalam larutan:
HCl 3%
NaCl 3%
NaOH 3%
H₂SO₄ 3%
CaCl₂ 3%
Gap graded aggregate (gradasi tidak sempurna) sebaiknya dihindari dalam campuran beton karena akan:
Mengurangi kekuatan beton
Meningkatkan workability secara berlebihan
Membutuhkan semen lebih banyak untuk mengisi rongga dan meningkatkan biaya
Mengurangi berat jenis beton
Mempercepat proses pengerasan beton
Salah satu tujuan penggunaan agregat dalam beton adalah untuk mengurangi susut pengerasan beton. Hal ini terjadi karena:
Agregat menambah volume beton sehingga mengurangi persentase susut
Agregat mengabsorpsi air berlebih dari pasta semen
Agregat memiliki sifat ekspansi thermal
Agregat mengurangi kadar semen dalam campuran
Semua jawaban benar
Ukuran maksimum agregat kasar menurut standar harus tidak melebihi 3/4 jarak bersih antar tulangan. Jika jarak bersih antar tulangan adalah 40 mm, maka ukuran maksimum agregat adalah:
20 mm
25 mm
30 mm
35 mm
40 mm
Jika dibandingkan dengan kerikil alami, batu pecah hasil stone crusher memiliki keuntungan:
Harga lebih murah
Permukaan lebih halus
Permukaan lebih kasar sehingga daya ikat lebih baik
Ukuran lebih bervariasi
Kandungan lumpur lebih tinggi
Jika beton akan mengalami abrasi tinggi (misalnya lantai industri), maka kadar lumpur agregat halus maksimal yang diizinkan adalah:
3%
5%
1%
7%
10%
Analisis saringan agregat kasar menghasilkan berat tertahan pada saringan 9,6 mm sebesar 520 gram, pada saringan 4,8 mm sebesar 315 gram, dan pada saringan 2,4 mm sebesar 165 gram. Berapakah persentase lolos pada saringan 4,8 mm?
8%
16,5%
22,5%
31,2%
47%
Dari hasil pengujian gradasi agregat halus, data menunjukkan persentase lolos pada saringan 0,15 mm sebesar 5%, pada 0,3 mm sebesar 22%, dan pada 0,6 mm sebesar 48%. Agregat ini termasuk dalam kategori Daerah Gradasi berapa menurut SNI 03-2834-2000 jika batas bawah 0,6 mm adalah 35% dan batas atas 59%?
Daerah I (Pasir Kasar)
Daerah II (Pasir Sedang)
Daerah III (Pasir Agak Halus)
Daerah IV (Pasir Halus)
Daerah V (Pasir Ekstrim)
Dalam analisis gradasi, persentase lolos pada saringan 2,4 mm untuk agregat halus adalah 85%. Jika berat total sampel adalah 1200 gram, berapakah berat tertahan pada saringan 2,4 mm?
120 gram
180 gram
240 gram
300 gram
360 gram
