wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Psi Komunikasi Organisasi

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Seorang manajer menyampaikan perubahan prosedur melalui memo tertulis. Setelah beberapa minggu, pelaksanaan masih inkonsisten. Analisis penyebab paling mungkin berdasarkan unsur komunikasi dan solusi terbaiknya.

a)

Saluran; ganti ke rapat tatap muka

b)

Pengirim; ganti pengirim menjadi atasan yang lebih senior

c)

Pesan; perbaiki struktur dan gaya pesan agar lebih jelas

d)

Konteks waktu; ulangi pengumuman di waktu berbeda

2.

Dalam rapat lintas-departemen, anggota dari departemen teknis menggunakan jargon yang membuat tim pemasaran salah mengimplementasikan strategi. Tindakan yang paling efektif untuk mengurangi gangguan semantik adalah:

a)

Menerapkan struktur hirarki komunikasi

b)

Menetapkan field of experience bersama lewat sesi oriented knowledge

c)

Memaksa dokumentasi teknis tanpa diskusi

d)

Mengabaikan jargon karena cepat dipelajari

3.

Seorang bawahan ragu memberi umpan balik jujur kepada atasan karena budaya organisasi sangat hierarkis. Strategi manajerial yang paling sesuai untuk meningkatkan umpan balik adalah:

a)

Meningkatkan jumlah memo formal

b)

Menetapkan saluran informal saja

c)

Menciptakan saluran umpan balik anonim dan pelatihan pemberdayaan

d)

Mengurangi rapat agar bawahan lebih santai

4.

Menurut model transaksional, mengapa negosiasi proyek lebih kompleks daripada pemberitahuan prosedur?

a)

Karena melibatkan gangguan fisik lebih besar

b)

Karena komunikasi berlangsung simultan dan makna diciptakan bersama

c)

Karena hanya menggunakan saluran formal

d)

Karena tidak ada pengode ulang

5.

Seorang pengirim dengan kredibilitas rendah menyampaikan instruksi teknis. Efek utama pada proses decoding penerima adalah:

a)

Peningkatan noise fisik

b)

Penurunan perhatian dan pemrosesan pesan oleh penerima

c)

Perubahan konteks fisik

d)

Penghapusan kebutuhan umpan balik

6.

Anda diminta memilih saluran untuk pengumuman krisis mendesak yang membutuhkan kepastian pemahaman. Pilihan paling tepat:

a)

Email massal saja

b)

Face-to-face atau video conference diikuti ringkasan tertulis

c)

Buletin kantor di akhir pekan

d)

Saluran informal (grapevine)

7.

Seorang fasilitator ingin memastikan semua anggota tim mendapat kesempatan berbicara. Peran kelompok yang perlu diperkuat adalah:

a)

Initiator-Contributor

b)

Gatekeeper (Penjaga Gerbang)

c)

Blocker

d)

Recognition Seeker

8.

Dalam desain pesan formal, elemen mana yang paling menentukan kesesuaian saluran?

a)

Isi pesan, gaya, dan urgensi

b)

Waktu hari pengiriman

c)

Jumlah kata pengirim

d)

Jumlah penerima saja

9.

Jika organisasi mengalami banyak miskomunikasi karena perbedaan budaya internal antar divisi, langkah evaluatif paling tepat adalah:

a)

Mengganti seluruh staf divisi yang berbeda budaya

b)

Melakukan analisis konteks sosial-budaya dan menyelaraskan istilah/ritual komunikasi

c)

Menambah lapisan formalitas komunikasi

d)
  • Menghapus saluran informal

10.

Dalam model interaksional, konsep “field of experience” berimplikasi langsung pada:

a)

Pemilihan warna logo perusahaan

b)

Tingkat overlap pengalaman antara pengirim dan penerima yang memengaruhi pemahaman

c)

Jumlah rapat yang dilakukan

d)

Pengurangan noise fisik

11.

Seorang anggota tim sering mengganggu pertemuan dengan sikap negatif yang menolak semua usulan. Peran ini disebut dan dampak terbesarnya:

a)

Initiator; mempercepat ide

b)

Blocker; menurunkan produktivitas dan inovasi

c)

Encourager; meningkatkan moral

d)

Gatekeeper; membatasi pembicaraan

12.

