WorksheetsLatihan Pemahaman Materi PM
Total questions: 21
Worksheet time: 21mins
Prof Carol Dweck membagi Mindset menjadi 2 tipe yaitu Pola Pikir Tetap (PTT) dan Pola Pikir Bertumbuh (PPB). Perbedaan utama dari kedua tipe pola pikir adalah terkait dengan.
Cara berpikir pada saat bekerjasama dengan orang lain
Cara menghadapi orang yang bermasalah
Cara bereaksi pada saat meraih sukses
Cara bersikap pada saat berhadapan dengan tantangan dan kesulitan
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang .................... dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Memahami
Berkolaborasi
Memuliakan
Memanusiakan
Berikut merupakan latar belakang mengapa pembelajaran mendalam harus di implenematsikan dalam pendidikan di indonesia, kecuali..
Perubahan masa depan sulit diprediksi
Bonus Demografi 2035 dan Visi Indonesia 2045
Kompetensi masa depan
Sensus pendidikan yang timpang
Prinsif pembelajaran mendalam dengan memberikan pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan, adalah
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Mengaplikasikan
Proses pendidikan yang bertujuan untuk mengasah kepekaan batin, membentuk budi pekerti, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual, berfokus pada pengembangan aspek emosional, etika, dan spiritual peserta didik, sehingga mereka mampu memahami perasaan, memiliki empati, dan menjalankan kehidupan dengan berlandaskan kebenaran, kejujuran, dan kebajikan disebut....
Olah pikir
Olah hati
Olah rasa
Olah raga
Berikut yang tidak termasuk delapan dimensi profil lulusan..
Kewargaan
Kreativitas
Bekerja sama
Komunikasi
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain, merupakan definisi dari profil lulusan.....
Kemandirian
Kewargaan
Kreativitas
Kesehatan
Pembelajaran yang kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata, Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya, Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru, Keterkaitan dengan bidang ilmu lain, Pembelajar sepanjang hayat, merupakan salah satu penerapan prinsip pembelajaran mendalam yaitu...
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Mengaplikasikan
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan dalah pengertian dari pengelaman belajar pembelajaran mendalam yaitu ....
Memahami
Mengaplikasi
Merefleksi
Mencipta
Dalam pengalaman belajar memahami terdapat tiga pengetahuan yang harus diterapkan, dibawah ini manakah yang tidak terbasuk tiga pengetahun tersebut?..
Pengetahuan Esensial
Pengetahuan Aplikatif
Pengetahuan Nilai dan Karakter
Pengetahuan Konten
Memotivasi diri sendiri untuk terus belajar bagaimana cara belajar, Refleksi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran (evaluasi diri), Menerapkan strategi berpikir, Memiliki kemampuan metakognisi (meregulasi diri dalam pembelajaran), Meregulasi emosi dalam pembelajaran, merupakan karakteristik dari pengalaman belajar......
Memahami
Mengaplikasi
Merefleksi
Mencipta
Kerangka pembelajaran lingkungan belajar menekankan integrasi antara...
Ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar
Ruang fisik, ruang virtual, dan ruang murid
Ruang fisik, ruang guru, dan budaya belajar
Ruang GTK, ruang virtual, dan budaya belajar
Transformasi Peran Guru dalam Ekosistem PM merubah Peran Guru dalam menjadi 3, yaitu..
Aktivator
Kolaborator
Pengembang Budaya Belajar
Fasilitator
Guru memberikan kepercayaan dan peluang mengambil resiko (risk-taking) kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dan melibatkan peserta didik dalam mengembangkan pengalaman belajar, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung PM.
Aktivator
Kolaborator
Pengembang Budaya Belajar
Fasilitator
Tahapan proses penyusunan perencanaan pembelajaran secara mandiri yang benar adalah...
Menganalisis Capaian Pembelajaran - Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alurnya - Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen
Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alurnya - Menganalisis Capaian Pembelajaran - Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen
Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen - Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alurnya - Menganalisis Capaian Pembelajaran
Menyiapkan buku seumber - Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alurnya - Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen
Dibawah ini manakah yang tidak termasuk empat komponen minimum Perencanaan Pembelajaran Mendalam...
Identifikasi
Desain Pembelajaran
Asesmen
Pengalaman konstektual
Asesmen yang direncanakan untuk memantau perkembangan belajar murid, memberikan umpan balik untuk perbaikan kontinyu (baik dari guru ke murid, maupun dari murid ke guru), melalui beragam teknik, antara lain: observasi, refleksi, diskusi, kuis, atau jurnal pembelajaran adalah ...
