wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

X Informatika UH 1

Total questions: 25

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Seorang Kepala Sekolah menghadapi masalah kompleks: menurunnya minat baca siswa di perpustakaan. Masalah ini sangat besar. Beliau memutuskan untuk menggunakan Berpikir Komputasional. Langkah pertama yang diambil adalah memecah masalah menjadi sub-masalah yang lebih kecil. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat mendeskripsikan tujuan dilakukannya langkah Dekomposisi dalam skenario di atas?

a)

Memastikan solusi yang dibuat menggunakan perangkat lunak komputer

b)

Menyarikan bagian yang penting dari masalah dan mengabaikan detail yang tidak relevan

c)

Menerapkan pengenalan pola dari masalah serupa yang sudah pernah diselesaikan

d)

Mengubah persoalan yang sulit dan besar menjadi mudah diselesaikan sebagian-sebagian secara sistematis

e)

Mencari kerangka kerja yang optimal untuk menjamin keadilan dalam pemecahan masalah.

2.

Seorang Kepala Sekolah menghadapi masalah kompleks: menurunnya minat baca siswa di perpustakaan. Masalah ini sangat besar. Beliau memutuskan untuk menggunakan Berpikir Komputasional. Langkah pertama yang diambil adalah memecah masalah menjadi sub-masalah yang lebih kecil. Dalam konteks BK, keputusan Kepala Sekolah untuk hanya fokus pada perbaikan sistem peminjaman (mengabaikan koleksi dan lingkungan) merupakan penerapan Abstraksi. Apa dampak terpenting dari penerapan Abstraksi ini terhadap proses pencarian solusi?

a)

Memungkinkan transfer solusi ke masalah lain yang sejenis.

b)

Mengurangi kebutuhan akan tinjauan teoretis dan praktis.

c)

Memaksimalkan efisiensi perangkat keras yang digunakan.

d)

Memudahkan penentuan algoritma yang akan diterapkan karena fokus hanya pada solusi sistem peminjaman.

e)

Mengubah kerangka berpikir dari proses mekanis menjadi intuitif.

3.

Seorang perancang aplikasi e-commerce menyadari bahwa ia selalu menghadapi masalah yang sama: ketika pelanggan menambahkan barang ke keranjang belanja, sistem perlu menghitung ulang total harga, pajak, dan diskon. Ia melihat bahwa proses perhitungan ini selalu berulang setiap kali ada penambahan atau pengurangan barang. Ia lalu merancang urutan langkah perhitungan yang terstruktur dan terurut agar proses ini bisa diotomasi oleh sistem (Algoritma). Tindakan perancang aplikasi yang menyadari bahwa perhitungan harga, pajak, dan diskon merupakan masalah yang berulang dan serupa adalah penerapan fondasi BK yang disebut Pengenalan Pola. Mengapa Pengenalan Pola sangat krusial dalam perancangan sistem yang kompleks?

a)

Memungkinkan sistem untuk berfungsi tanpa perlu perangkat keras yang canggih.

b)

Pola menyediakan basis untuk generalisasi dan transfer proses penyelesaian persoalan ke persoalan lain yang sejenis.

c)

Mempercepat proses kompilasi kode program ke bahasa mesin.

d)

Pola menjamin bahwa semua data yang diproses adalah data terstruktur.

e)

Menggantikan proses Algoritma sehingga langkah-langkah tidak perlu diurutkan.

4.

Algoritma yang dibuat oleh perancang aplikasi haruslah well-defined (terdefinisi dengan baik atau memiliki batas yang jelas) dan terbatas. Jika perancang tersebut membuat algoritma yang tidak efisien, misalnya, dengan menghitung ulang stok gudang setiap kali pelanggan menambahkan barang (padahal stok tidak relevan dengan total harga keranjang), hal ini melanggar prinsip BK yang mana?

a)

Dekomposisi, karena tidak memecah masalah dengan benar.

b)

Abstraksi, karena memasukkan detail yang seharusnya diabaikan.

c)

Pengenalan Pola, karena tidak menyadari perhitungan yang berulang.

d)

Prinsip solusi optimal, karena Algoritma harus efisien, efektif, dan optimal.

e)

Prinsip pemodelan matematika, karena perhitungan melibatkan data yang salah.

