Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kabinet Ali Satroamidjojo II

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Kabinet Ali Sastroamidjojo II mulai menjabat setelah berakhirnya kabinet…

a)

Kabinet Natsir

b)

Kabinet Wilopo

c)

Kabinet Burhanuddin Harahap

d)

Kabinet Djuanda

2.

Tokoh yang menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…

a)

Mohammad Hatta

b)

Soekiman Wirjosandjojo

c)

Ali Sastroamidjojo

d)

Burhanuddin Harahap

3.

Salah satu kebijakan luar negeri penting Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…

a)

Pembentukan Gerakan Non-Blok

b)

Perjuangan diplomatik merebut Irian Barat

c)

Penandatanganan KMB

d)

Pengiriman pasukan ke Kongo

4.

Salah satu faktor yang membuat kabinet ini tidak bertahan lama adalah…

a)

Keterlibatan militer dalam politik

b)

Munculnya krisis kepercayaan terhadap perdana menteri

c)

Banyaknya pergantian menteri karena konflik internal

d)

Perubahan sistem pemerintahan ke presidensial

5.

Setelah jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjojo II, sistem pemerintahan Indonesia masih menggunakan…

a)

Sistem presidensial

b)

Sistem parlementer

c)

Sistem demokrasi terpimpin

d)

Sistem federal

6.

Partai politik yang menjadi dasar pembentukan Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…

a)

Masyumi dan PNI

b)

NU dan PKI

c)

PNI, Masyumi, dan NU

d)

PNI, NU, dan PSI

7.

Salah satu upaya penting Kabinet Ali Sastroamidjojo II dalam memperjuangkan Irian Barat adalah…

a)

Mengirim nota protes kepada PBB

b)

Menarik duta besar Belanda dari Indonesia

c)

Membentuk Panitia Nasional Pembebasan Irian Barat (PNPIB)

d)

Mengadakan perundingan bilateral dengan Australia

8.

Dalam bidang sosial, kebijakan Kabinet Ali Sastroamidjojo II menekankan pada…

a)

Peningkatan kesejahteraan buruh dan pegawai negeri

b)

Program transmigrasi besar-besaran

c)

Reformasi sistem pendidikan nasional

d)

Pembangunan perumahan rakyat

9.

Kabinet Ali Sastroamidjojo II dibubarkan karena…

a)

Adanya intervensi langsung Presiden Soekarno

b)

Ketidaksepakatan antarpartai dalam pembentukan kabinet baru

c)

Konflik internal partai koalisi dan pergantian menteri yang terlalu sering

d)

Desakan militer agar sistem diganti menjadi demokrasi terpimpin

10.

Setelah Kabinet Ali Sastroamidjojo II jatuh, kabinet berikutnya yang dibentuk adalah…

a)

Kabinet Natsir

b)

Kabinet Djuanda

c)

Kabinet Wilopo

d)

Kabinet Soekiman

11.

Kabinet Ali Sastroamidjojo II dibentuk pada tahun…

a)

1953

b)

1955

c)

1956

d)

1957

12.

Tujuan utama pembentukan Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…

a)

Melanjutkan pembangunan ekonomi nasional

b)

Menyukseskan pelaksanaan Pemilu pertama Indonesia

c)

Mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Indonesia

d)

Menyusun UUD baru pengganti UUDS 1950

13.

Kabinet Ali Sastroamidjojo II jatuh karena…

a)

Adanya mosi tidak percaya dari DPR

b)

Perbedaan pendapat antara partai-partai koalisi

c)

Terjadinya pemberontakan DI/TII

d)

Kegagalan ekonomi nasional

14.

Program kerja yang terkenal dari Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…

a)

Program Pancakarya

b)

Program Panca Krida

c)

Program Nasionalisasi

d)

Program Stabilitas Ekonomi

15.

Pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II, Indonesia pertama kali mengadakan…

a)

Konferensi Asia Afrika

b)

Pemilihan Umum pertama

c)

Deklarasi Djuanda

d)

Konferensi Meja Bundar

16.

Kabinet Ali Sastroamidjojo II merupakan kabinet pertama yang terbentuk setelah pelaksanaan Pemilihan Umum 1955. Hal ini menunjukkan bahwa kabinet tersebut…

a)

Merupakan hasil kompromi politik antarpartai hasil pemilu

b)

Dibentuk langsung oleh Presiden tanpa pengaruh DPR

c)

Tidak memiliki dukungan partai-partai besar di parlemen

d)

Berdiri atas inisiatif pribadi Ali Sastroamidjojo

17.

Salah satu masalah besar yang dihadapi Kabinet Ali Sastroamidjojo II dalam negeri adalah…

a)

Ketegangan hubungan dengan Amerika Serikat

b)

Tuntutan otonomi daerah dan munculnya gejala separatisme

c)

Krisis pangan akibat gagal panen

d)

Konflik antara pemerintah dan militer

18.