Ketika pesan mengandung emosi kuat (marah/frustrasi) dari pengirim, gangguan psikologis yang mungkin timbul pada penerima adalah:

a)

Gangguan fisik saja

b)

Bias kognitif dan penyaringan persepsi negatif

c)

Noise semantik karena koneksi internet buruk

d)

Perubahan konteks waktu

13.

Seorang manajer ingin membangun identitas tim yang kuat. Kombinasi strategi komunikasi yang paling efektif:

a)

Membatasi jargon, menghapus ritual, menghindari cerita organisasi

b)

Mengembangkan jargon bersama, cerita (myth), ritual, dan simbol yang konsisten

c)

Mengandalkan hanya saluran formal dan memo

d)

Mengandalkan grapevine untuk menyebarkan identitas

14.

Dalam situasi proyek lintas-budaya, perbedaan decoding menyebabkan konflik. Intervensi berbasis model transaksional yang efektif adalah:

a)

Mengintensifkan satu arah komunikasi dari manajer

b)

Mendigloskan pesan ke dalam bahasa teknis

c)

Menyelenggarakan sesi bersama untuk menciptakan makna bersama (shared meaning)

d)

Mengurangi frekuensi komunikasi agar konflik mereda

15.

Seorang pengirim menyusun pesan panjang penuh detail teknis yang sebenarnya hanya relevan untuk sebagian kecil penerima. Kesalahan apa yang terjadi dan solusinya?

a)

Kesalahan saluran; gunakan grapevine

b)

Kesalahan penyaring persepsi; buat segmentasi penerima dan ringkasan sesuai kebutuhan

c)

Kesalahan konteks waktu; kirim di waktu berbeda

d)

Kesalahan umpan balik; hilangkan umpan balik

16.

Dalam evaluasi efektivitas komunikasi organisasi, indikator terbaik untuk menilai umpan balik berkualitas adalah:

a)

Frekuensi pesan yang dikirim

b)

Kedalaman klarifikasi, adanya koreksi, dan regulasi proses komunikasi selanjutnya

c)

Kecepatan pengiriman pesan

d)

Banyaknya saluran yang digunakan

17.

Seorang karyawan baru awalnya berperan sebagai Information Seeker. Setelah beberapa pertemuan ia mulai mengajukan ide dan mendorong rekan. Fenomena ini paling baik dijelaskan oleh konsep:

a)

Noise fisik

b)

Pembentukan identitas melalui interaksi dan peran yang berubah seiring waktu

c)

Gangguan organisasi

d)

Model linear komunikasi

18.

Bila tujuan komunikasi adalah mengubah sikap kelompok terhadap kebijakan baru, pendekatan yang paling sesuai:

a)

Hanya menyampaikan fakta teknis dalam memo

b)

Menggunakan komunikasi interpersonal, cerita organisasi, dan ritual yang mendukung perubahan

c)

Mengandalkan grapevine untuk menyebarkan rumor positif

d)

Melarang diskusi untuk menghindari resistensi

19.

Ketika pesan dikirim melalui email, tetapi banyak unsur non-verbal hilang sehingga terjadi salah tafsir, strategi korektif terbaik:

a)

Mengirim ulang email yang sama

b)

Menyelenggarakan pertemuan tatap muka untuk klarifikasi dan menambahkan ringkasan tertulis

c)

Menyalahkan penerima atas decoding yang buruk

d)

Mengubah bahasa menjadi lebih teknis

20.

Seorang pemimpin tim mengenali anggota yang cenderung menjadi “Recognition Seeker” dan mulai memberi mereka lebih banyak waktu bicara tanpa batas. Prediksi konsekuensi jangka pendek dan solusi manajerial:

a)

Tim menjadi lebih produktif; teruskan taktik

b)

Dominasi pembicaraan; terapkan gatekeeping dan aturan giliran bicara

c)

Semua anggota menjadi penghambat; pecat anggota tersebut

d)

Identitas tim runtuh seketika

21.

Dalam konteks komunikasi organisasi, apa alasan utama memilih saluran formal untuk kebijakan perusahaan?

a)

Agar pesan cepat menyebar lewat grapevine

b)

Agar pesan tercatat, memiliki legitimasi, dan sesuai hirarki organisasi

c)

Untuk mengurangi biaya komunikasi

d)
  • Untuk menyembunyikan informasi dari publik

22.