5.

Ani, seorang siswa, ingin memilih jurusan kuliah. Ia mencatat semua faktor yang memengaruhi keputusannya: biaya, lokasi, akreditasi, dan minat pribadi. Setelah itu, ia memilah mana yang paling penting (akreditasi dan minat) dan mengabaikan detail kecil lainnya (seperti cuaca di lokasi kampus). Berdasarkan dua faktor utama, ia membuat langkah-langkah terurut (Algoritma) untuk membandingkan semua universitas pilihannya. Meskipun memilih jurusan kuliah adalah masalah sosial, Ani menggunakan prinsip BK. Manakah elemen Informatika yang ia terapkan ketika ia memilah faktor terpenting dan mengabaikan yang kurang relevan?

a)

Pencarian (Searching).

b)

Pengurutan (Sorting).

c)

Abstraksi, yang menyarikan bagian penting dari suatu permasalahan.

d)

Algoritma dan Pemrograman.

e)

Jaringan Komputer dan Internet.

6.

Tujuan utama dari semua aktivitas dalam Berpikir Komputasional (BK) adalah mencapai solusi yang efisien, efektif, dan optimal. Manakah pernyataan yang paling akurat menggambarkan makna "solusi optimal" dalam konteks masalah pemilihan jurusan Ani?

a)

Solusi yang paling cepat ditemukan.

b)

Solusi yang dapat diprogram ke dalam komputer.

c)

Solusi yang menghasilkan biaya kuliah termurah.

d)

Solusi yang paling mudah dikomunikasikan kepada orang tua.

e)

Solusi terbaik yang mempertimbangkan semua batasan dan kriteria prioritas yang telah ditetapkan (minat, akreditasi, dll.).

7.

Anda diminta mendesain solusi BK untuk mengatasi antrean panjang di loket pendaftaran sekolah. Solusi manakah yang paling mencerminkan penerapan Dekomposisi dan Abstraksi?

a)

Mengganti semua petugas loket dengan robot (De-komputasi).

b)

Menggunakan satu loket utama dan dua loket cadangan (Algoritma naif).

c)

Memisahkan masalah verifikasi dokumen (detail) dari masalah pendaftaran (inti) dan merancang sistem pendaftaran online yang hanya meminta data esensial.

d)

Mengumpulkan data historis antrean selama 10 tahun terakhir (Pola).

e)

Mengurutkan siswa berdasarkan tinggi badan sebelum dipanggil ke loket (Sorting).

8.

Informatika, yang didasari BK, diperlukan di hampir semua profesi, termasuk ahli sejarah, ahli ekonomi, hingga dokter. Dalam bidang arkeologi, seorang ahli menggunakan sistem komputasi untuk memodelkan dan mensimulasikan lokasi penemuan artefak kuno. Penerapan BK di sini adalah untuk:

a)

Menggantikan pekerjaan ahli sejarah yang rumit.

b)

Memodelkan komputasi yang dapat disimulasikan dengan komputer.

c)

Menganalisis Dampak Sosial Informatika dari penemuan artefak.

d)

Mengembangkan bahasa pemrograman baru untuk arkeologi.

e)

Mengajarkan konsep stack dan queue pada mahasiswa arkeologi.

9.

