Font size
WorksheetsSoal Pilihan Ganda Manajemen Sumber Daya Manusia Syariah
Total questions: 50
Worksheet time: 28mins
Manajemen Sumber Daya Manusia Syariah adalah sistem pengelolaan sumber daya manusia yang berlandaskan pada:
Nilai-nilai kapitalisme
Prinsip ekonomi modern
Nilai-nilai Islam dan syariah
Kebijakan perusahaan global
Tujuan utama MSDM Syariah adalah:
Memaksimalkan keuntungan perusahaan
Menjaga efisiensi tenaga kerja
Meningkatkan ketaatan dan kesejahteraan berdasarkan nilai Islam
Mengurangi biaya operasional
Ruang lingkup MSDM Syariah meliputi hal-hal berikut, kecuali:
Rekrutmen dan seleksi
Penggajian dan kompensasi
Spekulasi pasar modal
Pengembangan dan pelatihan
Landasan hukum utama MSDM Syariah adalah:
KUHP
UUD 1945
Al-Qur'an dan Hadis
Undang-undang Ketenagakerjaan
Fungsi utama MSDM Syariah ialah:
Meningkatkan produktivitas tanpa memperhatikan etika
Mengelola manusia sebagai amanah
Memanipulasi data karyawan
Mengutamakan keuntungan pribadi
Dalam MSDM Syariah, manusia dianggap sebagai:
Faktor produksi
Aset dan amanah Allah
Mesin kerja
Objek ekonomi
Tujuan MSDM Syariah dalam organisasi adalah:
Mengembangkan SDM yang kompetitif secara global
Menyelaraskan tujuan perusahaan dan tujuan spiritual
Meningkatkan persaingan antar karyawan
Menekan biaya pelatihan
Prinsip utama dalam MSDM Syariah adalah keseimbangan antara:
Dunia dan akhirat
Produksi dan konsumsi
Dalam Islam, pekerjaan dianggap sebagai:
Sarana ibadah
Sumber kesenangan dunia
Beban hidup
Aktivitas ekonomi semata
MSDM Syariah menghindari praktik:
Keadilan
Amanah
Eksploitasi tenaga kerja
Ihsan
Prinsip keadilan dalam MSDM Syariah berarti:
Memberi lebih kepada yang disukai
Menempatkan sesuatu pada tempatnya
Membedakan-beda karyawan
Memberi upah sesuka hati
Amanah berarti:
Ketulusan dalam bekerja tanpa pengawasan
Ketaatan pada pimpinan saja
Disiplin waktu
Kepatuhan administratif
Ihsan dalam konteks kerja berarti:
Bekerja dengan niat ibadah dan kualitas terbaik
Bekerja sekadarnya
Menghindari pekerjaan berat
Bekerja hanya demi gaji
Contoh penerapan keadilan adalah:
Memberi bonus hanya kepada teman dekat
Menilai kinerja secara objektif
Menerapkan sistem nepotisme
Memihak kepada keluarga
Amanah dalam kepemimpinan berarti:
Menggunakan jabatan untuk keuntungan pribadi
Menyalahgunakan wewenang
Melaksanakan tanggung jawab dengan integritas
Mengutamakan kepentingan kelompok
Ihsan tercermin dalam perilaku:
Melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab
Melakukan pekerjaan dengan asal
Menghindari tanggung jawab
Menunda pekerjaan
Dalam Islam, keadilan harus ditegakkan meskipun terhadap:
Orang yang kaya
Musuh sekalipun
Atasan
Sahabat dekat
Karyawan yang amanah akan:
Mencuri waktu kerja
Menjaga rahasia perusahaan
Mengabaikan tugas
Menunda laporan
Prinsip ihsan menuntut seseorang untuk bekerja:
Dengan niat ibadah
Demi popularitas
Demi jabatan
Demi kekayaan
Ketiga prinsip keadilan, amanah, dan ihsan berfungsi untuk:
Meningkatkan nilai spiritual dalam pekerjaan
Mengurangi efisiensi
Menambah konflik
Menurunkan kinerja
MSDM konvensional berorientasi pada:
Keuntungan materi
Nilai spiritual
Kemashalatan umat
Amanah kerja
MSDM Syariah menilai karyawan berdasarkan:
Kinerja dan niat ibadah
Kekayaan
Koneksi sosial
Penampilan fisik
Dalam sistem konvensional, penghargaan diberikan berdasarkan:
Hasil semata
Proses dan niat
Keadilan dan amanah
MSDM Syariah menolak praktik:
Riba, korupsi, dan diskriminasi
Shalat berjamaah
Transparansi
Amanah
Dasar motivasi kerja dalam Islam adalah:
