Font size
WorksheetsPerlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme Belanda
Total questions: 25
Worksheet time: 2hrs 5mins
Gambar tersebut merupakan lukisan karya Raden Saleh yang menggambarkan kisah tokoh pemimpin perlawanan terhadap Belanda. Pernyataan yang menggambarkan kisah yang terjadi pada lukisan tersebut adalah ….
penangkapan Sultan Ageng Tirtayasa yang dilakukan oleh Belanda
berlangsungnya proses negosiasi antara Sultan Baabullah dan pihak Belanda
diselenggarakannya Perjanjian Bongaya antara Belanda dengan Sultan Hasanuddin
Pangeran Diponegoro ditawan setelah dijebak melalui tipu muslihat perundingan palsu
tindakan Belanda dalam melakukan pembagian wilayah kekuasaan di Kesultanan Mataram Islam
Awalnya, perang ini melibatkan dua kelompok utama. Kelompok pertama yang terdiri dari ulama-ulama reformis yang baru kembali dari Mekkah. Mereka berusaha memurnikan ajaran Islam dengan menghapus tradisi dan kebiasaan lokal (adat) yang dianggap bertentangan dengan syariat, seperti sabung ayam, mabuk-mabukkan, dan sistem pewarisan matriarkat yang berlebihan. Kelompok kedua terdiri dari bangsawan dan penghulu adat yang merasa terancam dengan upaya reformasi tersebut. Pertentangan antara kedua kaum ini memuncak menjadi konflik bersenjata pada tahun 1803.
Perang yang diawali dari konflik antara kaum adat dan kaum ulama lalu akhirnya Belanda ikut campur dalam pertempuran tersebut ialah perang .....
Banjar
Padri
Aceh
Diponegoro
Bali
Masyarakat Bali memiliki sebuah ketentuan yang cukup membuat geram Belanda, yaitu Hukum Tawan Karang. Pada abad ke-19, ketika Pemerintah Kolonial Belanda mulai memperluas pengaruhnya ke Nusantara bagian Timur, Hukum Tawan Karang menjadi pemicu utama konflik antara kerajaan Bali dengan Belanda. Apakah yang dimaksud dengan Hukum Tawang Karang yang ada di Bali....
Hukum adat yang mengatur mengenai pajak yang diberikan kepada para pedagang atau kapal yang singgal di Bali
Hukum adat yang mengatur mengenai pemberian hadiah kepada kapal yang telah singgah atau terdampar di Bali
Hukum adat yang mengatur mengenai jumlah muatan barang yang dibawa oleh para pedagang yang singgah di Bali
Hukum adat yang mengatur apabila ada suatu kapal yang terdampar di Bali, muatan kapal beserta penumpangnya menjadi milik raja setempat
Hukum adat yang mengatur mengenai adanya larangan bahwa kapal dagang VOC dilarang memasuki wilayah Bali
Adanya perlakuan dan kebijakan yang sewenang-wenang dari pemerintah kolonial Belanda menyebabkan adanya berbagai perlawanan di daerah. Salah satunya adalah Pangeran Diponegoro. Perlawanan Diponegoro terhadap kolonial Belanda didasari oleh ....
tindakan sewenang-wenang Belanda di keraton Surakarta
pembangunan jalan yang menembus makam leluhur Diponegoro
pembangunan gedung pemerintah di atas makan leluhur Diponegoro
adanya intervensi Belanda di Kesultanan Mataram Islam
pemerintah Belanda yang merendahkan ulama
Perjuangan bangsa Indonesia melawan VOC dan Pemerintah Kolonial Belanda sebelum munculnya organisasi-organisasi modern pada awal abad ke-20 memiliki karakter yang khas, didominasi oleh perlawanan fisik dan bersifat kedaerahan. Perlawanan ini berlangsung sporadis di berbagai wilayah dari abad ke-17 hingga akhir abad ke-19.
Gagalnya perjuangan bangsa Indonesia sebelum abad ke-20 disebabkan oleh….
