wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

HEHE 3.4

Total questions: 42

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Critical thinking menurut Moore & Parker (2004) adalah…

a)

Menilai kemampuan seseorang dalam menghafal informasi

b)

Menentukan apakah suatu klaim harus diterima, ditolak, atau ditunda secara hati-hati dan sistematis

c)

Proses menyusun teori baru berdasarkan penelitian

d)

Refleksi atas tindakan moral

e)

Penilaian cepat terhadap argumen tanpa bukti

2.

Ennis (1996) mendefinisikan critical thinking sebagai…

a)

Pengambilan keputusan spontan

b)

Berpikir logis tanpa refleksi

c)

Proses instingtif tanpa logika

d)

Proses berpikir masuk akal dan reflektif untuk memutuskan apa yang harus dipercaya atau dilakukan

e)

Hanya kemampuan kognitif tingkat tinggi

3.

Menurut Paul & Elder (2006), critical thinking adalah…

a)

Aktivitas menghafal informasi secara mendalam

b)

Proses intelektual disiplin untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber

c)

Kemampuan berbicara persuasif

d)

Penalaran berdasarkan intuisi

e)

Aktivitas emosional tanpa pertimbangan logis

4.

Menurut Schafersman (1991), berpikir kritis berarti…

a)

Berpikir berdasarkan opini orang lain

b)

Berpikir dengan benar berdasarkan pengetahuan yang relevan dan reliable

c)

Menggunakan intuisi dalam setiap keputusan

d)

Memutuskan tanpa bukti

e)

Menghindari proses refleksi

5.

Menurut John Dewey, berpikir kritis merupakan…

a)

Pertimbangan pasif

b)

Pertimbangan aktif dan hati-hati atas keyakinan untuk mendukung kesimpulan

c)

Proses imajinatif tanpa dasar ilmiah

d)

Reaksi cepat tanpa analisis

e)

Refleksi sosial

6.

Critical thinking menurut American Philosophical Association menekankan pada…

a)

Aktivitas otomatis dalam berpikir

b)

Pengambilan keputusan berdasarkan bukti, konsep, dan konteks yang jelas

c)

Penilaian moral

d)

Pendapat subjektif

e)

Persepsi umum masyarakat

7.

Perbedaan antara critical thinking dan clinical reasoning adalah…

a)

Critical thinking hanya untuk bidang hukum

b)

Critical thinking bersifat umum, sedangkan clinical reasoning khusus untuk konteks kedokteran

c)

Critical thinking fokus pada pasien

d)

Clinical reasoning tidak memerlukan analisis

e)

Clinical reasoning tidak terkait keputusan klinis

8.

Clinical reasoning menurut Kassirer (2010) adalah…

a)

Aktivitas non-kognitif dalam praktik

b)

Kegiatan mengajar mahasiswa kedokteran

c)

Strategi kognitif untuk menghasilkan, menguji, dan memverifikasi diagnosis serta menilai risiko dan manfaat terapi

d)

Diskusi kasus antar dokter

e)

Proses administrasi klinik

9.

Hubungan antara critical thinking dan clinical reasoning adalah…

a)

Critical thinking merupakan landasan bagi clinical reasoning

b)

Clinical reasoning terjadi tanpa critical thinking

c)

Critical thinking tidak diperlukan dalam diagnosis

d)

Clinical reasoning lebih sederhana dari critical thinking

e)

Critical thinking hanya untuk bidang non-klinis

10.

Metacognition berarti…

a)

Menghafal prosedur

b)

Berbicara tentang pengalaman klinis

c)

Berpikir tentang berpikir

d)

Mengingat informasi

e)

Membuat catatan observasi

11.

Salah satu ciri metakognisi yang baik adalah…

a)

Mengabaikan hasil analisis

b)

Tidak menyadari keterbatasan memori

c)

Mampu mengkritik diri sendiri secara realistis dan melakukan self-monitoring

d)

Hanya mengandalkan intuisi

e)

Tidak melakukan refleksi

12.

Komponen pertama dari keterampilan kognitif dalam berpikir kritis adalah…

a)

Evaluasi

b)

Eksplanasi

c)

Refleksi

d)

Interpretasi

e)

Inferensi

13.