Dalam bidang ekonomi, salah satu langkah Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…

a)

Menerapkan sistem ekonomi liberal

b)

Melaksanakan nasionalisasi perusahaan asing

c)

Meningkatkan produksi pertanian dan industri dalam negeri

d)

Menandatangani perjanjian ekonomi dengan Amerika Serikat

19.

Salah satu ciri khas kabinet parlementer seperti Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah…

a)

Perdana menteri bertanggung jawab langsung kepada presiden

b)

DPR tidak memiliki wewenang untuk menjatuhkan kabinet

c)

Kabinet dapat jatuh jika kehilangan dukungan mayoritas di parlemen

d)

Presiden berperan sebagai kepala pemerintahan

20.

Kabinet Ali Sastroamidjojo II turut memperkuat posisi Indonesia dalam politik luar negeri dengan cara…

a)

Menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika

b)

Menjalin hubungan diplomatik dengan Uni Soviet dan RRC

c)

Mengajukan diri menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB

d)

Menandatangani perjanjian pertahanan dengan Australia

21.

Salah satu alasan penting dibalik keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di bawah Kabinet Ali Sastroamidjojo adalah…

a)

Kekuatan ekonomi Indonesia yang meningkat pesat setelah nasionalisasi perusahaan asing

b)

Keaktifan diplomasi Indonesia dalam Gerakan Non-Blok dan politik luar negeri bebas-aktif

c)

Dukungan penuh dari negara-negara Barat

d)

Kebijakan luar negeri yang pro-komunis

22.

Kebijakan Kabinet Ali Sastroamidjojo yang memperjuangkan pengembalian Irian Barat melalui jalur diplomasi menunjukkan bahwa pemerintah saat itu...

a)

Mengutamakan penyelesaian konflik secara militer

b)

Lebih memilih pendekatan konfrontatif daripada damai

c)

Menunjukkan konsistensi terhadap integritas wilayah nasional

d)

Telah menyerahkan masalah Irian Barat ke PBB tanpa usaha lain

23.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi Kabinet Ali Sastroamidjojo I dalam negeri adalah munculnya pemberontakan di beberapa daerah. Hal ini menunjukkan bahwa...

a)

Pemerintah pusat saat itu kehilangan politik di daerah

b)

Sistem demokrasi liberal berhasil memperkuat persatuan nasional

c)

Perekonomian daerah berjalan stabil tanpa campur tangan pusat

d)

Pemerintah berhasil mengendalikan seluruh wilayah Indonesia

24.

Keikutsertaan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika di bawah Kabinet Ali Sastroamidjojo menandai perubahan penting dalam arah politik luar negeri Indonesia karena...

a)

Indonesia mulai berpihak pada Blok Barat untuk mendapatkan bantuan ekonomi

b)

Indonesia menjadi penggerak utama solidaritas negara-negara Asia-Afrika yang baru merdeka

c)

Indonesia menutup hubungan diplomatik dengan negara Eropa

d)

Indonesia mulai meninggalkan prinsip bebas-aktif

25.

Salah satu faktor penyebab jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah meningkatnya ketegangan politik antara partai-partai besar di parlemen. Kondisi ini menggambarkan bahwa...

a)

Sistem parlementer kurang stabil karena dominasi eksekutif

b)

Sistem multipartai saat itu justru mempersulit terbentuknya pemerintahan yang solid

c)

Presiden terlalu berkuasa dan mengabaikan parlemen

d)

Pemilu saat itu tidak berjalan secara demokratis

26.

Kapan Kabinet Ali Sastroamidjojo II menjabat?

a)

17 Maret 1957 - 13 Maret 1958

b)

20 Maret 1955 - 14 Maret 1956

c)

26 Maret 1956 - 14 Maret 1957

d)

14 Maret 1957 - 20 Maret 1958

27.

Kabinet Ali Sastroamidjojo II dibentuk setelah jatuhnya kabinet…

a)

Kabinet Natsir

b)

Kabinet Wilopo

c)

Kabinet Burhanuddin Harahap

d)

Kabinet Sukiman

28.

Kabinet Ali Sastroamidjojo II merupakan kabinet keberapa dalam sejarah pemerintahan Indonesia pada masa demokrasi liberal?

a)

Keempat

b)

Kelima

c)

Keenam

d)

Ketujuh

29.

Kabinet Ali Sastroamidjojo II akhirnya menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tahun...

a)

1957

b)

1958

c)

1959

d)

1960

30.

Pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II, Indonesia menolak ikut dalam organisasi militer internasional karena…

a)

Bertentangan dengan prinsip bebas aktif

b)

Tidak memiliki kekuatan militer yang cukup

c)

Tidak mendapat dukungan dari PBB

d)

Presiden Soekarno melarangnya