Seorang manajer melihat adanya distorsi cepat dari rumor yang bermula dari satu percakapan santai. Bagaimana menangani grapevine secara efektif?

a)

Mengabaikannya karena cepat lenyap

b)

Segera memberikan klarifikasi resmi dan gunakan saluran formal plus interaksi interpersonal untuk meredam distorsi

c)

Mencari pelaku dan menghukumnya

d)

Meningkatkan penggunaan jargon agar tidak dimengerti

23.

Jika organisasi ingin meningkatkan overlap field of experience antar departemen, intervensi paling praktis:

a)

Mengurangi jumlah komunikasi antar departemen

b)

Mengadakan cross-training, job-shadowing, dan sesi berbagi pengetahuan

c)

Menghapus saluran informal

d)

Memfokuskan komunikasi hanya pada level manajemen

24.

Seorang presenter mengabaikan struktur pesan sehingga audiens kebingungan. Unsur pesan yang paling perlu diperbaiki dan cara memperbaikinya:

a)

Non-verbal; pakai pakaian formal

b)

Struktur & Content; gunakan pembukaan tujuan, poin utama, dan ringkasan penutup

c)

Saluran; ganti ke email

d)

Konteks fisik; ubah ruangan

25.

Dalam menghadapi gangguan psikologis (mis. prasangka), teknik komunikasi yang paling efektif untuk meminimalkannya adalah:

a)

Menambah jumlah data teknis

b)

Meningkatkan interaksi interpersonal yang membangun kepercayaan dan empati

c)

Menghentikan komunikasi sama sekali

d)

Mengandalkan saluran tertulis

26.

Seorang anggota tim sering menjadi Harmonizer saat konflik. Analisis kapan peran ini bisa menjadi kontraproduktif dan tindakan korektif pemimpin:

a)

Kontraproduktif bila mengabaikan isu substantif; pemimpin harus menyeimbangkan peredaman konflik dengan penyelesaian masalah substantif

b)

Selalu kontraproduktif; singkirkan orang tersebut

c)

Membuat tim disiplin; beri perintah jangan harmonize

d)

Harmonis selalu baik; tidak perlu intervensi

27.

Dalam pengambilan keputusan kolektif yang kompleks, model komunikasi mana yang paling berguna untuk memahami dinamika dan mengapa:

a)

Linear; karena sederhana

b)

Interaksional; karena adanya umpan balik saja sudah cukup

c)

Transaksional; karena proses simultan dan penciptaan makna bersama

d)

Tidak ada model yang relevan

28.

Seorang penyusun kebijakan ingin memastikan pesan tidak salah tafsir oleh publik internal yang beragam. Strategi paling efektif:

a)

Gunakan satu bahasa teknis untuk semua

b)

Segmentasikan audiens, gunakan pesan yang disesuaikan, dan sertakan sesi tanya jawab

c)

Hanya gunakan saluran informal

d)

Submit kebijakan tanpa pengumuman

29.

Ketika konteks fisik rapat diganti dari ruang rapat formal ke kafe santai, efek yang paling mungkin terjadi pada komunikasi:

a)

Menurunkan kemampuan decoding

b)

Meningkatkan keterbukaan, menurunkan formalitas, dan mempengaruhi gaya bahasa

c)

Menghapus umpan balik

d)

Menambah gangguan semantik otomatis

30.

Dalam analisis penyebab kegagalan proyek karena miskomunikasi, tim menemukan bahwa pesan terkode buruk. Perbaikan jangka panjang terbaik:

a)

Menambah jumlah pesan yang dikirim

b)

Melatih kemampuan encoding di kalangan pemimpin dan menetapkan standar format pesan

c)

Mengganti semua saluran ke tatap muka

d)

Mengurangi jumlah karyawan

31.

Seorang anggota tim yang pasif (Withdrawer) tiba-tiba menjadi aktif saat sesi brainstorming karena lingkup tugas baru. Fenomena ini paling menggambarkan:

a)

Gangguan organisasi

b)

Perubahan identitas karena pergeseran peran dan konteks yang mendukung partisipasi

c)

Noise fisik yang hilang

d)

Efek linear communication

32.

Dalam memberikan umpan balik, mana unsur yang paling penting agar penerima tidak defensif dan perubahan perilaku lebih mungkin terjadi?

a)

Nada evaluatif dan publik

b)

Spesifik, berfokus pada perilaku, dan disertai dukungan serta kesempatan klarifikasi

c)

Umum dan abstrak

d)

Mengirimkan melalui grapevine

33.