Interpretasi dalam konteks critical thinking

4 lines
14.

Komponen pertama dari keterampilan kognitif dalam berpikir kritis adalah…

a)

Evaluasi

b)

Refleksi

c)

Eksplanasi

d)

Interpretasi

e)

Inferensi

15.

Interpretasi dalam konteks critical thinking berarti…

a)

Mengabaikan fakta yang bertentangan

b)

Mengartikan informasi atau data secara cepat dan akurat

c)

Mengulang pernyataan

d)

Menerjemahkan teks saja

e)

Mengubah hasil sesuai opini

16.

Contoh interpretasi klinis adalah…

a)

Menyusun daftar pustaka

b)

Menentukan topik penelitian

c)

Menulis kesimpulan jurnal

d)

Membaca literatur

e)

Menentukan apakah suhu tubuh 40°C termasuk normal atau tidak

17.

Analisis dalam critical thinking mencakup kemampuan untuk…

a)

Menghafal teks

b)

Menyimpulkan tanpa bukti

c)

Mendeteksi hubungan antara ide dan argumen

d)

Mengabaikan argumen

e)

Meniru jawaban ahli

18.

Evaluasi dalam konteks berpikir kritis berarti…

a)

Menghindari kesimpulan

b)

Menilai logika dan kebenaran pernyataan atau argumen

c)

Mengingat kata kunci

d)

Menerima semua informasi

e)

Mengulang data

19.

Inferensi berkaitan dengan kemampuan untuk…

a)

Mengulang hasil pemeriksaan

b)

Mengidentifikasi elemen yang dibutuhkan untuk menyusun kesimpulan yang logis

c)

Membaca ulang hasil penelitian

d)

Menolak semua hipotesis

e)

Mengabaikan data

20.

Dalam konteks diagnosis, inferensi digunakan untuk…

a)

Menyusun laporan administratif

b)

Menyimpan data pasien

c)

Menghafal daftar penyakit

d)

Menentukan jadwal kuliah

e)

Menyusun hipotesis dan mempertimbangkan bukti klinis sebelum mengambil keputusan

21.

Explanation dalam berpikir kritis berarti…

a)

Menganalisis data laboratorium

b)

Menjelaskan alasan dan dasar keputusan yang diambil

c)

Membaca teori

d)

Menuliskan ulang hasil penelitian

e)

Menghindari diskusi

22.

Dalam konteks klinis, contoh explanation adalah…

a)

Menghafal patofisiologi

b)

Menulis data laboratorium

c)

Menjelaskan kepada pasien mengapa terapi tertentu diberikan

d)

Membaca hasil radiologi

e)

Menyebutkan nama penyakit

23.

Self-regulation atau refleksi adalah kemampuan untuk…

a)

Mengandalkan intuisi

b)

Mengulang data tanpa analisis

c)

Mengevaluasi kembali seluruh proses berpikir dan memperbaikinya

d)

Menilai orang lain

e)

Mengabaikan kesalahan

24.

Clinical reasoning menurut Groves dkk (2002) mencakup…

a)

Mengumpulkan data administratif

b)

Sintesis informasi dari anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk diagnosis dan tatalaksana

c)

Menganalisis literatur

d)

Menentukan jadwal pasien

e)

Menghafal hasil pemeriksaan

25.

Menurut Higgs & Jones (2000), clinical reasoning adalah…

a)

Pola berpikir untuk menempuh tindakan bijaksana berdasarkan konteks

b)

Proses mekanik dalam pengambilan keputusan

c)

Pemikiran tanpa dasar ilmiah

d)

Aktivitas administratif

e)

Keputusan acak

26.

Dalam proses clinical reasoning, mode analitik lebih sering digunakan oleh…

a)

Dokter pemula

b)

Dokter senior

c)

Dokter ahli

d)

Pasien

e)

Perawat

27.

Forward reasoning cocok digunakan oleh…

a)

Dokter ahli untuk kasus sederhana

b)

Mahasiswa baru untuk kasus kompleks

c)

Dokter pemula dengan sedikit data

d)

Semua orang tanpa pengalaman

e)

Dosen pada diskusi teori

28.