Asesmen pada awal pembelajaran
Asesmen pada proses pembelajaran
Asesmen pada akhir pembelajaran
Asesmen pada akhir sumatif
Dalam inkuiri kolaboratif, semua peserta—guru, kepala sekolah, orang tua murid, murid, dan/atau mitra pendidikan lainnya—berpartisipasi secara setara tanpa hierarki, sehingga setiap suara dihargai sebagai kontribusi penting untuk meningkatkan praktik pembelajaran. Pendekatan ini menciptakan suasana terbuka dan inklusif yang mendorong setiap individu memberikan masukan berharga. Kolaborasi menjadi inti proses inkuiri, melibatkan kerjasama aktif dalam merancang pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan dan kemajuan murid. Guru bekerja dalam tim yang terorganisir dengan tujuan jelas mengembangkan dan memperbaiki prinsip dan pengalaman belajar murid agar adanya peningkatan kualitas pembelajaran secara bersama-sama. Kolaborasi ini harus dilakukan secara sengaja dan terarah, bukan sekadar pertemuan rutin tanpa fokus, agar proses inkuiri kolaboratif berjalan efektif dan berdampak positif bagi pembelajaran, hal tersebut merupakan prinsif Inkuiri Kolaboratif yaitu..
Berbasis Data dan Bukti
Kolaborasi yang Setara dan Bermakna
Budaya Profesional yang Terbuka dan Reflektif
Fokus pada Pembelajaran dan Hasil Murid
Berikut merupakan Nilai-Nilai dalam Melakukan Inkuiri Kolaboratif, kecuali..
Kepercayaan, Hormat, dan Memuliakan antar Anggota Tim
Keterbukaan dan Kejujuran dalam Berbagi Pengalaman dan Tantangan
Komitmen untuk Perbaikan Berkelanjutan
Identifikasi Semua Pihak
Siklus inkuiri kolaboratif merupakan proses berkelanjutan yang terdiri dari empat tahap utama yang saling berkesinambungan, yaitu Assess (Identifikasi), Design (Perancangan), Implementation (Pelaksanaan), dan Measure/Reflect/Change (Pengukuran Keberhasilan/Refleksi/Perbaikan). Siklus ini menjadi kerangka kerja untuk guru secara bersama-sama mengidentifikasi masalah pembelajaran, merancang solusi, melaksanakan rencana, serta melakukan evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus. Fase di mana guru dan tim kolaboratif secara bersama-sama menerapkan rencana tindakan yang telah disusun dalam proses inkuiri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pelaksanaan ini bukan hanya soal menjalankan rencana, tetapi juga melibatkan kerja sama, pemantauan, dan refleksi secara aktif antar anggota tim adalah...
Assess (Identifikasi)
Design (Perancangan)
Implementation (Pelaksanaan)
Measure/Reflect/Change (Pengukuran Keberhasilan/Refleksi/Perbaikan).
Dalam inkuiri kolaboratif, semua peserta—guru, kepala sekolah, orang tua murid, murid, dan/atau mitra pendidikan lainnya—berpartisipasi secara setara tanpa hierarki, sehingga setiap suara dihargai sebagai kontribusi penting untuk meningkatkan praktik pembelajaran. Pendekatan ini menciptakan suasana terbuka dan inklusif yang mendorong setiap individu memberikan masukan berharga. Kolaborasi menjadi inti proses inkuiri, melibatkan kerjasama aktif dalam merancang pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan dan kemajuan murid. Guru bekerja dalam tim yang terorganisir dengan tujuan jelas mengembangkan dan memperbaiki prinsip dan pengalaman belajar murid agar adanya peningkatan kualitas pembelajaran secara bersama-sama. Kolaborasi ini harus dilakukan secara sengaja dan terarah, bukan sekadar pertemuan rutin tanpa fokus, agar proses inkuiri kolaboratif berjalan efektif dan berdampak positif bagi pembelajaran, hal tersebut merupakan prinsif Inkuiri Kolaboratif yaitu..
Berbasis Data dan Bukti
Kolaborasi yang Setara dan Bermakna
Budaya Profesional yang Terbuka dan Reflektif
Fokus pada Pembelajaran dan Hasil Murid
