WorksheetsKabinet Ali Satroamidjojo II
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Kabinet Ali Sastroamidjojo II mulai menjabat setelah berakhirnya kabinet…
Kabinet Natsir
Kabinet Wilopo
Kabinet Burhanuddin Harahap
Kabinet Djuanda
Tokoh yang menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…
Mohammad Hatta
Soekiman Wirjosandjojo
Ali Sastroamidjojo
Burhanuddin Harahap
Salah satu kebijakan luar negeri penting Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…
Pembentukan Gerakan Non-Blok
Perjuangan diplomatik merebut Irian Barat
Penandatanganan KMB
Pengiriman pasukan ke Kongo
Salah satu faktor yang membuat kabinet ini tidak bertahan lama adalah…
Keterlibatan militer dalam politik
Munculnya krisis kepercayaan terhadap perdana menteri
Banyaknya pergantian menteri karena konflik internal
Perubahan sistem pemerintahan ke presidensial
Setelah jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjojo II, sistem pemerintahan Indonesia masih menggunakan…
Sistem presidensial
Sistem parlementer
Sistem demokrasi terpimpin
Sistem federal
Partai politik yang menjadi dasar pembentukan Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…
Masyumi dan PNI
NU dan PKI
PNI, Masyumi, dan NU
PNI, NU, dan PSI
Salah satu upaya penting Kabinet Ali Sastroamidjojo II dalam memperjuangkan Irian Barat adalah…
Mengirim nota protes kepada PBB
Menarik duta besar Belanda dari Indonesia
Membentuk Panitia Nasional Pembebasan Irian Barat (PNPIB)
Mengadakan perundingan bilateral dengan Australia
Dalam bidang sosial, kebijakan Kabinet Ali Sastroamidjojo II menekankan pada…
Peningkatan kesejahteraan buruh dan pegawai negeri
Program transmigrasi besar-besaran
Reformasi sistem pendidikan nasional
Pembangunan perumahan rakyat
Kabinet Ali Sastroamidjojo II dibubarkan karena…
Adanya intervensi langsung Presiden Soekarno
Ketidaksepakatan antarpartai dalam pembentukan kabinet baru
Konflik internal partai koalisi dan pergantian menteri yang terlalu sering
Desakan militer agar sistem diganti menjadi demokrasi terpimpin
Setelah Kabinet Ali Sastroamidjojo II jatuh, kabinet berikutnya yang dibentuk adalah…
Kabinet Natsir
Kabinet Djuanda
Kabinet Wilopo
Kabinet Soekiman
Kabinet Ali Sastroamidjojo II dibentuk pada tahun…
1953
1955
1956
1957
Tujuan utama pembentukan Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…
Melanjutkan pembangunan ekonomi nasional
Menyukseskan pelaksanaan Pemilu pertama Indonesia
Mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Indonesia
Menyusun UUD baru pengganti UUDS 1950
Kabinet Ali Sastroamidjojo II jatuh karena…
Adanya mosi tidak percaya dari DPR
Perbedaan pendapat antara partai-partai koalisi
Terjadinya pemberontakan DI/TII
Kegagalan ekonomi nasional
Program kerja yang terkenal dari Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…
Program Pancakarya
Program Panca Krida
Program Nasionalisasi
Program Stabilitas Ekonomi
Pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II, Indonesia pertama kali mengadakan…
Konferensi Asia Afrika
Pemilihan Umum pertama
Deklarasi Djuanda
Konferensi Meja Bundar
Kabinet Ali Sastroamidjojo II merupakan kabinet pertama yang terbentuk setelah pelaksanaan Pemilihan Umum 1955. Hal ini menunjukkan bahwa kabinet tersebut…
Merupakan hasil kompromi politik antarpartai hasil pemilu
Dibentuk langsung oleh Presiden tanpa pengaruh DPR
Tidak memiliki dukungan partai-partai besar di parlemen
Berdiri atas inisiatif pribadi Ali Sastroamidjojo
Salah satu masalah besar yang dihadapi Kabinet Ali Sastroamidjojo II dalam negeri adalah…
Ketegangan hubungan dengan Amerika Serikat
Tuntutan otonomi daerah dan munculnya gejala separatisme
Krisis pangan akibat gagal panen
Konflik antara pemerintah dan militer
Dalam bidang ekonomi, salah satu langkah Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…