Backward reasoning atau hypothetico-deductive reasoning cocok digunakan untuk…

a)

Pembelajaran klinik oleh pemula

b)

Kasus sederhana oleh ahli

c)

Pengambilan keputusan cepat tanpa hipotesis

d)

Penelitian laboratorium

e)

Menentukan diagnosis tanpa data

29.

Dalam backward reasoning, proses utama yang dilakukan adalah…

a)

Menghafal diagnosis

b)

Mengabaikan gejala minor

c)

Membuat hipotesis dan mengujinya dengan data yang dikumpulkan

d)

Menarik kesimpulan langsung tanpa data

e)

Menggunakan intuisi semata

30.

Illness script reasoning lebih sering digunakan oleh…

a)

Dokter ahli dengan pengalaman banyak

b)

Mahasiswa awal

c)

Pasien

d)

Dokter umum pemula

e)

Perawat

31.

Ciri illness script reasoning adalah…

a)

Menghindari pola pikir reflektif

b)

Mengenali pola kasus yang mirip dengan pengalaman sebelumnya

c)

Membuat hipotesis baru dari nol

d)

Melakukan eksperimen laboratorium

e)

Mengumpulkan data tanpa analisis

32.

Scheme-inductive reasoning digunakan untuk…

a)

Pasien sehat

b)

Kasus tunggal tanpa variabel

c)

Kasus kompleks dengan banyak komplikasi

d)

Diagnosis cepat

e)

Studi literatur

33.

Scheme-inductive reasoning kurang cocok untuk…

a)

Dokter ahli

b)

Diskusi kelompok

c)

Pemula

d)

Analisis teori

e)

Kasus dengan banyak data

34.

Dalam clinical reasoning, pengumpulan data berdasarkan hipotesis disebut…

a)

Observation recall

b)

Random data analysis

c)

Guesswork

d)

Data memorization

e)

Hypothesis-driven data collection

35.

Komponen utama dalam pengumpulan data klinik berbasis hipotesis adalah…

a)

Data demografis

b)

Anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang

c)

Dokumentasi administratif

d)

Studi literatur

e)

Laporan laboratorium saja

36.

Langkah awal dalam membentuk differential diagnosis adalah…

a)

Menghindari pemeriksaan fisik

b)

Menyusun hipotesis awal berdasarkan gejala utama pasien

c)

Membaca literatur acak

d)

Menentukan terapi

e)

Menghafal daftar penyakit

37.

Mode berpikir intuitif lebih sering digunakan oleh…

a)

Mahasiswa awal

b)

Dokter berpengalaman

c)

Pasien

d)

Administrator

e)

Peneliti laboratorium

38.

Salah satu keterampilan dalam critical thinking yang berperan penting dalam clinical reasoning adalah…

a)

Membaca data pasien

b)

Analisis hubungan antar tanda dan gejala

c)

Mengingat teori

d)

Menulis laporan

e)

Menghafal diagnosis

39.

Evaluasi dalam konteks clinical reasoning berfungsi untuk…

a)

Membuat jadwal pemeriksaan

b)

Menilai apakah data sudah cukup untuk menegakkan diagnosis

c)

Menulis laporan administratif

d)

Menentukan jumlah pasien

e)

Mengumpulkan literatur

40.

Inferensi pada clinical reasoning digunakan untuk…

a)

Membaca catatan medis

b)

Menetapkan diagnosis dan menentukan terapi yang sesuai

c)

Menganalisis struktur rumah sakit

d)

Mengumpulkan data demografi

e)

Menyusun laporan etika

41.

Explanation dalam clinical reasoning berarti…

a)

Menghindari pertanyaan klinis

b)

Menjelaskan alasan diagnosis dan terapi kepada pasien atau dosen

c)

Membacakan diagnosis tanpa bukti

d)

Menulis laporan keuangan

e)

Mengutip teori tanpa penerapan

42.

Refleksi dalam clinical reasoning berarti…

a)

Melakukan introspeksi terhadap langkah-langkah berpikir yang telah dilakukan

b)

Menolak kritik

c)

Mengulang pemeriksaan fisik

d)

Menghapus data

e)

Mengganti hipotesis tanpa alasan