Seorang kasir di minimarket mencari harga barang di gudang. Kasus A: Barang-barang di gudang ditumpuk secara acak setelah dibongkar dari truk, tanpa label kategori harga. Kasus B: Barang-barang di gudang disusun rapi sesuai kategori harga (misalnya, di bawah Rp 10.000, antara Rp 10.000 - Rp 50.000, dan di atas Rp 50.000). Mengacu pada prinsip pencarian, Kasus B akan membutuhkan waktu pencarian yang jauh lebih singkat dibandingkan Kasus A. Mengapa?

a)

Kasus B memungkinkan penggunaan algoritma Insertion Sort.

b)

Keadaan objek yang terurut (Kasus B) memungkinkan penerapan strategi pencarian yang lebih efisien dibandingkan pencarian acak (Kasus A).

c)

Kasus B membatasi ruang lingkup pencarian hanya pada data numerik.

d)

Kasus B menghilangkan kebutuhan untuk mengecek kriteria pencarian.

e)

Kasus A secara inheren lebih cepat karena tidak ada proses pra-pengurutan.

10.

Dalam permainan Tebak Angka, Budi memilih angka rahasia antara 1 sampai 100. Strategi terbaik (paling efisien) adalah selalu menebak angka tengah. Jika Budi memilih angka 37, dan Anda menggunakan strategi menebak angka tengah, bagaimana urutan tebakan yang paling efisien untuk menemukan angka tersebut?

a)

100, 50, 25, 37.

b)

1, 25, 50, 75, 37.

c)

50 (lebih kecil), 25 (lebih besar), 37 (benar).

11.

Apabila Budi menebak angka antara 1 sampai 100, berapakah jumlah maksimal tebakan yang benar-benar diperlukan untuk menjamin angka rahasia tersebut ditemukan, jika menggunakan strategi optimal (membagi ruang lingkup pencarian menjadi dua di setiap langkah)?

a)

5 kali.

b)

7 kali.

c)

10 kali.

d)

50 kali.

e)

100 kali.

12.

Anda mencari e-mail lama di kotak masuk yang sudah berisi ribuan pesan. Anda hanya ingat bahwa email tersebut dikirim oleh "Pak Maman" dan subjeknya mengandung kata "Informatika". Berdasarkan elemen masalah pencarian, manakah yang merupakan "Sekumpulan benda atau objek" dalam skenario ini?

a)

Kotak masuk email Anda.

b)

Hanya email dari "Pak Maman".

c)

Semua ribuan pesan di kotak masuk Anda yang menjadi ruang pencarian.

d)

Kata kunci "Informatika" dan "Pak Maman".

e)

Filter yang Anda gunakan untuk mempersempit hasil.

13.

Anda mencari e-mail lama di kotak masuk yang sudah berisi ribuan pesan. Anda hanya ingat bahwa email tersebut dikirim oleh "Pak Maman" dan subjeknya mengandung kata "Informatika". Manakah yang merupakan "Kriteria dari benda atau objek yang dicari"?

a)

Kotak masuk email.

b)

Ribuan email di kotak masuk.

c)

Kecepatan mesin mencari.

d)

Email yang dikirim oleh "Pak Maman" DAN memiliki subjek yang mengandung kata "Informatika".

e)

Hanya subjek email.

14.

Dalam konteks mesin pencari Google, apa peran utama komputer dalam memecahkan masalah pencarian informasi di internet?

a)

Menghasilkan output berupa teks dan gambar untuk menemukan dan mencocokkan informasi yang memenuhi kriteria pencarian.

b)

Mengubah koneksi jaringan lokal menjadi internet.

c)

Mengelola memori dan CPU agar pencarian cepat.

d)

Mengaplikasikan Algoritma pencarian yang kompleks dan efisien untuk menemukan dan mencocokkan informasi yang memenuhi kriteria pencarian.

e)

Menyediakan fitur undo dan redo jika terjadi kesalahan input.

15.

Anda memiliki 5 kartu angka yang belum terurut: (8, 2, 5, 1, 9). Anda menggunakan algoritma Insertion Sort untuk mengurutkannya secara menaik. Anda memulai dengan menganggap (8) sudah terurut. Pada iterasi pertama, Anda memproses elemen ke-2, yaitu angka 2. Bagaimana status daftar setelah Anda menyisipkan (insert) angka 2 ke posisi yang benar pada barisan yang sudah terurut?

a)

(2, 8, 5, 1, 9).

b)

(8, 2, 5, 1, 9).

c)

(2, 5, 8, 1, 9).

d)

(1, 2, 5, 8, 9).

e)

(2, 8, 1, 5, 9).

