WorksheetsVIRUS
Total questions: 9
Worksheet time: 46mins
Pada tahun 2024, disuatu desa yang berkecamatan Krejengan , Kabupaten Probolinggo terserang Tobacco Yellow Leaf Curl Virus ( TYLCV). Virus ini mengakibatkan tanaman yang ada pada desa tersebut menjadi mengerut dan mengecil. Setelah ditelusuri lebih dalam, virus ini ternyata secara khusus menginfeksi tanaman dan sebelumnya pernah terjadi di Iran tahun 2023, yang mengakibatkan tanaman tomat di rumah kaca wilayah tersebut mengalami kerusakan parah pada tanaman dan mengakibatkan potensi kehilangan hasil hingga 100%. Gejala nya mulai dari daun mengering, pertumbuhan terhambat dan buah yang cacat. Beberapa peneliti dari Universitas Lorestan menduga, bahwa virus ini tampaknya ditularkan oleh kutu putih (Bemisia tabaci), serangga kecil yang mampu menghisap cairan tanaman dan menyebarkan virus dari satu tanaman ke tanaman yang lainnya.
Sumber: Montasser, M. S., Al-Own, F. D., Haneif, A. M., & Afzal, M. (2012). Effect of Tomato yellow leaf curl bigeminivirus (TYLCV) infection on tomato cell ultrastructure and physiology. Canadian Journal of Plant Pathology, 34(1), 114–125.
Berdasarkan bacaan berikut, manakah langkah yang paling dibutuhkan pada tanaman untuk mengurangi penyebaran TYLCV di lahan pertanian?
Menyemprotkan pupuk nitrogen secara rutin dengan proses berkala dan pemberian pupuk dengan konsisten
Mengisolasi tanaman yang sudah berbuah, serta mengembangkan bibitnya agar tidak mengulangi hal yang sama
Mengendalikan populasi kutu putih dengan metode terpadu
Memberi tanaman air lebih banyak agar virus larut dan tanaman dapat dimanfaatkan kembali
Melakukan pemberishan pada seluruh tanaman, terutama membunuh seragga seperti kepik atau parasitoid
Berdasarkan bacaan tersebut, manakah simpulan yang paling tepat mengenai ciri-ciri virus pada tumbuhan?
Virus memiliki organel yang sangat sederhana ketika aktif saat kondisi berada di luar sel
Virus hanya dapat berkembang biak pada jaringan tanaman yang akan mati serta menjadikannya tanaman untuk bermutasi
Virus memiliki metabolisme sendirinya terhadap suatu sel, akan tetapi tak dapat membentuk Jaringan untuk berkembang biak
Virus tidak memiliki struktur sel dan hanya bergantung pada sel inang nya untuk bereplikasi
Virus hanya mampu menyerang tanaman yang sesuai dengan lingkungan yang mendukung, serta memiliki kloroplas aktif
Virus rabies (lyssavirus) biasanya menyerang sistem saraf pusat pada hewan. Umumnya, virus ini menyebar melalui hewan mamalia dan penularannya terjadi melalui air liur dari gigitan atau cakaran hewan yang telah terinfeksi. Bagaimana virus ini mencapai ke otak?
Melalui darah, dialirkan meuju arteri kemudian dari aliran darah tersebut langsung ke otak
Menginfeksi sel-sel kulit, mengakibatkan kulit mengalami kehitaman bahkan sampai menyebar keseluruh tubuh hingga akhirnya ke otak
Tidak langsung masuk ke aliran darah, dan menyusup ke sistem saraf pusat dengan masa inkubasi yang cukup lama tergantung lokasi gigitan
Menggunakan sistem limfatik untuk mencapai sumsum tulang belakang, dan langsung memberhentikan produksi sistem imunitas
Dengan membunuh sistem imunitas yang ada di aliran darah, serta virus ini terus menerus bermutasi dan bereplikasi sampai 3x lipat agar dapat mencapai ke otak
Pandemi influenza pertama yang tercatat terjadi pada tahun 1580, virus influenza awalnya ada dalam populasi hewan, terutama unggas dan babi. Sampai pada akhirnya, virus ini bisa berpindah dari hewan ke manusia melalui mutasi genetik. Apabila virus ini menyerang manusia, gejalanya sangat beragam, mulai dari demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Pada anak-anak, bisa juga disertai muntah dan diare. Setelah mengetahui hal berikut, mengapa virus influenza pada unggas dapat menjadi ancaman berat bagi manusia?
