wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Penentuan Tetapan Fisika kimor

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Titik didih adalah suhu larutan di mana terjadi kondisi spesifik. Kondisi apakah itu?

a)

Suhu fasa padat sama dengan fasa cair.

b)

Tekanan uap zat cair sama dengan tekanan luarnya.

c)

Semua gelembung udara telah hilang dari larutan.

d)

Zat sudah mulai mengalami dekomposisi.

2.

Definisi Titik Leleh yang tepat berdasarkan teks praktikum adalah:

a)

Suhu di mana zat padat mulai menyublim.

b)

Suhu di mana terjadi keseimbangan antara fasa padat dengan fasa cair.

c)

Suhu tertinggi yang dicapai zat sebelum menjadi uap.

d)

Suhu di mana tekanan uap zat padat sama dengan tekanan luarnya.

3.

Densitas dari senyawa organik dapat ditentukan dengan menggunakan dua alat utama, yaitu:

a)

Statif dan klem.

b)

Lumpang dan stamfer.

c)

Piknometer atau alat Densitometer.

d)

Pipa kapiler dan Beaker gelas.

4.

Tujuan utama dari Percobaan I, "Penentuan Tetapan Fisika Senyawa Organik" adalah agar mahasiswa mampu menentukan:

a)

Komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik.

b)

Titik didih, titik leleh, dan densitas dari senyawa organik.

c)

Derajat Polimerisme dan berat molekul senyawa.

d)

Tekanan uap dan volume molar senyawa.

5.

Senyawa organik tersusun utamanya oleh atom Hidrogen dan Karbon, namun juga dapat dibangun dari unsur lain seperti:

a)

Besi, Tembaga, dan Emas.

b)

Litium, Natrium, dan Kalium.

c)

Belerang, Fosfor, Halogen, Nitrogen, atau Oksigen.

d)

Silikon dan Boron.

6.

Alat yang digunakan untuk menghaluskan sampel padat seperti Asam benzoat atau Naftalen sebelum dimasukkan ke dalam pipa kapiler adalah:

a)

Beaker gelas.

b)

Kawat kasa.

c)

Lumpang dan stamfer.

d)

Statif dan klem.

7.

Berikut adalah bahan-bahan yang termasuk dalam sampel senyawa cair yang akan diuji dalam percobaan, kecuali:

a)

Etanol p.a..

b)

Minyak kelapa.

c)

Asam benzoat.

d)

Minyak kayu putih.

8.

Cairan yang digunakan sebagai medium pemanas di dalam beaker gelas pada prosedur penentuan Titik Leleh adalah:

a)

Aquadest.

b)

Etanol p.a.

c)

Minyak kelapa.

d)

Minyak kayu putih.

9.

Peralatan yang digunakan untuk mengukur suhu selama penentuan titik didih adalah:

a)

Piknometer 10 ml.

b)

Termometer 100°C

c)

Densitometer digital.

d)

Pipa kapiler.

10.

Dalam prosedur penentuan Titik Didih, instruksi penting terkait penempatan termometer dalam larutan adalah:

a)

Termometer harus menyentuh dasar gelas agar mendapatkan suhu maksimal.

b)

Termometer dimasukkan ke dalam larutan tetapi jangan menyentuh dinding dan dasar gelas.

c)

Termometer diletakkan di luar gelas untuk menghindari kontaminasi.

d)

Termometer harus diikatkan pada dinding gelas.

11.

Sampel padat (Asam benzoat/Asam salisilat/Naftalena) dimasukkan ke dalam pipa kapiler yang salah satu ujungnya telah dibakar hingga berapa bagian?

a)

1/2 bagian.

b)

1/3 bagian.

c)

2/3 bagian.

d)

Penuh sampai ujung.

12.

Data suhu apa saja yang dicatat selama penentuan Titik Leleh?

a)

Suhu saat pemanasan dimulai dan suhu saat pemanasan dihentikan.

b)

Suhu awal melebur dan suhu akhir melebur.

c)

Suhu konstan yang dicapai saat melebur.

d)

Suhu saat pipa kapiler dimasukkan dan suhu saat termometer diangkat.

13.

Setelah mencatat suhu saat mendidih, apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh mahasiswa dalam prosedur Penentuan Titik Didih?

a)

Melanjutkan ke prosedur Titik Leleh.

b)

Dicatat suhu saat mendidih (dibandingkan dengan data literatur).

c)

Melakukan pengulangan pemanasan sebanyak tiga kali.

d)

Menghitung densitas larutan.

14.

Langkah pertama yang krusial dalam prosedur penentuan densitas menggunakan Piknometer adalah:

a)

Langsung menimbang piknometer berisi sampel.

b)

Memasukkan zat sampel ke dalam piknometer hingga penuh.

c)

Dibersihkan terlebih dahulu piknometer, kemudian dikeringkan bagian luar dan dalam piknometer.

d)

Melakukan 3 kali pengulangan.

15.

Saat mengisi zat sampel ke dalam piknometer, hal penting yang harus dipastikan untuk menghindari kesalahan pengukuran adalah:

a)

Zat sampel harus didinginkan hingga 0^{\circ}C.

b)

Volume zat sampel harus tepat 10 ml.

c)

Dipastikan tidak ada gelembung udara di dalam piknometer.

d)

Zat sampel tidak boleh menyentuh tutup piknometer.

16.

Berapa kali pengulangan penimbangan piknometer berisi sampel disarankan untuk dilakukan dalam prosedur Penentuan Densitas dengan Piknometer?

a)

1 kali.

b)

2 kali.

c)

3 kali.

d)

4 kali.

17.

Setelah menimbang piknometer berisi sampel, langkah selanjutnya yang harus dilakukan sebelum menghitung densitas adalah:

a)

Membandingkan dengan densitometer.

b)

Mencatat semua data penimbangan kemudian hitunglah bobot zat yang ditimbang.

c)

Memanaskan zat sampel hingga mendidih.

d)

Mengencerkan zat sampel dengan Aquadest.

18.

Bagaimana cara penentuan densitas dengan Densitometer Digital dilakukan?

a)

Dengan metode penimbangan seperti piknometer.

b)

Secara tutorial dan demonstrasi.

c)

Dengan mencampur sampel padat dan cair.

d)

Dengan membandingkan hasil titik leleh.

19.

Pada prosedur penentuan Titik Leleh, yang diikat pada termometer adalah:

a)

Hanya satu ujung pipa kapiler.

b)

Kedua ujung pipa kapiler.

c)

Bagian tengah pipa kapiler.

d)

Hanya tutup pipa kapiler.

20.

Setelah titik leleh ditentukan (TL), apa langkah akhir yang diminta dalam prosedur ini?

a)

Membuang sampel yang telah melebur.

b)

Mencari data densitas sampel.

c)

Dibandingkan dengan data literatur.

d)

Menghitung bobot zat yang ditimbang.