Ketika organisasi ingin mempercepat koordinasi lintas-departemen, kebijakan mana yang memiliki dampak terbesar?

a)

Mengurangi komunikasi antar-departemen untuk efisiensi

b)

Membangun saluran formal terstruktur plus forum rutin interpersonal untuk membangun shared field of experience

c)

Mengandalkan rumor agar cepat bergerak

d)

Menetapkan lebih banyak aturan tanpa komunikasi

34.

Dalam kasus konflik antar anggota yang berasal dari perbedaan interpretasi pesan non-verbal, pendekatan diagnostik terbaik adalah:

a)

Mengabaikan non-verbal karena tidak ilmiah

b)

Mengumpulkan bukti komunikasi non-verbal, mengadakan debrief, dan melatih awareness non-verbal

c)

Menghapus semua pertemuan tatap muka

d)

Memindahkan kantor tanpa klarifikasi

35.

Saat menyusun pesan perubahan organisasi yang sensitif, urutan logis pembuatan pesan yang paling tepat:

a)

Pilih saluran, kemudian buat pesan, lalu tentukan tujuan

b)

Tentukan tujuan, kenali audiens dan konteks, susun struktur dan gaya pesan, pilih saluran, rencanakan umpan balik

c)

Hanya gunakan cerita tanpa struktur

d)

Biarkan tim memilih bahasa sendiri pada saat pengumuman

36.

Peran “Coordinator” dalam kelompok sebaiknya melakukan hal berikut kecuali:

a)

Menyatukan ide dan mengatur alur kerja

b)

Memastikan semua informasi tersebar dengan jelas

c)

Mengambil keputusan sendiri tanpa konsultasi

d)

Menjembatani perbedaan peran

37.

Dalam lingkungan kerja remote, gangguan fisik berupa koneksi buruk menyebabkan miskomunikasi. Solusi prosedural yang paling berkelanjutan:

a)

Berhenti menggunakan video conference sama sekali

b)

Standarisasi protokol komunikasi remote, rekam sesi, dan berikan ringkasan tertulis

c)

Hanya menggunakan saluran informal

d)

Mengharuskan karyawan datang ke kantor setiap hari

38.

Seorang manajer menyadari bahwa pesan motivasional yang terdengar bagus pada rapat tatap muka tidak efektif saat dikirim lewat email. Analisis penyebab dan rekomendasi:

a)

Penyebab: konteks waktu; Rekomendasi: kirim di waktu lain

b)

Penyebab: channel mismatch dan hilangnya non-verbal; Rekomendasi: kombinasikan video/presentasi interaktif dan ringkasan tertulis

c)

Penyebab: pengirim; Rekomendasi: ganti pengirim

d)

Penyebab: noise semantik; Rekomendasi: tambah jargon

39.

Ketika identitas kelompok diperkuat melalui ritual dan simbol, risiko yang perlu diwaspadai untuk menjaga keragaman internal adalah:

a)

Tidak ada risiko; identitas selalu baik

b)

Potensi eksklusi anggota baru dan homogenisasi pandangan; mitigasi: inklusifasi ritual dan komunikasi relasional

c)

Hanya meningkatkan produktivitas tanpa konsekuensi

d)

Menjadikan peran penghambat tidak mungkin muncul

40.

Dalam sesi evaluasi kinerja, atasan memberikan umpan balik yang terlalu teknis dan panjang sehingga karyawan bingung. Tindakan korektif segera dan jangka panjang adalah:

a)

Segera: berikan ringkasan fokus; Jangka panjang: latih kemampuan decoding karyawan dan kemampuan encoding atasan

b)

Segera: tambahkan lebih banyak data; Jangka panjang: kurangi rapat

c)

Segera: kirim ulang dokumen; Jangka panjang: ganti atasan

d)

Segera: hapus umpan balik; Jangka panjang: tidak perlu perubahan

41.

Seorang anggota tim sering menjadi Initiator-Contributor tapi jarang mendengarkan. Dampak terburuk yang mungkin timbul dan strategi mitigasinya:

a)

Dampak: tim menjadi lebih kreatif; Strategi: beri lebih banyak waktu untuk ide

b)

Dampak: ide tidak terealisasi karena kurang koordinasi; Strategi: tempatkan role sebagai Recorder/Coordinator secara bergiliran dan latih active listening

c)

Dampak: tidak ada pengaruh; Strategi: tidak perlu intervensi

d)

Dampak: tim kehilangan identitas; Strategi: hapus peran tersebut

42.