Gaji tinggi
Ridha Allah SWT
Tekanan atasan
Bonus tahunan
MSDM Syariah lebih menekankan pada:
Etika dan akhlak kerja
Produktivitas saja
Efisiensi biaya
Penilaian kinerja material
Dalam MSDM konvensional, manusia dianggap sebagai:
Aset spiritual
Faktor ekonomi
Khalifah di bumi
Amanah
Sistem kompensasi dalam MSDM Syariah didasarkan pada:
Keadilan dan kejujuran
Persaingan bebas
Negosiasi licik
Keuntungan maksimal
Dalam MSDM Syariah, evaluasi kerja mencakup:
Aspek dunia dan akhirat
Aspek keuangan saja
Aspek teknis semata
Aspek sosial ekonomi
Tujuan akhir MSDM Syariah adalah:
Kesejahteraan dunia dan akhirat
Kemenangan ekonomi global
Kekuasaan organisasi
Keunggulan kompetitif semata
Perencanaan tenaga kerja Islami bertujuan untuk:
Dalam Islam, perencanaan harus disertai dengan:
Niat dan tawakal kepada Allah
Spekulasi pasar
Unsur kebetulan
Rasa takut gagal
Langkah pertama dalam perencanaan tenaga kerja Islami adalah:
Analisis kebutuhan tenaga kerja
Rekrutmen
Evaluasi pelatihan
Penilaian gaji
Prinsip utama perencanaan tenaga kerja Islam adalah:
Keadilan dan keseimbangan
Persaingan
Dominasi
Eksploitasi
Dalam Islam, tenaga kerja dianggap sebagai:
Amanah yang harus dikelola dengan adil
Beban perusahaan
Objek produksi
Sumber konflik
Perencanaan tenaga kerja Islami memperhatikan:
Kelayakan spiritual dan kompetensi
Faktor politik
Tekanan sosial
Nepotisme
Konsep tawakal dalam perencanaan berarti:
Menyerahkan hasil kepada Allah setelah berusaha maksimal
Tidak perlu usaha
Menunggu keberuntungan
Bergantung pada orang lain
Evaluasi tenaga kerja dalam Islam mencakup aspek:
Etika, kejujuran, dan tanggung jawab
Kekuasaan
Popularitas
Politik internal
Dalam Islam, keputusan rekrutmen harus didasarkan pada:
Kompetensi dan akhlak
Kekayaan keluarga
Rekomendasi teman
Penampilan luar
Perencanaan tenaga kerja Islami berorientasi pada:
Kemashlahatan organisasi dan umat
Kepentingan pribadi
Kompetisi tidak sehat
Keuntungan sepihak
Rencana tenaga kerja syariah harus mencerminkan:
Nilai keadilan dan amanah
Persaingan bebas
Eksploitasi tenaga kerja
Ketidakpastian
Dalam Islam, perencanaan tenaga kerja harus menghindari:
Diskriminasi dan ketidakadilan
Pelatihan spiritual
Evaluasi akhlak
Amanah kerja
Tujuan rencana tenaga kerja syariah adalah:
Mencapai keseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan
Meningkatkan dominasi ekonomi
Mengabaikan aspek moral
Mengutamakan laba semata
Dalam rencana kerja syariah, setiap jabatan dipandang sebagai:
Amanah yang harus ditunaikan
Alat mencari kekuasaan
Beban tanggung jawab
Hak pribadi
Rencana tenaga kerja syariah melibatkan:
Doa, usaha, dan evaluasi
Nepotisme dan kolusi
Spekulasi dan tekanan
Persaingan tidak sehat
Salah satu indikator rencana tenaga kerja yang Islami adalah:
Transparansi dan keadilan dalam rekrutmen
Mengutamakan kerabat
Menolak evaluasi
Prinsip ihsan diterapkan dalam rencana kerja dengan:
Memberi kesempatan kerja terbaik bagi yang layak
Mengabaikan etika
Menentukan gaji sewenang-wenang
Menunda keputusan
Kesejahteraan tenaga kerja dalam Islam termasuk bagian dari:
Tanggung jawab sosial dan spiritual
Bonus tahunan
Strategi marketing
Persaingan global
Rencana tenaga kerja syariah menuntut pimpinan untuk:
Bersikap adil dan amanah
Mengutamakan keuntungan
Mengabaikan karyawan
Mementingkan citra pribadi
Rencana tenaga kerja yang sesuai syariah bertujuan akhir untuk:
Mewujudkan kemaslahatan dan keberkahan kerja
Meningkatkan laba jangka pendek
Mendominasi pasar
Mengejar pujian