Menerapkan sistem ekonomi liberal
Melaksanakan nasionalisasi perusahaan asing
Meningkatkan produksi pertanian dan industri dalam negeri
Menandatangani perjanjian ekonomi dengan Amerika Serikat
Salah satu ciri khas kabinet parlementer seperti Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…
Perdana menteri bertanggung jawab langsung kepada presiden
DPR tidak memiliki wewenang untuk menjatuhkan kabinet
Kabinet dapat jatuh jika kehilangan dukungan mayoritas di parlemen
Presiden berperan sebagai kepala pemerintahan
Kabinet Ali Sastroamidjojo II turut memperkuat posisi Indonesia dalam politik luar negeri dengan cara…
Menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika
Menjalin hubungan diplomatik dengan Uni Soviet dan RRC
Mengajukan diri menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB
Menandatangani perjanjian pertahanan dengan Australia
Salah satu alasan penting dibalik keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di bawah Kabinet Ali Sastroamidjojo adalah…
Kekuatan ekonomi Indonesia yang meningkat pesat setelah nasionalisasi perusahaan asing
Keaktifan diplomasi Indonesia dalam Gerakan Non-Blok dan politik luar negeri bebas-aktif
Dukungan penuh dari negara-negara Barat
Kebijakan luar negeri yang pro-komunis
Kebijakan Kabinet Ali Sastroamidjojo yang memperjuangkan pengembalian Irian Barat melalui jalur diplomasi menunjukkan bahwa pemerintah saat itu...
Mengutamakan penyelesaian konflik secara militer
Lebih memilih pendekatan konfrontatif daripada damai
Menunjukkan konsistensi terhadap integritas wilayah nasional
Telah menyerahkan masalah Irian Barat ke PBB tanpa usaha lain
Salah satu tantangan besar yang dihadapi Kabinet Ali Sastroamidjojo I dalam negeri adalah munculnya pemberontakan di beberapa daerah. Hal ini menunjukkan bahwa...
Pemerintah pusat saat itu kehilangan politik di daerah
Sistem demokrasi liberal berhasil memperkuat persatuan nasional
Perekonomian daerah berjalan stabil tanpa campur tangan pusat
Pemerintah berhasil mengendalikan seluruh wilayah Indonesia
Keikutsertaan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika di bawah Kabinet Ali Sastroamidjojo menandai perubahan penting dalam arah politik luar negeri Indonesia karena...
Indonesia mulai berpihak pada Blok Barat untuk mendapatkan bantuan ekonomi
Indonesia menjadi penggerak utama solidaritas negara-negara Asia-Afrika yang baru merdeka
Indonesia menutup hubungan diplomatik dengan negara Eropa
Indonesia mulai meninggalkan prinsip bebas-aktif
Salah satu faktor penyebab jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah meningkatnya ketegangan politik antara partai-partai besar di parlemen. Kondisi ini menggambarkan bahwa...
Sistem parlementer kurang stabil karena dominasi eksekutif
Sistem multipartai saat itu justru mempersulit terbentuknya pemerintahan yang solid
Presiden terlalu berkuasa dan mengabaikan parlemen
Pemilu saat itu tidak berjalan secara demokratis
Kapan Kabinet Ali Sastroamidjojo II menjabat?
17 Maret 1957 - 13 Maret 1958
20 Maret 1955 - 14 Maret 1956
26 Maret 1956 - 14 Maret 1957
14 Maret 1957 - 20 Maret 1958
Kabinet Ali Sastroamidjojo II dibentuk setelah jatuhnya kabinet…
Kabinet Natsir
Kabinet Wilopo
Kabinet Burhanuddin Harahap
Kabinet Sukiman
Kabinet Ali Sastroamidjojo II merupakan kabinet keberapa dalam sejarah pemerintahan Indonesia pada masa demokrasi liberal?
Keempat
Kelima
Keenam
Ketujuh
Kabinet Ali Sastroamidjojo II akhirnya menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tahun...
1957
1958
1959
1960
Pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II, Indonesia menolak ikut dalam organisasi militer internasional karena…
Bertentangan dengan prinsip bebas aktif
Tidak memiliki kekuatan militer yang cukup
Tidak mendapat dukungan dari PBB
Presiden Soekarno melarangnya