Untuk menilai apakah sebuah saluran elektronik miskin unsur non-verbal, indikator yang paling relevan:

a)

Jumlah lampu di ruangan pengirim

b)

Frekuensi miskomunikasi yang berkaitan dengan nada dan ekspresi, serta kebutuhan klarifikasi lanjutan

c)

Panjang email dalam kata

d)

Jumlah penerima CC

43.

Seorang fasilitator ingin mengurangi efek “Recognition Seeker”. Teknik moderasi pertemuan yang paling efektif:

a)

Mengizinkan semua interupsi demi kreativitas

b)

Memberlakukan aturan giliran bicara, penilaian berbasis kontribusi, dan peran Gatekeeper aktif

c)

Menghentikan partisipasi orang tersebut secara permanen

d)

Mengalihkannya ke peran penghambat lain

44.

Saat organisasi besar ingin menyebarkan perubahan budaya kerja yang membutuhkan partisipasi aktif, tahapan komunikasi yang paling logis:

a)

Pengumuman formal saja, lalu menunggu implementasi

b)

Kombinasi: analisis konteks, komunikasi interaktif (workshop), storytelling, ritual, dan saluran formal untuk regulasi

c)

Mengandalkan grapevine agar cepat menyebar

d)

Hanya training teknis tanpa storytelling

45.

Dalam konteks rapat virtual, seorang peserta terlihat sering menguap. Sebagai pengirim yang peka terhadap umpan balik implisit, tindakan terbaik:

a)

Mengabaikan karena bukan umpan balik eksplisit

b)

Menanyakan kondisi kelompok secara sopan dan menyesuaikan tempo atau format rapat

c)

Memarahi peserta tersebut setelah rapat

d)

Mengakhiri rapat lebih awal tanpa klarifikasi

46.

Seorang pengirim menulis pesan instruksi dengan gaya sangat formal sementara audiens adalah tim kreatif yang responsif terhadap gaya santai. Risiko dan solusi:

a)

Risiko: pesan tidak relevan; Solusi: ubah saluran

b)

Risiko: pesan kurang diterima; Solusi: adaptasi gaya pesan ke preferensi audiens sambil mempertahankan struktur

c)

Risiko: gangguan fisik meningkat; Solusi: kurangi kata

d)

Risiko: identitas tim berubah; Solusi: hapus gaya pesan

47.

Bila tujuan komunikasi adalah mencapai shared meaning antara dua departemen dengan sejarah konflik, metode paling langsung untuk membangun shared meaning:

a)

Mengirim memo panjang yang menjelaskan posisi masing-masing

b)

Fasilitasi dialog terstruktur, praktik kolaboratif, dan refleksi bersama sehingga makna dibangun bersama

c)

Memindahkan anggota tim ke kantor yang sama tanpa dialog

d)

Mengakhiri proyek bersama

48.

Dalam merancang intervensi untuk mengurangi organizational noise akibat hierarki kaku, langkah yang paling transformasional:

a)

Menambah lapisan formalitas dalam komunikasi

b)

Mengimplementasikan kebijakan open-door, pelatihan kepemimpinan yang empatik, dan kanal umpan balik terstruktur termasuk anonim

c)

Menghapus semua saluran informal

d)

Menetapkan sanksi bagi bawahan yang mengeluh

49.

Seorang anggota tim menyajikan data berbeda dari yang tercatat di notulen karena melakukan pengkodean berbeda. Untuk mencegah hal serupa, rekomendasi prosedural terbaik:

a)

Biarkan setiap orang mengkode sesuai preferensi

b)

Standarisasi format pesan dan istilah kunci serta gunakan peran Recorder yang diberi otoritas menyetujui notulen akhir

c)

Hapus peran Recorder karena rentan kesalahan

d)

Gunakan grapevine untuk konfirmasi

50.

Ketika pemimpin ingin mengukur efektivitas komunikasi perubahan, metrik kombinasi terbaik meliputi:

a)

Hanya jumlah pesan yang dikirim

b)

Kecepatan penyebaran rumor di grapevine

c)

Tingkat pemahaman (tes), frekuensi umpan balik bermakna, perubahan perilaku, dan indikator kinerja terkait tujuan perubahan

d)

Jumlah rapat yang diadakan