Tidak adanya pemimpin bangsa yang tangguh
Kelompok Masyarakat sangat bergantung kepada pemimpin
Belum adanya semangat persatuan nasional
Mengutamakan kepentingan kelompoknya
Gerak perjuangan belum merakyat
Perang Aceh (1873–1904) merupakan konflik terpanjang dan terberat yang dihadapi Belanda di Nusantara. Kegigihan perlawanan Aceh didukung oleh strategi unik yang berakar pada ideologi agama dan struktur sosial kesultanan. Strategi ini memungkinkan rakyat Aceh untuk mempertahankan perlawanan selama lebih dari tiga puluh tahun. Salah satu taktik Belanda dalam menghadapi perlawanan rakyat Aceh yang kuat adalah ....
Strategi Benteng Stelsel
Strategi Perang Gerilya
Jabatan Diplomasi
Dikirimkannya seorang ahli untuk menyelidiki masyarakat Aceh
Taktik pertahanan defensif
Kegagalan utama perlawanan fisik yang dipimpin oleh raja atau pemimpin lokal (seperti Perang Diponegoro dan Perang Padri) sebelum tahun 1900 terletak pada ...
Kurangnya dukungan dari kalangan ulama dan bangsawan setempat.
Perlawanan yang bersifat kedaerahan, mudah diadu domba, dan terpisah-pisah.
Terlalu bergantung pada taktik perang gerilya yang tidak efektif.
Ketidakmampuan pejuang lokal memanfaatkan kondisi alam dan geografis.
Kurangnya dukungan dari Belanda
Setelah Perang Jawa berakhir pada tahun 1830 dengan kekalahan Pangeran Diponegoro, dampak langsung yang diterapkan Belanda di Pulau Jawa adalah ...
Pemberian otonomi daerah kepada kesultanan-kesultanan yang tersisa.
Penerapan kebijakan Pax Neerlandica untuk menciptakan perdamaian total.
Intensifikasi eksploitasi ekonomi melalui sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel).
Penarikan seluruh pasukan Belanda dari wilayah pedalaman Jawa.
Pengangkatan bangsawan pribumi sebagai kepala pemerintahan kolonial.
Perang Padri di Sumatera Barat (1803–1838) mengalami perubahan karakter yang fundamental. Perubahan tersebut adalah ....
Dari perlawanan kolonial Belanda menjadi konflik antara ulama dan bangsawan
Dari konflik internal ulama melawan adat menjadi perlawanan bersama melawan intervensi Belanda
Dari perang agama menjadi perang memperebutkan wilayah kekuasaan yang baru
Dari perselisihan dagang menjadi pemberontakan militer terstruktur
Dari konflik antar suku menjadi perang antara Minangkabau dan Aceh
Perlawanan Pattimura di Maluku (1817) dipicu oleh kembalinya kekuasaan Belanda setelah berakhirnya pemerintahan Inggris. Latar belakang utama perlawanan ini adalah .....
Penerapan sistem landrente (sewa tanah) yang memberatkan rakyat
Penolakan rakyat Maluku untuk dikirim sebagai tenaga kerja ke Kalimantan
Kebijakan Belanda yang menghidupkan kembali monopoli rempah-rempah, kerja rodi, dan praktik pelayaran hongi
Pembatasan akses pendidikan bagi penduduk asli Ambon
Konflik perebutan tahta kesultanan yang tidak diakui Belanda
Perang Jawa (1825–1830) dikenal sebagai salah satu perang yang paling menguras sumber daya Belanda. Kerugian utama yang dialami Belanda akibat perang ini adalah .....
Kehilangan dukungan politik dari negara-negara Eropa lainnya
Kerugian moral karena banyak perwira tinggi Belanda yang desersi
Penarikan seluruh armada laut Belanda dari perairan Indonesia
Kerugian finansial yang sangat besar dan hilangnya ribuan serdadu Eropa dan pribumi
Hilangnya kontrol atas seluruh Pulau Jawa secara permanen.
Dalam menghadapi kekuatan militer Belanda yang terorganisir, strategi militer utama yang diterapkan oleh Pangeran Diponegoro adalah ....