Karena virus ini akan menyerang kelenjar sinus pada tubuh manusia, yang perlahan menjalar sampai mulai menggerogoti nefron yang ada di otak
Karena virus pada unggas ini tidak memiliki RNA, hal ini mengakibatkan virus jadi mudah dikendalikan, namun akan meninggalkan jejak seumur hidup
Karena virus ini hanya menyerang sistem pencernaan manusia, yang mengakibatkan manusia tersebut kelelahan karena kurangnya asupan gizi
Karena virus unggas memiliki kaspid yang mengakibatkan antibiotik menjadi immune/kebal terhadap antibiotik
Karena virus ini dapat dengan mudah bermutasi dan melakukan rekombinasi genetik antrar spesiesnya
virus HIV (HIV) adalah virus imunodefisiensi simian (SIV) yang ditemukan pada simpanse di Afrika Barat dan Tengah. Virus ini diyakini menyebar ke manusia setelah mereka kontak dengan darah simpanse yang terinfeksi, kemungkinan besar saat berburu atau memakan dagingnya. Peristiwa ini diyakini terjadi sekitar tahun 1920-an di Léopoldville (sekarang Kinshasa) di Republik Demokratik Kongo, yang menjadi titik awal pandemi HIV saat ini. Mengapa sampai sekarang virus HIV, belum dapat disembuhkan secara total?
Menginfeksi neuron dan sel saraf, terutama pada gejala awal yang perlahan mengakibatkan kelumpuhan otot sampai seumur hidup jika tidak segera ditangani
Karena virus HIV ini menginfeksi limfosit T helper (sel yang memberi respon sistem imun) dan melemahkan respon imunitas tubuh
Karena menginfeksi sel darah merah dan mengentikan produksi hemoglobin yang bahkan pada kondisi tertentu akan mengalami pembekuan darah (arteriosklerosis)
Karena virus HIV ini seringkali tidak menunjukkan gejala awal, yang menyebabkan perlahan menyerang sistem pernafasan sampai mengakibatkan pneumonia pada paru-paru
Karena virus HIV mengaktifkan sel B untuk memproduksi antibodi dalam jumlah besar, agar virus HIV dapat beradaptasi dan bekerja sama dengan sel B
Virus selalu dikenal akan sifatnya yang parasit obligat intraseluler. Artinya, virus adalah parasit yang sangat bergantung pada sel inang yang hidup untuk berkembang biak. Tanpa sel inang, virus tidak dapat bermutasi, mereplikasi diri dan hanya dianggap sebagai partikel genetik yang tidak aktif. Sama halnnya seperti COVID-19 yang sebelumnya pernah menjadi ancaman serius bagi masyarakat, karena COVID-19 ini terus menerus bermutasi, mulai dari Varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, Omicron dan lainnya. Bahkan, masih banyak lagi sub-variannya. Jika COVID-19 terus menerus memberikan dampak negatif, bagaimana pemerhatian manusia untuk membantu menangani virus tersebut?
Mengkonsumsi vitamin dan antibiotik secara rutin agar sistem kekebelan tubuh dapat bertahan serta dapat membiasakan diri melawan patogen
Menghindari semua interaksi sosial, penggunaan masker dan menutup seluruh akses digital agar mencegah informasi palsu
Meningkatkan pengawasan genom pada virus, memperbarui vaksin, dan memperkuat sistem kesehatan masyarakat
Menerapkan protokol kesehatan ketat, mulai dari menghindari orang-orang bahkan penggunaan obat agar sel dalam tubuh tidak lagi dapat dijadikan inang oleh virus
Memilih untuk mengurangi aktivitas diluar rumah hanya pada saat pandemi mulai, lalu kembali normal tanpa persiapan ketika varian baru muncul
Bacalah pernyataan berikut ini:
1. Vaksin COVID-19 dan vaksin influenza keduanya dirancang untuk merangsang respons kekebalan tubuh terhadap virus pernapasan.