16.

Anda memiliki 5 kartu angka yang belum terurut: (8, 2, 5, 1, 9). Anda menggunakan algoritma Insertion Sort untuk mengurutkannya secara menaik. Setelah iterasi 1 menghasilkan (2, 8, 5, 1, 9), Anda memproses elemen ke-3 (angka 5). Setelah iterasi ini, bagaimana status daftar?

a)

(2, 8, 5, 1, 9).

b)

(2, 5, 8, 1, 9).

c)

(2, 1, 5, 8, 9).

d)

(1, 2, 5, 8, 9).

17.

Proses kunci dalam Insertion Sort yang membedakannya dengan Selection Sort adalah penyisipan (insertion). Apa yang harus dilakukan oleh elemen yang sedang disisipkan (misalnya angka 5) setelah ia menemukan tempat yang benar dalam barisan terurut sementara (misalnya antara 2 dan 8)?

a)

Ia harus menukar posisi dengan elemen terkecil di sisa daftar yang belum terurut.

b)

Ia harus membandingkan dengan elemen terkecil di daftar yang belum terurut.

c)

Ia berhenti membandingkan saat ia lebih besar daripada elemen sebelumnya dalam barisan terurut, menunjukkan bahwa ia sudah pada posisi yang benar.

d)

Ia menukar posisi dengan elemen pertama dari daftar yang belum terurut.

e)

Ia membandingkan lagi dengan semua elemen yang sudah terurut dari awal.

18.

Seorang mandor gudang ingin menyusun 5 kotak berdasarkan beratnya (kg) dari yang paling ringan ke paling berat (ascending) menggunakan Selection Sort. Berat awal: (40, 10, 50, 20, 30). Pada awal proses, Selection Sort membagi daftar menjadi bagian terurut (kosong) dan bagian belum terurut (semua elemen). Apa yang terjadi di akhir Iterasi Pertama (setelah menempatkan elemen terkecil ke bagian terurut)?

a)

Daftar: (10, 40, 50, 20, 30); Bagian terurut: (10).

b)

Daftar: (40, 10, 50, 20, 30); Bagian terurut: (10).

c)

Daftar: (10, 40, 50, 20, 30); Bagian terurut: (40).

d)

Daftar: (10, 20, 30, 40, 50); Bagian terurut: (10, 20).

e)

Daftar: (10, 50, 40, 20, 30); Bagian terurut: (10).

19.

Seorang mandor gudang ingin menyusun 5 kotak berdasarkan beratnya (kg) dari yang paling ringan ke paling berat (ascending) menggunakan Selection Sort. Berat awal: (40, 10, 50, 20, 30). Setelah Iterasi Kedua selesai, di mana elemen terkecil berikutnya dari sisa daftar dipindahkan ke posisi terurut kedua. Bagaimana status daftar dan batas antara bagian terurut dan belum terurut?

a)

Bagian terurut: (10, 40); Belum terurut: (50, 20, 30).

b)

Bagian terurut: (10, 50); Belum terurut: (40, 20, 30).

c)

Bagian terurut: (10, 20); Belum terurut: (50, 40, 30).

d)

Bagian terurut: (10, 20); Belum terurut: (50, 40, 30) (Pada Iterasi 2, elemen terkecil dari (40, 50, 20, 30) adalah 20. Ditukar dengan elemen pertama belum terurut, yaitu 40. Hasil: (10, 20, 50, 40, 30)).

e)

Bagian terurut: (10, 20); Belum terurut: (40, 50, 30).

20.