Perang terbuka (line and column) dengan melibatkan ribuan tentara Mataram
Diplomasi damai dengan melibatkan Inggris sebagai mediator internasional
Perang parit dan benteng pertahanan permanen di sepanjang pesisir utara Jawa
Perang gerilya (little war) yang mengandalkan serangan mendadak, penguasaan medan, dan dukungan rakyat pedalaman
Menyerang pusat pemerintahan kolonial di Batavia secara frontal
Meskipun Perang Padri (1803–1838) dan Perang Aceh (1873–1904) terjadi pada era Pemerintah Kolonial, kedua perang ini memiliki kesamaan mendasar dalam hal karakteristik perlawanan, yaitu...
Kedua perang tersebut dimenangkan oleh pihak Belanda berkat taktik diplomasi yang licik.
Dipimpin oleh tokoh-tokoh ulama dan bersifat ideologis agama (Jihad), yang membuat perlawanan sulit dipatahkan dan berlarut-larut.
Perang tersebut menggunakan taktik perang parit yang diadopsi dari Perang Dunia I.
Kedua perang tersebut terjadi di Pulau Jawa sebagai upaya merebut kembali Keraton.
Kedua pihak menggunakan senjata modern dan teknologi kapal perang canggih.
Setelah tahun 1830, terjadi perubahan besar dalam konflik Minangkabau. Kaum Adat dan Kaum Padri memutuskan untuk bersatu melawan Belanda. Faktor yang mendorong persatuan ini adalah .......
Kekuatan militer Belanda yang melemah akibat penarikan pasukan ke Perang Jawa
Kesadaran kedua belah pihak bahwa tujuan utama Belanda adalah menguasai dan menanamkan kekuasaan kolonial, bukan mendukung salah satu pihak
Ditandatanganinya Perjanjian Masang oleh Tuanku Imam Bonjol
Adanya fatwa dari Kesultanan Turki Utsmani untuk menghentikan konflik internal
Kekalahan Tuanku Imam Bonjol dalam Perang di Benteng Bonjol
Perlawanan bersenjata rakyat Indonesia, baik yang bersifat kedaerahan (abad ke-19) maupun yang bersifat nasional (1945–1949), menggunakan strategi utama Perang Gerilya. Pangeran Diponegoro menerapkannya untuk melawan Belanda pada 1825–1830, dan Jenderal Sudirman menggunakannya untuk melawan Agresi Militer Belanda pada 1948–1949.
Mengapa taktik Gerilya tetap relevan dan efektif meskipun terdapat perbedaan teknologi militer yang sangat jauh antara abad ke-19 dan abad ke-20?
Karena Gerilya adalah satu-satunya strategi yang menjamin kemenangan mutlak dalam pertempuran terbuka.
Karena Gerilya memindahkan fokus perang dari pertempuran frontal ke kelelahan musuh, memanfaatkan keunggulan pengenalan medan, mobilitas, dan dukungan rakyat.
Karena taktik tersebut selalu menghasilkan penawanan pemimpin musuh secara cepat.
Karena Belanda di kedua periode tersebut tidak memiliki strategi militer balasan yang memadai.
Karena Gerilya hanya memerlukan logistik yang sangat besar dan persediaan senjata modern.
Perang Aceh adalah konflik terpanjang dan terberat yang pernah dihadapi Pemerintah Kolonial Belanda di seluruh Nusantara, berlangsung secara intensif sejak invasi pertama Belanda pada tahun 1873 hingga awal abad ke-20. Penyebab utama meletusnya Perang Aceh pada tahun 1873 adalah .....
Keinginan Belanda untuk membangun Terusan Suez
Ambisi Belanda untuk menguasai seluruh Sumatera setelah Inggris menarik diri sesuai Perjanjian Sumatera (Sumatra Treaty) 1871
Perlawanan rakyat Aceh terhadap sistem Tanam Paksa yang baru diterapkan
Sengketa batas wilayah antara Aceh dan Kesultanan Siak
Keputusan Sultan Aceh untuk beraliansi dengan Portugis
Teuku Umar dan Cut Nyak Dien (Perang Aceh) dikenal karena kegigihan dan semangat perlawanan mereka yang tidak pernah padam. Teuku Umar bahkan sempat berpura-pura menyerah dan bekerja sama dengan Belanda (disebut Teuku Umar si Jenderal Belanda) untuk kemudian kembali menyerang Belanda dengan senjata yang telah ia peroleh.