2. Karena virus COVID-19 bermutasi lebih lambat dibandingkan virus influenza, vaksin COVID-19 tidak perlu diperbarui sesering vaksin influenza.
3. Beberapa jenis vaksin COVID-19 menggunakan teknologi mRNA, sementara sebagian besar vaksin influenza yang umum menggunakan virus yang dimatikan atau dilemahkan.
4. Meskipun dapat diberikan secara bersamaan, vaksin COVID-19 tidak memberikan perlindungan terhadap virus influenza, dan sebaliknya, karena keduanya menargetkan virus yang berbeda.
5. Vaksin kombinasi COVID-19 dan influenza kini sedang dalam tahap pengembangan dan uji coba untuk melindungi dari kedua virus dalam satu suntikan.
Pernyataan yang BENAR mengenai kesamaan dan perbedaan vaksin COVID-19 dan vaksin influenza adalah?
1,2, dan 3
1,3, dan 4
2, 3, dan 5
1, 4, dan 5
3, 4, dan 5
Terapi fag menjadi salah satu kemajuan teknologi digital dan modern memainkan peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, teknologi terapi ini biasanya dikenal sebagai alternatif dari antibiotik atau sebagai pelengkap antibiotik, terutama bagi kasus infeksi yang sulit untuk diobati. Pemanfaatan terapi fag ini selalu menggunakan bakteriofag, apa peran bakteriofag tersebut dalam pengobatan?
Bakteriofag dapat membunuh bakteri secara spesifik tanpa merusak mikrobiota pada tubuh
Bakteriofag dapat memperkuat dan memfokuskan dinding sel pada bakteri beserta dirinya sendiri
Bakteriofag dapat meningkatkan resistensi sistem kekebalan tubuh dan resistensi bakteri terhadap antibiotik
Bakteriofag hanya mampu menyerang virus sampai ke target yang dituju, bukan bakteri
Bakteriofag dapat mengubah DNA dan RNA pada manusia agar tahan terhadap virus dan menyerang sel kanker
Interferon dan vaksin, keduanya sama-sama mampu melawan virus, memanfaatkan respon kekebalan tubuh, keterkaitan dalam respon imunitas, dan umum digunakan dalam aplikasi medis. Pada dasarnya, interferon dan vaksin sama-sama digunakan untuk melawan virus dengan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh. Peredaan urama antara keduanya adalah vaksin dapat merangsang kekebalan adaptif, sedangkan interferon merupakan bagian dari kekebalan bawaan. Berdasarkan hal tersebut, manakah pernyataan berikut yang paling tepat mengenai peran iterferon dan vaksin dalam melawan infeksi virus?
Interferon dan vaksin sama-sama hanya untuk merangsang sistem kekebalan adaptif untuk memberikan perlindungan jangka panjang
Interferon merupakan molekul yang dihasilkan tubuh untuk melindungi sel sehat, sedangkan vaksin merangsang pembentukan antibodi spesifik virus
Vaksin hanya digunakan setelah terinfeksi virus, sedangkan interferon digunakan sebelum infeksi terjadi
Vaksin membantu pembentukan antibodi pada tubuh, sedangkan interferon memanfaatkan sistem imunitas bawaan seperti sel B dan sel T sebagai pembantu vaksin
Penggunaan interferon dan vaksin secara bersamaan dapat mengurangi efektivitas keduanya karena saling meniadakan respon imun yang dihasilkan, terutama sifatnya bertolak belakang
Terapi gen dikenal sebagai teknologi yang menggunakan materi genetik (DNA atau RNA) untuk mengobati atau mencegah penyakit dengan cara memodifikasi, menambah, menghapus, atau mengoreksi gen yang rusak. terapi gen dapat digunakan untuk mengatasi infeksi virus seperti HIV, karena terapi ini bisa menghambat replikasi virus. Virus tertentu juga digunakan sebagai 'vektor' (pembawa) untuk mengirimkan gen yang dibutuhkan ke dalam sel target. Berdasarkan gambar dibawah, manakah gambar terkait teknologi terapi gen yang sesuai?