Mengapa Selection Sort seringkali membutuhkan lebih sedikit operasi penukaran (swap) dibandingkan dengan Insertion Sort dalam kondisi kasus terburuk?

a)

Karena Selection Sort tidak memerlukan perbandingan.

b)

Karena Insertion Sort harus memelihara barisan terurut sejak awal.

c)

Karena Selection Sort hanya melakukan satu kali penukaran per iterasi (yaitu menukar elemen terkecil yang ditemukan ke posisi yang benar).

d)

Karena Insertion Sort membandingkan semua elemen sekaligus.

e)

Karena Selection Sort hanya cocok untuk data yang sudah hampir terurut.

21.

Langkah pertama dan mendasar dalam algoritma pengurutan apa pun adalah perbandingan (comparison). Mengapa langkah perbandingan ini mutlak diperlukan sebelum dilakukannya penempatan (placement)?

a)

Untuk memastikan data numerik diubah menjadi data string.

b)

Untuk menentukan apakah data tersebut memenuhi kriteria pencarian.

c)

Untuk menghasilkan status: bilangan lebih besar dari, lebih kecil dari, atau sama dengan bilangan lainnya, yang menjadi dasar penukaran/penempatan.

d)

Untuk memindahkan semua elemen ke bagian belum terurut.

e)

Untuk menginisialisasi variabel counter perulangan.

22.

Seorang guru ingin mengurutkan 100 nilai siswa secara menurun. Data awal dicatat dalam barisan acak. Jika 100 nilai siswa tersebut ternyata sudah terurut sempurna dari nilai tertinggi, mengapa Selection Sort seringkali membutuhkan lebih sedikit operasi penukaran (swap) dibandingkan dengan Insertion Sort dalam kondisi kasus terburuk?

a)

Karena Selection Sort tidak memerlukan perbandingan.

b)

Karena Insertion Sort harus memelihara barisan terurut sejak awal.

c)

Karena Selection Sort hanya melakukan satu kali penukaran per iterasi (yaitu menukar elemen terkecil yang ditemukan ke posisi yang benar).

d)

Karena Insertion Sort membandingkan semua elemen sekaligus.

e)

Karena Selection Sort hanya cocok untuk data yang sudah hampir terurut.

23.

Sebuah printer tunggal di kantor dapat menerima permintaan cetak dari banyak komputer (multitasking). Karena printer hanya bisa mencetak satu dokumen pada satu waktu, dokumen yang datang harus disimpan dalam struktur data "menunggu giliran". Dokumen yang dikirim pertama kali harus dicetak pertama kali agar adil, layaknya antrean di loket. Struktur data yang paling tepat digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen yang sedang "menunggu giliran" adalah:

a)

Tumpukan (Stack).

b)

Antrean (Queue), yang menerapkan prinsip FIFO (First In First Out).

c)

Array (Larangan menggunakan array tanpa pointer).

d)

Binary Search Tree.

e)

Linked List.

24.

Permintaan cetak (A, B, C, D) masuk secara berurutan. Printer sedang mencetak A. Permintaan (B, C, D) ada dalam antrean. Jika C tiba-tiba dibatalkan sebelum dicetak (Dequeued), bagaimana urutan sisa dokumen yang akan dicetak berikutnya?

a)

A. A, D, B.

b)

B. B, D, karena B masuk lebih dulu dari D, sehingga B harus didahulukan (FIFO).

c)

C. C, D, C, B (LIFO).

d)

D. D, A, B, C, D.

e)

E. C, D, karena C masuk lebih dulu dari D, sehingga C harus didahulukan (FIFO).

25.

Di dapur, piring kotor dicuci dan ditumpuk. Piring yang paling baru dicuci diletakkan di atas tumpukan, dan ketika piring akan digunakan, piring yang paling atas (terakhir diletakkan) akan diambil. Di aplikasi pengolah dokumen, fungsi Undo membatalkan tindakan yang terakhir dilakukan. Prinsip dasar pada tumpukan piring dan fungsi Undo di aplikasi adalah:

a)

FIFO (First In First Out)

b)

Round Robin

c)

Computational Thinking

d)

LIFO (Last In First Out).

e)

Object Linking and Embedding.