Tindakan kontroversial Teuku Umar yang berpura-pura kooperatif menunjukkan bahwa strategi perlawanan Aceh memiliki karakteristik...
Sangat bergantung pada bantuan militer asing yang bersifat terbuka.
Pragmatis, fleksibel, dan menggunakan segala cara (termasuk tipu muslihat) untuk mencapai tujuan utama mengalahkan Belanda.
Sepenuhnya didasarkan pada strategi pertahanan benteng yang statis dan kaku.
Secara politik menentang semangat Jihad yang dikumandangkan oleh ulama.
Hanya berfokus pada perebutan wilayah pantai dan mengabaikan pedalaman.
Pada awal Perang Aceh (1873), Kesultanan Aceh menelan kerugian besar dengan jatuhnya ibu kota, Kutaraja (sekarang Banda Aceh), ke tangan Belanda. Meskipun ibu kota jatuh, perang tidak berhenti. Hal ini menunjukkan bahwa .....
Rakyat Aceh menganggap Kutaraja sudah tidak relevan bagi perlawanan
Belanda berhasil menangkap Sultan Aceh di Kutaraja
Kekuatan perlawanan Aceh bersifat desentralisasi dan berpusat pada benteng-benteng pertahanan (kubu) serta para pemimpin ulama di pedalaman
Perlawanan dipindahkan ke Pulau Weh yang lebih mudah dipertahankan
Sultan Aceh berhasil meminta bantuan militer dari Amerika Serikat.
Sebelum 1871, Belanda terikat oleh Traktat London 1824 yang menjamin kemerdekaan dan kedaulatan Kesultanan Aceh. Traktat 1824 ini juga membatasi Belanda dalam memperluas wilayah di Sumatera karena Inggris khawatir akan hilangnya akses dagang mereka.
Namun, pada akhir abad ke-19, kepentingan geopolitik kedua negara berubah. Belanda menginginkan seluruh Sumatera untuk mewujudkan cita-cita "Pax Neerlandica" dan menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka. Inggris, di sisi lain, ingin memastikan Belanda tidak menghalangi kepentingan Inggris di bagian lain, terutama dalam menguasai wilayah Ghana (Afrika Barat).
Oleh karena itu, Traktat Sumatra 1871 disepakati, yang isinya meliputi ...
Inggris secara terbuka menyatakan dukungan militer kepada Kesultanan Aceh
Inggris mengakui hak Belanda untuk memperluas wilayah kekuasaannya ke seluruh Sumatera, termasuk Aceh, yang sebelumnya dijamin kemerdekaannya oleh Inggris
Belanda setuju untuk membebaskan semua tawanan politik Aceh
Perjanjian tersebut melarang perdagangan lada antara Aceh dan pihak asing selain Belanda
Perjanjian tersebut mengharuskan Belanda membayar ganti rugi kepada rakyat Aceh.
Thomas Matulessy (Pattimura) adalah seorang mantan sersan dalam dinas militer Inggris. Pengalaman militernya ini sering disebut sebagai salah satu faktor keberhasilan awal perlawanan rakyat Maluku.
Bagaimana latar belakang militer Pattimura yang terlatih memberikan keuntungan strategis yang unik bagi perlawanan Maluku dibandingkan perlawanan kedaerahan lain yang umumnya dipimpin oleh bangsawan atau ulama?
Pattimura mampu menyatukan semua raja dan bangsawan di Maluku tanpa konflik internal sedikit pun.
Pattimura dapat menerapkan taktik perang yang lebih terorganisir dan disiplin (konvensional/semi-konvensional) dalam merebut benteng, seperti penyerbuan Benteng Duurstede.
Pattimura memiliki jaringan diplomasi yang kuat dengan Kesultanan Mataram dan Palembang.
Pattimura secara langsung mendapatkan bantuan persenjataan lengkap dari militer Inggris.
Latar belakang Pattimura membuat Belanda meremehkan kekuatannya dan tidak mengirim pasukan elit.
Perang Pattimura terkenal dengan keberhasilan awal rakyat Maluku merebut Benteng Duurstede di Saparua dan membunuh Residen van den Berg. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa .........
Pasukan Belanda di Maluku seluruhnya terdiri dari serdadu pribumi yang mudah dibujuk
Persatuan antara rakyat, tokoh adat, dan pemimpin perang yang dipimpin Pattimura sangat kuat dan terorganisir di awal perlawanan
Belanda sengaja membiarkan benteng direbut sebagai bagian dari strategi perang
Pattimura didukung oleh kapal-kapal perang dari Portugis
Rakyat Maluku menggunakan taktik perang parit yang diajarkan oleh Inggris.
Meskipun Perang Pattimura akhirnya dapat dipadamkan dan para pemimpinnya dihukum mati, dampak yang paling dirasakan oleh pemerintah kolonial Belanda di Maluku adalah .........
Belanda segera menghapus semua kebijakan monopoli rempah-rempah
Belanda menyadari kerentanan kekuasaan mereka di Maluku dan terpaksa memperkuat pertahanan serta menahan eksploitasi di beberapa wilayah
Seluruh rakyat Maluku dipindahkan ke Pulau Jawa untuk dipekerjakan.
Inggris kembali mengambil alih kekuasaan di Maluku
Pattimura diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh Belanda
Keterlibatan tokoh-tokoh agama dalam Perang Pattimura, seperti Christina Martha Tiahahu yang merupakan putri dari Kapten Paulus Tiahahu, menunjukkan bahwa ..........
Perlawanan di Maluku murni didasari oleh perbedaan keyakinan agama
Perlawanan terhadap Belanda merupakan gerakan menyeluruh yang didorong oleh penderitaan akibat kolonialisme, melibatkan tokoh dari berbagai latar belakang suku dan agama lokal
Tokoh wanita hanya terlibat dalam logistik dan pasokan makanan
Perang Pattimura memiliki dimensi Jihad yang sama kuatnya dengan Perang Aceh
Rakyat Maluku hanya bersedia berperang jika dipimpin oleh seorang bangsawan.
Perang Banjar (1859–1863) yang dipimpin oleh Pangeran Antasari berlatar belakang kompleks, melibatkan isu suksesi Kesultanan dan intervensi Belanda. Karakteristik utama yang membedakan Perang Banjar dengan Perang Diponegoro adalah ........
Perang Banjar murni perang agama, sedangkan Diponegoro murni perang politik
Perang Banjar bertujuan utama mengusir Belanda dari Pulau Jawa
Perang Banjar dilatarbelakangi oleh monopoli perdagangan batu bara dan campur tangan Belanda dalam penentuan sultan, yang tidak terjadi di Perang Diponegoro
Pangeran Antasari berhasil mendirikan kerajaan baru setelah mengalahkan Belanda
Perang Banjar hanya terjadi di wilayah pesisir Kalimantan Selatan
Perlawanan kerajaan-kerajaan besar terhadap VOC, seperti Gowa (Sultan Hasanuddin) dan Mataram (Sultan Agung), sebagian besar didorong oleh penolakan terhadap monopoli dagang dan kedaulatan. Sementara itu, Perang Jawa (Pangeran Diponegoro) dan Perang Aceh melawan Pemerintah Kolonial Belanda didorong oleh...
Penolakan terhadap sistem kerja paksa (rodi) dan penghapusan cultuurstelsel (sistem tanam paksa).
Tuntutan untuk berintegrasi sepenuhnya dalam sistem perdagangan bebas global.
Campur tangan politik yang meluas (intervensi suksesi kerajaan) dan penguasaan teritorial penuh oleh Belanda.
Keinginan para bangsawan untuk mendirikan negara-negara federal yang bersekutu dengan Inggris.
Upaya untuk mendirikan organisasi pergerakan nasional.
